cover
Contact Name
Ni Luh Made Mahendrawati
Contact Email
made.mahendrawati@gmail.com
Phone
+628123961868
Journal Mail Official
made.mahendrawati@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
International Journal of Community Service Learning
ISSN : 25797166     EISSN : 25496417     DOI : https://doi.org/10.23887/ijcsl.v5i3.37047
Core Subject : Economy, Social,
International Journal of Community Service Learning is a scientific journal Community Service published by Universitas Pendidikan Ganesha. This journal is published 4 times a year, ie in February, May, August, and November. The article was published on the results of community service related to education, science, technology, socio-economics, and entrepreneurship.
Articles 445 Documents
Lymphatic Filariasis Control: School-based One Health Initiative on The Usage of Local Plants as Alternative Mosquito Repellants in Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur Maria Aega Gelolodo; Julianty Almet; Annytha I. R Detha
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lymphatic filariasis is a mosquito-borne disease caused by parasites that pose a serious public health concern. Mosquito control is known to have a significant role in supporting the annual mass drug administration program in eliminating this disease. Mosquito methods of control today are mostly depending on synthetic moieties that, unfortunately, resulting in environmental problems and resistance of important mosquito species. Consequently, the development of alternative environmentally friendly, harmless, and long-term mosquito control methods based on herbal compounds is urgently needed. This one-health community outreach program aims to educate and raise public awareness on the importance of mosquito control and to inspire the community to utilize local plants as alternative mosquito repellents.  This school-based program. targeting students and teachers at SMAN 1 Amanuban Tengah. A series of talks and discussions about lymphatic filariasis and the selection of local plants that can be used as herbal repellants were presented in this event.  
PKM Development of Waterfalls and Penikit Hot Springs Tourism Objects in Belok Sidan Village, Petang District, Badung Regency Nyoman Dwika Ayu Amrita; Agus Wiryadhi Saidi; Made Mulia Handayani
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

he attraction of Penikit Waterfall is unique, which is known as a hot and cold waterfall. However, the development of Penikit Waterfall tourism has not sufficiently affected the economy of the local community. The lack of visitors and the lack of information in the wider community about the place is one of the weaknesses of this tourist attraction. In addition, the infrastructure at this tourist attraction is still lacking. For this reason, it is necessary to hold a PKM for the development of Penikit Waterfalls and Hot Springs in Belok Sidan Village, Petang District, Badung Regency. The target partner in this PKM is the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) Wana Giri, totaling 33 people. The PKM activities carried out are, repairing toilets (structural work and finishing work), installing clean water for toilets, parking lot cleaning, hardening and cementing hot water pools, making WEB, training on using WEB and simple bookkeeping.
PELATIHAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN BUAH CEMPEDAK UNTUK JAJANAN PASAR BAGI IBU PKK RT 03 MUGIREJO Hepy Tri Winarti; Mustangin Mustangin; Evitha Haltania Aulia; Nur Alya
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar, ragam kebudayaan masyarakat Pulau Kalimantan mempunyai ikatan serta kedekatan yang begitu kuat dengan alam lingkungannya. Salah satunya bisa dilihat dari ragam kuliner jajanan pasar atau kuliner tardisional yang semuanya menunjukkan eratnya hubungan saling menguntungkan yang di bangun oleh masyarakat dengan alam lainnya. Olahan dari cempedak merupakan jajanan tradisional yang berasal dari indonesia terutama Kalimantan. Beberapa olahan makanan yang berbahan dasar buah cempedak yang menghasilkan cita rasa baru tanpa menghilangkan dari buah cempedaknya sendiri. Salah satu cara pengembangan dalam mengolah buah cempedak yang keberadaanya melimpah saat musim panen dan agar dapat meningkatkan pengetahuan maupun pendapatan masyarakat terutama bagi Ibu-Ibu PKK. Upaya mengolah cempedak ini agar memiliki varian jajanan pasar dengan kreasi yang berinovasi serta bernilai ekonomis untuk di jual. Melalui pelatihan pengolahan kue Jajan Pasar (Gabin Fla Cempedak dan Brownies Cempedak Kukus) kepada masyarakat yaitu memperkenalkan cara mengolah buah cempedak yang cenderung tidak diperhatikan saat musim panen kerena memiliki niai jual rendah akibat keberadaanya melimpah. Pelatihan tersebut ditujukan kepada Ibu-ibu PKK Rt 03 Mugirejo Samarinda. Pelatihan tersebut untuk mencoba mengkolaborasikan keunggulan yang dimiliki buah cempedak, khususnya pada pengolahan kue Jajan Pasar (Gabin Fla Cempedak dengan kreasi yang lebih berinovasi.
