Tita Puspita Ningrum
Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA REMAJA DI BANDUNG Maidartati Maidartati; Tita Puspita Ningrum; Priska Fauzia
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i1.4654

Abstract

Gastritis adalah peradangan yang mengenai mukosa lambung, dan mengakibatkan pembengkakan mukosa lambung di dalam saluran pencernaan. Keluhan yang dirasakan itu nyeri, dampaknya membuat lambung mengalami kerusakan jika sering kosong karena lambung meremas hingga dinding lambung luka. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yg berhubungan dengan kejadian gastritis pada remaja di Bandung. Jenis metode penelitian ini menggunakan korelasi, pendekatan cross-sectional, populasi penelitian semua siswa/i di Bandung . Sampel penelitian ini adalah siswa/i SMK Bandung dengan jumlah 150 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental sampling. Analisa data menggunakan univariat prosentase dan analisa bivariat menggunakan uji Spearman-Rank. Hasil penelitian didapatkan kejadian gastritis  sebagian besar atau sebanyak 59 responden (59%) mengalami gastritis. Hasil statistik pada usia dengan kejadian gastritis diperoleh nilai p-value 0.002 dengan nilai ɑ<0.05. tidak terdapat hubungan antara faktor jenis kelamin dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor pola makan dengan kejadian gastritis. tidak terdapat hubungan antara faktor konsumsi alkohol dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor konsumsi kopi dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor merokok dengan kejadian gastritis. terdapat hubungan antara faktor kecemasan dengan kejadian gastritis. Saran untuk remaja dan masyarakat agar melakukan pencegahan kejadian gastritis dengan membuka wawasan seluas-luasnya, dan sebagai bahan pertimbangan agar mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada remaja, dan terhindar dari gastritis yang tidak baik untuk kesehatan.Gastritis is inflammation that affects the gastric mucosa, and results in swelling of the gastric mucosa in the digestive tract. The complaint that is felt is pain, the impact of which causes damage to the stomach if it is often empty because the stomach squeezes until the stomach wall is abrasions. The aim of this research was to see the factors related to the incidence of gastritis in adolescents in Bandung. This type of research method using computers, cross-sectional approach, the study population of all students in Bandung, which is 100 students. The sample of this study were students of SMK PELITA 2 Bandung with a total of 150 respondents. Sampling using Accidental sampling technique. Data analysis using percentage univariate and bivariate analysis using Spearman-Rank test. The results showed that the incidence of gastritis was mostly or 59 respondents (59%) experienced gastritis. Statistical results on age with the incidence of gastritis obtained p value 0.002 with a value of ɑ <0.05. there is no relationship between sex factors and the incidence of gastritis. there is a relationship between dietary factors and the incidence of gastritis. there is no relationship between alcohol consumption and the incidence of gastritis. There is a relationship between coffee consumption and the incidence of gastritis. there is a relationship between smoking and the incidence of gastritis. there is a relationship between the incidence of the incidence of gastritis. Advice for adolescents and the public to prevent the incidence of gastritis by opening the broadest insight possible, and for consideration in order to see the factors associated with the incidence of gastritis in adolescents, and avoid gastritis that is not good for health.
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MANAJEMEN DIRI PENDERITA DIABETES MELLITUS TYPE II DI SALAH SATU PUSKESMAS DI KOTA BANDUNG Asma Darmayanti; Rima Widiya Lestiana; Hudzaifah Al Fatih; Tita Puspita Ningrum; Erna Irawan
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.014 KB)

