cover
Contact Name
Ahmudin
Contact Email
icomse@email.unikom.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
icomse@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipatiukur No. 112-114 Bandung 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
ISSN : 27232549     EISSN : 27214648     DOI : -
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (Jurnal IComSE) is a scientific periodical that is published twice a year. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Komputer Indonesia publish the journal. IComSE journal aims to disseminate the ideas and research results of community services and empowerment. The activities of community services and empowerment are in the topics of engineering, technology, social humanities, law, and design.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Pendampingan Kepada Masyarakat Dalam Renovasi Masjid Daarut Taqwa Eddy Soeryanto Soegoto; Tri Widiati Natalia; Yayah Sutisnawati; Mari Maryati; Dedi Sulistiyo Soegoto
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 1 No 1 (2020): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.659 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v1i1.2789

Abstract

ABSTRACT Daarut Taqwa Mosque is one of the Jami mosques which is very crowded with various religious activities, such as Friday prayers, Tarawih prayers and Islamic studies routinely carried out by DKM Daarut Taqwa Mosque. The more activities of congregants, DKM Daarut Taqwa Mosque seeks to renovate the mosque to fulfill and accommodate all the congregant who come. The purpose of this article is to show community service activities carried out by the UNIKOM Team in assisting the renovation of the Daarut Taqwa Mosque and assistance in designing the interior and exterior image concept of the mosque. The method of implementation is the design approach, design ideas based on activities, behavior, and activities that take place at the Daarut Taqwa Mosque. The results obtained from the assistance of the construction of the Daarut Taqwa Mosque are the Community Concept as the main concept of the Daarut Taqwa mosque. This concept is to strengthen the "kinship" of the community and illustrate the values of sustainable design that can accommodate various community needs associated with ritual and non-ritual activities, from individuals who eventually become social interactions. It is expected that the Daarut Taqwa mosque to be able accommodate all the activities and many congregants in each Islamic study. So that all concepts of facade, mihrab, landscape, and dome are based on the concept of community. Key words: Community Concept, religious, mosque renovation ABSTRAK Masjid Daarut Taqwa merupakan salah satu masjid Jami yang sangat ramai dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti sholat Jumat, sholat Tarawih dan kajian kajian keilmuan yang rutin dilakukan oleh DKM Masjid Daarut Taqwa. Masjid ini menjadi salah satu pusat kajian Pemuda Hijrah untuk area Bandung Timur. Semakin ramainya aktivitas kegiatan dan padatnya jamaah, DKM Masjid Daarut Taqwa berupaya melakukan renovasi masjid untuk dapat memenuhi dan menampung semua jamaah yang datang. Tujuan penulisan ini adalah menuliskan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Tim UNIKOM dalam pendampingan renovasi Masjid Daarut Taqwa dan pendampingan dalam pembuatan konsep gambar interior dan eksterior masjid, sehingga jamaah lebih nyaman dalam melaksanakan kegiatan beragama. Metode pelaksanaan adalah dengan pendekatan desain, gagasan desain berdasarkan pada kegiatan, perilaku, dan aktivitas yang berlangsung di Masjid Daarut Taqwa. Hasil yang didapatkan dari pendampingan pembanguan Masjid Daarut Taqwa ini adalah Konsep Komunitas sebagai konsep utama Masjid Daarut Taqwa. Konsep ini untuk memperkuat "kekerabatan" umat serta menggambarkan nilai-nilai desain keberkelanjutan yang dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat yang terkait dengan kegiatan ritual dan non ritual, dari individu yang akhirnya menjadi interaksi sosial. Diharapkan Masjid Daarut Taqwa mampu mewadahi seluruh kegiatan dan jumlah jamaah yang cukup banyak disetiap kajian. Sehingga seluruh konsep fasade, mihrab, landscape, dan kubah didasarkan pada konsep komunitas. Kata kunci: Konsep komunitas, keagamaan, renovasi masjid.
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pengembangan Desa Wisata Di Desa Paku Alam Kecamatan Darmaraja Lia Warlina; Selfa Septiani Aulia; Wanita Subadra Abioso; Tatang Suheri; M Indra Alamsyah
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 1 No 1 (2020): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.124 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v1i1.2790

