Claim Missing Document
Check
Articles

The spatial thinking process of the field-dependent students in reconstructing the geometrical concept Henry Suryo Bintoro; Yohanes Leonardus Sukestiyarno; Mulyono Mulyono; Walid Walid
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 11, No 3: September 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v11i3.22399

Abstract

Reconstructing geometrical concepts requires a spatial thinking process, so the spatial thinking process will be correct and complete. The phenomena of cognitive style differences cause different perceptions and thinking activities to solve geometric problems. This qualitative-explorative research describes the spatial thinking process of students with field-dependent cognitive styles in reconstructing the concept of spatial geometry based on the theory of Action-Process-Object-Schema (APOS). The research subjects were 27 students and obtained five students with field-dependent cognitive styles. The researchers used a purposive sampling technique from the subjects with a certain consideration. The researchers selected a student that met the three elements of spatial thinking and the five indicators of spatial ability. This research collected the data with interviews, documentation, and group embedded figure test (GEFT). The analyzing techniques used data collection, data reduction, data presentation, and concluding. The spatial thinking process of the field-dependent students had a spatial category with three indications: i) Inaccuracy in the elements of representational thinking; ii) The inaccuracy of spatial perception indicators; and iii) Not using de-encapsulation mental mechanisms.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Metode Jarimatika Dalam Pembelajaran Matematika SD Materi Perkalian Siswa Kelas III MI Nu Wasilatut Taqwa Tenggeles Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus Tahun Ajaran 2012/2013 Rutoto, Sabar; Bintoro, Henry Suryo; Oktaviyanti, Ika; Sumaji, -
Jurnal Sosial Budaya Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.534 KB)

Abstract

Sebelum penelitian tindakan kelas dilaksanakan, prestasi belajar matematika siswa kelas III MI NU Wasilatut Taqwa pada materi operasi hitung perkalian terhitung rendah. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor : model pembelajaran masih konvensional, di mana siswa hanya menghafal dan mengingat konsep tanpa ada pengalaman belajar dalam menemukan konsep itu. Berdasarkan keadaan ini, penelitian tindakan kelas dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pembelajaran matematika dengan metode jarimatika dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas III MI NU Wasilatut Taqwa pada materi operasi hitung perkalian. Metode jarimatika adalah sebuah cara sederhana dan menyenangkan mengajarkan berhitung dasar kepada anak-anak menurut kaidah, dimulai dengan memahamkan secara benar terlebih dahulu tentang konsep bilangan, lambang bilangan, dan operasi hitung dasar, kemudian mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan. Prosesnya diawali, dilakukan dan diakhiri dengan gembira. Penelitian ini terdiri atas dua siklus dengan mengambil data melalui pengamatan dan tes. Rata-rata skor tes prestasi belajar matematika siswa meningkat di setiap siklus. Pada siklus pertama rata-rata tes prestasi belajar matematika siswa adalah 74 meningkat menjadi 81 pada siklus kedua. Skor rata-rata aktivitas belajar siswa meningkat dari 2,46 pada siklus pertama menjadi 3,13 pada siklus kedua. Sedangkan skor rata-rata pengelolaan pembelajaran guru meningkat dari 2,64 pada siklus pertama menjadi 2,68 pada siklus kedua. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa metode jarimatika dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas III MI NU Wasilatut Taqwa pada materi operasi hitung perkalian.
PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA Bintoro, Henry Suryo; Zuliana, Eka
REFLEKSI EDUKATIKA Vol 4, No 1 (2013): Refleksi Edukatika Vo. 4 No. 1 Th. 2013
Publisher : REFLEKSI EDUKATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pada penelitian ini adalah: (1) apakah pembelajaran matematika menggunakan Realistic Mathematics Education (RME)  menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional, (2) apakah terdapat pengaruh kreativitas belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar matematika, (3) apakah terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial  2 × 3. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Kota Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 92 responden yang terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen tes prestasi belajar matematika dan instrumen angket kreativitas belajar matematika siswa. Uji prasyarat Analisis Variansi menggunakan uji Lillifors untuk uji normalitas dan uji Barlett untuk uji homogenitas. Dengan α = 0,05 diperoleh sampel berasal dari populasi berdistribusi normal dan homogen. Uji hipotesis yang digunakan adalah ANAVA dua jalan dengan sel tak sama. Dengan α = 0,05 menunjukkan (1) F = o,8131 < 3,965 = F = F berarti tidak terdapat perbedaan pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika pada materi luas trapesium dan layang-layang. Hal tersebut tidak sesuai dengan hipotesis teori, (2) F = 1,7390 < 3,115 = F = F berarti tidak terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa dengan kreativitas belajar tinggi, sedang, dan  rendah. Hal tersebut tidak sesuai dengan hipotesis teori, (3) F = 0,0524 < 3,115 = F = F berarti perbedaan prestasi dari masing-masing metode pembelajaran konsisten pada masing-masing tingkat kreativitas belajar dan adanya perbedaan prestasi belajar dari masing-masing tingkat kreativitas belajar konsisten pada masing-masing metode pembelajaran. Hal tersebut tidak sesuai dengan hipotesis teori.
PENERAPAN THINK-PAIR-SHARE DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA Bintoro, Henry Suryo
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.432

