Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KONSEP HARMONY WITH NATURE PADA APARTEMEN DAN PUSAT PERBELANJAAN DI BOGOR Hartaji, Aditya; Wahyudi, Agung
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bogor merupakan salah satu kota berkembang yang ada di Provinsi Jawa Barat dan letaknya berdekatan dengan kota Jakarta. Berdasarkan informasi dari Badan Pembangunan Daerah Kota Bogor tingkat urbanisasi diperkirakan akan semakin bertambah, sehingga peningkatan penduduk di Kota Bogor akan melonjak. Masyarakat pendatang semakin meningkat, sehingga perlu adanya penyediaan fasilitas kota, terutama pada fasilitas hunian vertikal, dengan memanfaatkan lahan kosong yang  produktif. Salah satunya di kawasan Tanah Sareal yang saat ini sudah mulai banyak dibangun apartemen, termasuk di Kecamatan Tanah Sareal juga akan dialih fungsikan sebagai pengembangan kawasan dan perumahan. Apartemen dan pusat perbelanjaan merupakan hunian dan pasar yang mempunyai target untuk masyarakat menengah ke atas . Masyarakat menengah keatas bersifat individualis, sehingga dibutuhkan suatu ruang konektifitas / penghubung agar terjalin interaksi sosial antar penghuni dengan penghuni lainnya dan pengunjung. Tema yang dipilih adalah “Harmony With Nature”, yaitu berdasarkan fungsi apartemen dan pusat perbelanjaan yang merupakan suatu tempat hunian dan pasar modern. Tema diterapkan pada bentuk bangunan, yaitu bentukan yang didapat dari proses analisis tema, serta terhadap site dan memiliki fasad yang didapat dari tema dari kata nature diambil dari bentuk rumah / sarang lebah, yaitu segi enam yang akan membentuk suatu muka bangunan.  Kata kunci: Apartemen, Kota Bogor, Pusat Perbelanjaan.
PERANCANGAN BANGUNAN TRADISIONAL SUNDA SEBAGAI PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL, RAMAH LINGKUNGAN DAN HEMAT ENERGI Wahyudi, Agung
Prosiding PESAT Vol 5 (2013)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan krisis lingkungan dan krisis energi (listrik, BBM) yang diiringi dengan semakin menyusutnya ruang terbuka hijau, pemborosan energi, pemborosan bahan bangunan , mendorong berbagai kalangan (arsitek,arsitek lanskap, desainer interior, produsen bahan bangunan, dan lain-lain) untuk berpikir ulang tentang paradigma membangun rumah berkelanjutan dan ramah lingkungan. Perwujudan desain bangunan tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak jaman dahulu, seperti mendirikan rumah panggung yang bertujuan supaya tidak lembab dan nyaman, perwujutanya adalah disebut dengan bangunan tradisional. Bangunan tradisional merupakan bangunan dibuat oleh masyarakat di daerah yang banyak menyimpan berbagai kelebihan, salah satu contohnya bangunan tradisional di Kampung Kranggan. Proses pembangunan dan teknik pembangunannya umumnya sederhana dan bahkan tidak terlalu memperhatikan aspek-aspek desain yang hemat energi. Tetapi didalam operasionalnya, bangunan ini justru lebih hemat dibandingkan dengan bangunan-bangunan modern yang dibangun diperkotaan dengan bantuan arsitek. Salah satu penyebab hal ini adalah adanya sistematisasi sistem bangunan tradisional, yang mencakup struktur, utilitas, interior, dan envelope-nya. Hal inilah yang dicoba diungkapkan ditulisan ini dengan dengan menguraikan keberadaan sistem perancangan bangunan tradisional melalui metode penelitian diskriptif dengan survey langsung dan membandingkan antara kampung tradisional di Jawa Barat, yaitu Kampung Bojong Koneng yang ada di Sentul, Bogor dengan Kampung Kranggan yang ada di Pondok Gede, Bekasi. Kampung Kranggan merupakan salah satu kampung tradisional sunda yang masih hidup diantara megapolitan Jabodetabek. Maka penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan perancangan bangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan hemat energi, yang berakar dari arsitektur tradisional. Sehingga nantinya permasalahan krisis lingkungan dan krisis energi bisa teratasi.
Spatial Dynamic Models for Inclusive Cities: a Brief Concept of Cellular Automata (CA) and Agent-Based Model (ABM) Wahyudi, Agung; Liu, Yan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 26, No 1 (2015)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.543 KB) | DOI: 10.5614/jpwk.2015.26.1.6

