Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika

PENGEMBANGAN KIT FLUIDA ALTERNATIF YANG BERASAL DARI SAMPAH ANORGANIK UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA Syahrial Ayub; Hikmawati Hikmawati; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Muhammad Zuhdi
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.388 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v5i2.1185

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan kit fluida alternatif pada pembelajaran fisika. Kit fluida alternatif ini dibuat dengan memanfaatkan sampah anorganik yang sudah tidak digunakan. Sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non-hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang atau sumber daya alam dan tidak dapat diuraikan oleh alam, seperti  botol plastik, tas plastik, kaleng dan lain-lain. Alat-alat yang terdapat pada kit fluida alternatif adalah alat peraga kapal selam sederhana, alat peraga aliran air, alat peraga pompa air tekanan udara, alat peraga barometer botol, alat peraga roket tekanan udara, dan alat peraga helikopter sederhana. Alat-alat peraga ini disusun dalam satu kotak dan mudah dibawa (portable). Kotak inilah yang disebut dengan kit fluida alternatif. Kit fluida ini diterapkan pada pembelajaran IPA (Fisika) di SD Negeri 6 Mataram. Respon peserta didik terhadap pembelajaran dengan integrasi kit fluida alternatif adalah 78 %  menyatakan sangat setuju dan hanya 22 % yang menyatakan setuju dan tidak ada yang memilih tidak setuju. Berdasarkan data ini, disimpulkan bahwa pembelajaran IPA (fisika) di SD Negeri 6 Mataram dengan integrasi kit fluida alternatif mendapat respon baik dari peserta didik. Kata kunci: Kit Fluida Alternatif; Sampah Anorganik; Pembelajaran Fisika ABSTRACTThis research aims to develop alternative fluid kits in learning physics. This alternative fluid kit is made using inorganic waste that is not used. Inorganic waste is waste generated from non-biological materials, either in the form of synthetic products or the results of the processing technology of mining materials or natural resources and cannot be broken down by nature, such as plastic bottles, plastic bags, cans and others. The tools contained in the alternative fluid kit are simple submarine props, water flow props, air pressure water pump props, bottle barometer props, air pressure rocket props, and simple helicopter props. These props are arranged in one box and are easy and portable. This box is called the alternative fluid kit. This fluid kit is applied to learning science (physics) in SD Negeri 6 Mataram. Learners' responses to learning with the integration of alternative fluid kits is 78% stating strongly agree and only 22% who agree and no one chooses to disagree. Based on this data, it was concluded that learning science (physics) at SD Negeri 6 Mataram with the integration of alternative fluid kits received good responses from students.                                                                                                                Keywords:  Alternative Fluid Kits; Inorganic Waste; Physics Learning
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI ALAT-ALAT OPTIK UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA Yunara Nurmaya; Susilawati Susilawati; Muhammad Zuhdi; Hikmawati Hikmawati
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.633 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i1.3835

Abstract

 ABSTRAKPerangkat pembelajaran merupakan bagian terpenting dalam proses pembelajaran, dimana proses pembelajaran berjalan efisien, efektif dan juga terstruktur karena adanya perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing yang terdiri dari silabus, RPP, LKPD, instrument tes penguasaan konsep. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan perangkat pembelajaran fisika yang valid, efektif, dan efisien dengan menggunakan model inkuiri terbimbing pada materi alat-alat optik untuk meningkatkan penguasaan konsep. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model 4D yang terdiri dari empat tahapan yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Perangkat yang dikembangkan pada penelitian ini adalah silabus, RPP, LKPD, dan instrumen tes penguasaan konsep. Kevalidan perangkat yang dikembangkan diperoleh berdasarkan penilaian angket dari enam validator yaitu tiga validator ahli dan tiga validator praktisi, kemudian kevalidan perangkat dianalisis dengan menggunakan skala Likert. Keefektifan perangkat diperoleh berdasarkan analisis lembar observasi keterlaksanaan RPP dari tiga orang observer yang kemudian ditentukan dengan menggunakan perhitungan Interjudge Agreement (IJA) dan perolehan nilai N-Gain. Selanjutnya, keefisienan perangkat didapatkan dari hasil uji coba terbatas pada peserta didik kelas XI yang kemudian ditentukan dari respon guru dan peserta didik. Maka dapat disimpulkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan efektif. Terakhir, dari respon guru dan peserta didik didapatkan beberapa kendala dari pembelajaran yang telah dilakukan sehingga perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing kurang efisien untuk digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci : perangkat pembelajaran; inkuiri terimbing; penguasaan konsep ABSTRACTLearning tools are the most important part of the learning process, where the learning process runs efficiently, effectively and is structured because of the learning tools. The learning tools developed are in the form of guided inquiry learning models which are based on the syllabus, lesson plans, student worksheet, and concept mastery test instruments. The purpose of this research is to develop valid, effective, and efficient physics learning tools by using guided inquiry models on the material of optical tools to improve concept mastery. This study uses a Research and Development (R&D) type of research with a 4D model consisting of four stages, namely Define, Design, Develop, and Disseminate. The tools developed in this study were the syllabus, lesson plans, student worksheet, and concept mastery test instruments. The validity of the developed device was obtained based on a questionnaire assessment of six validators, namely three expert validators and three practitioner validators, then the validity of the devices was analyzed using a Likert scale. The effectiveness of the device was obtained based on the analysis of the RPP implementation observation sheet from three observers which was then determined using the calculation of the Interjudge Agreement (IJA) and the acquisition of the N-Gain value. Furthermore, the efficiency of the device was obtained from the limited trial results for class XI students which was then determined from the responses of the teacher and students. So it can be concluded that the learning tools developed are effective. Finally, from the responses of teachers and students, there are several obstacles from the learning that has been done so that the guided inquiry learning model is less efficient for use in learning. Key Word : Learning tools; guided inquiry learning; mastery of concepts
MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DI SMA Hikmawati Hikmawati; Kosim Kosim; Aris Doyan
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2020): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.749 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v6i1.1475

