cover
Contact Name
Ifrani
Contact Email
jpsdm.scholarcenter@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpsdm.scholarcenter@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hasan Basri Komp. Polsek Banjarmasin Utara Jalur 3 No.9 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70125
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia
ISSN : 28286545     EISSN : 28082729     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia (JPSDM) is a scientific multidisciplinary community service journal published by Scholar Center, PT. Borneo Development Project. JPSDM covers common issues on community services to disseminate the community service results that have been achieved in Indonesia. JPSDM published various activities of lecturers, Students, and other Institutions in managing various potentials and challenges in society. The implementation of community service activities involving the participation of the community themselves is organized with the aim of improving social welfare. In the following year of publication, the JPSDM is going to publish quarterly (2 times a year). The author could submit the manuscript by following the submission guidelines. Please read these guidelines carefully. Authors who wish to submit their work to the editorial office of JPSDM should obey the guidelines. If the manuscript does not follow the guidelines will be REJECTED immediately by the editors before further review. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format. Every article that goes to the editorial staff will be selected through Desk Review and Initial Manuscript Evaluation processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to the peer reviewers and will go to the next selection by the Double-Blind Peer-Review Process. Further details on reviewing policy and processes are available on submission guidelines.
Articles 15 Documents
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN HUKUM TENTANG HAK MILIK ATAS TANAH MELALUI SISTEM PENDAFTARAN TANAH DI DESA ANDAMAN KECAMATAN ANJIR PASAR KABUPATEN BARITO KUALA Hanafi; Nahdhah; Muhammad Syahrial Fitri
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 1 No. 2 (2021): EDISI OKTOBER 2021
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.326 KB)

Abstract

The development is getting more advanced, placing land in an important aspect in society which is increasingly dynamic as it is today, so that legal certainty is an important factor. We will get the terms of ownership if we register a plot of land in question with the government. There are several ways of registering land that we can take, namely, "systematic registration" and "sporadically". Systematic land registration is based on a work plan and is carried out in areas stipulated by the minister, while sporadically is carried out at the request of interested parties. Due to the lack of community legal awareness regarding the importance of land ownership through the land registration system in Andaman Village, Anjir Pasar Subdistrict, Barito Kuala Regency, it can be seen from the data we collect that only a few people have proof of land ownership in the form of certificate or just a seal. Various factors caused him to be less aware of this, including the problem of costs that must be incurred during the management process and also the perception that the bureaucratic process at BPN is difficult. The purpose of this service is to provide assistance to the community in order to increase the understanding and legal awareness of the Andaman Village community of their land rights through the land registration system, so that the land they own gets legal certainty and can be used as a legal basis when a land dispute occurs. In addition, with this assistance, the Andaman Village apparatus, through its government apparatus, can form a special work unit to receive reports from the community who wish to register their land and make an inventory of lands that have not been registered in the certificate of ownership together with the Extension Team in this community service program. This certainly made it very easy for BPN to conduct field surveys as well as to obtain data on the “free certificate” program which is currently being carried out by the government. Apart from being able to be used as a clear legal basis when a dispute occurs, the existence of a certificate can be used as a loan guarantee in the financial sector, this will certainly bring the productivity value of the people in Andaman Village, where the majority of the population is farming, such as buying fertilizers, agricultural tools, even for increase their agricultural land. This of course also has an impact on increasing the income and welfare of the farming community.
PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR DESA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DAN SISTEM KEUANGAN DESA ifrani ifrani; Muhammad Ali Amrin; Nurmaya Safitri; Muhammad Yasir Said; Elzabella Jannah; Suciati
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 1 No. 2 (2021): EDISI OKTOBER 2021
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.849 KB)

