Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EXTERNAL FEEDBACK, ORGANIZATIONAL TRAINING AND ORGANIZATIONAL PERFORMANCE: A QUALITATIVE INQUIRY Winarto Winarto
Jurnal Ilmiah METHONOMI Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.283 KB)

Abstract

The goal of HRM practices is to increase productivity and organizational performance. Training as one of the HRM practices can improve organizational performance through enhancing organizational human capital and organizational knowledge. This research examines the interaction between training and external feedback, which might strengthen the relationship between training and organizational performance in a positive way. Using a qualitative research approach, the research had been done in a service company mainly focus on delivery services. After interviewing the key people in the organization, we concluded that external feedback given by the supervisors or colleagues can strengthen the relationship between training and organizational performance. Finally, practical implication and research limitations are discussed.
KUALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KASUS BEDAH SEBELUM DAN SESUDAH KAMPANYE PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA BIJAK DI SEBUAH RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI INDONESIA Catharina Catharina; V. Rizke Ciptaningtyas; Winarto Winarto; Endang Sri Lestari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.856 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25488

Abstract

Latar belakang : Penggunaan antibiotik yang tidak bijak merupakan penyebab utama terjadinya resistensi antibiotik. Kampanye penggunaan antibiotik secara bijak merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas penggunaan antibiotik di kalangan tenaga medis. Tujuan : Mengevaluasi kualitas penggunaan antibiotik pada pasien kasus bedah di sebuah Rumah Sakit Pendidikan di Pulau Jawa (RS. A) sebelum dan sesudah kampanye penggunaan antibiotik secara bijak. Metode :  Penelitian merupakan quasy experimental one group pre-test and post-test dengan 68 sampel berupa catatan medik pasien kasus bedah yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi di RS. A. Data yang dibutuhkan untuk menilai kualitas penggunaan antibiotik didapat dari catatan medik, kemudian dilakukan review oleh Tim PPRA RS. A untuk menentukan kategori kualitas penggunaan antibiotik menurut Van der Meer dan Gyssens. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil : Penggunaan antibiotik bijak sebelum dan sesudah kampanye pada pasien kasus bedah di RS. A sebesar 8.7% dan 14%. Penggunaan antibiotik yang tidak bijak sebelum dan sesudah kampanye adalah sebesar 91.3% dan 86%. Terdapat peningkatan penggunaan antibiotik bijak, namun tidak signifikan. Kesimpulan : Kualitas penggunaan antibiotik pada pasien kasus bedah di RS. A setelah kampanye penggunaan antibiotik mengalami peningkatan, namun masih belum sesuai dengan yang diharapkan.Kata kunci : Kualitas Penggunaan Antibiotik, Pasien Bedah, Kriteria Van der Meer & Gyssen
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA DARI BAHAN BEKAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA MTS NURUL ULUM MALANG Hartatiek Hartatiek; Yudyanto Yudyanto; Winarto Winarto; Edi Supriana; Ahmad Taufiq; Markus Diantoro
Jurnal KARINOV Vol 1, No 2 (2018): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.395 KB) | DOI: 10.17977/um045v1i2p%p

Abstract

Rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa pada bidang studi IPA  disebabkan banyak faktor salah satunya adalah proses pembelajaran yang dijalani kurang bervariasi.  Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA  yang menyangkut proses dan produk perlu dikembangkan sarana belajar yang memadai yakni media IPA. Media IPA dapat dibuat dengan memanfaatkan bahan bekas pakai yang banyak di lingkungan sekitar sehingga dapat mengurangi limbah/sampah seperti botol plastik, kardus, kertas dan yang lain yang masih bisa dimanfaatkan. Metode yang digunakan untuk mencapai target dan luaran adalah pendidikan dan pelatihan (workshop) melalui proses pembimbingan dan pendampingan yang dilaksanakan dalam 5 tahap kegiatan. Tahap 1: pemberian materi perancangan media pembelajaran IPA. Tahap  2:  pelatihan  membuat media pembelajaran IPA. Tahap 3: mereview media pembelajaran yang telah dibuat peserta dan peyempurnaan. Tahap 4: melakukan ujicoba produk media untuk mengetahui kemudahan media itu digunakan dan melakukan penyempurnaan. Tahap 5: mengimplementasikan produk media pembelajaran IPA di kelas pembelajaran. Sedangkan pengembangan media dilakukan melalui metode penelitian dan pengembangan. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah guru IPA Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Malang mampu mengembangkan media pembelajaran IPA dari bahan bekas dengan kualifikasi sangat baik. Media pembelajaran yang dikembangkan efektif digunakan dalam pembelajaran karena dapat memotivasi belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar dengan nilai rerata 91,3 dalam kualifikasi sangat baik.Kata Kunci: media pembelajaran IPA, bahan bekas, motivasi, hasil belajar
OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM MENDIDIK KARAKTER SISWA MELALUI MEDIA TEMBANG MACAPAT PANGKUR Sarafuddin Sarafuddin; Winarto Winarto
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2019): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v3i1.3193