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa di SMA. Jenis penelitian adalah pra-eksperimental dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI Minat Sains (IPA) 1 di SMAN 1 Kediri Tahun Pelajaran 2019/2020 sejumlah 35 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pre-test dan Post-test Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi penerapan model discovery learning dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persentase penerapan model discovery learning meningkat, dari 83% menjadi 96%, yang berarti kualitas pembelajaran yang lebih baik, dan (2) hasil belajar siswa juga meningkat, dari 25 menjadi 84 dengan ketuntasan klasikal 0% menjadi 86%. Dengan demikian, model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa di SMA. Kata kunci: discovery; hasil belajar. ABSTRACTThe purpose of this study is to describe the application of discovery learning models to improve student physics learning outcomes in high school. This type of research is pre-experimental with research subjects namely students of class XI Interest in Science (IPA) 1 at SMAN 1 Kediri in the 2019/2020 Academic Year a number of 35 people. The research design used is One Group Pre-test and Post-test Design. The instrument used in this study was an observation sheet applying the discovery learning model and learning achievement test. The results showed that: (1) the percentage of application of the discovery learning model increased, from 83% to 96%, which means better quality of learning, and (2) student learning outcomes also improved, from 25 to 84 with classical completeness of 0% to 86%. Thus, the discovery learning model can improve student physics learning outcomes in high school. Keywords: discovery; learning outcomes.
METODE DISKUSI BERBASIS LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Hikmawati Hikmawati; Haerunisyah Sahidu; Kosim Kosim
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.557 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i1.3310

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode diskusi berbasis Learning Management System (LMS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa di Kelas IV/A yang mengambil mata kuliah Strategi Pembelajaran Fisika pada Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Mataram, Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 19 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi implementasi metode diskusi berbasis LMS dan tes kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persentase implementasi metode diskusi berbasis LMS meningkat, dari 75% menjadi 92%, yang berarti kualitas pembelajaran yang lebih baik, dan (2) kemampuan berpikir kritis mahasiswa meningkat dari 54 menjadi 82 dengan ketuntasan klasikal 5% menjadi 89%. Nilai rata-rata N-gain sebesar 60 dengan kriteria sedang. Disimpulkan bahwa metode diskusi berbasis Learning Management System (LMS) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada perkuliahan Strategi Pembelajaran Fisika. Kata kunci: diskusi; LMS; kemampuan berpikir kritis. ABSTRACTThis study aims to describe the implementation of the Learning Management System (LMS) based discussion method to improve students' critical thinking skills. This research type is pre-experimental with one-group pretest-posttest design. The subjects of this research were 19 students in Class IV / A who took the Physics Learning Strategy course at the Physics Education Study Program, FKIP University of Mataram, even semester of the 2019/2020 academic year. The instrument used in this study was the observation sheet on the implementation of the LMS-based discussion method and the test of students' critical thinking skills. The results showed that: (1) the percentage of LMS-based discussion method implementation increased, from 75% to 92%, which means better learning quality, and (2) students' critical thinking skills increased from 54 to 82 with classical completeness of 5% to 89%. The average N-gain value is 60 with moderate criteria. It is concluded that the Learning Management System (LMS) based discussion method can improve students' critical thinking skills in Physics Learning Strategies lectures. Keywords: discussion; LMS; critical thinking skills.
DESAIN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN METODE REAL EXPERIMENTS DAN VIRTUAL EXPERIMENTS Hikmawati Hikmawati; Kosim Kosim; Sutrio Sutrio
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.628 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v5i2.1303

