Fitroh Hayati
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penerapan Metode Tahsin untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Sekolah Menengah Atas Della Indah Fitriani; Fitroh Hayati
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v5i1.227

Abstract

This research was motivated by the poor of students’ ability in class X IPS SMA Al-Falah Dago in reading and writing Al-Qur'an (BTAQ). It aims, first, to know how the objective conditions of their Al-Qur'an reading ability. Second, to find out how to apply the tahsin method to improve their Al-Qur'an reading ability. Third, to find out how is the effect of the tahsin method implementation to improve their Al-Qur'an reading ability. It was a quantitative study using the experimental method. The results of this study had indicated that the implementation of the tahsin method had a significant effect on improving their Al-Qur'an reading ability which is applicable to the correct makharijul huruf and tajwid rules. The teacher was using classical reading and listening (KBS) in the teaching and learning process. They also were participating to exemplify good reading and to justify the students' reading.
Pesantren: Suatu Alternatif Model Lembaga Pendidikan Kader Bangsa Fitroh Hayati
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 27, No.2, Year 2011 (Accredited by Dikti)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.751 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v27i2.324

Abstract

Pesantren, or Islamic Boarding School, is the oldest formal education institution in Indonesia. Special community is living on the Pesantren and lead by a ‘kyai’. To run Pesantren, Kyai as religious and community leader is assisted by some teachers. They live together with students or santri. In this kind of community, the mosque becomes center of teaching and learning process, other than classical classroom (madrasah). It is interesting to trace the development of Pesantren against time, as people seen nowadays. When science and technology reshape public expectation concerning the position, function, and regulation of Pesantren, this Islamic institution has to respond it in the right manner. By developing content and reshaping its form, several modern pesantren has succesfully transformed traditional pesantren.
Pendidikan Karakter Berbasis Islam Fitroh Hayati
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7, No 1 (2018): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v7i1.3764

Abstract

Abstract The development of lifestyles that follow the trends of western cultures causes anxiety to wane even the disappearance of ethical and moral values. Because it can cause free sex, drug use, and even brawl among school-aged children. This phenomenon encourages the government to formulate a national policy of nation character building. Islam is a religion that has a long history of developing attitudes, character and human character to the highest degree of glory by means of moral education. Prophet Muhammad was sent as the apostle of Allah in order to improve human morality. In the whole teachings of Islam, morality occupies a special position and very important. Keywords: Education, Character, and Islam.  Abstrak Perkembangan gaya hidup yang mengikuti trend budaya-budaya barat menyebabkan kecemasan akan memudarnya bahkan hilangnya nilai-nilai etis dan moral. Karena hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya pergaulan bebas, penggunaan obat-obatan terlarang, bahkan tawuran di kalangan anak usia sekolah. Fenomena tersebut yang mendorong pemerintah untuk merumuskan kebijakan nasional pembangunan karakter bangsa. Islam adalah agama yang memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan sikap, watak, dan karakter manusia menuju derajat tertinggi kemuliaan dengan melalui pendidikan akhlak. Nabi  Muhammad SAW diutus sebagai rasul Allah dalam rangka memperbaiki akhlak manusia. Dalam keseluruhan ajaran Islam, akhlak menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter dan Islam. 
Alternatif Pendekatan Pendidikan Anak Fitroh Hayati
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 1, No 2 (2001): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v1i2.2054

Abstract

Alternatif Pendekatan Pendidikan Anak
MOSQUE; ISLAMIC EDUCATION CENTRE Fitroh Hayati; Asnita Frida; Ria Haryati Ningsih; Fitriani Millenia Onesha; Elsa Selvia
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 10, No 2 (2021): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v10i2.9138

