Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Problematika Kewenangan Pejabat Pelaksana Tugas Bupati Dalam Memberhentikan Kepala Desa Munandar, Ervin; Majid, Abdul; Negara, Tunggul Anshari Setia
Jurnal Legalitas Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : JURNAL LEGALITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33756/jelta.v12i1.5378

Abstract

Antara kewajiban yang diberikan undang-undang tentang desa untuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang dilakukan kepala desa sesuai Pasal 115 dan batasan kewenangan dalam undang-undang tentang administrasi pemerintahan Pasal 14 ayat (7), bahwa seorang Pejabat Pelaksana Tugas tidak berwenang mengambil tindakan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan status hukum pada aspek organiasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tindakan hukum Pejabat Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Buton Tengah yang telah memberhentikan kepala desa Tolandona Matanaeo berdasarkan SK Nomor 307 tertanggal 16 mei 2017. Penelitian ini yuridis normatif dengan pendekatan kepustakaan, perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberhentian kepala desa tolandona matanaeo dapat dibenarkan, sebab tindakan hukum tersebut didasarkan pada fungsi dengan pemaknaan bahwa keadilan prosedural tidak mengabaikan keadilan substantif. Hal itu relevan dengan ketentuan Pasal 10 ayat (3) undang-undang pembentukan kabupaten buton tengah, bahwa pengangkatannya karena memiliki kemampuan dan pengalaman jabatan dalam bidang pemerintahan. Selain itu sanksi yang diberikan tidak cacat prosedur dalam undang-undang tentang desa.
HERMENEUTIKA HADIS GENDER (Studi Pemikiran Khaled M. Abou El Fadl dalam Buku Speaking in God’s Name; Islamic Law, Authority And Women) Majid, Abdul
Al-Ulum Vol 13, No 2 (2013): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.146 KB)

Abstract

Tulisan ini menyajikan konstruksi hermeneutika Khaled M. Abou al-Fadl tentang hadis-hadis gender, menguji otentisitas dan pemaknaannya dengan studi kasus pada sejumlah hadis sandaran fatwa Council for Scientific Research and Legal Opinion, lembaga di Arab Saudi. Abou El- Fadl menawarkan sekaligus mengaplikasikan cara kerja hermeneutis, semisal perlunya negotiating process antara hadis sebagai teks, pengarang, Nabi dan seluruh rawinya, dan pembaca. Hal ini dilakukan dengan lima rambu,yaitu: kejujuran, kesungguhan, kemenyeluruhan, rasionalitas dan pengen-dalian diri. Temuannya adalah sebagai berikut: Pertama, kualifikasi hadis-hadis fatwa tersebut sangat tidak memadai, sejumlah hadis ditemukan tidak otentik dan ada pula yang tidak proporsional. Kedua,hadis merupakan akhir dari produk kepengarangan yang panjang sejak dari Nabi sebagai pengarang pertama hingga ke tingkat kolektor hadis seperti Imam Bukhari. Ketiga, subjektivitas setiap periwayat tertancap kuat dalam hadis yang diriwayatkannya sehinga perlu telaah historis.-------------------This paper is aimed to construct the Khaled M. Abou al-Fadl’s hermeneutics on hadiths gender, by examining its authentity and interpretation. This study brings a study case on a number of fatwas of Council for Scientific Research and Legal Opinion, the Saudi Arab-based Fatwa Institute. Abou El- Fadl applies a number of hermeneutic works; such as, negotiating process among texts, authors, the prophet’s traditions, and transmitters, as well as the readers. The hermeneutics work was throuruoghly counducted by bringing together the five principal rules: honesty, deligency, comprehensiveness, rationality, and self-restraint. A number of findings found is as follow: first, hadiths being bases of the fatwa are inadequate. Some of them are not authentic and yet proportionally. Second, hadith is the long final authorship product from the prophet as the first author to the level of hadith collector such as Imam Bukhori. Finally, each authors subjectivity can be tightly attached to the hadiths that he or she revealed which historically must be explored.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI GARAM TERHADAP MUTU SENSORI DAN KANDUNGAN SENYAWA VOLATIL PADA TERASI IKAN TERI (Stolephorus sp) Majid, Abdul; Agustini, Tri Winarni; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.632 KB)

