Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Model Picture and Picture dan Jigsaw II Meningkatkan Berfikir Tingkat Tinggi Fajri Arif Wibawa; Edy Purnomo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to find out the effectiveness of high order thinking ability among students who learning using Picture and Picture and Jigsaw II by observing the learning style of students. The research method used was experiment. The result of the research showed that there are differences in students' high-order thinking ability, there are differences in the ability of high-level thinking between students with visual and auditory style, there is interaction between learning model and learning style toward high-level thinking ability, high students thinking ability with Picture and Picture higher in students visual learning style, high-level thinking ability of students with Picture and Picture lower on students whose learning style is auditory, high-order thinking ability of students with higher visual learning style with Picture and Picture, high-level thinking ability of student style visual learning is lower with Jigsaw II.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kemampuan berfikir tingkat tinggi antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model Picture and Picture dan Jigsaw II dengan memperhatikan gaya belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat ada perbedaan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa, ada perbedaan kemampuan berfikir tingkat tinggi antara siswa yang gaya belajarnya visual dan auditori, ada interaksi antara model pembelajaran dengan gaya belajar terhadap kemampuan berfikir tingkat tinggi, kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa dengan Picture and Picture lebih tinggi pada siswa gaya belajarnya visual, kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa dengan Picture and Picture lebih rendah pada siswa yang gaya belajarnya auditori, kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa yang gaya belajarnya visual lebih tinggi dengan model Picture and Picture, kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa yang gaya belajarnya visual lebih rendah dengan model Jigsaw II.Kata kunci: berfikir tingkat tinggi, picture and picture, jigsaw II, gaya belajar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO DRAMA BERBASIS AUDIO VISUAL PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU Desi Susanti; Darsono Darsono; Raden Gunawan Sudarmanto
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of learning media in drama video audio visual based was done by producing drama video product which can improve student result study, and analyzing study effectiveness has used it. Research approach which was done is Research and Development (R D). Result of research shown that: (1) drama video in learning media which is developed on need assessment result. This product can improve student result study, because students do not fell boring in teaching learning process. (2) Result of social science study at experiment class is better than control class, output ANAVA was gotten score F count (12,403) F table (4,04) by probability score was 0.001 0.05, so the effectiveness of product usage is better than do not use drama video in learning media.Pengembangan media pembelajaran video drama berbasis audio visual dilakukan dengan tujuan menghasilkan produk berupa video drama yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, serta menganalisis keefektifan belajar setelah penggunaan produk tersebut. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (RD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Media pembelajaran berupa video drama dikembangkan berdasarkan hasil analisis need assesment. Produk ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, karena siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti proses pembelajaran. (2) Hasil pembelajaran IPS Terpadu pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol, output ANAVA diperoleh nilai F hitung (12,403) Ftabel (4,04) dengan nilai probabilitas 0.001 0.05, maka efektifitas penggunaan produk lebih baik daripada tidak menggunakan media pembelajaran video drama.Kata Kunci : Audio visual, IPS Terpadu, Media video drama
Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Kreativitas Belajar Dalam Kaitannya Dengan Prestasi Belajar Kesuma Wardani; Darsono Darsono; Pujiati Pujiati
