Sjahjenny Mustokoweni
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Ekspresi CD8 dengan Skor Diferensiasi Liposarkoma Ida Hartati; Sjahjenny Mustokoweni
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 2 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.109 KB)

Abstract

Latar belakang Liposarkoma merupakan keganasan jaringan lunak yang cukup sering. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya didapatkan 30 kasus liposarkoma dengan berbagai skor differensiasi, dari sekitar 150 kasus keganasan jaringan lunak, dalam rentang waktu 5 tahun periode Januari 2008-Desember2012. CD8 memiliki peran dalam proses apoptosis. Penelitian ini menganalisis hubungan ekspresi CD8 dengan skor diferensiasi liposarkoma Metode Penilaian dilakukan terhadap blok parafin penderita liposarkoma yang didiagnosis di RSUD Dr. Soetomo mulai Januari 2008-Desember 2012. Sebanyak 30 sampel untuk kepentingan statistik, 18 sampel dilakukan pulasan imunohistokimia CD8. Hubungan ekspresi CD8 dengan skor diferensiasi liposarkoma menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil Ekspresi CD8 lemah pada semua skor diferensiasi (skor 1 dan 2). Uji hubungan antara ekspresi CD8 (p=1,00) dengan skor diferensiasi liposarkoma menunjukkan tidak didapatkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi CD8 dengan skor diferensiasi liposarkoma. Kata kunci: apoptosis,CD8, liposarkoma.
Perbedaan Ekspresi E-cadherin dan MMP-9 pada Adeno-karsinoma Prostat Bermetastasis dan Non Metastasis ke Tulang Aniek Meidy Utami; Sjahjenny Mustokoweni; Anny Setijo Rahaju
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.592 KB)

