Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Transformational Leadership and Organizational Citizenship Behavior: Exploring the mediation of Organizational Learning Culture and Organizational Justice Nanang A.S; Margono Setiawan; Djumilah Hadiwidjojo; Idris Idris
JPBM (Jurnal Pendidikan Bisnis dan Manajemen) Vol 7, No 2: SEPTEMBER 2021
Publisher : JPBM (Jurnal Pendidikan Bisnis dan Manajemen)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organizational citizenship behavior (OCB) manifested from employees’ positive-social behaviors that have been getting popular and beneficial to individuals and organizations, especially in the context of nurses in hospitals who are likely to works beyond the call of duties. The current study attempts to measure the mediation effects of organizational learning culture (OLC) and organizational justice (OJ) in the influence of transformational leadership (TFL) toward OCB among nurses. The current study uses questionnaires distributed to nurses in the public hospital, Tuban, Indonesia. A total of 205 out of 208 responses were collected. Then, partial least squares (PLS) were employed to examine the proposed hypothesis. The results reveal that OLC and OJ are significant predictors to promote OCB. Surprisingly, TFL does not show a significant implication on OCB. In addition, the findings of the current research prove that both OLC and OJ completely mediate the relationship between TFL and OCB. This study also proposes that managers have to encourage learning and create a fair environment in fostering employees to exhibit OCB frequently.
Transformational Leadership and Organizational Citizenship Behavior: Exploring the mediation of Organizational Learning Culture and Organizational Justice Nanang A.S; Margono Setiawan; Djumilah Hadiwidjojo; Idris Idris
JPBM (Jurnal Pendidikan Bisnis dan Manajemen) Vol 7, No 2: SEPTEMBER 2021
Publisher : JPBM (Jurnal Pendidikan Bisnis dan Manajemen)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organizational citizenship behavior (OCB) manifested from employees’ positive-social behaviors that have been getting popular and beneficial to individuals and organizations, especially in the context of nurses in hospitals who are likely to works beyond the call of duties. The current study attempts to measure the mediation effects of organizational learning culture (OLC) and organizational justice (OJ) in the influence of transformational leadership (TFL) toward OCB among nurses. The current study uses questionnaires distributed to nurses in the public hospital, Tuban, Indonesia. A total of 205 out of 208 responses were collected. Then, partial least squares (PLS) were employed to examine the proposed hypothesis. The results reveal that OLC and OJ are significant predictors to promote OCB. Surprisingly, TFL does not show a significant implication on OCB. In addition, the findings of the current research prove that both OLC and OJ completely mediate the relationship between TFL and OCB. This study also proposes that managers have to encourage learning and create a fair environment in fostering employees to exhibit OCB frequently.
Eksistensi Pasar Buku Wilis Kota Malang di Era Disrupsi Muhammad Rizqon Fauroni; Sukamto Sukamto; Idris Idris
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 2, No 2 (2020): JULI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v2i2.3193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan pasar tradisional di era disrupsi dan bagaimana hal itu mempengaruhi pasar dan kehidupan sosial ekonomi para penjual. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dan divalidasi dengan triangulasi. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar wilis menjadi salah satu pasar buku tradisional yang masih bertahan di era disrupsi. Selain itu, ada perubahan dalam pola transaksi yang awalnya diproses secara offline, sekarang beralih ke online. Lebih lanjut, perilaku konsumen juga telah mengalami pola yang berbeda, membaca buku konvensional beralih ke buku online. Akhirnya, ada dampak sosial ekonomi karena fenomena gangguan dalam bentuk struktur dan status sosial, dan pendapatan mereka.
Evaluasi Daya Layan Fasilitas Pendidikan di Kota Blitar Ersza Triyoga Asmaradhana; Agus Purnomo; Idris Idris
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3197

