Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN BERBASIS SMS GATEWAY UNTUK MEMPERBAIKI INFORMASI PERSEDIAAN (STUDI KASUS : PT INDOTIRTA JAYA ABADI SEMARANG) -, Sriyanto; Sriyusielani, Ni Putu
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Simetris
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.172 KB) | DOI: 10.24176/simet.v5i2.220

Abstract

ABSTRAK Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini yang kian meningkat khususnya pada internet dan SMS Gateway, memungkinkan beberapa terobosan pada proses bisnis perusahaan. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi tersebut untuk bertukar informasi atau sarana pelayanan pemesanan barang pada perusahaan. Dengan ketidaktersediaan informasi persediaan produk khususnya dalam suatu jaringan distribusi akan mengakibatkan terhambatnya aktivitas perencanaan dan penjadwalan produksi maupun distribusi. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan dan pembangunan aplikasi pemesanan berbasis SMS Gateway. Dari sistem ini akan dihasilkan suatu informasi ketersediaan produk yang telah didistribusikan oleh perusahaan ke masing masing agen untuk melancarkan kegiatan penjadwalan produksi dan distribusi. Pengujian sistem dilakukan dengan menampilkan hasil simulasi reply SMS Gateway. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem telah mampu memberikan informasi yang lebih akurat mengenai jumlah persediaan produk di setiap agen, hasil pengalokasian yang lebih baik, dan memperbaiki informasi persediaan di agen dan perusahaan. Kata kunci: sistem informasi pemesanan, ketersediaan produk, SMS Gateway.
Pengukuran Kinerja Pengadaan Barang/Jasa dengan Menggunakan Indonesia Procurement Maturity Model di Unit Layanan Pengadaan Universitas Diponegoro Ilahiyyah, Eka Nurul; Pujotomo, Darminto; Sriyanto, Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.725 KB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah pengukuran kinerja pengadaan barang/jasa dengan menggunakan Indonesia Procurement Maturity Model di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Universitas Diponegoro (Undip). Universitas Diponegoro adalah salah satu institusi dibawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang salah satu kegiatannya melakukan pengadaan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang ada di lingkungan kampus. Pengadaan barang/jasa yang efektif dan efisien sangat diperlukan untuk kelancaran pelayanan pendidikan yang diberikan oleh Undip. Oleh karena itu, diperlukan pengukuran kinerja dari proses pengadaan yang terjadi dengan mengukur tingkat kematangan ULP Universitas Diponegoro. Indonesia Procurement Maturity Model (IPM2) adalah salah satu instrumen pengukuran tingkat kematangan yang ditetapkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) melalui bidang pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia sebagai langkah pendampingan kepada ULP untuk melakukan penilaian diri terhadap tingkat kematangannya. Setelah dilakukan pengukuran tingkat kematangan maka dapat dilihat di variabel mana yang kira-kira dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kinerja. Metode untuk pemilihan rekomendasi yang digunakan adalah metode Delphi.  Abstract The title of this research is measuring the procurement performance using Indonesia Procurement Maturity Model at Unit Layanan Pengadaan (ULP) Universitas Diponegoro (Undip). Diponegoro University is the one of institutions under the Ministry of research technology and education that has the activities named procurement to fulfill the needs of existing facilities and infrastructure in campus environment. Procurement of goods / services should be effective and efficient for the education services provided by Undip. Therefore, the measurement of procurement process performance required by measuring the maturity level ULP Diponegoro University. Indonesia Procurement Maturity Model (IPM2) is one of the instruments measuring the maturity level set by LKPP (Institute for Government Procurement Policy Services) through the fields of development and human resource development as a step assistance to the ULP to self-assessment of the level of maturity. After measuring the maturity level it can be seen in which Variabelts can be roughly enhanced to improve performance. The method for the selection of recommendation used is the Delphi method.
IDENTIFIKASI PENYEBAB CACAT PRODUKSI KERTAS TEST LINER MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus: PT Pura Barutama unit Paper Mill 9) Cahyaningrum, Salsabila Mayori; Sriyanto, Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.436 KB)

