Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA PADA KOMPETENSI WIDYAISWARA TERHADAP KEPUASAN PESERTA PENDIDIKAN DAN LATIHAN PEMBENTUKAN JABATAN FUNGSIONAL PENELITI DI PUSAT PEMBINAAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA Abdul Karim Halim
EDUCATE Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v6i1.5214

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rasa keingin tahuan, kompetensi mana dari keempat kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh setiap Widyaiswara yang paling kecil pengaruhnya terhadap Kepuasaan Peserta Pendidikan dan Latihan Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti. Oleh karena maka penelitian ini merumuskan masalahnya menjadi ; “Bagaimana Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Dari Kompetensi Widyaiswara Terhadap Kepuasan Peserta Pendidikan dan Latihan Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti di Pusat Pembunaan Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ? Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang Kompetensi Widyaiswara Mana yang Paling Kecil Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Peserta Pelatihan Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti di Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Selanjunya dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, angket/kuesioner, wawancara dan studi pustaka, serta teknik random sampling untuk pengambil sampel sebanyak 22 % dari 150 orang atau sebanyak 33 orang, yaitu mereka yang menjadi peserta Pendidikan dan Latihan Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti  Gelomban 1 sampai dengan 5 pada Tahun Anggaran 2020. Dari hasil analisis didapat nilai  > , hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari kompetensi Widyaiswara terhadap kepuasan peserta PPJFP di Pusbindiklat LIPI. Dengan nilai KD terhadap kepuasan peserta PPJFP sebesar 58,98% dan sisanya oleh factor lain, seperti latar belakang pendidikan, social budaya dan lain-lain. Dari hasil analisis regresi linier berganda, diketahui bahwa Kompetensi Kepribadian dari Widyaiswara perlu mendapat perhatian, karena menjadi unsur yang dapat mepenyebabkan menurunnya kepuasan peserta pendidikan dan Latihan.
IMPLEMENTASI METODE MENGHAPAL QURAN MELALUI METODE TAKRIR DI PONDOK PESANTREN Abdul Karim Halim; Ani Safitri; Mahdi .
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/oborpenmas.v4i1.4728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode takrir yang dikembangkan kepada santri penghapal quran di pesantren Arrahmaniyah. Metode menghapal quran pada pondok pesanteren memiliki caranya masing-masing. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Penelitian dilaksanakan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini dilakukan dengan dua tahapan mulai dari persiapan dan penerapan. Persiapan dilakukan oleh pendidik atau fasilitator yang ada dipondok pesantren. Sedangkan penerapan lebih kepada proses implementasi dengan tahapan siswa mulai menyetorkan hapalan dilanjutkan dengan mudarosah berkelompok, Al-Imtihan Fii Muraja’atil Muhafazhah, istiomah takrir di dalam shalat. Simpulan pada penelitian ini adalah metode takrir dalam menghapal quran sangat efektif. Dengan adanya tahapan yang dapat menjadikan santri semakin mudah dalam melakukan kegiatan hapalan.
Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Energi Terbarukan Dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Abdul Karim halim
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v6i2.10029

Abstract

Penggunaan energi terbarukan menjadi sebuah keharusan ketika energi berbasis fosil sudah langka. Sampah belum tertangani dengan baik bila hanya  mengandalkan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA), maka akan  mencemari alam dan lingkungan hidup. Dalam upaya memperoleh supley energi terbarukan, untuk memproduksi paving blok berbahan baku  plastik, kami menggunakan energy terbarukan dengan memasang panel surya  berkapasitas 4 kWp dan alat  untuk mereduksi sampah organic menjadi bio gas. Tujuannya menghasilkan  daya listrik kapasitas 4 kWp dengan mengunakan  modul surya (PV), dan menghasilkan teknologi tepat guna untuk mengolah sampah organik menjadi bio gas serta dan pupuk organik cair. Metode yang digunakan diawali dengan pengukuran intensitas matahari, kemudian melakukan analisis kebutuhan modul surya (PV) dan inverter serta kapasitas heater yang digunakan sebagai alat pemanas  serta membuat alat penghancur sampah organic dan  membuat digester serta tabung penampungan gas beserta alat control dan pendukungnya.Hasil yang diperoleh berupa daya listrik kapasitas 4 kWp dari 14 unit modul surya berkapasitas  300 Wp, dipasang secara seri. Menghasilkan tegangan 252 volt, karena masih berbentuk arus searah (dc) maka diperlukan inverter berkapasitas sebesar 4 kWp untuk mensuplay beban heater 2x1250 watt dan motor pengaduk 1250 watt. Tegangan yang keluar dari inverter pada saat beban maksimum  sebesar 222 volt dan arus 8 A frekuensi 50 hz. Sementara itu dari mengolah sampah organik  dengan perbandingan kadar air dan sampah 1lt : 1 kg.  Bubur sampah organic yang disimpan dalam degester selama 8 hari akan menghasilkan gas metan (C5H6). Setiap 150 kg bubur sampah organik akan menghasilkan bio gas sebanyak 50 liter.
IMPLEMENTASI METODE MENGHAPAL QURAN MELALUI METODE TAKRIR DI PONDOK PESANTREN Abdul Karim Halim; Ani Safitri; Mahdi .
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/oborpenmas.v4i1.4728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode takrir yang dikembangkan kepada santri penghapal quran di pesantren Arrahmaniyah. Metode menghapal quran pada pondok pesanteren memiliki caranya masing-masing. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Penelitian dilaksanakan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini dilakukan dengan dua tahapan mulai dari persiapan dan penerapan. Persiapan dilakukan oleh pendidik atau fasilitator yang ada dipondok pesantren. Sedangkan penerapan lebih kepada proses implementasi dengan tahapan siswa mulai menyetorkan hapalan dilanjutkan dengan mudarosah berkelompok, Al-Imtihan Fii Muraja’atil Muhafazhah, istiomah takrir di dalam shalat. Simpulan pada penelitian ini adalah metode takrir dalam menghapal quran sangat efektif. Dengan adanya tahapan yang dapat menjadikan santri semakin mudah dalam melakukan kegiatan hapalan.
PEMBUATAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI PERUMAHAN BUKIT MEKAR WANGI KECAMATAN TANAH SAREAL KOTA BGOR Herawati Sri Septina; Abdul Karim Halim
PKM-P Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : LPPM UIKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pkm-p.v4i2.743