Abstract

Abstrak.Kawasan perkotaan terutama di negara-negara berkembang menunjukkan laju pertumbuhan fisik yang tinggi. Telah banyak model yang mencoba merekonstruksi pertumbuhan perkotaan ini dengan menggunakan data demografi dan data sosial. Permodelan ini adalah salah satu yang lazim digunakan para praktisi perencana karena ketersediaan data dan waktu proses yang relatif lebih singkat. Sayangnya, model ini bersifat statis yaitu hanya menangkap karakteristik dan bentuk kota pada satu satuan waktu. Model ini tidak akan berubah saat variabel waktu berubah. Kebanyakan model ini bertujuan untuk memperkuat atau memperjelas suatu teori perencanaan perkotaan. Model statis ini juga memanfaatkan batas-batas administrasi dan tidak memungkinkan untuk melakukan permodelan diluar bentuk administrasi sebuah kota. Dengan permasalahan perkotaan yang semakin rumit yang menuntut pengambil keputusan membuat kebijakan tepat, diperlukan suatu metode permodelan pertumbuhan perkotaan yang dinamis yang dapat memberikan informasi yang lebih lengkap kepada pengambil kebijakan terkait struktur dan bentuk perkotaan, serta beroperasi pada skala yang lebih detail. Kemudian model perkotaan ini juga perlu mewakili perilaku para aktor pembangunan perkotaan. Salah satu konsep yang berkembang sejak tiga dasawarsa lalu adalah cellular automata (CA) dan agent-based urban model (ABM). Dalam konteks penelitian perkotaan di Indonesia, sayangnya konsep-konsep ini belum banyak tersedia pada jurnal-jurnal perkotaan dan terlebih lagi belum banyak kontribusi pada konsep-konsep permodelan dan mekanisme pada proses perubahan guna/tutupan lahan. Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan teori dasar CA dan adaptasi dari sistem tersebut untuk keperluan aplikasi di bidang spasial perkotaan. Kami juga akan menjelaskan konsep ABM sebagai komponen dari model yang memiliki kemampuan mewakili perilaku para pelaku pembangunan. Beberapa contoh aplikasi dan kemungkinan perkembangan model dinamis untuk kota inklusif akan diberikan di akhir artikel ini.Kata kunci. Cellular automata, agent-based, permodelan perkotaan, Sistem Informasi GeografisAbstract. Urban areas in the developing countries experience a rapid urban growth. Current practices in urban modelling employ demographic and social data as the inputs for urban models. These practices occur as a result of data scarcity in the developing countries. These models are static in which only captures the shapes of a city at the selected time. They have limitation in presenting the sequence of simulations over a series of time. Another limitation of static models is the use of administrative boundary as their unit of analysis, which often less accurate for large regions. When facing with a mounting complexity of a city, the decision makers need to obtain as much as information to guide their decisions. They need to know how big the magnitude of urban problems could have, and where exactly the policy should be implemented. They also need to know how different stakeholders influence the spaces in the cities. Cellular Automata (CA) and Agent-based Model (ABM) are the two prominent dynamic models occupying a large portion of spatial discussions in the last two decades. In the context of research in Indonesia, they are less recognized, and have less contribution to many urban applications. This article aims to briefly introduce the concept of CA and ABM in spatial context, in particular land use land cover changes in urban areas. Examples and potential application for inclusive cities are given in the last part of the discussion.Keywords. Cellular automata, agent-based model, urban modelling, GIS
THE ALTERNATIVE ELECTION OF ENHANCING THE EFFICIENCY OF BATIK PRODUCTION WRITING PRING SEDAPUR Apriliana, Indah; Wahyudi, Agung
Inscientech: Journal of Industrial, Science and Technology Vol 1 No 1 (2017): Inscientech: Journal of Industrial, Science and Technology
Publisher : Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The excessive use of resources leads to increase the production costs and wasted materials. It also resulted in a decrease in the level of the company’s production efficiency. However, it is not easy to identify the problem of waste. Small batik industry in Magetan city which is famous for Batik Tulis Pring Sedapur pattern is also one of the businesses which are until now still looking for the inefficiency of the production process so that the daily output is less than optimal. Therefore, the interviews are conducted repeatedly to the expert to identify the cause’s problem of the daily output unpredictability. The result of these interviews will be an input to be used for data processing of AHP model. The criteria for the decision-making to choose the alternatives include time, cost, and output. While the proposed alternative is the addition of the labour pattern and the manufacture of the clothesline. The result of qualitative and quantitative data processing and consistency test show that the procurement of the clothesline can increase the efficiency of space and daily output. Keywords: Problem identification, efficiency, Delphi Method, AHP, Alternative choosing.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan di Bagian Phonska IV PT Petrokimia Gresik Wahyudi, Agung
GEMA EKONOMI (Jurnal Fakultas Ekonomi) Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.843 KB)