Abstract

Tujuan awal dibangunnya sebuah masjid adalah bukan semata-mata untuk tempat beribadah saja akan tetapi sebagai pusat lembaga pendidikan. Sejarah Islam menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai lembaga pendidikan utama sebagaimana yang dilakukan di masjid Nabawi. Rasulullah membina umat bermula dari masjid, berbagai kegiatan maupun problematika umat yang menyangkut bidang agama, ilmu pengetahuan, politik kemasyarakatan dan social budaya dibahas dan dipecahkan di masjid. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini ingin mengkaji kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masjid Jokokariyan Jogyakarta melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masjid Jokokariyan Jogyakarta bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada para jamaahnya agar selalu mementingkan pendidikan untuk menciptakan insan-insan yang cerdas cendekia dan dapat bermanfaat bagi sesama.  Tujuan dari berbagai kegiatan yang dilakukan di masjid Jokokariyan adalah untuk mengembalikan peran dan fungsi masjid yaitu sebagai pusat aktivitas berbagai dimensi kehidupan sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Implikasi Pendidikan Menurut QS Ali Imran Ayat 35-37 tentang Cara Nabi Zakariya dalam Mendidik Anak Perempuan Dienan Shafyah Zahrah; Fitroh Hayati
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.366 KB) | DOI: 10.29313/jrpai.v1i1.157

Abstract

Abstract. Being a parent is closely related to caring for, nurturing and educating children. Children are a mandate from God to parents for them to always take care, nurture and educate. Parents must be fair to all children, whether they are male or female. They are not treat them differently. The purpose of this research is to find out the educational implications of QS Ali Imran verses 35-37 on how The Prophet Zakariya taught Maryam on girls educating with the following details: (1) finding out the opinions of the mufasirs on the Prophet Zakariya’s practices in educating girls from QS Ali Imran verses 35-37, (2) the essence contained in QS Ali Imran verses 35-37, (3) the opinion of education experts on education for girls , and (4) the educational implications of QS Ali Imran verses 35-37 on the Prophet Zakariya’s practices on educating girls. The research method used in this study is a descriptive method with the qualitative approach. Whereas for data collecting is technique is literature study. The author used the method of tahlili interpretation approach,namely: describing the meaning contained by the Qur'an, verse by verse in accordance with the order in the mushaf. The content of QS Ali Imran verses 35-37 according to mufassirin is: parents must educate their children in terms of obedience to Allah SWT and provide education to children in order to be a righteous and shalehah child, because the most noble man in the eyes of Allah SWT is a person who fears Him (male or female), not based on gender. The results of the study of QS Ali Imran verses 35-37 are: (1) parents should educate their children in terms of obedience to Allah Almighty, (2) education is given not based on gender, (3) parents must provide the best education for their children, and (4) an educator must provide good education and care. The educational implications contained from QS Ali Imran verses 35-37, namely: (1) parents must educate children to obey Allah Almighty, (2) parents must give the equality of rights of education for children, (3) parents mus be just to all children (male or female) in terms of education, and (4) educators must consider ways to provide education to female learners. Abstrak. Menjadi orang tua erat kaitannya dengan mengurus, mengasuh dan mendidik anak. Anak merupakan titipan dari Allah Swt bagi orang tua untuk senantiasa mengurus, mengasuh juga mendidik anak-anaknya. Orang tua haruslah bersikap adil kepada semua anak, entah itu laki-laki ataupun perempuan. Jangan sampai ada perbedaan perlakuan dari orang tua terhadap anak-anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implikasi pendidikan dari QS Ali Imran ayat 35-37 tentang cara Nabi Zakariya dalam mendidik anak perempuan dengan perincian berikut: (1) mengetahui pendapat para mufasir tentang cara Nabi Zakariya dalam mendidik anak perempuan dari QS Ali Imran ayat 35-37, (2) esensi yang terkandung dalam QS Ali Imran ayat 35-37, (3) pendapat para ahli pendidikan mengenai pendidikan bagi anak perempuan, dan (4) implikasi pendidikan dari QS Ali Imran ayat 35-37 tentang cara Nabi Zakariya dalam mendidik anak perempuan. Metode penelitian yang digunakan ole penulis pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik studi literatur. Penulis menggunakan metode pendekatan tafsir tahlili yaitu: menguraikan makna yang dikandung oleh al-Qur’an, ayat demi ayat sesuai dengan urutannya di dalam mushaf. Isi kandungan QS Ali Imran ayat 35-37 menurut mufassirin adalah: orang tua harus mendidik anaknya dalam hal kepatuhan kepada Allah SWT, memberikan pendidikan kepada anak supaya menjadi anak yang shaleh dan shalehah. Sebab, manusia yang paling mulia di mata Allah SWT merupakan orang yang bertakwa kepada-Nya (laki-laki maupun perempuan) bukan berdasarkan dari jenis kelaminnya. Hasil penelitian dari QS Ali Imran ayat 35-37 adalah: (1) orang tua harus mendidik anaknya dalam hal kepatuhan kepada Allah Swt, (2) pendidikan diberikan bukan berdasarkan jenis kelamin, (3) orang tua harus memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya, dan (4) seorang pendidik harus memberikan pendidikan dan pengasuhan yang baik. Adapun implikasi pendidikan yang terdapat dari QS Ali Imran ayat 35-37, yaitu: (1) orang tua harus mendidik anak supaya taat kepada Allah Swt, (2) hak pendidikan bagi anak, (3) berbuat adil kepada semua anak (laki-laki ataupun perempuan) dalam hal pendidikan, dan (4) cara-cara pendidik memberikan pendidikan kepada peserta didik perempuan.
Upaya Guru PAI dalam Melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi pada Masa Pandemik Kintan Nur’imanda; Fitroh Hayati
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No.1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.252 KB) | DOI: 10.29313/jrpai.v2i1.980

