cover
Contact Name
Gesnita Nugraheni
Contact Email
gesnita@gmail.com
Phone
+6281357351183
Journal Mail Official
editorjfk@ff.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Komunitas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23555912     EISSN : 23555912     DOI : https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085
Core Subject : Health,
The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. Public Health 3. Psychology 4. Medicine, and other health related topics.
Articles 45 Documents
HUBUNGAN USIA DENGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGGUNAAN SUPLEMEN PADA MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER I Nengah B. S.; Ahmad F. A; Chrysella R.; Devi Ayu S.; Farah K; Fitria Fitria; Happy N. E. S.; Hieronimus A. N. U.; Safiinatunnajah N; Wahyu A. D.; Yunita A; Abdul Rahem
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.602 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i1.21657

Abstract

Perubahan gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat telah menyebabkan peningkatan penggunaan suplemen makanan. Suplemen pada dasarnya dikonsumsi untuk melengkapi nutrisi, bukan untuk menggantikannya. Usia diketahui memiliki pengaruh pada pengetahuan dan perilaku konsumsi suplemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dengan pengetahuan dan perilaku penggunaan suplemen pada mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 11 September 2019 dengan menggunakan accidental non random sampling untuk 161 responden yang dianalisis menggunakan uji chi-square. Responden dikategorikan menjadi 3 kelompok berdasarkan usia yaitu kurang dari 19 tahun, 19-21 tahun dan diatas 21 tahun. Berdasarkan penelitian ini didapatkan responden terbanyak terdapat pada rentang usia 19-21 (67,7%), diikuti dengan usia kurang dari 19 tahun (28,0%) dan usia diatas 21 tahun (4,3%). Vitamin C (46,58%) merupakan suplemen yang paling banyak dikonsumsi, sebagian besar responden tidak dapat menjelaskan cara mendapatkan suplemen yang asli (37,27%), responden paling banyak membeli suplemen di apotek (42,24%), dan sebanyak 49,07% responden merasakan efek lebih bugar dan sehat setelah mengonsumsi suplemen. Berdasarkan analisis data, didapatkan hasil bahwa perbedaan usia tidak memengaruhi tingkat pengetahuan dan ketepatan perilaku responden terhadap penggunaan suplemen.  
PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK DAN ANTIPIRETIK PADA IBU HAMIL A. A. Rai Mas Feby Kumala Dewi; Aina Senja Yuliyani; Bella Rizkia Dianita; Diah Ayu Wakita Trimanda; Febria Tri Erliana; Helmy Kurniawan; Muhammad Zaesal Rizki Muzaffar; Rossika Rachmafebri; Sakinah Sakinah; Vidya Annisa Pebriastika; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.949 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i1.21658

Abstract

Pada saat kehamilan terjadi beberapa keluhan salah satunya adalah nyeri. Nyeri selama kehamilan baik yang disebabkan oleh kehamilan ataupun keadaan akut perlu ditangani secara memadai. Berbagai analgesik dan antipiretik diresepkan untuk mengobati rasa sakit pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang pengetahuan, penggunaan, dan pengaruh usia serta hubungan pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil terhadap obat analgesik dan antipiretik pada ibu hamil. Penelitian dilakukan secara cross sectional di wilayah Surabaya Timur di beberapa puskesmas dan praktik bidan swasta pada tanggal 11-14 September 2019. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel bebas dalam penelitian adalah umur dan pendidikan, serta variabel terikat adalah pengetahuan tentang penggunaan analgesik dan antipiretik. Pada hasil pengetahuan, diperoleh total skor rata-rata 6,3 yang tergolong sebagai tingkat pengetahuan sedang dan hasil penggunaan obat analgesik dan antipiretik pada ibu hamil sudah dipahami dengan baik. Berdasarkan uji ANOVA diperoleh p-value>α sebesar (0,373>0,05) dan uji Fisher diperoleh p-value>α sebesar (0,469>0,05). Sehingga, variabel usia dan variabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap variabel pengetahuan ibu hamil tentang obat analgesik dan antipiretik selama kehamilan.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DASAR PADA BALITA Chininta Amadea Wibowo; Umi Salmah Ashila; I Gede Yoga Aditya; Anita Probo; Syafira Widya Karima; Setyo Andah Rino; Jeny Rosaningrum; Ni Wayan Krisnayanti; Nurullia Tanjung; Meliyana Hutasuhut; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.016 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i1.21659