Abstract

Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, memberikan angin segar untuk perkembangan Desa. Sejalan dengan itu, sebagai tindak lanjut pelaksanaan Program 1 Milyar untuk 1 Desa akan membawa Perubahan dalam Perkembangan Desa, namun angin segar ini memerlukan tenaga aparatur Desa yang Profesional. Kabupaten Hulu Sungai Utara merupakan salah satu dari kabupaten yang berada di Kalimantan Selatan. Jumlah desa yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah sebanyak 214 desa. Berdasarkan Peraturan Bupati Hulu Sungai Utara Nomor 1 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pembagian, Penetapan, Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa untuk setiap desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, pembagian Dana Desa yaitu sebesar 90% dibagi secara merata kepada seluruh desa dan 10% dibagi secara proporsional. Peningkatan besaran pendapatan desa yang merupakan implementasi dari UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, salah satunya dalam pengelolaan Dana Desa, memberikan peranan besar kepada desa. Peran besar yang diterima oleh desa, tentunya disertai dengan tanggung jawab yang besar pula. Namun demikian, peran dan tanggung jawab yang diterima oleh desa belum diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Menggunakan metode pendekatan-pendekatan sosial yuridis (socio-legal) dan menggunakan pendekatan interdisipliner atau “hibrida” antara aspek penelitian normatif dengan pendekatan sosiologis dan menggunakan analisis kuantitatif, yakni dengan menganalisis suatu data secara mendalam dan holistik. Sehingga yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pemahaman terkait pengelolaan keuangan desa bagi Aparatur Desa Kabupaten Hulu Sungai Utara.
PENYULUHAN HUKUM BAHAYA PENYALAHGUNAAN CARNOPHEN (ZENITH) DI KELURAHAN ALALAK KOTA BANJARMASIN Iwan Riswandie; Yati Nurhayati; Miftah Ulumuddin Tsani; Hanafi Ramsi; Rina Auliana
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 1 No. 2 (2021): EDISI OKTOBER 2021
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.625 KB)

Abstract

Zenith atau carnophen yang dulunya dipakai untuk obat jenis penyakit tulang, beberapa tahun terakhir sudah mulai dikonsumsi untuk disalahgunakan menjadi obat mabuk. Karena dari dulu juga zenith memang memabukkan dan bisa menyebabkan ketergantungan jika dikonsumsi secara berlebihan. Efek samping itulah yang membuat warga memilih menggunakan zenith dari pada narkoba jenis lainnya. Di samping harganya yang jauh lebih murah, mendapatkannya pun terbilang mudah. Di kota banjarmasin terdapat beberapa daerah yang terkenal tinggi tingkat pemakaian zenith, salah satunya adalah Kelurahan Alalak. Kelurahan Alalak merupakan daerah di Kota banjarmasin yang sebagian warganya bekerja sebagai penjual kayu. Selain berjualan kayu, sebagian warga disana juga bekerja sebagai petani dan menjadi buruh bangunan. Daerah tersebut berdekatan dengan perbatasan antara Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala, kondisi perumahan yang tergolong padat, dan dengan kondisi perekonomian yang menengah ke bawah. Daerah Alalak menjadi sorotan karena warganya yang seringkali memakai obat zenith, bahkan disana juga ada Gang yang dijuluki sebagai “Gang Neraka”. Julukan itu diberikan karena bebasnya peredaran zenith di lingkungan tersebut yang masyarakatnya bekerja serabutan menjual tenaga untuk mengangkat kayu. Menggunakan metode pendekatan-pendekatan sosial yuridis (socio-legal) dan menggunakan pendekatan interdisipliner atau “hibrida” antara aspek penelitian normatif dengan pendekatan sosiologis dan menggunakan analisis kuantitatif, yakni dengan menganalisis suatu data secara mendalam dan holistik. Sehingga yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pemahaman hukum bagi masyarakat Kelurahan Alalak terhadap bahaya zenith dan akibat hukumnya jika dikonsumsi atau menjual dengan tujuan untuk menyalahgunakan, solusi ini bersifat preventif (pencegahan) agar masyarakat tahu akan dampak dari obat tersebut dan hukuman pidana yang dihadapi apabila melanggarnya
PENDAMPINGAN DAN PENYULUHAN HUKUM URGENSI STATUS KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH DI DESA KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Miftah Ulumudin Tsani; Akhmad Munawar; Dedi Sigiyanto; Muhammad Fauzy; Muthia Hafina Putri; Ade Adistya
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 1 No. 2 (2021): EDISI OKTOBER 2021
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.426 KB)