Abstract

Abstract. The pandemic period affects various fields in Indonesia, one of the affected is in the field of education.All schools in Indonesia on the advice of the Ministry of Education impose PJJ online and offline.As a result, teachers have to adapt to online learning, this causes teachers to innovate and make efforts in carrying out their main tasks and functions so that learning is carried out and achieves the learning goals as it should.This research discusses the efforts of PAI teachers in carrying out basic tasks and functions during the pandemic at SMPN X Bandung.This research aims to find out the efforts made by teachers in carrying out their main tasks and functions even during pandemics.This research method is qualitatively descriptive. The results showed that (1) efforts in educating with ethical emphasis on discipline, honesty and decency.(2) efforts in teaching include learning preparation such as RPP and the implementation of learning conducted online and offline.(3) Efforts in guiding and directing are carried out by teachers online at the time of learning and offline by asking for cooperation with parents.(4) Efforts in assignment are carried out by teachers online in learning applications and offline on paper teaching materials.(5) Assessment is seen at the time of learning. (5) efforts in evaluating are carried out by teachers through assignments, daily repeats, practice tests, UTS and UAS. Abstrak. Masa pandemi mempengaruhi berbagai bidang di Indonesia, salah satu yang terkena dampaknya adalah di bidang pendidikan. Seluruh sekolah di Indonesia atas anjuran Kemendikbud memberlakukan PJJ secara daring dan luring. akibatnya guru harus beradaptasi dengan pembelajaran secara online, hal ini menyebabkan guru melakukan inovasi dan upaya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar pembelajaran tetap terlaksana dan mencapai tujuan pembelajaran yang sebagaimana mestinya. Penelitian ini membahas tentang Upaya guru PAI dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pada masa pandemi di SMPN X Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya upaya yang dilakukan guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya meskipun pada masa pandemi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)upaya dalam mendidik dengan penekanan etika kedisiplinan, kejujuran dan kesopanan. (2) upaya dalam mengajar meliputi persiapan pembelajaran seperti RPP dan pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring dan luring. (3) Upaya dalam membimbing dan mengarahkan dilakukan guru secara daring pada saat pembelajaran dan luring dengan meminta kerjasama dengan orang tua. (4) Upaya dalam penugasan dilakukan guru secara daring pada aplikasi pembelajaran dan luring pada bahan ajar kertas. (5) penilaian dilihat pada saat pembelajaran berlangsung. (5) upaya dalam mengevaluasi dilakukan guru melalui tugas, ulangan harian, tes praktek, UTS dan UAS.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Berdasarkan Al-Qur'an Surat Al-Ma'idah Ayat 8 Lia Yulianti; Fitroh Hayati; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.272 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.1657