Abstract

PT Pura Barutama unit Paper Mill 9 merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri berbasis proses yang terintegrasi dan mengarah pada produk kemasan. Salah satu jenis produk yang dihasilkan adalah kertas test liner. Namun, pada proses produksinya masih menghasilkan produk cacat yang melebihi target perusahaan yaitu sebesar 5% dari total produksi harian. Hal ini dapat dilihat dari data hasil produksi selama 3 bulan terakhir dalam kurun waktu bulan Oktober—Desember 2017 dimana terdapat 47 hari proporsi produk cacat melebihi target perusahaan. Tingginya tingkat cacat produk menyebabkan kerugian bagi perusahaan dikarenakan produk yang tidak sesuai dengan standar perusahaan tidak akan dikirim kepada konsumen atau dijual kepada pihak lain dengan harga yang jauh lebih murah. Oleh karena itu, dilakukan analisis untuk mencari akar penyebab masalah pada produksi kertas test liner dengan metode Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) dan fishbone diagram. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa failure type yang berperan besar merupakan cacat jenis visual kotor dengan nilai RPN tertinggi yaitu sebesar 168. Kemudian, penyebab cacat visual kotor dipicu oleh beberapa faktor yang diklasifikasikan menjadi 5 kategori yaitu Man, Machine, Method, Material, dan Environment. Abstract [Test Liner Paper Production’s Defect Factor Identification Using Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) (Case Study: unit Paper Mill 9, PT Pura Barutama)] PT Pura Barutama is a private company engaged in integrated process-based industry and packaging products. One type of product produced is test liner paper. However, the production process still produces defects that exceed the company's target of 5% from total daily production. This can be seen from the production data for the last 3 months in the period of October-December 2017 where there are 47 days where the proportion of defective products exceeds the company’s target. The high level of defective products cause a loss to the company because the defective product will not be sent to the consumer or sold to other parties with cheaper price. Therefore, an analysis is done to find the root cause of the problem on the production of test liner paper with Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) method and fishbone diagram. The result of data processing shows that the failure type that plays a big role is dirty visual type defect with the highest RPN value that is equal to 168. Then, the cause of visual defect is triggered by several factors which are classified into 5 categories: Man, Machine, Method, Material, and Environment. 
PENGGUNAAN KRALJIC’S PURCHASING PORTFOLIO MODEL DALAM PERANCANGAN STRATEGI PENGADAAN BAHAN BAKU PADA PT MASSCOM GRAPHY Adi, Deshtyan Erlangga; Pujotomo, Darminto; Sriyanto, Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.807 KB)

Abstract

Strategi pengadaan merupakan hal – hal yang diputuskan dan dilakukan untuk mengadakan bahan baku yang berbeda – beda dalam proses pengadaan. Strategi pengadaan mencakup berbagai hal diantaranya adalah kebijakan operasional, hubungan dengan pemasok, serta penggunaan kontrak yang jelas dan menguntungkan. PT Masscom Graphy merupakan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan khususnya dalam mencetak salah satu surat kabar terbesar di regional Jawa Tengah. Pengadaan bahan baku tidak memiliki mekanisme manajemen kontrak yang jelas dan membuat pengguna harus membuat perencanaan strategi pengadaan setiap harinya dengan dinamika yang berubah – ubah. Diperlukan identifikasi karakteristik setiap item pengadaan untuk merancang strategi pengadaan yang terdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pengadaan bahan baku yang dibutuhkan oleh PT Masscom Graphy dalam memenuhi kebutuhan cetak surat kabar. Penilaian dimensi, atribut, dan item pengadaan akan dihitung menggunakan Fuzzy Multi-attribute decision making. Matriks Kraljic dibentuk dengan dua dimensi utama yaitu risiko pasar (supply risks) dan dampak profit (profit impact) menggunakan multidimensional scaling pada software SPSS. Hasil pemetaan kemudian akan menjadi dasar untuk perancangan strategi pengadaan barang, mulai dari karakteristik supplier, tipe hubungan dan tipe kontrak dengan supplier, strategi operasional umum dan khusus, serta karakteristik staff pengadaan yang ideal. Bahan baku dalam kuadran non-critical berupa tali rafia, double tap, dan kain lap direkomendasikan menerapkan tipe kontrak regular trading. Kuadran bottleneck berisikan bahan baku berupa cairan produksi dan plat besi direkomendasikan menerapkan tipe kontrak call off contract. Bahan baku strapping band, bungkus, dan spraymount yang masuk ke dalam kuadran leverage disarankan menerapkan tipe kontrak call off contract. Kuadran strategic berisikan bahan baku tinta cetak dan kertas koran direkomendasikan menerapkan tipe kontrak partnership. AbstractProcurement strategies are some items which being decided and performed to purchase different materials in the procurement process. It contains some essential points such as operational policy, supplier relationship, and contract management. PT Masscom Graphy, in particular, is a printing company, issuing one of the major newspapers at region of Central Java, Indonesia. The company’s procurement doesn’t have a clear mechanism of contract management, also forcing the users to replan the procurement strategy every single day in a dynamic situation. Materials characteristic identification is needed to produce the differentiated strategies of procurement. This research aims to generate the procurement strategies demanded by the company, in order to accomplish the production of newspapers. The assessment of dimensions, attributes, and materials will be measured with fuzzy multi-attribute decision making. The results are going to be positioned into the Kraljic Matrix. The positioning will be completed by the multidimensional scaling using SPSS. Materials in non-critical quadrant are raffia rope, double tape, and drapery, with the recommendation to implement regular trading contract. Materials in bottleneck quadrant contain production fluid and steel plate, recommending to implement the call off contract. Strapping band, cover, and spraymount categorized as the leverage items, advising to apply the call off contract. The strategic quadrant consists the ink and the paper, with a partnership contract to be proposed.     
STUDI PENERAPAN METODE FUZZY AHP DAN TOPSIS UNTUK EVALUASI PREFERENSI MODA TRANSPORTASI UMUM DI KOTA SEMARANG Setiowati, Farhania Aisyah; Sriyanto, Sriyanto; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.68 KB)