Abstract

Tanah adalah salah satu aset berharga yang bernilai tinggi bagi masyarakat khususnya di Indonesia. Pada jaman hindia belanda, kepemilikan atas tanah masih di kuasai oleh penjajah. Karena saat itu masih menduduki Indonesia sebagai tanah jajahan. Pada saat itu, masyarakat Indonesia merasakan kesengsaraan atas tanah miliknya yang tidak boleh diakui. Hal ini di karenakan masyarakat tidak memiliki bukti otentik terhadap tanah miliknya tersebut. Tanah yang tidak dapat dibuktikan status kepemilikannya dengan surat pembuktian resmi dianggap sebagai tanah milik Negara. Barulah setelah dibentuk undang-undang pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 yang akrab di sebut UUPA, masyarakat Indonesia mulai bersenang hati, akhirnya penelitian panjangnya untuk mendapatkan status kepemilikan atas tanahnya berbuah manis. dengan lahirnya UUPA telah menghapuskan kebijakan-kebijakan pemerintah saat era colonial Belanda tentang pertanahan.
PENYULUHAN HUKUM TERHADAP PENGATURAN NIKAH SIRI DI DALAM SISTEM HUKUM DI INDONESIA Munajah Munajah; Yati Nurhayati; Muthia Septarina; Nahdhah
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 1 No. 2 (2021): EDISI OKTOBER 2021
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.215 KB)

Abstract

Community service at Pondok Tahfidz Madinatul Qur'an Banjarmasin which is aimed at the students of Pondok Tahfidz, aims to provide knowledge of the legal consequences arising from unregistered marriages. Lack of knowledge about the consequences of unregistered marriages is the main factor in the many practices of unregistered marriages that occur in society. This community service entitled "The Law of Siri Marriage in the Legal System in Indonesia (Legal Counseling at Pondok Tahfidz Madinatul Qur'an Banjarmasin)" is expected to provide an understanding of the students, especially in the area of ??Pondok Tahfidz Madintul Qur'an Banjarmasin on the consequences of unregistered marriage. So that with this service, it can reduce the practice of unregistered marriage in the Banjarmasin community in particular. The method used in this community service uses a sociological approach where the implementation is through counseling and lecture methods at the target location. The result of this trial is that there are conditions where people do not understand the legal consequences of unregistered marriages, especially for wives and children born from unregistered marriages.
APLIKASI “SI RULI” (SISTEM RUJUKAN ONLINE) SEBAGAI PENGHUBUNG MASYARAKAT YANG MEMBUTUHKAN LAYANAN KESEHATAN GIGI DAN LAYANAN KESEHATAN GIGI PUSKESMAS KEPUTIH SURABAYA Ninuk Hariyani; Dini Setyowati; Retno Palupi; Defita Ayu Laisyaina; Pandu Puji Hardini; Ramila Fernanda Pereira Paiva
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 1 No. 2 (2021): EDISI OKTOBER 2021
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.589 KB)

