cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi.v1i3
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 28 Documents
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan Covid-19 Melalui Pelatihan Dan Media Promosi Kesehatan Di Kelurahan Sendangguwo RW.01 Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Sri Haryani
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.466 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.1

Abstract

Latar belakang: Covid-19 adalah penyakit menular yang menyerang pada manusia dan angka kematian Covid-19 sebanyak 3%. Kegiatan penyuluhan tentang Covid-19 merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang pencegahan penularan Covid-19. Berdasarkan hasil survei dengan kuesioner yang telah dilakukan pada warga RW 01 RT 05 bahwa dari 26 KK ada 7 KK ( 26,9% ) tidak pernah di datangi oleh pelayanan kesehatan, namun 19 KK pernah di datangi oleh pelayanan kesehatan tidak mengenai edukasi Covid-19 dan protokol kesehatan. Tujuan: Tujuan PKM ini adalah upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan peran warga RW 001 RT 05 Kelurahan Sendangguwo, Kota Semarang. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan metode 1) penyuluhan untuk edukasi Covid-19, 2) pelatihan membuat masker kain tanpa sentuhan benang dan jarum jahit, 3) membuat liflet edukasi singkat mengenai Covid-19, 4) pengiriman video edukasi Covid-19 dan cara membuat masker kain secara praktis. Hasil: Pengetahuan tentang Covid-19 warga RT. 05 mengalami peningkatan hingga 100% setelah mendapatkan penyuluhan dan pelatihan. Pembagian liflet mendapat respon yang baik dari warga RT 05, seperti langsung membaca liflet untuk mengetahui isi dari liflet tersebut. Media KIE Covid-19 berupa video (cara membuat masker kain secara praktis) telah disebarkan melalui whatsapp grup RT.05 dan mendapatkan respon baik. Kesimpulan: Seluruh rencana kegiatan terlaksana dengan baik. Meningkatkan pendekatan kepada masyarakat untuk selalu mengingatkan protokol kesehatan yang sudah diberikan pada saat penyuluhan kesehatan, agar tidak terjadi penularan covid- 19.
Sosialisasi Kebiasaan Cuci Tangan Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 Di Kelurahan Bulusan Kota Semarang Ulfa Nurullita; Mugram Rashid Samual; Fiki Imania; Wulandari Meikawati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.683 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.2

Abstract

Latar belakang: COVID -19 menular melalui  droplets yang keluar saat seseorang yang terinfeksi berbicara, bersin atau batuk. Di RT 5 RW 3 Timoho Timur Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang Kota Semarang, pada  awal September 2020 telah tercatat 1 kasus Covid-19. Upaya pencegahan yang  dapat  dilakukan dengan mudah adalah mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, tidak menyentuh area wajah dan menggunakan masker dengan baik. Tujuan: mencegah penularan COVID-19 di wilayah tersebut dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya kebiasaan mencuci tangan yang baik dan benar. Metode: sosialisasi praktek cuci tangan yang baik dan benar dengan pemberian leaflet, pemasangan poster dan pemberian fasilitas cuci tangan di tempat yang strategis. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat ini adalah disampaikannya sosialisasi cuci tangan yang benar kepada ketua RT, penyerahan leaflet kepada ketua RT, distribusi media sosialisasi berupa leaflet oleh ketua RT, pemasangan poster di tempat yang strategis, dan penyediaan fasilitas cuci tangan untuk warga. Leaflet telah diterima oleh tiap kepala keluarga, dan warga telah memanfaatkan fasilitas cuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas. Kesimpulan: Pemberian sosialisasi dan fasilitas sarana prasarana dapat meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat
Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pembukaan Kembali Layanan Posyandu dan PAUD RW.2 Tegalkangkung Kedungmundu Semarang Rahayu Astuti; Vira Suci Kurniasari
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.394 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.3

