Ninis Agustini Damayani
Universitas Padjadjaran

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

STRATEGI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DALAM MENGHADAPI VANDALISME (Studi Kasus Mengenai Strategi Manajemen Perpustakaan dalam Menghadapi Vandalisme oleh Pengguna di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara) Damayani, Ninis Agustini; Saepudin, Encang; Evriza, Eka
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.674 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i1.9488

Abstract

The research was conducted to determine library management strategies in the face of vandalism, viewed from the aspects such as: human resources, budget, infrastructure and services. The research was conducted in the Library of Northern Sumatera University. The sample of the research amounted to 12 people. Respondents in this research were employees in the Library of Northern Sumatera University, including librarians. Research method used was the case study method with qualitative approach. Results of this study that in the aspects of human resources, USU library puts a number of employees and security officers (guards) at some point the library building which is prone to vandalism. From the aspect of the budget, USU Library allocates a budget for the maintenance and repair of the damaged collections. Then aspects of infrastructure, USU Library designing appropriate placement of infrastructure building a unique design that creates a spatial comfortable and safe for the user and is also equipped with a security system for library collections that include the use of security magnetic tape, CCTV, convex mirrors and magnetic detector. Meanwhile, judging from the aspect of services, the strategy pursued USU Library is providing various kinds of services to support the use of the collections by the user according to his needs, including standard collection services, circulation services, short loan collection service, maintenance services and collection services user guidance.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi manajemen perpustakaan dalam menghadapi vandalisme dilihat dari aspek sumber daya manusia (SDM), anggaran, sarana prasarana dan layanan perpustakaan. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan jumlah informan sebanyak 12 orang. Informan dalam penelitian ini adalah para pegawai termasuk pustakawan di Perpustakaan USU. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini bahwa dari aspek SDM, Perpustakaan USU menempatkan sejumlah pegawai dan petugas keamanan (satpam) di beberapa titik gedung perpustakaan yang rawan terjadi vandalisme. Dari aspek anggaran, Perpustakaan USU mengalokasikan sejumlah anggaran untuk perawatan dan perbaikan koleksi yang rusak. Kemudian aspek sarana prasarana, Perpustakaan USU merancang penempatan sarana prasarana sesuai desain gedung yang unik sehingga menciptakaan tata ruang yang nyaman dan aman bagi pengguna dan juga dilengkapi dengan sistem pengamanan untuk koleksi perpustakaan yang meliputi penggunaan pita magnetic, CCTV, cermin dan magnet detector. Sementara itu, dilihat dari aspek layanan, strategi yang dilakukan Perpustakaan USU adalah menyediakan berbagai jenis layanan untuk mendukung pemanfaatan koleksi perpustakaan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhannya, meliputi layanan koleksi standar, layanan sirkulasi, layanan koleksi pinjam singkat (KPS), layanan perawatan koleksi dan layanan bimbingan pengguna.
PERILAKU KNOWLEDGE SHARING MULTI BAHASA PADA KOMUNITAS FAKTA BAHASA Rohman, Asep Saeful; Damayani, Ninis Agustini; Fauziah, Mayang Rumaisha Nur
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.034 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v2i2.11643

Abstract

The purpose of this study is to disscussed about knowledge sharing behavior of multi language in fakta bahasa community located in Bogor. The research methodology used in this study is a qualitative method with case study approach. The data collection was done by in-depth interviews, observation, and literature. The informans are 5 members of fakta bahasa community and 2 members of the others community in Bogor. Informans choosen by purposive sampling. The result showed that norms and value in community based on rights and obligations of community’s members to share the knowledge in the language club, the method to shared the knowledge in community through the weekly discussion called clubbing, the members collaborated knowlededge has been owned with the new knowledge and use in daily activities, and social network formed by similarity interest of the language and connected by social media.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskusikan tentang pengetahuan perilaku berbagi dengan multi bahasa di komunitas Fakta Bahasa yang terletak di Bogor. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan menggunakan literatur. Informan terdiri dari 5 anggota komunitas Fakta Bahasa dan 2 anggota komunitas lain di Bogor. Informan dipilih berdasarkan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma-norma dan nilai dalam komunitas berdasarkan hak dan kewajiban anggota komunitas untuk berbagi pengetahuan dalam klub bahasa, metode untuk berbagi pengetahuan dalam masyarakat melalui diskusi mingguan yang disebut clubbing, anggota komunitas berbagi pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru dan digunakan dalam kegiatan sehari-hari, dan jaringan sosial yang dibentuk oleh kepentingan kesamaan bahasa dan terhubung dengan media sosial.
KEGIATAN SANGGAR SASTRA RUMAH PUISI TAUFIQ ISMAIL DALAM MENDUKUNG PERILAKU MENULIS Damayani, Ninis Agustini; Fatma, Riska; Rusmana, Agus
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.179 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i1.11630

