Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Aplikasi Sistem Seminar Online Berbasis Internet M Mingsep; Lukito E Nugroho; Jazi E Istiyanto; Risanuri Hidayat
Forum Teknik Vol 33, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractOnline seminar system is a real time communication application service used to organizes scientific conference in Internet. The online seminar system application can support text communication, face-to-face communication, dialogue-based communication, and sharing seminar material presentation. The design of the online seminar system application program consists of three parts, which are a server application program, a moderator application program and a client application program.The importance of the real time communication in organizing online seminar system is its capality to create virtual environment (Internet) as a replication of real world communication, because it supports text communication, file presentation, face-to-face communication anddirect dialogue between participants. The face-to-face communication and direct dialogue can create a dynamic interaction environment, because participants can interact face-to-face, directly talk to each other, obtain feedback, present physical reaction of other participants, and chatting using text communication. It become a solution to the problem of distance and time for meeting activities of two or more individuals using internet.The result of the research is a class diagram design that contains group functions and rules/processes necessary in communication. The classes formed in the class diagram design are directly used as object classes at implementation level in the form of online seminar application program code.Keywords: Online seminar system, Real time communication, video conference application design.
Pengenalan Wajah Dengan Metode Eigenface Urifan, Isbadi; Hidayat, Risanuri; Soesanti, Indah
Proceedings of KNASTIK 2010
Publisher : Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wajah merupakan bagian dari tubuh manusia yang menjadi fokus perhatian di dalam interaksi sosial, Wajah memainkan peranan vital dengan menunjukan identitas seseorang. Oleh karena itu wajah digunakan sebagai organ dari tubuh manusia yang dijadikan indikasi pengenalan seseorang atau face recognition. Salah satu metode pengenalan wajah adalah metode eigenface. Eigenface adalah suatu metode pengenalan wajah yang berdasarkan pada algoritma Principal Component Analysis (PCA). Secara singkat prosesnya adalah citra direpresentasikan dalam sebuah gabungan vektor yang dijadikan satu matriks tunggal. Dari matriks tunggal ini akan diekstraksi suatu ciri utama yang akan membedakan antara citra wajah satu dengan citra wajah lainnya. Citra yang digunakan adalah citra digital dengan format grayscale untuk mempermudah komputasinya. Dengan membandingkan antara citra uji dengan citra referensi menggunakan konsep jarak euclidean, maka akan didapat kesimpulan apakah suatu citra wajah dikenali atau tidak dikenali.
Pemampatan Intraframe pada Citra Sekuensial Menggunakan Gelombang Singkat Biorthogonal Joko Santoso, Albertus; Edi Nugroho, Lukito; Bayu Suparta, Gede; Hidayat, Risanuri
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. In the sequential image compression process there are two compression processes known as intraframe and interframe compressions. This paper focuses on intraframe compression on an image sequence by using the 14 Biorthogonal wavelet. Intraframe compression utilizes spatial redundancy within a frame. This happens because there is a correlation between a pixel with its neighboring pixels. This research uses different changes between frames in sequential images by moving the camera, and shifting objects in the middle. Then each sequential image is tested by using the 14 Biorthogonal wavelet toward its PSNR and compression ratio (%). The results of  the research can be concluded that the Biorthogonal 2.4 has the highest PSNR. As for the compression ratio, they show that the Biorthogonal 3.1 produces the highest compression ratio (%).Keywords: Sequential image, intraframe compression, compression ratio, PSNR, wavelet Abstrak. Pada citra sekuensial dikenal dua proses pemampatan yaitu pemampatan intraframe dan pemampatan interframe. Pada makalah ini lebih difokuskan pada pemampatan intraframe dari suatu citra sekuensial yang menggunakan 14 wavelet Biorthogonal. Pemampatan intraframe memanfaatkan redundansi spasial yang terdapat dalam suatu bingkai. Hal ini disebabkan karena adanya korelasi antara sebuah piksel dengan piksel di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan perubahan antar bingkai pada citra sekuensial, yaitu kamera yang bergerak dan obyek di tengah bergerak. Kemudian setiap citra sekuensial diuji dengan 14 wavelet biorthogonal terhadap PSNR dan prosentase rasio kompresinya. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu pada pemampatan intraframe wavelet Biorthogonal 2.4 menghasilkan PSNR tertinggi. Sedangkan untuk porsentase rasio kompresi terlihat bahwa Biorthogonal 3.1 menghasilkan rasio kompresi tertinggi.Kata Kunci: citra sekuensial, pemampatan intraframe, prosentase rasio kompresi, PSNR, gelombang singkat
EKSTRAKSI CIRI DAN PENGENALAN TUTUR VOKAL BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE DISCRETE WAVELET TRANSFORM (DWT) DAN DYNAMIC TIME WARPING (DTW) SECARA REALTIME Risky Via Yuliantari; Risanuri Hidayat; Oyas Wahyunggoro
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.586 KB)

Abstract

Pada paper ini disajikan tentang pengembangan sebuah sistem pengenalan isyarat vokal  bahasa Indonesia secara realtime. Pada pengenalan isyarat vokal bahasa Indonesia secara konvensional memberikan akurasi yang tinggi. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengembangan proses pengenalan dilakukan secara realtime yang diterapkan pada vokal bahasa Indonesia. Metode ekstrasi ciri yang digunakan adalah Discrete Wavelet Transform (DWT) level 3 dan Dynamic Time Wraping (DTW) sebagai metode pengenalan isyarat vokal bahasa Indonesia. Pada metode ekstrasi ciri Discrete Wavelet Transform (DWT) level 3 didapatkan 8 buah ciri. Sedangkan metode pengenalan menggunakan Dynamic Time Wraping (DTW) dilakukan dengan menghitung diskriminasi jarak terkecil dan tanpa adanya pelatihan terlebih dahulu. Hasil pengenalan menggunakan metode DWT level 3 menunjukkan akurasi terbaik sebesar 80 %. Dari hasil pengenalan tersebut dilakukan pengujian terhadap 5 penutur yang berbeda secara bergantian sebagai data referensi, sehingga diperoleh 500 pasang data pengukuran. Hasil persentase rata-rata pengenalan dengan akurasi terbaik dari pengujian 5 penutur yang berbeda mencapai 87,2% dari 500 pasang data yang diperoleh secara realtime. Kata Kunci : Dynamic Time Warping, DTW, Discrete Wavelet Transform,  DWT, Realtime.
