Claim Missing Document
Check
Articles

Simplified five-level voltage source inverter with level-phase-shifted carriers based modulation technique Suroso, Suroso; Nugroho, Daru Tri; Azis, Abdullah Nur; Noguchi, Toshihiko
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 13, No 2: February 2019
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v13.i2.pp461-468

Abstract

A simplified circuit topology of the five-level pulse width modulation (PWM) inverter for DC-AC power conversion with no-isolated DC voltage sources and reduced switching device number is presented in this paper. The inverter circuit is based on the three-level H-bridge inverter configuration. The developed five-level inverter needs only five controlled power switches and four isolated gate drive circuits. Furthermore, the proposed topology does not require bidirectional power semiconductor controlled switches, hence a conventional discrete power MOSFETs or IGBTs can be used to build the inverter circuits. To obtain a better quality output voltage waveform, the level-phase-shifted carriers based sinusoidal pulse width modulation control was applied to produce a five-level PWM voltage waveform. The proposed inverter circuit was examined by using computer simulation with Power PSIM software. The basic principle operation of the inverter circuit was verified experimentally in laboratory using two non-isolated DC voltage sources as the inputs of the inverter’s prototype circuit. Some analysis of inverter’s output waveforms are provided and discussed.
BOOST-UP CHOPPER 24 V/320 V DENGAN KENDALI PROPORSIONAL-INTEGRAL (PI) BERBASIS MIKROKONTROLLER Suroso, Suroso; Nugroho, Daru Tri; Siregar, Dolly Arthur
Transmisi Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.89 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.60-64

Abstract

Makalah ini menyajikan pengujian prototip boost-up chopper 24 V/320V DC dengan kendali Proporsional Integral (PI) berbasis mikrokontroller. Mikrokontroller diaplikasikan untuk menghasilkan sinyal kontrol yang mengatur duty cycle untuk menswitch saklar Isulated Gate Bipolar Transistor (IGBT) pada rangkaian chopper. Metode kontrol PI ini juga bekerja untuk memperoleh tegangan output dari boost-up chopper yang lebih stabil. Berdasarkan hasil pengujian secara simulasi komputer dan uji prototip di laboratorium menunjukkan bahwa kontroller dan prototip chopper mampu bekerja seperti yang direncanakan dan mampu menghasilkan nilai tegangan output yang baik dengan margin of error 2,18% dibandingkan dengan target tegangan output 320 VDC.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IVSD NEGERI 1 WATES SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Devy, Rosindi Arta; Suroso, Suroso; Yustinus, Yustinus
KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Vol 6, No 2.1 (2018): KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN (EDISI KHUSUS)
Publisher : KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.286 KB)

