Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

APLIKASI INSEKTISIDA BERBAHAN AKTIF BUPROFEZIN TERHADAP WERENG BATANG COKLAT (WBC) DI KELTAN RAMBUTAN DAN KELTAN SAKATO KOTA PADANG Nurfitri Sari; My Syahrawati; Arneti Arneti; Zurai Resti; Martinius Martinius; Haliatur Rahma; Eri Sulyanti; Elfitri Syahdia
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.706 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.326

Abstract

Wereng batang coklat atau WBC (Nilaparvata lugens Stal.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi yang dapat menyebabkan kerusakan dalam waktu relatif singkat. Serangan hama ini mulai mengemuka di Sumatera Barat sejak tahun 2009-2017. Insektisida berbahan aktif buprofezin adalah salah satu insektisida yang banyak digunakan untuk mengendalikan populasi WBC. Pelatihan cara menakar dan aplikasi buprofezin ini telah dilaksanakan di Keltan Rambutan Kelurahan Bungus Barat dan Keltan Sakato Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang. Tujuannya adalah untuk memperlihatkan kepada petani kemampuan insektisida berbahan aktif buprofezin selama 1 jam terhadap 10 ekor WBC yang disediakan. Perlakuannya berupa aplikasi buprofezin pada dosis tertentu (½ dosis anjuran, dosis anjuran, 1½ dosis anjuran), masing-masing dalam 5 ulangan. WBC yang digunakan merupakan populasi lapangan dari lahan persawahan Kecamatan Pauh. Hasil pengujian di Keltan Rambutan menunjukkan bahwa insektisida sesuai dosis anjuran mematikan 20% WBC, dan di Keltan Sakato mematikan 24% WBC, dosis anjuran mematikan 26% WBC dalam satu jam. Dosis anjuran Buprofezin memang tidak ditujukan untuk mematikan 100 % wereng uji, namun lebih kepada dampaknya terhadap penghambatan ganti kulit 2-3 hari kemudian.
PEMANFAATAN AGEN HAYATI UNTUK PENGELOLAAN OPT CABAI PADA KELOMPOK TANI SIMABUR SUKSES MAKMUR DI KECAMATAN PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR Trizelia Trizelia; Nurbailis Nurbailis; Yulmira Yanti; Winarto Winarto; Haliatur Rahma; Martinius Martinius; Yenny Liswarni; Rusdi Rusli; Yunisman Yunisman; Darnetty Darnetty; Eri Sulyanti
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.813 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.331

Abstract

Cabai merah merupakan sumber pendapatan utama bagi petani di daerah Tanah Datar. Masalah utama yang selalu dihadapi oleh petani cabai di daerah ini adalah serangan hama dan penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Hingga saat ini, pengendalian hama dan penyakit sayuran masih mengandalkan pestisida sintetik yang telah menimbulkan dampak negatif. Untuk itu, perlu dicari alternatif pengendalian yang dapat mengurangi dampak negatif pestisida tersebut, yaitu menggunakan agens hayati seperti cendawan Beauveria bassiana dan Trichoderma sp.Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan pengendalian hama dan penyakit menggunakan agens hayati Beauveria bassiana dan Trichoderma sp. Metode kegiatan pengabdian adalah penyuluhan, pelatihan dan praktek lapangan. Minat petani untuk menggunakan agens hayati terutama Beauveria bassiana dan Trichoderma cukup tinggi dan telah memotivasi mereka untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis. Petani juga telah berhasil memperbanyak agens hayati dan membuat kompos limbah pertanian menggunakan Trichoderma.
Aktivitas Ekstrak Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis Linnaeus) terhadap Perkembangan Nematoda Meloidogyne spp. pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Miller) Elisa Oktavia; Winarto Winarto; Eri Sulyanti
JPT : JURNAL PROTEKSI TANAMAN (JOURNAL OF PLANT PROTECTION) Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpt.5.1.34-45.2021

Abstract

Meloidogyne spp. is one of the nematodes that cause root-knot on tomato plants. The botanical nematicide that potentially suppresses the nematode is castor bean leaves (Ricinus communis Linnaeus) extract. This research aimed to get the lethal concentration (LC50 and LC95) of castor bean leaves extract against nematode larvae in-vitro and their effect on the development of root-knot nematode (Meloidogyne spp.) in-planta on tomato plant. The research was carried out in Plant Pest and Disease Laboratory and Greenhouse of Agriculture Faculty, Universitas Andalas, using a completely randomized design (CRD) with two stages; in-vitro and in-planta. The research was used the experiment method in-vitro testing consists of six treatments and five replications, and in-planta testing consists of three treatments and nine replications. The result showed that the application of castor bean leaves extracts invitro can suppress Meloidogyne spp. larvae with LC50 by 0,27% and LC95 by 0,87%. The application of castor bean leaves extract in-planta with treatment concentration 2xLC95 (1,74%) showed effectiveness by 74,69% against the developments of Meloidogyne spp. on tomato plant roots.
Aktivitas Air Rebusan Beberapa Kulit Jeruk (Citrus spp) untuk Menekan Pertumbuhan Colletotrichum gloeosporioides pada Tanaman Buah Naga secara In Vitro Eri Sulyanti; Yaherwandi Yaherwandi; Restu Monika Ulindari
JPT : JURNAL PROTEKSI TANAMAN (JOURNAL OF PLANT PROTECTION) Vol 3 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.973 KB) | DOI: 10.25077/jpt.3.2.56-64.2019