PENGEMBANGAN SENSOR KOMPAS DIGITAL DAN SENSOR AKSELERASI UNTUK MEMANTAU GERAKAN TANAH PADA BIDANG LONGSOR DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA Sani Tanaka Isnawanto; Risanuri Hidayat; Eka Firmansyah
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia. Sebaran bencana longsor sangat luas karena lebih dari 60% wilayah daratan di Indonesia merupakan daerah rawan longsor. Fakta menunjukkan bahwa masyarakat sering menjadi korban akibat belum optimalnya fungsi sistem peringatan dini bencana tanah longsor. Salah satu upaya pengurangan risiko bencana tersebut adalah dengan menerapkan teknologi sensor elektronis dalam sistem peringatan dini tanah longsor. Dalam paper ini pergerakan tanah dijadikan fokus utama dalam pemantauan, dimana perubahan posisi permukaan tanah menjelang longsor adalah parameter utama yang akan dipantau yang mengacu pada [creep theory]. Peranti yang dikembangkan dalam paper ini adalah alat yang dapat memantau perubahan kemiringan tanah pada sumbu X dan sumbu Y menggunakan sensor akselerasi. Peranti ini akan memberikan peringatan dini berupa suara sirine jika terjadi perubahan kemiringan tanah yang telah melampaui batas aman. Fitur tambahan pada peranti ini adalah sensor kompas digital yang dapat memantau arah diagonal dari perubahan kemiringan tanah akibat tanah longsor. Pemantauan arah diagonal bertujuan untuk memprediksi arah longsoran tanah untuk menentukan jalur evakuasi yang aman. Hasil sistem yang dikembangkan mempunyai resolusi sebesar 1° dengan jangkauan pengukuran antara 0°-85° pada sumbu X dan sumbu Y. Sedangkan pemantauan arah diagonal mempunyai resolusi sebesar 1° dengan jangkauan pengukuran antara 0°-359°. Spesifikasi tersebut sudah memenuhi kriteria untuk membangun sistem peringatan dini tanah longsor.
ESTIMASI FUNGSI SPASIAL PADA IDENTIFIKASI FITUR WAJAH Akhyar, Akhyar; Hidayat, Risanuri; Hantono, Bimo Sunarfri
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 2)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini untuk mengidentifikasi fungsi spasial pada 5 titik fitur wajah dengan metode PCA dan Viola-Jones. Pencahayaan mempengaruhi tingkat identifikasi wajah menggunakan PCA. Metode Viola-Jones relatif mendapatkan hasil yang cepat, akurat, dan efisien dalam melakukan deteksi wajah pada gambar. Dalam penelitian ini mendapatkan nilai akurasi sistem deteksi wajah sebesar 95%. Hasil yang didapatkan dengan posisi wajah terkena cahaya menentukan keberhasilan deteksi wajah tersebut. Kata kunci: 3D, Edgedetection, Pencocokan  
REKONSTRUKSI OBYEK TIGA DIMENSI DARI CITRA DUA DIMENSI MENGGUNAKAN EPIPOLAR GEOMETRY Rachmawati, Rachmawati; Hidayat, Risanuri; Wibirama, Sunu
Jurnal Teknologi Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik rekonstruksi objek tiga dimensi terbagi menjadi 2 kategori, yaitu metode aktif: akuisisi model 3D dapat dilakukan dengan laser scanner atau cahaya terstruktur. Metode pasif : rekonstruksi model 3D dengan sekumpulan gambar dari sebuah atau beberapa kamera. Object scanning terkadang membutuhkan peralatan yang mahal dan keahlian khusus untuk mengoperasikan. Sebagai pendekatan yang sederhana dan murah, rekonstruksi objek berdasarkan gambar menjadi lebih popular bagi para peneliti. Paper ini menjelaskan rekonstruksi obyek tiga dimensi (3D) dari kumpulan gambar citra dua dimensi (2D) yang diambil menggunakan sebuah kamera dari posisi berbeda.Tahapan rekonstruksi dapat dibagi menjadi empat bagian: pertama, ekstraksi titik fitur, kedua menghitung fundamental matrik dari titik – titik yang berkoresponden, ketiga menghitung matrik kamera dan terakhir mendapatkan titik-titik 3D untuk semua pasangan titik citra. Tujuan dari penelitian ini adalah merekonstruksi sebuah obyek 3D menggunakan citra 2D yang diperoleh dengan sebuah kamera dari sudut pandang yang berbeda.Sebagai obyek penelitian adalah sebuah miniatur candi Borobudur.Rekonstruksi koordinat 3D objek candi Borobudur dilakukan dengan algoritma DLT, dan dari hasil rekonstruksi didapat error reproyeksi sebesar 8.864x10-06piksel. Kata kunci :, citra, ,