Abstract

Tidak memadainya layanan transportasi umum di Kota Semarang menyebabkan preferensi yang rendah terhadap penggunaan transportasi umum. Pada sisi lain, rendahnya preferensi disebabkan oleh adanya ketidakpuasan terhadap pelayanan transportasi umum di Kota Semarang. Untuk meningkatkan pemakaian moda transportasi umum, maka perlu untuk mengetahui pemilihan moda transportasi umum di Kota Semarang. Metode Fuzzy AHP (Analytic Hierarchy Process) dan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) digunakan dalam penelitian ini. AHP dapat membandingkan secara berpasangan terhadap kategori dan sub-kategori dari model SERVQUAL, sehingga akan menghasilkan bobot kepentingan masing-masing kategori dan sub-kategori. TOPSIS akan membantu dalam pemilihan alternatif yang memiliki jarak terdekat dengan PIS (Positive Ideal Solution) dan jarak terjauh dari NIS (Negative Ideal Solution), sehingga akan muncul urutan preferensi dari alternatif yang ada. Berdasarkan proses perhitungan didapatkan bahwa bobot dari kriteria kenyamanan sebesar 0.434, penampilan fisik sebesar 0,109, personalia sebesar 0,109, keandalan sebesar 0,348. Selanjutnya, didapatkan bahwa pada kriteria kenyamanan, subkriteria keselamatan saat menggunakan layanan angkutan umum (Am3) memiliki bobot terbesar yakni 0,228 selanjutnya diikuti oleh keselamatan berkaitan dengan perilaku penumpang lainnya (Am4) sebesar 0,212. Kemudian untuk perhitungan bobot alternatif, BRT memiliki bobot sebesar 0,372, bus kota sebesar 0,314 dan mikrolet 0,314. Hasil perhitungan pada bagian TOPSIS, menunjukan bahwa nilai kedekatan relatif dengan solusi ideal positif terbesar dimiliki oleh alternatif BRT, sehingga peringkat pertama dalam pemilihan alternatif terbaik juga ada pada moda BRT.  AbstractTitle: Application Study Of Fuzzy AHP and TOPSIS Method to Evaluate Preferences of Public Transportation Mode in Semarang City. Inadequacy of public transport services in Semarang City cause low preference towards the use of public transport. On the other hand, the low preference due to their dissatisfaction with public transport service in the city of Semarang. To increase the use of public transportation, it is necessary to determine the selection of public transportation in the city of Semarang. Fuzzy AHP (Analytic Hierarchy Process) and TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) used in this study. AHP can compare in pairs over the categories and sub-categories from the model SERVQUAL, so it will produce importance weight of each category and sub-category. TOPSIS will assist in the selection of alternatives that have the closest distance to the PIS (Positive Ideal Solution) and the farthest distance from the NIS (Negative Ideal Solution), so it will appear in order of preference of the available alternatives.Based on the calculation process it was found that the weight of the comfort criteria for 0434, amounting to 0.109 physical appearance, personnel amounted to 0.109, the reliability of 0.348. Furthermore, it was found that the comfort criteria, sub-criteria of safety when using public transport services (Am3) has the greatest weight that is 0.228 followed by safety related to the behavior of other passengers (Am4) of 0.212. Then for an alternative weight calculation, BRT has a weight of 0.372, 0.314 city bus and microbus at 0.314. The results of calculations on the TOPSIS, showed that the value of the relative proximity to the largest positive ideal solution owned by BRT alternatives, thus ranking first in the selection of the best alternatives also exist in BRT mode.
UPAYA ELIMINASI WASTE PADA PROSES PRODUKSI PAVING BLOCK DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING (STUDI KASUS PT ALAM DAYA SAKTI) Iswandharu, Aditya Dimas; Sriyanto, Sriyanto; Rinawati, Dyah Ika
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.962 KB)

