Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Classification Society Accessibility Holy Sumpur Districts to District General Hospital Sijunjung Susanti, Mira; Ahmad, Ridwan; Zuriyani, Elvi
Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Wisuda Ke 47, Pendidikan Geografi
Publisher : STKIP PGRI Sumbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the classification and level of public accessibility to the Holy Sumpur district general hospital district Sijunjung which includes: 1) distance to the Holy Sumpur district general hospital district Sijunjung, 2) public transport waiting time, 3) the condition of transportation infrastructure, 4) the condition of transportation facilities. Results of this study concluded, the classification of public accessibility to the Holy Sumpur district hospital district such Sijunjung using Black analysis: 1) from 3 villages (villages Holy Sumpur South, Mangganti villages, and Unggan) in the Holy Sumpur district, 2 villages (villages Mangganti , and villages Unggan) included into the low accessibility. 2) Holy Sumpur South  medium including accessibility. 3) Most of the low level of accessibility in the district nagari Holy Sumpur in reaching the public hospital district Sijunjung caused by the distance 99 Km. 4) In addition to the distance factor prasaranan road conditions also account for the low  access to public hospital districts such Sijunjung there are gravel roads and dirt road that connects the villages to the district general hospital Sijunjung. That there are gravel roads and dirt roads and villages are villages Mangganti Unggan.             Public opinion about  in reaching the public hospital district Sijunjung: 1) People assume that the distance from district to district general hospitals of district Sijunjung far is 96%. 2) People in Holy Sumpur district felt the waiting time for public transport to the district general hospital Sijunjung long that is equal to 85.3%. 3) Infrastructure of transport to reach the Holy Sumpur district general hospital district Sijunjung bad that is equal to 78.6%. 4) Means of transportation to reach the Holy Sumpur district general hospital district Sijunjung nothing is equal to 100%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 031 BANJAR XII KECAMATAN TANAH PUTIH Susanti, Mira; Noviana, Eddy; Putra, Zetra Hainul
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The problem this research is the students achievment of social studies SD Negeri 031 Banjar XII fourth graderes still low with an average value of 61,76 and minimum completenness criteria (KKM) social studies is 70,00. Between students, amounting to 17 people only 8 students who achieve classical KKM with 47,06%. This research is Classroom Action Research (CAR), wich aims to improve the student achievement of social studies class fourth at SD Negeri 031 Banjar XII with implementation Model Problem Based Instruction (PBI). Formulation of the problem: is the implementation of model Problem Based Instruction (PBI) can improve students achievment of social studies at SD Negeri 031 Banjar XII fourth graderes?. The research was conducted on march 17, 2015 to april 3, 2015 by 2 cycles. Subjects were students of SD Negeri 031 Banjar XII fourth graderes, totalling 17 people who use the data source. The data collection instruments in this thesis is a teacher and students activities sheets and students achievement. Activities of the teacher in the learning process in cycle I the first meeting to 58,33% and the second meeting improve to 79,17%. Cycle II first meeting and the second meeting improve 91,67% and the second meeting improve to 95,83%. Result of data analysis of students activities in the first meeting cycle I with the first meeting of an avarage of 54,17% and a second meeting improve to 66,67%. Cycle II first meeting improve 83,33% and the second meeting improve to 95,83%. This thesis presents the results obtained each day before the action an improve in base score cycle with the average being 61,76. In the first cycle improve an average of 70,58 with increase big as 14,28% and an impove in the second with an average of 83,52 with increase big as 35,23%. Result in the class fourth at SD Negeri 031 Banjar XII that the implementation of model problem based instruction can improve students achievement of social studies at fourth graderes SD Negeri 031 Banjar XII.Keywords: model PBI, students achievement the result of social studies
Hubungan Fungsi Pengarahan Kepala Ruangan Dengan Motivasi Kerja Perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Mira Susanti; Leni Merdawati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.64 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.%p.2013

Abstract

Fungsi pengarahan kepala ruangan yang optimal berdampak pada motivasi kerja perawat pelaksana. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui hubungan fungsi pengarahan kepala ruangan dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang tahun 2013. Disain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang yang berjumlah 75 orang. Pengumpulan data dilakukan secara angket dengan menggunakan kuesioner. Analisis univariat dengan statistic deskriptif berupa distribusi frekwensi dan presentase serta analisis bivariat dengan pengujian chi-square. Hasil univariat penelitian yaitu lebih dari separuh responden 56% memiliki motivasi kerja yang rendah, 57,3% mempersepsikan fungsi motivasi kepala ruangan kurang baik. 53,3% mempersepsikan fungsi supervisi kepala ruangan baik. 50,7% mempersepsikan fungsi komunikasi kepala ruangan kurang baik, 54,7% mempersepsikan fungsi kepemimpinan kepala ruangan kurang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi motivasi dengan motivasi kerja (p=0,038) Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi supervisi dengan motivasi kerja (p=0,022). Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi komunikasi dengan motivasi kerja (p=0,050). Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi kepemimpinan dengan motivasi kerja (p=0,034). Saran bagi RSI Ibnu Sina Padang agar dapat membuat kebijakan dalam meningkatkan kemampuan manajemen kepala ruangan untuk meningkatkan motivasi kerja perawat pelaksana. 
Implementasi Sistem Informasi Penggajian Untuk Membantu Manajemen Keuangan Dalam Pengolahan Usaha Mira Susanti; Rasman Hidayatullah
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 2 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v2i1.33