Abstract

Abstract. Humans are social beings who always live together in a community for a long period of time. Therefore, rules are needed that are able to regulate human life fairly. The Quran has set about how humans maintains his relationship with Allah Praise be unto Thee the Almighty, as well as with his fellow human beings. In the Quran, there are many verses that discuss justice, including the word of Allah in Surat Al-Ma'idah verse 8. This research aims to (1) Explore annotator opinions about justice in the perspective of Surat Al-Ma'idah Verse 8 (2) Explore the essence of the Qur'an surah Al-Ma'idah Verse 8 according to the opinion of the muffasir of the Qur'an (3) Explore the concept of justice of the Qur'an surah Al-Ma'idah Verse 8 according to experts (4) Explore the educational values contained in the Qur'an surah Al-Ma'idah Verse 8. In this research, the author uses a qualitative approach with library research techniques using descriptive analysis and the tahlili method, by interpreting the existing data. Data that has been collected, then analyzed with content analysis techniques. The results show that the essence of Surah Al-Maidah verse 8 is, (1) A believer must be honest because Allah Almighty commanded to carry out charity and work honestly only because Allah is All-Seeing and All-Knowing. (2) A believer must be sincere because Allah Almighty, not because he wants praise from others. (3) A believer must have fear of Allah Swt that is, have a good relationship with Allah and can put everything in its place. (4) A believer must be fair in any circumstances and against anyone without any sorting between kinship. The values of Islamic education contained in Surat Al-Maidah verse 8 are: (1) The value of honesty. (2) The value of sincerity. (3) The value of piety. (4) The value of justice. Abstrak. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu hidup bersama dalam suatu komunitas masyarakat untuk jangka waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, diperlukan aturan yang mampu mengatur kehidupan manusia secara adil. Al-Qur’an telah mengatur tentang bagaimana manusia dalam menjaga hubungannya dengan Allah SWT, maupun dengan sesama manusia. Di dalam Al-Qur’an, terdapat banyak ayat-ayat yang membahas tentang keadilan, diantaranya firman Allah dalam Surat Al-Ma’idah ayat 8. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggali pendapat muffasir tentang keadilan dalam perspektif Surat Al-Ma’idah Ayat 8 (2) Menggali esensi dari Al-Qur’an surat Al-Ma’idah Ayat 8 menurut pendapat muffasir Al-Quran (3) Menggali konsep keadilan Al-Qur’an surat Al-Ma’idah Ayat 8 menurut para pakar (4) Menggali nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’idah Ayat 8. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik library research menggunakan deskriptif analisis dan metode tahlili, dengan cara menafsirkan data yang ada. Data yang telah dikumpulkan, kemudian dianalisis dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi dari surat Al-Maidah ayat 8 adalah, (1) Seorang mukmin harus berbuat jujur karena Allah Swt. memerintahkan untuk melaksanakan amal dan pekerjaan secara jujur hanya. (2) Seorang mukmin harus berbuat ikhlas karena Allah Swt. bukan karena ingin pujian dari orang lain. (3) Seorang mukmin harus memiliki ketakwaan kepada Allah Swt. (4) Seorang mukmin harus adil berlaku adil dalam keadaan bagaimana pun dan terhadap siapapun. Adapun nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalam surat Al-Maidah ayat 8 adalah: (1) Nilai kejujuran. (2) Nilai keikhlasan. (3) Nilai ketakwaan. (4) Nilai keadilan.
Implementasi Visi Misi Sekolah dalam Mewujudkan Siswa Berkarakter Religius di SMP Islam Terpadu Baitul Anshor Boarding School Cimahi Usamah Almujahid; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.042 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.1905