Abstract

This research purpose is to explain “Sanggar Sastra” activities at Rumah Puisi Taufiq Ismail in order to support behavior of writing literature among students, especially in Padang Panjang and Bukittinggi, West Sumatera. The method used is survey. Respondents in this research are twenty five senior high school students in Padang Panjang whom participate to “Sanggar Sastra” for a month. This research shows that an internal factor such as; members’ interest and external factors; sanggar sastra’s teachers contributed to support behavior of writing literature among students. While the external factor such as the facilitation of “sanggar sastra” not directly give an contributed to support behavior of writing literature among students.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas “Sanggar Sastra” di Rumah Puisi Taufiq Ismail dalam mendukung perilaku menulis di kalangan pelajar, Padang panjang dan Bukittinggi, Sumatera Barat. Metode yang digunakan ialah survey. Responden dalam penelitian ini ialah 25 Sekolah Menangah Atas (SMA) di Padang Panjang yang berpartisipasi di “Sanggar Sastra” setiap bulannya. Penelitian ini menunjukkan bahawa faktor internal diantaranya; ketertarikan angora dan faktor eksternal; pengajar Sanggar Sastra yang berkontribusi mendukung prilaku menulis diantara pelajar. Sedangkan faktor eksternal yakni fasilitas Sanggar Sastra tidak berkontribusi dalam memberikan dukungan prilaku menulis diantara pelajar.
ANALISIS TINGKAT KUALITAS JASA LAYANAN DI PERPUSTAKAAN DAN PUSAT INFORMASI ILMIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PADJADJARAN Damayani, Ninis Agustini; Mauladhy, Jevon Joenesty; Rodiah, Saleha
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.848 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v2i1.11620

Abstract

This study aimed to measure how far the library service quality in Academic Library using LibQual+™ instrument, the measurement model of service quality based on perceptions and expectations of the three dimension consist Affect of Services (the attitude and the ability of library staff on serving students), Information Control (quality and availability of the information source in library), Library as Place (library as place and surrounding). Respondents were ask to rate the three criteria, namely the minimum expectations, desired expec- tations, and perceived. Service quality is a gap between the perceptions (perceived) with the minimum or desired expectations. Respondents were asked to assess the scale of 1 – 9, the lowest value is 1 and the highest is 9. Through a questionnaire that has been distributed, have generally showed that users feel satisfaction with the services that have been provided by the P2I2 FEB Unpad librarys.­­­­­­­Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kualitas layanan perpustakaan di Perpustakaan Akademik meng- gunakan instrumen LibQual+™, model pengu- kuran kualitas pelayanan ini berdasarkan persepsi dan harapan tiga dimensi yang terdiri dari Pengaruh Layanan (sikap dan kemampuan staf perpustakaan pada melayani siswa), Pengendalian informasi (kualitas dan ketersediaan sumber informasi di perpustakaan), Perpustakaan sebagai sebuah tempat (perpustakaan sebagai tempat dan sekitarnya). Responden meminta untuk menilai tiga kriteria, yaitu harapan minium, harapan yang diinginkan, dan dirasakan. Kualitas pelayanan merupakan kesenjangan antara persepsi (di- rasakan) dengan minimum atau harapan yang diinginkan. Responden diminta untuk menilai skala 1-9, nilai terendah adalah 1 dan tertinggi adalah 9. Melalui kuesioner yang telah didis- tribusikan, umumnya menunjukkan bahwa peng- guna merasakan kepuasan dengan layanan yang telah disediakan oleh P2I2 Februari Unpad perpustakaan.
KEGIATAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN BATU API (Studi Kasus Mengenai Proses Pelayanan Perpustakaan Dan Jenis Pelayanan Di Perpustakaan Batu Api) Damayani, Ninis Agustini; Rukmana, Evi Nursanti; Yusup, Pawit M
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.816 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i2.10000