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi salah satu penyebab kematian pada bayi dan anak, padahal pemerintah Indonesia telah menggalakkan program imunisasi untuk mencegah penyakit infeksi yang dapat berakibat fatal seperti TBC dan difteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap imunisasi dasar serta kelengkapan imunisasi dasar balita pada saat usia 0-9 bulan di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Malang, Jawa Timur pada September 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional. Kriteria responden adalah ibu yang memiliki anak usia dibawah 5 tahun. Dari 91 responden diketahui 64 (70,3% ) responden berpengetahuan baik dan 92,4% bersikap mendukung pelaksanaan imunisasi dasar. Dari penelitian ini diketahui bahwa 94 (92,2%) balita telah melakukan imunisasi dasar secara lengkap dan 8 (7,8%) sisanya belum melaksanakan imunisasi dengan lengkap.
PEMILIHAN ANALGESIK EKSTERNAL UNTUK MENGATASI NYERI OTOT PADA KULI ANGKUT PUSAT GROSIR SURABAYA Nida Septioning Sukma; Devy Maulidya Cahyani; Yuniar Tri Saskia Revi; Evelyn Clarissa Febiany; Fatihatul Alifiyah; Berlian Sarasitha Hariawan; Iffah Khosyyatillah; Ni’matul Khoiriyyah; Savira Putri Ayuningtyas; Firda Rosyidah; Mufarrihah Mufarrihah
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.931 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i1.21660

Abstract

Di Indonesia rata-rata buruh mengalami nyeri otot dan menggunakan analgesik eksternal untuk menangani nyeri otot. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penanganan nyeri otot dan apa saja yang memengaruhi pemilihan analgesik eksternal oleh kuli angkut di Pusat Grosir Surabaya (PGS), pengetahuan tentang analgesik eksternal serta peran apoteker dalam pelaksanaan swamedikasi terkait pemilihan analgesik eksternal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah kuli angkut PGS. Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk grafik dan tabel berdasarkan jawaban responden pada kuesioner. Total responden berjumlah 100 orang. Mayoritas responden pernah merasakan nyeri di bahu kanan (36) 9,8%. Waktu terjadinya nyeri adalah setelah melakukan aktivitas (84) 82,3% dengan intensitas nyeri sedang (55) 55% dan usaha untuk mengatasi nyeri paling banyak menggunakan obat luar (72) 41,1% jenis obat oles (63) 51,2% dengan efek panas yang diharapkan (80) 74,8%. Alasan dari pemilihan analgesik eksternal adalah khasiat yang ditimbulkan (76) 60,3%. Peran apoteker dalam edukasi analgesik ekstenal masih minim dilihat dari (44) 44% responden memiliki pengetahuan yang kurang mengenai nyeri dan penggunaan analgesik eksternal. Responden banyak memperoleh obat dari toko atau warung (57) 51,8%, apabila nyeri berlanjut kebanyakan responden memilih untuk pergi ke dokter (43) 38,7%.
IDENTIFIKASI PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN PRODUK ANTIKETOMBE PADA MAHASISWA UPN VETERAN SURABAYA Putri Dwi Widowati; Qatrunnada Rafifa Zalfani; Adinda Vidya Lestari; Septivani Nur Syahbana; Nadhifa Razani Aksan Putri; Rival Yoga Sena; Dina Afifah Binti Wulandari; Agni Kartika Prabansari; Natasha Gebyta Fajrin; Anila Impian Sukorini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.968 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i1.21661

