Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN SEMARANG Sumarni Sumarni; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Yovitha Yuliejantiningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 3 (2020): Desember
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i3.8117

Abstract

The problems in this study are: 1) whether there is an influence of the role of the school principal on teacher work motivation; 2) whether there is an influence of the school climate on teacher work motivation; 3) whether there is an influence on the role of the principal and the school climate on the motivation of the teacher's work.The purpose of this study is to analyze and find out: 1) the influence of the role of the principal on teacher motivation to work; 2) the influence of the school climate on teacher work motivation; 3) the influence of the role of the principal and the school climate on teacher motivation.This type of research is survey research with a quantitative approach. The population in this study were all public elementary school teachers in Kaliwungu District with a total of    teachers. The sampling technique used proportionate stratified random sampling, with a sample of  teachers. Data collection techniques use interviews and questionnaires. While the data analysis technique uses simple regression analysis and multiple regression analysis.The results of the study concluded that: 1) The role of the principal has a significant effect on the motivation of the work of public elementary school teachers in Kaliwungu District. The influence of the principal's role on teacher work motivation is 17.5% and 82.5% is influenced by other variables outside of the role of the principal; 2) The school climate has a significant effect on the motivation of the work of public elementary school teachers in Kaliwungu District. The influence of the school climate on teacher work motivation is 14.3% and 85.7% is influenced by other variables outside of the school climate; 3) The role of the head as if and the school climate together have a significant effect on the competency of professional SD teachers in Kaliwungu District. The influence of the role of the principal and the school climate together is 21.9%. The role of the principal has a greater influence than the school climate, although the difference is not too far away.Keywords: School Principal's Role, School Climate, Motivation of Teacher's work
Peningkatan Bodily Kinesthetic dan Intra Personal Skill melalui Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran IPA Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Arri Handayani; Mahmudah Mahmudah
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 3, No 1 (2017): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v3i1.2208

Abstract

Understanding the potential of self is very necessary to be given in an effort to prepare a tough generation of 21 century who have adequate skills. The fundamental problem is the low ability of self-recognition of kinesthetic response and communication between person and person in his group. Marginal children as well as groups of children The changes and demands of school curricula are directed to the development of the 21st-century generation. The study of kinesthetic and interpersonal skill indicators as part of the development of basic skills is developed in both formal and non-formal education. This study aims to analyze the increase of bodily-kinesthetic and interpersonal skill in science learning in MTs through the application of the scientific approach. The design of this research is quasi-experiment (Quasi-Experimental Design) which form Posttest-Only Control Design. The population in this research is all students of class VIII MTs Negeri Mranggen. The sample consists of two classes taken with simple random sampling technique. There is a significant difference between bodily-kinesthetic and interpersonal skills that use learners' worksheets with the teaching materials used in the school. The difference is indicated by the average bodily-kinesthetic and interpersonal skill values between experiment classes that have a higher value than the control class. Data were analyzed by using the right side t-test. Based on the results of data analysis can be concluded that the application of the scientific approach has an effect on the increase of bodily-kinesthetic and interpersonal skill of MTs students.
MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM AR RAHMAH KECAMATAN SURUH Endang Tri Ekowati; Sunandar Sunandar; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 8, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v8i1.5368

Abstract

Dalam penyelenggaraan pendidikan, pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam manajemen administrasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perencanaan anggaran untuk meningkatkan mutu pendidikan; (2) pengorganisasian SDM untuk manajemen pembiayaan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan; (3) pelaksanaan manajemen pembiayaan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan; (4) sistem pengawasan pembiayaan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD Islam Ar Rahmah Suruh.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif analitis. Metode pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang mencakup empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabasahan data menggunakan Kredibilitas, Transferbility, Dependebilitas, dan Konfirmabilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan anggaran pendidikan SD Islam Ar RAhmah disusun dan dituangkan dalam bentuk RAPBPT yang diadakan pada tiap akhir tahun dengan menetapkan semua program beserta anggaran masing-masing program. Melibatkan stakholders sekolah, melalui rapat serta keputusan rapat yang sudah di sepakati diputuskan lagi oleh ketua yayasan; 2) Mekanisme pengorganisasian pembiayaan pendidikan dimulai dari sumber dana itu sendiri. Kedua pengorganisasian sumber daya manusia yang mengelola dana tersebut. Di lihat dari struktur organisasi yang bertanggung jawab mengelola keuangan di SD Islam Ar Rahmah adalah kepala sekolah; 3) Pelaksanaan Anggaran di SD Islam Ar Rahmah Suruh digunakan untuk pembiayaan program sekolah serta belanja barang dan jasa dan pengembangan; 4) Pengawasan pembiayaan pendidikan di SD Islam Ar Rahmah dilakukan oleh yayasan Ar Rahmah Suruh dan dinas kependidikan. Kemudian, pertanggungjawaban pembiayaan sekolah diserahkan kepada Komite Sekolah, Yayasan Ar Rahmah, dan dinas pendidikan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REGROUPING DI SD NEGERI CUKILAN 01 KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG Muntianah Muntianah; Sunandar Sunandar; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i2.8113

