Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Effect of REACT Model Assisted Fable-Math Book Media on Mathematical Problem Solving Of Elementary School Students Destiana Dian Arfiani; Himmatul Ulya; Savitri Wanabuliandari
MEJ (Mathematics Education Journal) Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Mathematics Education University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/mej.v4i2.12523

Abstract

This study aims to analyze (1) the average mathematical problem solving ability of students who can achieve the KKM, (2) the proportion of students who can complete classical completeness of 75%, (3) differences in students' mathematical problem solving abilities before and after the REACT model assisted by fable-math book media is applied, (4) increasing mathematical problem solving abilities. The research method used is quantitative research with a pre-experimental design trial design in the form of one group pretest posttest. Sampling was done by means of purposive sample. The sample in this study were IV grade students in academic year 2019/2020. Collecting data using interview techniques, documentation, and tests. The data that has been collected is then analyzed using statistical analysis in the form of one sample t-test, z-proportion test, paired sample t-test, and n-gain test. After applying the REACT model assisted by the fable-math book media the results of the study showed that the average score of the student's problem-solving ability test got more than 70, the proportion of students who completed the test could achieve classical completeness above 75%, there were significant differences in the pretest and posttest results, and there is an increase in students' mathematical problem solving abilities with the medium category.
Pengaruh Modul E-Jas Edutainment terhadap Karakter Peduli Lingkungan dan Tanggung Jawab Savitri Wanabuliandari; Sekar Dwi Ardianti
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.123 KB) | DOI: 10.24246/j.js.2018.v8.i1.p70-79

Abstract

The purpose of this research was to: (1) find out the influence of E-JAS edutainment thematic module on environmental awareness character, and (2) find out the influence of E-JAS edutainment thematic module on the character of responsibility. The type of research used is quasi experiment, with the population of this research of fourth graders of SD Negeri in Kudus Regency. The research subjects were students of four grade in SD 2 Jati Kulon, District Jati, the Regency of Kudus in the academic year 2017/2018. The sampling technique was done by purposive sampling. The research design was one group pre-post test. The data collection techniques were non-test techniques through interviews and observation. Data analysis techniques which determine the effect of E-JAS edutainment module on environmental awareness character and responsibility used paired samples T-test. The result of this research was (1) there was an influence of E-JAS edutainment module towards environmental awareness character, and (2) there was an influence of E-JAS edutainment module towards the character of responsibility.
RESPON SISWA DAN GURU TERHADAP MODUL ETHNO-EDUTAINMENT DI SEKOLAH ISLAM TERPADU Sekar Dwi Ardianti; Savitri Wanabuliandari; Sigit Saptono; Siti Alimah
EDUKASIA Vol 14, No 1 (2019): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v13i2.3693

Abstract

Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di SD IT Umar Bin Khattab diketahui bahwa bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran selama ini adalah buku dari pemerintah dan beberapa buku dari penerbit lain yang beredar di pasaran. Materi pembelajaran yang disajikan dalam buku tersebut belum mampu menggambarkan kondisi nyata di lingkungan sekitar khususnya daerah Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepraktisan modul ethno-edutainment pada siswa sekolah dasar berbasis islam di Kudus. Modul ethno-edutainment dikembangkan dengan model Borg and Gall yang dimodifikasi.Tahap pengembangan modul ethno-edutainment meliputi tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan dan validasi produk, dan tahap uji coba produk. Pada tahap uji coba produk dilakukan kegiatan uji coba skala terbatas, dan uji coba skala luas. Uji kepraktisan dilakukan pada tahap uji skala luas dengan subjek penelitian siswa kelas IV di SD IT Umar Bin Khattab. Kepraktisan modul ethno-edutainment dinilai dengan menggunakan angket respon siswa dan wawancara terhadap guru.  Hasil respon siswa terhadap modul ethno-edutainment menunjukkan adalah 87,5% artinya siswa memberikan respon positif. Guru juga memberikan respon positif terhadap modul ethno-edutainment. Hasil ini mengindikasikan bahwa modul ethno-edutainment yang dikembangkan dinyatakan praktis untuk digunakan.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN APLIKASI GAGUNG DURAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Royyana Ulyl Albab; Savitri Wanabuliandari; Sumaji Sumaji
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.41 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3969

