Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Rencana Pembelajaran PAUD di Kota Bandung Enoh Enoh; Huriah Rachmah; Masnipal Masnipal; Nurul Afrianti
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/aia.v3i1.1614

Abstract

Hasil pengamatan dan wawancara dengan guru, kepala sekolah serta Ketua HIMPAUDI Kecamatan Bandung Wetan terungkap bahwa persoalan belum adanya aplikasi yang membantu kinerja guru dalam membuat rencana pembelajaran dan pelatihan tentang teknologi khususnya komputer menyebabkan guru-guru tidak memahami konten yang perlu dimasukkan ke dalam rencana pembelajaran dan cara memanfaatkan teknologi. Pengisian angket terhadap 10 guru PAUD menunjukkan data permasalahan terkait, diantaranya: (1) 90 % guru belum membuat rencana pembelajaran secara rutin atau teratur, (2) 80 % guru belum paham dalam membuat rencana pembelajaran, (3) 90 % guru belum memanfaatkan teknologi komputer (manual) untuk mempermudah pembuatan rencana pembelajaran (4) 100 % guru belum mempunyai aplikasi rencana pembelajaran berbasis komputer.  Solusi yang diberikan antara lain: peningkatan kemampuan guru-guru PAUD dalam membuat rencana pembelajaran secara rutin atau teratur dengan menggunakan aplikasi pada setiap tahun ajaran agar guru selalu siap saat mengajar tidak terkendala dengan kegiatan pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didiknya serta pelatihan dalam menyusun rencana pembelajaran. Kegiatan pelatihan guru PAUD Non formal ini dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2021 yang dihadiri oleh 16 orang guru PAUD di wilayah Kecamatan Bandung Wetan. Evaluasi pelatihan dilakukan melalui uji t-Paired. Dari hasil perhitungan didapat p-value sebesar 0.006. Dengan derajat kepercayaan 95%, karena p-value kurang dari 0,05, hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan.
Konsep Baik (Kebaikan) dan Buruk (Keburukan) dalam Al-Qur’an Enoh Enoh
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 23, No. 1, Tahun 2007 (Terakreditasi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.027 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v23i1.232

Abstract

Segala bentuk tindakan manusia mengacu pada pandangannya tentang baik dan buruk. Nilai kebaikan dan keburukan senantiasa akan menjadi sumber rujukan (frame of reference) dalam melakukan berbagai tindakan hidupnya. Nilai baik, dan buruk, bukanlah dominasi kajian filasat, melainkan juga merupakan fokus pembahasan berbagai sumber agama, tak terkecuali al-Quran. Problemnya : ”bagaimana konsep baik (kebaikan) dan buruk (keburukan) berdasarkan pemaparan al-Quran? Secara spesifik penelitian ini diarahkan untuk mengetahui makna al-hasanah al-sayyiah, al-khair syarr, al-ma’ruf al-munkar, al-maslahah al-mafsadah dan al-birr a-fahisyah, al-itsm, al-rijs, serta al-khabaits secara etimologis.  Untuk keperluan penelitian ini digunakan kajian hermeneutika sederhana, dengan menggabungkan analisis semantik dan tafsir maudhu’i. Analisis semantik digunakan untuk menggali makna ayat atau istilah secara kebahasaan, baik leksikak, maupun gramatikal, sedangkan penafsiran muffasir digunakan untuk  rujukan penangkapan makna tersirat. Kajian ini menghasilkan kesimpulan bahwa al-Qur’an menggunakan kata yang berbeda-beda untuk menyatakan kebaikan (baik) dan keburukan (buruk) dengan menggunakan istilah al-hasanah diperlawankan dengan al-syyiah, al-khair  diperlawankan dengan al-syarr, al-ma’ruf diperlawankan dengan al-munkar, mashlahah, diperlawankan dengan al-mafsadah dan al-birr diperlawankan dengan al-fahisah, al-itsm  al-rijs serta al-khabaits mengandung maksud dan tujuan dan menunjukkan keselarasan dengan makna etimologisnya. Penggunaan kata al-hasanah al-sayyiah, mengarah pada kebaikan dan keburukan dalam pandangan manusia secara umum, dan belum mengarah kepada yang spesifik,. kata al-Khair-syarr mengarah pada dimensi personal dan sosial berdasarkan komparasi,. al-ma’ruf  al-munkar mengarah pada dimensi syari’ah hubungan vertikal dengan Tuhan, Sedangkan al-maslahah al-mafsadah, menggambarkan perilaku dalam dimensi alam, baik secara fisik maupun tatanan kehidupan. Penggambaran alQuran atas kebaikan dan keburukan berdasarkan kata al-birr al-fahisah. Al-Itsm al-Rijs serta al-khabais, merupakan kumulasi dan integrasi semua kebaikan atau keburukan syara’ akal, dan kemanusiaan lainnnya.
Perspektif Islam tentang Pendidikan Remaja Enoh Nuroni
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 1, No 1 (2001): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v1i1.2042