Abstract

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik karakterpeserta didik melalui media tembang macapat pangkur di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Peranguru di sekolah sangat berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan karakter peserta didik untukmengenali dan mencintai seni dan budaya daerahnya. Selama ini kadang-kadang guru di sekolah hanyasekedar melaksanakan kewajiban mengajar dengan tuntutan ketercapai ketuntasan materi pembelajaran.Artinya bahwa guru di sekolah kurang maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran terutama mediaberbasis seni untuk mendidik karakter peserta didik. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil survey yangawal yang dilakukan di SDN 02 Gaum Tasikmadu Karanganyar. Pengabdian ini dilakukan di SDN 02 GaumTasikmadu Karanganyar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukanmulai tahap survei, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahapsosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target luaran yang dihasilkanadalah 9 guru dari 12 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun materi pembelajaran seni berbasiskearifan lokal. Luaran yang dihasilkan berupa materi pembelajaran seni tembang macapat pangkur sertapublikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapatmemberikan penguatan pemahaman pada guru-guru tentang betapa pentingnya pendampingan dalammenanamkan karakter peserta didik. Kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa apabila peserta didikdidekatkan dan diajarkan tentang kearifan lokal seperti tembang macapat pangkur, maka pada diri merekaakan tumbuh karakter baik yaitu kecintaan terhadap seni dan budaya daerahnya.Kata Kunci: Peran guru, pendidikan karakter, media tembang macapat pangkur.
KETEPATAN WAKTU APLIKASI Paecilomyces lilacinus DALAM MENGENDALIKAN NEMATODA BENGKAK AKAR (Meloidogyne spp.) PADA TANAMAN TOMAT Winarto Winarto; Darnetty Darnetty; Yenny Liswarni
JPT : JURNAL PROTEKSI TANAMAN (JOURNAL OF PLANT PROTECTION) Vol 4 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.097 KB) | DOI: 10.25077/jpt.4.1.38-44.2020

Abstract

Root-knot nematodes (Meloidogyne spp.) have been reported to be one of the primary pathogens that decreased tomato production in Indonesia. Biological control of root-knot nematodes by using parasitic fungus as like as Paecilomyces lilacinus is still limited. An effective application of parasitic fungi could be successful by managing a suitability application time. The study aimed to determine the suitability of the application time of the P.lilacinus in controlling root-knot nematodes on tomato. The study was conducted in farmers' land that was infected by root-knot nematodes. The experiment was done in a randomized block design with applying P.lilacinus isolates on 12, 8, and 4 days before planting, planting time, and 4, 8, 12 days after planting. All treatments were repeated four times. The application of P. lilacinus onto tomato root at planting time was better at suppressing the development of root-knot nematode compared to applications made before or after planting. P. lilacinus was able to suppress the number of root-knot (66.08%), the number of egg groups (77.33%), the number of eggs (26.79%), and the number of nematodes in the soil (82.20%). Keywords: Application time, Meloidogyne spp., Paecilomyces lilacinus, tomato
Pencegahan Lesi Aterosklerosis Oleh Asam Alfa Lipoat Pada Aorta Mencit Jantan (Mus Musculus) Yang Diberi Diet Tinggi Kolesterol Ismawati Ismawati; Winarto Winarto; Rezki Permata Sari
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.53 KB) | DOI: 10.26891/JIK.v5i1.2011.19-25

Abstract

Atherosclerosis can happen easily on animal that are given high cholesterol diet. Alpha lipoic acid is universal antioxidantthat very effective to reduce free radicals, include lipid peroxide. The goal of this research was to find out the prohibitionof atherosclerosis lesion development on male mice aorta that was given high cholesterol diet by alpha lipoic acid. Thiswas an experimental laboratory research with post test only design. Eighteen adult male mice were segregated intothree groups labelled as group NaCl 0,9%, yolks and ALA.. The experiment was design for 6 weeks. The measuredparameter was atherosclerosis lesion score of groups labelled. The statistical test result showed the significant differenceof some tested groups. There was a statistically significant difference between alpha lipoic acid and yolks group (p=0,008),but there is no significant difference was found between ALA and NaCl 0,9% group (p=0,126). As the conclusion, thisstudy proves that alpha lipoic acid has the effects to prohibition of atherosclerosis lesion development on male miceaorta that are given high cholesterol diet.
KEPATUHAN CUCI TANGAN PETUGAS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO SEMARANG Rahma Athifah Amelia; Winarto Winarto; Purnomo Hadi; Endang Sri Lestari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.495 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i3.27512

