Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Uji Coba Produksi Biofuel dari RBD Stearin dalam Reaktor Fixed Bed dengan Metode Cracking Budianto, Agus; Sumari, Sumari; Pambudi, Wahyu Setyo; Andriani, Novi; Mardianto, A. Alif
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.173 KB)

Abstract

Stearin merupakan satu produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak sawit. Stearin biasanya dijadikan minyak goreng padat, akan tetapikurang diminati msyarakat. Stearin dapat diproses menjadi biofuel melalui proses perengkahan katalitik dengan katalis Zink HZSM-5/ ? alumina. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh temperatur dan katalis Zink HZSM-5/ ? alumina terhadap selektivitas dan yield produk biofuel yang dihasilkan. Reaksi dilakukan pada temperatur 350, 375, 400, 425, dan 450 oC. Katalis yang digunakan dengan komposisi massa Zink HZSM-5/ ? alumina (1:1) dan (1:2). Reaksi Perengkahan katalitik stearin dilakukan dalam sebuah reaktor fixed bed. Campuran produk dalam bentuk uap dikondensasi menghasilkan produk campuran liquid dan padat. Campuran ini dipisahkan. Produk liquid dianalisa komposisinya menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menujukkan bahwa selektivitas tertinggi adalah biokerosen 75,94 % pada suhu reaksi 425 oC menggunakan katalis 1:1. Yield produk tertinggi sebesar 26,40% pada suhu 450 oC menggunakan katalis Zink HZSM-5/ ? alumina 1:1.
PEMANFAATAN LIMBAH SAPI PERAH UNTUK BIOGAS SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN PADA KELOMPOK PETERNAK Santoso, Aman; Sumari, Sumari; Marfuah, Siti; Muntholib, Muntholib; Retnosari, Rini
Jurnal Graha Pengabdian Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.494 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan slusi untuk pengelolaan limbah ternak. Peternakan sapi merupakan sumber penghasilan bagi masyarakat pedesaan.  Dampak peternakan salah satunya limbahnya mengganggu lingkungan, berbau tidak enak dan sumber penyakit.  Masyarakat umumnya belum bias mengolah limbah menjadi biogas.   Biogas berpotensi menggantikan penggunaan LPG, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar warga. Metode yang digunakan dalam adalah pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan ini adalah telah pemahaman peternak tentang proses pengolahan limbah dan terwujudnya reaktor pengolah limbah dengan model kubah tertanam dalam tanah berkapasitas 6 kubik.  Reaktor ini memberikan manfaat berupa energi gas yang dialirkan ke kompor serta siap digunakan memasak cukup untuk keluarga 3-4 orang.Abstract: the purpose of this service activity is to provide slusi for livestock waste management. Cattle farming is a source of income for rural communities. One of the impacts of animal husbandry is that the environment disturbs, smells bad and is a source of disease. The general public cannot yet process waste into biogas. Biogas has the potential to replace the use of LPG, which can be used to meet the fuel needs of citizens. The method used in the training and assistance. The results of this activity are farmers' understanding of the waste treatment process and the realization of a waste treatment reactor with a dome model embedded in a 6 cubic-capacity soil. This reactor provides benefits in the form of gas energy which is flowed to the stove and is ready to use enough cooking for a family of 3-4 people.
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E dengan Analogi terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Laju Reaksi Nursafitri, Mauliana; Santoso, Aman; Sumari, Sumari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 8: AGUSTUS 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i8.14657

Abstract

Abstract: This research aims to determine the differences in students' conceptual understanding between students who learn with 5E learning cycle model with analogy, 5E learning cycle model, and conventional learning model on reaction rate materials. This type of research is quasi-experimental. The sample is determined using cluster random sampling technique and three classes are selected, namely experimental class 1, experiment class 2, and control class. The instrument used in the form of 15 reasoned multiple choice questions (r=0,840) and analyzed using one way Anova. The results shows that there are differences in conceptual understanding between students who are taught by 5E learning cycle learning model with analogy, 5E learning cycle model, and conventional learning model on the reaction rate material.                    Abstrak: Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui perbedaan model learning cycle 5E dengan analogi,  learning cycle 5E, dan konvensional terhadap pemahaman konsep siswa pada materi laju reaksi. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dan terpilih tiga kelas, yaitu kelas eksperimen I, eksperimen II, dan kontrol. Instrumen yang digunakan berupa 15 butir soal pilihan ganda beralasan (r=0,840) dan dianalisis menggunakan one way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E dengan analogi, learning cycle 5E, dan kovensional pada materi laju reaksi.
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan E-scaffolding pada Materi Laju Reaksi terhadap Pemahaman Konsep Siswa dengan Motivasi Berprestasi Berbeda Cylindrica, Vrisca Bella; Dasna, I Wayan; Sumari, Sumari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 7: JULI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i7.14633

