cover
Contact Name
Ade Cahya
Contact Email
ade@htp.ac.id
Phone
+6276133815
Journal Mail Official
jom@htp.ac.id
Editorial Address
Jl.Mustafa Sari No.5 Tangkerang Selatan
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
ISSN : -     EISSN : 27761339     DOI : https://doi.org/10.25311/kesmas
Jurnal Media Kesmas is an open-access journal and peer-reviewed that publishes either original articles or reviews. This journal focuses on epidemiology environment health promoting health reproductive health occupational health and safety health policy and administration community nursing community midwifery
Articles 125 Documents
PERILAKU IBU MEMBAWA BAYI PIJAT KE DUKUN BAYI DI DESA TITIAN RESAK KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN 2020 Sri Wahyuni Sri Wahyuni; Risa Amalia Risa Amalia; Riri Maharani Riri Maharani
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 1 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.911 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss1.319

Abstract

Pijat bayi adalah terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikaan rasa aman dan nyaman. Masyarakat desa Titian Resak memilih pijat bayi kedukun bayi sebagai alternative untuk pemijatan.Dampak negatif pijat bayi apabila dilakukan pemijatan yang tidak sesuai dengan kententuan medis,akan menimbulkan efek samping seperti terjadinya pembengkakan, terdapatnya lebam, adanya rasa sakit pada bayi sehingga bayi menjadi rewel, pergeseran urat, cidera bahkan bisa menyebabkan kematian pada bayi. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan pijat bayi ke dukun bayi de Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu. Metode penelitian kuantitatif dengan desain Crossectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 108 responden yang diambil dengan teknik Cluster Sampling. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat melalui uji Chi-square, alat ukur yang digunakan kuesioner dan pengolahan data menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan dari 108 responden terdapat 98 responden yang membawa pijat bayi ke dukun bayi terdapat hubungan antara pengetahuan (P Value 0,044< 0,05) , dan POR = 5,116,pendidikan(P Value 0.005 < 0,05), dan POR= 13,615, sikap (P Value 0,017<0,05) dan, POR = 6,316, budaya (P Value 0,013 <0,05), dan POR = 5,833, biaya (P Value 0,025<0,05), dan POR = 7,791, keterampilan dukun (P Value 0,007 < 0,05), dan POR = 6,813, dukungan keluarga (P Value 0,047< 0,05), dan POR = 4,909 dengan perilaku ibu membawa bayi pijat ke dukun bayi. Diharapkan kepada orang tua untuk memijatkan bayinya ketenaga kesehatan yang lebih mengetahui anatomi fisiologi pemijatan tentang pijat bayi yang benar dan tidak membahayakan bayi.
ANALISIS KEDISIPLINAN PEGAWAI RAWAT INAP KEBIDANAN DI RSUD PETALA BUMI PROVINSI RIAU TAHUN 2020 Roza Ariesta Aprinaldi Roza Ariesta Aprinaldi; Welly Sando Welly Sando; Dami Yanthi Dami Yanthi
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 1 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.96 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss1.325

Abstract

Kedisiplinan pada hakikatnya mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya dan merupakan kesadaran seseorang dalam menaati semua peraturan perusahaan ataupun rumah sakit dan norma-norma yang berlaku. Masih adanya keterlambatan pegawai kebidanan rawat inap rumah sakit dapat di lihat dari absensi 3 bulan terakhir dan kurang diterapkannya peraturan rumah sakit. Tujuan penelitian untuk diperolehnya informasi yang mendalam tentang analisis kedisiplinan pegawai rawat inap kebidanan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2020. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan metode kualitatif untuk menganalisis kedisiplinan pegawai kebidanan di rumah sakit dalam rangka meningkatkan kedisiplinan yang lebih baik lagi. Data dikumpulkan dari hasil wawancara mendalam dan observasi. Dari hasil penelitian terdapat lima variabel yang mempengaruhi kedisiplinan, yaitu keteladanan pimpinan, balas/jasa, pengawasan melekat, sanksi hukum dan ketegasan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan keteladanan pimpinan secara kualitas dan kuantitas sudah baik, pengawasan melekat selalu diterapkan, sanksi hukum perlu ditingkatkan lagi bagi yang melanggar kedisiplinan, balas jasa/imbalan yang masih kurang dan ketegasan pimpinan sudah cukup bagus untuk pegawai yang melanggar aturan rumah sakit. Sarannya diharapkan bagi pihak rumah sakit menerapkan aturan untuk meningkatkan kedisiplinan yang lebih baik lagi juga mempercepat mengeluarkan hasil pola penyempurnaan jasa baru agar pegawai bisa melihat ada atau tidaknya pemotongan jasa dan pemberian reward kepada pegawai kebidanan yang disiplin tiap bulannya.
ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN RADIASI SINAR-X PADA PEKERJA RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PEKANBARU MEDICAL CENTER (PMC) TAHUN 2020 Rennyta Monita Rennyta Monita
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 1 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.592 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss1.326