Abstract

Batu Api Library is one of the personal library in the sub-district Jatinangor. In this research done to know the process of library services, quality of service and Library Promotion elements with the case study research method. The results of the study showed that in the process of the ministry has 4 categories, including the questions and a search through the tool telusur done by members of the library and the help of the owner of the library and the acceptance of the information through the collection of the owner of the library and the discussion fellow members of the library, request from the members of the library, allocation by the owner of the library. The quality of service has 3 categories, including in the affect of service owner of libraries have an open attitude and provide recommendations, in information control no provision of the catalog and have a collection of lent, purchased and given in the U.S. libraray place no service share space. Promotion elements have 4 categories, advertising (advertising) using the writing to the mass media and library bulletin, sales personal selling) using social media facebook, twitter, instagram and forsquare, sales promotion (promotion selling) using flyers and posters, publicity (leading) using their own activities and activities that work with outside parties.Perpustakaan Batu Api merupakan salah satu perpustakaan pribadi di Kecamatan Jatinangor. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pelayanan perpustakaan, kualitas pelayanan perpustakaan, dan unsur promosi dengan metode penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pelayanan memiliki 4 kategori, diantaranya pertanyaan dan pencarian melalui alat bantu telusur dilakukan oleh anggota perpustakaan dan bantuan pemilik perpustakaan, penerimaan informasi melalui koleksi, pemilik perpustakaan dan diskusi sesama anggota perpustakaan, permintaan dari anggota perpustakaan, alokasi oleh pemilik perpustakaan. Kualitas pelayanan memiliki 3 kategori, diantaranya dalam affect of service pemilik perpustakaan memiliki sikap terbuka dan memberikan rekomendasi, dalam information control tidak ada penyediaan katalog dan memiliki koleksi yang dipinjamkan, dibeli dan diberikan, dalam libraray as place ada layanan berbagi ruang. Unsur promosi memiliki 4 kategori, periklanan (advertising) menggunakan tulisan ke media massa dan buletin perpustakaan, penjualan pribadi (personal selling) menggunakan  media sosial facebook, twitter, instagram dan forsquare, promosi penjualan (promotion selling) men-ggunakan pamflet dan poster, publisitas (publicity) menggunakan kegiatan yang dilakukan sendiri dan kegiatan yang bekerja sama dengan pihak luar.
Koleksi buku cerita bergambar (picture storybooks) di Perpustakaan Desa Sukamukti Yusup, Pawit M.; Rachmawati, Tine Silvana; Damayani, Ninis Agustini; Rukmana, Evi Nursanti
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 16 No 1 (2020): Juni
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v16i1.151

Abstract

Introduction. The teachers at Kelompok Belajar Islam Terpadu (KBIT) Sukamukti village have used picture storybooks from the Library of Sukamukti village and reading them in a story telling session to their students. Two of this activities as a basic in the pre-reading activity to early childhood, so that the purpose this reaserch is to understand how the teachers use the picture storybooks, reading technique, and storytelling. Data Collection Method. This paper used a qualitative perspective with phenomenology by using observations, interviews, focus group discussions, and literature study. Analysis Data. Data from interviews were transcribed for further analysis Results and Discussion. The teachers at KBIT Sukamukti village used the picture of storybooks with fables. The teachers also discussed plot, animal activities, themes and morality based on the story. The language in the story is easy to understand by the children, book illustrations explain the reality of the character in the forest. Activities read aloud by introducing the identity of the book used, and storytelling activities through self-assement, stories, sounds, expressions, gestures, and other abilities. Conclusion. The teachers read and tell stories to educate young children in alphabet, vocabularies, and creativity. This helps early children in the process of learning pre-reading.
LITERASI INFORMASI MASYARAKAT PEDESAAN DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN CIKANCUNG KABUPATEN BANDUNG Budiono, Agung; Rachmawati, Tine Silvana; Damayani, Ninis Agustini; Saepudin, Encang
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.456 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i2.9999