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk menganalisis perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran model Problem Based Learning berbantuan aplikasi Gagung Duran dibandingkan siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional; (2) Untuk menguji apakah rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa sesudah diterapkan model Problem Based Learning berbantuan aplikasi Gagung Duran lebih baik daripada sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe eksperimen sejati. Desain dalam penelitian adalah randomized pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP 1 Mejobo kelas VIII dimana pemilihan sample menggunakan metode cluster sampling. Data diperoleh dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data pada rumus pertama menggunakan uji prasyarat dan uji t untuk sampel independen, dan rumus kedua menggunakan uji prasyarat dan uji t untuk pasangan sampel. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan aplikasi Gagung Duran dapat menjadikan siswa lebih mandiri dalam proses belajar serta siswa bisa memahami materi secara mendalam dengan cara melatih menyelesaikan masalah terkait dengan keseharian siswa. Dengan penelitian ini disimpulkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol; (2) Rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum perlakuan lebih rendah dibandingkan sesudah diterapkan perlakuan. The aims of this study are: (1) To analyze the difference in the average problem-solving abilities of students who received Problem Based Learning models assisted by the Gagung Duran application compared to students who received conventional learning; (2) To test whether the average problem-solving ability of students after the application of the Problem Based Learning model assisted by the Gagung Duran application is better than before. The research method used is quantitative, the design used in this study is a true experimental type. While the design chosen by the researcher is the randomized pretest-posttest design. The population in this study were students of SMP 1 Mejobo class VIII using the Cluster Sampling approach. The data were obtained from the results of the problem-solving ability test. Data analysis in the first formulation used a prerequisite test and independent-sample t-test, the second formulation used a prerequisite test and paired sample t-test. The results of the study prove that using the Problem Based Learning model with the help of the Gagung Duran application can improve students' problem-solving abilities than before the treatment was applied. And can increase the average ability of students compared to students who get conventional learning. In this study, it was found that: (1) There was a difference in the average problem-solving ability of the experimental class compared to the control class; (2) The average problem-solving ability of students before the treatment was lower than after the treatment was applied. For further research, it is possible that the implementation of learning can be adjusted to the ability of students and the achievement of the learning to be carried out.
DESAIN PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS SANTUN BERBAHASA UNTUK SISWA SLOW LEARNER DI SEKOLAH DASAR Savitri Wanabuliandari; Ristiyani Ristiyani; Nuning Kurniasih
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.475 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i3.2889

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis hasil studi lapangan terkait kebutuhan desain modul matematika berbasis santun berbahasa untuk siswa slow learner, (2) menganalisis hasil temuan di lapangan dan hasil FGD terkait kebutuhan desain modul matematika berbasis santun berbahasa untuk siswa slow learner, (3) merumuskan desain draf modul matematika berbasis santun berbahasa untuk siswa slow learner. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Metode deskriptif ini digunakan untuk menggambarkan desain pembuatan modul matematika berbasis santun berbahasa. Modul ini dirancang dengan memperhatikan karakteristik siswa slow learner di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan hasil studi lapangan modul matematika berbasis santun berbahasa membahas materi pembelajaran matematika secara koheren dan jelas perlu untuk dikembangkan dengan memperhatikan kesantunan dalam setiap kalimat baik kalimat perintah, penjelasan dan pertanyaan; (2) berdasarkan temuan dan FGD perlu dirancang modul yang menggunakan kurikulum 2013, ada kegiatan proyek yang menarik, memasukkan bahasa yang santun, isinya runtut dan detail, tema tentang kebudayaan, memperhatikan karakter siswa slow learner, desain halaman dan sambul berkaitan dengan budaya; dan (3) Desain draft modul matematika berbasis santun berbahasa menyediakan 3 bagian dasar dari pengantar, konten, dan penutup, serta desain setiap kegiatan pembelajaran disusun menggunakan akronim yang unik sehingga menarik dan mudah diakses oleh siswa yang lambat. The objectives of this study were (1) analyze the results of field studies related to the need for language-based mathematics module design for slow learner students, (2) analyze the findings in the field and the results of FGDs related to the need for language-based mathematics module design for slow learner, (3) formulating a draft design of a mathematics module based on polite language for slow learner students. The research method is descriptive. It used to describe the design of a mathematics module based on polite language. This module is designed with students in mind. Slow learner in elementary school. The results showed that (1) based on the results of the field study, the language-based mathematics module discusses mathematics learning material in a coherent and clear manner, it needs to be developed by paying attention to the politeness in the sentence of each command sentence, explanation and question; (2) based on the findings and FGD, it is necessary to design modules that use the 2013 curriculum, have interesting project activities, include helpful language, coherent and detailed content, themes about culture, paying attention to the character of students who are slow, page design and chutney related to culture; and (3) The design of the draft mathematics module based on polite language provides 3 basic parts of the introduction, content, cover, and design of each learning activity which is arranged using unique acronyms so that it is attractive and easily accessible to slow students.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA Sri Ayu; Sekar Dwi Ardianti; Savitri Wanabuliandari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.079 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3824

