Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

COMPARISON AND ANALYSIS OF SPATIAL ELEMENTARY SCHOOL DISTRIBUTION AND TEACHER CERTIFICATION BY DIGITAL MAPPING BASED ON GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM Bramasta, Dhi
Dinamika Dinamika Volume VII, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Education is a conscious and deliberate effort to create an atmosphere of learning and the learning process so that learners are actively developing her potential, as well as to humanize humans. Uneven distribution or school distribution geographically affect the quality of education of the population in a region. In addition to the comparison of the number of certified and not certified teachers in a school also had a role in influencing the quality of learning in schools. Because the teacher certification is a process competency test for prospective teachers or teachers who want to gain recognition and increase the appropriate competence or chosen profession. Teacher certification is the governments efforts in improving the quality of teachers which is followed by an increase in teachers welfare. Teachers who have earned certification as an educator declared competent and professional. Data maps are very important information with the information contained within. Data spatial information of GIS-based mapping has a very strategic role in maintaining the integrity of a country, planning and supervision of construction, and arrangement of space. By using geographical based information systems digital mapping, it can be noticed the distribution and spatial patterns of Elementary School distribution as well as the comparison of Elementary School teacher certification in a region. Keywords :    spatial analysis, distribution and comparison of elementary school teacher certification
KEGIATAN PEMANFAATAN SDA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI KARANGSOKA KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS DENGAN METODE PROBLEM SOLVING Bramasta, Dhi; Zaenuddin, Enuh
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam kegiatan pemanfaatan SDA pembelajaran IPS kelas IV SDN Karangsoka Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas melalui penerapan Problem Solving; (2) Mendapatkan bukti-bukti bahwa penerapan Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan pemanfaatan SDA pembelajaran IPS kelas IV SDN Karangsoka Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas.  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif menggunakan metode problem solving. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, satu siklus dilakukan dua kali tindakan kelas. Subyek penelitian adalah kelas IV sebanyak 29 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan, dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 antara bulan april sampai agustus 2015. Teknik pengumpulan dengan lembar observasi dan lembar tes selama tindakan serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode problem solving terbukti  dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Karangsoka Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas.  Hal ini terlihat pada hasil observasi aktifitas guru pada siklus I dengan persentase 51,18 % dengan kriteria cukup baik, dan meningkat pada siklus II dengan persentase 62,9 %  dengan persentase baik. Sedangkan hasil tes peserta didik naik dari siklus I dengan persentase 79,31% dan naik menjadi 86,20% pada siklus II. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan pembelajaran IPS pada materi pemanfaatan SDA menggunakan pendekatan problem solving mengalami peningkatan yang signifikan, ditunjukkan dengan kenaikkan aktifitas guru dan kenaikkan hasil tes siswa pada setiap siklusnya.Kata Kunci : Hasil Belajar IPS, Problem Solving
COMPARISON AND ANALYSIS OF SPATIAL ELEMENTARY SCHOOL DISTRIBUTION AND TEACHER CERTIFICATION BY DIGITAL MAPPING BASED ON GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM Bramasta, Dhi
Dinamika Dinamika Volume VII, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Education is a conscious and deliberate effort to create an atmosphere of learning and the learning process so that learners are actively developing her potential, as well as to humanize humans. Uneven distribution or school distribution geographically affect the quality of education of the population in a region. In addition to the comparison of the number of certified and not certified teachers in a school also had a role in influencing the quality of learning in schools. Because the teacher certification is a process competency test for prospective teachers or teachers who want to gain recognition and increase the appropriate competence or chosen profession. Teacher certification is the governments efforts in improving the quality of teachers which is followed by an increase in teachers welfare. Teachers who have earned certification as an educator declared competent and professional. Data maps are very important information with the information contained within. Data spatial information of GIS-based mapping has a very strategic role in maintaining the integrity of a country, planning and supervision of construction, and arrangement of space. By using geographical based information systems digital mapping, it can be noticed the distribution and spatial patterns of Elementary School distribution as well as the comparison of Elementary School teacher certification in a region. Keywords :    spatial analysis, distribution and comparison of elementary school teacher certification
Mitigasi Bencana Gunung Meletus di Sekolah Rawan Bencana Dhi Bramasta; Dedy Irawan
Publikasi Pendidikan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.523 KB) | DOI: 10.26858/publikan.v10i2.13858