Abstract

This research was aimed to investigate the information literacy of rural communities on society empowerment at Cikancung Sub-District, Bandung Regency. Particularly the research was aimed to find out the information literacy level of the rural communities on planning, implementing, utilization and evaluating program. Mixed methods was used in the research, while data was gained from questioner, focus group discussion, interview, observation and literature studies. First benefit of the research was an evaluation form of implementation goverment policy. Second benefit was that the form could be useful input for the government of Bandung Regency, especially for BKPPP in implementing food self-sufficient village program. The result of the research indicated that the information literacy level of the rural communities on planning, implementing, utilization, and evaluating program was positive. It meant that the rural communities were already literate. The result was based on statistical calculation, which showed that median value less than score value, and the score value less than quartil value III. So that it could be concluded that the rural communities were already literate towards the government program of society empowerment.Penelitian ini mengkaji tentang Literasi Informasi Masyarakat Pedesaan  dalam Program Pemberdayaan Masyarakat  Di Kecamatan Cikancung  Kabupaten Bandung. Dengan menggunakan metode  gabungan mixed methods dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket, wawancara, FGD, observasi, dan studi pustaka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  tingkat Literasi  masyarakat  pedesaan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi program pemberdayaan masyarakat. Manfaat penelitian ini yakni sebagai bentuk evaluasi program terutama terhadap implementasi kebijakan pemerintah. Selain itu, Sebagai masukan bagi pemerintah Kabupaten Bandung terutama Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Kabupaten Bandung dalam mengiplementasikan program desa mandiri pangan.  Hasil penelitian menunjukkan tingkat  literasi masyarakat pedesaan baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan  evaluasi  program pemberdayaan dapat dikategorikan positif artinya masyarakat sudah literat. Hal ini didasarkan pada hasil perhitungan statistik  yang menggambarkan  bahwa nilai median lebih kecil dari nilai skor dan nilai skor lebih kecil dari nilai kuartil III. Berdasarkan hasil pengolahan data, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Masyarakat Di Kecamatan Cikancung  Kabupaten Bandung sudah literat terhadap program pemberdayaan masyarakat.
PRESERVASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL (STUDI KASUS MENGENAI PRESERVASI PREVENTIF DAN KURATIF MANUSKRIP LONTAR SEBAGAI WARISAN BUDAYA DI KABUPATEN KLUNGKUNG BALI). Sedana, I Nyoman; Damayani, Ninis Agustini; Khadijah, Ute Lies Siti
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.294 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v1i1.9616

