Tengku Hartati
Unknown Affiliation

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

SINING DALAM KONTEKS KEBUDAYAAN GAYO Nur Fajriah; Rida Safuan Selian; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Sining dalam Konteks Kebudayaan Gayo, mengangkat masalah bagaimana Sining dalam Konteks Kebudayaan Gayo, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Sining dalam Konteks Kebudayaan Gayo. Sumber data dalam penelitian adalah Seniman Gayo, Masyarakat, Petua adat Kampung Nosar. Penelitian dilakukan di Kampung Nosar Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data ,display data, verifikasi data. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa tari Sining adalah sebuah ritual adat masyarakat Gayo yang kini menjadi seni pertunjukan bagi khalayak ramai. Tari Sining yang ditarikan diatas sembilah papan dan dulang ini mempunyai 2 prosesi yaitu prosesi adat dalam membangun rumah dan sebagai tari iringan memandikan dan mengesahlan pemimpin baru, yang dilakukan dengan cara membaca syair dan ritual. Proses tersebut didahului dengan memilih kayu hutan yang dianggap terbaik, menebang kayu hutan, serta menjadikan kayu tersebut sebagai pondasi rumah. Alat musik yang digunakan dalam tari Sining ini yaitu gegedem, gerantung, tak tok, suling, teganing serta canang yang dimainkan oleh wanita dan laki-laki. Busana yang dikenakan pada ritual ini adalah busana sehari-hari, hingga saat tari Sining telah menjadi seni pertunjukan dan memakai baju kerawang khas Gayo Aceh Tengah. Kata kunci: Tari Sining, kebudayaan Gayo
PROSESI TRADISI SEMANOE PUCOK DI DESA IE DINGEN KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN Muhammad Naufal Syahputra; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Prosesi Tradisi Semanoe Pucok di Desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan”. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana prosesi tradisi Semanoe Pucok dan apa makna yang terkandung dalam prosesi tradisi Semanoe Pucok di Desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan prosesi tradisi Semanoe Pucok dan mendeskripsikan makna prosesi Semanoe Pucok di desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Seletan. Sumber data dalam penelitian adalah anggota Semanoe Pucok desa Ie Dingen. Lokasi penelitian bertempat di desa Ie Dingen Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Semanoe Pucok adalah sebuah adat dalam pesta perkawinan dan khitanan yang dilaksanakan sehari sebelum acara. Prosesi Semanoe Pucok memiliki lima tahapan yaitu (1) shalawat badar, (2) syair berkisah/jak kutimang, (3) tron tajak manoe, (4) peusijuk, (5) siraman calon pengantin. Makna yang terkandung dalam prosesi Semanoe Pucok adalah perbuatan terakhir yang dilakukan oleh kedua orang tua kepada anaknya yang akan menikah, sedangkan makna yang terkandung dalam syairnya adalah nasihat-nasihat yang disampaikan kepada calon pengantin dan ungkapan kesedihan sang ibu yang sedih karena akan ditinggal oleh anaknya.Kata Kunci: prosesi, tradisi, Semanoe Pucok
ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI LANDOK SAMPOT DI DESA LAWE SAWAH KECAMATAN KLUET TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN Rayhana Rizha; Tri Supadmi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Analisis Struktur Gerak Tari Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan” ini mengangkat masalah tentang bagaimana analisis gerak tari Landok Sampot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah T Raja Amat dan Wahallem selaku seniman sekaligus pemimpin sanggar cahyo keluwat sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah tari Landok Sampot. Data diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis struktur gerak tari Landok Sampot dapat di tinjau dari 2 aspek yaitu aspek sikap meliputi gerak kepala, gerak badan, gerak tangan, gerak kaki dan aspek gerak meliputi motif gerak, frase gerak, kalimat gerak dan gugus gerak. Tari Landok Sampot terdiri dari 6 babak yaitu jalan masuk berbaris,  salam main, landok kedayung, landok kedidi sembar, Landok Sampot, dan landok main pedang. Sedangkan tata hubungan yang terdapat didalamnya yaitu tata hubungan Hierarkis Gramatikal dimana didalamnya terdapat tata hubungan sintagmatis yang terdapat pada gugus ke 6 kalimat gerak ke 12 frase ke 47 dan motif ke 186-193. Sedangkan tata hubungan paradigmatis yang terdapat pada gugus ke 2 kalimat gerak ke 2 frase ke 6 dan motif ke 21-32 dapat di pertukarkan dengan gugus ke 4  kalimat ke 6 frase ke 34 dan motif ke 135-137.Kata Kunci: Tari Landok Sampot, Analisis, Struktur
PENGELOLAAN SANGGAR CUT NYAK DHIEN DALAM MENGEMBANGKAN KEBUDAYAAN ACEH (CUT NYAK DHIEN ATELIER MANAGEMENT IN DEVELOPING ACEH CULTURES) Tengku Hartati