Abstract

Latar belakang: Posyandu di kota Semarang mulai Januari 2022 secara bertahap dibuka. Salah satu Posyandu yang akan buka adalah Posyandu Angrek 1 yang terletak di Tegalkangkung (RW 2), juga rencana buka PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Sebelum buka, maka perlu dilakukan sosialisasi hal-hal yang harus diperhatikan bagi pengelola posyandu maupun PAUD dan kepada ibu-ibu. Tujuan: 1). Melakukan sosialisasi kepada ibu balita, ibu hamil dan WUS tentang penerapan protokol kesehatan dan apa yang harus dilakukan jika posyandu dan PAUD dibuka . 2). Melakukan kerjasama dengan kader posyandu Anggrek 1 terkait informasi yang diperoleh dari Puskesmas Kedungmundu untuk disosialisasikan ke masyarakat. Metode: langkah-langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan yaitu : 1) Audiensi kepada pengurus Posyandu Anggrek 1 dan pengelola PAUD dalam identifikasi masalah terkait kesiapan sarana dan prasarana yang harus ada pada saat buka posyandu dan PAUD. 2) Sosialisasi kepada ibu balita, ibu hamil dan WUS 3) Sosialisasi oleh kader tentang hasil penyuluhan yang diperoleh dari Puskesmas. Hasil: 1) Pada audensi hasil identifikasi masalah untuk kelengkapan sarana dan prasarana untuk buka posyandu, hampir semua sudah ada namun sarana yang belum disiapkan adalah ketersediaan masker cadangan dan perlengkapan desinfeksi. Pengelola PAUD belum menyiapkan semua sarana protokol Kesehatan. 2) Pada saat sosialisasi ibu-ibu antusias dan tertarik. Kesimpulan: 1). Ibu-ibu, pengelola posyandu dan PAUD antusias dalam kegiatan sosialisasi 2). Telah dilakukan kerjasama dengan kader posyandu Anggrek 1.
Penyuluhan Jajanan Sehat Untuk Anak Indonesia Sehat Tahara Dilla Santi; Aditya Candra
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.869 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.4

Abstract

Latar belakang: Anak usia sekolah dasar (7-13 tahun) belum mampu menentukan hal yang baik untuk kesehatan tubuhnya, termasuk dalam hal memilih jajanan yang sehat. Banyaknya pedagang yang menjajakan makanan cepat saji di lingkungan sekolah merupakan masalah bagi kesehatan anak. Upaya dini yang harus dilakukan adalah memberikan penyuluhan kepada anak terkait jajanan sehat. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang jajanan sehat. Metode: Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di aula SDN 49 Banda Aceh yang diikuti oleh perwakilan siswa kelas II, III, IV dan V. Tim pengabdian memberikan pretest sebelum pelaksanakaan penyuluhan tentang jajanan yang sehat dan tidak sehat yang disajikan melalui power point. Selanjutnya pemutaran film bertemakan dampak salah memilih jajanan pada anak. Tim memberikan posttest dan membagikan bingkisan makanan sehat terdiri dari susu kotak, air mineral, biskuit dan kue.  Hasil: Kegiatan pengabdian meningkatkan pengetahuan siswa dengan nilai posttest (83.62±2.83) dan nilai pretest (66.73±3.42). Keaktifan siswa mencapai 90% dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan tim.  Kesimpulan: Penyuluhan jajanan sehat dapat meningkatkan pengetahuan dan melatih kemampuan anak dalam memilih jajanan yang dijual lingkungan sekolah. Selanjutnya diharapkan kepada pihak sekolah dapat membimbing siswa saat memilih jajanan. Selain itu kantin sekolah lebih diberdayakan dalam penyediaan jajanan sehat untuk anak.
Peduli Gempa Pidie Jaya: Sebuah Aksi Kemanusiaan Aditya Candra; Tahara Dilla Santi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 3 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.489 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i3.5