Abstract

ABSTRACT Paku Alam Village is one of 12 villages in the Darmaraja District, Sumedang Regency. The purpose of community empowerment activities in Paku Alam Village is to see the potency of the community for village tourism development and explore the aspirations of village officials and community leaders. The team consist of lecturers and students from departments of Urban and Regional Planning and Architecture. The implementation of the activities is from December 2018 to March 2019. The activities was carried out by initiation phase, identification of village potentials, gathering aspirations of the community, and explaining the potential of the village to community leaders. Participants in the activity were Paku Alam peoples that the related to the development of the tourism village those were the owner of homestays, restaurants and others . The village community was very enthusiastic in developing this tourism village which is well supported by the district government. The activity by obtaining village potential and community aspirations in the development of a tourism village in the Paku Alam Village was relatively successful. Key words: community empowerment, tourism village, ABSTRAK Desa Paku Alam merupakan salah satu dari 12 desa yang berada di wilayah Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Tujuan dari kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Desa Paku Alam adalah untuk melihat potensi yang ada di desa tersebut dari aspek lokasi dan masyarakat untuk pengembangan desa sebagai desa wisata, dan menggali aspirasi dari aparat desa dan tokoh masyarakat untuk pengembangan wisata berbasis masyarakat. Tim pelaksana adalah dosen di program studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) serta Arsitektur dan beberapa mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan adalah dari bulan Desember 2018 sampai Maret 2019. Kegiatan dilaksanakan dengan melaksanakan inisiasi, identifikasi potensi desa, pengumpulan ide dan aspirasi masyarakat, dan pemaparan potensi desa kepada tokoh masyarakat. Peserta kegiatan adalah kepala desa, pelaku usaha yang berkaitan dengan pengembangan desa wisata. Masyarakat desa sangat antusias dalam pengembangan desa wisata ini yang didukung dengan baik oleh pemerintah kabupaten. Kegiatan untuk memperoleh potensi desa dan aspirasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Desa Paku Alam dapat dikatakan cukup berhasil. Kata kunci: desa wisata, pemberdayaan masyarakat
Pendidikan Politik Pemilih Muda Dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak di Kabupaten Bandung 2019 Dewi Kurniasih
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 1 No 1 (2020): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.996 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v1i1.2791

Abstract

ABSTRACT Young voters in the head of village election simultaneously 2019’s are a new generation of voters who have different characteristics and characters, backgrounds, experiences and challenges from the previous generation of voters. Most of them come from among students, have good economic status, and generally live in urban or surrounding areas. They are very open to learning new, critical and independent things. The contribution of young voters in the field of village politics is based on the role of youth as controlling agents. Young voters, especially in villages, can provide insight to village communities regarding the head of village elections so that the community can actively participate in village head elections in order to minimize abstentions. The role of political education for young voters is very important to be implemented in achieving a high level of success in the head of village election simultaneously in Bandung Regency in 2019. Key words: political education, young voters, the head of village election ABSTRAK Pemilih muda pada pilkades serentak di Kabupaten Bandung tahun 2019 adalah generasi baru pemilih yang memiliki sifat dan karakter, latar belakang, pengalaman dan tantangan yang berbeda dengan para pemilih generasi sebelumnya. Sebagian besar di antara mereka berasal dari kalangan pelajar, berstatus ekonomi baik, dan pada umumnya tinggal di kawasan perkotaan atau sekitarnya. Mereka sangat terbuka untuk mempelajari hal-hal yang baru, kritis dan juga mandiri. Kontribusi pemilih muda dalam bidang politik desa berlandaskan atas peran pemuda sebagai Agen controlling. Pemilih muda terutama di desa dapat memberikan wawasan kepada masyarakat desa terkait pemilihan kepala desa agar masyarakat dapat turut aktif berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa guna meminimalisir golput. Peran pendidikan politik bagi pemilih muda sangat penting untuk dilaksanakan dalam mencapai tingkat kesuksesan yang tinggi pada pilkades serentak di Kabupaten Bandung Tahun 2019. Kata kunci: pendidikan politik, pemilih muda, pemilihan kepala desa
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Bagi Kader Pendidikan Anak Usia Dini di Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Riani Lubis; Sufa Atin; Tati Harihayati; Utami Dewi Widianti; Rani Susanto
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 1 No 1 (2020): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.341 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v1i1.2792