Abstract

AbstractThis study aims to improve the learning outcomes of mathematics material Roman numerals using cooperative learning model type Numbered Heads Together assisted media images in fourth grade students SD Negeri 1 Wates Kedungjati District Grobogan regency year 2017 / 2018.Kasil lesson is referred to in this study is the result cognitive learning. The method used in this study is Classroom Action Research (PTK) which is implemented in two cycles. The subjects of this research are the fourth graders of SD Negeri 1 Wates Kedungjati Subdistrict, Groboganyang District, there are 26 students. Data collection techniques through test and observation. The results showed that there was an increase in the results of mathematics learning on roman numerals. Improved mastery of learning results occur gradually, from pre cycle with the percentage of completeness of 23% with an average value of 52.30, at the cycle of percentage completeness of 58% with an average value of 64.65. In the second cycle there is an increase in mastery to 88% with an average value of 75.76. So, it can be concluded that the cooperative learning model type Numbered Heads Together assisted image media can improve the results of learning mathematics.Keywords: Numbered Heads Together, image media, Mathematics learning outcomes AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi Bilangan Romawi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together berbantuan media gambar pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Wates Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan tahun pelajaran 2017/2018.Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Wates Kecamatan Kedungjati Kabupaten Groboganyang berjumlah 26 siswa.Teknik pengumpulan data melalui tes dan observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam hasil belajar matematika pada materi bilangan romawi. Peningkatan ketuntasan hasil belajar terjadi secara bertahap, dari pra siklus dengan presentase ketuntasan 23% dengan rata-rata nilai 52,30, pada siklusI presentase ketuntasan 58% dengan rata-rata nilai 64,65. Pada siklus II terdapat peningkatan ketuntasan menjadi 88% dengan nilai rata-rata 75,76. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pada model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together berbantuan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar matematika.Kata Kunci: Numbered Heads Together, media gambar, hasil belajar Matematika
ANALISIS TRAFFIC PADA JARINGAN CIRCUIT EMULATION SERVICE DI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA WITEL SUMSEL Apriliza, Anggia Nur; Suroso, Suroso; Hesti, Emilia
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan kemajuan jaman, kebutuhan akan teknologi informasi juga semakin bertambah, begitu juga kebutuhan akan jaringan backbone untuk dapat mendukung kebutuhan service telekomunikasi dalam kehidupan sehari - hari. Dalam implementasi jaringan backbone, hampir disemua tempat ditemukan pembagian trafik pada link yang tidak merata. Contohnya link di Circuit Emulation Service (CES) yang berada di Belitang mengalami kongesti akibat radio yang digunakan tidak sejenis. Akibat dari pembagian trafik yang tidak merata tersebut, pengiriman informasi dari CES Belitang menuju ke CES Palembang menjadi sedikit terhambat. Ini disebabkan karena protokol routing shortest-path yang berada di CES mengirimkan trafik melalui jalur yang terpendek. Untuk mengatasai masalah yang berada di CES, dapat dilakukan Traffic Engineering menggunakan Label Switched Path. Dengan Label Switched Path, maka didapatkan pemerataan trafik yang lebih signifikan. Kata kunci: Traffic Engineering, Label Switched Path, Circuit Emulation Service 
PENGARUH KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN KLH (KETERAMPILAN LINGKUNGAN HIDUP) TERHADAP PARTISIPASI PENGELOLAAN SAMPAH DI SMANEGERI 1 BANDAR KABUPATEN BATANG Safitri, Dini Yuniar; Suroso, Suroso
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)Aktivitas siswa dalam pembelajaran KLH(2)Partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah (3)Pengaruh keaktifan siswa dalam pembelajaran KLH terhadap partisipasi pengelolaan sampah. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random samplingdengan sampel 33 siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesionerdengan metode analisisstatistik deskriptif. Aktivitas siswa dalam pembelajaran KLH tergolong tinggi, karena mayoritas siswa bertanggung jawab dan berkontribusiterhadap proses pembelajaran KLH. Partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah tinggi, karena dalam pembelajaran KLH siswa telah melakukan kegiatan pengelolaan sampah sesuai prosedur. Adanya pengaruh yang signifikan antara aktivitas siswa dalam pembelajaran KLH terhadap partisipasi pengelolaan sampah, karena siswa dapat menerapkan aktivitas pembelajaran KLH dalam bentuk partisipasi pengelolaan sampah.Guru hendaknya memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan pembelajaran di luar sekolah, misalnya kunjungan ke BLH, sehingga siswa dapat mengerti dan menerapkan sikap ramah lingkungan dimana saja. This researchpurpose isto know:(1)Students activity in KLH learning(2)Students participation in garbage management (3)Students impact for being active in KLH learning toward the participation in garbage management. The researcher used proporsional random sampling as the sample collecting technique with the sample which was consisted of 33 students. Technique of collecting the data used in this study is observation and questionnaire with statistic descriptive analysismethod. Students activity in KLH learning was classified into high, because most of the students are responsible and contributetoward KLH learning process. Students participation in garbage management was high, because in KLH learning, the students had done the garbage management activity based on the procedure. There was significant roles between the students activities in KLH learning and the participation in garbage management, because the students could apply KLH learning activities with the participation in garbage management. The teacher should give opportunities to the students to do some learning outside the school, for example visiting BLH. Therefore, students are able to understand and apply environmentally friendly anywhere.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO (TNGGP) JAWA BARAT Suroso, Suroso
Jurnal Bina Akuntansi Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Bina Akuntansi Vol.5 No.1 Januari 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wiyatamandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.015 KB) | DOI: 10.52859/jba.v5i1.35

Abstract

Tourism has already become major economic contributor since 2014. Many people start to get the experience and explore the world. Base on WTO prediction, there are about 1.6 billion tourists over the world, and most of them are in Asia and Pasific. By 2020 these people could generate about 2 trilion USD income in tourism sector. Indonesia has known as one of biggest archipelago island in the world and has a lot of tourist spot over their island. One of interesting spot in West Java is Taman Nasional Gunung Gede Pangrango in Bogor. This place has been well known as agri-tourism spot for long time ago. Unfortunately in order to increase the competitiveness of this tourist spot, they should implement risk management in their daily operational. We found that the management hasn’t implement any risk management in their daily operational. So we would like to conduct some observation and hope can mapping potential risk of this place. Purpose of this research is aim to mapping risk and conducted quadran analysis in order to achieved good risk management of Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. And the this tourist spot can be one of unique tourist spot that can support Indonesia Tourism in 2020.
PENERAPAN PSAK 71 DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK Suroso, Suroso
Jurnal Bina Akuntansi Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Bina Akuntansi Vol.4 No.2 Juli 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wiyatamandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3840.301 KB) | DOI: 10.52859/jba.v4i2.31