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atelier is one of container in developing and preserving region cultures. This atelier aim is to preserving and developing region cultures by guiding and traditional art training to young generation. Its decrease and increase are depend on the human resource quality and others supporting means. Management knowledge is needed in atelier managing in order to get the maximal aim. This research aim is to know Cut Nyak Dhien atelier management in developing Aceh culture which relate to planning, implementation, organization, and supervision at Cut Nyak Dhien atelier Banda Aceh. This research uses qualitative approach with descriptive analysis method. The data collecting technique was done by interview, observation, and documentation study. The research subjects are atelier head, trainer, manager, and Cut Nyak Dhien atelier’s elements. The research output shows: (1) Cut Nyak Dhien Atelier planning involve atelier head, trainer, and atelier managers. The program planning is according to its need and atelier aim. (2) In applying atelier program, the head, trainer, managers, and elements always have coordination. (3) Organizing is done with gather and arrange all resource which is needed include the human resource. (4) Supervision is done directly and indirectly by the head and Cut Nyak Dhien atelier coordinator. Keyword: atelier management and cultures development
INSTRUMEN JANGKA SEBAGAI WUJUD KREASI MUSIKAL AR. MOESE SEBAGAI SENIMAN LEGENDARIS TANOH GAYO Teguh Mulyana; Ari Palawi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.247 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “instrumen Jangka sebagai wujud kreasi musikal Ar. Moese sebagai seniman legendaris tanoh Gayo” mengangkat masalah bagaimana proses kreatif dan konsep yang dikembangkan dari sebuah penciptaan alat musik Jangka, dan keterJangkauan pengembangan teknik maupun konstruksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif dan konsep yang dikembangkan oleh Ar. Moese dalam penciptaan alat musik Jangka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah beberapa seniman dan keluarga dari Ar. Moese yang mengetahui tentang informasi dari instrumen musik Jangka. Penelitian dilakukan di desa Blang Mersa yaitu di rumah Alm. Ar. Moese. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekreatifan dan inovasi Ar. Moese bersumber dari pengalaman dan pendidikannya sehingga tercipta karya-karya dalam bentuk lagu-lagu seperti Tawar Sedenge yaitu lagu wajib masyarakat Gayo, dan dalam bentuk alat musik yaitu Gerantung, Perajah, dan Jangka yang terinspirasi dari alat tradisional pengiris tembakau. Kata Kunci: instrumen, alat musik Jangka.  
TRADISI BERBALAS PANTUN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH TAMIANG “DILEMA KEUTUHAN DAN KEBERLANJUTANNYA” Siti Sarah; Tengku Hartati; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Tradisi Berbalas Pantun dalam Adat Perkawinan Masyarakat Aceh Tamiang “Dilema Keutuhan dan Keberlanjutannya”, dengan rumusan masalah bagaimana tradisi berbalas pantun dalaam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang, faktor apasaja yang menyebabkan hilangnya beberapa tahapan berpantun dalam adat perkawinan masyarakat aceh tamiang, dan faktor apa saja yang menyebabkan perubahan bentuk dalam pantun dalam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang.  Tujuan penelitin ini adalah untuk mendeskripsikan tradisi berbalas pantun adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang, faktor yang menyebabkan hilangnya beberapa tahapan berpantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang, dan mengetahui perubahan bentuk berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakaan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah para Syeh atau pemantun yang sudah lama melestarikan tradisi berbalas pantun yaitu Wak Alang, Wak Uteh, dan Wak Yo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) tradisi berbalas pantun dalam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang masih bertahan hingga saat ini (2) penyebab hilangnya beberapa tahapan berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang adalah perkawinan berbeda suku yang pengantin pria tidak memahami proses-proses dalam adat perkawinan masyarakata Aceh Tamiang. (3) penyebab perubahan bentuk berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang dikarenakan masyarakat yang menginginkan tradisi berbalas pantun dalam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang yang menghibur dan mengikuti perkembangan zaman.Kata Kunci: tradisi berbalas pantun, adat perkawinan.
BENTUK PENYAJIAN TARI ANAK PADA ADAT PERKAWINAN DI KECAMATAN SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE Fitri Anggriani; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 3 (2017): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.946 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Tari Anak pada Adat Perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue”. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian tari Anak pada adat perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Anak pada adat perkawinan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan Tari Anak dipertunjukkan pada saat malam bainai gadang. Tari Anak dikelompokkan dalam tari berpasangan. Tarian ini terdiri dari 18 ragam gerak, berawal dari gerak salam, silat, memberi kain gendongan, membuai Anak, mendukung Anak, pergi ke tabib, maubek Anak, dan salam penutup, gerak pada tari Anak dilakukan secara berulang-ulang. Pola lantai simetris, iringan musik pada Tari Anak yaitu musik live dengan syair yang berisi pantun bertutur. Kata kunci: hasil, tari Anak, bentuk penyajian.