Abstract

ABSTRACT Early Childhood Education on in Indonesian called as Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), is an education organization that focuses on the growth and development of morals and religion, physical, intelligence / cognitive, socio emotional, and also language and communication. Therefore, PAUD educators are expected to be able to develop knowledge and skills in preparing learning media. The rapid development of information technology today also requires PAUD educators to be able to utilize information technology in preparing learning media. This is very important to note because it will affect the level of achievement of the development of PAUD students. But in reality, there are still PAUD educators who have not utilized information technology in preparing cognitive learning media. Based on this, the community service carried out is to provide training for PAUD educators in making the learning media based on information technology. Community service is carried out for PAUD educators who are in the Cibeunying Kidul Subdistrict area of ​​Bandung. This training was attended by PAUD educators from 21 PAUD posts in the Cibeunying Kidul sub-district, Bandung. The material provided to trainees is PowerPoint, internet, and learning videos. The result of this training is to increase the ability of PAUD educators in utilizing information technology, especially in making cognitive learning media. So that it is expected to improve the quality of learning of PAUD students. Key words: learning media, Early Childhood Education, educator ABSTRAK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada pertumbuhan dan perkembangan terhadap moral dan agama, fisik, kecerdasan/kognitif, sosio emosional, serta bahasa dan komunikasi. Oleh karena itu, tenaga pendidik PAUD diharapkan dapat melakukan pengembangan pengetahuan dan keterampilan dalam mempersiapkan media pembelajaran. Adanya perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat saat ini pun menuntut tenaga pendidik PAUD untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam mempersiapkan media pembelajaran. Hal ini sangatlah penting diperhatikan karena akan mempengaruhi tingkat pencapaian perkembangan peserta didik PAUD. Namun pada kenyataannya, saat ini masih dijumpai tenaga pendidik PAUD yang belum memanfaatkan teknologi informasi dalam mempersiapkan media pembelajaran yang sifatnya kognitf. Berdasarkan hal tersebut, maka pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adalah memberikan pelatihan bagi kader PAUD (tenaga pendidik PAUD) dalam pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Pengabdian masyarakat dilaksanakan bagi tenaga pendidik PAUD yang berada dalam wilayah Kecamatan Cibeunying Kidul kota Bandung. Pelatihan ini diikuti oleh tenaga pendidik PAUD yang berasal dari 21 satuan PAUD di wilayah.Kecamatan Cibeunying Kidul kota Bandung. Materi yang diberikan kepada peserta pelatihan adalah PowerPoint, internet, dan video pembelajaran. Hasil dari pelaksanaan pelatihan ini adalah meningkatnya kemampuan tenaga pendidik PAUD dalam memanfaatkan teknologi informasi khususnya dalam pembuatan media pembelajaran yang bersifat kognitif. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran peserta didik PAUD. Kata kunci: media pembelajaran, pendidikan anak usia dini, tenaga pendidik
Penerapanan Metode Beyond Centers And Circle Time (Bcct) Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Julian Robecca; Ratna Imanira Sofiani; Novrini Hasti
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 1 No 1 (2020): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.825 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v1i1.2793