Abstract

Permasalahan  dalam penelitian ini adalah: (1) mengapa dilaksanakan regrouping di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang?, (2) bagaimana mekanisme  pelaksanaan regrouping di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh?, (3) apa efektifitas pengelolaan pendidikan di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh?, (4) apa efisiensi pengelolaan pendidikan di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh?, (5) bagaimana dampak  kebijakan regrouping  di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh?.Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui latar belakang  dilaksanakan regrouping di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, (2) untuk mengetahui mekanisme  pelaksanaan regrouping di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh, (3)  Untuk mengetahui  efektifitas pengelolaan pendidikan di SD Negeri  Cukilan 01 Kecamatan Suruh, (4)  Untuk mengetahui  efisiensi pengelolaan pendidikan di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh, (5) untuk mengetahui  dampak  kebijakan regrouping  di SD Negeri Cukilan 01 Kecamatan Suruh.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  yang bersifat informatif dengan menggunakan metoda diskriptif. Tehnik analisa data yang digunakan adalah trianggulasi  data dan member cheching.Dari hasil penelitian  dapat diketahui bahwa latar belakang dilaksanakannya regrouping di SD Negeri Cukilan 01 dan SD Negeri Cukilan 02  adalah: (1) kedua sekolah tersebut berada dalam satu wilayah, (2) kondisi beberapa ruang kelas yang rusak baik di SD Cukilan 01 maupun di SD Negeri Cukilan 02, (3) jumlah siswa yang cenderung menurun terutama di SD Negeri Cukilan 02, (4) kurangnya tenaga pendidik di SD Negeri  Cukilan 02.Mekanisme pelaksanaan regrouping di SD Negeri  Cukilan 01 mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional no 060/ U/2012 tentang pedoman pendirian sekolah pada pasal 26. Adapun tahapan tahapan yang dilaksanakan berkaitan dengan pelaksanaan regrouping di SD Negeri Cukilan 01 meliputi pendataan , sosialisasi, penetapan, dan penyatuan sekolah.Efektifitas pengelolaan pendidikan di SD Negeri Cukilan 01 setelah dilaksanakan regrouping meliputi: (1) pemeliharaan dan perawatan gedung, (2) pelayanan bagi siswa, (3) pengelolaan sarana dan prasarana, (4) partisipasi masyarakat, (5) penyatuan budaya sekolah.Efektifitas pengelolaan pendidikan di SD Negeri Cukilan 01 setelah dilaksanakan regrouping meliputi: (1) pemanfaatan gedung yang ditinggalkan, (2) kepemimpinan kepala sekolah, (3) pengelolaan tenaga kependidikan, (4) pengelolaan keuangan, (5) kedudukan komite.Dampak regrouping bagi peningkatan kualitas pendidkan di SD Negeri Cukilan 01 meliputi: (1) dampak bagi siswa tampak adanya hubungna sosial yang lebih akrab, meningkatnya prestasi siswa  baik akademis maupun non akademis, (2) dampak bagi guru tampak pada hubungan kekeluargaan antar guru yang lebih akrab, iklim kerja   lebih menyenangkan dan guru lebih berinovasi, (3) dampak bagi masyararakat tampak adanya penyelenggaraan PAUD, pendirian Musholla Nurul Huda dan partisipasi dalam kegiatan ektrakurikuler.Kesimpulan dari  hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang  dan mekanisme pelaksanaan  regrouping  di SD Negeri Cukilan 01 telah sesuai dengan peraturan yang ada.  Efektifitas, efisiensi serta dampak  adanya regropuping di  SD Negeri Cukilan 01 telah sesuai  dengan harapan.Kata kunci : kebijakan, penggabungan (regrouping) 
Coaching Model of Science Teacher Professionalism Through MGMP Teaching Clinic Management Ngurah Ayu Nyoman Murniati
International Conference on Education and Language (ICEL) Vol 1 (2014): 2nd ICEL 2014
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.844 KB)