Abstract

PSAK 71 is about Financial Instrument has been applied since January 1st 2019. But in fact the implementation of this PSAK is still in consideration. DSAK-IAI much more concern about the accuracy of the implementation of PSAK 71 especially in Financial and Banking Sector. Finally DSAK IAI decided that later in 2020 all firms should implement this regulation. Some firms are allow to implement PSAK 71 early in order to make sure the firms can learn and sincronize their report with this PSAK. This research conducted base on current situation of the Bank where researcher work. This research is qualitative study of the impact of this new PSAK 71 to the Bank where Researcher work. Finding of this research, the implementation of PSAK 71 has positive impact, it could give relevant information for the user of financial report to give valuation about total, period and uncertainty about future cash flow. But there is some negative impact such as it will increase CKPN and decrease KPPM (or Capital Adequacy Ratio). There will be about 55,68% increasing of CKPN and 0,28% decreasing of KPPM. It is very important for Bank to make good preparation from the strategic aspect, technical and operational aspect because the decreasing of CKPN could impact the Bank performance and there will be more risk to be handled for the Bank.
The Policy Planning in Providing Teacher Adequacy for Primary Schools in the Local Government Suroso, Suroso
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v2i1.6025

Abstract

ABSTRACT: Adequacy of primary school teachers is very important to support education for all. The objective of the research is to analyse and develop a plan for a public policy of teacher adequacy for state primary schools. This research used a descriptive-quantitative approach. Data collection was conducted by using observation and interview. There are six main findings in the research. One of the important things is that the model of planning policy for teacher adequacy based on class can be adopted by other local governments by incorporating two factors: total schools (S) and total classes (C), and using the formula of nC + 2S.  The planning policy model for teacher adequacy based on students can also be adopted by other local governments by incorporating the total students (S) and student ratio value to teacher (21:1) by using the formula of S/21.  Therefore, planners should conduct policy planning analysis for teacher adequacy of state primary schools in the local government by using two perspective analyses simultaneously to ensure teacher adequacy and manage effective and efficient distribution of teachers.KEY WORD: Teacher Adequacy; Policy Planning; Local Government; Effective and Efficient Distribution; Primary School. ABSTRAKSI: “Perencanaan Kebijakan dalam Penyediaan Kecukupan Guru Sekolah Dasar di Daerah”. Kecukupan guru sekolah dasar sangat penting untuk mendukung pendidikan bagi semua. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa dan mengembangkan model perencanaan bagi kebijakan kecukupan guru sekolah dasar negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Ada enam temuan utama dalam penelitian ini. Salah satu yang terpenting adalah bahwa model kebijakan perencanaan kecukupan guru berbasis kelas dapat diadopsi oleh pemerintah daerah lain dengan mengakomodasi 2 faktor: jumlah sekolah (S) dan jumlah kelas (C), dengan menggunakan rumus nC + 2S. Model kebijakan perencanaan kecukupan guru berbasis murid dapat juga diadopsi oleh pemerintah daerah lain dengan mengakomodasi faktor jumlah murid (M) dan nilai rasio murid terhadap guru (21:1), dengan menggunakan rumus M/21. Oleh karena itu, perencana sebaiknya melaksanakan analisa kebijakan perencanaan untuk kecukupan guru sekolah dasar negeri di daerah dengan menggunakan dua perspektif analisis tersebut secara simultan untuk menjamin kecukupan guru, dan pengelolaan efektivitas dan efisiensi distribusi guru. KATA KUNCI: Kecukupan Guru; Perencanaan Kebijakan; Pemerintah Daerah; Efektivitas dan Efisiensi Distribusi; Sekolah Dasar.About the Author: Dr. Suroso is a Researcher at the Office of Research and Development, Pati Regency, Jalan Panglima Sudirman No.26 Pati, Central Java, Indonesia. For academic interests, the author is able to be contacted via his e-mails at: suroso_peneliti@yahoo.co.id and surosopati321@gmail.comHow to cite this article? Suroso. (2017). “The Policy Planning in Providing Teacher Adequacy for Primary Schools in the Local Government” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.2(1) March, pp.95-108. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Chronicle of the article: Accepted (September 29, 2016); Revised (January 29, 2017); and Published (March 30, 2017).