Abstract

ABSTRACT The golden age for a child is the age when he is 0 to 5 years old. At this age the child's physical development and brain growth optimally. Children's brain development related to intelligence requires stimulation from the surrounding environment. If stimulation from the environment is lacking, the child's intellectual development is also not optimal. To increase stimulation from an early age many Early Childhood Education (PAUD) have emerged, which is a form of educational institution which is an artificial environment that is consciously designed and planned to develop children's intelligence potential. From 2013 data, the Directorate General of Early Childhood, Non-Formal and Informal Education (PAUDNI) Bandung has 1,323 PAUD. From all of these methods there is one concept that is the benchmark in the PAUD program, namely that education must be fun and in accordance with the child's development. The BCCT method develops from the Montessori, High Scope and Region Emilio methods. The purpose of community service activities is to create teachers who can apply BCCT learning methods to students, assist teachers in the delivery of learning materials that are appropriate to the child's development, help children in the reception and absorption of learning materials, create a pleasant atmosphere in the learning process for both partners . Key words: Early Childhood Education, Beyond Centers and Circle Time (BCCT), golden age, ABSTRAK Golden age bagi seorang anak adalah usia ketika dia berusia 0 hingga 5 tahun. Pada usia ini perkembangan fisik dan otak anak tumbuh secara optimal. Perkembangan otak anak yang berkaitan dengan kecerdasan membutuhkan stimulasi dari lingkungan sekitarnya. Jika stimulasi dari lingkungan kurang, perkembangan intelektual anak juga tidak optimal. Untuk meningkatkan stimulasi sejak usia dini banyak bermunculan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu suatu bentuk lembaga pendidikan yang merupakan lingkungan buatan yang secara sadar dirancang dan direncanakan untuk mengembangkan potensi kecerdasan anak. Dari data tahun 2013, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Bandung ada 1.323 PAUD. Dari semua metode ini ada satu konsep yang menjadi tolok ukur dalam program PAUD, yaitu bahwa pendidikan harus menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak. Metode BCCT mengembang dari metode Montessori, High Scope dan Regio Emilio. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah, menciptakan guru yang dapat menerapkan metode pembelajaran BCCT pada siswa, membantu guru dalam penyampaian materi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak, membantu anak-anak dalam penerimaan dan penyerapan bahan belajar, menciptakan suasana yang menyenangkan di proses pembelajaran pada kedua pasangan. Kata kunci: Beyond Center Circle Time (BCCT), golden age, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),
Perencanaan Prasarana Dan Sarana Sistem Pengendalian Banjir Kota Administrasi Jakarta Pusat Vitta Pratiwi; Tri Rahajoeningroem
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 1 No 1 (2020): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.128 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v1i1.2794

Abstract

ABSTRACT The effort to countermeasure flood and puddle in DKI Jakarta is one of the priority programs implemented by the Government in order to create Jakarta as the capital of the Republic of Indonesia that is comfortable to carry out social, cultural and economic activities, thus giving a positive impact to the economy of DKI Jakarta and Indonesia. In the effort to handle the puddle and flood problems above the need of infrastructure planning and flood control means especially in central Jakarta, so as to reduce the points of the puddle and flooding and the impact caused. With this activity is expected to produce a design of infrastructure development and a means of quality flood control that means that the development can be felt by all components of the community. This activity is conducted in two areas namely Petamburan (Jati Pinggir) and Kalibaru Timur. This methodology of implementation of activities consist of preparation and preliminary stages, field survey and data analysis as well as the formulation of channel design concept as well as simulated of drainage system and flood control modeling. The analysis of precipitation frequencies of the plan uses a 5-year anniversary with the Gumbell type 1 method. The problems in the Petamburan region are the basic elevation of the irregular channels, the number of basins in the middle of the channel, the capacity of channels that have been unable to receive debit plans and elevation of the land is generally lower than the elevation of the disposal channel Broad catchment area of 21.50 Ha, assuming the flow coefficient of 0.85 and the rainfall intensity is used at 5 years of 225.7 mm, resulting in flood discharge calculation of Q = 5.73 m3/second and plus existing pump 0.75 m3/sec. Handling of normalization with base tilt to 0.0028. Redimensioning is changed to uniform i.e. B = 1.20 m; H = 1.20 m. As for East Kalibaru region the thing that concern is the narrowing of the channel in the downstream. The Tc value is 121.26 minutes, I of 38.67 mm/h and Q = 8.47 m3/sec. Specification of the pump used is a submersible type axial flow with a capacity of 2 m3/sec. Key words: Flood, rainfall, discharge, intensity, pump ABSTRAK Upaya penanggulangan banjir dan genangan di wilayah DKI Jakarta merupakan salah satu program prioritas yang dilaksanakan pemerintah dalam rangka menciptakan Jakarta sebagai ibukota Negara Republik Indonesia yang nyaman untuk melaksanakan kegiatan sosial, budaya maupun ekonomi, sehingga memberi dampak yang positif bagi perekonomian Provinsi DKI Jakarta maupun Indonesia. Dalam upaya penanganan permasalahan genangan dan banjir di atas dibutuhkan perencanaan prasarana dan sarana pengendali banjir khususnya di Jakarta Pusat, sehingga dapat mengurangi titik-titik genangan dan banjir serta dampak yang ditimbulkan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan suatu desain pembangunan prasarana dan sarana pengendali banjir yang berkualitas yaitu yang bermakna bahwa pembangunan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh komponen masyarakat. Pada kegiatan ini dilakukan di dua wilayah yaitu Petamburan (Jati Pinggir) dan Kalibaru Timur. Metodologi pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas tahap persiapan dan pendahuluan, survey lapangan dan analisis data serta penyusunan konsep desain saluran serta simulasi pemodelan sistem drainase dan pengendalian banjir. Analisis frekuensi curah hujan rencana menggunakan kala ulang 5 tahun dengan metode Gumbell tipe 1. Permasalahan di wilayah Petamburan adalah elevasi dasar saluran tidak beraturan, banyaknya cekungan di tengah saluran, kapasitas saluran yang sudah tidak mampu menerima debit rencana dan elevasi lahan umumnya lebih rendah daripada elevasi saluran pembuang. Luas catchment area seluas 21.50 Ha, dengan asumsi koefisien pengaliran sebesar 0.85 dan intensitas curah hujan digunakan kala ulang 5 tahun sebesar 225.7 mm, sehingga didapat perhitungan debit banjir sebesar Q = 5.73 m3/detik dan ditambah pompa eksisting 0.75 m3/detik. Dilakukan penanganan normalisasi dengan kemiringan dasar menjadi 0.0028. Redimensi diubah menjadi seragam yaitu B = 1.20 m; H = 1.20 m. Sedangkan untuk wilayah Kalibaru Timur hal yang menjadi perhatian adalah penyempitan saluran di hilir. Nilai Tc adalah 121.26 menit, I sebesar 38.67 mm/jam dan Q = 8.47 m3/detik. Spesifikasi pompa yang dipergunakan merupakan tipe submersible axial flow dengan kapasitas 2 m3/detik. Kata kunci: Banjir, curah hujan, debit, intensitas, pompa
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Di PGRI Kecamatan Cisarua Hanhan Maulana; Irawan Afrianto; Angga Setiyadi; Richi Dwi Agustia; Dedeng Hirawan
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 1 No 2 (2020): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.738 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v1i2.3874