Abstract

MI Muhammadiyah Gandatapa secara geografis berada di lereng Gunung Slamet, sedangkan Gunung Slamet sendiri merupakan gunung berapi yang tidak menutup kemungkinan sewaktu-waktu dapat terjadi erupsi. Sehingga wilayah yang berada di lereng gunung tersebut memiliki kerentanan terkena dampak erupsi gunung. Selama ini guru MI Muhammadiyah Gandatapa belum memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai upaya untuk mengurangi resiko bencana atau mitigasi bencana. Melalui pelatihan  mitigasi bencana, maka diharapkan para guru dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai mitigasi bencana sesuai dengan langkah-langkahnya. Pelatihan dilakukan melalui empat tahapan yaitu: 1) Persiapan; 2) Memberikan materi pelatihan dan simulasi; 3) Monitoring dan pendampingan; 4) Evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan yaitu secara teoritis guru mengetahui tentang mitigasi bencana. Selanjutnya guru memahami langkah-langkah yang ditempuh dalam menghadapi ancaman bencana gunung meletus, melalui tahapan 1) Sebelum terjadi bencana; 2) Pada saat terjadi bencana; 3) Pasca terjadi bencana. Pengetahuan dan pemahaman dalam mitigasi bencana yang telah didapatkan, dapat diimplementasikan di sekolah yang merupakan wilayah rawan terkena dampak dari gunung meletus dan menjadikan sekolah tanggap bencana.
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa pada Mata Kuliah Perkembangan Masyarakat dan Budaya dengan Metode Field Trip Dhi Bramasta; Dedy Irawan
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.13256

Abstract

Mata kuliah perkembangan masyarakat dan budaya merupakan mata kuliah yang membahas tentang kehidupan masyarakat mulai dari masyarakat pra sejarah hingga masyarakat modern. Pada penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui peningkatkan Pemahaman Mahasiswa PGSD UMP semester VI kelas 6 E Terhadap Kondisi Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan dan Perlawanan Terhadap Kekuatan Asing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian mahasiswa PGSD UMP semester 6 kelas 6 E. Dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklusnya terdiri 1 kali pertemuan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes (tes tertulis pemahaman materi perkuliahan dengan metode field trip) dan teknik non tes (penilaian laporan field trip). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan yang sedang dipelajari. Terbukti pada nilai rata-rata siklus I memperoleh 71, 64 dengan ketuntasan 63,88% dengan griding B mengalami peningkatan pada siklus II yang memperoleh nilai rata-rata 77, 21, kemudian ketuntasannya 77,77%. Mahasiswa yang tuntas sejumlah 28 mahasiswa dan yang belum tuntas 8 mahasiswa. Dengan kriteria griding B+, hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II telah mencapai indikator seperti yang sudah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman materi perkuliahan dapat ditingkatkan melalui penerapan metode field trip.
Pemetaan Digital Berbasis Sistem Informasi Geografis dalam Analisis Keruangan Sertifikasi Guru Sekolah Dasar Dhi Bramasta
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol I No. 2 September 2017
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.772 KB) | DOI: 10.30595/jssh.v1i2.1800

