Luh Putu Iin Indrayani Maker
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Ekspresi Matriks Metaloproteinase 9 pada Infiltrasi Karsinoma Tiroid Papiler Klasik dan Varian Folikuler Ni Wayan Armerinayanti; I Ketut Mulyadi; Luh Putu Iin Indrayani Maker
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 2 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.195 KB)

Abstract

Latar belakangKarsinoma tiroid papiler (KTP) merupakan 80% dari seluruh karsinoma tiroid berdiferensiasi baik dengan 2 tipe paling sering yaitu KTP klasik dan KTP varian folikuler (KTPVF). Agresivitas antara kedua tipe KTP ini masih kontroversi dalam berbagai aspek klinikopatologik. Matriks metaloproteinase 9 (MMP-9) merupakan marka relevan dalam memprediksi agresivitas tumor karena mempengaruhi proses invasi dan metastasis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ekspresi MMP-9 dalam mempengaruhi luas infiltrasi KTP sehingga berkaitan dengan agresivitas KTP.MetodePenelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 40 sediaan blok parafin pasien KTP Klasik dan KTPVF yang diperiksa secara histopatologi di Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar sejak tanggal 1 Januari 2011 sampai 30 Juni 2014. Sampel terdiri dari 10 KTP klasik intrakompartemen, 10 KTP klasik ekstrakompartemen, 10 KTPVF intra-kompartemen dan 10 KTPVF ekstrakompartemen. Selanjutnya dilakukan pulasan imunohistokimia MMP-9 pada seluruh sampel. Hasil penelitian dianalisis dengan uji one way anova dan regresi multipel ANCOVA dengan kemaknaan p<0,05.HasilTerdapat perbedaan rerata skor ekspresi MMP-9 antar keempat kelompok, di mana rerata skor ekspresi MMP-9 KTP klasik intrakompartemen 2,60±1,77; KTP klasik ekstrakompartemen 7,80 ±1,54; KTPVF intra-kompartemen 3,70±1,74 dan KTPVF ekstrakompartemen 7,00±1,80. Melalui uji one way anova terdapat perbedaan yang bermakna antara KTP intrakompartemen dengan KTP ekstrakompartemen (p<0,001). Uji regresi ANCOVA menunjukkan tidak terdapat pengaruh usia, jenis kelamin dan ukuran tumor terhadap skor ekspresi MMP-9 (p>0,05).KesimpulanPeningkatan maupun penurunan ekspresi MMP-9 mempengaruhi luas infiltrasi KTP sehingga ekspresi MMP-9 berkaitan dengan agresivitas KTP.
Hubungan Ekspresi CXC Reseptor 4 dan Vascular Endothelial Growth Factor A dengan Invasi Pembuluh Darah dan Metastasis pada Karsinoma Payudara Analysa -; Luh Putu Iin Indrayani Maker
Majalah Patologi Indonesia Vol 22 No 1 (2013): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.2 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Penelusuran 10 tahun pemeriksan HE pada penderita karsinoma payudara dengan T1N0M0 ditemukan angka rekurensi 33%, karena adanya metastasis yang tidak terdeteksi. Karena itu dipandang perlu dilakukan pemeriksaan dini yang dapat memprediksi potensi metastasis tumor dengan mengunakan faktor prediktif biologik seperti CXCR4 dan VEGF A yang belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara CXCR4 dan VEGF A pada karsinoma payudara dengan invasi pembuluh darah dan metastasis jauh secara klinis. Metode Penelitian potong lintang dilaksanakan di