Abstract

Salah satu masalah pendidikan adalah kesenjangan fasilitas Pendidikan dengan jumlah penduduk yang harus dilayani. Permasalahan ini muncul karena aspek keterjangkauan fasilitas. Evaluasi daya layan fasilitas pendidikan Kota Blitar penting dilakukan karena data yang ada masih belum menggambarkan secara detail terkait jumlah ketersediaan fasilitas pendidikan di tiap Kecamatan dan belum menggambarkan daya layan fasilitas pendidikan yang ada. Tujuan artikel ini adalah mengevaluasi daya layan fasilitas pendidikan pada SD, SMP, dan SMA di Kota Blitar, serta Proyeksi kebutuhan pada tahun 2030. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode sensus cross sectional. Data yang digunakan sebagai dasar analisis berasal dari data sekunder tentang jumlah dan lokasi fasilitas pendidikan. Data dianalisis menggunakan analisis daya layan dan proyeksi kebutuhan fasilitas berdasarkan laju pertumbuhan penduduk. Hasil temuan menunjukkan bahwa daya layan fasilitas pendidikan yang efektif hanya SMP sederajat dan SMA sederajat di Kota Blitar hanya di Kecamatan Kepanjenkidul. Dari proyeksi kebutuhan, fasilitas SD sederajat hingga SMA sederajat pada tahun 2030 di Kota Blitar masih diperlukan penambahan fasilitas, kecuali fasilitas pendidikan SMA sederajat di Kecamatan Kepanjenkidul yang tidak membutuhkan tambahan fasilitas.
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, ORGANIZATIONAL CULTURE, QUALITY ASSURANCE, AND ORGANIZATIONAL PERFORMANCE: CASE STUDY IN ISLAMIC HIGHER EDUCATION INSTITUTIONS (IHEIS) Muh. Hambali; Idris Idris
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol 18, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jam.2020.018.03.18

Abstract

This study aims to examine the relationship between transformational leadership, organizational culture, quality assurance, and organizational performance. It also examined the mediating effect of quality assurance in the relationship between transformational leadership and organizational performance, and between organizational culture and organizational performance. The instruments in the form of Google forms were distributed to employees who work in quality assurance units in several public and private Islamic higher education institutions for 6 months, June-December 2019. 128 Data were processed and analyzed out of 135 data collected. The five-point Likert scale was used to assess the variables and to measure the items. Furthermore, Partial Least Square (PLS) was used to test the proposed hypotheses. This study found that the relationship between transformational leadership and organizational performance both directly and indirectly through quality assurance was not significant. Transformational leadership also did not affect quality assurance. On the other hand, organizational culture was proven to be able to influence high organizational performance and quality assurance. Besides, quality assurance could not mediate the relationship between transformational leadership and organizational performance, but it can positively and significantly mediate in the relationship between organizational culture and organizational performance. The results provided by this study provide the understanding and linking among transformational leadership, organizational culture, quality assurance, and organizational performance among Islamic higher education institutions (IHEIs). While the extent of leadership research has conducted in manufactures organizations, this study shifted the focus of attention to the religious-based institutions (IHEIs).
Pengaruh dukungan orangtua terhadap motivasi belajar anak selama pembelajaran jarak jauh Reyvita Wike Wijaya; Agus Purnomo; Idris Idris
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 18, No 2 (2021): Socia: Jurnal Ilmi-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v18i2.40503

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh dukungan orang tua dalam bentuk dukungan informasi, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan emosional terhadap motivasi belajar anak selama pembelajaran jarak jauh. Desain penelitian ini adalah kuantitatif survei dengna populasi penelitian yang dipilih adalah siswa SMP di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpul data. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda untuk mengetahui adakah pengaruh pada dukungan informasi (X1), dukungan penghargaan (X2), dukungan instrumental (X3), dan dukungan emosional (X4) terhadap variabel motivasi belajar anak (Y) selama pembelajaran jarak jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua mencakup dukungan informasi, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan  dukungan emosional. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa dari empat variabel dukungan orang tua di antaranya dukungan informasi, dukungan instrumental, dan dukungan informasi berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi anak selama pembelajaran jarak jauh. Sementara itu dukungan penghargaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar anak selama pembelajaran jarak jauh. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengetahui karakteristik siswa yang akan dijadikan sebagai responden penelitian guna memperdalam pembahasan dari masing-masing variabel dan data yang diperoleh semakin dapat menghasilkan analisis data yang mendalam.
Kapabilitas Masyarakat dalam Mengelola Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang Mufida Rahmawati; Agus Purnomo; Idris Idris
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.30254

