Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Efek Cuka Apel dan Cuka Salak terhadap Penurunan Glukosa Darah dan Histopatologi Pankreas Tikus Wistar Diabetes Zubaidah, Elok
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.7

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit metabolik yang terjadi karena kelainan sekresi insulin sehingga glukosa dalam darah mengalami peningkatan dan ditandai dengan perubahan progresif terhadap struktur histopathologi sel beta pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberian cuka apel dan cuka salak terhadap glukosa darah serta perubahan histopathologi pankreas pada tikus wistar jantan yang telah diinduksi streptozotocin (STZ). Penelitian dilakukan dengan Post Test Only Control Group Design. Tikus dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yang terdiri dari 4 ulangan yaitu kelompok normal (P0), kelompok diabetes (P1), kelompok diabetes+cuka apel (P2), dan kelompok diabetes+cuka salak (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuka salak memiliki kemampuan menurunkan gula darah tikus diabetes sebesar 38,38% lebih tinggi dibanding cuka apel, yakni sebesar 33,07%. Hasil pengamatan histopathologi pangkreas diabetes dengan pemberian cuka salak menunjukkan adanya perbaikan sel endokrin yang menyebar di pulau Langerhans, kondisi sel beta dan sel alfa dalam keadaan relatif baik dibandingkan dengan kelompok diabetes yang diberi cuka apel yang masih ditemukan adanya ruang ruang kosong pada jaringan. Kata Kunci: Cuka apel, cuka salak, histopatologi pankreas, penurunan glukosa darah, tikus diabetes
PRODUKSI SELULOSA BAKTERIAL DARI AIR BUAH KELAPA DALAM BERBAGAI KONSENTRASI SUKROSA DAN UREA (PRODUCTION OF BACTERIAL CELLULOSE FROM COCONUT FRUIT WATER Suharjono, Suharjono; Ardyati, Tri; Zubaidah, Elok; Munawaroh, Munawaroh; P, Citra Pradani
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.234 KB)

Abstract

ABSTRACT Cellulose is a nature biopolymer that mainly derived from plant and it has been application broadly in textile and paper industries. Usage of forest plants to cellulose fiber production continually caused negative impact to environment. Waste of coconut fruit water can be metabolism by some species of Gluconacetobacter (Acetobacter) to produce bacterial cellulose as alternative of plant cellulose. The objective of the research is to study effect of increasing of sucrose and urea concentration to bacterial cellulose productivity in coconut fruit water medium. Starter of microbial culture 10% with 2.2 x 107 cell/mL (90% of bacteria and 10 % of yeast) was inoculated into coconut fruit water medium with variation of sucrose and urea concentration. It was incubated seven days in static culture at room temperature. Productivity of cellulose bacterial highest was 10.849 gram in the medium with 5.0 % sucrose and 0.25 % urea concentration. Key words: Acetobacter, cellulose, sucrose, urea ABSTRAK Selulosa adalah biopolimer alamiah yang sebagian besar diperoleh dari tanaman dan telah diaplikasikan secara luas terutama di industri kertas dan tekstil. Penggunaan tanaman hutan untuk produksi serat selulosa secara kontinyu mengakibatkan dampak negatif pada lingkungan. Limbah air buah kelapa dapat dimetabolisme oleh bakteri anggota Genus Gluconacetobacter (Acetobacter) menghasilkan selulosa bakterial sebagai alternatif bagi selulosa tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh peningkatan konsentrasi sukrosa dan urea pada produktivitas selulosa bakterial dalam medium air buah kelapa. Starter suspensi mikrobia 10% dengan densitas 2,2 x 107 sel/ml (90% bakteri dan 10 % khamir) diinokulasikan ke medium air buah kelapa 150 mL dengan variasi konsentrasi sukrosa dan urea yang dibiakkan secara statis selama tujuh hari pada suhu ruang. Produktivitas selulosa tertinggi 10,849 gram pada formula medium dengan konsentrasi sukrosa 5 % dan urea 0,25 %. Kata kunci: Acetobacter, selulosa, sukrosa, urea
KEBAB RENDANG : INOVASI KEBAB NASI KHAS SUMATERA BARAT SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KULINER BANGSA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Erwin, Fadhila; Zubaidah, Elok
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.605 KB)