Abstract

Latar belakang Kanker prostat merupakan keganasan yang paling banyak dijumpai pada laki-laki di Amerika Serikat, dengan jumlah sekitar 29% dari semua kanker dan menjadi penyebab 10% kematian di populasi 15% di antaranya sudah memiliki metastasis saat diagnosis. E-cadherin berperan penting dalam adhesi antar sel epitel dan mekanisme arsitekstur jaringan sedangkan MMP-9 berperan dalam menciptakan lintasan untuk migrasi sel tumor. E-cadherin dan MMP-9 diduga sebagai molekul utama yang berperan dalam proses invasi dan metastasis. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan adanya peran E-cadherin dan MMP-9 dalam proses metastasis tulang pada adenokarsinoma prostat. Metode Penelitian ini menggunakan desain potong lintang terhadap sediaan adenokarsinoma prostat berasal dari prostatektomi radikal dan prostatektomi transurethral di RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode Januari 2009-Mei 2012. Kemudian dicari data bone scan untuk melihat metastasis ke tulang. Dari data tersebut dilakukan review pemeriksaan histopatologik dan imunohistokimia dengan antibodi E-cadherin dan MMP-9. Perbedaan ekspresi E-cadherin dan MMP-9 kejadian metastasis tulang dianalisis dengan uji Mann-Whittney, sedangkan hubungan antara keduanya diuji dengan Spearman. Hasil Hasil penelitian tidak menunjukkan adanya perbedaan ekspresi E-cadherin (p>0,05), menunjukkan perbedaan yang bermakna ekspresi MMP-9 pada adenokarsinoma prostat non metastasis dengan yang mengalami metastasis(p
Hubungan Ekspresi VEGF dan Skor MAGS Terhadap Kejadian Metastasis pada Osteosarkoma Tri Nugraheni; Sjahjenny Mustokoweni; Ferdiansyah -
Majalah Patologi Indonesia Vol 22 No 3 (2013): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.335 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Osteosarkoma memiliki prognosis buruk oleh karena kejadian metastasis yang tinggi dan kemoresisten. Angiogenesis berperan dalam pertumbuhan osteosarkoma dan Vascular endothelial growth factor (VEGF) adalah faktor penting di dalamnya. Microscopic angiogenesis grading system (MAGS) merupakan teknik menghitung derajat angiogenesis pada tumor yang mudah untuk dikerjakan. Metode Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah penderita osteosarkoma yang telah diagnosis secara histopatologik di Laboratorium Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo selama tahun 2007-2011. Data metastasis diperoleh dari rekam medik. Pemeriksaan imunohistokimia dengan menggunakan poliklonal antibodi VEGF. Derajat ekspresi VEGF dinilai berdasarkan jumlah sel tumor yang menunjukkan imunoreaktifitas secara semikuantitatif. Skor MAGS didapatkan dari menilai vasoproliferasi (N), hiperplasia sel endotel (E) dan sitologi endotel (X) dengan formula MAGS = KnN+ KeE + KxX. Hubungan dianalisis dengan uji Mann-Whitney, uji t dua sampel bebas dan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil Didapatkan 9 dari 31 kasus osteosarkoma dengan metastasis. 7 dari 9 (77,8%) menunjukkan ekspresi VEGF sangat kuat (+3). Rata-rata skor MAGS pada osteosarkoma dengan metastasis 39,44. Analisa statistik dengan uji Mann Whitney menyatakan bahwa hubungan antara ekspresi VEGF dan skor MAGS dengan kejadian metastasis (p=0,014 dan p=0,000) dan adanya hubungan positif antara ekspresi VEGF dan skor MAGS (p=0,000). Kesimpulan Peningkatan ekspresi VEGF dan skor MAGS berperan terhadap kejadian metastasis pada osteosarkoma. Ekspresi VEGF dan skor MAGS memiliki korelasi positif. Kata kunci : VEGF, skor MAGS, osteosarkoma, metastasis ABSTRACT Background Osteosarcoma is associated with poor prognosis due to its high incidence of metastasis and chemoresistance. Angiogenesis plays a role in the progression of osteosarcoma, and it is most commonly assessed by vascular endothelial growth factor (VEGF) expression. MAGS scoring is an easy quantitative technique of measuring degree of angiogenesis in a tumor. Methods This study an analytic observational with cross sectional approach. Study samples patients with osteosarcoma that histopathologically diagnosed at the Laboratory of Anatomic Pathology Dr. Soetomo Hospital during 2007-2011. Incidence of metastasis was collected from medical record. Immunohistochemical examination using polyclonal antibody VEGF. Expression of VEGF were assessed based on the number of tumor cells that showed imunoreactivity semiquantitatively. MAGS score was resulted from measuring vasoproliferation (N), endothelial cell hyperplasia (E) and endothelial cytology (X) with formula MAGS = KnN+ KeE + KxX. Correlations were analyzed with Mann-Whitney test, two independent samples t test and Spearman correlation test with significance on p
Perbedaan Ekspresi Matrix Metalloproteinases-9 (MMP-9) pada Osteosarkoma Non Metastasis dan Kejadian Metastasis Ali Mashuri; Sjahjenny Mustokoweni
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 1 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.748 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Osteosarkoma merupakan tumor ganas primer pada tulang yang mempunyai prognosis yang buruk karena bermetastasis. Oleh karena itu, dibutuhkan parameter yang bisa dipakai sebagai faktor prognostik sehingga pendekatan terapi pun bisa lebih tepat. MMP-9 merupakan merupakan salah satu faktor penting dalam proses metastasis suatu kanker dengan cara mendegradasi basal membran dan matrik ekstra seluler. Metode Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah penderita dengan diagnosis histopatologi osteosarkoma di Laboratorium Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo selama tahun 2007-2011. Data metastasis diperoleh dari rekam medik. Pemeriksaan imunohistokimia menggunakan poliklonal antibodi MMP-9. Derajat ekspresi MMP-9 dinilai berdasarkan persentase sel tumor dan intensitasnya yang menunjukkan imunoreaktifitas secara semikuantitatif. Perbedaan dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil Dari 24 sampel yang dianalisis, didapatkan 9 sampel dengan kejadian metastasis. Sebanyak 4 dari 9 kasus metastasis menunjukkan ekspresi MMP-9 dengan skor +3, 2/9 kasus dengan skor +2, 1/9 kasus dengan skor +1, 2/9 kasus menunjukkan skor 0 (negatif). Pada kasus non metastasis, 9/15 kasus menunjukkan ekspresi MMP-9 dengan skor 0 (negatif), 3/15 menunjukkan skor +1, 2/15 kasus menunjukkan skor +2, 1/15 kasus menunjukkan skor +3. Terdapat perbedaan ekspresi MMP-9 antara osteosarkoma non metastasis dan metastasis (p=0,023) Kesimpulan Terdapat perbedaan bermakna antara ekspresi MMP-9 pada osteosarkoma non metastasis dan metastasis. Kata kunci : ekspresi MMP-9, metastasis, osteosarkoma. ABSTRACT Background Osteosarcoma is a primary malignant tumor of the bone that has poor prognosis because of the incidence of metastasis. Therefore, it takes a parameter that can be used as a prognostic factor that therapeutic approaches can be more accurate. MMP-9 is one of the important factors in the process of cancer metastasis by degrading on the basement membrane and extra cellular matrix. Methods Observational study with cross sectional analytic. The samples were osteosarcoma patients that were diagnosed histopathologically in Dr. Soetomo Hospital Pathology Laboratory during 2007-2011. Data of metastasis was obtained from medical records. Immunohistochemical examination using a polyclonal antibody MMP-9. Expression of MMP-9 assessed by the percentage of tumor cells and intensity that shows imunoreaktivitas semiquantitatively. The differences were analyzed with the Mann-Whitney test. Results Twenty four samples were analyzed , 9 samples with the incidence of metastasis. A total of 4 out of 9 cases of metastasis showed expression of MMP-9 with a score +3, 2/9 cases showed expression of MMP-9 with a score +2, 1/9 cases with a score +1, 2/9 cases showed score 0 (negative), whereas in the case of non-metastatic, 9/15 cases showed expression of MMP-9 with a score 0 (negative), 3/15 showed scores +1, 2/15 cases showed scores +2, 1/15 cases showed score +3. There are differences in the expression of MMP-9 between the incidence of metastasis to the incidence of non-metastasis (p=0.023 ). Conclusion There are significant differences between the expression of MMP-9 in the incidence of osteosarcoma with metastasis and non-metastatic events. Key words: expression of MMP-9, in metastasis, osteosarcoma.
Analisis Ekspresi CD133 dan CXCR4 dengan Kejadian Metastasis pada Osteosarkoma Nunik Hapsari Susilowati; Sjahjenny Mustokoweni
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.453 KB)

