cover
Contact Name
Slamet Riyadi
Contact Email
slametriyadi_pro@yahoo.com
Phone
+6282287147873
Journal Mail Official
slametriyadi_pro@yahoo.com
Editorial Address
Jl Medan - Tj. Morawa, Km 13, Gang Darmo, Desa Bangun Sari Kec Tanjung Morawa - Kab. Deli Serdang - Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Waraqat : Jurnal Ilmu_Ilmu Keislaman
ISSN : 25025856     EISSN : 26559196     DOI : https://doi.org/10.51590/waraqat.v5i2.125
Core Subject : Religion, Education,
WARAQAT: Journal of Islamic Studies is a refereed publication devoted to research articles, reports, and book reviews concerned with the Islamic Studies. This journal dedicated to enhancing and disseminating scholarly work in the field of Islamic Studies WARAQAT: Journal of Islamic Studies publishes articles in Islamic Studies, especially studies on Alquran, hadis, theology, philosophy, Islamic law, education, and history.
Articles 126 Documents
METODE PEMAHAMAN HADIS KONTEMPORER (MENURUT MUHAMMAD AL-GAZALI DAN YUSUF AL-QARDAWI) Fakhrurrozi Fakhrurrozi
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i1.14

Abstract

Muhammad al-Gazali dan Yusuf al-Qardawi adalah dua ulama besar kontemporer. Keduanya, telah banyak memberikan kontribusi pemikiran dalam kajian Islam, khususnya dalam memahami teks-teks kesyariahan. Al-Gazali dalam kitabnya as-Sunnah an-Nabawiyah menawarkan empat metode dalam memahami sebuah hadis. Artinya, untuk memahami hadis dengan baik, menurutnya, harus berhadapan secara langsung dengan Alquran, Hadis, fakta sejarah dan kebenaran ilmiyah. Hadis yang bertentangan dengan inti ajaran Alquran menurut beliau langsung tertolak, bahkan beliau terlihat sangat tengas dan berani dalam menghukumi sebuah hadis, tanpa memperpanjang kalam. Sedangkan Yusuf al-Qardawi, dalam hal ini tampaknya lebih berhati-hati. Menurut al-Qardawi, untuk memahami Hadis Nabi, ada delapan langkah yang bisa dilakukan, yaitu: 1) Memahami Sunnah sesuai petunjuk Alquran, 2) Menghimpun hadis-hadis yang setema, 3) Kompromi atau tarjih terhadap hadis-hadis yang kontradiktif, 4) Memahami hadis sesuai dengan latar belakang, situasi dan kondisi serta tujuannya, 5) Membedakan antara sarana yang berubah-ubah dan tujuan yang tetap, 6) Membedakan antara ungkapan hakiki dan majaz, 7) Membedakan yang gaib dan yang nyata, 8) Memastikan makna kata-kata dalam hadis.
THE SIGNIFICANCE OF ISLAMIC VALUES AS THE PRINCIPLES OF LIFE IN A MODERN WORLD Muhammad Qorib
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i1.15

Abstract

Currently we are dealing and living in the great currents of globalization. The process of change takes place so quickly. According to Paul Streeten in his book, “Globalisation: Threat and Opportunity (2001)”, besides convenience globalization also gives variety of social changes. Streeten said that globalization gives birth to threat on the one side and the opportunity on the other side.1 Sociologically, threat and opportunity of course will also be faced by every religion as an important element of society. Therefore, inevitably, the roles of religion need to be revitalized. People still expect that religion can face various problems arising as a consequence of the changes. Komaruddin Hidayat even states that religion as a figure personifying the "superman" who is able to make a miracle to find a way out on a variety of issues that arise in the community.2 This paper will see how religion promotes the basic values to face the modern life. This paper uses a hermeneutic approach to the Quran and hadith as the basic values
WANITA DALAM PANDANGAN ISLAM Zailani Zailani
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i1.17

