cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Desain
ISSN : 23390107     EISSN : 23390115     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Desain, ISSN 2339-0107 for Print version and ISSN 2339-0115 for Electronics version is a peer reviewed scientific research publication in the field of fine arts, history of arts, design, advertising and other scholarly scope related to the discipline of visual communication design. The journal is managed by LPPM Universitas Indraprasta PGRI and published quarterly in January, May, and September.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Eksperimen Perancangan Foto Ilustrasi Lema Bahasa Indonesia sebagai Bentuk Eksplorasi Kekayaan Bahasa Rezha Destiadi; Khikmah Susanti; Puji Anto
Jurnal Desain Vol 5, No 03 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.754 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v5i03.2410

Abstract

Salah satu ciri sebuah bahasa dikatakan maju dan berkembang adalah dari banyaknya penutur bahasa tersebut. Fenomena yang terjadi adalah banyak penutur bahasa yang menggunakan bahasa asing dalam berkomunikasi. Hal ini membuat bahasa asing yang berkembang, dan juga masyarakat tidak tahu tentang perkembangan kosa kata baru dalam bahasa sendiri (Indonesia), atau diistilahkan sebagai lema. Sosialisasi berupa bentuk Komunikasi visual merupakan inovasi yang harus dilakukan. Penelitian melalui medium fotografi sebagai elemen penjelas maksud dari Kosakata baru tersebut diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah dalam proses pemahaman para penutur.
DESAIN INFOGRAFIS SEBAGAI PENYAJIAN DATA MENARIK Febrianto Saptodewo
Jurnal Desain Vol 1, No 03 (2014): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.986 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v1i03.563

Abstract

Salah satu elemen visual penting dalam dunia jurnalistik adalah Infografis, terutama pada media massa cetak dan media elektronik. Infografis digubakan agar dapat mempermudah pembaca memahami narasi sebuah berita maupun memahami proses sebuah penelitian ilmiah yang dipublikasikan. Dalam perkembangannya infografis juga merekonstruksi sebuah kejadian atau peristiwa di samping peran infografis yang mengejar kaidah estetika perwajahan media massa. Pentingnya sebuah infografis yang sebagai bentuk berita visual tersebut dalam media massa maupun elektronik, maka perannya bisa sejajar dengan berita yang sifatnya verbal. Tulisan ini lebih terfokus pada peran ilustrasi dalam infografis. 
Tematisasi Desain: Studi Behavior Setting Pengguna terhadap Tema Ruang Perpustakaan Ahmad Ibrahim Rahmani; Abd. Karim
Jurnal Desain Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v8i1.7588

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi tata perilaku (behavior setting) pengguna perpustakan dalam fenomena tematisasi ruang perpustakaan, lokus penelitian pada ruang NBC (National Building Corner) Universitas Gadjah Mada. Dengan menggunakan pendekatan studi perilaku dalam kerangka paradigma rasionalistik dan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menunjukkan tata perilaku pengunjung cenderung menciptakan proses tematisasi ruang sehingga secara pragmatik menghasilkan kesimpulan bahwa meskipun pada awalnya ruangan ini di desain dengan tujuan dan fungsi tertentu, namun hal ini dapat senantiasa berubah sesuai dengan tata perilaku pengguna ruang nya. Fleksibilitas tema ruang yang terjadi dari tema ruang hiburan, edukasi, dan sosial di ruang National Building Corner Universitas Gadjah Mada ini dipengaruhi oleh tata perilaku pengguna ruang dalam mengokupansi area yang ada
Kajian Estetis dan Bahasa Indonesia pada Sistem Tanda Museum Indonesia Taman Mini “Indonesia Indah” Yulianto Hadiprawiro; Dewi Indah Susanti; Jatut Yoga Prameswari
Jurnal Desain Vol 3, No 02 (2016): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v3i02.657