Abstract

Efforts to improve the quality of education through teacher development needs serious attention. One of the flagship projects implemented through professional organizations MGMP empowerment. MGMP can be developed as a forum for the professional development of teachers. Facts on the ground indicate that the performance of MGMP still low. It is a challenge science teachers professional development. Formulation of the research problem is how the model of coaching junior high science teacher professionalism in management MGMP Teaching Clinic? The purpose of research described Teaching Clinic MGMP management model as a model of professionalism coaching junior high school science teacher. Benefits of the research as materials development science education human resource management (MSDMP). The model developed can be used as study design, organization, coaching, evaluating performance and professionalism of science teachers. The study design is a Research and Development (R & D) to develop management models MGMP Science Teaching Clinic SMP Semarang. The products produced in this study is the management model and the Guidelines for Teaching Clinic MGMP. Validation results showed the model can be used as a junior high science teacher professional development. The effectiveness of the model shown in performance enhancement science teacher before and after participating in the Cluster Clinical Didactic methodical. This means that the performance of science teachers through the Teaching Clinic is better than before. Conclusions showed that MGMP empowerment through Teaching Clinic to improve service quality in building and developing the junior high science teacher professionalism. Teaching Clinic MGMP serves as a follow-up professionally assistance given to teachers who have problems. Recommended science teacher, MGMP, Teaching Management Clinic at the Department of Education and related agencies as a model of training and professional development of teachers through MGMP.
PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 2 BONANG DEMAK TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014 Rifa’ah Rifa’ah; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Susilawati Susilawati
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 6, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v6i1.2586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Bonang Demak tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan Pembelajaran Aktif Kreatif Efetif dan Menyenangkan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII E siswa SMP Negeri 2 Bonang Demak yang berjumlah 28 siswa. Instrumen penelitian berupa: instrumen keaktifan siswa, instrumen hasil belajar siswa, dan instrumen ketercapaian model PAKEM. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif berupa jumlah skor hasil belajar siswa dan analisis deskriptif hasil PTK siklus I, II dan III. Hasil penelitian ini dapat diperoleh nilai rata-rata aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan ketercapaian penerapan  model PAKEM  masing-masing  51.25 %, 66 % dan  67.04 % pada siklus I, untuk siklus II yakni 66.25 %, 72 %, dan 73.37 %, sedangkan  siklus III  87.5 %, 88 %, dan 88.14 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pada siklus III sudah tercapai ketuntasan aktivitas siswa, hasil belajar siswa dan ketercapaian penerapan model  PAKEM, maka  perbaikan pembelajaran berhenti pada siklus III saja dan tidak perlu dilakukan perbaikan pembelajaran siklus berikutnya.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN AUDIO VISUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS X SMA N 6 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Hartuti Hartuti; Ernawati Saptaningrum; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 6, No 2 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v6i2.2364

Abstract

Lack of understanding of the concept of students due to the learning activities that are less attractive so that students are less active in responding to material that has been presented by the teacher. Students are less able to solve the existing problems in the questions so that students feel bored and tired that resulted in the concept of understanding is low. It takes a model of learning and appropriate learning media that can enhance students' understanding of concepts so that students interested in learning and play an active role in learning.This study aims to determine the effect of problem based learning model of audio-visual assisted towards understanding the concept student of class X SMA N 6 Semarang school year 2014/2015. The study design used is pretest-posttest control group design. The population was all students of class X MIA SMA N 6 Semarang. Sampling using cluster random sampling. The study sample was taken two pieces of class, a class X MIA 4 as class experiments using problem-based learning models assistance audio-visual and class X MIA 6 as the control class using a model of problem based learning without audio-visual assisted.Analysis of the early stages of using the value of midterms showed that both classes normally distributed and homogeneous. Based on the results of the  test analysis right on the experimental class and control class that is  = 2.15>  = 1.67 so that  is rejected. While the gain obtained from test analysis < > experimental class by 0.613 and < > 0.596 the control class is the second class to increase understanding of the concept of the category of being. From the above results it can be concluded that the model of problem-based learning-assisted audio visual effect on student’s understanding the concept of class X SMAN 6 Semarang school year 2014/2015.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KEPALA PAUD DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP MUTU PAUD DI KECAMATAN GEMUH KABUPATEN KENDAL Herni Mulatsih; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Ngasbun Egar
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 7, No 3 (2018): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v7i3.3143