Abstract

Keselamatan radiasi adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi pasien, pekerja, masyarakat, dan lingkungan hidup dari bahaya radiasi. Mengingat potensi bahaya radiasi yang besar dalam pemanfaatan sinar-X, faktor keselamatan merupakan hal yang penting sehingga dapat memperkecil risiko akibat kerja di instalasi radiologi dan dampak radiasi terhadap pekerja radiasi. Jenis penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang diantaranya: satu kepala ruangan instalasi radiologi, dua radiografer, satu petugas proteksi radiasi, satu fisikawan medis, dan satu petugas K3 Rumah Sakit. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan keselamatan radiasi belum dilakukan secara keseluruhan, dimana terdapat aspek yang tidak memenuhi standar peraturan BAPETEN seperti tidak dilakukannya pemantaun kesehatan sesuai ketetapan peraturan, tidak adanya pelatihan proteksi radiasi, kurangnya alat proteksi radiasi, tidak adanya surveymeter, kurang lengkapnya rekaman pelaksanaan kegiatan dan tidak adanya uji paparan potensial. Saran yang direkomendasikan adalah dilakukannya pemantauan kesehatan secara menyeluruh, diadakannya pelatihan proteksi radiasi bagi pekerja, penambahan alat proteksi radiasi, pengadaan surveymeter dan melengkapi rekaman pelaksanaan kegiatan di instalasi radiologi.
Analisis Komitmen Dan Kebijakan Dalam Penerapan SMK3 Di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2020 Sonia Feranika Jeli; Makomulamin Makomulamin; Herlina Susmaneli Herlina Susmaneli
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 1 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.37 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss1.327

Abstract

Rumah sakit jiwa memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Keberhasilan SMK3 Rumah Sakit merupakan hasil dari penerapan komitmen dan kebijakan pada tiap rumah sakit. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan komitmen dan kebijakan dalam Penerapan SMK3 Di Rumah Sakit Jiwa Tampan. Penelitian ini bersifat kualitatif analitik dengan menggunakan metode observasi langsung dan wawancara mendalam serta melakukan penelusuran dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis menggunakan bantuan matriks yang berisi hasil wawancara dengan masing-masing informan disertai dengan tinjauan literatur yang berkaitan dengan kenyataan saat ini. Hasil yang di peroleh dari penelitian melalui informan bahwa komitmen dan kebijakan di RSJ sedang dalam tahap perumusan. Sehingga hal ini menyebabkan tidak maksimalnya kinerja komite K3. Secara organisasi telah terbentuk komite K3RS, hanya saja anggota komite K3RS tidak hanya memiliki tupoksi K3RS, tetapi memiliki tupoksi lain. Program K3RS yang terlaksana dengan baik, hanya pengendalian kebakaran. Program K3 di RSJ hanya mencakup program keselamatan mendasar saja, program penting lainnya masih dalam proses perencanaan. masih banyak program K3 yang tidak termasuk dalam anggran Rumah Sakit. Peneliti menyimpulkan Pimpinan RSJ diharapakan merumuskan terlebih dahulu mengenai Komitmen dan Kebijakan K3RS, sehingga program yang di buat mengenai K3RS mendorong terwujudnya K3RS dan dapat dilaksanakan dengan baik. Kemudian diharapkan anggota bekerja secara purna waktu di unit kerja komite K3RS. Seluruh jajaran direksi dan anggota komite K3 Rumah Sakit Jiwa Tampan sebaiknya membahas lebih dalam mengenai SMK3RS secara menyeluruh untuk menyatukan pemahaman dan memperbaiki kinerja K3RS.
ANALISIS DAMPAK INTENSITAS PENCAHAYAAN RUANGAN FARMASI DENGAN KELUHAN KELELAHAN MATA PADA PEKERJA DI RUMAH SAKIT MESRA KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2020 Erix Extrada Erix Extrada; Muhamadiah Muhamadiah; Makomulamin Makomulamin; Ahmad Satria Efendi Ahmad Satria Efendi; Firman Edigan Firman Edigan
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 1 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.021 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss1.328

