Asep Dudi Suhardini
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah & Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PERAN PERPUSTAKAAN DAN TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH/MADRASAH Dewi, Laksmi; Suhardini, Asep Dudi
Edulib Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v4i2.1134

Abstract

AbstractThis paper begins with the emergence of problems in the implementation of education about the role of the school/madrasah library. Library as one of the important factor in improving the quality of the learning process in schools / madrasah. It is undeniable that the number of libraries and school/madrasah librarian are still below the average of national standard of library school/ madrasah. Required the intervention in enhancing the role of libraries and school library personnel / madrasah. Through training madrassa library management, training participants are expected to increase their ability after the training, particularly in carrying out his duties as a school library personnel. Based on the results of pre-test and post-test data showed that it had an increased knowledge of the trainees. The trainees also found the library management training has particular relevance and effectiveness in improving the understanding related to the management of the library. After training, the trainees also apply in libraries madrassas through improvements in the management of the library. Training library management has proven effective in improving knowledge, attitudes, and skills in carrying out the task of managing the library.Keyword: Library, school librarian, School quality improvement AbstrakTulisan ini diawali dengan munculnya permasalahan dalam pelaksanaan pendidikan tentang peran perpustakaan sekolah/madrasah. Perpustakaan sebagai salah satu factor penting dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah/madrasah. Tak dapat dipungkiri bahwa jumlah perpustakaan dan tenaga perpustakaan sekolah/madrasah masih berada di bawah rata-rata standar perpustakaan sekolah/madrasah yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Diperlukan adanya intervensi dalam meningkatkan peran perpustakaan dan tenaga perpustakaan sekolah/ madrasah. Melalui pelatihan pengelolaan perpustakaan madrasah, peserta pelatihan diharapkan dapat meningkat kemampuannya setelah mengikuti pelatihan tersebut, khususnya dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga perpustakaan sekolah. Berdasarkan hasil pre test dan post test diperoleh data bahwa secara pengetahuan peserta pelatihan memiliki peningkatan. Peserta pelatihan juga berpendapat bahwa pelatihan pengelolaan perpustakaan memiliki relevansi dan efektivitas khususnya dalam meningkatkan pemahamannya terkait pengelolaan perpustakaan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta pelatihan pun menerapkannya di pepustakaan madrasahnya melalui pembenahan dalam pengelolaan perpustakaan. Pelatihan pengelolaan perpustakaan terbukti efektif memberikan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam melaksanakan tugas mengelola perpustakaan.Keyword: Perpustakaan, Tenaga Perpustakaan, Kualitas Pendidikan Madrasah
Implikasi Norma Ummah dan Ukhuwwah Terhadap Pembangunan Demokrasi yang Islami Asep Dudi Suharyadi
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 18, No. 2, Tahun 2002
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.119 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v18i2.69

Abstract

Dewasa ini, baik di Barat maupun di dunia Islam isu politik yang paling mengemuka tidak lepas dari tema demokrasi dan demokratisasi. Sekalipun demokrasi seolah sudah menjadi “milik bersama”Barat dan Islam, namun pihak Barat tetap memandang bahwa demokrasi di negeri-negeri Islam masih perlu terus ditanam dan ditumbuh-kembangkan, seakan negeri-negeri kaum muslim itu tidak berideologi demokrasi. Padahal dalam kajian tentang siyasah Islamiyah, ditemukan bahwa dunia politik Islam, melalui “Piagam Madinah dan Komunitas Madinah” ternyata telah diakui sebagai model dan inspirasi dalam menemukan formulasi kenegaraan dan konsepsi pemerintahan yang demokratis, yang di dalamnya terdapat deklarasi sosial-politik yang pertama, yang sarat dengan nilai-nilai modern. Sedangkan Negara Madinah sendiri dipandang merupakan gambaran ideal sebuah civil society. Keduanya dianggap mengandung hal-hal substansial yang justru menjadi isu utama demokrasi. Sejak zaman kenabian, sistem kehidupan berbangsa dan bernegara Islam telah menunjukkan adanya relevansi dengan tema demokrasi yang menjadi wacana format pemerintahan dan kenegaraan modern. Di dalam ajaran Islam, selain terdapat persoalan teknis dan prosedural, baik dalam hal ibadah ritual maupun yang berdimensi sosial, juga terdapat aspek kejiwaan (spirit) dan konsepsi yang menyertai seluruh manifestasi ibadah. Dalam hal ini ummah dan ukhuwwah menjadi salah satu pilar kejiwaan dan konseptual bagi perilaku bermasyarakat, bernegara dan berpemerintahan, pada tataran empirik.Ummah dan ukhuwwah dapat menjadi semacam etos sebagai landasan dan orientasi di dalam pembinaan masyarakat dan kenegaraan.Implikasinya adalah bahwa semangat ber-ummah dan ber-ukhuwwah semestinya dapat menjiwai praktik-praktik penyelenggaraan negara dan pemerintahan, dimana ummat menjadi basisnya.
Model Pendidikan Karakter dan Kewirausahaan Berbasis Etnopedagogis di Sekolah Dasar Kampung Cikondang Laksmi Dewi; Ahmad Yani; Asep Dudi Suhardini
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 31, No. 2, Year 2015 [Accredited by Ristekdikti]
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.931 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v31i2.1480