Abstract

Perspektif Islam tentang Pendidikan Remaja
Pola Asuh Anak Usia Dini Keluarga Muslim Dengan Ibu Pekerja Pabrik Diki Gustian; Erhamwilda ,; Enoh ,
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7, No 1 (2018): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v7i1.3532

Abstract

AbstractThis study aims to obtain a comprehensive picture of parenting, inhibiting factors, religious education, and the role of the father in educating young children. This research uses the qualitative approach with the descriptive method and in-depth interview technique, observation, and documentation. The subjects in this study were 5 Muslim families with mothers working in factories and having an early childhood. The research was conducted in RW 04 Cipeuteuy village, Baros Village, Arjasari Subdistrict, Bandung Regency. The results showed: mothers studied tend to use permissive parenting perspective uninvolved & permissive indulgent. In the formation of behavior, mothers do not have clear methods and standards, punishing children can be a source of child development problems. Mother factory workers with husbands work and have full attention to the family, more able to divide the time between work, paying attention to education and child development, and instill religious values. Mothers and their families need an Islamic parenting program. Keywords: Foster Patterns; Child; Muslim Family, Mother Workers Factory  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang pola asuh, faktor penghambat pengasuhan, pendidikan agama, dan peran ayah dalam mendidik anak usia dini.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik in-depth interview, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 5 keluarga muslim dengan ibu bekerja di pabrik dan memiliki anak usia dini. Penelitian dilakukan di RW 04 kampung Cipeuteuy, Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan: ibu-ibu yang diteliti cenderung menggunakan pola asuh permisive negleting uninvolved & permissive indulgent. Dalam pembentukan perilaku, ibu-ibu belum punya metoda dan standar yang jelas, menghukum anak dapat menjadi sumber masalah perkembangan anak. Ibu pekerja pabrik dengan suami bekerja dan punya perhatian penuh pada keluarga, lebih mampu membagi waktu antara bekerja, memberikan perhatian pada pendidikan dan perkembangan anak, serta menanamkan nilai-nilai agama. Ibu-ibu dan keluarganya memerlukan program parenting Islami. Kata Kunci: Pola Asuh; Anak; Keluarga Muslim, Ibu Pekerja Pabrik 
Implikasi Pendidikan dari Khitan Enoh Nuroni
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 1, No 2 (2001): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v1i2.2050

Abstract

Implikasi Pendidikan dari Khitan
Implementasi Pembentukan Karakter Khas Madrasah Pada Peserta Didik Di MI Asih Putera Kota Cimahi Enoh Nuroni; Khambali Khambali
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5, No 1 (2016): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v5i1.2032

Abstract

Abstract. In Indonesia there are many madrasah are growing and progressing with independence. One of the madrasah is MI Asih Putera. This study aims to describe the implementation of character education in MI Asih Putera Cimahi. This study used descriptive qualitative method. From the analysis of the data, it can be concluded that the implementation of character education in MI Asih Putera Cimahi used a comprehensive approach, that character education is integrated into all school activities both curricular and extracurricular activities. The program that supports the development of character, that is: (1) formulate all the subject matter is focused on the formation of character; (2) exemplary program that involves teachers, staff and parents of the students; (3) habituation which is conducted by the teacher, staff and learners; and (4) the application of the code of conduct (norms) carried out by the leader of the madrasah, teachers, staff and the students.Abstrak. Di Indonesia terdapat banyak madrasah yang berkembang dan maju dengan kemandirian. Salah satunya adalah MI Asih Putera. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di MI Asih Putera. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi pendidikan karakter di MI Asih Putera menggunakan pendekatan komprehensif, yaitu pendidikan karakter yang diintegrasikan ke dalam semua kegiatan di sekolah baik kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler. Adapun program yang mendukung kepada pembinaan karakter, yaitu: (1) merumuskan semua materi pelajaran yang terfokus kepada pembentukan karakter; (2) program keteladanan yang melibatkan pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua peserta didik; (3) pembiasaan yang dilakukan pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik; dan (4) penerapan kode etik (norma-norma) yang dilaksanakan oleh pimpinan madrasah, pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik.
Kriteria Memilih Pasangan Hidup Menurut Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari dan Implikasinya terhadap Pendidikan Pranikah Rossa Roudhatul Jannah; Enoh
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.182 KB) | DOI: 10.29313/jrpai.v1i1.159