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui apakah metode Think-Pair-Share (TPS) menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada metode ekspositori, (2) untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kreativitas belajar matematika lebih tinggi lebih baik dari siswa yang mempunyai kreativitas belajar matematika lebih rendah, (3) untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara metode TPS dan kreativitas belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2 3. Uji hipotesis yang digunakan adalah ANAVA dua jalan dengan sel tak sama. Dengan ? = 0,05 menunjukkan (1) metode TPS menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada penggunaan metode ekspositori, (2) prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kreativitas belajar matematika lebih tinggi lebih baik dari siswa yang mempunyai kreativitas belajar matematika lebih rendah, (3) tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan kreativitas belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa.
Penerapan Interactive Multimedia Berbasis Kurikulum 2013 Ditinjau dari Kecerdasan Intrapersonal Siswa Pada Pembelajaran Matematika SD Bintoro, Henry Suryo; Zuliana, Eka
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i2.4683

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) apakah penggunaan interactive multimedia pada pembelajaran matematika berbasis kurikulum 2013 menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional? (2) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, antara siswa-siswa yang mempunyai kecerdasan intrapersonal tinggi, sedang, dan rendah? (3) apakah terdapat interaksi antara pembelajaran matematika dan kecerdasan intrapersonal siswa terhadap prestasi belajar matematika? Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri kecamatan Kota Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2014/2015. Pemilihan sampel dengan cara cluster random sampling, diperoleh siswa kelas V SD 1 Muhammadiyah sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD 1 Gondangmanis sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diajar menggunakan interactive multimedia berbasis kurikulum 2013, sedangkan kelas kontrol diajar dengan pembelajaran konvensional. Data diperoleh dengan metode angket untuk mengamati kecerdasan intrapersonal siswa dan metode tes untuk menentukan prestasi belajar matematika siswa yang kemudian dianalisis dengan analisis variansi dua jalan 2 x 3. Hasil penelitian adalah (1) Pembelajaran matematika menggunakan interactive multimedia berbasis kurikulum 2013 menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada dengan pembelajaran konvensional, (2) Kecerdasan intrapersonal yang lebih tinggi menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada kecerdasan intrapersonal yang lebih rendah, dan (3) Perbedaan prestasi dari masing-masing pembelajaran matematika konsisten pada masing-masing tingkat kecerdasan intrapersonal dan perbedaan prestasi belajar dari masing-masing tingkat kecerdasan intrapersonal konsisten pada masing-masing pembelajaran matematika.The purpose of this research was to determine: (1) whether the use of interactive multimedia based curriculum in 2013 mathematics learning resulted mathematics achievement in a better than conventional learning? (2) Which gives mathematics learning achievement better, between students who have intrapersonal intelligence high, medium, and low? (3) whether there is an interaction between mathematics and intrapersonal students mathematics achievement? The population in this research were students of class V Elementary School Kudus City District school year 2014/2015. Selection of sample by random cluster sampling, obtained by fifth grade students of SD 1 Muhammadiyah as an experimental class and fifth grade students of SD 1 Gondangmanis as the control class. Experimental class taught using interactive multimedia-based curriculum in 2013, while the control class was taught by conventional learning. Data obtained by the questionnaire method to observe the students intrapersonal intelligence and the test method to determine the learning achievement of the students then analyzed with two-way analysis of variance 2 x 3. The results of the study are (1) Learning math using interactive multimedia-based curriculum in 2013 resulted in the achievement of learning mathematics better than with conventional learning, (2) Intelligence intrapersonal higher yield learning achievement better than intrapersonal intelligence are lower, and (3) The difference in the achievement of each learning of mathematics is consistent at each level of intrapersonal intelligence and differences in learning achievement of each level of intrapersonal intelligence consistently on each of the learning of mathematics.
Pengaruh Pembelajaran IPS Dengan Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Think-Talk-Write Ditinjau Dari Kreativitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar (Penelitian dilaksanakan Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Kaliwungu Kudu -, Sutarti; Oktavianti, Ika; Sayidatun Nisa, Aisyah Nur; Bintoro, Henry Suryo
Jurnal Sosial Budaya Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.724 KB)