Abstract

Sistem tanda sebagai media komunikasi menjadi bagian dari proses interaksi dan penyampaian pesan. Keberadaan Museum Indonesia Taman Mini “Indonesia Indah’ mewakili secara singkat sejarah, budaya, kehidupan dan lingkungan, seni dan kerajinan tangan yang dihasilkan oleh para penduduk lokal di tiap provinsi di Indonesia. Sistem tanda pada Museum Indonesia yang dibahas merupakan sistem tanda yang tidak hanya meliputi petunjuk arah saja melainkan petunjuk identitas, informasi, dan layanan. Dalam kajian estetis mengenai sistem tanda Museum Indonesia dilihat dari asas dasar logika yang terdiri dari asas kesatuan, asas tema, asas variasi menurut tema, asas evolusi, asas keseimbangan dan asas tata-jenjang. Sementara itu, fenomena penggunaan bahasa Indonesia dalam sistem tanda yang terdapat di Museum Indonesia mencakup tata cara penulisan dan peletakkannya, juga diteliti secara kaidah Bahasa Indonesia. Pada penelitian baik secara kajian estetis maupun penggunaan bahasa Indonesia ditemukan ketidakkonsistenannya pada sistem warna, tipografi, tata letak, dan peletakkan bahasa Indonesia serta penggunaan bahasa Indonesia.
Representasi Kesetaraan Gender pada Iklan (Tinjauan Semiotika Citra Laki-Laki dalam Keluarga pada Iklan Televisi) Heppy Atma Pratiwi; Endang Wiyanti
Jurnal Desain Vol 4, No 03 (2017): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.48 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v4i03.1634

Abstract

Keluarga Indonesia pada umumnya, orangtua atau lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung telah menyosialisasikan peran anak laki-laki dan perempuannya secara berbeda. Anak laki-laki diminta membantu orang tua dalam hal-hal tertentu saja, bahkan seringkali diberi kebebasan untuk bermain dan tidak dibebani tanggung jawab tertentu. Anak perempuan sebaliknya, diberi tanggung jawab untuk membantu pekerjaan yang menyangkut urusan rumah. Sebagai hasil bentukan sosial, peran gender dapat berubah-ubah dalam waktu, kondisi, dan tempat yang berbeda sehingga peran laki-laki dan perempuan mungkin dapat dipertukarkan.  Mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah peran yang bisa dilakukan oleh laki-laki maupun  perempuan,  sehingga  dapat  bertukar  tempat tanpa  menyalahi kodrat. Pada penelitian ini, penulis menganalisis citra laki-laki dalam keluarga dalam konteks kesetaraan gender pada beberapa iklan di televisi yang pernah ditayangkan. Televisi menjadi salah satu media yang dapat memengaruhi kehidupan manusia melalui simbol pada iklannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang sifatnya deskriptif dan menggunakan teknik analisis semiotika model Charles Sanders Pierce. Iklan yang diteliti yaitu iklan Mama Lemon (Choky Sitohang), Supermie Ayam Bawang Jamur Yummy, Rapika Pelicin Pakaian, Sharp Sayang Listrik Super Aquamagic, Hilo (Ayah dan Anak), Belvita Breakfast, Pepsodent (Ayah Adi dan Dika), Susu SGM 3 (Pohon Strawberry), Ultra Milk Ultra Passion (Diajak ke Peternakan), Oreo (Hadirkan Keceriaan Masa Kecil), Soklin Lantai (Keluarga Bahagia Keluarga Soklin Lantai), Blue Band (Ibu Tahu yang Terbaik), SOS Pembersih Lantai (Bapak dan Anak), La Fonte Pasta (Ayah Memasak). Hasilnya kegiatan rumah tangga yang dilakukan oleh laki-laki dalam iklan-iklan tersebut yaitu bermain bersama anak sebanyak 26,6%, melakukan kegiatan bersama anak dan keluarga sebanyak 35,5%, melakukan pekerjaan rumah tangga (mengepel lantai, mencuci baju, mengoperasikan mesin cuci, mengangkat baju kering yang dijemur, menyetrika, mencuci piring, memasak, menyiapkan sarapan) sebanyak 33,3%, dan memijat isteri sebanyak 2,22%.
SAINS DAN KREATIVITAS: PANDANGAN TERHADAP PEMIKIRAN JOHN HORGAN DALAM “THE END OF SCIENCE” Winny Gunarti Widya Wardani
Jurnal Desain Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.462 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v1i01.357