Abstract

The purpose of this research was developing a model of etnopedagogic-basedcharacter and entrepreneurship education in elementary school. The research location wasindigenous village named Cikondang that sites in South of Bandung. The research wasbegun by identifying the local culture and also character and entrepreneurship values inlocal community. Furthermore, it developed learning models and learning tools within localwisdom-based character and entrepreneurial values. The research method was researchand development method. The result of the trial showed that the model was effectivelyimplemented. The learners felt happy dan enthusistic about carrying out various learningactiviteis during the learning prosess. However, its overall implementation in the schooleducation system need more of time that any of these values could be integrated in thebehavior of all member of the school.
Analysis of Early Childhood Teacher Perceptions of Sex Education in an Islamic Perspective Erhamwilda Erhamwilda; Asep Dudi Suhardini; Nurul Afrianti
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 33, No. 1, Year 2017 [Accredited by Ristekdikti]
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.012 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v33i1.2071

Abstract

This study aimed to obtain perceptions of early childhood teachers on sex education for young children, namely: (1) the urgency; (2) material; (3) cargo Islamic values; (4) the victims and perpetrators of sexual abuse; (5) planning and implementation; (6) the efforts of teachers in anticipation of sexual abuse; (7) constraints. The study used a descriptive method, with 45 respondents Bandung Raya early childhood teachers. The survey results were analyzed by an Islamic perspective related to sex education. Data were collected by questionnaire. Based on data analysis concluded that: most of the early childhood teachers looked very urgent sex education for children, and all the teachers take seriously the charge of Islamic values in sex education, but the perception of teachers about materials and strategies sex education refers to the theory of the West and only a small fraction charged Islamic values. 
Hak-Hak Dasar Perempuan dalam Perspektif Gender Islami (Sebuah Perspektif Bagi Landasan Paradigmatik Pendidikan Perempuan) Asep Dudi Suharyadi
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 19, No. 3, Tahun 2003
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.492 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v19i3.109

Abstract

Hak asasi manusia menjadi term yang populer, satu diantaranya adalah yang menyangkut persoalan perempuan. Dalam Islam hak-hak pundamental manusia memperoleh jaminan yang sangat kuat tanpa memperhatikan apakah ia seorang laki-laki atau perempuan. Islam hadir dengan konsepsi bahwa kedudukan dan peran laki-laki maupun perempuan merupakan komplementer yang saling menyempurnakan. Islam tidak mendudukan keduanya dalam siatuasi kontradiksi yang melahirkan konflik.Kesetaraan perempuan dan laki-laki berimplementasi kepada terbukanya ruang dan peluang bagi keduanya untuk mencetak prestasi terbaik mereka dalam koridor hak dan kewajibannya. Kedudukan dan peran perempuan dalam pandangan Islam meliputi berbagai peran yaitu : dimensi spiritual, ekonomi, sosial, politik dan hukum serta kepemimpinan., di beri tempat yang sama dengan kedudukan dan peran kaum laki-laki.
Studi Eksporatif Pola Pembinaan Umat Melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Muslim Asep Dudi Suharyadi
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 23, No. 1, Tahun 2007 (Terakreditasi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.351 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v23i1.235

