Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

TEKNOLOGI PENANGANAN DAN PENGAWETAN DI ATAS KAPAL PADA NELAYAN KABUPATEN ACEH BARAT Nabila Ukhty; Ikhsanul Khairi; Nurul Najmi; Mira Mauliza Rahmi; Heriansyah; Samsul Bahri; Yasrizal
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v5i2.415

Abstract

Teknik penanganan dan pengawetan ikan merupakan hal penting yang harusdilakukan dalam indsutri perikanan. Tujuan dari penanganan dan pengawetan ini yaitu menjagakualitas ikan hingga ke tangan konsumen. Kegiatan penanganan harus dilaksanakan dari huludan hilir, yaitu dari kegiatan penangkapan hingga ke pengolahan menjadi produk. Penanganandan pengawetan yang tepat dan baik dapat menghasilkan komoditas yang prima, nilai jual yangtinggi, dan dapat memperluas akses pasar. Hal ini secara tidak langsung berpotensimeningkatkan pendapatan nelayan. Kegiatan sosialiasi dilaksanakan di aula Dinas Kelautandan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Barat. Tujuan kegiatan ini dilaksanakan yaitu untukmemberikan pemahaman kepada nelayan terkait cara penanganan ikan yang baik di atas kapaldan teknik pengawetan yang bisa dilakukan di atas kapal. Sosialisasi dilaksanakan dua sesi.Sesi pertama memaparkan teknologi penanganan di atas kapal dan sesi kedua teknologipengawetan di atas kapal. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi bersama paranelayan, pada sesi ini banyak informasi-informasi yang diterima dari neayan terkait kondisi dilapangan (laut), sehingga dapat menjadi masukan untuk kami dalam mencari solusi terbaikuntuk para nelayan di Aceh Barat. Salah satu solusi yang diberikan yaitu, mendesign ulangruang palka dengan dengan menambahkan alufo pada bagian insulator palka sehingga bisadimanfaatkan secara optimal dan lebih memperhatikan rasio jumlah es dan ikan selamapenyimpanan di atas kapal sehingga dapat mempertahankan mutu ikan hingga ikan didaratkan. Fish handling and preservation techniques are important things that must be applied in thefisheries industry. The purpose of this handling and preservation is to maintain the quality ofthe fish until it reaches the consumer. Handling activities must be carried out from upstreamand downstream, namely from fishing activities to processing into products. Proper and goodhandling and preservation could produce prime commodities, high selling value, and expandmarket access. This indirectly has the potential to increase fishermen’s income. Thesocialization activity was carried out in the hall of the Department of Marine Affairs andFisheries (DKP) of West Aceh Regency. The purpose of this activity is to provide fishermenwith an understanding of how to properly handle fish on board and preservation techniquesthat can be applied on board. The socialization was held in two sessions. The first sessionpresented onboard handling technology and the second session preservation technology on board. The socialization activity was closed with a discussion session with the fishermen, inthis session a lot of information was received from fishermen regarding conditions in the field,so that it could be input in finding the best solution for fishermen in West Aceh. One solutiongiven is to redesign the hatch space by adding aluminum foil to the insulator of the hatch sothat it can be used optimally and pay more attention to the ratio of the amount of ice and fishduring storage on the boat so that it can maintain the quality of the fish until the fish is landed.
KELIMPAHAN, KEANEKARAGAMAN DAN BIOMASSA IKAN KARANG PADA PERAIRAN UJONG PANCU, KABUPATEN ACEH BESAR M Rizki Fazillah; Taisir Afrian; Nanda Muhammad Razi; Maria Ulfah Ulfah; Samsul Bahri
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v7i2.2397

Abstract

Reef fish utilize coral reef ecosystems as a place to live, foraging, spawning and nurturing. This study aims to determine the abundance of species, diversity and biomass of reef fish found in the waters of Ujong Pancu, Aceh Besar district. This research was conducted in October 2017, there were 5 research location. Data was collected using the Underwater Visual Census (UVC) method. The result show that the highest abundance of reef fish was found in waters of Lhok Mata Ie with a value of 5311.71 Ind/ ha. While the lowest abundance of reef fish was found in Tuan Island waters with a value of 896.67 Ind/ ha. Overall diversity of Ujong Pancu waters reefs is included in the medium-high category. The highest average biomass of reef fish is found in the water of East Batee Island with a value of 100.69 Kg/ ha. While the lowest average biomass of reef fish is found in the waters of West Batee Island with a biomass value 23.87 Kg/ ha. Keywords : Abundance, biomass, diversity, reef fish, Ujong Pancu
TEKNOLOGI PENANGANAN DAN PENGAWETAN DI ATAS KAPAL PADA NELAYAN KABUPATEN ACEH BARAT Ikhsanul Khairi; Nabila Ukhty; Nurul Najmi; Mira Mauliza Rahmi; Heriansyah Heriansyah; Samsul Bahri; Yasrizal Yasrizal
Jurnal Marine Kreatif Vol 5, No 2 (2021): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmk.v5i2.4487