Abstract

PT Alam Daya Sakti merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur bahan bangunan dengan Paving Block Holland sebagai produk utamanya. Terdapat beberapa permasalahan waste pada proses produksi Paving Block pada PT Alam Daya Sakti, yang menyebabkan pemborosan sumber daya yang digunakan dalam proses produksi Paving Block Holland sehingga menyebabkan tingginya biaya produksi. Untuk meringkas biaya produksi dan meningkatkan efisiensi produksi, perusahaan harus mengeliminasi pemborosan (waste) dengan menerapkan pendekatan Lean Manufacturing. Pendekatan ini diawali dengan memahami gambaran umum perusahaan, khususnya alur proses produksi Paving Block Holland dengan Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan titik pemborosan pada proses produksi secara umum. Langkah selanjutnya yaitu mengidentifikasi aktivitas – aktivitas produksi kedalam Value Added Activity, Non Value Added Activity, dan Necessary but Non Value Added Activity dengan hasil perbandingan VA 89,54%; NVA 8,24%; dan NNVA 2,22%. Aktivitas yang termasuk kedalam NVA dan NNVA tersebut selanjutnya diidentifikasi kedalam Seven Waste dengan hasil waste terbesar adalah jenis Waiting (42%). Selanjutnya waste jenis Waiting dicari akar penyebab timbulnya dengan menggunakan Fishbone Diagram dan 5 Whys, dimana ditemukan akar penyebab berupa “Kebijakan perusahaan dalam menentukan jumlah produksi kurang tepat”. Terakhir, dilakukan upaya eliminasi akar penyebab waste tersebut dengan rekomendasi perbaikan berupa “Perancangan Kebijakan Usulan Jumlah Target Produksi Paving Block Holland”.AbstractWaste Elimination Effort On Paving Block Production Process with Lean Manufacturing Approach (Case Study PT Alam Daya Sakti. There are some waste issues in the Paving Block production process at the company, which causes waste of resources used in the production process causing high production costs. To decrease productioncosts and improve production efficiency, companies must eliminate waste by applying the Lean Manufacturing approach. This approach begins with understandingcompany’s general picture, particularly the flow of the Paving Block Holland production process with Value Stream Mapping (VSM) to map the point of waste in the productionprocess in general. Next step is to identify production activities into Value Added - based Activity, with the result of VA comparison 89,54%; NVA 8.24%; and NNVA 2.22%. Activities included in the NVA and NNVA are then identified into Seven Wastewith the largest waste product being Waiting (42%), and then searched for root causeby using Fishbone Diagram and 5 Whys, which found the root cause of "Company policy in determining production target is less appropriate". Finally, eliminating the root cause of the waste with the counter measure waste "Design Policy Proposed Number of Production Target Paving Block Holland".
ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS LAYANAN BENGKEL AHASS DI SEMARANG MENGGUNAKAN METODE COMPETITIVE ZONE OF TOLERANCE BASED IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS (CZIPA) (STUDI KASUS: BENGKEL AHASS SAHABAT SEJATI DAN AHASS NAGA SAKTI DI SEMARANG) Sari A, Dewi Ratna; Pujotomo, Darminto; Sriyanto, Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.725 KB)