Abstract

Ketombe merupakan salah satu permasalahan kulit yang sering terjadi di masyarakat. Prevalensi penderita ketombe di dunia mencapai 50% dari keseluruhan populasi. Meskipun demikian, kesadaran masyarakat akan masalah ketombe masih kurang. Sedangkan apabila ketombe tidak diatasi, dapat menimbulkan permasalahan kulit lain, masalah psikologis, dan menimbulkan kesan tidak higienis. Prevalensi ketombe pada laki-laki lebih besar daripada perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan penggunaan produk antiketombe pada 98 mahasiswa laki-laki UPN Veteran Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian cross-sectional dan berupa penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa self-administerred questionnaire. Berdasarkan hasil survei, responden memiliki pengetahuan yang kurang mengenai adanya efek samping dari produk antiketombe (39,8%; n=98) dan macam-macam penyebab ketombe (33,7%; n=98). Adapun dalam penggunaan produk antiketombe, dua faktor pertimbangan terbanyak yakni faktor merk (29,1%; n=55) dan faktor indikasi yang sesuai (27,3%; n=55). Hasil survey menunjukkan pula kurangnya kewaspadaan mahasiswa terhadap efek samping produk antiketombe (5,5%; n=55).
PRAKTIK PENYIMPANAN DAN PEMBUANGAN OBAT DALAM KELUARGA Meidia Savira; Firmansyah Ardian Ramadhani; Urfah Nadhirah; Silvy Restuning Lailis; Enrico Gading Ramadhan; Kholidah Febriani; Muhammad Yusuf Patamani; Dian Retno Savitri; Mohd Ridhuan Awang; Miranda Wisnu Hapsari; Nabela Nailiatu Rohmah; Aileen Syifa Ghifari; Moch Davit Abdul Majid; Frederic Grorio Duka; Gesnita Nugraheni
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.631 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i2.21804

Abstract

Penyimpanan obat harus disesuaikan dengan karakteristik terkait stabilitas untuk menjaga agar senyawa aktif dapat tetap bekerja dengan optimal dalam tubuh saat digunakan. Selain penyimpanan, hal yang masih menjadi perhatian adalah pembuangan obat dengan tepat. Obat berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dibuang dengan cara yang tepat. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum mengerti bagaimana cara menyimpan dan membuang obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik masyarakat, faktor yang mempengaruhi, serta peran keluarga dalam penyimpanan dan pembuangan obat di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan metode pengambilan sampel accidental sampling dengan kriteria inklusi berusia lebih dari 18 tahun dan tinggal bersama dengan keluarga. Sebanyak 140 responden berpartisipasi pada survei yang dilakukan. Hampir seluruh responden menyimpan obat di rumah 132(94,3%) dan 19 responden (13,6%) diantaranya menyimpan obat kedaluarsa. Hampir separuh responden 60(42,9%) menyimpan obat di tempat yang mudah dijangkau oleh anak-anak. Selain itu, lebih dari separuh responden 81(57,9%) tidak membuang obat dengan benar. Secara umum, praktik responden dalam manajemen obat di rumah termasuk dalam kategori sedang 71(66,4%). Karakteristik responden yang berpengaruh pada kualitas manajemen obat di rumah adalah usia (p=0,023) dan tingkat penghasilan (p=0,045). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masih kurangnya praktik penyimpanan dan pembuangan obat di masyarakat dengan benar, sehingga diperlukan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat terkait penyimpanan dan pembuangan obat yang benar.
PROFIL PENGETAHUAN MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTASIDA Ersalia Susetyo; Ermawati Dwi Agustin; Hurindina Hanuni; Rafiqa Amalia Chasanah; Elda Yuliana Dwi Lestari; Rana Rana; Yehezkiel Alfa Ludji Leo; Zulfia Almas Rizqulloh; Galina Meldaviati; Jamilatul Fardha; Ferri Febriansyah; Didy Pratama Maylana Susanto; Faridatus Sholikah; Liza Pristianty
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.001 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i2.21805