Abstract

Fish handling and preservation  techniques are important things that must be applied in the fisheries industry. The purpose of this handling and preservation is to maintain the quality of the fish until it reaches the consumer. Handling activities must be carried out from upstream and downstream, namely from fishing activities to processing into products. Proper and good handling and preservation could produce prime commodities, high selling value, and expand market   access.  This  indirectly   has  the  potential   to  increase  fishermen’s   income.  The socialization  activity  was carried  out in the hall of the Department  of Marine  Affairs  and Fisheries (DKP) of West Aceh Regency. The purpose of this activity is to provide fishermen with an understanding of how to properly handle fish on board and preservation techniques that can be applied on board. The socialization  was held in two sessions. The first session presented  onboard handling technology  and the second session preservation  technology  on board. The socialization activity was closed with a discussion session with the fishermen, in this session a lot of information was received from fishermen regarding conditions in the field, so that it could be input in finding the best solution for fishermen in West Aceh. One solution given is to redesign the hatch space by adding aluminum foil to the insulator of the hatch so that it can be used optimally and pay more attention to the ratio of the amount of ice and fish during storage on the boat so that it can maintain the quality of the fish until the fish is landed.
Struktur Populasi Gastropoda (Terebralia palustris) Di Area Ekowisata Mangrove Gampong Baro Kabupaten Aceh Jaya Fitriani Fitriani; Mai Suriani; Samsul Bahri; Mohamad Gazali; Mira Mauliza Rahmi
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v4i1.4921

Abstract

ABSTRAKEkowisata mangrove Gampong Baro mempunyai beberapa tempat yang dapat dikunjungi, bentuk dari aktivitas kunjungan ini secara langsung memberikan dampak terhadap  beberapa jenis biota pada ekologi mangrove adalah jenis Gastropoda. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober 2021-Januari 2022 di area mangrove Gampong Baro Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh, dengan tujuan untuk mengetahui nilai kepadatan, distribusi ukuran dan pola distribusi dari Terebralia palustris. Pengambilan data dilakukan di 3 stasiun pengamatan dengan menggunakan metode transek kuadrat. Pada setiap stasiun pengamatan di pasanng  plot utama ukuran 10 x 10 m untuk pengambilan data mangrove dan disetiap plot utama dibuat subplot ukuran 1 x 1 m  untuk pengambilan data gastropoda.  Hasil  dari penelitian menunjukan bahwa kepadatan Terebralia palustris bernilai antara 4-16 ind/m2, ukuran sebaran Terebralia palustris berkisar antara 3-12,3 cm. Indeks pola distribusi sebaran adalah Id<1 yang artinya pola sebarannya merata/seragam. Hubungan kerapatan mangrove dengan kelimpahan gastropoda Terebralia palustris antar stasiun dianalisis menggunakan Regresi Linear Sederhana diperoleh nilai r= 0,9663, yang berarti memiliki korelasi yang sangat kuat antara kepadatan gastropoda Terebralia palustris dengan kepadatan mangrove
KONDISI TERUMBU KARANG DAN KOMPOSISI IKAN KARANG DI PULAU RUBIAH DAN PERAIRAN IBOIH Munandar Munandar; Nanda Muhammad Razi; Puad Batari Harahap; Muhammad Agustiar; Samsul Bahri; Nurul Najmi; Fitria Rahmayanti
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlaot.v1i2.2313