Implementasi E-Tourism sebagai Upaya Peningkatan Kegiatan Promosi Pariwisata Saniati Saniati; Maulana Aziz Assuja; Neneng Neneng; Ajeng Savitri Puspaningrum; Desi Ratna Sari
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu destinasi wisata dengan daya tarik tersendiri bagi pengunjung, seperti wisata pada Kabupaten Pesisir Barat dengan 65 destinasi wisata seperti wisata alam, pantai, budaya, dan kuliner. Permasalahan yang dihadapi Dinas Pariwisata Pesisir Barat yaitu belum adanya sistem untuk mempromosikan destinasi wisatanya. Informasi wisata di website Dinas tersebut juga tidak lengkap, seperti kurangnya informasi promosi wisata, atraksi wisata, fasilitas, dan biro perjalanan. Website hanya menampilkan video wisata yang diarahkan ke YouTube. Kegiatan PKM berjalan dalam tiga fase yaitu fase awal, proses, dan akhir. Langkah awal yaitu merumuskan masalah Dinas Pariwisata Pesisir Barat yaitu belum memiliki sistem untuk mempromosikan objek wisatanya. Tahap kedua, memutuskan solusi untuk masalah tersebut yaitu mengembangkan sistem informasi pariwisata. Promosi menggunakan teknologi internet, biasa disebut dengan e-tourism merupakan cara untuk mempromosikan pariwisata dengan mudah ke informasi yang dapat diakses kapanpun, dimanapun. Tahap akhir yaitu menyosialisasikan dan melatih penggunaan Sistem Informasi Pariwisata di Kabupaten Pesisir Barat.
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Selama Pembelajaran Online Melalui Bimbingan Belajar Friska J. Purba; Kelly Sinaga; Debora Suryani Sitinjak; Candra Yulius Tahya; Karnelasatri
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemik COVID-19 telah merenggut kenyamanan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Kenyamanan belajar mengajar terenggut dikarenakan pemerintah menutup sekolah dan perguruan tinggi untuk menekan penyebaran virus COVID-19 yang kian merebak. Akibatnya, sistem pembelajaran harus diubah dari tatap muka (luring) menjadi tatap maya (daring). Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan menyebabkan dampak negatif bagi siswa, salah satunya ialah penurunan minat dan semangat belajar. Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang menarik dan bermakna. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka Program Studi Pendidikan Kimia bekerja sama dengan jemaat GKPS Tangerang untuk membuat Pos Bimbingan Belajar Online Gratis yang diberi nama Pos Diakonia untuk membantu anak-anak, khususnya anak-anak jemaat GKPS dalam memahami materi sekolah dan meningkatkan minat dan semangat belajar siswa. Kegiatan ini berlangsung selama 8 minggu. Dari survei yang dilakukan kepada 83 tutee, hanya 44 yang memberikan respon. Dari respon tersebut didapatkan bahwa setelah mengikuti bimbel online hampir semua tutee merasakan peningkatan pemahaman, minat dan semangat belajar. Namun sayangnya, masih banyak juga tutee yang mengalami kesulitan dan minat belajar yang kurang bertumbuh.
Pelatihan Pengolahan Pangan Sumber Protein pada Kelompok Pemberdayaan Perempuan dalam Upaya Mencegah Stunting di Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang Annytha - Detha; Grace Maranatha; Magdarita Riwu; Sandra Clarissa Umbu Datta
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi dengan persentase balita stunting tertinggi nasional. Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting yaitu adanya praktik kebersihan dan sanitasi lingkungan, tingkat kecukupan protein dan tingkat pengetahuan gizi ibu. Potensi alam di wilayah Nusa Tenggara Timur sangat potensial untuk produksi ikan dan tanaman kelor yang dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kelompok Pemberdayaan Perempuan Fatumonas merupakan kelompok tani yang berada di Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang. Pemanfatan pangan sumber protein oleh kelompok ini memiliki peluang yang menjanjikan. Hasil alam tanaman kelor memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sekaligus sumber protein sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai produk pangan dengan diversifikasi pengolahan seperti Nugget dan Mie Kelor. Demikian pula dengan pengolahan dendeng ikan.Pelaksaanan kegiatan pelatihan ini terdiri dari 4 tahap yaitu 1) tahap penyuluhan, dilakukan dalam dua jenis yang diarahkan untuk peningkatan pengetahuan/pemahaman dalam hal edukasi tentang dampak buruk gizi buruk dan Stunting bagi pertumbuhan anak sehingga memberikan kesadaran pada Kelompok Pemberdayaan Perempuan Fatumonas untuk berupaya mengatasi masalah terbut dalam rumah tangga anggota kelompok; 2) Tahap praktik pengolahan pangan sumber protein melalui teknik pembuatan dendeng ikan, nugget dan mie kelor yang dengan mudah ditemukan oleh kelompok dan mudah diaplikasikan; 3) Tahap percontohan dalam mengolah pangan sumber protein menjadi nugget dan mie kelor; 4) Tahap monitoring dan evaluasi yang dilakukan guna melihat manfaat pengolahan nugget dan mie kelor bagi Kelompok Pemberdayaan Perempuan Fatumonas. Pelatihan ini memberikan manfaat bagi kelompok pemberdayaan perempuan Fatumonas, dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan perempuan dalam memanfaatkan potensi pangan local sumber protein untuk diolah secara berkelanjutan menjadi sumber proien harian yang dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Pelatihan Digital Marketing dan Inovasi Produk Pada UKM Hasil Olahan Udang Di Desa Laladan Kabupaten Lamongan Guna Mempertahankan Perekonomian di Masa Pandemi COVID 19 Yunni Rusmawati DJ; Luluk Nur Azizah