Abstract

Sumber daya manusia memiliki peranan yang vital dalam suatu perusahaan. Segala aspek yang berkaitan dengan sumber daya manusia pada akhirnya mempengaruhi output perusahaan yang bersangkutan. Mengingat perannya yang vital, maka sudah selayaknya suatu perusahaanan melakukan suatu mekanisme pemeliharaan sumber daya manusia dengan memperhatikan kepuasan kerja karyawan-karyawannyaMotivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh secara simultan terhadap produktivitas kerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan uji koefisien determinasi dan uji F, yakni sebesar 69,6% produktivitas kerja karyawan dipengaruhi oleh kedua variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini, sisanya 30,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Berarti pihak manajemen perusahaan harus memperhatikan apa saja yang membuat motivasi kerja karyawan meningkat dan juga selalu menjaga keadaan lingkungan kerja yang bersih, aman dan kondusif agar produktivitas kerja karyawan selalu meningkat dari waktu ke waktu.Lingkungan kerja berpengaruh lebih dominan terhadap produktivitas kerja karyawan daripada motivasi kerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi limgkungan kerja lebih besar daripada motivasi kerja.
Nutritional Status and Physical Fitness of Full Day Elementary School Students Wahyudi, Agung; Firmansyah, Sofyan Adi; Dong, Nguyen Nhat
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v14i1.14381

Abstract

Nutritional status can be measured through the adequacy of nutrients obtained from food which are digested every day. The increasing number of healthy food absorbed by the body can increase the physical fitness of the body.  The purpose of this research was to do counseling in order to understand the nutritional status and physical fitness level of fifth grade student at Tunas Harapan Islamic Elementary School in Sendangmulyo, Tembalang, Semarang. The physical fitness level was measured using nutritional status and physical fitness test (TKJI). The data were obtained using descriptive method with measurement and test techniques. These data were obtained from measurement of height, weight, age, and physical fitness tests (TKJI). This study found that the nutritional status of fifth grade students in Tunas Harapan Islamic Elementary School were included in normal nutrition category and moderate physical fitness level.
The Model Development of Volleyball Thrower Wahyudi, Agung
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol 6 No 2 (2017): June 2017
Publisher : Department of Physical Education, Sport, Health and Recreation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.134 KB) | DOI: 10.15294/active.v6i2.14723

Abstract

The purpose of this research is to create ball thrower which is utilized for motor skill practice for volleyball athletes. This research utilized qualitative approach, and major data gained through observation, interview and documentation. The procedure used was research and development model by Borg and Gall, which contains of 10 steps as follow: (1) information research and collection, (2) planning (3) developing product’ initial form, (4) initial field test, (5) major product revision, (6) major field test, (7) operational product revision, (8) operational field test, (9) final product revision, (10) dissemination and implementation. Ball thrower tool model can be used for motor skill practice, safe and secure as well as improving practice result. Volleyball AW_2016 Launcher tool models can be used to exercise the skills of volleyball athletes for motion.
Standardization of Basic Movement “Belanjakan” of Martial Arts on East Lombok Regency Hidayatullah, Muhammad Riyan; Rahayu, Tandiyo; Wahyudi, Agung
Journal of Physical Education and Sports Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Journal of Physical Education and Sports

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.75 KB)

Abstract

Standardization of basic movements of “Belanjakan” martial is intended to explore, develop, and preserve martial arts that grow and develop as a culture of Masbagik people of East Lombok Regency. The purpose of the study is to examine and analyze the basic movements of stance, footstep patterns, defense, and attacks "Belanjakan" martial arts. Qualitative research uses research design case studies. The object of research is “Belanjakan” martial arts. The subject of the research was Pepadu "Belanjakan" in Masbagik District. Data collection techniques and instruments use observation, interview, documentation, and triangulation techniques. Data analysis is carried out based on an interactive analysis model (flow model). The research results of the standard basic movements "Belanjakan" martial arts include the basic stance of "Belanjakan" using respect, fighting stance of “Belanjakan” martial using (upper fighting stance and lower fighting stance) and the front horses. The footstep pattern in "Belanjakan" in terms of how it is implemented includes lifting and sliding, while in terms of its movement patterns include: straight and zig-zag pattern. The basic movement of "Belanjakan" defense uses catch accompanied by slamming and locking. The basic movement of the "Belanjakan" attack uses the legs or feet with kick techniques. The conclusions of the research compiled the standardization of the basic movements of the "Belanjakan" martial arts that were practical, efficient and interesting. It is expected that the "Belanjakan" martial arts will become the regional collective pride and tourist attraction. Suggestions for developing a more practical and efficient basic movement "Belanjakan" martial arts so that people are interested in learning martial arts as a characteristic of Masbagik indigenous culture.
FAKTOR RESIKO TERJADINYA SKIZOFRENIA(Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Pati II) Wahyudi, Agung; Fibriana, Arulita Ika
Public Health Perspective Journal Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Public Health Perspective Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.564 KB)