Bagian/SMF Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar mulai 20 September 2011 sampai 30 Januari 2012. Karsinoma payudara sebanyak 75 sediaan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipulas dengan pewarnaan imunohistokimia VEGF A dan CXCR4 lalu dikorelasikan dengan invasi ke pembuluh darah dan metastasis jauh. Penilaian ekspresi CXCR4 dan VEGF A dibuat berdasarkan analisis persentase sel tumor yang positif dan intensitas pewarnaan (Imuno score). Hasil Berdasarkan analisis dengan analisis statistik non parametrik Spearman’s rho dengan SPSS 19.0 for window terlihat hubungan yang bermakna dari beberapa variabel yang dikorelasikan. Penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat ekspresi CXCR4 dengan VEGF A (r=0,572; p=0,000). Ditemukan pula adanya hubungan yang bermakna antara CXCR4 dengan invasi ke pembuluh darah (r=0,538; p=0,000) dan CXCR4 dengan metastasis jauh (r=0,526; p=0,000) serta antara VEGF A dengan invasi ke pembuluh darah (r=0,568; p=0,000) dan VEGF A dengan metastasis jauh berdasarkan klinis (r=0,518; p=0,000). Kesimpulan CXCR4 dan VEGF A dapat dipertimbangkan sebagai petanda biologi untuk memprediksi metastasis pada karsinoma payudara. Kata kunci : karsinoma payudara, CXCR4, VEGF A, Invasi pembuluh darah, metastasis jauh. ABSTRACT Background Ten years follow up of T1N0M0 breast carcinoma patiens with H.E staining discovered 33% recurency rate consed by undetectable metastasis before. To be able to predict the metastatic potensiality the biologic predictive factors such as CXCR4 and VEGF A could be performed. The purpose of this study is to investigate the relationship between CXCR4 and VEGV A expression with vascular invasion and distant metastasize. Methods This study is a cross sectional study, conducted in Anatomical Pathology Department, Faculty of Medicine, University of Udayana, Sanglah general hospital since September 20th 2011 until January 30th 2012. 75 breast carcinoma speciment was steined by CXCR4 and VEGF A and correlated with evidance of vascular invasion and distant metastasis. The expression of CXCR4 and VEGF was scoring using immuno score system (analysis of percentage of positive stained tumor cells and intensity of the staining). Results Statistical analysis was done using non parametric Spearman’s rho with SPSS 19.0 for windows program, found correlation between degree of CXCR4 and VEGF A expression (r=0.572; p=0.000). There was also correlation between degree of CXCR4 expression with vascular invasion (r=0.538; p=0.000) and with distant metastasis (r=0.526; p=0.000). There was correlation between VEGF A expression with vascular invasion (r=0.568; p=0.000) and VEGF A with distant metastasis (r=0.518; p=0.000). Conclusion CXCR4 and VEGF A could be considerated as a predictive factor for metastasis in breast carcinoma. Key words : breast carcinoma, CXCR4, VEGF A, vascular invasion, distant metastasis.
Laporan Kasus: Melanoma Maligna pada Gingiva Regio Mandi-bulla Luh Putu Iin Indrayani Maker; Moestikaningsih .
Majalah Patologi Indonesia Vol 23 No 3 (2014): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.082 KB)