Abstract

Lontar an ancient manuscript that is made from the leaves tal, in addition to the palm as well as a very important source of information for the public, because of the ejection public can obtain information or documentation and proof of the important events that occurred during the days ago. Papyrus manuscripts in Klungkung regency given hundreds of years old as the central government of Klungkung regency of Bali in the past or in the days of empire. Lontar in Klungkung regency is still in good condition or it can be clearly read the letter. The theory used in this research is the theory of preservation and the method used is a qualitative method that aims to study the processes of preservation preventive and curative papyrus manuscripts based on local wisdom based system of values, tare method and conditions; and assess the role of local government in the preservation of papyrus manuscripts based lokal.Subjek wisdom in this study as many as seven people respectively two pedanda / sulinggih / pastor, stakeholders, practitioners papyrus and one from the Department of Cultural district voters Klungkung.Teknik informants by way of technical snowball (snowball sampling). The findings indicate papyrus manuscript preservation in Klungkung regency in the manufacturing process should use the good ejection accompanied by offerings or offerings. Lontar stored on taksu in merajan shrine or temple shrines of storage in which each day dihaturkan offerings or offerings in addition also every six months during the festival of Saraswati, during the festival of Saraswati also conducted cleanup on kropak and shrine (where the palm). Lontar damaged in Klungkung regency will do transiliterasi or rewriting of the strands ejection ejection damaged in storage (in merajan or temple) to deliver to the offering or offerings first. Preservation curative manuscript ejection in Klungkung regency in the process of relaxation and discolor papyrus used oil serei blended pecans, while to overcome the ejection damaged in Klungkung regency will instantly transliterate or rewriting of the strands ejection damaged done by expert authors characters (letters) bali , The participation of the local government of Klungkung never participating in the preservation of papyrus manuscripts. The conclusion from this study that the preservation of preventive manuscript ejection in Klungkung regency with nurturing and caring for palm every day menghaturkan offerings or offerings in storage areas ejection in addition also perform ceremonies every six months during the festival of Saraswati, preservation curative manuscript ejection in Klungkung do relaxation, discolor letter ejection and overcome faulty ejection do transiliterasi or writing back in palm leaves, there has never been the role of local governments in the Klungkung regency papyrus manuscript preservation activities.Lontar merupakan naskah masa lampau yang terbuat dari daun tal, disamping itu lontar juga sebagai sumber informasi yang sangat penting bagi masyarakat, karena dari lontar masyarakat dapat memperoleh informasi atau dokumentasi dan bukti dari peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dimasa silam. Manuskrip lontar yang ada di Kabupaten Klungkung berumur ratusan tahun mengingat kabupaten Klungkung sebagai pusat pemerintahan pulau Bali di masa lampau atau pada jaman kerajaan. Lontar yang ada di Kabupaten Klungkung hingga saat ini masih dalam kondisi yang bagus atau dapat terbaca dengan jelas hurufnya. Teori yang di digunakan dalam penelitian ini adalah teori preservation dan Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji proses preservasi preventif dan kuratif manuskrip lontar berbasis kearifan lokal berdasarkan sistem nilai, tara cara dan ketentuan khusus; serta mengkaji peran serta pemerintah daerah dalam preservasi manuskrip lontar berbasis kearifan lokal.Subjek dalam penelitian ini sebanyak tujuh orang yaitu masing-masing dua orang pedanda/sulinggih/pendeta, pemangku, praktisi lontar dan satu orang dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung.Teknik pemilih informan dilakukan dengan cara teknik bola salju (snowball sampling). Hasil temuan menunjukkan preservasi manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dalam proses pembuatan lontar harus menggunakan hari baik yang disertai dengan banten atau sesajen. Lontar tersimpan pada pelinggih taksu di merajan atau gedong penyimpanan di pura yang setiap hari dihaturkan banten atau sesajen disamping pula setiap enam bulan pada hari raya Saraswati, pada hari raya Saraswati dilakukan pula pembersihan pada kropak dan pelinggih (tempat penyimpanan lontar). Lontar yang rusak di Kabupaten Klungkung akan dilakukan transiliterasi atau penulisan kembali pada helai lontar yang rusak pada tempat penyimpanan lontar (di merajan atau pura) dengan menghaturkan sesajen atau banten terlebih dahulu. Preservasi kuratif manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dalam proses pelemasan dan menghitamkan lontar mempergunakan minyak serei dicampur kemiri, sedangkan untuk mengatasi lontar yang rusak di Kabupaten Klungkung akan langsung melakukan transliterasi atau penulisan kembali pada helai lontar yang rusak yang dilakukan oleh ahli penulis aksara (huruf) bali. Peran serta pemerintah daerah Kabupaten Klungkung tidak pernah ikut berpartisipasi dalam kegiatan preservasi manuskrip lontar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa preservasi preventif manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dengan memelihara dan merawat lontar setiap hari menghaturkan sesajen atau banten pada tempat penyimpanan lontar disamping pula melakukan upacara setiap enam bulan pada hari raya Saraswati, preservasi kuratif manuskrip lontar di Kabupaten Klungkung dilakukan pelemasan, menghitamkan huruf lontar dan mengatasi lontar yang rusak dilakukan transiliterasi atau penulisan kembali di daun lontar, belum pernah ada peran serta pemerintah daerah Kabupaten Klungkung dalam kegiatan preservasi manuskrip lontar.
PENULIS SUNDA SEBAGAI PELESTARI BUDAYA Mulyana, Deddy; Susanti, Santi; Damayani, Ninis Agustini
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.379 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v1i2.11046