Abstract

Abstract. Student delinquency that is occurs today is the background of this research. Bullying, drug abuse, promiscuity, brawls between students, and other student delinquency are examples of cases that often occur. The development of student behavior is related to the process of implementing activities in schools (Laure, et al., 2020). Therefore, this study looks at how the implementation of the school's vision and mission in realizing students with a religious character. This study aims to determine the planning carried out by the school, find out how the implementation of Islamic boarding school activities and find out how the evaluation is carried out on Islamic boarding school activities in implementing the vision and mission to realize students with a religious character.The research method used in this research is descriptive with survey methods and qualitative approaches. The types of data used are primary and secondary data. Sources of data were obtained from resource persons, namely the Head of School, Head of Islamic Boarding School, Deputy Head of Curriculum, Deputy Head of Student Affairs, Foster Brother, and Teachers. The data collection techniques used in this study were interviews, observations, and direct documentation at the Baitul Anshor Integrated Islamic Junior High School Cimahi.The results showed that by implementing the intracurricular and co-curricular programs in a sustainable and structured manner, the school's vision and mission could be implemented to realize students with religious character at the Baitul Anshor Integrated Islamic Junior High School Cimahi. Abstrak. Kenakalan remaja yang marak terjadi dewasa ini menjadi latar belakang penelitian ini. Bullying, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, tawuran antar pelajar, dan kenakalan remaja lainnya menjadi contoh kasus yang sering terjadi. Perkembangan perilaku siswa memiliki keterkaitan dengan proses pelaksanaan kegiatan di sekolah (Laure, et al., 2020). Oleh karena itu, pada penelitian ini melihat bagaimana implementasi visi dan misi sekolah dalam mewujudkan siswa berkarakter religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan yang dilakukan oleh sekolah, mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan kepesantrenan dan mengetahui bagaimana evaluasi yang dilakukan terhadap kegiatan kepesantrenan dalam mengimplementasikan visi dan misi untuk mewujudkan siswa berkarakter religius. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei dan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Sumber data diperoleh dari narasumber yaitu Kepala Sekolah, Kepala Kepesantrenan, Wakil Kepala Bidang kurikulum, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Kaka Asuh dan Guru. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung di SMP Islam terpadu Baitul Anshor Boarding School Cimahi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melaksanakan program intrakulikuler dan kokulikuler secara berkelanjutan dan terstruktur dapat mengimplementasikan visi dan misi sekolah untuk mewujudkan siswa berkarakter religius di SMP Islam terpadu Baitul Anshor Boarding School Cimahi.
Profil Pendidikan Berasrama pada Sekolah dan Madrasah Negeri Wahyu Fajar Faadhilah; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.13 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2129

Abstract

Abstract. The background of this research is that there are public schools in Bandung which have dormitories for SMA Negeri X Cisarua and MA Negeri 1 Bandung, this study aims to determine the profile of boarding education in the Student Development Dormitory of SMA Negeri X Cisarua and Al-Muraby Integrated Islamic Boarding School, MA Negeri 1 City. Bandung, as well as to find out the education system and the comparison of the two schools. The approach used is a qualitative approach with a descriptive analytical research type with a case study method of multi-case type. The results of the research on the profile of boarding education in the Student Development Dormitory of SMA Negeri X Cisarua and the Al-Muraby Integrated Islamic Boarding School MA Negeri 1 Bandung already have their respective standards in accordance with eight National Education Standards covering graduate competency standards, content standards, process standards, educational assessment standards , standards for teaching and educational staff, standards for infrastructure, management standards, and financing standards. The difference between the two institutions based on these eight standards is that the Student Development Dormitory of SMA Negeri X Cisarua is not part of the school because it is directly owned by the West Java Provincial Government, while the Al-Muraby Integrated Islamic Boarding School, MA Negeri 1 Bandung City, becomes a single unit with the madrasa, so that facilities and infrastructure are integrated. And the research findings are that boarding schools are more supportive of religious knowledge, school materials, student independence, and student discipline. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh terdapat sekolah negeri di Bandung yang memiliki asrama SMA Negeri X Cisarua dan MA Negeri 1 Kota Bandung, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pendidikan berasrama di Asrama Bina Siswa SMA Negeri X Cisarua dan Pesantren Terpadu Al-Muraby MA Negeri 1 Kota Bandung, serta untuk mengetahui sistem pendidikan dan perbandingan dari dua sekolah tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik dengan metode studi kasus tipe multi kasus. Hasil penelitian profil pendidikan berasrama di Asrama Bina Siswa SMA Negeri X Cisarua dan Pesantren Terpadu Al-Muraby MA Negeri 1 Kota Bandung sudah memiliki standarnya masing-masing sesuai dengan delapan Standar Nasional Pendidikan meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar tenaga pendidik dan kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Perbedaan dua lembaga tersebut berdasarkan delapan standar tadi adalah Asrama Bina Siswa SMA Negeri X Cisarua itu bukan merupakan bagian dari sekolah karena dipegang langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan Pesantren Terpadu Al-Muraby MA Negeri 1 Kota Bandung itu menjadi satu kesatuan dengan madrasah, sehingga sarana dan prasarananyapun menyatu. Dan penemuan penelitian adalah sekolah diasrama itu lebih menunjang ilmu agama, materi-materi di sekolah, kemandirian siswa, dan kedisiplinan siswa.