Abstract

Taman Bacaan Masyarakat atau dikenal dengan singkatan TBM adalah perpustakaan skala kecil yang dikenal sebagai sudut baca, rumah baca, rumah pintar, dan sebagainya. TBM bukan sekedar tempat belajar, tapi juga harus menjadi motor penggerak aktivitas sosial. TBM diperlukan sebagai tempat belajar yang lebih menyenangkan, dan diharapkan menjadi sarana yang efektif untuk para siswa tetap belajar dimasa pandemi Covid19. Secara umum tujuan berdirinya Taman Bacaan Masyarakat adalah untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses dan memperoleh bahan bacaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi lapangan ( field research) yaitu mengadakan pengamatan secara langsung untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Taman Bacaan Masyarakat yang ada di Perumahan Bukit Mekar Wangi dibuat dengan beberapa program kegiatan yang ada. Pertama, Program Literasi, yang isi kegiatannya adalah pelatihan kepenulisan cerita khusus untuk anak-anak. Kedua, Program Mendongeng dengan aktifitas mendengar dan menyimak cerita yang dibacakan oleh tutor yang ada. Kegiatan mendongeng ini dapat membantu orangtua yang kesulitan dalam mengatur dan meminimalisir aktifitas penggunaan gadget pada anak-anak dirumah. Ketiga, Perpustakaan Kebun yang dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat melalui informasi yang rinci dan mendalam tentang tanaman, pohon atau tumbuhan yang ada disekitar TBM. Kuliah Kerja Nyata Gagasan tertulis Mandiri yang kami laksanakan di tempat tersebut mencoba memberikan sedikit peran, melalui sumbangan pemikiran dalam bentuk Gagasan tertulis untuk diterapkan pada aktititas kelompok mereka dan sekaligus kami membuatkan Kawasan Demontrasi Plot pada Lahan Kawasan Terbuka Hijau yang ada pada lingkungan mereka.
Nature Environment, Socioeconomic and Culture Value in Gunung Salak Endah Tourism Bahagia Bahagia; Abdul Karim Halim; Leny Muniroh; Rimun Wibowo; Muhammad Shiddiq Ilham Noor; Iis Khaerunnisa Fitriani; Siti Nurkholipah; Shofa Mahartika
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2413

Abstract

Nature demaged enable to stop nature tourism because touris rely on nature conservation. Tourist areas such as Wisata Gunung Salak Endah in Bogor are tours that make nature a tourist attraction so that natural preservation must be maintained. The purpose of this study is to find the economic values of nature tourism, cultural values, and efforts to maintain the sustainability of the natural environment. The research uses qualitative methods. While the selection of respondents was done purposively. Data collection is done by in-dept-interview, documentation and observation. The results show that nature tourism empowers the community by involving the community in management such as ticket sales and parking management. At the same time, it provides opportunities for the community to trade food and beverages by opening stalls in the area and outside the area. People can even sell various traditional foods, handicrafts and sell ornamental plants. All produce economic value. There is even a unification of music in this tourist area because there is a grandfather who plays the harp in the midst of beautiful nature so that it is a natural therapy to entertain and relieve stress. Plus there is no change in the culture and social of the community because the Sundanese people in the area know enough about the foreign culture of the visitors' language but do not adopt it. At the same time, they introduce Sundanese culture by speaking Sundanese when someone buys food and drinks. When visitors do not understand, then continue with Indonesian.
Social Capital of Madura Tribe in Entrepreneurship Bahagia Bahagia; Endin Mujahidin; Abdul Karim Halim; Rimun Wibowo; Abdullah Nuruz Zaini; Ainiyah Hidayanti Yusup; Siti Zulfah Jaelillah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.1869