Abstract

Primary oral malignant melanoma is a very rare case (0.2-8%), and because of it’s hidden location and asymptomatic, it was often found at a late stage. This kind of case was never been reported in the past 10 years in Denpasar. Malignant melanoma, especially the pigmented variant, was easily diagnosed from histopathology specimen. But many variations occurred, and could be mistaken with nevus (nevoid melanoma) or mesenchymal spindle cell tumour, so immunohistochemistry examination is needed to confirmed it. In certain cases, cell block from FNAB aspirate material could help the patient to spent a lower cost to get a diagnostic material, considering the possibility of using immunohistochemistry procedure from cell block material. The case that we reported here was clinically, Radiologic, FNAB, histopathologically and immunohistochemistry for HMB45 and S100 from cell block was confirmed the primary malignant melanoma of right gingival mandible with a late stage. Key words : cell block, FNAB, histopathology, immunohistochemistry, malignant melanoma
Hubungan Derajat Diferensiasi dan Tingkat Kedalaman Invasi Tumor terhadap Densitas Sel Limfosit T CD3+ dan Limfosit B CD20+ pada Adenokarsinoma Kolorektal Novitasari Novitasari; Ketut Mulyadi; Luh Putu Iin Indrayani Maker
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 2 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.893 KB)

Abstract

Latar belakangPemahaman mengenai lingkungan mikro lokal tumor sebagai salah satu faktor prognosis dan prediktif masih perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah respon imun adaptif in situ (intratumoral dan peritumoral). Infiltrat sel-sel imun bersifat sangat heterogen antar tipe tumor dan antar pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur densitas sel limfosit T CD3+ dan limfosit B CD20+ intratumoral dan peritumoral pada berbagai kelompok derajat diferensiasi dan tingkat kedalaman invasi tumor sebagai bukti adanya respon imun adaptif in situ pada karsinoma kolorektal (KKR).MetodePenelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang dengan sampel sebesar 46 kasusyang kemudian dilakukan pulasan imunohistokimia CD3 dan CD20. Perbedaan ekspresi pada masing-masing kelompok dianalisis dengan uji One Way Anova dan Kruskal-Wallis, sedangkan hubunganantara variabel bebas dan tergantung dinilai dengan uji multipel regresi linear dengantingkat kemaknaan (α)=0,05.HasilHasil uji statistikmemperlihatkan perbedaan bermakna densitas sel limfosit T CD3+ intratumoral antar kelompok derajat diferensiasi (p=0,000) dan tingkat kedalaman invasi tumor (p=0,042); densitas sel limfosit B CD20+ intratumoral dengan tingkat kedalaman invasi tumor (p=0,029); dan densitas sel limfosit B CD20+ peritumoral dengan derajat diferensiasi (p=0,021) dan tingkat kedalaman invasi tumor (p=0,000). Pada uji multipel regresi linear, didapatkan hubungan yang bermakna antara derajat diferensiasi terhadap densitas sel limfosit T CD3+ intratumoral (p=0,000) dan tingkat kedalaman invasi tumor terhadap sel limfosit B CD20+ peritumoral (p=0,000).KesimpulanTerdapathubungan antara derajat diferensiasi dan tingkat kedalaman invasi tumor dengan densitas sel limfosit T CD3+ intratumoral dan limfosit B CD20+ peritumoral pada adeno-karsinoma kolorektal sebagai bukti adanya respon imun adaptif pada keganasan.
Ekspresi Galectin-3 pada Karsinoma Papiler, Hiperplasia Nodular dan Adenoma Folikular Organ Tiroid Di Bali Ni Ketut Ari Widhiasih; Herman Saputra; Luh Putu Iin Indrayani Maker
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 2 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.061 KB)

Abstract

Latar belakang Karsinoma tiroid merupakan keganasan organ endokrin tersering. Lebih dari 85% kasus merupakan karsinoma papiler, yang tidak jarang menimbulkan kesulitan diagnosis, dan dapat dikelirukan dengan hiperplasia nodular dan adenoma folikular. Galectin-3 merupakan salah satu petanda yang terlibat pada mekanisme adesi sel. Protein ini mempunyai struktur pentamer unik yang berfungsi meregulasi berbagai mekanisme, antara lain kelangsungan hidup, proliferasi, transformasi, serta migrasi sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ekspresi galectin-3 pada karsinoma papiler lebih tinggi dibandingkan dengan hiperplasia nodular dan adenoma folikular tiroid, dan untuk melihat apakah ekspresi galectin-2 dapat digunakan sebagai petanda diagnostik. Metode Penelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang. Sampel penelitian diambil dari sediaan blok parafin dari bahan operasi tiroidektomi penderita yang telah diperiksa secara histopatologik di Bagian/SMF Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar, sejak Januari 2013 sampai Agustus 2014. Jumlah sampel adalah 42, terdiri atas 14 kasus hiperplasia nodular, 14 kasus adenoma folikular, dan 14 kasus karsinoma papiler tiroid. Selanjutnya dilakukan pulasan imunohistokimia dengan antibodi primer anti galectin-3 pada seluruh sampel. Hasil penelitian dianalisis dengan uji chi-square, dengan tingkat kemaknaan (α) pada p
PROFIL SITOLOGI EFUSI PLEURA MALIGNA DI RSUP SANGLAH TAHUN 2015-2017 M. Arif Perdana Ariyansyah; Luh Putu Iin Indrayani Maker; I Wayan Juli Sumadi; Ni Putu Sriwidyani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.461 KB) | DOI: 10.24843/10.24843.MU.2020.V09.i6.P10