Abstract

Pendidikan secara umum merupakan segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga individu, kelompok, atau masyarakat melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Dalam hal ini dengan pendidikan diharapkan peserta didik bisa secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Dalam menunjang pendidikan yang berkualitas tentunnya didukung dengan meratanya distribusi sekolah dan guru yang kompeten serta profesional dalam bidangnya di sekolah. Persebaran atau distribusi sekolah yang tidak merata secara geografis, berpengaruh terhadap kualitas pendidikan penduduk dalam suatu wilayah. Dalam lingkup sekolah jumlah guru memegang peranan dalam mempengaruhi kualitas pembelajaran, sehingga perbandingan jumlah guru bersertifikasi dan yang belum bersertifikasi dalam suatu sekolah akan sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah. Karena sertifikasi guru merupakan proses uji kompetensi bagi calon guru atau guru yang ingin memperoleh pengakuan dan atau meningkatkan kompetensi sesuai profesi yang dipilihnya. Sertifikasi guru merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu guru yang dikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru. Guru yang telah mendapatkan sertifikasi dinyatakan sebagai pendidik yang kompeten dan profesional. Salah satu cara untuk mengetahui dan menganalisis distribusi sekolah dalam hal ini adalah Sekolah Dasar dengan jalan pemetaan digital berbasis SIG. Peta merupakan data yang sangat penting dalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh berbagai pihak. Data informasi spasial peta berbasis SIG memiliki peran yang sangat penting berbagai bidang. Dalam bidang sosial dan budaya, dalam mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya, pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan pada suatu kawasan, pendataan dan pengembangan pemukiman penduduk, sekolah, rumah sakit, perkantoran.
PENINGKATAN MOTIVASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSITED INDIVIDUALIZATION (TAI) DI SEKOLAH DASAR Maya Agustina; Dhi Bramasta; Tri Yuliansyah Bintaro
Jurnal Elementaria Edukasia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v2i2.1491

Abstract

Kurang optimalnya motivasi siswa yang ditandai dengan kurangnya partisipasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas, siswa kurang aktif bertanya pada saat proses pembelajaran di kelas, siswa banyak bermain dengan teman sebangkunnya dan tidak memperhatikan materi yang sedang diajarkan pada saat proses pembelajaran berlangsung di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa menggunakan model pembelajaran kooperetif tipe Team Assited Individualization (TAI). Subyek penelitian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar dengan jumlah 35 yang terdiri dari 20 perempuan dan 15 laki-laki. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dengan masing-masing peretemuan terdiri dari 6x35 menit. Prosedur pelaksanaan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data hasil motivasi siswa diperoleh dari angket. Pada siklus I angket yang diperoleh siswa dalam proses pembelajaran yaitu 2.44 dengan kriteria cukup baik. Pada siklus ke II motivasi siswa dalam belajar mengalami peningkatan menjadi 3.19 dengan kriteria sangat baik. Motivasi yang muncul dari dalam diri siswa didorong dengan adanya semangat belajar yang dibangkitkan dari diri siswa itu sendiri dan di bantu oleh dorongan dari guru pada saat proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Assited Individualization (TAI) dapat meningkatkan motivasi siswa kelas V Sekolah Dasar. Kata kunci: Motivasi, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assited Individualization (TAI), Siswa Kelas V.
Mitigasi Bencana untuk Daerah Rawan Longsor Dhi Bramasta; Sriyanto
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 1 (2021): Proceedings of the Integration of Disaster Mitigation Learning in School
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.636 KB) | DOI: 10.30595/pssh.v1i.78