Abstract

Judul tulisan ini adalah “Wanita Dalam Pandangan Islam”. Kedudukan wanita dan peran wanita sering diperbincangkan dan menjadi sebuah polemik, apalagi menyangkut politik dan pemimpin dalam sebuah negara. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas kedudukan wanita dalam Islam dengan menggunakan metode library research dan berupaya menggambarkan wanita dalam posisi yang adil. Mana yang menjadi haknya sebagai manusia dan kewajibannya sebagai wanita.
علاقة بين استيعاب المفردات لدى التلاميذ وقد راتهم على ترجمة نص القراءة من تعليم اللغة العربية في المدرسة الثانوية الحكومية باتوسنكر Rozaanah Rozaanah
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i1.20

Abstract

استيعاب الدفردات ىي إحدى عوامل اللغة العربية، وىي التي تحتاج إليها في التًجمة،لأنها عاملة من عوامل التًجمة الجيدة. ىذه الرسالة تستهدف لدعرةة العلاقة بتُ استيعابالدفردات لدى التلاميذ وقد راتهم على ترجمة نص القراءة من تعليم اللغة العربية في الددرسةالثانوية الحكومية باتوسنكر، ىي باستعمال منهجية البحث العلاقي. وتأخذ الكاتبةوىي تلاميذ الفصل السابع بعددىم 82 تلميذا. أما ،Kluster Sampling العينة بطريقةنتيجة البحث ةهي العلاقة الإيجابية والقوية بتُ استيعاب الدفردات لدى التلاميذوقد راتهم على ترجمة نص القراءة من تعليم اللغة العربية. إذن، لديهم استيعاب الدفرداتالدرتفعة ةلديهم قدرة على ترجمة نص القراءة من تعليم اللغة العربية مرتفعة أيضا.وبالعكس، لديهم استيعاب الدفردات الدنخفضة ةلديهم قدرة على ترجمة نص القراءة منتعليم اللغة العربية منخفضة أيضا.
METODE PENDIDIKAN ANAK MUSLIM USIA PRASEKOLAH (3 - 6 TAHUN) Tiy Kusmarrabbi Karo
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i1.24

Abstract

ilmu mendidik anak merupakan salah satu bekal bagi orang tua yang telah membangun rumah tangga. Tanpa pengetahuan/ilmu mendidik anak, besar kemungkinan, anak-anak kita tidak terdidik, terbina maupun terkader dengan baik. Justru yang akan terjadi adalah fitrah anak yang bertauhid dan berislam sejak dalam kandungan ibu menjadi ternodai hingga hati, pikiran, jiwa, sikap, dan perilaku anak cenderung mengikuti Yahudi, Nasrani, maupun Majusi. Lalai dalam menyiapkan bekal ini, sesal kemudian tak berguna. Tulisan ini mencoba memaparkan metode pendidikan anak muslim usia prasekolah secara ringkas dan lugas, melalui pendidikan aqidah, ibadah, akhlak, pendidikan emphatik, pendidikan jasmani, pendidikan kesehatan, dan pendidikan intelektualitas anak
PEMIKIRAN PENDIDIKAN IBNU SAHNUN Wagiman Manik
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i1.26