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  :  (1)  mengetahui  apakah  siswa  yang  mengikuti  pembelajaran  dengan menggunakan  model  Cooperative  Learning Tipe  Think-Talk-Write (TTW)  menghasilkan  prestasi  belajar  IPS yang  lebih  baik  daripada  siswa  yang  mengikuti  pembelajaran  dengan  model  konvensional,  (2)  mengetahui perbedaan prestasi belajar bagi siswa  yang  mempunyai  kreativitas belajar tinggi,  sedang, dan rendah, serta (3) mengetahui  ada  tidaknya  interaksi  antara  penggunaan  model  pembelajaran  terhadap  prestasi  belajar  IPS. Penelitian  ini  merupakan  penelitian  eksperimen  semu  dengan  desain  faktorial   2  ×  3.  Populasi  penelitian  ini adalah siswa kelas V SD Negeri Kecamatan Kaliwungu Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara  stratified cluster random sampling.  Sampel dalam penelitian berjumlah 36 responden yang  terdiri  dari  kelompok  eksperimen  dan  kelompok  kontrol.  Uji  prasyarat  Analisis  Variansi  menggunakan metode  Lillifors untuk  uji  normalitas  dan  metode  Barlett untuk  uji  homogenitas.  Dengan  α  =  0,05  diperoleh sampel berasal dari populasi berdistribusi normal dan homogen. Uji hipotesis yang digunakan adalah ANAVA dua jalan dengan sel tak sama. Dengan α = 0,05 menunjukkan (1) berarti tidak terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran terhadap berarti tidak terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran terhadap dengan hipotesis teori, (2) F = 22,01 > 3,00 = F berarti terdapat perbedaan prestasi belajar IPS antara siswa dengan kreativitas belajar tinggi, sedang, dan rendah. Hal tersebut sesuai dengan hipotesis teori, (3) F =  0,23  <  3,00  =  F berarti  perbedaan  prestasi  dari  masing-masing  model  pembelajaran konsisten  pada  masing-masing  tingkat  kreativitas  belajar  dan  adanya  perbedaan  prestasi  belajar  dari  masing- masing tingkat kreativitas belajar konsisten pada masing-masing model pembelajaran. Hal tersebut tidak sesuai dengan hipotesis teori.
Penerapan Interactive Multimedia Berbasis Kurikulum 2013 Ditinjau dari Kecerdasan Intrapersonal Siswa Pada Pembelajaran Matematika SD Bintoro, Henry Suryo; Zuliana, Eka
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i2.4683