Abstract

Natural disasters are natural occurrences that have an impact on the environment, which can be in the form of damage, causing casualties, loss of property, damage to infrastructure and life facilities and infrastructure. Avalancheor often called ground movement is an event geology that happens because of the movement of the masses rock or soil with various types and types such as falling rocks or large lumps of soil. In general, there are two factors that can cause landslides, namely driving factors and triggering factors. Driving factors are factors that influence the condition of the material itself, while trigger factors are factors that cause the movement of the material. However, the main cause is gravity which affects a steep slope, but there are other factors that trigger it. Indonesia is located on the three main plates of the world, namely the Pacific, Australian and Eurasian plates which cause Indonesia to experience frequent disasters. In addition, Indonesia is geomorphologically a country that has a complete land form. Starting from mountains, slopes, savanna, marine or coastal areas. Diverse topography and land use change will be one of the causes of landslides. Various topographical conditions and the many different land functions that occur in Indonesia are one of the factors causing landslides, so knowledge of landslide disaster mitigation in landslide-prone areas is absolutely necessary to realize disaster preparedness, namely to reduce losses and casualties due to disasters. This can be done in three stages, namely before a landslide disaster occurs, during a landslide disaster and after a landslide disaster occurs. Hence, knowledge of landslide disaster mitigation in landslide-prone areas is absolutely necessary to realize disaster preparedness, namely to reduce losses and casualties due to disasters. This can be done in three stages, namely before a landslide disaster occurs, during a landslide disaster and after a landslide disaster occurs. Hence, knowledge of landslide disaster mitigation in landslide-prone areas is absolutely necessary to realize disaster preparedness, namely to reduce losses and casualties due to disasters. This can be done in three stages, namely before a landslide disaster occurs, during a landslide disaster and after a landslide disaster occurs.
PENERAPAN MODEL PROBING-PROMPTING LEARNING BERBANTU MEDIA ROPUTAR UNTUK MENINGKATKAN KERJA KERAS SISWA SEKOLAH DASAR Intan Novitasari; Dhi Bramasta; Agung Nugroho
Jurnal Elementaria Edukasia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v2i2.1490

Abstract

ABSTRAKRendahnya kerja keras siswa ditandai dengan siswa dalam menyelesaikan tugas tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan bahkan masih ada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru dan kurangnya semangat siswa dalam pembelajaran di kelas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kerja keras siswa menggunakan Model Probing-Prompting Learning berbantu Media Roputar pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar yang berjumlah 24 siswa. Teknik Pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Teknik analisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Prosedur pelaksanaan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh untuk mengukur kerja keras siswa menggunakan pengamatan dan angket yang diberikan setiap akhir siklus. Adapun hasil dari siklus I diketahui: rata-rata keseluruhan angket kerja keras siswa sebesar 3,51 dengan kriteria tinggi. Hasil pada siklus II menunjukkan rata-rata keseluruhan angket kerja keras siswa sebesar 4,12 dengan kriteria sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Model Probing-Prompting Learning berbantu Media Roputar dapat meningkatkan Kerja keras Siswa Sekolah Dasar. Kata Kunci :     Kerja keras, Model Probing-Prompting Learning, dan Media Roputar.
Membangun Kemampuan Spasial Lewat Pelatihan Pemetaan Digital Berbasis Sistem Informasi Geografis Untuk Aparatur Desa Dhi Bramasta; Anang Widhi Nirwansyah
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 1 MARET 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.253 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i1.2163

Abstract

Peningkatan keahlian pemetaan dasar bagi aparatur desa sangat penting dalam takaran perencanaan tata ruang sudah merupakan alat pemerintahan baku yang dibuat secara berkala pada tingkat nasional, propinsi, kabupaten dan bahkan desa, akan tetapi alat ini seringkali kehilangan makna dan fungsinya dikarenakan oleh pendekatan dan proses pembuatannya yang tidak tepat. Hal ini banyak disebabkan oleh kurangnya kapasitas maupun keterampilan sumber daya manusianya, dan skill pemetaan yang belum dikuasai oleh aparat pemerintah di level dasar termasuk pada level kelurahan dan kecamatan. Peningkatan kapasitas keahlian aparatur desa dalam hal pemetaan digital menggunakan Sistem Informasi Geografis dilakukan untuk membangun keterampilan dasar administratif berbasis spasial sehingga pada tahap selanjutnya aparat desa mampu membangun basisdata geografis lainnya untuk mendukung kegiatan pembangunan di tingkat pemerintah terendah.Kata Kunci : Kemampuan Spasial, Pemetaan Digital, Sistem Informasi Geografis