Abstract

The era of globalization also affects the business environment in data processing in the form of transactions such as payroll. If the process of payroll calculation is slow and prone to error can lead to discontinuity between employees and management and the use of conventional systems also lead to data security is not guaranteed then the required system that supports management needs in the form of payroll information system to minimize errors that can be used in decision making and influence to smooth business. The method used is the System Development Life Cycle (SDLC) which is a guide in designing and developing information systems. Implemented payroll information systems are able to generate accurate payroll reports in the form of loan evidence, employee salary recaps making it easier to control profits-related businesses to create sound financial management.
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN OLEH PERAWAT PELAKSANA Swastikarini, Sunarti; Yulihasri, Yulihasri; Susanti, Mira
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.552 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.125-134

Abstract

Identifikasi pasien adalah suatu sistem identifikasi kepada pasien untuk membedakan antara pasien satu dengan yang lain. Kesalahan identifikasi pasien dapat berakibat fatal, misalnya kematian dan sebagai pemicu kesalahan lainnya.Data dari KKPRS X tahun 2015 terjadi 98 insiden, 14 insiden berasal dari kesalahan identifikasi, 12 insiden berasal dari pasien jatuh dan 74 berasal dari insiden lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor hubungan dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien di RS X Pekanbaru. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain cross sectional.Sampel berjumlah 166 perawat pelaksana diambil menggunakan teknik propotional simple random sampling.Hasil penelitian dengan uji chi square didapatkan ada hubungan pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,004), faktor tim (p=0,001), faktor lingkungan kerja (p=0,000) dan faktor manajemen dan organisasi (p=0,018) dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien. Untuk faktor motivasi (p=0,099)  dan faktor tugas dan teknologi (p=0,188) tidak memiliki hubungan dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien. Analisis multivariat didapatkan variabel paling berhubungan dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien adalah faktor lingkungan kerja dengan OR=5,535. Peneliti menyarankan pada pihak manajemen rumah sakit untuk mengadakan pelatihan, mensosialisasikan SPO identifikasi pasien, memberikan lingkungan kerja yang positif, melakukan supervisi berjenjang, melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien.   Kata kunci : Identifikasi pasien, perawat   THE FACTORS RELATED TO THE IMPLEMENTATION ACCURACY OF PATIENT IDENTIFICATION   ABSTRACT Patient Identification is a patient identification system to differentiatepatients with. Patient identification errors can be fatal, such as death and as a trigger for other errors. misidentification may be due to many factors. Data from KKPRS X 2015the 98 incidents, 14 incidents came from misidentification, 12 incidents came from patients fell and 74 are from other incidents. This study aims to look at the factors related to the implementation accuracy of patient identification in hospital X Pekanbaru. This research was quantitative with cross sectional design. Sample of 166 nurses were taken using the proportional simple random sampling technique. Results of research with chi square test found relation between knowledge (p = 0.002), attitude (p = 0.004), factor the team (p = 0.001), environmental factors (p = 0.000) and factor management and organization (p = 0.018) with implementation of patient identification accuracy. For motivational factors (p = 0.099) and the duty factor and technology (p = 0.188) had no connection with the implementation of the accuracy of patient identification.Multivariate analysis found that the variables most associated with the implementation of the accuracy of patient identification is the work environment factors with OR = 5.535. Researchers suggest in the hospital management to conduct training, socializing SPO patient identification, provide a positive work environment, conducting tiered supervision, conduct periodic evaluation of the implementation of the accuracy of patient identification.   Keywords: Patient Identification, nurse.
ANALISIS LAYANAN INFORMASI TENTANG MINAT BELAJAR SISWA KELAS X DI MAN 1 PONTIANAK Susanti, Mira; Lestari, Sri; ., Yuline
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 12 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.805 KB)