Abstract

John Horgan dalam bukunya ‚The End Of Science? menulis bahwa manusia tengah memasuki batas-batas akhir ilmu pengetahuan. Tidak ada lagi penemuan sains yang mengejutkan. Sains hanyalah pengembangan dari prinsip-prinsip dasar yang telah ada sebelumnya. Sebuah antiklimaks dari pemikiran-pemikiran rasional dan pengetahuan empiris. Pandangan ini menjadi menarik untuk dibahas dari sudut pandang kreativitas seni. Sains mungkin memperlihatkan fakta-fakta dari percobaan yang terukur dengan mengabaikan nilai-nilai estetika. Sedangkan seni membantu penemuan yang terstruktur menjadi lebih luwes dan indah dipandang. Kebenaran dan keindahan adalah dua hal yang berbeda, namun sains dan seni menjadi dua hal yang sulit dipisahkan. Tulisan ini mencoba menemukan relasi sains dengan kreativitas manusia sebagai bagian dari kehidupan alam semesta. 
PERANCANGAN BENTUK TOKOH WAYANG TETUKA SAAT BALITA Febrianto Saptodewo
Jurnal Desain Vol 3, No 01 (2015): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.465 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v3i01.588

Abstract

Perlunya merekonstruksi tokoh Tetuka karena tokoh tersebut sangatlah penting bagi suatu proses untuk menjadi seorang kesatria Pringgandani. Dikarenakan dalam cerita bentuk tokoh Tetuka tidak spesifik ada, dikarenakan dalam pagelaran wayang Tetuka digantikan oleh wayang bayi, maka berdasarkan buku teks yang ada akan direkonstruksi bentuk tokoh Tetuka. Pada saat terdahulu, telah dimuat tentang merekonstruksi wayang Tetuka saat ia masih bayi. Saat ini tokoh Tetuka akan dikonstruksikan saat ia beranjak balita. Pada usia balita, dalam cerita pewayangan Tetuka akan melawan Kalapercona. Maka dari itulah diperlukannya bentuk dari tokoh Tetuka yang sudah menjadi balita, setelah sebelumnya rekonstruksi bentuk bayi tokoh Tetuka.
Perancangan Buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia sebagai Media Pembelajaran di Sekolah Puji Anto; M. Sjafei Andrijanto; Taufiq Akbar
Jurnal Desain Vol 4, No 02 (2017): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.107 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v4i02.1131

Abstract

Tujuan perancangan buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) adalah sebagai media pembelajaran ejaan sehingga siswa mampu menguasai penggunaannya sejak dini dengan benar. Tingkat penguasaan ejaan yang benar, siswa akan mampu membuat karya tulis yang berkualitas. Pada tingkat pendidikan selanjutnya yaitu perguruan tinggi, peserta didik sudah terbiasa dengan penggunaan tata bahasa yang baik. Oleh sebab itu, peserta didik akan mudah menyelesaikan pendidikan tinggi yang pada akhir perkuliahannya dituntut untuk membuat karya tulis, yaitu berupa tugas akhir maupun skripsi. Perancangan ini mencakup materi tentang pengenalan ejaan yang terbaru, pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, penulisan unsur serapan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan wawancara yang berhubungan dengan ejaan bahasa Indonesia.untuk melakukan analisa data pustaka dan data lapangan. Hasil yang dicapai dalam perancangan buku PUEBI, yaitu menggunkan Layout antara lain adalah Copy Heavy Layout, Type Specimen Layout, Jumble Layout, dan Rebus Layout.Bagian isi menggunakan font Calibri Light yang masuk dalam kategori Sans Serif yang dikatakan sebagai huruf yang tidak memiliki kait. Ilustrasi gambar digantikan dengan pengolahan huruf, sedangkan gambar ilustrasi hanya digunakan sebagai penunjang visual saja.Penggunaan warna menggunakan warna-warna pastel untuk memberikan kesan nyaman ketika dipandang mata.
Perancangan Ensiklopedia Mexolie: Suatu Pendidikan Sejarah Agraria di Kebumen Azhari Amri; Sri Sulastri; Huddy Husin
Jurnal Desain Vol 5, No 03 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.964 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v5i03.2488