Abstract

Abstract. Having a life partner is the instinct of every human being, without this instinct perhaps the earth will not be inhabited. It is sunnatulllah that between men and women there is an element of attraction and the need to complement each other. To meet the needs of complementarity, it is necessary to have a valid and lawful partner, the way is through marriage. Choosing a partner is the beginning to find a soulmate and become the path to a marriage. It has become a tradition in Java when looking for a life partner, which is generally considered in terms of outward appearances such as bebet seeds and weight. These three things become a kind of calibration tool for the Javanese to determine which prospective son-in-law is good for his child. This study aims to (1) explore the hadith narrated by Imam Bukhari about choosing a life partner according to the Muhaditsin (2) Explore the essence of the criteria in choosing a life partner according to the hadith narrated by Imam Bukhari (3) Express the opinion of experts regarding the criteria for choosing a partner and its relation to premarital education (4) Identifying the implications in choosing a life partner contained in the hadith narrated by Imam al-Bukhari on premarital education. This study uses a qualitative approach with descriptive analytic characteristics, with research techniques using the tautsiq method, the tashih method, the takhrij method, the date method, the tahlili method, the takwil method, and the tathbiq method. The results of the study suggest that the essence of the Hadith History of Bukhari no. 4700 is (1) Humanly a man or woman can be attracted by the opposite sex because of wealth, beauty or good looks, descent, and diversity. (2) Islam teaches to prioritize religious factors as a criterion for choosing a life partner in building a household. (3) It is important for every young man to be aware of the pillars in the household. The implications of premarital education from the hadith narrated by Bukhari regarding the criteria for choosing a life partner are as follows: (1) The Purpose of Premarital Education in Running Household Life, (2) Benefits of Premarital Education Materials in Overcoming the Problems of Domestic Life, (3) Virtue choose a partner. Abstrak. Memiliki pasangan hidup itu adalah naluri setiap manusia, tanpa ada naluri ini mungkin bumi tidak akan berpenghuni. Sudah menjadi sunnatulllah bahwa antara laki-laki dan wanita tersebut terdapat unsur tarik menarik dan kebutuhan untuk saling melengkapi. Untuk memenuhi kebutuhan saling melengkapi, maka diperlukan pasangan sah dan halal jalannya adalah melalui pernikahan. Memilih pasangan merupakan awal untuk menemukan tambatan hati dan menjadi jalan menuju sebuah pernikahan. Sudah menjadi tradisi di Jawa ketika mencari pasangan hidup itu yang diperhatikan umumnya dari segi lahiriah seperti bibit bebet dan bobot. Ketiga hal tersebut menjadi semacam alat kalibrasi bagi orang Jawa untuk menentukan calon menantunya yang baik bagi anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggali syarah hadits riwayat Imam Bukhari tentang memilih pasangan hidup menurut para Muhaditsin (2) Menggali esensi kriteria dalam memilih pasangan hidup menurut hadits riwayat Imam Bukhari (3) Mengemukakan pendapat para ahli mengenai kriteria memilih pasangan dan kaitannya dengan pendidikan pranikah (4) Mengidentifikasi Implikasi dalam memilih pasangan hidup yang terkandung dalam hadits riwayat Imam al-Bukhari terhadap pendidikan pranikah. Penelitian ini menggunakkan pendekatan kualitatif yang becirikan deskriptif analitik, dengan teknik penelitian menggunakkan metode tautsiq, metode tashih, metode takhrij, metode tarikh, metode tahlili, metode takwil ,dan metode tathbiq. Hasil penlitian mengemukakan bahwa esensi dari Hadits Riwayat Bukhari no 4700 adalah (1) Secara manusiawi seorang laki-laki atau wanita dapat tertarik oleh lawan jenis karena harta, kecantikan atau ketampanan, keturunan, dan keberagamaan.(2) Islam mengajarkan untuk mengutamakan faktor keberagamaan sebagai kriteria pemilihan pasanagan hidup dalam membangun rumah tangga. (3) Penting bagi setiap pemuda-pemudi menyadari pilar-pilar dalam rumah tangga. Adapun yang menjadi implikasi pendidikan pranikah dari hadits riwayat Bukhari tentang kriteria memilih pasangan hidup adalah sebagai berikut : (1) Tujuan Pendidikan Pranikah Dalam Menjalankan Kehidupan Berumah Tangga, (2) Manfaat Materi Pendidikan Pranikah dalam Mengatasi Problematika Kehidupan Rumah Tangga, (3) Keutamaan dalam memilih pasangan.
Nilai Pendidikan Islam dari Animasi Syamil Dodo Episode Shalat 5 Waktu bagi Anak-Anak Deani Rahmawati; Enoh
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No.1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.361 KB) | DOI: 10.29313/jrpai.v2i1.723