Abstract

Indonesia terletak di pusat keanekaragaman terumbu karang dunia. Keanekaragaman hayati ini menekankan pentingnya Indonesia dalam upaya global untuk melestarikan sumber daya laut. Penelitian ini akan mengkaji struktur komunitas karang dan kompoisis ikan terumbu yang terdapat pada dua lokasi yang berbeda di dua titik di perairan Sabang, meliputi Pulau Rubiah dan Iboih sebagai perwakilan dari perairan Sabang bagian Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019. Metode LIT digunakan dalam penelitian ini (Line Intercept Transect) dengan panjang transek 100m. Analisis data karang meliputi persen penutupan karang dan kelimpahan ikan karang dan indeks keanekaragamannya. Hasil penelitian menunjukkan persentase tutupan karang di lokasi Pulau Rubiah dan perairan Iboih sebesar 27,76±5,30% dan 26,12±5,85% yang termasuk kedalam kondisi sedang. Dilokasi pertama karang didominasi oleh genus Acropora (16,74%) sedangkan pada lokasi kedua Heliopora (18,45). Komposisi ikan pada lokasi pertama dan kedua didominasi oleh Acanthuridae dan Pomacentridae dengan persentase yang berbeda pada setiap lokasi. Indeks keanekaragaman pada dua lokasi berada pada kriteria sedang yaitu 2,862 (Pulau Rubiah) dan 2,816 (Iboih). 
Hubungan Kedalaman Sarang Semi Alami Terhadap Persentase Penetasan Telur Penyu di Daerah Pesisir Pantai Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Hayatun Nufus; Darmawati Darmawati; Mai Suriani; Asri Mursawal; Nabil Zurba; Mohamad Gazali; Samsul Bahri
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v3i2.4916

Abstract

Pantai Lampuuk adalah salah satu tempat konservasi yang terdapat di kecamatan Lhoknga kabupaten Aceh Besar, dengan luas wilayah pantai lampuuk lebih kurang  3 km yang merupakan salah satu  lokasi pendaratan penyu untuk bertelur pada setiap musim timur yaitu mulai dari bulan November-Maret disetiap tahunnya. Adapun tujuan dari penelitian ini dapat mengetahui langsung hubungan kedalaman sarang semi alami terhadap persentase penetasan telur penyu. Dilakukan di tempat konservasi penyu Babah Dua Lampuuk Aceh Besar, Penelitian ini mulai dari 01 Desember 2020 sampai 18 Febuari 2021. Kedalaman sarang sesuai dengan jumlah telur yang didapatkan. Didapatkan 3 sarang penyu alami dari dua spesies, sarang pertama penyu belimbing, sarang kedua penyu  lekang, dan sarang ketiga penyu belimbing. Pada sarang pertama kedalaman 50-60 cm berjumlah 70 butir presentase penetasannya sebesar 60%, sedangkan pada sarang kedua dengan kedalaman 50-58 cm berjumlah 50 butir presentase penetasannya sebesar 88%.
DUGAAN SERAPAN KARBON PADA VEGETASI MANGROVE, DI KAWASAN MANGROVE DESA BEUREUNUT, KECAMATAN SEULIMUM, KABUPATEN ACEH BESAR Crisna Akbar; Yudimi Arsepta; Irma Dewiyanti; Samsul Bahri
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlaot.v1i2.2314

Abstract

Mangrove adalah tumbuhan yang mampu hidup pada perairan asin dan pada daerah pasang surut. Secara umum mangrove berfungsi sebagai tempat berkumupulnya berbagi macam biota laut, tempat mencari makan, tempat pemijahan, dan juga sebagai tempat asuhan berbagai macam biota. Mangrove juga memiliki fungsi secara fisik, yaitu sebagai penahan gelombang tsunami, panahan amukan angin dan untuk menahan erosi. Fungsi ekomois dari mangrove adalah dapat dijadikan sebagai bahan bakar kayu dan juga bahan obat-obatan. Hutan mangrove memiliki peran yang sama dengan hutan yang lainnya untuk penyerap karbon dioksida (CO2¬) sehingga dapat membantu dalam pencegahan perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduga serapan karbon (C) pada vegetasi mangrove di kawasan mengrove Desa Beureunut, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2014, di kawsan mangrove Desa Beureunut. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Purposive sampling untuk menentukan tiga stasiun pengamatan, sampel diambil sekali tanpa pengulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mangrove pada kelas tinggi >100 cm memiliki peran dalam penyerapan karbon terbanyak yaitu sebesar 397,53 g/pohon. Bagian pohon yang paling banyak menyerap karbon adalah bagian batang pada kelas tinggi >100, yaitu 194,58 g/pohon. Semakin besar biomassa, maka akan semakin besar pula potensi serapan karbonnya.
BIODIVERSITAS MANGROVE DI PERAIRAN ACEH BARAT DAYA SEBAGAI POTENSI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT BERBASIS MASYARAKAT Samsul Bahri; Heriansyah Heriansyah; Dina Arya Purnama; Erijal Erijal; Muhammad Rifki
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlaot.v1i2.2316