Abstract

Terasi ikan teri (Stolephorus sp) merupakan produk fermentasi ikan yang berbentuk semi basah yang dalam pembuatannya ditambahkan garam. Garam dalam pembuatan terasi mempunyai peranan sebagai pemberi rasa asin, sebagai pengawet, dan membantu dalam pembentukan flavour serta memperbaiki mutu sensori terasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi garam terhadap mutu sensori dan kandungan senyawa volatil pada terasi ikan teri.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan teri segar dan garam. Parameter yang diuji adalah nilai organoleptik, kadar air, aw, pH, dan kandungan senyawa volatil. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan faktor perbedaan konsentrasi garam 2 % (TKA); 8,5% (TKB); dan 15% (TKC) yang difermentasikan selama 30 hari pemeraman. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analysis of Variance (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai organoleptik terasi TKA, TKB, dan TKC berturut-turut adalah7,64≤m≤7,90;  8,08≤m≤8,36;dan 7,74≤m≤7,96 sehingga layak untuk dikonsumsi. Analisa nilai pH antara 6,52 – 6,62; nilai kadar air antara 33,36 – 34,69%; nilai aw antara 0,73 – 0,79. Analisa nilai kandungan senyawa volatil dengan menggunakan Electronic Nose yaitu untuk nilai gugus alkohol berkisar antara 0.150 – 0.210 mV, hidrogen sulfida antara 0.139 – 0.208 mV, ammonia antara 0.123 – 0.176 mV dan aroma umum antara 0.076 – 0.156 mV. Hasil penelitian terbaik secara obyektif menurut parameter mutu sensori terdapat pada terasiTKBkarenamemilikikenampakan, bau, rasa, dan tekstur yang lebih disukai panelis.Parameter kandungan senyawa volatil yang memiliki aroma paling kuat terdapat pada terasi TKAberdasarkan deteksi Elektronic Nose. Perbedaankadargarammemberikanpengaruh yang berbedanyataterhadapmutu sensori, pH, aw dan kandungan senyawa volatil terasi ikan teri. Anchovy (Stolephorus sp) Fish Paste is one of fish fermented products in semi-moist form which is added salt during the procces. Salt added has a role as chemical agent giving salt taste, as preservative agent, and in flavor production for increase its sensory  quality. The aims of this research was to identify the influences of different salt concentrations on quality of sensory and volatile compound of anchovy (Stolephorus sp) fish paste.Materials used in this research were anchovy (Stolephorus sp) fish and salt. The parameters tested were sensory (organoleptic), water content, water activity (Aw), pH, and the content of volatile compound. The method used is field experimental using Completely Randomised Design with different salt concentrations 2% (TKA); 8,5% (TKC); snd 15% (TKC) which were fermented during 30 days. Analysis used in this research was Analysis of Varians (ANOVA).Based on the result, it was obtained that there is different organoleptic scores from different samples used, which are 7.64≤m≤7.90 for (TKA), 8.08≤m≤8.36 for (TKB), and 7.74≤m≤7.96 for (TKC). It showed that all the samples are acceptable to be consumed. Analyses of pH assesmentwas obtained range between 6.52-6.62; moisture content range between 33.36-34.69%. While the score of Aw was obtained range between 0.73-0.79. Analysis of volatile compunds used Electronic Nose was obtained 0.150-0.201 mV for the score of alcohol compound. And for general flavor range between 0.076-0.156 mV. Based on the result of sensory parameter, TKB  is the best sample, it was caused by appereance, smell, taste, and texture which was preffered by panelists.Volatile compound parameter showed that the sample TKAis the strongest flavor based detection of Electronic Nose. While based on The different of salt concentrations gave significant effect on the quality of sensory, pH, aw and the content of volatile compound of anchovy fish paste.
Simple Foot Elevator for Diabetic Ulcer Treatment (SIFOEDT) Majid, Abdul; Prayogi, Agus Sarwo; Surantono, Surantono; Hendarsih, Sri
Health Notions Vol 2 No 1 (2018): January, 2018
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (Address: Cemara street 25, Ds/Kec Sukorejo, Ponorogo, East Java, Indonesia 63453)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.739 KB)

Abstract

a
KAJIAN JENIS FUNGISIDA DAN INTERVAL APLIKASI TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA KEDELAI Jauhari, Chafif; Majid, Abdul
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 2 NO. 1 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v2i1.477