Abstract

Pencahayaan merupakan jumlah penyinaran yang berada di suatu lingkungan kerja yang diperlukan untuk melaksanakan perkerjan dengan baik. Berdasarkan observasi, intensitas pencahayaan ruangan farmasi di Rumah Sakit Mesra Kabupaten Kampar kurang terang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas pencahayaan ruangan farmasi dan dampak bagi pekerja di Rumah Sakit Mesra Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini yaitu Kualitatif Deskriptif. Dilakukan wawancara dan observasi kepada 5 informan. Lokasi penelitian dilakukan di Rumah Sakit Mesra Kecamatan Kampar pada bulan Mei-Juli 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan setempat di ruangan farmasi Rumah Sakit Mesra Kabupaten Kampar , pengukuran intensitas pencahayaan di ruangan farmasi dilakukan di meja kerja. Hasil pengukuran intensitas pencahayaan di ruangan farmasi menggunakan metode pencahayaan setempat diperoleh nilai 74,1 lux. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pencahayaan yang ada di ruangan farmasi Rumah Sakit Mesra Kabupaten Kampar belum memenuhi standart dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Pencahayaan yang kurang terang mengakibatkan terjadinya keluhan kelelahan mata pada pekerja, Adapun keluhan kelelahan mata yang dialami pekerja berupa pedih disekitar mata, pusing, mengantuk dan nyeri disekitar mata.
Evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Stop BABS di Puskesmas Lanjut Kecamatan Singkep Pesisir Kabupaten Lingga Tahun 2020: Evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Stop BABS di Puskesmas Lanjut Kecamatan Singkep Pesisir Kabupaten Lingga Tahun 2020 M. Farhan Maulan Farha; Yesica Devis; Alhidayati Alhidayati
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.07 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.10

Abstract

STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau tahun 2019 Kabupaten Lingga termasuk tertinggi dengan 93% desa melaksankan STBM, atau sebanyak 76 desa dari total 82 desa yang telah melaksanakan STBM. Mengevaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Stop BABS di Kecamatan Singkep Pesisir Kabupaten Lingga Tahun 2019. Informan pada penelitian ini terdiri dari informan Utama yaitu Plt.Kepala Puskesmas Lanjut, Penanggung Jawab UKM, Petugas Kesehatan Lingkungan. Dan informan pendukung yaitu Kepala Desa Sedamai dan Plt.Kepala Desa Berindat. Metode penelitian ini adalah penelitian Kualitatif deskriptif dengan waawncara dan observasi. Hasil penelitian ini adalah SDM yang cukup dalam menjalankan program STBM Stop BABS. Anggaran yang sudah mencukupi dalam pelaksanaan program. Sarana Prasarana yang kurang memenuhi kebutuhan petugas kesehatan. Kebijakan yang tidak sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan. Program STBM telah dilakukan sosisalisasi untuk memicu masyarakat agar tidak BAB Sembarangan yang bertujuan untuk mencapai keadaan Open Defecation Free (ODF) dan Pemantaun dilakukan oleh pihak puskesmas 3 bulan sekali. Adapun tidak tercapainya target dikarenakan tidak adanya peraturan desa yang tetapkan untuk program STBM Stop BABS dan kurangnya pengalaman petugas kesehatan. Hendaknya desa membuat peraturan terkait program STBM dan pelatihan khusus petugas kesehatan.
Factors Relating to Waste Behavior and Environmental Impact of Waste Bank in SMPN X Pekanbaru: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Membuang Sampah dan Dampak Lingkungan Keberadaan Bank Sampah di SMPN X Pekanbaru Silva Setiasih; Puspito Raharjo; Sherly Vermita
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.623 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.12