Abstract

Latar belakang: Gempa yang terjadi di Pidie Jaya berdampak luas pada masalah kesehatan, kerusakan material dan korban jiwa. Korban gempa menempati tenda-tenda pengungsian yang didirikan pasca gempa terjadi. Kekurangan sandang, pangan sangat dirasakan oleh masyarakat. Peduli gema Pidie Jaya ditunjukkan dengan pemberian bantuan dan pendekatan pada korban. Tujuan:  Untuk memberikan pendekatan PHBS dan menyalurkan bantuan kebutuhan sandang dan pangan korban terdampak gempa. Metode: Pendekatan dan mengedukasi PHBS dilaksanakan di wilayah terparah gempa yaitu desa Kuta Pangwa. Peserta penyuluhan terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu di tenda-tenda pengungsian. Hasil: Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pemberian bantuan. Peserta antusias mendengarkan penyuluhan PHBS. Materi yang disampaikan dengan metode ceramah, dan praktek mencuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar. Kegiatan selanjutnya pemberian bantuan berupa minyak, gula, beras, telur, susu, pampers, susu bayi, dan lainnya. Selanjutnya dibagikan juga pakaian baru baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Kesimpulan: Kegiatan ini memberikan manfaat untuk korban gempa berupa pengetahuan tentang cuci tangan pakai sabun. Selain itu, penyerahan bantuan sembako dan lainnya untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Edukasi Bahaya Asap Rokok Melalui Komik ASETARO Di SD N Jembrak Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Trixie Salawati; Nurina Dyah Larasaty; Rachma Laila Zein
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.136 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.6

Abstract

Latar belakang: Perlindungan terhadap anak-anak dari bahaya merokok penting untuk dilakukan, karena anak-anak berpeluang untuk menjadi perokok aktif dan pasif. Tidak hanya di perkotaan, anak-anak di pedesaan juga memiliki peluang yang sama untuk terkena penyakit akibat rokok. Analisis situasi di SD N Jembrak Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa para siswa membutuhkan informasi tentang bahaya asap rokok bagi kesehatan mereka. Tujuan: para siswa mengetahui bahaya asap rokok bagi kesehatan, sehingga dapat melindungi dari dari bahaya asap rokok. Metode: Edukasi kesehatan menggunakan media komik ASETARO, yang diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan pos-test dan tanya jawab. Pre-test dan post-test digunakan untuk evaluasi hasil edukasi. Hasil: Para siswa menyukai edukasi melalui komik ASETARO karena mereka memperoleh informasi secara menyenangkan melalui gambar-gambar yang menarik dan mudah dipahami. Pada hasil pre-test hanya 8% siswa yang memperoleh nilai pengetahuan dalam kategori baik, namun pada hasil post-test telah meningkat menjadi 83%. Hal ini menunjukkan bahwa setelah memperoleh informasi tentang bahaya asap rokok melalui komik ASETARO pengetahuan siswa mengalami peningkatan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan media komik ASETARO pada siswa di SDN Jembrak Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang mengenai bahaya asap rokok dapat meningkatkan pengetahuan sasaran.
Pendampingan Program Berhenti Merokok Pada Siswa SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara Kabupaten Klaten Sutaryono Sutaryono; Rezyana Budi Syahputri
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.303 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.7