Abstract

Bengkel resmi mulai semakin banyak bermunculan mengikuti peningkatan jumlah sepeda motor. Bengkel sepeda motor resmi Honda yaitu AHASS menjadi salah satunya. Bengkel AHASS Sahabat Sejati merupakan bengkel resmi Honda dimana bengkel ini memiliki pesaing bengkel AHASS Naga Sakti yang berlokasi hanya 1,2 km. Bengkel AHASS Sahabat Sejati harus memperhatikan kepuasaan pelanggan terhadap kualitas layanan jasa yang telah diberikan untuk dapat bersaing. Benchmarking terhadap bengkel pesaingnya perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing. Benchmarking yang dilakukan berdasarkan  pada lima dimensi SERVQUAL (tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy) kemudian akan diterjemahkan ke dalam 16 variabel sebagai indikator dalam pengukuran. Setelah itu pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada pelanggan lalu pengolahan data menggunakan metode Competitive Zone of Tolerance based IPA (CZIPA) sehingga didapatkan hasil bahwa bengkel AHASS Sahabat Sejati memiliki lima variabel yang diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Lima variabel tersebut adalah kemampuan staf untuk dapat menjelaskan langkah tindakan pencegahan kerusakan komponen yang telah diganti, staf memberikan informasi biaya pergantian part sebelum dilakukan pergantian dengan transparan, bengkel menyediakan panggilan darurat ketika motor pelanggan mogok di jalan, membuat ruang tunggu menjadi nyaman, dan memperhatikan penampilan staf untuk terus rapi dan bersih.  Abstract Comparative Analysis of Service Quality Workshop AHASS in Semarang Use Method of Competitive Zone of Tolerance based Importance-Performance Analysis (CZIPA) (Case Study: Workshop of AHASS Sahabat Sejati and AHASS Naga Sakti in Semarang).Official workshop began increasingly appear to follow enhancement the number of motorcycles. Honda official motorcycle shop that AHASS be one of them. AHASS Sahabat Sejati is official Honda workshop where have competitor is AHASS Naga Sakti which located only 1.2 km. AHASS Sahabat Sejati should pay attention to customer satisfaction on the quality of services. Benchmarking on competitors workshop have to do for increase the competitiveness. Benchmarking is done based on five dimensions of SERVQUAL (tangible, reliability, responsiveness, assurance and empathy) then be adjusted to 16 variables as indicators in the measurement. After collecting data used questionnaires to customers and then measurement the data using a method of Competitive Zone of Tolerance based IPA (CZIPA) to obtain the results of that workshop AHASS Sahabat Sejati has five priority variables to be improved so as to enhance customer satisfaction. Five of these variables is the ability of the staff to be able to explain the steps precaution of damage component has been replaced, the staff provide cost information replacement parts before the turnover transparently, workshops provide an emergency call when the motor of customers broke down on the road, making the waiting room to be comfortable, and pay attention to appearances staff to keep tidy and clean.
THE TASIKMALAYA CHAOS IN 1996: BETWEEN THE SOCIETY’S SOLIDARITY AND THE SOCIO-ECONOMY IMBALANCE Sriyanto, Sriyanto
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 13, No 2 (2012): Local History in History Learning
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.41 KB) | DOI: 10.17509/historia.v13i2.7696

Abstract

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PADA PRODUK TAHU BAXO IBU PUDJI MENGGUNAKAN METODE NEW SEVEN TOOLS (Studi Kasus pada CV. Pudji Lestari Sentosa) Rahayuningtyas, Wening; Sriyanto, Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.768 KB)