Abstract

Penelitian Biodiversitas Mangrove di Perairan Aceh Barat Daya Sebagai Potensi Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat bertujuan untuk menghitung biodiversitas mangrove yang terdapat kabupaten Aceh Barat Daya sebagai salah satu wilayah yang akan dijadikan Kawasan Konservasi Perairan Daerah. Pengamatan dilakukan pada dua stasiun yakni di kecamatan Kuala Batee dan kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil yang diperoleh menggambarkan kondisi populasi mangrove di kecamatan Kuala Batee yang kurang baik, hal tersebut ditandai dengan rendahnya nilai rata-rata kerapatan (633 ind/Ha) serta rendahnya nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman (H=0,83 E=0,76) pada lokasi tersebut. Sementara kondisi populasi mangrove di kecamatan Manggengjuga pada kondisi yang kurang baik ditandai dengan nilai rata-rata kerapatan dalam kategori sedang (1400 ind/Ha) serta nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman (H=0,36 E=0,53) dalam kategori rendah. Rendahnya nilai parameter yang diperoleh disebabkan alih fungsi lahan mangrove menjadi lahan sawit dan lahan tambak. Sementara jenis mangrove yang ditemukan pada kedua stasiun pengamatan adalah jenis Ceriops decandra, Nypa fruticans, Sonneratia alba dan Acrostichum aureum dimana Sonneratia alba merupakan jenis yang ditemukan pada kedua stasiun pengamatan.
EVALUASI TUTUPAN TERUMBU KARANG BERBASIS MASYARAKAT DI WILAYAH KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH (KKPD) KABUPATEN ACEH SELATAN Samsul Bahri; Dina Arya Purnama; Syahru Syawal; Ikhsanul Khairi
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlaot.v2i2.3074

Abstract

Masyarakat merupakan pelaku konservasi utama yang bersentuhan secara langsung dengan wilayah pesisir. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menghitung persentase tutupan terumbu karang berbasis masyarakat. Partisipasi masyarakat dibentuk guna membangun komunikasi dan kesadaran terhadap lingkungan. Penelitian dilakukan di enam wilayah perairan pada enam kecamatan meliputi Tapak Tuan, Samadua, Meukek, Labuhan Haji Timur, Bakongan dan Bakongan Timur. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode manta tow yang merupakan metode survey terumbu karang berbasis masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan persentase tutupan karang keras yang paling tinggi ditemukan pada wilayah perairan Meukek dan Bakongan Timur. Sementara tutupan karang keras yang paling rendah ditemukan pada wilayah perairanBakongan. Keterlibatan masyarakat dalam upaya perlindungan memberikan dampak yang positif terhadap kesehatan terumbu karang. Adanya panglima laot menguatkan bentuk partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan wilayah perairan di Aceh Selatan.
POTENSI PEMANFAATAN NIPAH (Nypa fruticans) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL DAN FARMASETIKA Ikhsanul Khairi; Samsul Bahri; Nabila Ukhty; Anhar Rozi; Muhammad Arif Nasution
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlaot.v2i2.3146

Abstract

Potensi tumbuhan nipah di Indonesia sangat besar. Nipah merupakan tumbuhan mangrove yang telah dimanfaatkan secara tadisional sejak dulu baik untuk kebutuhan pangan maupun non pangan. Bagian daun dan buah nipah banyak ditemukan kandungan metabolit primer dan sekunder yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Tujuan artikel review ini adalah mengumpulkan literatur dengan fokus kandungan metabolit primer dan sekunder di daun dan buah nipah, untuk memberikan pengatahuan potensi pengembangan produk berdasarkan kandungan metabolit yang ada pada daun dan buah nipah. Daun nipah kaya akan protein dan buah nipah kaya akan karbohidrat dan protein. Beberapa mineral trace elemen juga sangat tinggi kandungannya dalam buah nipah diantaranya yaitu natrium, magnesium dan kalium. Buah dan daun nipah mengandung beberapa metabolit sekunder seperti golongan alkaloid, flavonoid, steroid, triterpenoid, fenol, tanin dan saponin. Ekstrak daun dan buah nipah memiliki aktivitas farmakologis seperti antiinflamasi, antikanker dan antihiperglikemik. Manfaat dari metabolit primer dan sekunder yang terdapat dalam daun dan buah nipah dapat dikembangkan menjadi produk pangan fungsional dan sediaan farmasetika.