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu alternatif dalam memeratakan pembangunan wilayah. Kampoeng Heritage Kajoetangan baru dikembangkan sejak tahun 2018 telah menjadi salah satu prioritas pengembangan wisata budaya di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kapabilitas masyarakat dalam mengelolanya. Hasil penelitian ini mengisi kekosongan dalam kajian kapabilitas masyarakat dalam mengelola daerah tujuan wisata. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik wawancara pada pengurus Kelompok Sadar Wisata dan warga setempat. Hasil pengumpulan data dianalisis menggunakan model interaktif dengan mengacu pada teori Inskeep tentang kapabilitas masyarakat. Hasil dari penelitian tentang kapabilitas digambarkan dalam bentuk kemampuan pengelolaan dan penyediaan fasilitas pariwisata. Namun temuan lapangan menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas mereka masih relatif rendah karena belum seluruh masyarakat mau terlibat secara aktif. Oleh karena itu riset berikutnya disarankan untuk mengkaji terkait dampak sosial-ekonomi masyarakat dalam kegiatan pariwisata.
JIMPITAN; TRADISI MASYARAKAT KOTA DI ERA MODERN Kiki Agustina Wulan Sari; I Dewa Putu Eskasasnanda; Idris Idris
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p53-61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penghimpunan dana sosial melalui kegiatan jimpitan di Perumahan Griya Tanggung Asri Kota Blitar. Penelitian ini berfokus pada sejarah terbentuknya kegiatan jimpitan, bentuk pengelolaan kegiatan jimpitan dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan jimpitan. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Teknik pemilihan informan menggunkan teknik purposive. Purposive merupakan teknik pengambilan sumber data melalui pertimbangan yang sekiranya informan mengetahui tentang  informasi yang dicari, untuk memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan sebagai teknik analisis data dari penelitian ini. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) sejarah terbentuknya kegiatan jimpitan, disebabkan keresahan masyarakat  adanya tindakan kriminal pada tahun 2014 di perumahan berupa pencurian barang berharga. Setelah itu semua masyarakat, ketua RT dan ketua RW mengadakan musyawarah untuk menyelesaikan permaslahan dan hasil dari musyawarah membentuk kegiatan ronda malam untuk mengamankan lingkungan. Untuk memberi semangat petugas ronda malam, masyarakat bersepakat mengadakan kegiatan jimpitan, 2) bentuk pengelolaan jimpitan dilakukan masing-masing RT. Bentuk pengelolaan dibagi menjadi dua yaitu, pengelolaan ronda malam serta kegiatan jimpitan  dan pelaporan hasil jimpitan yang dibagi atas tiga tahapan yaitu mingguan, bulanan dan akhir tahun, 3) manfaat yang diperoleh dari kegiatan jimpitan yaitu sebagai pendanaan kegiatan masyarakat dan lingkungan menjadi aman dan nyaman sehingga tercipta kehidupan yang harmonis. 
Internalisasi Nilai-Nilai Kewirausahaan Etnis Madura Khofifatu Rohmah Adi; Idris Idris; Fatiya Rosyida
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 5, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madurese is an ethnic group that we encounter in many cities. This ethnicity is usually attached to the image of the merchant. Besides this image, Madura also attaches to the image of newcomers. How this ethnic group became very attached to the merchant's identity indeed cannot be separated from the role of parents. The family environment is very instrumental in directing or learning children. The purpose of this research is to find out how to internalize these ethnic entrepreneurial values—this research designed using a qualitative approach. Data collection techniques are done through observation and in-depth interviews. Interview techniques are used to reveal how to internalize the value of entrepreneurship towards families, especially children. The research findings show that in some ethnic Madurese, there is no internalization process of entrepreneurial values in their families, but in other parts, this process occurs. Furthermore, the findings in the field show that the experience of parents influences the internalization process. The process of internalizing entrepreneurial values did by modeling or giving examples by parents, involvement, and habituation of parents' activities to children. Involvement did and verbally begins by inviting children to help with the work of parents. Most entrepreneurs tend to learn from the experience of joining parents or family. The values adopted by children in this ethnicity are self-confidence, high work ethic.DOI: 10.17977/um022v5i12020p001
Sign System as Visual Communication for SMEs in Malang Idris Idris; Agus Purnomo; Khofifatu Rohmah Adi
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.323 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v6i1.41476

Abstract

Usaha tenun merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat desa Tasik Madu, Malang. Namun, hanya sedikit pengunjung yang mengetahui dan dapat mengunjungi UKM Tenun Tasikmadu. Hal ini dikarenakan masalah kurangnya akses petunjuk arah menuju lokasi weaving center masih menjadi kendala bagi pengunjung. Tulisan ini bertujuan untuk mengembangkan sistem tanda sebagai komunikasi visual di kawasan Tasik Madu. Pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, Pra Kegiatan, Pelaksanaan Kegiatan dan Pasca Kegiatan. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa, dosen serta perwakilan dari pejabat lingkungan setempat. Selain itu juga ada acara penutupan dan penyusunan laporan pengabdian masyarakat. Pengembangan sign system ini diharapkan dapat menjadi komunikasi visual sehingga memudahkan pengunjung untuk mengetahui lokasi masing-masing pengrajin tenun di Tasik Madu.