Abstract

Data menunjukkan bahwa 94,3% anak-anak di wilayah Puskesmas Keputih mengalami karies dengan tingkat keparahan karies gigi yang tinggi (deft=4,63), sementara data cakupan UKGS di wilayah Keputih adalah sebesar 80%. Puskesmas Keputih juga memiliki kader kesehatan yang secara berkala melakukan pemeriksaan gigi bagi balita. Artinya kegiatan promotif, preventive dan kuratif tingkat dasar seharusnya sudah bukan merupakan kendala di wilayah ini. Akan tetapi, wawancara mendalam kepada kader/guru maupun petugas puskesmas menunjukkan bahwa pelaksanaan rujukan yang masih diselenggarakan secara manual masih mengalami berbagai kendala yang mengakibatkan pelaksanaan kegiatan promotif, preventive dan kuratif tingkat dasar di wilayah keputih masih kurang maksimal. Hal ini disebabkan karena pelaksanaan rujukan masih berjalan secara manual dimana rujukan hanya didasarkan pada catatan di selembar kertas yang seringkali tidak sampai pada orang tua/wali anak. Hal ini menunjukkan bahwa peran kader/guru di wilayah Keputih sebagai peningkat kesehatan masyarakat masih rendah. Peningkatan peran kader/guru ini dapat ditingkatkan melalui berbagai cara dimana salah satunya adalah dengan melakukan penguatan fungsi kader/guru dalam melakukan rujukan pasien ke Puskesmas melalui aplikasi “Si Ruli” (sistem rujukan online). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi pembuatan sistem rujukan online yang kemudian penggunaannya disosialisasikan kepada pihak terkait. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya system rujukan online (Si Ruli) yang mudah diaplikasikan dan diterima oleh pengguna di lapangan (user friendly).
PENGUATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT DAN PERANGKAT DESA DALAM MEMBUAT PERATURAN DESA YANG BERBASIS LINGKUNGAN HIDUP DI KAMPUNG LALANG KECAMATAN SUNGAI APIT KABUPATEN SIAK Zulfikar Jayakusuma; Gusliana HB; Davit Rahmadan; Muhammad A. Rauf
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 2 No. 1 (2022): EDISI APRIL 2022
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.116 KB)

Abstract

ABSTRACT Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit is an area in Kabupaten Siak that has the potential to experience abrasion, environmental pollution, forest fires and floods due to overflowing rivers. To prevent this environmental damage from continuing, it is necessary to have a policy drawn up in the form of a policy plan by the village government (kampung) which is authorized to run the wheels of government at the village level. The village has the authority to make village regulations. Law Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management emphasizes that in order to prevent pollution and environmental damage, laws and regulations must be based on the environment. This includes village regulations that will be made by Kampung Lalang Village. Based on the background of this problem, community service activities are carried out with the aim of; Increasing the role of the community and village officials in forming environmental-based village regulations as an instrument for preventing pollution and environmental damage; Increase understanding of the community and village officials so that in making laws and regulations at the village level based on the environment; Increase the understanding of the community and village officials in understanding the importance of making and compiling village laws and regulations based on the environment in order to prevent environmental damage. Community service carried out in Kampung Lalang is carried out by the Service team using the lecture method and mentoring in training on the formation of environmentally-based village regulations. Environmentally-based village regulations are the application of basic concepts and principles of environmental protection and preservation into every drafting of Village Regulations and every village development policy. So that the end result of increasing public knowledge and understanding of environmental-based legislation is the realization of sustainable development.  Keynote: Strengthening Understanding, Village Regulations, Based on the Environment.       ABSTRAK Kampung Lalang Kecamatan Sungai Apit merupakan daerah di Kabupaten Siak yang berpotensi mengalami bencana abrasi, pencemaran lingkungan, kebakaran hutan dan banjir akibat meluapnya sungai. Untuk mencegah terus berlanjutnya kerusakan lingkungan hidup ini dibutuhkan kebijakan yang disusun dalam bentuk perencanaan kebijakan oleh pemerintah desa (kampung) yang berwenang menjalankan roda pemerintahan di tingkat desa. Desa memiliki kewenangan untuk membuat peraturan desa. Undang-Undangan Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mempertegas bahwa untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan peraturan perundang-undangan yang dibuat harus berbasis lingkungan. Dalam hal ini termasuk peraturan desa yang akan dibuat oleh Desa Kampung Lalang. Berdasarkan latar belakang permasalahan ini maka dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat  yang bertujuan; Meningkatkan peran masyarakat dan perangkat desa dalam membentuk peraturan desa yang berbasis lingkungan hidup sebagai instrumen pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup; Meningkatkan pemahaman kepada masyarakat dan perangkat desa agar dalam  membuat peraturan perundang-undangan di tingkat desa  berbasis pada lingkungan hidup; Meningkatkan pemahaman masyarakat dan perangkat desa dalam memahami arti penting membuat dan menyusun peraturan perundang-undangan desa yang berbasis lingkungan hidup guna mencegah kerusakan lingkungan hidup. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di kampung Lalang dilakukan oleh tim Pengabdian dengan menggunakan metode ceramah dan pendampingan dalam pelatihan pembentukan peraturan desa yan g berbasis lingkungan.  Peraturan Desa berbasis lingkungan merupakan penerapan konsep-konsep dasar dan prinsip perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup ke dalam setiap penyusunan pengaturan desa dan setiap kebijakan pembangunan desa. Sehingga hasil akhir dari peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang peraturan perundang-undangan berbasis lingkungan hidup adalah terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. Kata kunci: Penguatan Pemahaman, Peraturan Desa, Berbasis Lingkungan Hidup.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN LAHAN DI DESA HILIR MESJID KABUPATEN BARITO KUALA: (STUDI PEMBENTUKAN BARISAN PEMADAM KEBAKARAN SWADAYA MASYARAKAT DI KOTA BANJARMASIN) Ifrani Ifrani; Fathul Achmadi Abby
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 2 No. 1 (2022): EDISI APRIL 2022
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.005 KB)