Abstract

Soybean is an important commodity after rice and corn. The attack of plant pest organisms in cultivation decreased soybean productivity. Anthracnose is a disease that can reduce soybean production to 95%. The use of excessive synthetic chemical fungicides causes resistance to plant disturbing organisms and leaves chemical residues. The solution to overcome this problem is pay attention using types of fungicide active ingredients and span application time. This study aims to determine the effect of several types of fungicides and span application time on the development of anthracnose and yields. This research was carried out from February to April 2018 on Agroteknopark Jubung land of Jember University. This study used a Factorial Randomized Group Design model with 9 combinations of treatments and 4 replications. The first factor of the type of fungicide consisted of three levels, namely Triadimefon, T. harzianum and betel leaf. The second factor is the span application time of 3.5 and 7 days. The research data were analyzed using variance analysis, if there were significant differences Duncan's Multiple Range Test (DMRT) test was carried out at the level of 5%. Observation parameters included the disease incidence, diseases severity, rate of infection, and weight of pods. The results of the study showed that the combination treatment of PT3 (vegetable fungicide with betel leaves with span application time of 7 days) was the most efficient than the other treatments and gave the results of the rate of disease infection (0.84 units per day).Keywords: anthracnose, fungicide, infection rate, soybeans
Penentuan Kadar Vitamin C Dan Kadar Serat Kasar Yang Terkandung Dalam Buah-Buahan: Belimbing (Averhoa Carambola), Mangga (Mangifera Indica), Nanas (Ananas Comosus), Dan Pepaya (Carica Papaya) Khoirunnisa, Fitriah; Majid, Abdul
Jurnal Zarah Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Zarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.319 KB)