Abstract

This research aims to find out motives to become Sundanese Writers, self meaning construction of Sundanese Writers as culture preservators and message presenting process of Sundanese Writers as culture preservators. This research used qualitative method with a phenomenological approach. Data was gained through a series of indepth interviews with eight informants as Sundanese Writers in Bandung City, and also from nonparticipant observation and literature study. The informants of this research are classified into two types, these are Sundanese Culture Inheritors and Sundanese Culture Developers. The results of this study indicated that the main motive to become a Sundanese Writers is idealism, which consists of aspects of driving and the aspects of expectation. The self meaning of Sundanese Writers as culture preservators was constructed into two types, these are Sundanese Culture Inheritors and Sundanese Culture Developers. Message presenting process of Sundanese Writers as culture preservators were done by involving steps commonly done by writers to produce a writing. Penelitian ini bertujuan menemukan motif menjadi Penulis Sunda, konstruksi makna diri Penulis Sunda sebagai pelestari budaya dan proses penyampaian pesan Penulis Sunda sebagai Pelestari Budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan delapan Penulis Sunda yang berada di Kota Bandung, juga melalui observasi nonpartisipan dan studi pustaka. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa motif utama menjadi Penulis Sunda adalah idealisme kesundaan, yang terbagi ke dalam aspek pendorong dan aspek harapan. Konstruksi makna diri Penulis Sunda sebagai pelestari budaya terbagi menjadi Pewaris Budaya Sunda dan Pengembang Budaya Sunda. Proses penyampaian pesan Penulis Sunda sebagai Pelestari Budaya dilakukan melalui tahapan yang umum dilakukan penulis untuk menghasilkan suatu tulisan.
KEGIATAN PRESERVASI DI MUSEUM DALAM MELESTARIKAN BUDAYA Damayani, Ninis Agustini; Rusmana, Agus; Khadijah, Ute Lies Siti
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.312 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang tindakan pencegahan kerusakan pada koleksi manuskrip yang dimiliki Musium Sri Baduga. Pendokumentasian dengan upaya untuk melestarikan nilai budaya yang terkandung dalam manuskrip. Penelitian ini menggunakan metode deskpriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui 3 metode yaitu studi pustaka, interview dan observasi. Pengamatan yang akan dilakukan selain pemahaman dalam konteks budaya juga melihat pada aspek teknis yaitu penyimpanan dengan suhu dan kelembaban udara yang tepat, pelaksanaan perawatan yang sesuai dengan budaya yang dianut, maka keberadaan manuskrip dapat dipertahankan dan dihindarkan dari kerusakan. Selain itu tindakan alih bentuk ke media digital juga dilakukan untuk menghindarkan kerusakan fisik koleksi manuskrip, walaupun isi manuskrip tetap dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Nilai guna manuskrip dari pendokumentasian ini tidak hanya bersifat informatif, historis dan edukatif, tetapi lebih banyak bernuansa budaya karena memang tujuan dari pendokumentasian ini lebih banyak diarahkan untuk tujuan pengembangan budaya dalam hal pengenalan masyarakat terhadap pemahaman nilai guna manuskrip sebagai aset dan warisan yang tidak ternilai. Melalui metode penelitian kualitatif, dengan informan sebanyak sepuluh orang yang bekerja di museum, maka diperoleh hasil bahwa penyimpanan dengan suhu dan kelembaban udara yang tepat serta fumigasi yang teratur, maka keberadaan manuskrip dapat dipertahankan dan dihindarkan dari kerusakan. Kata Kunci: Pelestarian, Museum, Budaya