Abstract

ABSTRACT The purpose of this community service is to improve the quality of the teaching staff by conducting training for making learning media and learning applications to calculate student scores. This activity used 2 methods, first was the provision of basic knowledge then continued by the direct practice carried out by the participants. This training was divided into 4 sessions, the first session was an introduction to the basic components of the Windows operating system, the second session was learning Microsoft Word, the third session was learning processing scores with Microsoft Excel and the last session was making learning media using Microsoft Power point. Training material was given by the instructor, assisted by a mentor who accompanied the participants in following the material presented. Evaluation was done by giving questions in the form of case study. The trainees completed the case study with the timeframe given by each instructor. Based on the results of the evaluation and observation of the enthusiasm of the participants, it can be concluded that the training was in accordance with the expected objectives. By participating in this training, teachers had the ability to use computers to support their work in carrying out education and teaching in schools. Keywords: Community Service, Learning Media, Student Score Calculations, Microsoft Office Application, Teaching and Education ABSTRAK Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah Meningkatkan kualitas tenaga kependidikan dengan mengadakan pelatihan pembuatan media pembelajaran dan mempelajari aplikasi pengolahan nilai. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan dua metode pertama adalah pemberian materi kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung yang di lakukan oleh peserta. Pelatihan ini dibagi menjadi 4 sesi, sesi pertama adalah pengenalan terhadap komponen komponen dasar sitem operasi windows, sesi kedua adalah pembelajaran microsoft word, sesi ketiga adalah pembelajaran pengolahan nilai dengan microsoft excel dan sesi terakhir adalah pembuatan media pembelajaran menggunakan microsoft powerpoint. Materi pelatihan diberikan oleh pemateri dibantu dengan pendamping yang akan mendampingi peserta dalam mengikuti materi yang disampaikan. Evaluasi dilakukan dengan memberikan contoh soal berupa studi kasus. Peserta pelatihan menyelesaikan soal dengan rentan waktu yang di berikan oleh masing masing pemateri. Berdasarkan hasil evaluasi dan pengamatan terhadap antusiasme peserta dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini sudah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dengan pemberian pelatihan ini guru-guru di lingkungan PGRI Kec. Cisarua memiliki kemampuan dalam menggunakan perangkat komputer dalam mendukung tugasnya dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Kata kunci: Pengabdian kepada masyarakat, Media pembelajaran, Pengolahan nilai siswa, Pelatihan penggunaan aplikasi Microsoft, Pendidikan dan Pengajaran
Model Bisnis Pengembangan Kawasan Tertinggal (Studi Kasus : Kabupaten Nias Selatan) Selfa Septiani Aulia; Tatang Suheri; A Haniff
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 1 No 2 (2020): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.845 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v1i2.3875