Abstract

Latar belakang : Cuci tangan merupakan tindakan efektif untuk mencegah transmisi patogen dari petugas medis ke pasien maupun sebaliknya, untuk pencegahan infeksi nosokomial, namun tidak fokus pada kegiatan cuci tangannya saja, tetapi juga tingkat kepatuhan pelaksanaan cuci tangan itu sendiri. Perlu dilakukan penelitian tentang tingkat kepatuhan pelaksanaan cuci tangan tersebut. Tujuan : Mengetahui kepatuhan cuci tangan petugas rawat inap Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang. Metode :  Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah petugas rawat inap di ruang Lavender, Chrysant, Gladiol, dan ICU. Penelitian dilakukan selama periode Mei-Juni 2018. Alat yang digunakan adalah lembar observasi indikasi 5 momen WHO dan lembar kuesioner menilai karakteristik sampel. Data yang didapatkan dianalisa menggunakan analisa univariat. Hasil : Dari 441 indikasi 5 momen cuci tangan didapatkan kepatuhan cuci tangan sebanyak 221 (50.1%). Ruang dengan kepatuhan tertinggi adalah Lavender (84.1%) diikuti ruang ICU (60.9%), ruang Chrysant (42.9%), dan ruang Galdiol (36.8%). Profesi dengan kepatuhan tertinggi adalah dokter (60%). Pendidikan terakhir terbanyak adalah D3 (40.5%). Sebanyak 72.6% petugas rawat inap sudah bekerja selama 1-4 tahun. Beberapa faktor potensial yang berpengaruh terhadap angka kepatuhan cuci tangan adalah pengetahuan, persepsi tentang pentingnya cuci tangan, keuntungan cuci tangan, hambatan cuci tangan, motivasi cuci tangan dan sikap. Simpulan : Kepatuhan cuci tangan petugas rawat inap Rumah sakit Nasional Diponegoro Semarang adalah 50.1%.
Karakteristik Klinis Kasus Pterygium di Rumah Sakit Dr. Kariadi dedi purnomo; Dina Novita; Winarto Winarto
Majalah Oftalmologi Indonesia Vol 46 No 1 (2020): Ophthalmologica Indonesiana
Publisher : The Indonesian Ophthalmologists Association (IOA, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.163 KB) | DOI: 10.35749/journal.v46i1.99991

Abstract

Introduction and Objective: Pterygium is a fibrovascular tissue growth of conjunctiva. The aim of this study was to report the clinical characteristic of pterygium cases in dr. Kariadi Hospital Semarang. Method: This is a retrospective study of pterygium patients medical records who went to surgery in Ophthalmology Department of Kariadi Hospital Semarang, from March 2012 to April 2017. The data of patient age, gender, occupation, laterality, site of pterygium, visual acuity, type of surgery, recurrences, and complications were collected. Descriptive statistics analysis was used to analyzed demographic and clinical profile of patient. Result: Seventy-six patients were included in this study consist of 61.8% were female and 31.2% were male. The mean age was 46.04 ± 12.76 years (range 18-65 years). Most of the patients were housewife (30.3%) and private worker (25%). Fifty-six percent of patients have unilateral pterygium and mostly on nasal site (90.79%). Twenty-five percent of patients underwent excision with limbal-autograft. Five patients (13.9%) have recurrences, therefore overall recurences rate was 13.9%, in which three patients (17.6%) without graft recurrence occured at first year treatment and two patients (9.5%) with graft recurrence occured at third year treatment. Most patients have best corrected visual acuity between 6/6 to 6/18 before and after treatment (40.7% and 55.26% respectively). Complications were recurrence (6.58%), post-operative refractive disorders (5.26%). Conclusion: pterygium patients mostly were housewife with unilateral and located on nasal site. Recurence rate of pterygium excision with conjungtivo limbal-autograft was smaller than bare sclera technique in which occured at 3 year of post operation.
DESIGN PRESSURE OPERATING WINDOW PADA OPERASI AERATED DRILLING UNTUK SUMUR GEOTHERMAL PT AIR DRILLING ASSOCIATES Rial Dwi Martasari; Erlangga Erlangga; Winarto Winarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.021 KB)

Abstract

OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM MENDIDIK KARAKTER SISWA MELALUI MEDIA TEMBANG MACAPAT PANGKUR PUPUH 3SERAT WEDHATAMA Winarto Winarto; Sarafuddin Sarafuddin; BelaVista Dian Devika
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v5i1.4551

Abstract

This community service aims to (1) instill self-confidence to grow development and introduce children to the basic schools to love more and more ancestral culture based on local wisdom; (2) Promote a sense of trust with mental education with good character, based on the development guidelines of Pangkur Pupuh 3Serhatama Fiber, and (3) Fostering a smart and quality society, through basic education that has the spirit of Pancasila. The method of implementation used in this service with learning and training socialization papers. The population of this study were 20 teachers, prospective teachers and students of SDN 3 Suruh. The result of this community service is that the teacher can understand the songs and practice the PangkurPupuh 3SeratWedhatama song. Thus, the method of learning through training and socialization is more effective in making teachers, prospective teachers and students understand the philosophy of Armageddon 3Swedhatama fiber.