KENDALA SISWA DALAM PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BATANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Safarida, Nurul; Suroso, Suroso
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkanpelaksanaan modelpembelajaran kooperatif dalam mata pelajaran geografi memiliki nilai ketuntasan yang bervariasikhususnyapada model Make a Match nilaiketuntasanlebih rendah dibandingkan modelNumber Heads TogetherdanExample Non Example. Diindikasikan terdapat kendala dalam pelaksanaanmodel kooperatifpadamatapelajarangeografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dialami siswa dalam modelpembelajaran kooperatif pada matapelajarangeografi di MadrasahAliyah Negeri Batang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam pelaksanaan model kooperatifpada mata pelajaran Geografi di MadrasahAliyah Negeri Batang mempunyai kategori yang cukup terkendala, ditinjau dari empat aspek karakteristik yaitu dalam kesiapanmateri meliputi pencarian dan pemanfaatan sumber belajar pada siswa belum maksimal,padaaspekpemahamankonsepyaitusiswatidakdapatmerumuskan danmendeskripsikanjawaban, selanjutnya dalam memadukan konsep siswa hanya mampu mengenali, mengelompokan dan menghubungkan fakta berdasarkan satu buku sajakemudianpada saat mengkontraskan dan mengevaluasi konsepbarurata-rata siswa masih kesulitan, pada tahap pengembangankonsep siswa menjelaskan konsep baru dengan bahasa yang kurang bisa dipahami, siswa tidak mampu dalam mengemukakan ide (pasif).Diajukan saran agar siswa sering dilatih membaca berbagai referensi sumber belajarsepertijurnalmaupunreferensilainnyadari internet. The implementation of cooperative learning model in the geography subject has a variety of minimum standard mastery that is Make a Match model has lower minimum standard mastery than Number Heads Together and Example Non-Example model. It was indicated that there are constraints in the implementation of the cooperative learning model in geography subject. This study aims to determine the constraints experienced by the students in cooperative learning model in the geography subject at State Islamic Senior High School Batang. This study is designed in quantitative descriptive approach. In the implementation of cooperative model in geography subjects at State Islamic Senior High School Batang has this quite constrained categories, first, in terms of the four aspects characteristics, namely in the preparation of material including the search and use of learning resources for students has not yet maximized, second, in the aspect of understanding the concept that students are not able to define and describe the answer , then in combining the concepts students were only able to identify , categorize and connect the facts based on one book, then when contrasting and evaluating the new concept of the average student is still struggling, at the stage of concept development of students explains new concepts with less understandable language , students are not capable of expressing ideas (passive). Submitted suggestions that the students are often trained to read various references of learning resources such as journals and other reference from the internet.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATERI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN RME (REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION) UNTUK SISWA KELAS VII MTSN REJOSARI KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Inayati, Maliatul; Suroso, Suroso