Abstract

ABSTRACT South Nias Regency is currently still in the category of lagging areas based on composite index in North Sumatera province. However, South Nias Regency has a variety of potential, especially maritime tourism potential, fisheries, and agriculture. Focus Group Discussion with the stakeholders in South Nias Regency was done to formulate the right business model in South Nias regency. Based on the results of FGD and the analysis of business model conducted, business activities that can be done by South Nias Regency was to focus on the development of maritime tourism activities through surfing and agroindustry activities. The business Model would be able to succeed if the cooperation between stakeholders, such as the central government, local government, tourism business, and local communities with various models of operational cooperation. Keywords: business model, disadvantaged area, South Nias, maritime tourism. ABSTRAK Kabupaten Nias Selatan saat ini masih masuk dalam kategori daerah tertinggal berdasarkan Indeks Komposit Ketertinggalan di Provinsi Sumatera Utara. Akan tetapi, Kabupaten Nias Selatan memiliki berbagai potensi, terutama potensi wisata bahari, perikanan, dan pertanian. Focus Group Discussion bersama para stakeholder yang ada di Kabupaten Nias Selatan pun dilakukan guna merumuskan model bisnis yang tepat di Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan hasil FGD dan analisis model bisnis yang dilakukan, kegiatan bisnis yang dapat dilakukan oleh Kabupaten Nias Selatan adalah dengan memfokuskan pengembangan aktivitas pariwisata bahari melalui kegiatan berselancar dan agroindustry. Model bisnis tersebut akan dapat berhasil jika adanya kerjasama antar stakeholder, seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha Wisata, dan Masyarakat Lokal dengan berbagai model kerjasama operasional Kata kunci: model bisnis, kawasan tertinggal, Nias Selatan, pariwisata bahari.
Optimalisasi Pemanfaatan Aplikasi Google Classroom Dan Google Form Sebagai Penunjang Pembelajaran Daring Di SMA Negeri 5 Cimahi Hidayat Hidayat; M Fajar Wicaksono; Myrna D Rahmatya; Riani Lubis; Sri Nurhayati
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 1 No 2 (2020): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.082 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v1i2.3876

Abstract

ABSTRACT The purpose of community service activities with the theme of using Google Classroom and Google Form for SMAN 5 Cimahi teachers is to provide training to teachers of SMAN 5 Cimahi in order to optimize the use of the Google Classroom and Google Form applications in online learning carried out during the Covid-19 pandemic conditions. The method used in this activity is a description of the features of Google Classroom and Google Form. In Google Classroom, it explains about opening classes, inviting participants or students, creating student attendance, uploading material and using the reuse feature, processing grades and downloading assessment results in the form of a spreadsheet. In Google Form, it explains how to set the Form as a Quiz, inserts picture or equation questions, inserts questions from Google Docs and creates Form links that have been created. Next, do a demonstration of using the application. Both activities were carried out online through the Zoom application media. The next step, each teacher was assigned to operate the two applications according to the directions in the training. The results of the activity showed that the teachers gained additional knowledge in operating those applications. Key words: google classroom, google form, class attendance, online learning, reuse feature. ABSTRAK Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan tema pemanfaatan Google Classroom dan Google Form bagi guru SMAN 5 Cimahi adalah untuk memberikan pelatihan kepada para guru SMAN 5 Cimahi agar dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi Google Classroom dan Google Form dalam pembelajaran daring yang dilakukan selama kondisi pandemik Covid-19. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemaparan mengenai fitur-fitur pada Google Classroom dan Google Form. Pada Google Classroom dipaparkan tentang membuka kelas, mengundang peserta atau siswa, membuat presensi siswa, mengunggah materi dan menggunakan fitur reuse, mengolah nilai dan mengunduh hasil penilaian dalam bentuk spreadsheet. Pada Google Form dipaparkan tentang bagaimana mengatur Form sebagai Quiz, menyisipkan soal gambar atau persamaan, menyisipkan soal dari Google Docs dan membuat tautan Form yang telah dibuat. Selanjutnya, melakukan demonstrasi penggunaan aplikasi tersebut. Kedua kegiatan tersebut dilakukan secara daring melalui media aplikasi Zoom. Langkah berikutnya setiap guru ditugaskan untuk mengoperasikan kedua aplikasi tersebut sesuai arahan dalam pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru memperoleh penambahan pengetahuan dalam mengoperasikan kedua aplikasi tersebut. Kata kunci: google classroom, google form, presensi siswa, pembelajaran daring, fitur reuse.
Penerapan Protocol Penilaian Tahap Awal Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Pada Jaringan Irigasi Tri Rahajoeningroem; Jana Utama
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 1 No 2 (2020): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.443 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v1i2.3877