Abstract

CV. Pudji Lestari Sentosa merupakan suatu CV yang memproduksi tahu baxo dengan nama pemasaran atau brand yang cukup dikenal oleh masyarakat, yaitu Tahu Baxo Ibu Pudji.  Demi menjaga kepercayaan konsumen tentunya CV. Pudji Lestari Sentosa mengutamakan kualitas dari produk-produknya. Salah satu hal yang dilakukan ialah melakukan pengendalian kualitas. Pengendalian kualitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan agar produk memiliki kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian yang dilakukan di CV. Pudji Lestari Sentosa ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan khususnya untuk produk tahu baxo Ibu Pudji. Metode yang akan digunakan dalam melakukan pengendalian kualitas ini ialah new seven tools, dimana metode ini meliputi beberapa tahapan yaitu affinity diagram, interrelationship diagram, matrix diagram, matrix data analysis, dan tree diagram. Jenis kecacatan yang biasanya ditemukan dalam produk tahu baxo antara lain ialah tahu yang rusak, tahu gagal, tahu kecil, dan tahu sortir. Dari hasil penelitian diketahui penyebab kecacatan dari produk tahu baxo Ibu Pudji berasal dari faktor operator, material, mesin, lingkungan, dan metode pengoperasian.  ABSTRACTCV. Pudji Lestari Sentosa is a company that produces food that called “Tahu Baxo” which is a tofu that has a meatball inside of it,. The quality of the product is very important to maintain customer satisfaction, and quality control is a must for CV. Pudji Lestari Sentosa. Quality control is a requirement to ensure that the product meets the conformity of the established standard. This research aims to examine the quality control process in CV. Pudji Lestari Sentosa, especially for the Tahu Baxo product. CV. Pudji Lestari Sentosa applies the new seven tools in controlling quality, consists of some steps which are affinity diagram, interrelationship diagram, matrix diagram, matrix data analysis,and tree diagrams. The failures found in “Tahu Baxo” among others are the quality of the tofu The result finds some factors that cause the defect of “Tahu Baxo” are the operators, material, machine, environment and operation method.
USULAN PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU BETON READYMIX DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA BATCHING PLANT LAMPUNG PT WASKITA BETON PRECAST, TBK UNTUK PROYEK TOL TRANS SUMATERA Maduma, Lia; Sriyanto, Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.748 KB)