Abstract

Abstract.The value of Islamic education today is widely found in educational media in the form of animation, including animation of Syamil Dodo episodes of 5 daily prayers. In the animation there are shows about prayer and also in the animation there is the value of Islamic education. However, behind the rise of animation with Islamic themes, there are still shows that are not suitable for viewing by children which contain elements of vulgarism, violence and pornography. Parents must always supervise their children's performances so that children are protected from inappropriate shows. The research used is qualitative research. The method used is content analysis. Data collection techniques used are documentation. The results of this study indicate that the value of Islamic education from the animation of Syamil Dodo in instilling prayer education education for children is being able to pray on time, with prayer children can discipline various things from discipline when studying, discipline when playing, discipline when sleeping and other things. And also with prayer children will not behave evilly towards animals. Abstrak.Nilai pendidikan Islam jaman sekarang banyak terdapat dalam media pendidikan berbentuk animasi termasuk animasi Syamil Dodo episode shalat 5 waktu. Yang didalam animasinya terdapat tayangan mengenai shalat dan juga didalam animasinya terdapat nilai pendidikan Islam. Akan tetapi dibalik maraknya animasi yang bertemakan Islam, masih ada tayangan yang kurang layak untuk ditonton anak-anak yang didalamnya mengandung unsur vulgarisme, kekerasan dan pornografi. Para orang tua harus selalu mengawasi tontonan anaknya agar anak-anak terhindar dari tontonan yang tidak patut dicontoh. penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan ialah analisis konten. Teknik pengumpulan data yang digunalan ialah dokumentasi . Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan Islam dari animasi Syamil Dodo dalam menanamkan pendidikan ibadah shalat bagi anak-anak ialah bisa melaksanakan shalat tepat pada waktunya, dengan shalat anak-anak bisa mendisiplinkan berbagai hal apapun dari mulai disiplin ketika belajar, disiplin ketika bermain, disiplin ketika tidur dan hal yang lainnya. Dan juga dengan shalat anak-anak tidak akan berperilaku jahat kepada binatang.
Implementasi Program Pendidikan Islam pada Kelompok Anak Jalanan “Rumah Pelangi Indonesia” di Kota Bandung Salma Nadila; Nan Rahminawati; Enoh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.793 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v1i1.52