Abstract

SMPN X Pekanbaru merupakan salah satu sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Riau tahun 2019. Program Adiwiyata atau disebut dengan program untuk bersikap dan berperilaku budaya lingkungan yang telah dijalankan pihak sekolah, pada kenyataannya belum berjalan optimal. Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku membuang sampah, gambaran dampak lingkungan keberadaan bank sampah, dan karakter peduli lingkungan di SMPN X Pekanbaru Tahun 2020. Penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan wawancara dan observasi kepada 84 responden secara simple random sampling. Lokasi penelitian dilakukan di SMPN X Pekanbaru pada bulan April 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value > ? (0,05) dengan variabel pengetahuan p-value (0,224), sikap p-value (0,213), dan lingkungan keluarga p-value (0,108). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan lingkungan keluarga dengan perilaku membuang sampah di SMPN X Pekanbaru Tahun 2020. Gambaran dampak lingkungan keberadaan bank sampah di SMPN X Pekanbaru mayoritas merasakan dampak positif dan gambaran karakter peduli lingkungannya masih terlihat belum baik. SMPN X Pekanbaru is one of the schools that ever received the Adiwiyata award at the Riau Provincial level in 2019. Adiwiyata program or what is called by a program to have a certain attitude and behavior in an environmental culture that has been applied by school. In fact, it has not been running optimally. In generally, the purposes of this research are to determine the factors related to the behavior of throwing the rubbish, an overview of the environmental impact of the existence of a waste bank, and the character of environmental care at SMPN X Pekanbaru in 2020. This research is an analytic survey witch a cross sectional approach. The researcher did interviews and observations to 84 respondents by using simple random sampling. The location of this research was conducted at SMPN X Pekanbaru in April 2020. The results finding showed that p-value > a (0,05) with the knowledge variable p-value (0,0224), attitude p-value (0,108). From the results, it can be concluded that there is no relationship between knowledge, attitudes, and the family environment with the behavior of throwing the rubbish at SMPN X Pekanbaru, the description of the existence of waste bank in SMPN X Pekanbaru majority feel a positive impact and the description of character of environmental care still looks not good.
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP STANDAR BAKU MUTU TINGKAT KEBISINGAN DI RUMAH SAKIT MESRA KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2020: ANALYSIS OF NOISE LEVEL OF QUALITY RAW STANDARD STANDARDS IN THE MESRA HOSPITAL IN KAMPAR DISTRICT, 2020 M Erizal; Makomulamin Makomulamin
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.303 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.14

Abstract

High noise levels in hospitals can contribute to stress and fatigue in hospital staff, reducing the speed of healing of patients. Noise level measurement is in accordance with the existing quality standard in Permenkes No. 7 of 2019 in Mesra Hospital, Kampar Regency, there are several rooms that exceed the predetermined standard values. The purpose of this study was to determine the level of noise against quality standards at Mesra Hospital in Kampar Regency. This type of research is descriptive qualitative. Interviews and observations were conducted to 5 informants through in-depth interviews. The location of the study was conducted at the Mesra Hospital of Kampar Regency in May-July 2020. The results of the study and the measurements made showed that in front of the intimate hospital had a high noise level such as the lobby during the day the measurements were made with 69 dBA results, for the results of corridor measurements / which hall from the measurement results during the day produces a value of 67 dBA, and the results of measurements during the day in the medical record room produces a value of 67 dBA. From observations and interviews with informants it was found that in handling noise levels were inadequate such as the absence of standard operating procedures regarding noise handling, as well as the absence of printouts of noise measurements that had been carried out and also the lack of noise control at the front of the mesra hospital. Still the loud voice of a traffic vehicle inside the lobby was caused by the lack of tree planting in the front of the mesra hospital.
PROGRAM PERBAIKAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA PEKANBARU TAHUN 2020: PROGRAM FOR IMPROVING LESS NUTRITION FOR CHILDREN IN THE WORKING AREA OF PUSKESMAS SIDOMULYO PEKANBARU Rhomadhon Maghfiroh; Reno Renaldi; Yeyen Gumayesty
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.3 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.15