Abstract

Citra kelembagaan yang dikelola oleh sebagian masyarakat muslim, baik yang bergerak terutama pada bidang pendidikan, maupun bidang lain seperti perniagaan, yayasan, masjid serta keuangan seringkali ditandai oleh nada-nada sumbang yang kurang enak didengar. Bila ada lembaga swadaya masyarakat atau non government organization (NGO) yang berlabel Islam dan dalam waktu yang relatif singkat dapat tumbuh berkembang dengan pesat, maka dalam kultur dan image lembaga tersebut tergolong kasuistik. Rumah Zakat Indonesia Dompet Sosial Ummul Quro A(RZI-DSUQ) adalah salah satunya. Dengan berbagai produk yang secara bertahap dihasilkan dari “rumah produksi” yang cukup representatif di jalan Turangga Bandung. kiprah lembaga ini menarik perhatian untuk dicermati. Studi ini bermaksud memperoleh data mengenai anasir kelembagaan DSUQ yang diasumsikan merupakan pendukung terbentuknya perfomans dan citra lembaga yang relatif positif, memperoleh gambaran tentang nilai-nilai edukatif dari keberadaan RZI-DSUQ melalui program-programnya baik yang berorientasi di ke dalam maupun kepada khalayak, serta bagaimana lembaga ini menempatkan diri pada suatu net working kelembagaan dalamperjalanan tumbuh kembangnya.
Perspektif Religius Bagi Eksistensi Masyarakat Muslim dalam Era Globalisasi Asep Dudi Suharyadi
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 17, No. 4, Tahun 2001
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.054 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v17i4.54

Abstract

Bagi kaum muslim, Islam adalah sistem nilai paripurna yang memberinya fondasi, rangka dan orientasi dalam berbagai dimensi kehidupan mereka secara holistik dan integratif. Tidak ada kata usang dan ketinggalan zaman bagi Islam, walaupun ia dibawakan pada belasan abad yang lalu. Bahkan dalam tata nilai imani kaum muslim, Islam adalah agama masa depan, yang akan menegakkan peradaban masa mendatang sebagai sebaik-baik peradaban ummat manusia. Ajaran Islam pada dasarnya merupakan agama fitri manusia, yang mewadahi keseluruhan manifestasi potensi kemanusiannya, Islam memberikan kerangka dasar hakikat masyarakat, melontarkan gagasan-gagasan besar perubahan sosial, serta menyibakkan bagi kaum muslim keyakinan akan pembangunan masa depan mereka, yang harus mereka jemput dengan kegairahan ikhtiar dan tawakkal. Dalam hal globalisasi, ajaran Islam memandu kaum muslim untuk tidak terjebak pada lubang ekstrim apapun, baik ekstrimitas penolakan maupun ekstrimitas peniruan. Ia mengajari kaum muslim untuk bersikap obyektif dalam kerangka subyektifitas komitmennya terhadap sistem nilai Islam, serta dalam batas toleransi dan pemahamannya terhadap realitas. Dalam kredo kaum muslim segala sesuatu dapat menjadi fitnah, baik ia menyenangkan ataupun melukai. Globalisasi dalam hal ini semacam satu bentuk fitnah, yang dapat menjadi wahana bagi lahirnya perbuatan-perbuatan shaleh kaum muslim atau bahkan kuburan yang menyakitinya. Arus globalisasi yang diusung Barat tidak bisa tidak, mengharuskan kaum muslim waspada mengingat pertimbangan ideologis dan historis, serta realitas hegemoni politik dewasa ini. Namun demikian perangkat teknologis globalisasi pada saat yang sama merupakan alat yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kekuatan dunia Islam.
Misi Risalah Islam Landasan Epistemologis Reformasi Sosial Menuju Masyarakat Madani Asep Dudi Suharyadi
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 16, No. 2, Tahun 2000
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.413 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v16i2.10

