cover
Contact Name
Meli Muchlian
Contact Email
jts@itp.ac.id
Phone
+6285263449398
Journal Mail Official
jts@itp.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada Kandis Nanggalo Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil ITP
ISSN : 23548452     EISSN : 2614414X     DOI : https://doi.org/10.21063/jts.2021.V801
Core Subject : Engineering,
ilmu rekayasa struktur dan material, ilmu pondasi dan tanah pendukung, rekayasa hydro dan bangunan air, rekayasa transportasi dan perkerasan jalan, manajemen konstruksi serta ilmu pengukuran dan pemetaan
Articles 107 Documents
Analisis Pelaksanaan Proyek Konstruksi dengan Metode Earned Value pada Pembangunan Hotel Santika Bukittinggi Leli Honesti; Rendra Wiranto
Jurnal Teknik Sipil ITP Vol 8 No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL ITP (JTS ITP)
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.653 KB) | DOI: 10.21063/jts.2021.V801.01

Abstract

Pembangunan infrastruktur dan proyek konstuksi di kota Bukittingi semakin meningkat. Salah satu infrastruktur yang dibangun saat ini adalah Hotel Santika Bukittinggi yang digunakan sebagai tempat penginapan yang memiliki fasilitas kamar, hiburan serta layanan yang mewah. Proyek pembangunan hotel tersebut dijadwalkan selesai dalam masa 365 hari kalender. Semua daya upaya harus dilakukan secara matang agar biaya dan waktu proyek menjadi lebih terkendali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kinerja proyek berdasarkan waktu dan biaya, prakiraan waktu total dalam penyelesaian pekerjaan proyek konstruksi dan prakiraan biaya total proyek berdasarkan metode Earned Value. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari kontraktor pelaksana. Data yang digunakan meliputi data RAB, RAP dan Time Schedule. Konsep earned value terdiri dari tiga indikator yaitu Budget Cost of Work Schedule (BCWS), Budget Cost of Work Performance (BCWP), dan Actual Cost of Work Performance (ACWP). Dari ketiga indikator tersebut, dilakukan analisis Cost Varians (CV), Cost Performance Index (CPI) dan Schedule Performance Index (SPI). Setelah menghitung bermacam indeks tersebut maka dapat dihitung Estimate to Complete (ETC), Estimate at Completion (EAC) dan Estimate all Schedule (EAS). Hasil penelitian menunjukkan kinerja proyek mengalami keterlambatan, ini terlihat dari data perhitungan analisis penilaian kinerja proyek SV<0 dan dari indeks kinerja jadwal didapat SPI < 1.
Beton Ringan dengan Bahan Plastik sebagai Agregat Kasar untuk Konstruksi di Atas Lahan Gambut Doni Rinaldi Basri; Husni Mubarak
Jurnal Teknik Sipil ITP Vol 8 No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL ITP (JTS ITP)
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.164 KB) | DOI: 10.21063/jts.2021.V801.02

Abstract

Provinsi Riau merupakan wilayah yang memiliki lahan gambut yang terluas di Sumatra 4,044 juta Ha (56,1% dari luas lahan gambut Sumatera atau 45% dari luas daratan Propinsi Riau). Tanah gambut memiliki daya dukung rendah, tingkat kompresibilitas yang tinggi dan kandungan air yang juga tinggi sehingga kurang baik digunakan sebagai pendukung bangunan konstruksi. Oleh karena itu untuk menahan konstruksi yang berada di atas tanah gambut perlu inovasi baru terhadap betonnya yaitu menggunakan beton ringan. Pada penelitan beton ringan ini agregat kasar (batu) diganti menggunakan plastik PET (polyethylene terephthalate) selanjutnya dilakukan analisis uji tekan beton dan massa/berat beton. Tujuan pengujian tersebut adalah untuk mangetahui campuran plastik yang mana tergolong dalam beton ringan dan cocok digunakan untuk konstruksi di atas lahan gambut. Manfaat dari penelitian ini adalah membuat beton ringan yang bisa digunakan pada lahan gambut. Penggantian agregat kasar dengan plastik PET dibuat dengan variasi campuran 0%, 40%, 50%, 70% dan 100%, dari hasil pengujian campuran 70% dan 100% yang termasuk beton ringan dengan berat 6.4 Kg dan 5.81 Kg. Pada capuran 70% PET mutu beton K-193 termasuk beton ringan dengan kekuatan menengah, sehingga campuran ini dapat digunakan pada konstruksi lahan gambut.
Analisis Penurunan Segera pada Pondasi Telapak Berdasarkan Nilai Daya Dukung Terzaghi, Mayerhof, Brinch Hansen, dan Vesic Egidius Kalogo; Krisantos Ria Bela; Paulus Sianto
Jurnal Teknik Sipil ITP Vol 8 No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL ITP (JTS ITP)
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.935 KB) | DOI: 10.21063/jts.2021.V801.03

