Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS PROFIL MULTIPEL REPRESENTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANALISIS RIIL BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL Happy, Nurina; Murtianto, Yanuar Hery
AKSIOMA Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil multipel representasi mahasiswa berdasarkan prinsip-prinsip teori belajar David Ausubel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-eksploratif karena prosedur penelitiannya menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek penelitian yang diamati, dan mengungkapkan profil representasi multipel mahasiswa dalam memecahkan masalah pada analisis riil. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa catatan hasil pekerjaan mahasiswa dalam memecahkan masalah analisis riil berdasarkan prinsip-prinsip belajar bermakna secara tertulis dan transkrip hasil wawancara peneliti dengan subjek penelitian setelah subjek penelitian mengerjakan masalah analisis riil. Subyek dalamm penelitian ini ada 3 mahasiswa dengan self efficacy (tingkat kemandirian) berbeda. Tempat penelitian dilakukan di program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang. Hasil Analisis profil multipel representasi mahasiswa matematika yang mengikuti kuliah analisis riil dengan tingkat kemandirian sedang dan rendah yaitu M3 (kemandirian sedang) dan M4 (kemandirian rendah) sama sekali belum terlihat, namun pada mahasiswa dengan tingkat kemandirian tinggi (M2) multipel representasi sudah terlihat walaupun masih sebagian(representasi verbal dan gambar). Sedangkan dimensi proses berpikir yang berorientasi pada pembelajaran bermakna David Ausubel yang meliputi: dimensi proses berpikir yang berorientasi prosedur, berorientasi proses, berorientasi obyek, berorientasi konsep dan versalite (kecakapan) juga belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan tingkat kemandirian sedang maupun rendah, namun mhasiswa dengan kemandirian tinggi sudah memperlihatkan dimensi berpikir yang berorientasi proses, konsep dan obyek. Tahapan kecakapan berpikir (versalite) belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan kemandirian tinggi, sedang maupun rendah namun pada tahapan berpikir secara konseptual sudah diperlihatkan oleh ketiganya. Jadi profil multipel representasi mahasiswa yang dilihat dari konsep belajar bermakna D. Ausubel dengan tingkat kemandirian yang berbeda baru terlihat pada mahasiswa dengan kemandirian tinggi. Kata Kunci: Multipel Representasi, Analisis Riil,  Teori Belajar D. Ausubel
THE EFFECTIVENESS OF REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TO IMPROVE STUDENTS’ MULTI-REPRESENTATION ABILITY Muhtarom Muhtarom; Nizaruddin Nizaruddin; Farida Nursyahidah; Nurina Happy
Jurnal Infinity Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Number 1, Infinity
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v8i1.p21-30

Abstract

This research aimed to evaluate the effectiveness of Realistic Mathematics Education (RME) to improve students' multi-representation ability. A quasi-experimental design was used in this research. Sixty-four samples from the seventh-grade students of Junior School were randomly selected and divided into two classes: experimental class was treated using RME and control class was treated using conventional learning, with each class consisting of thirty-two students. The essay test was used to measure the multi-representation ability of students and the questionnaire was used to measure students' responses in RME learning. The data from the essay test were analyzed by N-Gain test and t-test in which normality and homogenity test were conducted previously, while the students' learning completeness and student responses were presented descriptive quantitative. The result of the research concluded that the multi-representation ability of students who get RME learning is better than the multi-representation ability in students who get conventional learning. 87.25% of students who get RME learning with the developed device have completed the KKM, and many students are very enthusiastic and interested in RME based learning, thus increasing their learning spirit in a learning process.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dan NHT Berbantuan Macromedia Flash terhadap Prestasi Belajar Siswa Fahmi Arif Falakhudin; Agung Handayanto; Nurina Happy
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v1i5.4463

Abstract

Prestasi belajar menggambarkan keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar, banyak siswa di kelas 7 SMP yang memperoleh prestasi belajar dibawah KKM dibandingkan nilai UN yang diperoleh pada saat di SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament(TGT) dan Numbered Head Together(NHT) berbantuan macromedia flash terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian terdiri dari 3 kelas yaitu kelas eksperimen 1 (model TGT), kelas eksperimen 2 (model NHT), dan kelas kontrol (model konvensional). Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika dan lembar observasi keaktifan siswa selama pembelajaran.Teknik analisis data menggunakan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Anava Satu Jalur, Uji Scheffe, Uji Regresi Linier Sederhana, dan Uji Ketuntasan Belajar.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan prestasi belajar model TGT, model NHT, dan model konvensional;2) Prestasi belajar siswa model TGT lebih baik daripada model konvensional;3) Prestasi belajar siswa model NHT lebih baik daripada model konvensional, (4) Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar siswa model TGT dan model NHT, (5) Terdapat pengaruh positif antara keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa model TGT dan siswa model NHT, (6) Prestasi belajar siswa model TGT dan model NHT mencapai KKM secara klasikal maupun individual. Kesimpulan pada penelitian ini adalah model TGT dan model NHT berbantuan macromedia flash efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
Pengembangan E-Modul Matematika Berbasis Pendekatan Kontekstual Berbantu Media Powerpoint untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa pada Materi Program Linear Khoirul Anam Dwi Wicaksono; Agung Handayanto; Nurina Happy
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 6 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i6.6668