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar matematika dan faktor penyebab kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa kelas IV MI Mambaul Ulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas, dan tujuh siswa kelas IV yang teridentifikasi mengalami kesulitan belajar matematika. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kesulitan belajar matematika yang siswa kelas IV MI Mambaul Ulum alami yaitu kesulitan memahami konsep pada bilangan pecahan, kesulitan keterampilan berhitung pada materi perkalian dan pembagian, serta kesulitan memecahkan masalah dalam bentuk soal cerita. 2) Faktor penyebab kesulitan belajar matematika terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya adalah kesehatan tubuh yang tidak optimal, cacat tubuh yaitu penglihatan yang lemah atau mata minus dan pendengaran yang kurang, kecerdasan yang rendah, minat siswa pada pelajaran matematika masih rendah, serta motivasi siswa dalam pembelajaran matematika juga rendah. Sedangkan faktor eksternalnya adalah faktor lingkungan sekolah yaitu penggunaan media pembelajaran matematika yang kurang inovatif, faktor lingkungan keluarga adalah orang tua kurang memperhatikan kegiatan belajar matematika siswa, suasana dirumah kurang baik saat siswa belajar matematika, kegiatan dalam masyarakat yaitu siswa yang terlalu banyak aktivitas sehingga kegiatan belajar siswa menjadi terbengkalai, dan faktor media massa yaitu pengaruh penggunaan gadget dan TV.  Kata kunci: Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika; Kesulitan Belajar Matematika AbstractThis study aims to describe the difficulties in learning mathematics in learning mathematics and the factors causing the difficulty in learning mathematics experienced by students in grade IV MI Mambaul Ulum.  This research uses a qualitative approach with a case study design. The subject of  this research is the class teacher, and seven grade IV students who were identified as having difficulty learning mathematics. Data collection techniques in this study are observation, interviews, documentation, and field notes. Data analysis tchniques used in this study are dta reduction, data presentation, and conclusions/verification. The results showed that 1) The difficulty in learning mathematics that the IV grader MI Mambaul Ulum experienced, namely the difficulty in understanding the concept of fractions, difficulty in numeracy skills in the material of multiplication and division, and difficulty solving problems in the form of story problems. 2) Factors that cause difficulty in learning mathematics consist of internal factors and exsternal factors. Internal factors are body health that is not optimal, body defects, namely weak eyesight or minus eyes and poor hearing, low intelligence, student interest in mathematics is still low,  and students motivation in learning mathematics is also low. While the external factor is the school environment factor, namely the use of less innovative mathematics learning media, family environmental factors, are parents pay less attention to students mathematics learning activities, the atmosphere at home is not good when students study math, activities in the community namely students who have too much activity so that students learning activities become neglected, and mass media factors, namely the influence of the use of gadgets and television.  Keywords: Difficulty learning math; Factors that cause difficulty in learning mathematics
PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL GUSJIGANG KUDUS PADA SISWA SLOW LEARNER savitri wanabuliandari; Jayanti Putri Purwaningrum
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.72 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v7i1.2724

Abstract

Slow learner have difficulties in mathematics subjects so it is necessary to develop math module based on local wisdom Gusjigang Kudus. The purpose of this research is to know the result of questionnaire of  slow learner need to develop the module of math based on local wisdom, and  result of interview with teacher. The type of research is qualitative. The subject is the teacher and the slow learner in SD 1 Muhammadiyah Kudus. Techniques of data collection using questionnaires, interviews, and documentation. Based on the results of the questionnaire analysis, the needs of slow learner concluded that slow learner need a mathematical module that can help understand the material, help solve daily problems, and take advantage of local wisdom in the area. Based on the teacher interviews, the module that can help slow learner does not exist yet, and the books in the schools do not emphasize issues related to local wisdom.
IMPLEMENTASI MODEL EJAS BERBASIS MATHEMATIC EDUTAIMENTUNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN PERILAKU KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN savitri wanabuliandari; Sekar Dwi Ardianti; Susilo Rahardjo
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.574 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v5i2.1174