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine whether there an influence of learning independence on learning creativity in relation to student achievement at class VII SMP Muhammadiyah 1 Metro. The research method used is descriptive verification with ex post facto approach. The population study is all students of grade VII at SMP Muhammadiyah 1 Metro, which amounted to 140 students, and the sample this study is 104 students. Hypothesis using linear regression test with path analysis. Based on data analysis, the following results are obtained. (1) There is an influence of class VII learning independence on the learning creativity of students. (2) There is an influence of learning creativity to learning achievement of IPS student of class VII. (3) There is influence of learning independence to learning achievement of IPS student of class VII. (4) There is am influence of learning independence to learning creativity of student learning class VIIstudent. (5) There is an influence of learning independence on IPS learning achievement through the creativity of students learning class VII.Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya pengaruh kemandirian belajar terhadap kreativitas belajar dalam kaitannya dengan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Metro. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa-siswi kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Metro yang berjumlah 140 siswa, dan sampel penelitian ini 104 siswa. Hipotesis menggunakan uji regresi linier dengan analisis jalur. Berdasarkan analisis data diperoleh Hasil sebagai berikut. (1) Ada pengaruh kemandirian belajar terhadap kreativitas belajar siswa kelas VII. (2) Ada pengaruh kreativitas belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VII.(3) Ada pengaruh kemandirian belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VII.(4) Ada pengaruh kemandirian belajar terhadap kreativitas belajar siswa kelas VII.(5) Ada pengaruh kemandirian belajar terhadap prestasi belajar IPS melalui kreativitas belajar siswa kelas VII.Kata kunci: kemandirian, kreativitas,prestasi belajar IPS
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN MENGGUNAKAN MODEL JIGSAW II DAN MODEL TSTS Purnama W Turnip; Edy Purnomo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was a case where the low ability preparing financial reports trading companies class XII high schools 1 Natar. The research is namely to know of students ability to preparing financial reports trading companies using learning model cooperative type jigsaw II higher than the two are learning model two stray. The methodology used is the factorial. Engineering data collection was carried out by a test. Analysis techniques data using analysis t. To the hypothesis 1 up to 7 both t test. The research results show that of students ability to preparing financial reports trading companies using learning model cooperative type jigsaw II higher than the two are learning model two stray. There are two a hypothesis that rejected the hypothesis 4 and 7 to the matter journal adjustments and matter draw up the price of a showed that learning model two stay two stray higher than learning model cooperative type jigsaw II.Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan menyusun laporan keuangan perusahaan dagang kelas XII SMA 1 Natar. Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyusun laporan keuangan perusahaan dagang dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dibandingkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan eksperimen semu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes. Teknik analisis data menggunakan analisis uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyusun laporan keuangan perusahaan dagang berupa jurnal, buku besar, neraca saldo dan laporan Keuangan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Ada dua hipotesis yang ditolak yaitu hipotesis 4 dan 7 pada materi jurnal penyesuaian dan materi menyusun harga pokok penjualan menunjukan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.Kata kunci: model jigsaw II, model TSTS
Peningkatan Social Skills Siswa Dalam Pembelajaran IPS Melalui Pendekatan Model Intergrated Hambali Hambali; Darsono Darsono; Pargito Pargito
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to improve students social skills and teachers performances as research subjects by using integrated model in grade VII students of Public Junior High School 1 in Bengkunat of Pesisir Barat district in academic year of 2013/2014. This was a descriptive qualitative research in the form of action class research. This research was conducted in three cycles. The research results showed the improvements of percentages of social skill assessment criteria outcomes to be 32% of very poor and poor with 68% good criteria percentage in cycle I; 0% very poor criteria, 7% poor criteria, 56% good criteria and 36% very good criteria in cycle II; and improvement of students social skills assessment criteria in cycle III to be 4% poor criteria, 21% good criteria and 75% very good criteria. The integrated model approach through group activity learning was able to improve students social skills especially in the aspects of communication and building team/group social skills.