Abstract

Pandangan Ibnu Sahnun dalam bidang pendidikan adalah penekanannya pada kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik. Pendidikan yang diharapkan oleh Ibnu Sahnun adalah model pendidikan kejiwaan, pendidikan yang memadukan antara tujuan duniawi dan ukhrawi, pemikiran-pemikiran Ibnu Sahnun tentang pendidikan sangat tinggi nilainya bagi kita, untuk dapat kita teladani dan kita terapkan dalam dunia pendidikan Islamsaat ini, tentunya dengan memperhatikan zaman dan perkembangan teknologi dengan tetap dalam bingkai Al-Quran dan Sunnah As-Shahihah. Banyak hal yang menjadikan sosok Ibnu sahnun menjadi orang yang terkenal dalam dunia pendidikan di antaranya adalah orang tua, orang tua Ibnu Sahnun adalah seorang yang „alim dalam fiqh mazhab maliki di daerah Utara Afrika, beliau terkenal dengan dengan ketaqwaan, kewaraan, dan beliau sangat memperhatikan perkembangan pendidikan anaknya, sehingga ia mau berdiskusi dan bertukarfikiran dengan anaknya dalam masalah-masalah ilmu. Kebangkitan ilmu yang masih sangat tinggi dimasa Ibnu Sahnun yang menjadi faktor belikutnya, dan beliau mengadakan rihlah ilmiah kebeberapa tempat seperti Makkah Al-Mukarroman, Al-Madinah Al-Munawwarah, Mesir dan lain-lain, dan pada waktu itu masih adanya persaingan yang sehat dan positif dalam mendapatkan dan menyebarkan ilmu, dan Ibnu Sahnun mampu mengambil faedah yang banyak dari keadaan tersebut.Aqidah Ahlussunnah waljama‟ah, aqidah ahsunnah waljama‟ah menjadi faktor yang ketiga yang membentuk karakter Ibnu sahnun, sehingga beliau menjadi orang yang beraqidah ahlussunnah waljama‟ah, ditambah lagi beliau sebagai seorang perawi hadis yang menjadikan beliau sangat memberikan pengaruh yang sangat besar dalam dunia pendidikan.
KARAKTER PENDIDIK DALAM KITAB HADIS SAHIH AL-BUKHARI Zulham Effendi
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i1.27

Abstract

Tesis ini bertujuan untuk meneliti karakter pendidik dalam kitab hadis Sahih al-Bukhari. Penelitian ini perlu diadakan mengingat adanya sebagian pendidik pada hari ini, tidak dapat dijadikan sebagai tauladan yang baik oleh peserta didiknya, karena jauhnya mereka dari nilai dan akhlak islami yang terdapat dalam Alquran dan Hadis yang seharusnya dimiliki oleh pendidik. Hasil akhir dari penelitian ini adalah bahwa di dalam kitab hadis Sahih al-Bukhari terdapat karakter pendidik, yaitu: 1. Ikhlas karena Allah sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh „Umar ibn al-Khattab, 2. Takwa sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh an-Nu„man ibn Basyir, 3. Berilmu sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh „Abdullah ibn „Amr ibn al-„As, 4. Konsekuen, perkataan sesuai dengan perbuatan sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Usamah ibn Zaid ibn al-Hariśah, 5. Lemah lembut dan kasih sayang sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas ibn Malik, 6. Memperhatikan keadaan peserta didik sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Wail dari „Abdullah ibn Mas„ud, 7. Jujur dalam perkataan dan perbuatan sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, 8. Sabar sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas ibn Malik, 9.Tawadu‘ sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas ibn Malik, 10. Adil sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh an-Nu„man ibn Basyir, 11. Bertanggung jawab sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh „Abdullah ibn „Umar.
ETIKA KOMUNIKASI ISLAMI Joko Susanto
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i1.28