Abstract

ABSTRACT The study of hydropower potential focuses on hydropower development in Sumatra (4,408 MW), Java (4,595 MW), and Sulawesi (3,240 MW) is in line with the actual development of the hydropower industry. These three islands cover 95% of the viable hydropower potential. Meanwhile, the potential of PLTMH is 770 MW and about 30% has been developed. Most of the Microhydro (<1 MW) and Mini hydro (1-10 MW) are targeting rural electrification with the greatest potential in Papua and Sumatra. Therefore, in the concept of optimizing water use and aligning Water Food Energy Nexus, apart from modernizing irrigation, it is also necessary to develop the use of PLTMH in irrigation networks to generate electricity through a Micro Hydro Power Plant (PLTMH). In practice, the use of irrigation networks for the development of PLTMH electrical energy does not interfere with the flow of irrigation water used to serve the needs of the farming community because the MHP technology used as a power plant only utilizes irrigation water flow with a certain volume, both in the waterfall and the aspect of its flow rate. To find out the completeness of the readiness for the utilization of irrigation networks for MHP, it is necessary to conduct an initial assessment of the preparation process has been carried out. One of the assessment methods that can be used for the construction of MHP are to use a standard sustainable hydropower assessment protocol known as the Hydropower Sustainable Assessment Protocol (HSAP). Key words: power plant, micro-hydro, irrigation network, assessment protocol, HSAP ABSTRAK Studi tentang potensi tenaga air menempatkan fokus pada pengembangan tenaga air di Sumatera (4.408 MW), Jawa (4.595 MW), dan Sulawesi (3.240 MW), yang sejalan dengan perkembangan aktual industri tenaga air. Ketiga pulau ini mencakup 95% dari potensi PLTA yang layak. Sementara potensi PLTMH adalah 770 MW dan sekitar 30% sudah dikembangkan. Sebagian besar Mikrohidro (<1 MW) dan Mini hidro (1-10 MW) menargetkan elektrifikasi pedesaan dengan potensi terbesar di Papua dan Sumatera. Oleh karena itu, dalam konsep optimalisasi pemanfaatan air dan penyelarasan Water Food Energy Nexus, selain modernisasi irigasi, juga perlu dikembangkan pemanfaatan PLTMH pada jaringan irigasi sehingga menghasilkan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Pemanfaatan jaringan irigasi untuk pengembangan energi listrik PLTMH dalam prakteknya tidak mengganggu aliran air irigasi yang digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat petani sebab teknologi PLTMH yang digunakan sebagai pembangkit listrik, hanya memanfaatkan aliran air irigasi dengan jumlah volume tertentu, baik pada terjunan maupun pada aspek kecepatan alirannya. Untuk mengetahui kelengkapan kesiapan pemanfaatan jaringan irigasi untuk PLTMH, perlu dilakukan penilaian (assessment) awal terhadap proses persiapan yang telah dilakukan. Salah satu metode penilaian yang dapat digunakan untuk pembangunan PLTMH adalah dengan menggunakan standar protokol penilaian tenaga air berkelanjutan atau yang dikenal dengan Hydropower Sustainable Assessment Protocol (HSAP). Kata kunci: Pembangkit listrik, mikrohidro, jaringan irigasi, protocol penilaian, HSAP