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa dan kinerja guru sebagai subyek penelitian dengan menggunakan model Integrated pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat Tahun Pelajaran 2013/2014. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang berbentuk Penelitian Tindak Kelas. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase perolehan kriteria penilaian keterampilan sosial pada siklus I yaitu sangat kurang dan kurang 32% dan persentase kriteria baik 68%, pada siklus II yaitu kriteria sangat kurang 0%, kriteria kurang 7%, kriteria baik 56% dan kriteria sangat baik 36%. Pada siklus III, peningkatan persentase perolehan kriteria penilaian keterampilan sosial siswa yaitu kriteria kurang 4%, kriteria baik 21% dan 75% siswa memperoleh kriteria penilaian sangat baik. Pendekatan model Integrated melalui aktivitas pembelajaran kelompok dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa pada aspek komunikasi dan membangun tim/kelompok.Kata kunci : keterampilan sosial, model integrated
DIMENSI KARAKTER DALAM KEGIATAN PRAMUKA Heri Usmanto; Pargito Pargito; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how the dimensions of the students character is formed in scouting activaties. This study used a qualitative approach, the case study method. Methods of data collection used interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that the dimentions of character in the scout can form the attitudes of students: (1) the scouts form the students devotion, (2) the scouts will form the students discipline, (3) the scouts form the students honesty, (4) the scouts will form the students independence, (5) the scouts form the students responsible, (6) the scouts form the courtesy and etiqutte and manners of students.Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui bagaimana dimensi karakter siswa terbentuk dalam kegiatan kepramukaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode case study. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi karakter dalam kegiatan pramuka dapat membentuk sikap siswa yaitu: (1) Kegiatan pramuka membentuk ketaqwaan siswa, (2) Kegiatan pramuka membentuk kedisiplinan siswa, (3) Kegiatan pramuka membentuk kejujuran siswa, (4) Kegiatan pramuka membentuk kemandirian siswa, (5) Kegiatan pramuka membentuk tanggung jawab siswa, (6) Kegiatan pramuka membentuk sopan santun dan tata krama serta budi pekerti siswa.Kata kunci: karakter, kualitatif, pendidikan kepramukaan
Pengembangan LKPD E-Learning Schoology Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Sejarah Gita Ade Pradana; Darsono Darsono; Erlina Rufaidah
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning process has been less effective because the media used is still conventional Student Work Sheet. So the students don’t interest in learning, passively listening, writing and it’s impact on learning outcomes. This study aims to develop LKPD through History Schoology to improving the ability of critical thinking and learning outcomes to be effective. The methodology of this study follows the Borg and Gall development model. Data analysis shows that E-learning through Schoology media enhances critical thinking skills and learning outcomes in history learning. One of the main stages is the development stage, namely media creation and review of media, material and language. The objective is to suggestion for LKPD perfection that is developed so that the result of research found that E-learning through Schoology media can improve the ability of critical thinking and learning result in learning history.Proses pembelajaran selama ini kurang efektif karena media yang digunakan masih bersifat konvensional yakni Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Sehingga siswa kurang tertarik belajar, pasif mendengarkan, mencatat dan berdampak terhadap hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD melalui media Schoology pembelajaran Sejarah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar menjadi efektif. Metodologi penelitian ini mengikuti model pengembangan Borg dan Gall. Analisis data menunjukkan bahwa E-learning melalui media Schoology meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar dalam pembelajaran Sejarah. Salah satu tahap yang utama adalah tahap development, yaitu pembuatan media serta review ahli media, materi dan bahasa. Tujuannya untuk kesempurnaan LKPD yang dikembangkan sehingga hasil penelitian didapatkan bahwa E-learning melalui media Schoology dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar dalam pembelajaran Sejarah. Kata Kunci : Schoology, Hasil Belajar Sejarah, Kemampuan Berpikir Kritis