Abstract

Pondasi telapak merupakan pondasi yang berdiri sendiri dalam mendukung sebuah kolom serta meneruskan beban yang bekerja menuju ke tanah dasar. Apabila dalam mendesain suatu pondasi tidak mencapai tanah keras, maka akan terjadi penurunan. Untuk mengetahui penurunan yang terjadi pada pondasi telapak, maka harus dilakukan perhitungan daya dukung tanah terlebih dahulu. Adapun teori daya dukung tanah yang sering digunakan yaitu teori Terzaghi, Meyerhof, Brinch Hansen, dan Vesic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai daya dukung kemudian dilakukan perhitungan penurunan segera yang terjadi pada pondasi telapak. Penelitian ini akan diselesaikan dengan cara melakukan pengujian sampel tanah di laboratorium. Adapun sampel tanah yang akan digunakan yaitu pada ruas Jalan Amabi Oebufu Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Berdasarkan hasil perhitungan nilai daya dukung dan penurunan segera untuk pondasi telapak berukuran 2m × 2m pada titik A dengan jenis tanah adalah lempung kepasiran, Terzaghi memperoleh nilai daya dukung terkecil yaitu 129,77 kg/cm2 dengan penurunan segera yang terjadi adalah 0,6540 m. Untuk titik B, dengan jenis tanah adalah Limestone/tanah putih, nilai daya dukung terendah juga dimiliki oleh Terzaghi yaitu 758,95 kg/cm2 dengan penurunan segera yang terjadi adalah 1,4953 m. Untuk titik C dengan jenis tanah adalah lempung kepasiran, nilai daya dukung terendah dimiliki oleh Meyerhof yaitu 444,75 kg/cm2 dengan penurunan segera yang terjadi adalah 2,2412 m. Dan untuk titik D dengan jenis tanah adalah lempung kepasiran, nilai daya dukung terendah dimiliki oleh Terzaghi yaitu 283,14 kg/cm2 dengan penurunan segera yang terjadi adalah 1,4269 m. Untuk angka keamanan yang dipakai adalah (FS) = 2.
Analisa Penggunaan Jalur Pedestrian di Kawasan Wisata Pantai Padang Guna Meningkatkan Minat Kunjungan Wisatawan Jihan Melasari; Nadra Asryad
Jurnal Teknik Sipil ITP Vol 8 No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL ITP (JTS ITP)
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.449 KB) | DOI: 10.21063/jts.2021.V801.04