Abstract

Reformasi Indonesia hakikatnya merupakan dinamika masyarakat. Perubahan masyarakat ini dihadapkan pada altenatif-alternatif (1) dekonstruksi sosial yang ditandai oleh situasi chaos atau anarkisme, atau (2) rekostruksi sosial dengan lahirnya tatanan mayarakat yang lebih baik. Untuk alternatif kedua, perubahan dihadapkan pada pertanyaan,tatanan lebih baik yang bagaimana yang dijadikan arah reformasi ? Dalam kerangka perubahan sosial ini, sesungguhnya kaum muslim Indoensia memiliki hak dan tanggung jawab paling besar untuk memikul inisiatif, mengisi dan mengarahkan serta memberi model perubahan. Setidaknya karena kaum muslim adalah mayoritas dari bangsa yang besar ini, sehingga tidak cukup hanya sebagai obyek perubahan tapi tampil menjadi subyek aktif dengan mengedepankan Islam sebagai warna perubahan. Mengedepankan Islam sebagai warna reformasi Indonesia sekurangnya didasarkan pada (1) Islam memiliki karakter mampu melintasi perbedaan ruang dan waktu, sebagaimana tercermin dari turunnya Islam melalui berbagai risalah para nabi dari zaman ke zaman, dan dari satu tempat ke tempat lain, (2) Islam memiliki bagian yang ajeg dalam menghadapi berbagai problem kemanusiaan, problem kehidupan, serta masalah-masalah kemasyarakatan. Dalam konteks ini penggalian informasi historis-normatif tentang misi risalah Islam menjadi penting untuk mendapatkan landasan logis-epistemologis bagi konsepsi aksi menuju masyarakat madani sebagai orientasi reformasi Indonesia. Berdasarkan penelaahan informasi naqliyah dan aqliyah, diperoleh kesimpulan bahwa misi risalah Islam sangat berkaitan dengan perubahan sosial. Risalah Islam dalam upayanya melakukan perubahan menyentuh aspek yang paling fundamental yaitu pandangan hidup/pandangan dunia yang dianut masyarakat hingga problem sosial yang bersifat praksis. Adapun orientasi perubahan adalah terwujudnya baldah thayyibah yang dapat mewadahi keseluruhan manifestasi kehambaan dan kekhalifahan manusia. Dan di era terakhir risalah kenabian adalah terwujudnya negara madinah.
Analisis Terhadap Program Penataan Wilayah Saritem Menuju Kawasan Religius Dedih Surana; Asep Dudi Suharyadi
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 23, No. 1, Tahun 2007 (Terakreditasi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.333 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v23i1.236

Abstract

Penelitian ini bertolak dari kehadiran pesantren Dar At-Taubah sejak dua tahun terakhir di kawasan prostitusi Saritem Kota Bandung. Mendirikan pesantren di lokasi prostitusi sangat menarik untuk dikaji, mengingat suasana dan tantangannya sangat berbeda dengan mendirikan pesantren di lingkungan masyarakat lainnya. Kenyataan ini tentu akan mengundang beberapa pertanyaan, karena alasan apa pesantren itu didirikan ? Bagaimana perencanaan programnya, pengelolaannya, tujuan dan terget sasarannya ? Dan mengapa harus mendirikan pesantren ?Itulah beberapa persoalan menarik peneliti untuk melakukan penelitian tentang masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan berbagai data dan informasi tentang keberadaan pesantren Dar At-Taubah dalam upaya penciptaan, perubahan sosial di kawasan prostitusi Saritem. Dengan menggunakan penelitian studi eksploratif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan kepustakaan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : 1) Pendirian pesantren Dar At-Taubah di kawasan Saritem dilatari oleh perspektif serta motivasi agamis dan moralitas sosial di samping adanya titik temu antara masyarakat dan tokoh dengan pemerintah dalam memandang masalah prostitusi dan upaya penanggulangannya; 2) Pendirian pesantren ini ditujukan untuk menciptakan tata ruang baru yang berdampak pada perubahan psiko-sosial warga saritem dari citra dan perilaku yang bernuasa prostitusi menuju citra dan perilaku baru yang lebih baik dan religius; 3) secara garis besar, perencanaan pesantren meliputi instrumen fisik dan instrumen program yang masih memerlukan pengembangan; 4) pada pelaksanaan program pesantren telah berhasil membangun sarana fisik dan pusat kegiatan di tengah kawasan Saritem serta menyelenggarakan aktivitas keislaman; dan 5) bila dipandang tahap peristisan, keberadaan pesantren Dar At-Taubah di kawasan Saritem telah menunjukkan pengaruh positif.
Fase-fase Perkembangan Anak Sebagai Dasar Pendidikan Seks Asep Dudi Suhardini
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 1, No 2 (2001): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v1i2.2051

Abstract

Fase-fase Perkembangan Anak Sebagai Dasar Pendidikan Seks