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) apakah penggunaan interactive multimedia pada pembelajaran matematika berbasis kurikulum 2013 menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional? (2) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, antara siswa-siswa yang mempunyai kecerdasan intrapersonal tinggi, sedang, dan rendah? (3) apakah terdapat interaksi antara pembelajaran matematika dan kecerdasan intrapersonal siswa terhadap prestasi belajar matematika? Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri kecamatan Kota Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2014/2015. Pemilihan sampel dengan cara cluster random sampling, diperoleh siswa kelas V SD 1 Muhammadiyah sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD 1 Gondangmanis sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diajar menggunakan interactive multimedia berbasis kurikulum 2013, sedangkan kelas kontrol diajar dengan pembelajaran konvensional. Data diperoleh dengan metode angket untuk mengamati kecerdasan intrapersonal siswa dan metode tes untuk menentukan prestasi belajar matematika siswa yang kemudian dianalisis dengan analisis variansi dua jalan 2 x 3. Hasil penelitian adalah (1) Pembelajaran matematika menggunakan interactive multimedia berbasis kurikulum 2013 menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada dengan pembelajaran konvensional, (2) Kecerdasan intrapersonal yang lebih tinggi menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada kecerdasan intrapersonal yang lebih rendah, dan (3) Perbedaan prestasi dari masing-masing pembelajaran matematika konsisten pada masing-masing tingkat kecerdasan intrapersonal dan perbedaan prestasi belajar dari masing-masing tingkat kecerdasan intrapersonal konsisten pada masing-masing pembelajaran matematika.The purpose of this research was to determine: (1) whether the use of interactive multimedia based curriculum in 2013 mathematics learning resulted mathematics achievement in a better than conventional learning? (2) Which gives mathematics learning achievement better, between students who have intrapersonal intelligence high, medium, and low? (3) whether there is an interaction between mathematics and intrapersonal students' mathematics achievement? The population in this research were students of class V Elementary School Kudus City District school year 2014/2015. Selection of sample by random cluster sampling, obtained by fifth grade students of SD 1 Muhammadiyah as an experimental class and fifth grade students of SD 1 Gondangmanis as the control class. Experimental class taught using interactive multimedia-based curriculum in 2013, while the control class was taught by conventional learning. Data obtained by the questionnaire method to observe the students' intrapersonal intelligence and the test method to determine the learning achievement of the students then analyzed with two-way analysis of variance 2 x 3. The results of the study are (1) Learning math using interactive multimedia-based curriculum in 2013 resulted in the achievement of learning mathematics better than with conventional learning, (2) Intelligence intrapersonal higher yield learning achievement better than intrapersonal intelligence are lower, and (3) The difference in the achievement of each learning of mathematics is consistent at each level of intrapersonal intelligence and differences in learning achievement of each level of intrapersonal intelligence consistently on each of the learning of mathematics.
Pendekatan RME Berbantuan Alat Peraga Manipulatif untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas V SD Sambiroto Bintoro, Henry Suryo; Kanastren, Oktavera Riri; Zuliana, Eka
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 2 No 2 (2018): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medives.v2i2.609