Abstract

Gizi kurang menjadi salah satu masalah gizi utama di Indonesia sehingga Pemerintah menekankan program perbaikan gizi dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat. Puskesmas Sidomulyo merupakan wilayah dengan angka kejadian gizi kurang pada balita tertinggi di kota pekanbaru dengan jumlah 69 penderita. Penelitian ini bersifat kualitatif analitik yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai program perbaikan gizi kurang dengan metode wawancara mendalam dan observasi pada program perbaikan gizi kurang di Puskesmas Sidomulyo. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pelaksanaan program perbaikan gizi kurang sudah berjalan, tetapi belum secara maksimal. Hal ini dipengaruhi kurangnya SDM dalam program perbaikan gizi kurang, menurunnya pemberian PMT, dan pelaksanaan pematauan gizi yang tidak merata. Kesimpulan dari penelitain ini diperoleh masih kurangnya SDM dalam program perbaikan gizi kurang yang mana menyebabkan pemamtauan status gizi dan pemberian PMT tidak merata. Saran dari peneliti ialah bahwa perlunya penambahan SDM dalam program perbaikan gizi kurang, meningkatkan pemberian PMT, dan pemantauan status gizi pada balita. Malnutrition is one of the main nutritional problems in Indonesia so that the Government emphasizes nutrition improvement programs with the aim of increasing the health status and nutritional status of the community. Puskesmas Sidomulyo is an area with the highest incidence of malnutrition in children under five in Pekanbaru city with a total of 69 patients. This research is qualitative analytic which aims to get an overview of the malnutrition improvement program using in-depth interviews and observations on malnutrition improvement programs at Puskesmas Sidomulyo. The result of this research is that the implementation of the malnutrition improvement program has been running, but not maximall. This is influenced by the SDM in the program to improve malnutrition, decreased provision of PMT, and implementation of uneven nutrition monitoring. The conclusion of this research is that there is still a SDM in the undernutrition improvement program which causes the monitoring of nutritional status and the provision of PMT to be uneven. Suggestions from researchers are the need for additional SDM in the program to improve malnutrition, increase PMT provision, and monitoring the nutritional status of children under five.
A Analisis Manajemen Pengelolaan Linen Di Instalasi Laundry Rumah Sakit Permata Hati Duri Kec Mandau Kab Bengkalis Tahun 2020: Manajemen Pengelolaan Linen Reni Ardrianti; Leon Candra; Arief Wahyudi
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.786 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.18

Abstract

Rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan perlu ditunjang oleh pelayanan non medik, salah satunya instalasi laundry. Survei awal di RS Permata Hati Duri menggambarkan bangunan instalasi laundry Rumah Sakit tidak memenuhi standar serta jumlah linen yang belum mencukupi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis manajemen pengelolaan linen di laundry RS Permata Hati Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu secara khusus membuat gambaran berdasakan hasil wawancara dan observasi. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Permata Hati selama satu bulan, mulai tanggal 31 April sampai dengan 30 Mei tahun 2020. Informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling (non probability) yaitu kepala ruangan instalasi laundry, kepala bagian K3 RS dan umum, kepala bagian keperawatan, staf laundry, staf keperawatan. Analisis data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian yaitu SDM di instalasi laundry RS Permata Hati terdiri dari 4 orang staf pelaksana dan 1 orang kepala ruangan. Staf belum mendapatkan pelatihan. Sarana peralatan di instalasi laundry RS Permata Hati telah tersedia, namun prasarana seperti ruangan belum sesuai dengan standar serta belum ada sekat pemisah antara tiap kegiatan pengelolaan linen. SPO di instalasi laundry RS Permata Hati telah tersedia, disosialisasikan dan ada di ruangan serta terdapat reward dan punishment bagi petugas yang tidak menjalankan SPO. Namun evaluasi yang dijalankan belum maksimal.Diperlukan penambahan tenaga staf pelaksana di instalasi laundry RS Permata Hati serta pelatihan kepada para staf agar tidak terjadi kendala dalam pengelolaan dan pendistribusian linen.

Page 1 of 13 | Total Record : 125