Abstract

Kota Padang merupakan ibukota Provinsi Sumatera Barat yang memiliki mobilitas tinggi salah satunya penyebabnya karena adanya objek wisata. Sebagaimana yang kita ketahui objek wisata itu adalah Pantai Padang, dengan hamparan pantainya yang sangat indah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang akan mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung, menganalisa keberadaan jalur pedestrian sebagai prasarana untuk meningkatkan keindahan Pantai Padang. mengevaluasi kembali tujuan awal dibangun jalur pedestrian ini sehingga pembangunan yang akan terus berlanjut dapat mengacu pada hasil penelitian ini. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif di mana data penelitian didapatkan dari hasil pendapat wisatawan yang berkunjung ke Pantai Padang. Faktor-faktor yang menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Pantai Padang adalah karena keindahan, terlihat dari jumlah persentase wisatawan yang menyatakan bahwa Pantai Padang indah yaitu 95%. Berdasarkan hasil survei terhadap 100 orang responden, maka jumlah persentase wisatawan yang menyatakan jalur pedestrian dianggap penting yaitu 57%, dengan adanya jalur pedestrian meningkatkan kenyamanan pengunjung. Sedangkan jumlah persentase wisatawan yang menyatakan keberadaan pedagang kaki lima mengganggu kenyamanan saat berekreasi yaitu 58%. Karena keberadaan pedagang kaki lima menggurangi keindahan di kawasan pantai dan mengalih fungsikan jalur pedestrian.
Analisis Potensial Penjalaran Gelombang Tsunami di Pesisir Barat Lampung, Indonesia Dian Pratiwi; Arniza Fitri
Jurnal Teknik Sipil ITP Vol 8 No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL ITP (JTS ITP)
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.688 KB) | DOI: 10.21063/jts.2021.V801.05

Abstract

Tsunami yang didasari oleh kejadian gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan yang serius untuk penduduk wilayah pesisir pantai, terutama yang berada dekat dengan pusat gempa. Merujuk pada kejadian tsunami yang terjadi pada tahun 2004, pemerintah mulai mencanangkan pentingnya mitigasi untuk melindungi daerah pesisir pantai. Daerah Pesisir Barat Lampung merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan lempeng Eurasia. Hal ini dapat menjadi salah satu pemicu kemungkinan terjadinya gelombang tsunami pada Pesisir Barat Lampung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperlihatkan potensi penjalaran gelombang tsunami di daerah Pesisir Barat Lampung. Simulasi yang dilakukan dalam kajian ini meliputi dua tahapan: 1) simulasi dari penjalaran gelombang gempa dengan menggunakan data gempa pada tahun 2019 (magnitudo 5,1 di area sekitar Pesisir Barat Lampung) dan dengan mengasumsi magnitudo gempa sebesar 6,0; 7,0 dan 8,0 (simulasi dilakukan dengan menggunakan metode deformasi), 2) Simulasi penjalaran gelombang tsunami dengan menggunakan TUNAMI Modified (beta version). Berdasarkan hasil simulasi, penjalaran gelombang tsunami dengan magnitudo 5,1 tidak mencapai garis pantai pada daerah Krui dan Bengkunat. Sedangkan untuk gempa dengan magnitudo 8,0 menghasilkan gelombang sebesar 1,14 meter pada garis pantai Bengkunat. Walaupun penjalaran gelombang pada gempa 5,1 tidak mencapai garis pantai, namun perlu adanya simulasi potensial penjalaran gelobang tsunami untuk magtitudo gempa yang lebih besar guna pengambilan keputusan dalam penentuan mitigasi bencana di daerah Pesisir Barat Lampung.
Analisis Kerentanan Pantai Pulau Rupat Provinsi Riau Berdasarkan Metode Indeks Kerentanan Pantai Rizki Ramadhan Husaini; Novreta Ersyi Darfia
Jurnal Teknik Sipil ITP Vol 8 No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL ITP (JTS ITP)
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.791 KB) | DOI: 10.21063/jts.2021.V801.06