Abstract

Obat terapi gastritis yang banyak digunakan di kalangan mahasiswa adalah antasida. Pengetahuan tentang antasida berpengaruh terhadap ketepatan penggunaan obat antasida yang berdampak pada keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil pengetahuan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember terhadap penggunaan obat antasida. Penelitian ini bersifat observasi melalui metode survei menggunakan instrumen kuesioner, berdasarkan waktu cross sectional. Sejumlah 130 orang sampel diambil dengan menggunakan teknik  accidental sampling. Data dianalisis dengan cara skoring jawaban pertanyaan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan pengetahuan penggunaan obat antasida yang baik sebesar 61(47%) orang dan pengetahuan cukup 69(53%) orang, sedangkan dari total responden tersebut yang pernah mengalami maag sebanyak 84 (66%) orang dan sisanya sebanyak  44(34%) orang belum pernah mengalaminya. Sejumlah 75 (58%) orang mendapatkan obat dari apotek, sedangkan sisanya memperoleh dari tempat lain. Pengetahuan yang baik tentang penggunaan obat akan meningkatkan keberhasilan terapi. Upaya promosi kesehatan merupakan hal penting untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang penggunaan obat antasida yang benar.
PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN PRODUK PEMUTIH DAN PENCERAH DI KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA Khintan Rizky Fadhila; Dwi Rekno Ningrum; Anisah Febrian Rahmawati; Athaya Bella Azzahrya; Dewi Fatima Auzianingrum Muntari; Rini Ayu Agustin; Ayu Larasati; Dyandra Anjani Putri; Azza Maulidia El Java; Siti Sarah; Andreas Bayu Eka Wijayanto; Rahmadi Wahyu Bowolaksono; Firman Wahyudi; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.472 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i2.21806

Abstract

Konsep cantik di masyarakat salah satunya memiliki kulit putih dengan cara menggunakan produk pemutih dan pencerah kulit. Namun terdapat sejumlah produk pemutih yang mengandung bahan berbahaya. Pemilihan produk pemutih harus diperhatikan dengan baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan penggunaan masyarakat mengenai produk pemutih dan pencerah, serta hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat mengenai produk pemutih dan pencerah. Penelitian dilakukan pada bulan September 2019 menggunakan metode survei, rancangan studi cross sectional dengan teknik purposive random sampling. Responden dalam penelitian adalah wanita berusia 16–35 tahun (n=130). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa produk pemutih dan pencerah yang paling banyak digunakan adalah produk komersil teregistrasi BPOM dengan persentase 69,2% (92 responden). Tingkat pendidikan pengguna produk pemutih dan pencerah tertinggi adalah tingkat sarjana dan pascasarjana yaitu dengan persentase 64,6% (84 responden). Rata-rata skor yang didapatkan dari 130 responden adalah 3,8. Sebanyak 87 responden (67%) memiliki skor di bawah 4,6 yang dikategorikan memiliki pengetahuan rendah mengenai produk pemutih dan pencerah. Uji korelasi Spearman menujukkan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan responden mengenai produk pemutih dan pencerah (p=0,016). Responden dalam penelitian memiliki tingkat pengetahuan rendah mengenai produk pemutih dan pencerah serta terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan tentang produk pemutih dan pencerah.
PENGETAHUAN MENGENAI SUNSCREEN DAN BAHAYA PAPARAN SINAR MATAHARI SERTA PERILAKU MAHASISWA TEKNIK SIPIL TERHADAP PENGGUNAAN SUNSCREEN Edlia Fadilah Mumtazah; Shofi Salsabila; Eka Suci Lestari; Alfin Khoirul Rohmatin; Alif Noviana Ismi; Hana Aulia Rahmah; Dewa Mugiarto; Ilman Daryanto; Muhtadi Billah; Odilia Stefani Salim; Alfin Renaldi Damaris; Andri Dwi Astra; Latifah Binti Zainudin; Gusti Noorrizka Veronika Ahmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.671 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i2.21807