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit gangguan jiwaberat berupa hilangnya kontak dengan kenyataan dan kesulitan membedakan hal yang nyata dengan yang tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko terjadinya skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Pati II.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kasus kontrol dengan perbandingan sampel dan kontrol satu banding satu. Jumlah total sampel adalah 62. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medik dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan nilai ? 0,05. Hasil dari penelitian ini didapatkan faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan skizofrenia adalah jenis kelamin (p=0,002, OR=6,038), daerah tempat tinggal (p=0,042, OR=4,263), tipe kepribadian (p=0,000, OR=14,268), status perkawinan (p=0,010, OR=4,747), status pekerjaan (p=0,040, OR=3,385), status sosio-ekonomi (p= 0,035, OR=3,675), faktor pencetus (p=0,000, OR=23,143). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian skizofrenia adalah tingkat pendidikan (p=0,705, OR=1,886), dan faktor keturunan/genetika (p=0,772, OR=23,143).Simpulan, variabel yang memiliki pengaruh paling kuatterhadap terjadinya skizofrenia adalah factor pencetus. Saran, perlu menjaga komunikasi dengan anggota keluarga yang memiliki psikologis rentan seperti anggota keluarga yang memiliki kepribadian pendiam/introvert, keluarga atau saudara yang sedang mengalami konflik, trauma atau keluarga yang sedang bekerja di luardaerah.Schizophrenia is a heavy mental illness in the form reality lost contact and difficulty for distinguish the real thing. The purpose of this research was to find the the risk factors of schizophrenia at Puskesmas Pati II works area. The methods that used in this research was case control with comparison of cases and control one by one. The total amount of sample were 62. The instrument used in this research were medical record and questionnaires. Data analysis done by means of univariat and bivariat used the chi square test with value ? 0,05. The result of this research obtained risk factors associated with schizophrenia were the sex (p=0,002, OR=6,038), region where live (p=0,042, OR=4,263), personality type (p=0,000, OR=14,268), marital status (p = 0.010 , or = 4,747), employment status (p=0,040, OR=3,385), socio-economic status (p= 0,035, OR=3,675), trigger factors (p=0,000, OR=23,143. While factors thatnot associated with the occurrence of schizophrenia were education level (p=0,705, OR=1,886), and heredity/ genetics (p=0,772, OR=23,143). Conclusion, the variable that has a strong influence on the occurrence of schizophrenia is trigger factors. Suggestion, need to keep communication with family members that have psychological vulnerable as a family member who has introvert personality, family or relatives who was experienced a conflict, trauma or family that was working outside the region.
Development of Self-massage and Exercise Therapy in Knee Injuries Riyadi, Slamet; Wahyudi, Agung; Rustiadi, Tri
Journal of Physical Education and Sports Vol 8 No 3 (2019): May 2019
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to produce a design product of self-massage and exercise therapy for handling knee injuries independently to help recover quickly and accurately so that they can return to sports activities comfortably. The research method used is Research and Development (R & D). The trial subjects for product testing are Persik Kendal, soccer players. The steps of the study include objective analysis, literature review, analysis of research subject characteristics, product design development, initial product preparation, expert validation, product revision, small-scale trials, revisions, large-scale trials, final product improvements. Qualitative data analysis, assessed from the feasibility of the product. The results of this study are tutorial videos and self-massage, and exercise therapy manual for knee injuries. Both products are rated right by experts with an average of 90% and 70%. The product is also considered good by media experts on the video tutorial content. The results of the application of the product on the research subjects that the study subjects experienced a decrease in pain in knee injuries after performing self-massage, and exercise therapy through video media, and guidebooks. Research conclusions in the form of manual book products, and self-massage tutorial videos, and exercise therapy to deal with knee injuries effectively applied by sports people.