BENTUK PENYAJIAN TARI RAMPHAK DI SANGGAR RAMPOE BANDA ACEH Ferdi Junanda; Ahmad Syai; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.322 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Tari Ramphak di sanggar Rampoe Banda Aceh” mengangkat masalah tentang bagaimana bentuk penyajian tari Ramphak dalam acara pertunjukan atau hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Ramphak di sanggar Rampoe Banda Aceh. Sumber data dalam penelitian ini adalah koordinator sanggar Rampoe (Zulkifli), penari sanggar Rampoe Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Ramphak dikembangkan oleh Yusri Sulaiman pada tahun 2006 yang ditarikan oleh 8 orang penari wanita dan empat orang penari pria. Tarian ini memiliki 31 gerakan yaitu 15 gerak wanita,15 gerak pria dan 1 gerak bersama. Gerak yang terdapat pada tari ini adalah gerak-gerak cuplikan dari beberapa tari tradisional di Aceh, seperti tari saman, ratoeh duek, laweut dan seudati.Tari Ramphak diiringi dengan syair Aceh yang dilantunkan oleh syeh. Tari Ramphak termasuk ke dalam tari pertunjukan yang berfungsi sebagai hiburan semata. Kata Kunci: bentuk, penyajian, tari Ramphak
Kupiah Riman Ornament Motif as a Cultural Representation of the Acehnese Community Ismawan Ismawan; Tri Supadmi; Tengku Hartati; Lindawati Lindawati
Proceedings of AICS - Social Sciences Vol 11 (2021): the 11th AIC on Social Sciences, Syiah Kuala University
Publisher : Proceedings of AICS - Social Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research entitled "Kupiah Riman Ornament Motifs as a Cultural Representation of the Acehnese Community '' aims to determine the Acehnese decorative motifs on Kupiah Riman as a cultural representation of the Acehnese people. Kupiah Riman is one type of handicrafts in the province of Aceh which serves to cover the head. Kupiah Riman is made from palm fiber. The manufacture is done manually with weaving and embroidery techniques, but this research focused on decorative motifs that are consistently applied to the kupiah. The approach in this research was qualitative with a descriptive type of research. The research data collection was done by means of observation, interview, and documentation. The data analysis was carried out by means of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The sources of data in this study were Kurniadi, the owner of Kupiah riman production as well as craftsmen, Badriyah, Nurhammah, Yunidar, Aisyah, and Nurhayati as Kupiah riman craftsmen, and the object of this research was the composition of motifs on Kupiah Riman. The results showed that the motifs applied consistently to Kupiah riman included the rainbow lines (Gareh peulangi), bamboo shoots (Pucok reubong), rectangular flowers (Bungong petak), Aceh Door (Pinto Aceh), headland flower (Bungong keupula), Cloud flower (Bungong Awan). These motifs are a description of natural and man-made phenomena that are used in people's lives to meet basic (primary) or additional (secondary) needs. This natural phenomenon is always present and is considered to have a role in the cultural life of the Acehnese people. These phenomena are abstracted into decorative forms using stylization and deformation techniques and even distortion and applied to Kupiah Riman. Therefore, it is clear that the motifs applied to the handicraft products of “Kupiah Riman'' represent the culture of the Acehnese people.Keywords: Crafts, culture, society, Kupiah Riman.
ANALISIS STRUKTUR TARI GUEL Nadia Ulfa; Tri Supadmi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang Analisis Struktur Tari Guel ini mengangkat masalah tentang bagaimana analisis gerak tari Guel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang analisis gerak tari Guel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah pemimpin sanggar dan penari sanggar Mapesga Banda Aceh sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah tari Guel. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisisi data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis struktur Tari Guel dapat ditinjau dari dari 2 aspek yaitu tari Guel berdasarkan gerak kepala, gerak badan, gerak tangan, gerak kaki dan tari Guel berdasarkan unsur gerak meliputi motif gerak, frase gerak, kalimat gerak dan gugus gerak. Tari Guel terdiri dari empat babak yaitu babak munatap, babak redep-dep, babak ketibung dan cincang nangka. Sedangkan tata hubungan yang terdapat di dalamnya yaitu tata hubungan Hierarkis Gramatikal dimana di dalamnya terdapat tata hubunngan Sintagmatis dan tata hubungan Paradigmatis.Kata Kunci: tari Guel, analisis struktur, kesenian Gayo.