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar peserta didik melalui model EJAS berbasis mathematic edutainment dan (2) untuk mengetahui peningkatan perilaku kepedulian lingkungan pada peserta didik melalui model EJAS berbasis mathematic edutainment. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre experimental design. Desain penelitian yang digunakan one group pre test-post test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis didapatkan (1) terjadi peningkatan prestasi belajar dengan tingkat peningkatan rendah sebesar 0%,  sedang 14,29%, dan tinggi 85,71 %. Secara klasikal diperoleh nilai normalized gain  sebesar 90% atau 0,9 yang berarti tafsiran peningkatan prestasi belajar termasuk kategori tinggi (2) terjadi peningkatan terjadi peningkatan  perilaku kepedulian terhadap lingkungan dengan skor  peningkatan rendah sebesar 0%,  sedang sebesar  42,86%, dan tinggi sebesar 57,14%. Berdasarkan nilai normalized gain  secara klasikal diperoleh  sebesar 73% atau 0,73 yang berarti tafsiran peningkatan perilaku kepedulian terhadap lingkungan yang terjadi termasuk kategori tinggi. Kata kunci: EJAS, Mathematic Edutainment, Peduli Lingkungan, Prestasi Belajar
PENGEMBANGAN APLIKASI KREASI BERBASIS LOCAL WISDOM UNTUK SISWA KELAS VII Indah Dwi Irawati; Savitri Wanabuliandari; Sumaji Sumaji
JIPMat Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v7i1.11719

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran matematika yang valid dan praktis untuk memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi aritmatika sosial untuk siswa SMP kelas VII. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan Borg dan Gall dengan instrumen penelitiannya lembar wawancara, lembar angket, dan lembar validasi. Teknik analisis data diperoleh dari penilaian dua validator dan penilaian kepraktisan terhadap 2 guru dan 32 siswa, yang kemudian dianalisis. Hasil validasi aplikasi KREASI menunjukkan bahwa aplikasi termasuk dalam kriteria valid dengan skor 3,1. Hasil penilaian kepraktisan guru dan siswa, guru menyatakan aplikasi termasuk dalam kriteria praktis dengan skor 3 dan penilaian siswa menyatakan aplikasi termasuk dalam kriteria praktis dengan skor 3,2.
PELATIHAN KOMUNIKASI GURU DENGAN TEKNIK PACING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENGURANGI KECEMASAN BELAJAR SISWA Savitri Wanabuliandari; Ristiyani Ristiyani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i3.7694

Abstract

Abstract. Based on the results of observations at SD 5 Bae, it was found that students always thought negatively about mathematics, students tended to worry about getting low scores when learning mathematics, students often lacked confidence when working on math problems, and students were often less careful when doing math problems. From these observations, the activity team provided training to teachers using pacing techniques. This pacing technique will help teachers communicate with students when mathematics learning takes place. The purpose of this community service is to improve teacher skills in communicating in mathematics using the pacing technique. The method used in this service is to use the participant active learning approach (participants participate actively in training activities). The result of this community service is that teachers can use the pacing technique to communicate when learning mathematics.             Abstrak. Berdasarkan hasil pengamatan di SD 5 Bae ditemukan bahwa siswa selalu beranggapan negatif terhadap matematika, siswa cenderung khawatir mendapatkan nilai yang rendah saat pembelajaran matematika, siswa sering kali kurang percaya diri saat mengerjakan soal matematika, dan siswa sering kurang berhati-hati saat mengerjakan soal matematika. Dari hasil pengamatan tersebut tim kegiatan memberikan pelatihan kepada guru dengan menggunakan teknik pacinng. Teknik pacing ini akan membantu guru dalam berkomunikasi dengan siswa saat pembeljaran matematika berlangsung. Tujuan dari pengabdian masyarakat  ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam berkomunikasi pada matapelajaran matematika dengan menggunakan teknik pacing. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan menggunakan pendekatan participant active learning (peserta berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pelatihan). Hasil dalam pengabdian masyarakat ini adalah guru dapat menggunakan teknik pacing untuk berkomunikasi saat pembelajaran matematika.