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran fisika dengan metode real experiments dan virtual experiments sebagai upaya meningkatkan kecakapan hidup siswa. Manfaat yang diharapkan adalah tersedianya perangkat pembelajaran fisika yang dapat dijadikan acuan oleh guru dalam menyusun perangkat pembelajaran dengan metode real experiments dan virtual experiments. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan terdiri atas enam komponen yaitu: Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Buku Materi Pokok untuk Suhu dan Kalor, Lembar Kerja Siswa berbasis pendekatan saintifik, Media Pembelajaran (media tiga dimensi dan simulasi komputer), dan Tes Hasil Belajar yang diintegrasikan dengan kecakapan hidup. Model pengembangan perangkat yang digunakan adalah model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Pada tahap Design telah dilakukan perancangan prototype perangkat pembelajaran sehingga penelitian ini telah menghasilkan draf produk prototype perangkat pembelajaran fisika dengan metode real experiments dan virtual experiments. Tahap Design telah selesai dilakukan sehingga penelitian pengembangan perangkat pembelajaran dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu tahap Develop dan Disseminate. Kata kunci: desain pembelajaran; real; virtual; experiments. ABSTRACTThis study aims to develop physics learning devices with methods of real experiments and virtual experiments as an effort to improve students' life skills. The expected benefit is the availability of physics learning devices that can be used as a reference by teachers in preparing learning tools with methods of real experiments and virtual experiments. The learning tool developed consists of six components: Syllabus, Learning Implementation Plan, Basic Material Book for Temperature and Heat, Student Worksheet based on a scientific approach, Learning Media (three dimensional media and computer simulation), and Learning Results Test integrated with Life Skill. The device development model used is the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). In the design stage has been done designing prototype learning device so that this research has resulted draft product prototype device of physics learning with method of real experiments and virtual experiments. Stage Design has been completed so that the study of learning device development can be continued to the next stage of development and Disseminate stage. Keywords: learning design; real; virtual; experiments.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATAKULIAH FISIKA KUANTUM BAGI MAHASISWA CALON GURU Aris Doyan; Susilawati Susilawati; Hikmawati Hikmawati
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.188 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v6i2.2819

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar serta peningkatannya. Materi fisika kuantum yang diteliti meliputi lima sub pokok bahasan yaitu: Persamaan Schrodinger, Operator Fisis, Komutator, Persamaan Gerak Heisenberg, dan Osilator Harmonis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian pretest and posttest group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan fisika tahun pelajaran 2018/2019. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan mahasiswa semester VI A sebagai kelas eksperimen dan mahasiswa semester VI B sebagai kelas kontrol. Hipotesis penelitian diuji menggunakan uji-t dengan pretest and posttest dan peningkatan hasil belajar diuji menggunakan persamaan N-gain. Berdasarkan hasil uji hipotesis untuk hasil belajar fisika kuantum diperoleh nilai thitung (1,91)> ttabel (1,68) pada taraf signifikansi 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar fisika kuantum bagi mahasiswa calon guru. Selanjutnya peningkatan hasil belajar fisika kuantum terlihat dari skor N-gain tertinggi pada kelas eksperimen terdapat pada sub materi komutator dan osilator harmonis sebesar 72%, sedangkan skor N-gain tertinggi untuk kelas kontrol terdapat pada sub materi osilator harmonis sebesar 60%. Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah;hasil belajar; fisika kuantum ABSTRACTThis study aims to determine the effect of problem-based learning models on learning outcomes and their improvement. The quantum physics material studied includes five sub-subjects, namely: Schrodinger's Equation, Physical Operators, Commutators, Heisenberg's Equation of Motion, and Harmonic Oscillator. This type of research is an experimental research design with pretest and posttest group design. The population in this study were all physics education students for the 2018/2019 academic year. The sample was taken using total sampling technique with the VIA semester students as the experimental class and the VIB semester students as the control class. The research hypothesis was tested using the t-test with pretest and posttest and the improvement of learning outcomes was tested using the N-gain equation. Based on the results of hypothesis testing for the learning outcomes of quantum physics, the tcount (1.91) > ttable (1.68 ) is obtained at the 5% significance level, so it can be concluded that there was an effect of applying problem-based learning models on learning outcomes of quantum physics for prospective teacher students. Furthermore, the increase in learning outcomes of quantum physics can be seen from the highest N-gain score in the experimental class in the commutator and harmonic oscillator sub-material by 72%, while the highest N-gain score for the control class is in the harmonic oscillator sub-material by 60%. Keywords: problem based learning model; learning outcomes; quantum physics.