Abstract

Penelitian tentang Penentuan Kadar Vitamin C dan Kadar Serat Kasar yang Terkandung dalam Buah-Buahan di antaranya Belimbing (Averhoa carambola), Mangga (Mangifera indica), Nanas (Ananas comosus), dan Pepaya (Carica papaya) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kadar vitamin C dan kadar serat kasar dalam buah-buahan, yaitu belimbing, mangga, nanas, dan pepaya. Buah-buahan yang masih segar kemudian langsung disiapkan untuk segera dianalisa. Analisa kadar vitamin C dengan menggunakan metode titrimetri iodimetri, sedangkan analisa kadar serat kasar dengan menggunakan metode gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C pada buah belimbing, mangga, nanas, dan pepaya berturut-turut adalah 1,62 mg/g, 0,36 mg/g, 0,12 mg/g, dan 6,77 mg/g, serta kadar serat kasar buah belimbing, mangga, nanas, dan pepaya berturut-turut adalah 1,00%; 2,37%; 2,40%; dan 1,60%.
VARIASI LEKSIKAL ISOLEK USING KABUPATEN JEMBER DENGAN KABUPATEN BANYUWANGI MAJID, ABDUL
Jurnal Sapala Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : Jurnal Sapala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji variasi leksikal isolek Using Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi pada penutur dewasa dan anak. Kajian yang digunakan adalah dialektologi yag meliputi dialek geogafis dan dialek sosial. Persebaran bahasa Using di Jember terdapat di beberapa daerah, salah satunya di Kecamatan Wuluhan dan Kecamatan Arjasa. Di Kabupaten Jember bahasa Using merupakan bahasa yang minoritas disamping bahasa Jawa dan Madura yang dipakai masyarakat Jember. Hal inilah yang ingin diteliti peneliti, tentang bagaimana variasi isolek yang terjadi di Jember dan Banyuwangi karena memiliki kondisi masyarakat yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis status kebahasaan isolek Using di Banyuwangi dan Jember, mendeskripsikan dan menganalisis variasi leksikal isolek Using penutur dewasa dan anak di Kabupaten Jember dan Banyuwangi. Mendeskripiskan dan menganalisis leksikal pinjaman khusunya bahasa Indonesia yang terdapat pada isolek Using penutur dewasa dan anak di Kabupaten Jember dan Banyuwangi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pancing, cakap semuka, rekam, dan catat dengan menggunakan intrumen 400 kosakata dasar. Sementara teknik analisis data yang digunakan adalah dialektometri. Hasil penelitian ini adalah status kebahasaan isolek Using di Banyuwangi dan Jember terdapat dua dialek yakni dialek Kemiren dan dialek Wuluhan Arjasa. Pada variasi leksikal isolek Using penutur dewasa dan anak di Kabupaten Jember dan Banyuwangi, penutur anak memiliki berian zero yang lebih banyak dibandingkan berian zero penutur dewasa. Hal ini merepresentasikan bahwa pada masing-masing DP mengalami penurunan penguasaan kosakata pada generasi muda. Selain itu leksikal pinjaman khususnya bahasa Indonesia lebih banyak pada penutur anak pada masing-masing DP. Sehingga dapat disimpulkan pemertahanan bahasa pada generasi ke generasi mengalami penurunan. Kata Kunci : dialektologi, isolek, dewasa, anak
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA UNTUK MENGUKUR KOMPETENSI SISWA DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM KIMIA DI SMA/K Kusumaningtyas, Pintaka; Yusvitasari, Runita Eka; Majid, Abdul
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 12, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian kinerja untuk mengukur kompetensi siswa dalam kegiatan praktikum kimia di SMA/K. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R & D), yang terdiri atas tahap pengembangan, validasi, dan uji coba terbatas. Pengembangan instrumen diawali dengan analisis kebutuhan menggunakan metode triangulasi, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji coba terbatas dilakukan di SMA N 4 Samarinda dan SMK Farmasi Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penilaian kinerja memiliki validitas logis, isi, dan empiris yang baik, serta memiliki validitas konstruk yang baik (r > 0,3), memiliki reliabilitas konsistensi eksternal dan internal yang sangat baik (rata-rata koefisien reliabilitas = 0,933) dan memiliki praktikabilitas yang sangat baik (respon positif sebesar 90%). Instrumen penilaian kinerja yang dikembangkan dapat mengukur 4 kompetensi dasar siswa dalam melakukan kegiatan praktikum, yaitu: merencanakan,  melaksanakan, partisipasi, dan evaluasi, yang terbagi dalam 3 jenis instrumen penilaian, yaitu instrumen penilaian kegiatan pre–lab, praktikum, dan laporan.
Perspektif Arah Kebijakan Pembangunan Indonesia Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Majid, Abdul
JURNAL ULUMUL SYAR'I Vol 6 No 2 (2017): Ulumul Syar'i
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIS Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan otonomi daerah merupakan satu bentuk pelimpahan kewenangan pemerintahpusat kepada pemerintah daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri.. Kebijakan otonomidaerah ini memberi kesempatan kepada Pemerintah Daerah untuk mengembangkan seluruhpotensi dan sumber daya yang tersedia guna meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dalamupaya mewujudkan masyarakat Madani. Pengembangan seluruh potensi dan sumber daya yangtersedia harus sebesar-besarnya dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Pemerintah Daerahharus mampu memanfaatkan keseluruhan sumber daya tersebut dengan memperhatikan asas-asas efisiensi, efektifitas dan transparansi. Asas-asas ini harus dijabarkan dalam kerangkakebijakan daerah Kabupaten dan Kota. Dalam pelaksanaan kebijakan otonomi daerah tersebut,pemerintah Kabupaten dan Kota di Indonesia harus mempunyai arah kebijakan yang tepat danbenar. Arah kebijakan ini mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya pengembanganseluruh sumber daya yang tersedia yang dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagirakyat di Indonesia, sesuai dengan amanah konstitusi pasal 33 ayat 3 UUD Tahun 1945. “Bahwabumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dandipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”
Pengaruh Varietas dan Dosis Pupuk Kalium terhadap Perkembangan Penyakit Bulai (Peronosclerospora maydis Rac.Saw), Pertumbuhan dan Produksi Jagung Habibi, Ach.; Nurcahyanti, Suhartiningsih Dwi; Majid, Abdul
Jurnal Agro Teknologi Tropika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Agro Teknologi Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Downy mildew is one of the important diseases in maize. This disease has spread in Indonesia, even in certain areas downy mildew is already endemic. Downy mildew can cause crop failure, especially when damaging corn crops susceptible varieties and at a young age. The research objective was to determine the effect of the three varieties of corn and potash fertilizers to the development of downy mildew, plant height, number of leaves, and corn production. This research was conducted at the home of wire, Dukuhsia Rambigundam Rambipuji District of Jember, in March to June 2016. This study was onducted by completely randomized design (CRD) factorial consist of two factors, the first factor was the maize varieties, consists of 3 levels: Asian Honey (V1), Pioneer-21 (V2), Pacific 339 (V3). The second factor was the dose of fertilizer which consists of 4 levels: K0 (without fertilizer), K1 (1 gram/plant), K2 (2 gram/plant), K3 (3 gram/plant). Asian maize varieties Honey and potassium fertilizer dose of 3 grams / plant respectively indicate the best treatment in suppressing the development of downy mildew, growth and production of maize.