Abstract

Latar belakang Osteosarkoma memiliki prognosis buruk oleh karena kejadian metastasis yang tinggi dan kemoresisten. Cancer stem cell dapat diidentifikasi menggunakan penanda tumor CD133. Cancer stem cell osteosarkoma mem-punyai potensi pertumbuhan yang tinggi dan berperan terhadap kejadian metastasis pada paru. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa CXCR4, reseptor kemokin dari keluarga gen GPCR, telah terbukti berperan penting dalam metastasis cancer stem cell. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara ekspresi CD133 dan CXCR4 pada osteosarkoma dengan kejadian metastasis, serta hubungan ekspresi CD133 dan CXCR4 pada osteosarkoma. Metode Pada penelitian ini dilakukan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah blok parafin dari penderita osteosarkoma yang diagnosa secara histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo selama tahun2007-2013 terdiri atas 24 blok parafin, 9 diantaranya dengan kejadian metastasis. Data metastasis diperoleh dari rekam medik. Pemeriksaan imunohistokimia dengan menggunakan rabbit polyclonal antibody CD133 dan CXCR4 rabbit polyclonal antibody. Derajat ekspresi CD133 dan CXCR4 dinilai berdasarkan jumlah sel tumor yang menunjukkan imunoreaktivitas secara semikuantitatif. Ekspresi CD133 dan CXCR4 pada kejadian metastasis pada osteosarkoma dianalisis dengan uji chi-square dan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p
Perbedaan Ekspresi Siklin D1 dan Ki-67 pada Giant Cell Tumor of Bone Jinak dan Ganas Lysa Veterini; Sjahjenny Mustokoweni
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.353 KB)