Abstract

Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki garis pantai. Pulau Rupat merupakan bagian dari Provinsi Riau yang letaknya berbatasan langsung dengan Selat Melaka. Potensi Pulau Rupat sebagai wilayah pesisir banyak dimanfaatkan sebagai objek pariwisata, pemukiman dan industri. Sebagai pulau terluar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka perlu identifikasi dan pemetaan tingkat kerentanan pantai di Pulau Rupat sehingga dapat memberikan rekomendasi wilayah mana di Pulau Rupat yang harus diselamatkan dari kerusakan pantai. Metode penelitian yang digunakan yaitu berdasarkan pendekatan Indeks Kerentanan Pantai (IKP) dan Geographical Information System (GIS) untuk menentukan parameter perubahan garis pantai. Sedangkan data penelitan bersumber dari hasil survey lapangan kerusakan pantai di wilayah penelitian serta data citra satelit selama 20 tahun terakhir (2000-2020) untuk melihat besarnya perubahan garis pantai. Berdasarkan hasil analisis, tingkat kerentanan pantai di Pulau Rupat berada dalam kategori rendah hingga sangat tinggi dengan kondisi teknis mengalami abrasi maupun akresi. Penelitian ini juga memberikan hasil bahwa Desa Tanjung Jaya, Tanjung Punak, Teluk Lapin, Kedur, Makeruh, Pergam, Batu Panjang, Tanjung Kapal terjadi pengurangan garis pantai di mana Desa Pergam memiliki pengurangan garis pantai tertinggi yaitu sebesar 3,557 m/tahun.
Pembuatan Dinding Beton Ringan Akustik dengan Pemanfaatan Limbah Serat Serabut Kelapa (Cocofiber) Melloukey Ardan; Ninny Siregar; Nuril Mahda
Jurnal Teknik Sipil ITP Vol 7 No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL ITP (JTS ITP)
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.316 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V702.04

Abstract

Penggunaan material partisi ruangan yang kedap suara semakin dibutuhkan. Material komposit berbahan dasar serat sabut kelapa (cocofiber) merupakan sebuah alternatif material kedap suara yang ramah lingkungan. Dalam penelitian ini, serat sabut kelapa berfungsi sebagai agregat aditif yang berfungsi sebagai penyerap suara pada campuran beton ringan sehingga beton menjadi lebih kedap suara dibanding beton normal. Serat alam pada umumnya memiliki kemampuan meredam suara khususnya dalam mengendalikan kebisingan, karena mempunyai sifat porositas dan struktur amorf yang lebih tinggi dibanding serat sintetik. Penelitian ini merupakan inovasi dibidang ilmu material bangunan (fisika bangunan) pada teknik sipil, yang memanfaatkan serat sabut kelapa (cocofiber) untuk dijadikan sebagai bahan tambahan (aditif) pada dinding beton ringan akustik. Serat sabut kelapa (cocofiber) merupakan limbah yang belum maksimal dimanfaatkan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan beton ringan yang dapat meredam suara (akustik) dengan memanfaatkan beberapa variasi campuran serat sabut kelapa (cocofiber). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di Laboratorium Beton Fakultas Teknik Universitas Medan Area untuk pembuatan Mix Design dan di Laboratorium Noise and Vibration Control Fakultas Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara untuk pengujian dan pengukuran akustik dengan alat tube impedanse (tabung peredam kebisingan). Pengujian dengan frekuensi 1000 Hz dan 4000 Hz. Varian campuran serat sabut kelapa (cocofiber) 0% dan 15%. Hasil yang didapat adalah daya serap suara optimum tercapai pada penambahan cocofiber 15%.
Pengaruh Metode Perawatan Beton Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Mulyati; Ziga Arkis
Jurnal Teknik Sipil ITP Vol 7 No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL ITP (JTS ITP)
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.722 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V702.05

Abstract

Perawatan (curing) beton merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Perawatan beton dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode sesuai dengan jenis dan kondisi elemen struktur yang akan dirawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai kuat tekan beton yang dihasilkan dari beberapa metode perawatan beton yang digunakan, dan untuk mengetahui metode perawatan beton yang baik. Pada penelitian ini dibuat benda uji untuk campuran beton normal dengan kuat tekan rencana f’c = 18,675 MPa, menggunakan cetakan silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 12 buah untuk pengujian kuat tekan beton umur 28 hari. Perawatan beton menggunakan metode merendam dalam air, membasahi permukaan dengan air, membungkus dengan plastik hitam, dan membungkus dengan karung goni basah, yang dilakukan sampai umur pengujian kuat tekan beton. Dari hasil pengujian kuat tekan beton diperoleh besarnya nilai kuat tekan rata-rata benda uji beton untuk masing-masing metode perawatan beton adalah merendam dalam air sebesar 18,95 MPa, membasahi permukaan dengan air sebesar 13,70 MPa, membungkus dengan plastik hitam sebesar 18,93 MPa, dan membungkus dengan karung goni basah sebesar 17,41 MPa. Berdasarkan nilai kuat tekan beton yang diperoleh dapat diketahui bahwa perawatan beton metode merendam dalam air dan metode membungkus dengan plastik hitam dapat mencapai kuat tekan beton rencana, dengan demikian dapat dinyatakan bahwa metode perawatan beton yang baik yaitu merendam dalam air dan membungkus dengan plastik hitam.
Analisis Matematis untuk Pemompaan Air Tanah 2 Dimensi Steady pada Aquifer Bebas Maizir
Jurnal Teknik Sipil ITP Vol 7 No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL ITP (JTS ITP)
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.959 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V702.02