Abstract

Di tahun 2017, Indonesia mengalami pembangunan infrastruktur secara menyeluruh yang mengakibatkan permintaan beton untuk kebutuhan proyek semakin meningkat. Hal ini berdampak pada kegiatan bisnis PT Waskita Beton Precast yang merupakan perusahaan manufaktur beton precast (cetak) maupun readymix (cair) di Indonesia. Namun dalam pelaksanaan proyek, perusahaan sering mengalami kendala proses produksi yang diakibatkan oleh keterlambatan pengadaan material beton readymix. Keterlambatan ini dikarenakan belum adanya penjadwalan material yang menjadi acuan untuk melakukan pemesanan. Alur pengadaan material yang dilakukan perusahaan dimulai dari divisi logistic Batching Plant tempat beton readymix diproduksi memberikan perintah pemesanan kepada divisi pengadaan pusat, kemudian divisi tersebut yang akan melakukan pemesanan. Hal ini menjadi kendala karena material beton readymix berasal dari alam, tidak dapat diprediksi dan tidak dapat dikendalikan ketersediannya di bumi. Untuk itu dalam penelitian ini diusulkan pembuatan suatu perencanaan material menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) sehingga dapat dihasilkan kebutuhan kuantitas yang tepat dan jadwal pemesanan material di setiap periode. Dengan mengambil data pembelian yang dilakukan oleh perusahaan pada Oktober – Desember 2017, dihasilkan selisih jumlah antara material pasir, split 1-2, dan semen secara berurut yaitu 363,95 m3, 363,95 m3 dan 394 ton. Penelitian ini juga membuat usulan lain yaitu perhitungan safety stock sebagai antisipasi persediaan. Pada akhirnya perencanaan material ini dapat digunakan sebagai acuan pemesanan oleh divisi pengadaan pusat, sehingga jumlah dan waktu pemesanan dapat dikendalikan oleh divisi logistic Batching Plant. Abstract [Proposed planning of readymix concrete raw material needs using Material Requirement Planning (MRP) method in Batching Plant Lampung PT Waskita Beton Precast, Tbk for Tol Trans Sumatera project] In 2017, the demand of concrete needs is increased as the result of developing a comprehensive infrastructure in Indonesia. It gives an impact on the business activities of PT Waskita Beton Precast which is a manufacturing company of precast concrete and readymix (liquid) in Indonesia. However, in the implementation of the project,the firm often faces the obstacle of production process caused by delay in the procurement of readymix concrete materials. This delay happens because the firm doesn’t have material scheduling yet to make an order to the supplier. The currently flow of material procurement in the firm is started from the logistic division of Batching Plant where readymix concrete is produced ask the central procurement division to make an order, then the division will contact the supplier. This condition being an obstacle because the readymix concrete material comes from nature, unpredictable and its availability on earth can not be controlled. Therefore, this research is proposed to make a material planning using Material Requirement Planning (MRP) method so that the firm knows the quantity requirement and material ordering schedule in each period. The data is used for this research is a company’s purchases data in October - December 2017. Its result shows us that there is a difference between MRP method and the firm’s in the amount of sand material, split 1-2, and cement which are 363.95 m3, 363.95 m3 and 394 tons. This research also generates a calculation of safety stock as anticipation of inventory. Finally, this material planning can be used as a guidance by the central procurement division, so that the amount and time of ordering can be controlled by the Batching Plant's logistics division.
Co-Authors - Nurjoko A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rohmad, Abdul Adi, Deshtyan Erlangga Adityo R Ahmad Nur Ismail Aim Abdulkarim Amalia Amalia Amalia, Arifatun Rizka Ananda Wien Dinasty Andik Wijayanto Andika, Wahyu Aninditya, Destiana Apik Budi Santoso Apriyanto, Mulono Arfan Bakhtiar Arifien, Moch Arifin Muslim Ary Arvianto Asmawar, Mellysa Asmawi Zainul Astutik, Sri Dewi Astutik, Sri Dewi Averroes, Fitra Luthfie Bambang Purwanggono Bayu Nugroho Bregas Widya Pratama, Bregas Widya Brilliant, Muhamad Budi Setiawan Budiyanto, Hermawan Cahyaningrum, Salsabila Mayori Cahyono, Eko Hadi Chairani Chairani Darminto Pujotomo Denny Nurkertamanda Dessy Tri Astuti Diansari, Susi Dina Tauhida Dwi Handoko Dyah Ika Rinawati Eka Nurul Ilahiyyah, Eka Nurul Eko Adi Saputro Enok Maryani Estie Susanti Eva Banowati Fitra, Jaka Fitri Maharani, Fitri Fitria . Galih Setyo Pambudi, Galih Setyo Hadi Hadi Hadi, Miftakhul Hadi, Miftakhul Handayani Tri Wijayanti Handayani, Alfina Hanifah, Utik Milati Hanifah, Utik Milati Hari Purnomo Susanto Haryanto Haryanto Hasan Mastrisiswadi Hasanudin, Mochammad Hasiholan, Bistok Hasna Prilia, Afifah Hermawan, Arief Yulianto Hermawan, Arief Yulianto Heru Prastawa Herwanto, Riko Hery Suliantoro Inggriet Hermanda, Inggriet Iswandharu, Aditya Dimas Ita Sulistyawati, Ita Kasidin, Kasidin khusnul khotimah Kuntoro, Rames Krisnan Luthfillah Amin Maduma, Lia Monika Suhalim muhammmad abror, muhammmad Munawwaroh, Siti Munawwaroh, Siti Naela Karima Naeni, Ovi Ni Putu Sriyusielani Nor Chasanah NUR FADILAH Nur Puji Lestari, Nur Puji Pentika Pulung Sari Pramudityo Imam Nugroho Pratama, Hanggar Purnomo, Rosyana Fitria Purwadi Suhandini Putri, Nurrahim Adhadina Eka Putri, Nurrahim Adhadina Eka Rahayuningtyas, Wening Rochmatun, Habibah Rochmatun, Habibah Rukin, Rukin Sahri Sahri Samrotul Rizqiyah, Samrotul Sari A, Dewi Ratna Sari, Resy Anggun Setiawan Putra, Widhi Adwitya Setiowati, Farhania Aisyah Sholiha, Arina Sholiha, Arina Siti Almaidah, Siti Soegiarto Soegiarto, Soegiarto Sony Irianto Sri Hartini Sri Karnila Suharti Suharti Suhartoyo Suhartoyo, Suhartoyo Sunarko Sunarko Suroso Suroso Susatyo Nugroho W.P Sutardji - Sutardji Sutardji Sutedi, Sutedi Tjaturahono Budi Sanjoto Tukidi Tukidi, Tukidi Wahyu Setyaningsih Widiastuti, Wiwin Widowati, Eny Hari Wiwik Budiawan Wiwik Budiman Yanuar, Rizki Yogi Octavian MP Yulianasari, Siska Z, Malikatun Zuhri, Mursid Zulfirman, Ubaid