Abstract

ABSTRAK Efusi pleura merupakan sebuah kondisi patologis dari pleura. Akumulasi cairan rongga pleura ini dapat memberikan informasi tambahan bagi praktisi klinis untuk menegakkan diagnosis, termasuk adanya keganasan. Pemeriksaan sitologi efusi pleura adalah salah satu pemeriksaan yang mudah dilakukan, tidak membutuhkan biaya besar, dan minim tindakan invasif pada pasien. Di Indonesia, masih sedikit penelitian yang berkaitan dengan profil sitologi efusi pleura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sitologi efusi pleura pada kasus keganasan di RSUP Sanglah. Penelitian ini menerapkan metode penelitian deskriptif cross-sectional. Data penelitian menggunakan data sekunder yang tersimpan di arsip Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah, Denpasar, periode Januari 2015 hingga Desember 2017. Teknik pengumpulan sampel menggunakan metode total sampling. Total sampel pada penelitian ini adalah 628 pasien dengan rerata umur 50,84(±16,78) tahun dan didominasi oleh laki-laki (52,50%). Diagnosis klinis sebagai rujukan untuk dilakukannya pemeriksaan sitologi efusi pleura didominasi oleh curiga keganasan dengan 290 kasus (46,20%). Hasil pemeriksaan positif sebesar 52 kasus (8,30%) dan seluruhnya merupakan kasus keganasan sekunder. Rerata umur keganasan sekunder adalah 58,98(±13,21) tahun dan didominasi perempuan (76,90%). Tipe keganasan sekunder terbanyak adalah karsinoma sebanyak 33 kasus (63,5%) dengan rerata umur 58,30(±11,56) tahun dan malignant, NOS sebanyak 19 kasus (36,50%) dengan rerata umur 60,16(±15,96) tahun. Kedua kasus tersebut didominasi oleh perempuan, 27 kasus (81,80%) pada karsinoma dan 13 kasus (68,40%) pada malignant, NOS. Keganasan sekunder merupakan keganasan efusi pleura yang paling banyak terjadi. Setengah diantaranya bertipe karsinoma dan mayoritas terjadi pada perempuan. Kata Kunci : Sitologi, Efusi Pleura, Maligna, RSUP Sanglah.
Hubungan antara Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dengan Berbagai Parameter Patologik Karsinoma Sel Skuamosa Serviks Uteri di RSUP Sanglah Denp annie minerva datui; Ni Wayan Winarti; Luh Putu Iin Indrayani Maker; I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi; I Made Muliarta; Ni Putu Sriwidyani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/10.24843.MU.2021.V10.i8.P08

Abstract

Cervical cancer is the second most common malignancy in women with increasing morbidity and mortality rate. VEGF is known as one of pro-angiogenic factors that induce angiogenesis in various malignancy. VEGF overexpression is associated with poor prognosis and plays an important role in cervical cancer progression. This study aimed to investigate the association between VEGF expression and pathological parameters of squamous cell carcinoma of uterine cervix in Sanglah General Hospital Denpasar. This is a cross-sectional study design. The sampel size was 36 paraffin blocks which were selected by consecutive sampling. Pathological parameter data were divided into 2 categories; tumor size (£4 cm, >4 cm), tumor extension (intra and extra-uterine), lymphatic vascular invasion (positive, negative), vascular density (low, high) and lymph node metastasis (positive, negative). VEGF expressions were examined by imunohistochemical technique and evaluated by Histo-Score method. All variables were analyzed by Chi-square analysis with significance value p <0.05. Chi-square analysis revealed an association between tumor size and VEGF expression (p=0.035). In addition, large tumor size (>4 cm) has 2.17 times probability of causing high VEGF expression. VEGF expression were not associated with tumor extension (p=0.502), lymphatic vascular invasion (p=0.346), vascular density (p=0.364) and lymph node metastasis (p=0.209). This study has proved that tumor size is associated with VEGF expression. Large tumor size has greater risk of causing high VEGF expression therefore anti-VEGF targeted therapy could be proposed in large tumor size. There were no association between VEGF expression and tumor extension, lymphatic vascular invasion, vascular density and lymph node metastasis. Keywords: VEGF expression, squamous cell carcinoma, uterine cervix.
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI PENDERITA KARSINOMA PAYUDARA DI RSUP SANGLAH TAHUN 2013 – 2016 I Gede Indradika Pratama Putra; Herman Saputra; Luh Putu Iin Indrayani Maker; Ni Putu Sriwidyani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.763 KB)