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas V SD Sambiroto menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) berbantuan alat peraga manipulatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian guru dan 32 orang siswa. Penelitian berlangsung selama 2 siklus, setiap siklus terdiri 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pendekatan RME berbantuan alat peraga manipulatif. Sedangkan variabel terikatnya yaitu kemampuan komunikasi matematika siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mengajar guru dengan pendekatan RME berbantuan alat peraga manipulatif pada siklus I sebesar 2,91 (kriteria “Baik”) meningkat di siklus II 3,51 (kriteria ”Sangat Baik”), adanya peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I 2,85 (kriteria “Baik”) menjadi 3,18 (kriteria “Sangat Baik”) pada siklus II, terjadi peningkatan kemampuan komunikasi matematika siswa pada siklus I sebesar 75% dengan kriteria baik menjadi 84,37% dengan kriteria sangat baik pada siklus II. Kata kunci: pendekatan RME, komunikasi matematika, luas trapesium dan layang-layang. ABSTRACT The purpose of this research is to improve the student’s mathematics communication ability on fifth grade SD Sambiroto by using RME approach with manipulative media. This research is a classroom action research. The subjects are the teacher and 32 students. The research consists of 2 cycles, that is cycle I and cycle II. Each cycle consists of four steps: plan, action, observation, and reflection. The independent variable in this research is Realistic Mathematic Education approach with manipulative media, while the dependent variable is the mathematics communication ability. Data was collected by interview techniques, observation, tests, and documentation. The data analysis of the research was quantitative and qualitative analysis. The result shows that the teacher teaching skill with RME approach assisted by manipulative media was improved from 2.91 (Good criteria) on cycle I to 3.51 (Very Good criteria) on cycle II, the student learning activity is increasing from 2,85 (Good criteria) on cycle I to 3,18 (Very Good criteria) on cycle II, and there was an improvement of student’s mathematics communication ability from 75% (Good criteria) on cycle I to 84.37% (Very Good criteria) in cycle II.  Keywords: RME approach, communication ability, the are of trapezoid and kite.
PROSES BERPIKIR SPASIAL DITINJAU DARI KECERDASAN INTRAPERSONAL MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Henry Suryo Bintoro; Sumaji Sumaji
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.823 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3641

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses berpikir spasial mahasiswa pada mata kuliah geometri ruang ditinjau dari kecerdasan intrapersonal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muria Kudus tahun akademik 2020/2021. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara, dokumentasi, soal tes kemampuan spasial dan angket kecerdasan intrapersonal. Subjek penelitian terdiri 2 mahasiswa dengan kecerdasan intrapersonal tinggi dan 2 mahasiswa dengan kecerdasan intrapersonal sedang. Subyek penelitian diberikan tes kemampuan spasial kemudian dilakukan wawancara secara mendalam terkait proses berpikir spasial. Hasil penelitian dianalisis dengan triangulasi metode, yaitu hasil tes kemampuan spasial dan hasil wawancara dibandingkan dan dicek kembali derajat keyakinan seorang informan untuk memperoleh keakuratan penemuan. Hasil penelitian menunjukkan ketercapaian kemampuan spasial pada tingkatan baik pada subyek yang memiliki kecerdasan intrapersonal tinggi maupun sedang. Hal tersebut dikarenakan mereka berpikir terarah dan fokus untuk mencapai tujuan, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, banyak terlibat dalam kegiatan mandiri, memiliki sikap kemandirian yang tinggi, kesalahan masa lalu dijadikan pembelajaran untuk masa depan, belajar dan bekerja seorang diri dengan baik.
Penerapan Model Jigsaw Berbantu Permaianan Ultra 3D untuk Peningkatkan Pemahaman Matematis Safitri, Titin; Bintoro, Henry Suryo; Sucipto, Sucipto
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.345 KB) | DOI: 10.24176/anargya.v1i2.2714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa, mendeskripsikan peningkatan keterampilan mengajar guru dalam mengelola pembelajaran, dan menemukan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa menggunakan model pembelajaran Jigsaw dengan permainan ular tangga tiga dimensi (ULTRA 3D) pada sifat-sifat bangun datar pada kelas III SD N 3 Ngeling. Penelitian tindakan kelas ini telah dilaksanakan di kelas III SD N 3 Ngeling dengan subjek penelitian 28 siswa dan peneliti sebagai guru. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman matematis pada materi sifat-sifat bangun datar yang signifikan yang mencapai rata-rata presentase antara siklus I (71,43%) dan siklus II (82,14%). Rata-rata aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari skor rata-rata 2,31 dengan kriteria cukup baik pada siklus I, mengalami peningkatan menjadi 2,53 pada siklus II dengan kriteria baik. Hasil keterampilan mengajar guru juga mengalami peningkatan dari skor rata-rata 3,07 dengan kriteria baik, meningkat menjadi skor rata-rata sebesar 3,35 pada siklus II dengan kriteria sangat baik