Abstract

Pemanfaatan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih dapat diambil dari sumber air tanah dengan menggunakan teknologi pompa. Pemompaan air tanah yang berlebihan dapat menyebabkan ketidak seimbangan sink – source yang mengakibatkan terjadinya defisit sumber air tanah itu sendiri. Masalah pemompaan sumber air tanah yang berpengaruh pada source dan sink ini dapat dianalisis secara matematis. Analisis matematis ini bertujuan untuk menurunkan persamaan matematis keadaan air tanah akibat pengaruh source dan sink. Analisisnya diturunkan dengan metode elemen hingga (finite element). Diskritisasi domain aliran air tanah, elemen hingganya menggunakan elemen segitiga dengan fungsi pendekatan linear. Hasil analisis matematis dengan metode elemen hingga ini ditujukan untuk pembuatan model simulasi matematik guna memprediksi aliran air tanah dua dimensi keadaan steady (steady-state) 2D pada aquifer bebas (unconfined aquifer) akibat perlakuan sink dan source. Parameter aquifer dianggap konstan sepanjang elemen, tetapi dapat bervariasi di antara elemen ke elemen lainnya. Syarat batas diberlakukan untuk kedua jenis batas yaitu batas flux spesifik dan batas head spesifik. Sinks dan sources dibolehkan pada titik nodal. Dari hasil analisis ini, jika dibuatkan model simulasinya dengan diberikan data masukan berupa debit source atau sink, keadaan awal dan keadaan batasnya, maka kita akan dapat mensimulasikan keadaan muka air tanah akibat pemompaan dengan perlakuan source dan/atau sink. Dari hasil simulasinya juga akan dapat menggambarkan keadaan elevasi muka air tanah sebelum dan sesudah adanya perlakuan source atau sink.
Analisa Kinerja Proyek Menggunakan Metoda Earned Value Management dan Pengendalian dengan Metoda Time Cost Trade Off (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jembatan Silaosinan Kabupaten Mentawai) Jajang Atmaja; Etri Suhelmidawati; Hendra Alexander; Monika Natalia; Merley Misriani; Rafella Nola
Jurnal Teknik Sipil ITP Vol 7 No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL ITP (JTS ITP)
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.581 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V702.06

Abstract

Pengolahan suatu proyek sangat bergantung pada pengendalian setiap aktivitas, sehingga pelaksanaan suatu proyek konstruksi dapat senantiasa terkontrol. Earned Value Management method adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui kinerja dari proyek. Pada pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Jembatan Silaosinan, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat ini, terjadi keterlambatan dalam pelaksanaannya, maka penulis meninjau ulang dari minggu ke-26 dimana bobot realisasi 48,044% sedangkan bobot rencana 51,328%, terdapat deviasi (3,284%), maka perlu dilakukan perhitungan biaya sisa dan waktu tersisa sampai minggu ke-26, kemudian dilakukan percepatan agar proyek dapat kembali sesuai kontrak. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilai estimasi biaya penyelesaian proyek (Estimate at Completion) adalah sebesar Rp 28.091.045.542 , nilai estimasi waktu penyelesaian proyek (Time Estimate) 41,475 minggu. Alternatif penambahan tenaga kerja dan penambahan shift kerja dilakukan dalam mempercepat pelaksanaan proyek. Keadaan proyek kembali ke durasi rencana dengan penambahan biaya sebesar Rp 685.220.700.

Page 1 of 11 | Total Record : 107