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini: (1) apakah ada pengaruh gaya kepemimpinan demokratis terhadap mutu PAUD?, (2) apakah ada pengaruh profesionalisme guru terhadap mutu PAUD?, dan (3) apakah ada pengaruh gaya kepemimpinan demokratis dan profesionalisme guru terhadap mutu PAUD?. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh gaya kepemimpinan demokratis terhadap mutu PAUD (2) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh profesionalisme guru terhadap mutu PAUD dan (3) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh gaya kepemimpinan demokratis dan profesionalisme guru terhadap mutu PAUD di Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal..Populasi dalam penelitian ini adalah guru PAUD se-Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal yang berjumlah 117 Sampel sebanyak 54 orang dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner/ angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan dan uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi ganda dan uji determinasi (R2).Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh gaya kepemimpinan demokratis terhadap Mutu PAUD  di Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal. Hal ini terbukti dari hasil pengujian uji t parsial diperoleh t hitung sebesar 2,649 dan  t tabel sebesar 2,008, thitung > ttabel (2,649 > 2,008) dan nilai R square sebesar 0,119 atau 11,9%, 2) Terdapat pengaruh profesionalisme guru terhadap Mutu PAUD di Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal. Hal ini terbukti dari hasil pengujian uji t parsial diperoleh t hitung sebesar 2,234 dan t tabel sebesar 2,008,  thitung > ttabel (2,234 > 2,008) dan nilai R square sebesar 0,028 atau 2,8%, dan 3) Terdapat pengaruh gaya kepemimpinan demokratis dan profesionalisme guru terhadap Mutu PAUD di Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal. Hal ini terbukti dari persamaan regresi Ŷ = 74,561 + 0,332X1 + 0,257X2, dan nilai R square sebesar 0,249  atau 24,9%.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN PATEBON KABUPATEN KENDAL Komariyah Komariyah; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Ngasbun Egar
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 9, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v9i2.8109

Abstract

Permasalahan dalam penelitian  ini adalah 1) Apakah ada pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap produktivitas kerja guru. 2) Apakah ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap produktivitas kerja guru. 3). Apakah ada pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi terhadap produktivitas kerja guru.Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1). Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap produktivitas kerja guru. 2). Untuk mengetahui pengaruh motivasi berprestasi terhadap produktivitas kerja guru. 3). Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi terhadap produktivitas kerja guru.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru dan kepala Taman kanak - kanak se-Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal yang berjumlah 107 yang tersebar di 31 Taman kanak-kanak di wilayah Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik probability sampling dengan jenis proporsional random sampling dari sampel sebanyak 52. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variable bebas yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah dan mottivasi berprestasi sedangkan variable terikatnya produktivitas kerja guru. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik analisis datanya menggunakan analisis regresi sederhana dan regresi berganda. Sebelum menguji dengan analisis regresi, terlebih dulu digunakan uji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas, homogenotas dan multikolinieritas dengan  α = 0,05 %).Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) ada pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap produktivitas kerja guru sebesar 52.20%. (2). Ada pengaruh positif dan signifikan motivasi berprestasi terhadap produktiviats kerja guru sebesar 54.40% (3) Ada pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi terhadap produktivitas kerja guru sebesar 62.50%. Saran yang dapat disampaikan adalah Kepala sekolah perlu mengembangkan kegiatan yang dapat mendorong pada peningkatan motivasi kerja adalah kepada sekolah mampu mendelegasikan wewenangnya kepada guru-guru sehingga guru akan berlatih bertanggungjawab dan berlatih mengambil resiko sebuah pekerjaan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PESERTA DIDIK KELAS III SEKOLAH DASAR SUPRIYADI KOTA SEMARANG Sri Wijayanti; Sri Hartono; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.289 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v12i2.3830

Abstract

Kurikulum 2013 bukan merupakan hal yang baru di dalam dunia pendidikan, khususnya jenjang sekolah dasar. Akan tetapi, penerapannya di kelas III baru dimulai sejak tahun pelajaran 2018/2019. Implementasi kurikulum 2013 menuntut guru untuk memilih model pembelajaran yang sesuai dengan langkah pendekatan saintifik agar dapat mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah dan mengaplikasikan materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik kelas III SD Islam Supriyadi kota Semarang melalui model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subyek yang menerima tindakan adalah peserta didik kelas IIIA SD Islam Supriyadi kota Semarang sebanyak 32 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar pada muatan pembelajaran matematika. Pada siklus satu terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar matematika peserta didik. Akan tetapi peningkatan tersebut belum mencapai indikator keberhasilan penelitian. Dengan demikian tindakan dilanjutkan di siklus 2. Pada siklus 2 menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar matematika peserta didik dan sudah memenuhi indikator keberhasilan penelitian. Hal ini dapat dilihat pada persentase ketuntasan belajar klasikal yang semula pada siklus I mencapai 63% (20 peserta didik tuntas) menjadi 82% pada siklus II (27 peserta didik tuntas). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa melalui model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik kelas IIIA SD Islam Supriyadi kota Semarang.