Abstract

Latar belakang Giant cell tumor of bone (GCTB) merupakan tumor tulang yang jarang. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya didapatkan 21 kasus GCTB, dengan 7 kasus GCTB ganas dan 14 kasus GCTB jinak, dalam rentang waktu 3 tahun periode Januari 2010-Desember 2012. Siklin D1 memiliki peran dalam siklus sel, sedangkan Ki-67 berhubungan dengan proliferasi sel. Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan ekspresi siklin D1 dan Ki-67 pada GCTB jinak dan ganas. Metode Penilaian dilakukan terhadap 21 blok parafin penderita GCTB di RSUD Dr. Soetomo sejak Januari 2010-Desember 2012 dan memenuhi kriteria. Analisis statistik perbedaan masing-masing variabel dengan uji chi-square dan Mann-Whitney. Hasil Ekspresi Ki-67 lebih tinggi pada GCTB ganas dibandingkan dengan GCTB jinak. Ekspresi siklin D1 dan Ki-67 pada GCTB jinak dan ganas menunjukkan terdapat perbedaan bermakna. Kesimpulan Ekspresi siklin D1 dan Ki-67 dapat digunakan untuk membedakan GCTB jinak dan ganas. Kata kunci : giant cell tumor of bone, Ki-67, siklin D1.
PREVALENCE OF HUMAN PAPILLOMAVIRUS GENOTYPES IN LOW AND HIGH GRADE SQUAMOUS INTRAEPITHELIAL LESIONS AT CERVICAL TISSUE Rizki Eko Prasetyo; Gondo Mastutik; Sjahjenny Mustokoweni
Folia Medica Indonesiana Vol. 53 No. 4 (2017): December 2017
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.166 KB) | DOI: 10.20473/fmi.v53i4.7157

Abstract

HPV infection is known to cause cervical cancer. This study aimed to identify the variant of HPV genotypes of cervical precancerous lesions from low grade squamous intraepithelial lesion  (LSIL) and high grade squamous intraepithelial lesion (HSIL). This was an explorative study using formalin fix paraffin embedded (FFPE) from cervical precancerous lesions at Dr. Soetomo Hospital, Surabaya. DNA was extracted from FFPE and hybridized for HPV genotyping using Ampliquality HPV Type Express kit (AB ANALITICA) by reverse line blot techniques. The results showed that there were variants of HPV genotype in LSIL. The variants were HPV16 (8/15), HPV18 (3/15), HPV52 (1/15), HPV6+31 (1/15), HPV6+18 (1/15), and HPV72+68 (1/15), and in HSIL which were HPV16 (4/10), HPV18 (2/10), HPV59 (1/10), HPV6+45 (1/10), HPV61+26 (1/10), and HPV16+31 (1/10). The characteristics of infection in LSIL were single infection of high-risk (hr) HPV and multiple infection of  low-risk (lr)+hr HPV, and in HSIL were single infection of HPVhr, multiple infection of HPVhr+hr and HPVlr+hr. In conclusion, HPV prevalence in cervical precancerous lesions is single infection by HPV16 (48%), HPV18 (20%), HPV52 (4%), HPV59 (4%), and multiple infection by HPV6+31, HPV6+18, HPV6+45, HPV16+31, HPV61+26, HPV72+68 is 4%.
Analisis Ekspresi CD117 dan Ki-67 pada Tumor Phyllodes Benign, Borderline dan Malignant Fetty Fatimah; Sjahjenny mustokoweni; Alphania Rahniayu
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No 1 (2018): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.897 KB)

Abstract

Latar belakangTumor phyllodes adalah neoplasma stromal-epitelial yang jarang ditemui, secara histologis dibedakan menjadi benign, borderline, malignant. Patogenesis tumor phyllodes belum jelas. CD117 merupakan reseptor tirosin kinase yang terletak di membrane sel dan berperan dalam proses patogenesis suatu keganasan, sedangkan Ki-67 terlibat dalam jalur proliferasi sel. Tujuan penelitian ini menganalisis adanya perbedaan ekspresi CD117 dan Ki-67 pada tumor phyllodes yang benign, borderline, malignant.MetodePenelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Masing-masing sepuluh sampel tumor phyllodes benign,borderline dan malignant diambil acak dari arsip histopatologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode Januari 2009-Juli 2014, lalu dilakukan pulasan immunohistokimia dengan antibodi poliklonal CD117 dan monoklonal Ki-67. Perbedaan ekspresi CD117 dan Ki-67 pada tumor phyllodes benign, borderline dan malignant dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-whitney. Korelasi antara ekspresi CD117 dan Ki-67 pada tumor phyllodes dianalisis menggunakan uji Spearman.HasilUji Kruskal-Wallis ekspresi CD117 antara tumor phyllodes benign dan malignant menunjukkan perbedaan bermakna. Uji Mann-Whitney ekspresi Ki-67 antara tumor phyllodes benign, borderline, dan malignant menunjukkan perbedaan bermakna, sedangkan uji Spearman antara ekspresi CD117 dan Ki-67 menunjukkan perbedaan bermakna.KesimpulanEkspresi CD117 dan Ki-67 dapat digunakan untuk membedakan tumor phyllodes benign, borderline, dan malignant.