Abstract

Kebab merupakan makanan khas Timur Tengah yang memiliki beberapa keunggulan, yaitu praktis, ekonomis dan lezat. Dengan mempertimbangkan peluang bisnis di dunia kuliner, maka diciptakan sebuah bisnis dengan produk awal berupa inovasi kebab nasi yaitu “Kebab Rendang” yang merupakan kombinasi nasi dengan rendang khas Sumatera Barat. Tujuan program wirausaha “Kebab Rendang” ini adalah menjadi salah satu media pelestari masakan daerah dan dapat membuka usaha yang profitable dan berkelanjutan melalui sistem franchies dan kemitraan. Untuk itu metode yang dilakukan adalah dengan memulai survey pasar, dilanjutkan dengan pemantapan riset, sertifikasi produk, dan kegiatan penjualan. Pemasaran pun dilakukan melalui media online dan media offline. Hasil yang diperoleh yaitu terbentuknya kebab inovatif yaitu “Kebab Rendang”. Penjualan dilakukan pada 2 (dua) outlet tetap dan stand bazar kuliner. Kebab Rendang ini telah mendaftarkan hak paten merk melalui LPPM Universitas Brawijaya. Kata kunci: Ekonomis, Kebab Rendang, Lezat, Praktis, Profitable
PERBANDINGAN CUKA SALAK DAN METFORMIN TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN HISTOPATOLOGI TIKUS DIABETES MELLITUS [IN PRESS JANUARI 2016] Zubaidah, Elok; Widiyana, Septina Dwi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.056 KB)

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, penurunan sensitifitas reseptor insulin atau keduanya. Cuka salak (Salacca vinegar) yang terbuat dari buah salak jenis suwaru memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pemberian cuka salak dan metformin terhadap kadar glukosa darah serta perubahan histopatologi pankreas pada tikus wistar jantan diabetes. Penelitian disususn dengan True Experimental Design : Pre and Post Test with Control Group Design menggunakan hewan coba tikus wistar jantan selama empat minggu. Penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok normal, diabetes, diabetes+cuka salak 0.40 ml/tikus, diabetes+metformin 9 mg/tikus. Penelitian menunjukkan hasil pengujian menunjukkan bahwa cuka salak mengandung asam asetat, total fenol dan aktivitas antioksidan. Berdasarkan uji in vivo, terapi diabetes dengan obat metformin lebih efektif menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan cuka salak, namun tidak lebih baik dalam memperbaiki kerusakan jaringan pankreas.   Kata kunci: Cuka Salak, Diabetes Mellitus, Glukosa Darah, Histopatologi Pankreas, Metformin
PENGARUH PENAMBAHAN KACANG HIJAU PADA MEDIA BERAS IR36 TERHADAP PIGMEN DAN LOVASTATIN ANGKAK [IN PRESS JULI 2015] Zubaidah, Elok; Sari, Detya Pitaloka
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.629 KB)

Abstract

Angkak merupakan produk hasil fermentasi beras yang menghasilkan warna merah olehaktivitas kapang Monascus purpureus sebagai metabolit sekunder.Sebagai pewarna alami, angkak memiliki sifat yang cukup stabil, dapat bercampur dengan pigmen warna lain, serta tidak beracun.Angkak juga memiliki senyawa yang dapat menurunkan kolesterol yaitu lovastatin. Penelitian ini mengkombinasikan beras IR36 dengan kacang hijau untuk memperoleh intensitas pigmen dan kadar lovastatin tertinggi. Penambahan kacang hijau pada media beras dilakukan dengan berbagai proporsi (2.5; 5; 7.5; 10; 12.5; dan 15%). Perlakuan terbaik diperoleh dari perlakuan penambahan kacang hijau 5% dengan karakteristik angkak sebagai berikut intensitas pigmen merah 6.951, kadar lovastatin 21.637 mg/100 ml, derajat kemerahan (a*) 14.400, derajat kecerahan (L) 39.143, dan kadar air 5.462% dengan intensitas kelarutan pada air suhu 100ºC sebesar 2.997. Pigmen ini mampu bertahan 87.715% pada suhu 121ºC, pigmen angkak stabil pada pH netral (pH 7) sebesar 79.167%.   Kata kunci: Angkak, Kacang Hijau, Lovastatin, Pigmen Merah
PEMBUATAN KULIT PIZZA BEKATUL (KAJIAN PERLAKUAN STABILISASI DAN PROPORSI TEPUNG BEKATUL : TEPUNG TERIGU) [IN PRESS JANUARI 2015] Dinson, Daniar Putri; Zubaidah, Elok
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.067 KB)

Abstract

Bekatul merupakan salah satu hasil samping proses penggilingan padi yang jumlahnya cukup banyak  sekitar 4.5-5 juta ton untuk tiap tahunnya. Bekatul merupakan makanan sehat alami yang mengandung antioksidan, multivitamin, dan tinggi akan serat. Inovasi pembuatan kulit pizza dari bekatul diharapkan dapat memberikan pilihan makanan sehat dan varian rasa yang lebih diminati oleh masyarakat. Tujuan penelitian adalah mengetahui proporsi tepung terigu dengan tepung bekatul terbaik pada pembuatan kulit pizza dan menentukan perlakuan terbaik kulit pizza. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari perlakuan stabilisasi yaitu tanpa atau dengan stabilisasi dan proporsi tepung bekatul 5%, 15%, 25%. Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji lanjut BNT atau DMRT. Hasil Kulit Pizza Perlakuan Terbaik rerata kadar air 12.36%, lemak 12.55%, pati 43.25%, protein 9.18%, serat kasar 4.01%, kecerahan 50.57,dan volume pengembangan 141.02 cm3.   Kata Kunci: Bekatul, Kulit Pizza, Stabilisasi, Substitusii
PENGARUH KARAGENAN DAN LAMA PEREBUSAN DAUN SIRSAK TERHADAP MUTU DAN KARAKTERISTIK JELLY DRINK DAUN SIRSAK [IN PRESS JANUARI 2015] Wicaksono, Gilang Satrio; Zubaidah, Elok
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.08 KB)