PENANAMAN NILAI DAN NORMA DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH 2 Acepudin Acepudin; Sudjarwo Sudjarwo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims: 1) describes the cultivation of values and norms in the formation of personality, 2) know the benefits obtained by the students, 3) knowing planting resistor values and norms. The research method uses a qualitative approach and take samples of the type fenomenalogi 7 four teachers and three students, The results showed that: 1) cultivation of values and norms through the example of all the schools and integrated into all subjects, 2) benefits students is the formation of a positive character personality, 3) planting resistor values and norms: a) For teachers are: teacher sometimes prioritizing the completion of planting material without the aspect of character values, and a lack of understanding of teachers regarding the planting of character values, there is still a difficult student directed and controlled social. b). For students: the students' characteristics, family background and the response of the students understand the school rules.Penelitian bertujuan: 1) mendeskripsikan penanaman nilai dan norma dalam pembentukan kepribadian, 2) mengetahui manfaat yang diperoleh siswa, 3). mengetahui penghambat penanaman nilai dan norma. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenologi dan mengambil sampel 7 orang 4 guru dan 3 siswa, Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) penanaman nilai dan norma melalui teladan dari semua pihak sekolah dan terintegrasi ke semua mata pelajaran, 2) manfaat yang diperoleh siswa adalah terbentuknya keperibadian yang berkarakter positif, 3) penghambat penanaman nilai dan norma: a) Bagi guru adalah: guru terkadang memprioritaskan penyelesaian materi tanpa memperhatikan aspek penanaman nilai-nilai karakter, dan kurangnya pemahaman guru mengenai penanaman nilai-nilai karakter, masih ada siswa yang sulit diarahkan dan dikontrol pergaulannya. b) Bagi siswa: karakteristik siswa, latar belakang keluarga dan respon siswa memahami tata tertib sekolah.Kata kunci : Nilai, norma dan pendidikan karakter
PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH PADA MATA PELAJARAN IPS Siddiq Dharmadi; Sudjarwo Sudjarwo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to improve the activity, motivation, and social studies student outcomes by applying active learning strategies type of index cards match. This research method was using classroom action research. The data were collected through observation sheet activity, motivation questionnaire, and test for learning outcomes. Results of research showed that the activity of motivation and student learning outcomes increase at each cycle. It was showed at the percentage of student learning activities in the first cycle of 45.83%, the second cycle of 57.64%, and the third cycle of 75.68%. For the percentage of students motivation in the first cycle of 65.5%, the second cycle of 72%, and the third cycle of 87.5%. While the percentage of students mastery learning in the first cycle there were 11 students (45.83%) were completed, the second cycle increased to 17 students (70.83%) were completed and increased on the third cycle to 19 students (79.17%) were complete.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas, motivasi, dan hasil belajar IPS siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe index card match. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi aktivitas angket motivasi, dan soal tes untuk hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas motivasi dan hasil belajar siswa meningkat pada setiap siklusnya. Hal ini terlihat pada persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 45,83%, siklus II sebesar 57,64%, dan siklus III sebesar 75,68%. Untuk persentase motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 65,5%, siklus II sebesar 72%, dan siklus III sebesar 87,5%. Sementara persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I terdapat 11 siswa (45,83%) yang tuntas, siklus II meningkat menjadi 17 siswa (70,83%) yang tuntas dan meningkat kembali pada siklus III menjadi 19 siswa (79,17%) yang tuntasKata kunci : aktivitas, hasil belajar, motivasi, strategi index card match