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan air rebusan kulit jeruk yang efektif dalam menekan pertumbuhan patogen Colletotrichum gloeosporioides penz. & Sacc. penyebab penyakit antraknosa pada tanaman buah naga (Hycoleceurus polyrhizus, L.) secara in vitro. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu petani dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman buah naga, serta mampu mempertahankan kualitas dan kuantitas dalam memproduksi buah naga. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fitopatologi Fakultas Pertanian Universitas Andalas dengan Rancangan Acak Lengkap, 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuannya adalah air rebusan dari beberapa kulit jenis jeruk dengan konsentrasi 5 g/100 ml, diantaranya: A = Tanpa perlakuan (kontrol); B = Kulit jeruk purut (Citrus histrix DC); C = Kulit jeruk manis (Citrus sinensis L.); D = Kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia); E = Kulit jeruk kasturi(Citrus madurensis Lour.) ; F = Pestisida berbahan aktif (tebukonazol, dengan dosis anjuran 2 g/100 ml, sebagai pembanding). Data yang diperoleh dianalisis secara sidik ragam (uji F) dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan (Least Significance Different) LSD pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perlakuan beberapa kulit jeruk dapat menekan pertumbuhan jamur C. gloeosporioides in vitro. Perlakuan air rebusan kulit jeruk manis adalah yang paling baik dengan efektivitas penekanan: luas koloni 76,86%, jumlah konidia 94,58%, dan daya perkecambahan konidia 38,18%. Namun efektivitasnya masih rendah jika dibandingkan dengan penggunaan pestisida berbahan aktif tebukonazol lebih efektif 100%.
IDENTIFIKASI SPORA CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULAR (CMA) PADA BERBAGAI RHIZOSFIR PISANG DI LAHAN ENDEMIK Eti Farda Husin; Eri Sulyanti; Adrinal Adrinal; Yefriwati Yefriwati
Jurnal Solum Vol 5, No 2 (2008): Jurnal SOLUM
Publisher : Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.494 KB) | DOI: 10.25077/js.5.2.50-56.2008

Abstract

Banana is one of fruit commodity having been widely cultivated by people and has high potency for agribusiness.  However, there are some constraints for the cultivation, such as soil fertility and disease attack.  Nowadays, tne main disease causing low banana production in West Sumatra is wilt due to Fusarium.  One way being developed to improve banana production in endemic land is by using bioagent.  This research was aimed to identify spores of mycorrizhae in several endemic land.  The result showed that there were various types of MVA found in tested locations (Agam, Solok, and Padang Pariaman regencies).  Glomus was one genus that was always found in each location.  Therefore, the glomus sp was quite potential to explore and and proliferation as a good innoculant to improve growth of banana plant.  The highest amount of MVA sport found in Padang Pariaman regency (especially in Pasar Usang area) was 195/20 g soil (Glomus), then followed by Acaulospora (121 spora/20 g soil) and Gigaspora (65 spora/20 g soil).Key Words: Banana, Fusarium, Wilt, Bioagent, MVA
Melatih Anggota Keltan Rambutan dan Keltan Sakato Kota Padang untuk Mengendalikan Wereng Batang Coklat (WBC) dengan Joint Predator Sandra Desiska; My Syahrawati; Arneti Arneti; Zurai Resti; Martinius Martinius; Haliatur Rahma; Eri Sulyanti; Tre Julia Nasral; Ryan Hidayat
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 26 No 4.a (2019): Published in December 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.26.4.a.222-228.2019

Abstract

The attacks of brown planthopper or BPH (Nilaparvata lugens) in West Sumatra have been recorded since 2012 and continued to increase throughout 2015-2017. Wolf spider (Pardosa pseudoannulata) and lady beetle (Verania lineata) are two predators that can be used as natural enemies. Some research reports that the wolf spider can consume the BPH as much as 5-15 individuals while lady beetles consume as much as 1-11 individuals per day. Training on the use of two predators was carried out in farmer group of Rambutan, Kelurahan Bungus Barat and farmer group of Sakato Kelurahan Lambung Bukit, Padang City. The training aimed to show to farmers the predation rate of both predators against ten individuals of BPH provided. The treatment consisted of the predation rate of both predators (1 individual of wolf spider, 1 individual of lady beetle, 1: 3 composition of the joint predator) in 3 replications. All wolf spiders, lady beetles and BPH used were collected from rice field in Pauh District, Padang City. Within one hour, joint predators in Rambutan were able to consume 53% of the BPH provided, while joint predators in Sakato were able to consume 43%. Some efforts from farmers are needed to protect and conserve the presence of two predators so that they can act as natural enemies in the field.