Abstract

Kanker adalah penyakit non infeksi nomor 5 penyebab kematian di Indonesia setelah penyakit kardiovaskuler, infeksi, pernafasan, dan pencernaan. Salah satu tanaman adalah sangat ampuh untuk mengatasi kanker adalah tanaman Sirsak (Graviola). Graviola memiliki sebuah senyawa aktif yang disebut Annonaceous acetogenins. Jelly drink memiliki konsistensi gel yang lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu perebusan daun sirsak dan konsentrasi karaginan pada pembuatan Jelly drinkdaun sirsak. Metode yang telah digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor, di mana dari masing-masing faktor terdiri 3 level dengan 3 ulangan. Perlakuan terbaik didasarkan pada index efektifitas De Garmo. Jelly drink terbaik diperoleh pada lama waktu perebusan daun sirsak selama 15 menit dan karagenan 0,3 %.   Kata kunci: Graviola, Daun Sirsak, Annonaceous acetogenins, Jelly drink, Karagenan
Ekstraksi Pewarna Alami Daun Suji, Kajian Pengaruh Blanching dan Jenis Bahan Pengekstrak Putri, Widya Dwi Rukmi; Zubaidah, Elok; Sholahudin, N.
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.689 KB)

Abstract

Natural pigment involved in suji leaves (Pleomele angustifolia) is chlorophyll. Extraction of this pigment needs specific solvent. This research studies the effect of blanching and the kind of solvent i.e water, alcohol 85 % and acetone 85 %. The result showed there is no significant interaction to chlorophyll total, pH, chlorophyll total cause of heating in temp. 100oC and pH 4,5.  The highest chlorophyll total can reach by extraction with acetone 85 % and without blanching i.e 12,03 mg/l and 10,84 mg/l.   Keyword: natural pigment, Pleomele angustifolia, pertanian , extraction, and chlorophyll
Studi Kualitas Fisik-Kimiawi dan Organoleptik Sosis Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Akibat Pengaruh Perebusan, Pengukusan dan Kombinasinya dengan Pengasapan Widjanarko, Simon Bambang; Zubaidah, Elok; Kusuma, Aan Muzaky
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 4, No 3 (2003)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.39 KB)

Abstract

This paper reported the quality of cat fish sausages effected by methods of cookings. The aims of the experiment is to study the effect of cooking by means of broiling, steaming and combining broiling and smoking as wells as steaming and smoking. Randomized Block Design Non Factorial had been used in this experiment, each treatments replicated 3 times. Results showed that, the best treatment on the basis of sensory test was steaming sausages at 100 0 C for 15 minutes without smoking processes. Sausages had moisture content 66,46%, protein content 60,35% b.k. (20,81% b.b.), total fat content 6,29%, Aw 0,903, flesh texture 0,017 mm/g.sec, a taste score 5,2 (moderate like), flavour score 4,75 (moderate like), colour score 4,50 (moderate like), teeth texture 4,75 (moderate like). Methods of cooking also significantly effects quality of cat fish sausages.   Keyword: cat fish, cooking methods, and cooking effect
Development Probiotic Food Based on Rice Brand Zubaidah, Elok
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.924 KB)

Abstract

Rice bran is one of the sources of bioactive components and is therefore a good raw material for functional food. It contains inositol, ferulat acid, fitosterol, orizanol, tocotrienol, cholin, and fibre and considered as nutraceutical food. A rice bran-based functional food may be developed by fermenting it in combination with milk using probiotic, such as L. casei. A randomized block design research was performed to determine the best ratio of skim milk to rice bran in the making of rice bran-based fermented drink. The ratios of the skim milk to rice bran evaluated were 12:0, 8:4, 4:8, and 0:12 respectively. The experiment was made in   a triplicate. The results showed that the ratio of skim milk to rice bran significantly affect on the viability and antimicrobial activity of L.casei during fermentation process. The highest viability and antimicrobial activity was found on the fermentation medium which contained rice bran only. The fermented product contained L. casei  at  a level of 2,9x109 cfu/ml,  a total acidity of  1,003% and   pH 4,267. It was found that the antimicrobial activity was 0.245, measured as a turbidity value. Key word: Rice bran, Fermented milk, Lactobacillus casei