Abstract

ABSTRACT During the last few years, the high number of forest and land fires in the dry season requires preparedness and faster action, especially in areas close to the village communities. So that with the participation and empowerment of rural communities through training and mentoring, the formation of the Self-Subsistent Fire Fighter Community is believed to reduce the number of land fires significantly. The villagers of Hilir Mesjid are a community that is emotionally attached to one another with a sense of kinship that is still close as a characteristic of the Traditional Community. So that the willingness of the community to participate in overcoming land fires in the vicinity is still high. However, the absence of infrastructure and knowledge of technology for preventing and overcoming forest and land fires has made the potential of the Self-Subsistent Fire Fighter Community for the Hilir Mesjid Village not empowered optimally.This community service proposal is one of the efforts to maximize the potential of the Self-Subsistent Fire Fighter Community through integration with the "BEKANTAN" application from the South Kalimantan Police in its participation in preventing and overcoming land fires in South Kalimantan Province.  Keynote: Disaster; Fire Fighter; Forest and Land.       ABSTRAK Banyaknya kebakaran hutan dan lahan dimusim kering selama beberapa tahun terakhir ini, menuntut adanya kesiapsiagaan dan penangan yang lebih cepat, terlebih daerah hutan dan lahan seringkali terletak di wilayah dekat pemukiman masyarakat Desa. Sehingga dengan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pelatihan dan pendampingan pembentukan Barisan Pemadam Kebakaran Swadaya Masyarakat Desa diyakini akan mampu menurunkan angka luas kebakaran lahan secara signifikan. Masyarakat Desa Hilir Mesjid merupakan masyarakat memiliki ikat secara emosional satu sama lain dengan rasa kekeluargaan yang masih erat sebagai ciri khas Masyarakat Desa. Sehingga kemauan masyarakat dalam berpartisipasi guna penanggulangan kebakaran lahan di sekitarnya pun masih tinggi. Namun, ketiadaan sarana prasarana dan pengetahuan mengenai teknologi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, menjadikan potensi BPK masyarakat Desa Hilir Mesjid tidak diberdayakan secara optimal. Sehingga usulan pengabdian ini menjadi salah satu upaya untuk memaksimalkan potensi BPK swadaya masyarakat desa melalui pengintegrasian dengan Aplikasi “BEKANTAN” Polda Kalsel dalam peran sertanya untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran lahan di Provinsi Kalimantan Selatan. Kata Kunci: Bencana; Barisan Pemadam Kebakaran; Hutan dan Lahan.
PERAN SUFI HEALING DALAM MENINGKATKAN IMAN DAN IMUN UNTUK MENGHADAPI PANDEMI BAGI PELAJAR DI KALIMANTAN SELATAN Maisarah Maisarah; Mailita Mailita
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 1 No. 2 (2021): EDISI OKTOBER 2021
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.537 KB)