Abstract

Media pembelajarandalam proses pembelajaran di sekolah perlu terus dilakukanpembaruan.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajarane-modulberbasis pendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa yang valid, praktis, dan efektif.Pada penelitan dan pengembangan inimenggunakan model ADDIE yangterdiri dari 5 tahap yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation(Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Untuk data akhirdianalisis dengan menggunakan uji kesamaan dua rata-rata yaitu uji t satu pihakkanan. Darianalisis data akhir dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pesertadidik kelas eksperimenlebih baik dari peserta didik kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelas yang menggunakan e-modulberbasis pendekatan kontekstual lebih efektif dibandingkan dengan kelas yang tanpa menggunakan e-modulberbasis pendekatan kontekstual.
Profil Kemampuan Representasi Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya Belajar Aula Amalia; Nurina Happy; FX Didik Purwosetiyono
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2021.11.1.6521

Abstract

This study aims to determaine the profile of the representation ability of juniorhigh school students in terms of learning styles. This type of research wasdescriptive qualitative research. The subjects taken were three junior highschool students of eight grade, each of whom had a visual learning style, andauditory learning style, and kinesthetic learning style. The data was collectedusing a learning style scale, written tests, interviews and documentation. Thedata analysis technique was carried out in 3 stages, reduction, datapresentation, and drawing conclucions or verification. The validity of the dataused time triangulation, comparaing the results of the representation abilitytest with the results of interviews in the first and second stages. The analysiswas developed based on indicators of representational ability by taking inroaccount student learning styles. Based on the results of the analysis, it isknown that subjects with visual, auditory and kinesthetic learning styles havelow verbal representation abilities. 
ANALISIS PROFIL MULTIPEL REPRESENTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANALISIS RIIL BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL Nizaruddin .; Nurina Happy; Yanuar Hery M
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.078 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v9i1 juni.890

Abstract

The research with the tittle is ?óÔé¼?ôProfile Analysis of Students Multiple Representation on Real Analysis Subjects based on The Principle of Learning Theory by David Ausubel?óÔé¼?Ø has purpose to describe profile of students multiple representation based on the principle of learning theory by David Ausubel. This reserach is qualitative-exploratif research. Qualitative research because the procedure produce descriptive data that is written or spoken words from subject of research, and explorative research because this research express students profile of multiple representation on solving problem in real analysis subject. The data of this research got from written students?óÔé¼Ôäó work on solving problem of real analysis problem based on the principle of meaningfull learning and interview transcript from research subject. There are three subject in this research that have different level of self-efficacy. The location of research is in mathematics education study program, PGRI Semarang University. The result of this research are the multiple representation of subject with medium (M3) and low (M4) level of independecy is not shown, but the multiple representation of subject with high independency (M2) can be shown in verbal and picture representation. The dimention of thinking based on meaningfull learning by David Ausubel that are: the dimention of thinking with procedure orientation, process orientation, object orientation, concept orientation and versalite can not shown on subject with low and medium level of indenency, but the diemention of thinking with process. concept, object orientation can be shown on subject with high level of independency. The versalite stage is not shown by subject with high, medium, and low level independency, but they can shown the stage of conceptual thinking. So, the multiple representation based on the principle of meaningfull learning by David Ausubel with different indenency level can be shown on subject with high level independency. ?é?á Keywords: Multiple Representation, Real Analysis, Learning Theory of David Ausubel
ANALISIS PROFIL MULTIPEL REPRESENTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANALISIS RIIL BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL Nurina Happy; Yanuar Hery Murtianto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v6i1/Maret.859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil multipel representasi mahasiswa berdasarkan prinsip-prinsip teori belajar David Ausubel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-eksploratif karena prosedur penelitiannya menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek penelitian yang diamati, dan mengungkapkan profil representasi multipel mahasiswa dalam memecahkan masalah pada analisis riil. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa catatan hasil pekerjaan mahasiswa dalam memecahkan masalah analisis riil berdasarkan prinsip-prinsip belajar bermakna secara tertulis dan transkrip hasil wawancara peneliti dengan subjek penelitian setelah subjek penelitian mengerjakan masalah analisis riil. Subyek dalamm penelitian ini ada 3 mahasiswa dengan self efficacy (tingkat kemandirian) berbeda. Tempat penelitian dilakukan di program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang. Hasil Analisis profil multipel representasi mahasiswa matematika yang mengikuti kuliah analisis riil dengan tingkat kemandirian sedang dan rendah yaitu M3 (kemandirian sedang) dan M4 (kemandirian rendah) sama sekali belum terlihat, namun pada mahasiswa dengan tingkat kemandirian tinggi (M2) multipel representasi sudah terlihat walaupun masih sebagian(representasi verbal dan gambar). Sedangkan dimensi proses berpikir yang berorientasi pada pembelajaran bermakna David Ausubel yang meliputi: dimensi proses berpikir yang berorientasi prosedur, berorientasi proses, berorientasi obyek, berorientasi konsep dan versalite (kecakapan) juga belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan tingkat kemandirian sedang maupun rendah, namun mhasiswa dengan kemandirian tinggi sudah memperlihatkan dimensi berpikir yang berorientasi proses, konsep dan obyek. Tahapan kecakapan berpikir (versalite) belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan kemandirian tinggi, sedang maupun rendah namun pada tahapan berpikir secara konseptual sudah diperlihatkan oleh ketiganya. Jadi profil multipel representasi mahasiswa yang dilihat dari konsep belajar bermakna D. Ausubel dengan tingkat kemandirian yang berbeda baru terlihat pada mahasiswa dengan kemandirian tinggi. Kata Kunci: Multipel Representasi, Analisis Riil,?é?á Teori Belajar D. Ausubel
Pre-Service Teacher’s Beliefs and Knowledge about Mathematics Muhtarom Muhtarom; Nurina Happy; Farida Nursyahidah; Anriany Casanova
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2019): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.278 KB) | DOI: 10.24042/ajpm.v10i1.3617