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hasil perikanan di desa Laladan adalah udang rebon, namun dalam hal ini masyarakat desa telah melakukan inovasi produk untuk nilai jual yang lebih tinggi dengan menghasilkan produk makanan olahan berupa tepung berbahan dasar udang. Pengolahan hidangan udang rebon ini sudah ada sejak lama di desa Laladan. sehingga sangat terkenal dengan udang rebon yang di buat di desa Laladan ini dan sebagian besar masyarakat di desa Laladan ini mencari bahan yang digunakan untuk membuat terasi ini. Alat yang digunakan untuk mencari produk terasi ini adalah dari sarang besar yang digunakan untuk menyedot udang rebon di tambak. Sebelumnya, pembelian bahan baku oleh pemilik usaha tidak dilakukan, tetapi pada saat yang sama, mereka juga mencari ikan rebon yang telah terlebih dahulu diolah di tambak dan dijual ketika sudah menjadi terasi. Dan meletakkannya di pasar untuk membeli dan menjual. Dan setiap tahun semakin langka karena terasi jenis ini sangat sulit dibuat. Solusi yang ditawarkan tim layanan adalah memberikan pelatihan digital marketing dan dukungan manajemen bisnis untuk produk-produk kelas atas desa kerajinan terkenal di sejumlah bidang.
Phygital-Based Approach in Bridging The Gap in Digital Transformation Gulam Hazmin; Ajeng Wijayanti
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vacathon 2022 is an annual activity of the Bandung City Culture and Tourism Office with the theme of successful economic recovery affected by the pandemic and strengthening digitalization in the creative economy sector. Vacathon 2022 consist of three main activities, they are Hackaton, Bandung Apps Festival, and various workshops held with the aim of creating applications in the creative field of tourism that are made 24 hours non-stop through hackathon exhibitions that can be used and support the development of the Patrakomala website. The writer's session focused on discussing digital transformation, by utilizing the initial capital of digitalization in Indonesia to achieve the digital transformation goals by 2025. The writer became the main speaker who discussed the development of digital transformation in the digital era in Indonesia, digital transformation frameworks and solutions that can be used as a bridge to minimize the gaps in digital transformation. The solution that the writer explained in the presentation session is a phygital-based transformation approach. Phygital is a combination of physical and digital, which focuses on combining the best elements of physical and digital components to develop a better customer experiences when customers use products. The success of the phygital approach depends on three main components, which are Instant, Connected and Engaging. Success in executing these three components of phygital well will increase service success rate and customer satisfaction.
Digital Entrepreneurship Assistance for Handicraft SMEs in Cileng Village, Poncol District, Magetan Regency Richo Diana Aviyanti; Anny Widiasmara; Heidy Paramitha Devi; Puji Nurhayati; Diaz Martha Chairunnisa; Moh. Tajuddin Azzam Zami
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase in the number of MSMEs will not contribute and support them if they cannot compete with the changing times. Internet of Things (IoT) is one form of changing times that impacts all aspects, including business. The impact of IoT on business is the existence of businesses, from conventional businesses to digital businesses. MSMEs must respond to these business changes, one of which is by changing conventional marketing to digital marketing. The target of this PKM program is a group of MSMEs producing handicrafts in Cileng Village, Magetan, which still lacks literacy about marketing and information technology. This activity aims to increase literacy on marketing strategies and information technology, develop marketing reach, and increase turnover. The method of service is mentoring and training. Mentoring and training related to product photos, making product descriptions using copywriting techniques, and opening an online store. The program is expected to increase knowledge about digital marketing training, market reach, and meeting the desired turnover target.
Tourism Village Development through Pagar Budaya Octarina Hidayatus Sholikhah; Dewi Tryanasari; Hendra Erik Rudyanto; Hartini Hartini
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candimulyo village has local cultural potential that can become a tourism trademark, including a home-based batik industry typical of Candimulyo, "bersih desa" customs and the village government's efforts to revive "peken lawas" as cultural icons, as well as several art associations. The problems that occur in each of the local cultural tourism potentials that are found have not been managed systemically and are only managed sporadically by certain community groups. The main challenges faced by the village for further development of the existing potential are that the available resources are not maximized in managing cultural resources, as well as the erosion of local culture with other cultures that are considered more modern by the younger generation which makes the process of inheriting local wisdom difficult. Starting from the problems found, it is necessary to strengthen resources in the field of cultural tourism in Candimulyo Village. Pagar Budaya Program is one of the pilot programs for community empowerment that needs to be synergized with related fields.

Page 1 of 45 | Total Record : 445