Abstract

Abstract. Parents have been given responsibility to educate, maintain, and love their kids as a form of obedience to Allah Ta'ala. In fact, the existence of street children has currently been a real child rights that can not be fulfilled by his parents. Basic rights on children include protection, educational rights, compassion rights, and social welfare rights for all the people of Indoensia who have been the basis of the state. Rumah Pelangi is a social community of street education in the end of being a place for students to provide basic education, especially Islamic religious education, to street children on Terimnal Leuwi Panjang and Caringin market, Bandung City. The approach has used in this research is qualitative approach with descriptive data analysis. Interviews, observations, and documentation become a technique used in data collection into supporting in this study. The results show that several important points, including: 1) Planning of the Islamic education program carried out by the Rumah Pelangi consists of hiring through open recruitment and personal recruitment, then a method planning and learning approach adapted to street children, the preparation of curriculum consisting of academic and non-learning curriculum. 2) Islamic religious education programs that are carried out consist of teaching and learning activities, creative, and tahsin. 3) Evaluation/assessment used by the Rumah Pelangi is assessment of the authentic which allows volunteers to be able to judge everything on street children, whether that's a process and results with various instruments of assessment. Abstrak. Orang tua diberikan tanggung jawab untuk mendidik, menjaga, dan menyayangi anaknya sebagai bentuk ketaannya kepada Allah Ta’ala. Faktanya, keberadaan anak jalanan saat ini telah menjadi realita hak-hak anak yang tidak dapat terpenuhi oleh orangtuanya. Hak-hak dasar pada anak diantaranya adalah hak perlindungan, hak pendidikan, hak kasih sayang, serta hak kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indoensia yang selama ini menjadi dasar negara. Rumah Pelangi merupakan komunitas sosial pendidikan anak jalanan yang pada akhirnya menjadi wadah bagi para pelajar untuk memberikan pendidikan dasar, khususnya pendidikan agama Islam, kepada anak-anak jalanan di Terimnal Leuwi Panjang dan Pasar Caringin, Kota Bandung. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan analisis data deskriptif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi menjadi teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menjadi penunjang dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan beberapa poin penting, diantaranya yaitu : 1) Perencanaan program pendidikan islam yang dilakukan oleh Rumah Pelangi ini terdiri dari perekrutan relawan melalui open recruitment dan perekrutan secara personal, kemudian perencanaan metode dan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi anak jalanan, penyusunan kurikulum yang terdiri dari kurikulum akademik dan non akademik. 2) Program pendidikan Islam yang dilaksanakan terdiri dari kegiatan belajar mengajar, sabtu kreatif, dan tahsin. 3) Evaluasi/penilaian yang digunakan oleh Rumah Pelangi yaitu penilaian autentik yang memungkinkan relawan dapat menilai segala sesuatu pada diri anak jalanan, baik itu proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian
The Research Analisis terhadap Manajemen Program Organisasi Pemuda Persatuan Islam Cabang Margaasih Fatchur Rizka Zubaidi; Enoh; Alhamuddin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.195 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.533

Abstract

Abstract. Indonesian society that is experiencing a multidimensional crisis requires positive and innovative changes (Basit, 2009: 2) For this reason, youth need to get a place and attention from various elements of society. In overcoming social problems in society, especially with regard to youth development problems, it is not only the responsibility of individuals, but social problems are the responsibility of all components of society. PERSIS youth organization is one of the non-formal educational institutions in the community that has an important role in providing guidance to the surrounding youth. PERSIS is an alternative as a forum for youth to carry out various positive activities such as being creative, developing talent through the organization as well, they get an Islamic environment and can develop creativity and can convey moral messages to the community and youth through religious activities or social activities carried out in the community. community environment. PERSIS organization one of the goals of this organization is to strengthen the identity of PERSIS youth as the successor of the da'wah struggle to form a superior Muslim personality, provide a forum to accommodate aspirations and foster intellectuality for the development of Islamic thought and foster ukhuwah Islamiyah. To achieve this goal the PERSIS youth organization has successfully held various youth development programs such as: Da'wah, Education, Social, Economics, Sports and the Arts. Abstrak. Masyarakat Indonesia yang sedang mengalami krisis multidimensional membutuhkan adanya perubahan-perubahan yang positif dan inovatif (Basit, 2009:2) Untuk itulah, pemuda perlu mendapatkan tempat dan perhatian dari berbagai elemen masyarakat. dalam mengatasi permasalahan sosial di masyarakat terlebih berkenaan dengan permasalahan pembinaan pemuda tidak hanya menjadi tanggungjawab perorangan saja, tetapi permasalahan sosial menjadi tangungjawab seluruh komponen masyarakat. Organisasi pemuda PERSIS merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal di masyarakat yang memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada pemuda disekitarnya. PERSIS merupakan salah satu alternatif sebagai wadah pemuda untuk melakukan berbagai aktivitas positif seperti berkreasi, mengembangkan bakat melalui organisasi tersebut juga, mereka memperoleh lingkungan yang Islami serta dapat mengembangkan kreativitas dan bisa menyampaikan pesan moral kepada masyarakat dan pemuda melalui kegiatan keagamaan ataupun kegiatan sosial yang dilakukan di lingkungan masyarakat. organisasi PERSIS salah satu tujuan organisasi ini adalah mengokohkan identitas pemuda PERSIS sebagai penerus perjuangan dakwah membentuk pribadi muslim yang unggul, menyediakan wadah untuk menampung aspirasi dan membina intelektualitas bagi perkembangan pemikiran Islam dan membina ukhuwah Islamiyah. Untuk mencapai tujuan tersebut organisasi pemuda PERSIS telah berhasil mengadakan berbagai program pembinaan pemuda seperti : Dakwah, Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Olahraga dan Kesenian.