Abstract

This research describes the knowledge and beliefs of pre-service teachers about mathematics. Data collection of this research using written test of 143 mathematics pre-service teachers who have taken six semesters at Universitas PGRI Semarang, and interviewing of three pre-service teachers who are not consistent between knowledge and belief. The data are presented in the form of descriptive quantitative and analyzed qualitatively, including data reduction, data display, and conclusions drawing/verification. The results show that most of the knowledge of pre-service teachers are consistent with their beliefs. It is indicated that pre-service teachers’ knowledge has been internalized into a strong belief that affect their words and behaviors. The belief of almost half of pre-service teachers who become respondents changes because of lecturer activity effect. It can say that belief changes at any time, both the process of alteration and the formation of new beliefs as well as the reinforcement of the beliefs they have. 
KEEFEKTIFAN PBL DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS, SERTA SELF-ESTEEM SISWA SMP Nurina Happy; Djamilah Bondan Widjajanti
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 1: May 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.606 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v1i1.2663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan problem-based learning (PBL) ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem; serta (2) perbandingan keefektifan problem-based learning dan pembelajaran konvensional ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Pengumpulan data menggunakan metode pemberian pretest dan posttest kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis, serta pemberian angket self-esteem sebelum dan sesudah perlakuan. Uji statistik yang diguna-kan adalah uji proporsi dan uji selisih antara dua proporsi. Hasil penelitian menunjukkan pada taraf signifikansi 5% dapat disimpulkan bahwa (1) problem-based learning efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif matematis, tetapi tidak efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis matematis dan self-esteem; serta (2) problem-based learning lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem. Kata kunci: problem-based learning, berpikir kritis, berpikir kreatif, self-esteem
EKSPERIMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP PRESTASI DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA Sutrisno Sutrisno; Nurina Happy; Wiwik Susanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.197 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i3.2804

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi hasil Ujian Nasional pada mata pelajaran matematika paling rendah dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya dan kurangnya minat belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi dan minat belajar siswa menggunakan model discovery learning lebih baik dari model pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Taman Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian digunakan cluster random sampling sehingga terpilih kelas VII D yang diberikan model pembelajaran konvensional, kelas VII H yang diberikan model discovery learning, dan kelas VII A yang digunakan sebagai kelas ujicoba instrumen. Instrumen penelitian meliputi tes prestasi belajar dan angket minat belajar. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji normalitas multivariat, uji homogenitas matriks kovariansi, uji Hotelling Trace T2, dan uji t. Hasil penelitian meunjukkan bahwa prestasi dan minat belajar matematika siswa yang menggunakan model discovery learning lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.AbstractThis research is motivated by the National Examination results in the lowest mathematics subjects compared to other subjects and the lack of student interest in learning those subjects. The purpose of this study was to determine whether student achievement and interest in using discovery learning models are better than conventional learning models. The population in this study were all grade VII students of SMP Negeri 4 Taman Kabupaten Pemalang. This type of research is a quasi-experimental design. The sampling technique used in the study is cluster random sampling so that selected class VII D is given a conventional learning model, class VII H is given a discovery learning model, and class VII A is used as a test instrument class. Research instruments include achievement tests and interest in learning questionnaires. Data analysis techniques in this study were multivariate normality test, covariance matrix homogeneity test, Hotelling Trace T2 test, and t-test. The results showed that students' mathematics learning achievement and interest in using discovery learning models were better than conventional learning models.