Abstract

Kegiatan komunikasi harus dilakukan berdasarkan nilai-nilai etika yang dianut dalam sebuah masyarakat, hal ini dimaksudkan agar komunikasi yang dilakukan menyenangkan, memberi kebaikan dan memberi manfaat bagi pelaku komunikasi. Islam sebagai agama rahmat, ajarannya diyakini memberi kebaikan dalam kehidupan umat manusia. Islam juga menempatkan komunikasi sebagai sesuatu yang penting dan bernilai ibadah apabila komunikasi itu dilakukan berdasarkan nilai-nilai yang terdapat dalam alquran dan sunnah Nabi SAW, keduanya merupakan pedoman yang berisi tuntunan hidup bagi setiap muslim yang harus dijunjung tinggi dan menjadi ukuran-ukuran dalam berkomunikasi. Etika komunikasi islami dimaksudkan sebagai sebuah nilai-nilai yang baik yang pantas dan memiliki manfaat ketika melakukan proses komunikasi, apakah komunikasi itu berupa komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi atau komunikasi massa kesemua bentuk komunikasi yang akan dilakukan tersebut harus didasarkan pada nilainilai alquran dan sunnah Nabi SAW. Nilai-nilai etika komunikasi islami yang tertuang dalam alquran dan sunnah Nabi SAW meliputi nilai-nilai kejujuran (kebenaran). Nilai kejujuran ini meliputi nilai-nilai keadilan, kewajaran dan kepatutan. Etika komunikasi yang lain adalah nilai Falyakul Khairan au liyasmut (Katakan yang baik atau diam), selanjutnya yang terakhir adalah nilai tabayyun. Ketiga nilai etika komunikasi islami ini merupakan pendidikan berkomunikasi bagi setiap muslim dalam menciptakan komunikasi yang baik menurut ajaran Islam.
PENGARUH FANATISME MAZHAB TERHADAP KEBERHASILAN DAKWAH Adi Suhara
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i1.29

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh fanatisme mazhab terhadap keberhasilan dakwah. Hasil penelitian ini adalah fanatisme mazhab yang ditolak oleh Islam adalah bentuk dari pembelaan atau keberpihakkan seseorang terhadap orang lain atau kelompok yang melakukan kebathilan atau kelompokyang berposisi salah yang tidak dibenarkan oleh Islam atau pembelaan atau keberpihakkan seseorang terhadap orang lain atau kelompok yang berposisi benar namun pembelaan tersebut dapat melahirkan hal yang tidak dibenarkan oleh Islam. Sedangkan fanatisme mazhab yang dibolehkan adalah pembelaan atau keberpihakan seseorang terhadap orang lain atau kelompok tanpa menimbulkan kesan yang negatif atau berefek negatif terhadap ummat dan dakwah. Fanatisme Mazhab yang negatif bertentangan dengan Islam dan dapat menghancurkan dakwah Islam dan memecah barisan kaum muslimin. Fanatisme mazhab yang negatif timbul karena ketidakpahaman terhadap sistematika pengambilan hukum Islam dan cara penggunaan dalil-dalil yang ada. Fanatisme mazhab yang negatif dapat memecah ummat dan membuat dakwah tidak efektif dan berhasil disebabkan terpecahnya usaha dakwah dan tidak fokus dan tidak saling tolong menolong dan bekerja sama.
HUBUNGAN KOMUNIKASI KELOMPOK DAN IKLIM KOMUNIKASI DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AS-SUNNAH KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Daryanto Setiawan
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i1.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: Pertama, hubungan komunikasi kelompok dengan kepuasan kerja pegawai. Kedua, hubungan iklim komunikasi dengan kepuasan kerja pegawai. Ketiga, hubungan komunikasikelompok dan iklim komunikasi dengan kepuasan kerja pegawai Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 75 orang pegawai yang ada di STAI As-Sunnah. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasional. Pengolahan dan analisis data menggunakan bantuan software computer SPSS 18.0. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, hubungan antara variabel komunikasi kelompok dengan kepuasan kerja pegawai tertera angka 0,855**. Berarti hubungan kedua signifikan dan positif. Kedua, hubungan antara variabel iklim komunikasi dan kepuasan kerja pegawai STAI As-Sunnah adalah signifikan dan positif. Dilihat berdasarkan keeratan hubungan kedua variabel baik, karena koefisien korelasinya sebesar 0, 880**. Ketiga, hubungan antara komunikasi kelompok dan iklim komunikasi (variabel bebas) dengan kepuasan kerja pegawai (variabel terikat) di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, menunjukkan angka korelasi sebesar 0,885**. Hal ini berarti secara bersama-sama kedua variabel bebas (komunikasi kelompok dan iklim komunikasi) memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel terikat (kepuasan kerja pegawai). Arah hubungan kedua variabel adalah signifikan

Page 1 of 13 | Total Record : 126