JIPM Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika pada materi segitiga dan segiempat dengan pendekatan RME (Realistic Mathematics Education) yang berkualitas baik (memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, keefektifan).Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model pengembangan perangkat pembelajaran 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D. untuk mengetahui kriteria kevalidan, keprakisan, dan keefektifan dilakukan pengumpulan data dengan cara penilaian validasi, penilaian observasi, pengisian angket, dan melakukan tes hasil belajar. Setelah itu dilakukan analisis data menggunakan metode statistik deskriptif.Hasil menunjukan, bahwa perangkat pembelajaran dikatakan valid oleh ketiga validator sehingga kriteria dipenuhi. Selain itu kepraktisan perangkat pembelajaran juga memenuhi kriteria penilaian dengan ditunjukannya nilai kemampuan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran di kelas pada ujicoba terbatas 0,99 dan ujicoba lapangan 0,90. Sedangkan aktifitas siswa dapat ditunjukan dengan nilai pada ujicoba terbatas 3,28 dan ujicoba lapangan 3,30, yang menunjukan kriteria kepraktisan perangkat pembelajaran terpenuhi. Sedangkan untuk kriteria keefektifan perangkat pembelajaran dapat ditunjukan dengan hasil respon positif siswa adalah diatas 80% seluruhnya pada semua komponen penilaian pada ujicoba terbatas maupun ujicoba lapangan. Untuk tes hasil belajar dapat ditunjukan dengan melihat ketuntasan klasikal siswa pada tahap ujicoba terbatas maupun lapangan secara berturut-turut 100% dan 76,7%, sehingga kriteria keefektifan juga terpenuhi.Dari hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran matematika diatas maka dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran mempunyai kualitas baik karena telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan.Kata Kunci : Pengembangan Perangkat, RME, Segitiga dan Segiempat
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi, Nugraha Rangga Abdullah Nur Azis, Abdullah Nur Ade Wasti, Ade Adewasti, Adewasti AGUS MULIADI PUTRA, AGUS MULIADI Agus Purnomo agus wahit rohman, agus wahit Alvin, Fauzi Ananto Aji, Ananto Ananto, Aji Antoro, Landung Malik Apik Budi Santoso Apriliza, Anggia Nur Apriliza, Anggia Nur Arum Uktiani, Arum Asbari, Masduki Benedikta Anna Haulian Siboro, Benedikta Anna Haulian Bregas Widya Pratama, Bregas Widya Bursandy, Azimi Bursandy, Azimi Ciksadan, Ciksadan Darmawan, Steven Mangihut Daru Tri Nugroho Denny Zebyan, Denny Devy, Rosindi Arta Dewi Liesnoor Setyowati Diana Ariswanti Triningtyas, Diana Ariswanti Dini Yuniar Safitri, Dini Yuniar Dolly Arthur Siregar, Dolly Arthur Doni Prayogo, Doni dwi ayu lestari, dwi ayu Edi Pranoto, Edi Eka Susanti Emilia Hesti Endhar Gilang Pradipta, Endhar Erni Suharini Esmijati Esmijati, Esmijati Garnis, Aishah Garnis, Aishah Hari Prasetijo Harto Tanujaya Haryanto Haryanto Heri Tjahjono Herlan Pratikto Ibnu Ziad, Ibnu Igaa Noviekayati, Igaa Irma Melani Islami, Qonitath Bella Jumrotin, Jumrotin Khairul Ismi, Khairul Lestari, Maria Sekar Maharani, Prita Yulia Maliatul Inayati, Maliatul Manullang, Jessica M Maramis, Fandy Marchus Budi Utomo, Marchus Budi Martono Martono Mawardi Mawardi Meiyuntariningsih, Meiyuntariningsih Moch., Arifien Moh.Hadi Mahmudi Muhammad Eka Putra, Muhammad Eka Muhammad Erwin Mulyadi, Wiwid Bangun Nalisa, Ganes Nalisa, Ganes Nasron Nasron Natakusuma, Adhitya Natakusuma, Adhitya Novitasari, Dewiana Nugroho, Danit Aji Nurhadi Nurmawan, Arif Nurul Musqori Nurul Safarida, Nurul Prayugo, Muchammad Inggit Psikologi Psikologi Puji Hardati Puji Wahyumi, Puji Puspasari, Ayu Putra Muhammad Rifqi, Putra Muhammad Putra, Wendy Kristanto Putri, Astriana Rahma Qosim, Marlin Ibnu Rifaldi, Kgs Muhammad Riyanto Riyanto Sahat Saragih Sally Cahyati Samrotul Rizqiyah, Samrotul Sardulo Gembong, Sardulo Sasono, Ipang Satria Ardhi Permana Sholihatun Sholihatun Sopian Soim, Sopian Sri Sayekti Sri Wahyuni Sriyanto Sriyanto Stefanus Santosa Steven Darmawan, Steven SUDARYANTO SUDARYANTO Sugiarti, Laras Sih Sugiarti, Laras Sih Suhendrianto Suhendrianto, Suhendrianto Suhendro, Budi Sujatno Sujatno Sukamti Sukamti, Sukamti Sukoco, Nesa Sulaiman, Sri Wahyuningsih Sulistiyo, Andri Sunarko Sunarko suprapto, Mohammad Nur suprapto, Mohammad Nur Suryanti, Dewi Putri Tatik Meiyuntariningsih Tjaturahono Budi Sanjoto Toshihiko Noguchi Tukidi Tukidi, Tukidi Wahyu Setyaningsih Wahyu Widiyanto, Wahyu Wasitoh Meirani Widawati, Dwi Wildana Latif Mahmudi, Wildana Latif Winasis Winasis Wisnu Kurniawan Yusetyowati Yusetyowati, Yusetyowati Yustinus Yustinus, Yustinus