Abstract

Karsinoma payudara adalah salah satu keganasan pada perempuan yang menyebabkan angka kematian yang tinggi di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui data karakteristik penderita karsinoma payudara berdasarkan usia, derajat diferensiasi, dan tipe histopatologi di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2013 – 2016. Penelitian ini adalah studi retrospektif dengan menggunakan data sekunder pasien karsinoma payudara berupa usia, derajat diferensiasi, dan tipe histopatologi menurut klasifikasi WHO 2012 di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2013-2016. Terdapat 1.035 kasus karsinoma payudara, namun hanya 832 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Rentang usia penderita karsinoma payudara terbanyak terjadi pada usia 40-49 tahun sebanyak 339 kasus (40,7%), pada karsinoma invasif payudara derajat diferensiasi terbanyak yaitu grade 3 sebanyak 378 kasus (45,4%), pada ductal carcinoma in situ derajat diferensiasi terbanyak yaitu high grade sebanyak 17 kasus (68%), tipe histopatologi terbanyak yaitu invasive carcinoma of no special type (invasive ductal carcinoma) sebanyak 567 kasus (68,1%) untuk karsinoma invasif payudara. Kata kunci: Karsinoma payudara, Klinikopatologi, RSUP Sanglah, Bali.
PROFIL PASIEN PAP SMEAR DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2018 – 2019 Kadek Denik Suastini; Ni Putu Sriwidyani; Luh Putu Iin Indrayani Maker; Ni Made Mahastuti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.v11.i01.p10

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks uteri merupakan penyakit keganasan ginekologi yang menimbulkan masalah dalam kesehatan reproduksi yang dihadapi oleh wanita-wanita di dunia termasuk di Indonesia. Kanker serviks diperkirakan menduduki posisi ke-2 dari penyakit kanker yang menyerang wanita di dunia serta posisi ke-1 bagi perempuan di negara berkembang. Pemeriksaan pap smear dapat dilaksanakan guna mengetahui perubahan-perubahan prakanker yang memungkinkan terjadi dalam serviks uteri. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui data profil pasien pap smear di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar tahun 2018 – 2019. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling yang mana data penelitian bersumber melalui data sekunder pasien yang tercatat di buku registrasi sitologi hasil pemeriksaan Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar periode 1 Januari 2018 – 31 Desember 2019. Data pasien yang dikumpulkan berupa usia, alasan melakukan pap smear, dan hasil pap smear menurut sistem Bethesda 2014. Sampel yang terkumpul pada penelitian ini sebanyak 1501 sampel pasien pap smear, dengan hasil paling banyak di kelompok umur 41 hingga 50 tahun yakni 487 individu (32,4%), memiliki alasan melakukan pap smear paling banyak yaitu skrining dengan jumlah 1285 orang (85,6%), dan hasil sitologi pap smear terbanyak yaitu dengan gambaran Reactive cellular changes associated with inflammation yang tercatat sebanyak 541 orang (36,0%). Kata kunci : Kanker Serviks, Pap Smear, Sistem Bethesda 2014, RSUP Sanglah Denpasar