Abstract

Sufi healing merupakan model terapi spiritual penyembuhan fisik atau psikis yang didasarkan pada nilai-nilai tasawuf sebagai sarana penyembuhan atau pencegahan sebuah penyakit. Tidak hanya itu, model terapi spiritual ini juga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan pasien. Hal ini sesuai dengan keadaan pandemi covid-19, kesehatan jiwa kita perlu mendapatkan perhatian. Masalah psikologis yang sering kita temui seperti kondisi cemas, depresi dan trauma psikologis lainnya. Terutama para remaja yang menghadapi situasi baru, tidak hanya merasa kecewa, namun kecemasan dan perasaan terisolasi yang membebani, terhadap perubahan hidup akibat wabah yang secara cepat merebak kemana-mana menjadi pemicu stress. Dengan latar belakang permasalahan tersebut maka diadakan seminar sosialisasi dengan tema Peran Sufi Healing Dalam Membentuk Iman Dan Imun Untuk Menghadapi Pandemi. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan seputar peran sufi healing dalam membentuk iman dan imun menghadapi pandemi kepada pelajar dan mahasiswa yang ada di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan berupa seminar sosialisasi secara daring (online). Metode kajian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui kuesioner kemudian data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada pelajar mengenai healing yang minim budget dengan metode sufi healing. Selain sebagai sarana penyembuhan dan pencegahan penyakit juga dapat meningkatkan imun dan iman, serta sebagai sarana pencegahan terhadap permasalahan yang datang akibat pandemi dengan peningkatan kualitas iman dengan metode terapi spiritual yang didasarkan pada nilai-nilai tasawwuf.
PROGRAM EDUKASI DAN PENDATAAN DOOR TO DOOR DALAM RANGKA PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19 SKALA MIKRO Dewi Anggraini; Aprida Siska Lestia; Yuana Sukmawaty; Winda Adinda Tanjung; Nabila Septiani; Syifa Ajeria; Sekar Wahyuningtias; Siti Jubaidah
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 1 No. 2 (2021): EDISI OKTOBER 2021
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.33 KB)

Abstract

Cakupan vaksinasi masyarakat usia lanjut, masyarakat rentan dan masyarakat umum lainnya, serta anak usia 12-17 tahun masih rendah, yaitu masing-masing <10%, <5%, dan < 1%, per tanggal 19 Juli 2021. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi tersebut secara merata dengan mempertimbangkan data dasar, seperti jumlah fasilitas pelayanan kesehatan/gerai vaksinasi, tenaga pelaksana, dan daerah terpencil/sulit dijangkau. Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat bekerjasama dengan Ketua RT. 001, 003, 038, dan 040, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru menginisiasi untuk melakukan program edukasi dan pendataan door to door kepada masyarakat dalam upaya percepatan vaksinasi skala mikro. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, diperoleh sebanyak 516 orang yang bersedia untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, dimana 256 orang (49,61%) perempuan dan 260 orang (50,39%) laki-laki. Dari 516 orang tersebut diketahui bahwa kelompok usia 31-59 tahun tercatat sebanyak 240 orang (46,51%), usia 18-30 tahun sebanyak 142 orang (27,52%), usia 12-17 tahun sebanyak 95 peserta (18,41%), dan usia lanjut (> 60 tahun) sebanyak 39 peserta (7,56%). Kecamatan Cempaka sebagai daerah dengan peserta terbanyak yaitu sebesar 255 orang (49,4%) dan Kota Banjarbaru merupakan kota dengan jumlah peserta vaksinasi terbanyak, yaitu 400 orang (77,5%) atau sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Kegiatan ini telah memberikan kesempatan bagi masyarakat yang mempunyai keterbatasan akses terhadap informasi maupun teknologi terkait vaksinasi Covid-19 untuk mengikuti program vaksinasi. Kegiatan ini juga memberikan informasi terkait manfaat vaksinasi Covid-19 sebagai upaya peningkatan pengetahuan masyarakat, terutama pada kelompok usia lanjut, sehingga keinginan dan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi dapat dioptimalkan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15