PERBANDINGAN MODEL PBL DAN CPS MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DENGAN MINAT BELAJAR Dian Febrintina S; Eddy Purnomo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study is based on the low ability to think critically and interest learn from the classroom X in SMA Negeri 1 Seputih Mataram. The purpose of this research is the use of models creative the problem solving (CPS) and models based learning (PBL) to see a difference in the capacity think critically with regard to student learning interest. The methodology used is the apparent experiment. With look at the level eksplanasinya, this research is comparative research. Engineering data collection is done through the survey and observation. To test the instrument use of tests, reliability, the different and level of trouble. Analysis techniques data using analysis variant two roads and the t. The research results show that (1) there is a difference in reflect critical students who had use the model learning cps with of students who are taught use the model learning PBL, (2) the ability of reflect critical of students who use learning model CPS lower than pembelajarannya use the model learning PBL for students who are learning low interest, (3) the ability of reflect critical of students who use learning model CPS higher than pembelajarannya use the model learning PBL for students who are learning high interest, and (4) there are interactions among learning model with interest student learning to subjects sociologyPenelitian ini dilatarbelakangi masalah rendahnya kemampuan berpikir kritis dan minat belajar siswa di kelas X di SMA Negeri 1 Seputih Mataram. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan model Creative Problem Solving (CPS) dan model Model Based Learning (PBL) untuk melihat perbedaan kemampuan berpikir kritis dengan memperhatikan minat belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan eksperimen semu. Dengan melihat tingkat eksplanasinya, penelitian ini tergolong penelitian komparatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan observasi. Untuk uji instrument menggunakan uji validitas, reliabilitas tes, daya beda dan tingkat kesukaran. Teknik analisis data menggunakan analisis varian dua jalan dan uji t. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan berfikir kritis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran CPS dengan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran PBL, (2) kemampuan berfikir kritis pada siswa yang menggunakan model pembelajaran CPS lebih rendah dibandingkan yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran PBL bagi siswa yang tergolong minat belajar rendah, (3) kemampuan berfikir kritis pada siswa yang menggunakan model pembelajaran CPS lebih tinggi dibandingkan yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran PBL bagi siswa yang tergolong minat belajar tinggi, dan (4) ada interaksi antar model pembelajaran dengan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran sosiologiKata kunci: CPS, kemampuan berpikir kritis, minat belajar, PBL
Co-Authors Acepudin Acepudin Adei Saputra Adelina Hasyim Adhysti Kartika Zamira Agung Prihatmojo Agus Pujianto Alben Ambarita Annisa Fadwa Rhodiyah Apriliani Rahmawati Apriyanti Apriyanti Ardhi Yudisthira Ariadi Ariadi Arwin Surbakhti Arwin Surbakti Asep Sukana Bahar Triono Budi Legowo Caswita Caswita Cherleyrian Ningsih Christa Evandini Daru Wahyuningsih Daryanta Daryanta Des Sinta Sari Desi Susanti Desy Mauliya Dewi Sri Leni Indah Dewi Wulansari Dian Devita Yohanie Dian Erika Wati Dian Febrintina S Doni Andeska Dwinta Octiara Dyah Widodo Eddy Purnomo Edwin Muttaqin Edy Purnomo Edy Riwidiharso Een Yayah Haenilah Eka Puspitasari Enden Sopa Sopiyana Erlina Rufaidah Fajri Arif Wibawa Fatih Istiqomah Febra Anjar Kusuma Fenny Rita Fiantik Ferdesi Hanafia Fitri Setyaningsih Fitrianingsih Fitrianingsih Gita Ade Pradana Hambali Hambali Hanny Hafiar Harjana Harjana Harsojo Harsojo Hendry Susanto Heri Usmanto Heri Wahono Herpratiwi Herpratiwi Hidayatullah Hidayatullah Himmatul Aliyah Hurustiati Hurustiati Iding Iding Iffa Dian Santika Ignatius Sulistyo Imam Widhiono Irawan Suntoro Irlani Aprida Delima Sari Irtanti Retno Astuti Iska Aditya Pamuji Iskandar Syah Iwan Yahya Jaya Wijaya Joko Susanto Kesuma Wardani Kharisma Idola Arga Lasri Lasri Leny Marlina Lessie Novitasari Lia Dwi Arinda Lisda Mastina M Thoha BS Jaya M. Thoha B. Sampurna Jaya M. Thoha B.S. Jaya M.Thoha B.S Jaya Mala Rusdawati Maria Claudia Karina Maryani Maryani Mega Lestari Meri Susanti mey zulfia herman Mugiadi Mugiadi Muhammad Fajar Maulana Muji Desy Susanty Novia Ayu Puspitasari Nurlaksana Eko Rusminto Nurmalena Nurmalena Pargito Pargito Parwono Parwono Prama Handitya Wardhana Pujiati Pujiati Purnama W Turnip Putut Ary Sadewo R Gunawan Sudarmanto R. Gunawan Sudarmanto Raden Gunawan Sudarmanto Ragil Dwi Setyo Putri Rahmat Diyanto Ratri Dian Hestuningrum Rian Suryo Darmawan Risma Margaretha Sinaga Riza Damayanti Roseanna Febriyani Saefurrochman Saefurrochman Saifullah Saifullah Sanun Sanun Siddiq Dharmadi Siswati Handayani Sitta Kurniawati Sorja Koesuma Sri Lisdayeni Sri Wahyuni Sudjarwo Sudjarwo Suhardi Suhardi Suhardiansyah Suhardiansyah Sumadi Sumadi Suripto Suripto Suwarjo Suwarjo Syuaibah Yoswinda Floren Tedi Rusman Tri Darmawati Trisnaningsih Trisnaningsih Tutut Zatmiko wardaya wardaya Wellfa Rina Hamer Widy Retno Sari Yulita Dwi Lestari Zainul Mubtadiin