MENENTUKAN DAMPAK RESIKO KEAMANAN BERBASIS PENDEKATAN OWASP Hidayat, Risanuri; Nugroho, Lukito Edi; Hutagalung, Robertus Halomoan
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menemukan celah keamanan adalah hal yang penting, tetapi dapat untuk memperkirakan resiko yang ada terhadap bisnis juga sama pentingnya. Pada awal siklus kebanyakan orang mengidentifikasi masalah keamanan pada arsitektur atau desain menggunakan model ancaman. Setelah itu, beberapa orang mencari masalah keamanan dengan menggunakan code review atau uji penetrasi. Atau masalah tidak akan ditemukan hingga aplikasi sudah masuk tahap produksi atau hingga aplikasi sudah diretas. Pada penelitian ini diimplementasi mekanisme metode asesmen resiko aplikasi menggunakan metode Open Web Application Security Project (OWASP) Risk Rating untuk asesmen keamanan pada aplikasi berbasis website. Penelitian ini menghasilkan tingkat resiko pada aplikasi berbasis website yang ada di dalam server Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (DTETI UGM) menggunakan pendekatan OWASP.  Kata kunci: Asesmen Keamanan, Penilaian Resiko, Dampak Resiko
IMPLEMENTATION OF FACE RECOGNITION USING GEOMETRIC FEATURES EXTRACTION Risanuri Hidayat; Muhammad Oka Bagus Wibowo; Brama Yoga Satria; Anggun Winursito
Jurnal Ilmiah Kursor Vol 11 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v11i2.284

Abstract

The face is among the biometric objects used to recognize one’s identity. There are various face recognition system methods that can be applied, one of which is geometric features-based face recognition. Geometric features are unique features extraction of one’s facial components. These features are obtained by calculating the comparison values of the distance measurement between facial components served as a reference like eyes, nose, and mouth. This research implemented a face recognition system using the geometric features method on a significantly low-spec computer system. This implementation was carried out by building a system, installing it on a computer system, and then testing it using laptops or computer devices and the camera web. The face recognition system would process the facial input images, extract their geometric features, and match the results with the data stored in the database. The research results were a low-spec computer system that could recognize its users by providing real-time feedback in the form of users’ names with an accuracy of 98%.
EKSTRASI CIRI DAN PENGENALAN SUARA VOKAL BAHASA INDONESIA BERDASARKAN JENIS KELAMIN SECARA REAL TIME Hidayat, Risanuri; Yuliantari, Risky Via; Wahyunggoro, Oyas
Prosiding SNATIF 2016: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suara manusia memiliki ciri yang beraneka ragam, sehingga dapat dijadikan media komunikasi yang efektif. Oleh karena itu banyak penelitian yang berkaitan dengan suara manusia dilakukan untuk meningkatkan pengenalan suara. Proses pengembangan pengenalan suara dilakukan secara realtime berdasarkan jenis kelamin untuk menghasilkan akurasi yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Metode Discrete Wavelet Transform (DWT) level 3 dan Dynamic Time Wraping (DTW) digunakan sebagai metode ekstrasi ciri dan metode pengenalan suara. Pada metode ekstrasi ciri Discrete Wavelet Transform (DWT) level 3 didapatkan 8 buah ciri. Sedangkan metode pengenalan suara menggunakan Dynamic Time Wraping (DTW) dilakukan dengan menghitung diskriminasi jarak terkecil antara dua ciri yang berbeda tanpa dilakukan pelatihan terlebih dahulu. Pengenalan suara diujikan pada 6 orang penutur pria dan 6 orang penutur wanita secara bergantian dengan masing-masing data pengukuran 900 pasang. Hasil persentase rata-rata pengenalan akurasi terbaik mencapai 54,6% dari pengujian terhadap 6 orang penutur pria secara bergantian dan 54,17 % dari pengujian terhadap 6 orang penutur wanita secara bergantian dari masing-masing pasangan data yang diperoleh secara realtime. Kata Kunci : Dynamic Time Warping, DTW, Discrete Wavelet Transform, DWT, Realtime.