Abstract

Indonesia berada di garis khatulistiwa yang memungkinkan terpapar sinar matahari dengan intensitas yang tinggi. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan pada kulit karena radiasi sinar ultra violet (UV). Mengingat tentang bahaya radiasi sinar UV, maka kulit perlu dilindungi meski tubuh telah menyediakan sistem perlindungan alami. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengetahuan mahasiswa teknik sipil mengenai sunscreen, bahaya paparan sinar matahari, dan perilaku terhadap pengaplikasian sunscreen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode survei dengan instrumen kuesioner pada mahasiswa aktif teknik sipil yang telah atau sedang mengikuti praktik kerja lapangan (PKL). Dari data survei diperoleh mahasiswa teknik sipil yang sudah menggunakan sunscreen 180 responden dari 210 responden. Namun ketepatan dalam penggunaan sunscreen masih dinilai kurang serta pengetahuan tentang pemilihan sunscreen yang sesuai dan terkait penggunaannya masih rendah dilihat dari mayoritas responden yang tidak melakukan reapply (78,4%) sehingga perlu adanya edukasi pada mahasiswa teknik sipil mengenai sunscreen yang meliputi pemilihan, pengaplikasian dan cara membersihkan sunscreen yang benar.
PENGETAHUAN IBU DAN CARA PENANGANAN DEMAM PADA ANAK Dyoko Gumilang Sudibyo; Rila Putri Anindra; Yerlita El Gihart; Risma Alvin Ni’azzah; Nur Kharisma; Sukma Cindra Pratiwi; Safira Dewanti Chelsea; Risca Fernanda Sari; Ima Arista; Va Melisa Damayanti; Ella Wardah Azizah; Ebora Poerwantoro; Hita Fatmaningrum; Andi Hermansyah
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.345 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v7i2.21808

Abstract

Penanganan demam pada anak tergantung pada peran orangtua, terutama ibu, sehingga diperlukan pengetahuannya dalam menangani demam. Namun, tingkat pengetahuan ibu sangat bervariasi yang mengakibatkan perbedaan pengelolaan demam pada anak. Pengetahuan yang kurang mengakibatkan penanganan yang tidak tepat, sehingga penyembuhan menjadi kurang optimal. urvei ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu mengenai demam pada anak serta cara penanganannya. Penelitian ini merupakan survei cross sectional dengan menggunakan instrumen kuesioner elektronik. Responden adalah 130 ibu yang memiliki anak usia 0-12 tahun di Kelurahan Wonokusumo, Surabaya dengan teknik accidental sampling. Data diolah secara deskriptif. Banyak ditemukan penggunaan antipiretik yang cenderung berlebihan bahkan diberikan walau suhu tubuh belum tergolong demam. Kemudian, lebih dari 50% responden mengukur demam dengan meraba bagian tubuh dan tidak menggunakan termometer. Hampir 50% responden langsung memberikan obat antipiretik pada anaknya tanpa pemberian pertolongan nonfarmakologi terlebih dahulu, walaupun sebagian dari responden tidak mengetahui efek samping dari obat antipiretik. Antipiretik yang paling sering digunakan adalah parasetamol. Sumber informasi penggunaan antipiretik terbanyak dari resep sebelumnya. Sebagian responden belum mengetahui cara mengenali demam dan penanganan demam secara farmakologi dan nonfarmakologi. Responden sering melakukan swamedikasi dengan penggunaan parasetamol karena mudah didapatkan dan harganya pun terjangkau, meskipun mereka belum mengetahui efek sampingnya.