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik tubuh yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengelolaan diabetes melitus dimulai dengan pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pengontrolan kadar gula darah, pengaturan minum obat dan perawatan kaki. penelitian: untuk menggambarkan tingkat kepatuhan manajemen diri penderita diabetes melitus tipe II di Salah Satu Puskesmas di Kota Bandung. Metodologi penelitian: desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional, jumlah sampel 61 responden dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner manajemen diri (DSMQ). Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil, sebagian besar responden memiliki kepatuhan manajemen diri yang buruk (52,5%). Simpulan mayoritas kepatuhan manajemen nyeri buruk. Saran: bagi penelitian selanjutnya dapat meneliti tentang faktor-faktor kepatuhan manajemen diri pasien DM.
GAMBARAN KEPATUHAN DIABETES SELF MANAGEMENT PADA PENDERITA DM TIPE II PADA PUSKESMAS BABAKAN SARI Tita Puspita Ningrum; Hudzaifah Al Fatih; Hani Handayani
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita diabetes mellitus tipe 2 semakin meningkat. Beberapa masalah yang dapat timbul pada pasien diabetes mellitus dapat dikendalikan apabila pasien dapta patuh dalam pengobatannya (Hidayah, 2019). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan diabetes self management ada penderita dm tipe 2. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian 70 orang, dengan tekhnik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup yaitu Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ). Analisa secara univariat menggunakan rumus prosentase. Hasil penelitian ini didapatkan kepatuhan diabetes self management sebagian besar tinggi9 (70%). Saran untuk pelayanan Kesehatan komunitas adalah memberikan suatu sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit diabetes mellitus, sehingga nantinya masyarakat dapat mengetahui kepatuhan diabetes self management. Memberikan pemberian edukasi tentang kepatuhan diabetes self management pada pasien penderita diabetes.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN CAD SEBELUM TINDAKAN KATERISASI JANTUNG DI RUANG INTERMEDIATE Rita Darmayanti; Erna Irawan; Tita Puspita Ningrum; Umi Khasanah; Peni Presti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronary artery disease (CAD) merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia setelah stroke. kateterisasi jantung merupakan Teknik diagnostic dan intervensi dilakukan untuk menentukan adanya sumbatan, lokasi penyumbatannya serta luas dari sumbatan pada pembuluh darah koroner pada penyakit CAD, serangkaian prosedur intervensi jantung seperti kateterisasi jantung bisa menjadi sumber utama kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan pasien CAD sebelum tindakan kateterisasi jantung diruang intermediate.Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden 40 pasien CAD rencana Tindakan kateterisasi jantung dengan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuosioner tingkat kecemasan yang sudah baku dan telah di uji validitas dan reabilitas. Analisa data dilakukan dengan univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien CAD rencana kateterisasi jantung 38% pasien mengalami tingkat kecemasan sedang.
GAMBARAN KEPATUHAN PERAWAT INSTALASI RAWAT JALAN DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) MASKER SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Erna Irawan; Tita Puspita Ningrum; Yanti Budiyanti; Lena Rahmidar; Purwo Suwignjo; Leni Irawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) masker menjadi salah satu keharusan yang harus digunakan perawat dalam melayani pasien selama masa pandemic COVID-19. Perawat adalah petugas kesehatan yang paling sering dan paling lama berinteraksi dengan pasien, terutama perawat yang bekerja di bagian rawat jalan, hal ini dikarenakan di rawat jalan pasien dan keluarga dapat kontak erat dengan perawat tanpa lolos tes swab terlebih dahulu, sehingga resiko tertular dan menularkan penyakit sangat tinggi jika tidak benar dalam cara pemakaian dan pelepasan Alat Pelindung Diri (APD) Masker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bagaimana kepatuhan perawat instalasi rawat jalan dalam menggunakan APD masker selama pandemi COVID-19. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif observational dengan pendeketan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh perawat instalasi rawat jalan yaitu 56 perawat yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis yang digunakan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian sebagian besar perawat instalasi rawat jalan dengan angka 46 (82,1%) patuh menggunakan APD Masker, dan yang tidak patuh sebanyak 10 perawat (17,9%). Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh perawat sebagai masukan dalam meningkatkan pengawasan terhadap pemaikan APD Masker pada perawat rawat jalan, dan sebagai masukan untuk membuat kebijakan baru yang bisa berupa reward atau punishment yang meningkatkan kepatuhan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Masker.
GAMBARAN DIRI PASIEN POST MASTEKTOMI DI RUANG KEMOTERAPI SANTOSA HOSPITAL BANDUNG CENTRAL Dhestirati Endang Anggraeni; Erna Irawan; Sri Hayati; Ira Marlina; Tita Puspita Ningrum
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia tahun 2020 angka kejadian kanker payudara menempati urutan pertama mencapai 68.858 kasus (16.1%). Salah satu tindakan yang sering dilakukan yaitu mastektomi. Dampak yang terjadi dari post mastektomi pada pasien dapat mempengaruhi gambaran diri. Penelitian bertujuan untuk menganalisa Gambaran Diri Pasien Post Mastektomi Di Ruang Kemoterapi Santosa Hospital Bandung Central. Penelitian menggunakan deskriptif. Populasi yaitu seluruh pasien post mastektomi di ruang kemoterapi SHBC. Sampel sebanyak 50 orang, dengan tekhnik sampling accidental sampling. Pengambilan data dengan data primer menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil analisis univariat diperoleh gambaran diri pasien post mastektomi berdasarkan aspek bentuk tubuh sebagian besar positif (52%), berdasarkan aspek ukuran tubuh sebagian besar positif (52%), berdasarkan aspek fungsi tubuh sebagian besar negatif (56%), berdasarkan aspek penampilan sebagian besar positif (56%). Hasil penelitian secara keseluruhan diperoleh gambaran diri pasien post mastektomi yaitu negate. Perlunya upaya dalam pemberikan asuhan keperawatan lebih baik pada pasien post mastektomi¸dan selalu memberikan suport sistem kepada pasien agar timbulnya rasa gambaran diri positif sehingga menerima dengan baik dengan segala kondisi pasca operasi.