Abstract

This study intends to find the social capital of the Madurese community who own a business in Bogor, West Java. The research method used is qualitative, while the sampling was carried out purposively based on the consideration that the respondents taken must already have a business in Bogor. The results show that the Madurese interviewed had strong social capital through religious recitations. The purpose of religious studies is to maintain a friendship with other members of the Madurese community, although the main goal is to discuss religion. Social life is also supported by mutual assistance activities between them so that someone who is struck by a disaster will be assisted by other members. People who are affected by disasters such as death will be assisted by other members even though they are not close relatives but are still of the same tribe, namely the Madura tribe. They will work hand in hand to raise money and give it to a grieving family. In addition, the people of Madura have a very good character in trying because they are hard workers, never give up, and are consistent. Meanwhile, the businesses that are mostly engaged in are scrap metal trading, business figures, satay entrepreneurs, and furniture.
Housing Estate for Sustainable Social, Economic and Environment Development Bahagia Bahagia; Leny Muniroh; Abdul Karim Halim; Rimun Wibowo; Muhammad Shiddiq Ilham Noor; Zakky Muhammad Noor
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2414

Abstract

Residential areas are growing rapidly in big cities. The purpose of this study is to find social, cultural and economic values in residential areas. The research method used is descriptive qualitative method. Meanwhile, the research sample used purposive sampling technique. Data was collected by means of in-dept-interview, documentation and observation. The results of the study indicate that social life, such as the establishment of social relations between residents, is associated with facilities such as mosques because mosques contain direct social values. Friendship is also built through religious activities such as tahlilan and at the playground. At the playground children can hone their social skills because they meet children who bring differences in terms of culture and religion. The advantage is that children can appreciate cultural and religious differences from an early age. Even hone togetherness because playing with toys requires other people. At the same time establishing friendship between mothers because when their children play in the garden, the mothers will supervise so that there is a greeting between mothers. Economically, traders may enter residential areas so that traders can profit economically. At the same time growing opportunities to become security officers and household assistants. Finally, there is environmental value because the playground is a green zone so that it can be used as a water catchment area and overcome flooding and reduce emissions.
Health, Social and Culture Value of Food Trading Based on Angkringan in Bogor West Java Bahagia Bahagia; Leny Muniroh; Fachruddin Majeri Mangunjaya; Rimun Wibowo; Zakky Muhammad Noor; Abdul Karim Halim
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2456

Abstract

Culture and traditions have started to become extinct so it needs to be investigated further to save the values of tradition and culture. This study aims to find social and cultural capital as well as the economic value of angkringan. The research method used is descriptive qualitative method. While the sampling was done by purposive technique. The results showed that there were social values in the angkringan culinary tradition because the traders or owners interacted socially with consumers from various groups. Even consumers between consumers can say hello and between consumers and angkringan owners. In addition, there is the value of mutual help because the prices of food and drinks at angkringan are very affordable so that they can help consumers who lack funds during the Covid-19 period. In addition, there is a health value because the drinks served at angkringan include ginger drinks and wedang uwuh which are useful for maintaining health, especially during the covid-19 period. Then, angkringan is a cultural element that must be maintained through the traditional food and beverage. Angkringan also using social media to adapt the outbreak of covid-19. Lastly, to maintain the quality of the food, the cook should not change so that it does not change in terms of taste
Mutual Assisting, Religion and moraliti value of Jumat Berkah in Stundet Perspective Bahagia Bahagia; Leny Muniroh; Abdul Karim Halim; Rimun Wibowo; Rizkal Rizkal; Muhammad Shiddiq Ilham Noor
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 3 (2022): June Pages 3201-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i3.2492

Abstract

The mosque is a center of worship and the center of life. This study aims to find social, religious and moral values in Friday blessing activities. The research method used is descriptive qualitative method and purposive sampling. Data was collected by means of observation, documentation and in-depth interviews. The results showed that the improvement of worship and morals can be done with rewards in the form of food and drinks for children because inviting children to come to the mosque is a challenge. The provision of food and drink will make children not aware that they have worshiped so as to stimulate them in the future so that they continue to go to the mosque without any reward. In addition, there is a social value in which Friday's blessing is classified as an activity to help by providing food and drink to people who may be in trouble at that time. It is also a step in empowerment because the money from donors can be used to buy food and drink for worshipers who come to the mosque. Directly the activities of small and medium enterprises engaged in the food and beverage sector can be assisted through this activity. At the same time as an effort to increase the resilience of the community because during the pandemic many are having difficulties, with the blessing Friday, those who are having difficulties are not alone, the mosque is here to help them.