Abstract

  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membekali siswa dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna dan dapat memberikan informasi kepada siswa tentang pentingnya minat belajar dan minat belajar merupakan salah satu komponen yag berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang berbentuk analisis. Berdasarkan hasil analisis data layanan informasi tentang minat belajar siswa kelals X di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pontianak masuk dalam kategori cukup baik. Materi layanan informasi tentang minat belajar masuk dalam kategori cukup baik. Metode yang digunakan dalam layanan informasi tentang minat belajar masuk dalam kategori cukup baik. Media yang digunakan dalam layanan informasi tentang minat belajar masuk dalam kategori cukup baik. Respon siswa setelah diberikan layanan informasi tentang minat belajar masuk dalam kategori cukup baik. Kata Kunci : Layanan Informasi, Minat Belajar   Abstract: This study aims to equip students with the knowledge and understanding of the various things that are useful and can provide information to students about the importance of learning and interest in learning is one component of Yag leads to successful learning. The research method used descriptive method with quantitative approach in the form of analysis. Based on the analysis of data information services on student interest kelals X in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pontianak into the category quite well. Material information service on learning interest in the category quite well. The method used in the service of information about learning interest in the category quite well. Media used in the service of information about learning interest in the category quite well. Student response after being given information service on learning interest in the category quite well.  Keywords: Information Services, Learning Interests  
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN IBU TERHADAP TUMBUH KEMBANG BALITA DI JORONG BIARO NAGARI BIARO GADANG KECAMATAN AMPEK ANGKEK KABUPATEN AGAM TAHUN 2010 Susanti, Mira; Fitri Ramadhani, Eka
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v2i2.160

Abstract

Mengingat jumlah balita di Indonesia sangat besar yaitu sekitar 10 persen dari seluruh populasi maka sebagai calon penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang di Indonesia perlu mendapat perhatian serius. Tujuan penelitian untuk mengetahui Status Pekerjaan Ibu dengan Tumbuh Kembang Balita. Anak memiliki suatu ciri khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Penelitian ini menggunakan survey analitik, yaitu dengan rancangan cross sectional. Dalam penelitian ini yang menjadi variable independent yang akan diteliti adalah Status Pekerjaan Ibu yang akan mempengaruhi variable dependent yaitu Pertumbuhan dan Perkembangan Balita. Dengan jumlah sampel 38 ibu dan balita. Data diambil melalui menyebarkan kuesioner pada responden dan analisa data menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 responden lebih separuh tidak bekerja sebanyak 21 responden (55,3%), dari 38 responden sebagian besar normal pertumbuhan balitanya sebanyak 30 responden (78,9%), dari 38 responden lebih separuh perkembangan balitanya baik sebanyak 22 responden (57,9%). Dengan nilai proporsi 0,306 tidak terdapat hubungan antara status pekerjaan ibu dengan pertumbuhan balita. Dan nilai proporsi 0,027 menandakan terdapat hubungan antara status pekerjaan ibu dengan perkembangan balita. Dari penelitian yang dilakukan disarankan agar petugas kesehatan dapat menggunakan sebagai memotivasi dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang kebutuhan selama kehamilan trimester pertama. Dan bagi peneliti agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis yang didapat selama penelitian.
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN IBU TERHADAP TUMBUH KEMBANG BALITA DI JORONG BIARO NAGARI BIARO GADANG KECAMATAN AMPEK ANGKEK KABUPATEN AGAM TAHUN 2010 Mira Susanti; Eka Fitri Ramadhani
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v2i2.160

Abstract

Mengingat jumlah balita di Indonesia sangat besar yaitu sekitar 10 persen dari seluruh populasi maka sebagai calon penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang di Indonesia perlu mendapat perhatian serius. Tujuan penelitian untuk mengetahui Status Pekerjaan Ibu dengan Tumbuh Kembang Balita. Anak memiliki suatu ciri khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Penelitian ini menggunakan survey analitik, yaitu dengan rancangan cross sectional. Dalam penelitian ini yang menjadi variable independent yang akan diteliti adalah Status Pekerjaan Ibu yang akan mempengaruhi variable dependent yaitu Pertumbuhan dan Perkembangan Balita. Dengan jumlah sampel 38 ibu dan balita. Data diambil melalui menyebarkan kuesioner pada responden dan analisa data menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 responden lebih separuh tidak bekerja sebanyak 21 responden (55,3%), dari 38 responden sebagian besar normal pertumbuhan balitanya sebanyak 30 responden (78,9%), dari 38 responden lebih separuh perkembangan balitanya baik sebanyak 22 responden (57,9%). Dengan nilai proporsi 0,306 tidak terdapat hubungan antara status pekerjaan ibu dengan pertumbuhan balita. Dan nilai proporsi 0,027 menandakan terdapat hubungan antara status pekerjaan ibu dengan perkembangan balita. Dari penelitian yang dilakukan disarankan agar petugas kesehatan dapat menggunakan sebagai memotivasi dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang kebutuhan selama kehamilan trimester pertama. Dan bagi peneliti agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis yang didapat selama penelitian.
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN OLEH PERAWAT PELAKSANA Swastikarini, Sunarti; Yulihasri, Yulihasri; Susanti, Mira
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.125-134