Abstract

Latar belakang: Proporsi perokok pada usia di atas 15 tahun mengalami peningkatan setiap tahunnya, khususnya pada remaja laki-laki. Kebiasaan merokok pada pelajar disebabkan karena kesalah pahaman informasi, pengaruh iklan dan pengaruh teman. Pengetahuan yang cukup akan memotivasi remaja untuk berperilaku hidup sehat karena individu dapat mempersepsikan informasi tersebut sesuai dengan predisposisi psikologisnya. Pengetahuan yang memadai tentang bahaya rokok bagi kesehatan diharapkan membuat orang yang belum merokok tetap tidak merokok dan para perokok bisa menghentikan kebiasaan yang sangat berbahaya ini. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa untuk berhenti merokok. Metode: Pendampingan ini dilakukan dengan persiapan yang melibatkan optimalisasi komunitas sekolah (OSIS), penyuluhan dengan metode participatory training, pelatihan pengurus dan kader berhenti merokok. Hasil: Peserta menunjukkan tingkat pengetahuan setelah kegiatan lebih tinggi daripada tingkat pengetahuan sebelum kegiatan yaitu sebesar 40%. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukkannya program pendampingan berhenti merokok terhadap pengetahuan siswa tentang bahaya rokok di SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara.
Pemanfaatan Jagung Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Putu Ayu Untuk Penguatan Produk Lokal Risza Yunita Putri; Eka Puji Lestari; Fiqa Ayyatika Fajriyah; Devia Azzahra Oktaviani; Alvilaila Alvilaila; Rizky Safri Hansyah; Wakhid Setyo Bahari; Nada Misi Islamy; Cut Ellen Iftitan Ariyani; Hadi Prawoto; Annis Illa Hwa Dzati; Shinta Dzannuba Ahshoria; Zyndi Ningtyasari; Alief Ababiel
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.633 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.8

Abstract

Latar belakang: Desa Bener merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang yang terletak di kaki gunung merbabu bagian utara yang berbatasan langsung dengan Kota Salatiga. Sebagian besar masih berupa persawahan dan ladang dengan total penduduk 5939, hal ini harusnya menjadikan Desa Bener menjadi desa yang berpotensi memiliki pendapatan yang tinggi dari luas wilayah dan SDM yang dimiliki. Namun dilihat dari hasil observasi, masih banyak sekali kurangnya kesadaran dari SDM terutama petani dan pedagang untuk mengolah hasil bumi Desa Bener untuk dijadikan berbagai produk yang nilai jualnya tinggi.  Metode: Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan secara langsung mengenai pembuatan Putu Ayu Jagung yang menarik dan mudah dipahami sehingga memungkinkan untuk dipraktikkan sendiri di rumah. tahapan yang kami lakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, diantaranya adalah persiapan program pendampingan sejak persiapan, pembuatan, pengemasan dan pemasaran Putu Ayu Jagung. Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan baik, masyakat merasa senang untuk mengikuti kegiatan ini karena dapat ilmu baru yang dapat mereka kembangkan nantinya, dan melalui kegiatan pengabdian ini masyarakat diajarkan supaya bisa memanfaatkan jagung tidak hanya di jual sebagai makanan ternak tapi bisa di olah menjadi makanan yang bernilai jual. Kesimpulan: Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yaitu para petani jagung di desa bener sudah dapat memahami dengan baik bahwa jagung tidak hanya bermanfaat untuk di jual untuk pakanan ternak tapi juga dapat di olah untuk dijadikan makanan yang dapat dijual.
Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Penerapan Keilmuan Guna Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat di Desa Tegalwaton Desy Aviolina; Dzuriyah Muwafiqoh; Ahmed Sajid Sabiq; Nabella Puji Astuti; Zehan Baihaqi; Firdaus Bani Adam; Putri Nova Della; Astrie Yuniartha; Diah Ayu Dwi Yanti; Ana Afilya; Niken Aulia Ramanda; Naumilla Hamaq; Asmarani Asmarani; Sabrina Putri Darmawan; Muhammad Amar Ma’ruf As Salami
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.275 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.9