Abstract

Saat ini, desain komunikasi visual telah berelasi dengan bidang studi lain, peran ini dipilih untuk mampu menciptakan media sebagai ujung tombak komunikasi yang dinamis dari substansi bidang studi lain. Atas dasar itu, penelitian ini menempatkan bidang studi Sejarah sebagai rekan dalam upaya kolaborasi bidang studi. Penelitian ini mengambil satu wilayah dari 9 (sembilan) sentra sejarah industri minyak kelapa di Hindia-Belanda yaitu Pabrik Mexolie di Kebumen. Memasuki akhir abad ke-19 tanaman kelapa menjadi primadona dalam perdagangan internasional, dimana selain sebagai bahan baku utama dalam membuat minyak goreng, tanaman kelapa juga dapat menjadi bahan baku lainnya seperti entega, sabun dan bahan obat-obatan. Dengan kolaborasi sejarah struktural pada aspek sosio-kultural yang dikawinkan dengan penciptaan proses kreasi melalui buku ensklopedia telah menempatkan suatu penyajian penulisan sejarah berkesan modernis dan ringan. Hal ini dilakukan untuk mampu memuseumkan arsip dokumen sejarah sebagai media belajar, agar mudah menarik perhatian generasi muda khususnya. Melalui usaha penciptaan ensiklopedia yang dibarengi dengan pengkajian lebih mendalam mengenai insudtrialisasi minyak kelapa ini, kita dapat memahami mengapa perkembangan kehidupan ekonomi masyarakat Kebumen saat ini, sudah tidak lagi menghidupkan industri minyak kelapa sebagai ujung tombak ekonomi agraria.
Representasi “Wanita Cantik Sejati” Versi Iklan Safi Iis Purnengsih
Jurnal Desain Vol 6, No 02 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.654 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v6i2.3007

Abstract

Artikel ini akan membedah iklan TVC karya sutradara Alfin Machmoed yang merepresentasikan wanita cantik sejati dalam sebuah iklan TVC produk kecantikan SAFI, bertemakan “Untuk Cantik Sejatimu”. Ketika sebuah mitos mengenai “Cantik Sejati” diartikulasikan menjadi konotasi baru. Makna cantik yang telah tumbuh menjadi mitos di masyarakat yaitu cantik berarti fisik sempurna : tubuh langsing, kulit putih, muda, telah diubah menjadi makna konotasi baru yaitu cantik berarti fisik yang bersih dan religius. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan tujuan memberikan gambaran dan pengolahan data atas suatu keadaan secara jelas, fakta, karakteristik, secara faktual dan cermat. Semiotika digunakan sebagai pisau bedah yang akan membongkar makna “Untuk Cantik sejatimu” dan iklan SAFI. Dari hasil penelitian dapat diketahui versi cantik dalam iklan SAFI yang bertemakan “Untuk Cantik Sejatimu” adalah wanita cantik dengan fisik yang tidak hanya memiliki wajah cantik dan berkulit putih, tetapi juga bersih dan religious, karena produk SAFI terbuat dari bahan-bahan yang halal, natural dan teruji.

Page 1 of 20 | Total Record : 200