Abstract

Identifikasi pasien adalah suatu sistem identifikasi kepada pasien untuk membedakan antara pasien satu dengan yang lain. Kesalahan identifikasi pasien dapat berakibat fatal, misalnya kematian dan sebagai pemicu kesalahan lainnya.Data dari KKPRS X tahun 2015 terjadi 98 insiden, 14 insiden berasal dari kesalahan identifikasi, 12 insiden berasal dari pasien jatuh dan 74 berasal dari insiden lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor hubungan dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien di RS X Pekanbaru. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain cross sectional.Sampel berjumlah 166 perawat pelaksana diambil menggunakan teknik propotional simple random sampling.Hasil penelitian dengan uji chi square didapatkan ada hubungan pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,004), faktor tim (p=0,001), faktor lingkungan kerja (p=0,000) dan faktor manajemen dan organisasi (p=0,018) dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien. Untuk faktor motivasi (p=0,099) dan faktor tugas dan teknologi (p=0,188) tidak memiliki hubungan dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien. Analisis multivariat didapatkan variabel paling berhubungan dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien adalah faktor lingkungan kerja dengan OR=5,535. Peneliti menyarankan pada pihak manajemen rumah sakit untuk mengadakan pelatihan, mensosialisasikan SPO identifikasi pasien, memberikan lingkungan kerja yang positif, melakukan supervisi berjenjang, melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien. Kata kunci : Identifikasi pasien, perawat THE FACTORS RELATED TO THE IMPLEMENTATION ACCURACY OF PATIENT IDENTIFICATION ABSTRACT Patient Identification is a patient identification system to differentiatepatients with. Patient identification errors can be fatal, such as death and as a trigger for other errors. misidentification may be due to many factors. Data from KKPRS X 2015the 98 incidents, 14 incidents came from misidentification, 12 incidents came from patients fell and 74 are from other incidents. This study aims to look at the factors related to the implementation accuracy of patient identification in hospital X Pekanbaru. This research was quantitative with cross sectional design. Sample of 166 nurses were taken using the proportional simple random sampling technique. Results of research with chi square test found relation between knowledge (p = 0.002), attitude (p = 0.004), factor the team (p = 0.001), environmental factors (p = 0.000) and factor management and organization (p = 0.018) with implementation of patient identification accuracy. For motivational factors (p = 0.099) and the duty factor and technology (p = 0.188) had no connection with the implementation of the accuracy of patient identification.Multivariate analysis found that the variables most associated with the implementation of the accuracy of patient identification is the work environment factors with OR = 5.535. Researchers suggest in the hospital management to conduct training, socializing SPO patient identification, provide a positive work environment, conducting tiered supervision, conduct periodic evaluation of the implementation of the accuracy of patient identification. Keywords: Patient Identification, nurse.
Hubungan Fungsi Pengarahan Kepala Ruangan Dengan Motivasi Kerja Perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Mira Susanti; Leni Merdawati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.64 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.127-135.2013

Abstract

Fungsi pengarahan kepala ruangan yang optimal berdampak pada motivasi kerja perawat pelaksana. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui hubungan fungsi pengarahan kepala ruangan dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang tahun 2013. Disain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang yang berjumlah 75 orang. Pengumpulan data dilakukan secara angket dengan menggunakan kuesioner. Analisis univariat dengan statistic deskriptif berupa distribusi frekwensi dan presentase serta analisis bivariat dengan pengujian chi-square. Hasil univariat penelitian yaitu lebih dari separuh responden 56% memiliki motivasi kerja yang rendah, 57,3% mempersepsikan fungsi motivasi kepala ruangan kurang baik. 53,3% mempersepsikan fungsi supervisi kepala ruangan baik. 50,7% mempersepsikan fungsi komunikasi kepala ruangan kurang baik, 54,7% mempersepsikan fungsi kepemimpinan kepala ruangan kurang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi motivasi dengan motivasi kerja (p=0,038) Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi supervisi dengan motivasi kerja (p=0,022). Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi komunikasi dengan motivasi kerja (p=0,050). Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi kepemimpinan dengan motivasi kerja (p=0,034). Saran bagi RSI Ibnu Sina Padang agar dapat membuat kebijakan dalam meningkatkan kemampuan manajemen kepala ruangan untuk meningkatkan motivasi kerja perawat pelaksana.