Abstract

Latar belakang: Desa Tegalwaton adalah Salah satu desa yang berada di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Jumlah penduduk di Desa Tegalwaton berjumlah 4.783 jiwa. Jumlah Taman Kanak-Kanak berjumlah 2, Madrasah Ibtida’iyah berjumlah 2 dan Sekolah Dasar berjumlah 2. Berdasarkan observasi, di temukan beberapa masalah yaitu kurangnya minat belajar siswa sekolah dasar akibat terlalu lamanya sekolah online yang dilaksanakan selama masa pandemi ini serta kurangnya minat siswa pada pelajaran sains. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memotivasi siswa Sekolah Dasar mengenai pentingnya belajar dan sains di masa pandemi Covid-19. Metode: Program pengabdian di desa Tegalwaton berfokus pada dua program kerja yaitu Rumah Belajar dan Sains Asik yang dilakukan selama kurun waktu 27 Januari – 28 Februari 2022.  Metode kegiatan yang digunakan pada Rumah Belajar adalah Metode Ceramah dan Tanya Jawab, sedangkan pada program Sains Asik menggunakan metode Perlombaan dan Praktik. Hasil: Indikator keberhasilan dari kegiatan Rumah Belajar sebesar 100% yang mencakup meningkatnya pemahaman siswa dalam belajar dan antusias siswa mengikuti kegiatan Rumah Belajar. Sedangkan kegiatan Sains Asik merupakan kegiatan untuk menumbukan jiwa bertanya seperti seorang ilmuan dengan menerapkan Sain pada kehidupan sehari hari ini di ikuti oleh 15 anak dari Dusun Rekesan Desa Tegalwaton. Kegiatan ini sains ini telah memberikan  stimulus  dan  mengarahkan  siswa untuk bisa meningkatkan  minat serta mengembangkan   kemampuan   berpikir   kritisnya. Kesimpulan: Dengan adanya kegiatan Rumah Belajar dan Sains Asik meningkatkan kemampuan belajar dari siswa dan meningkatkan rasa ingin tahu siswa terhadap sains dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
Penerapan Perangkap Nyamuk Sederhana Dalam Memberantas Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Semarang Dini Saraswati; Eka Ulyati; Nila Okta; Netty Ami; Efa Khasanah; Eza Yunas Restiawan; Anna Nailis; Ummi Hani; Irfanul Chakim
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.112 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.11

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan hasil survey dan wawancara pada tokoh masyarakat dan tokoh agama serta warga Kelurahan Rowosari masalah kesehatan yang dihadapi yaitu angka bebas jentik di wilayah kelurahan rowosari masih rendah yaitu 75%. Hal ini kemudian menjadikan kelurahan rowosari menjadi salah satu kelurahan dengan angka kejadian tertinggi di kota Semarang. Tujuan: Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk memberikan informasi dan kemampuan kepada masyarakat kelurahan Rowosari agar dapat memberantas nyamuk penyebab demam berdarah dengue di lingkungan sekitarnya. Method: Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini digunakan 3 metode pendekatan untuk dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam memberantas larva Aedes aegypti yaitu; penyuluhan terkait cara penularan dan pencegahan DBD, pelatihan cara pembuatan ovitrap sederhana dan pelatihan cara pembuatan dan penggunaan alat penyedot larva sederhana.  Hasil: Penyuluhan di SDN Rowosari 01 didapatkan bahwa dari 57 responden sesudah diadakan penyuluhan mempunyai pengetahuan baik tentang DBD yaitu sebanyak 36 responden (63,2%). Selain itu, penyuluhan di MI Miftahul Ulum 02 didapatkan bahwa dari 36 responden sesudah diadakan penyuluhan mempunyai pengetahuan baik tentang DBD yaitu sebanyak 20 responden (55,6%). Dari 22 responden sesudah diadakan pelatihan mempunyai pengetahuan baik tentang pembuatan ovitrap dan alat penyedot larva yaitu sebanyak 16 responden (72,7%). Nilai perhitungan statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dan pelatihan. Kesimpulan: Masyarakat telah terbukti mampu membuat secara mandiri ovitrap dan alat penyedot larva sederhana yang dapat di aplikasikan dalam skala rumah tangga. Rekomendasi pengabdi terhadap masyarakat sekitar yaitu masyarakat harus lebih sadar untuk ikut serta dalam menyelesaiakan masalah kesehatan yang ada di lingkungannya.

Page 1 of 3 | Total Record : 28