Abstract

Abstract: The aims of this study to examine effect of the learning cycle 5E model assisted by e-scaffolding on the conceptual in learning the reaction rate of students with different achievement motivations. The application of the learning model learning cycle 5E assisted by e-scaffolding is used to teach students to be able to obtain, construct and develop information from the engagement phase to the phase elaboration with the help of articles and learning videos featuring macroscopic, submicorscopic and symbolic visualizations. The study used a quasi experimental pretest posttest control group design. The research sample was taken by using cluster random sampling technique. Data analysis usingmethod Two Way Anova and t-test gain score. The results showed there are differences in understanding of the concepts significant and there are differences in the level of understanding of the concepts students with different achievement motivation that learned using the model Learning Cycle 5E-assisted e-scaffolding and learning model Learning Cycle 5E at the material's reaction rate. However, in this study, there was no interaction between student achievement motivation with the learning model toward students' concept understanding indicate that the learning model can be applied to various conditions of achievement motivation.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan e-scaffolding pada materi laju reaksi terhadap pemahaman konsep siswa dengan motivasi berprestasi berbeda. Penerapan model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan e-scaffolding digunakan untuk membelajarkan siswa agar dapat memperoleh, mengkonstruk dan mengembangkan informasi dari fase engagement hingga fase elaboration dengan bantuan artikel dan video pembelajaran yang menampilkan visualisasi makroskopik, submikorskopik dan simbolik. Penelitian menggunakan rancangan quasi eksperimental pretest posttest control group design. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Analisis data menggunakan metode Two Way Anova dan t-test gain score. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan serta ada perbedaan tingkat pemahaman konsep dengan berbagai tingkat motivasi berprestasi yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan e-scaffolding dan model pembelajaran Learning Cycle 5E pada materi laju reaksi. Pada penelitian ini tidak ditemukan adanya interaksi antara motivasi berprestasi siswa dengan model pembelajaran terhadap pemahaman konsep siswa pada materi laju reaksi yang mengindikasikan bahwa model pembelajaran tersebut dapat diterapkan pada berbagai kondisi motivasi berprestasi.
PID Control Design for Biofuel Furnace using Arduino Agus Budianto; Wahyu S. Pambudi; Sumari Sumari; Andik Yulianto
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 16, No 6: December 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v16i6.9770

Abstract

The target of the Indonesian government in 2025 is increasing the use of renewable energy up to 23%, one part of potential renewable energy in Indonesia is biofuel. Biofuel requires raw materials of plant or animal oil with or without catalyst, it does not require the raw material of ethanol or methanol. The product is similar to gasoline and diesel that came from crude oil. Potential oil-producing plants in Indonesia are Palm Oil and Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.). The process of making biofuel from this material is done by heating the reactor or furnace with temperature range of 350° C - 500° C. To reach the stability of furnace temperature, it requires temperature control systems and one of them is PID. Arduino microcontroller is an open source and user friendly platform for hardware and software. The control system that designed by using arduino is capable to control the furnace temperature from 200° C to 400° C and it is using a 6000 watt heater. The best system response is achieved when Kp = 15, Ki = 15 and Kd = 1. With these parameter values, the system has the lowest overshoot response of 16%, so it is safe for biofuel furnace, even though the rise time value is 146 s, settling time of 429 and steady state error is equal to 2.87%.
Pembuatan Sabun Aroma Teraphi untuk Masyarakat Pedesaan Aman Santoso; Ida Bagus Suryadarma; Sumari Sumari; Dedek Sukarianingsih
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p5-9

Abstract

Kelompok tani wilayah ponggok berpotensi sebagai penghasil  produk agro seperti buah-buahan dan juga minyak atsiri seperti bunga kenanga, nilam, sereh dan  cengkeh. Minyak atsiri dapat diisolasi dengan cara destilasi  air, dan destilasi air-uap. Masyarakat banyak menghasilkan limbah minyak goreng. Limbah minya tidak baik untuk kesehatan dn juga mencemari lingkungan. Hasil potensi desa bisa dimanfaatkan sebagai unggulan masyarakat desa. Dengan reaksi saponifikasi minyak dapat diubah menjadi sabun. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan bisa membuat sabun cair dengan bahan baku minyak goreng, dikatalis  basa, sedikit texafone, serta gloserin serta sedikti aroma minyak aisiri.  Kata kunci—minyak atsiri, sabun, minyak sawit, masyarakat desa. Abstract Ponggok area farmers groups have the potential to produce agro products such as fruits and essential oils such as cananga, patchouli, lemongrass and clove. Essential oils can be isolated by water distillation, and water-steam distillation. Many people produce cooking oil waste. Oil waste is not good for health and also pollutes the environment. Village results can be used as a superior village community. With the saponification reaction the oil can be turned into soap. The findings of these activity showed that the community is very enthusiastic and can make liquid soap with raw materials for cooking oil, alkaline catalysts, a little texafone, as well as gloserin and a little aroma of essential oils. Keywords—essential oil, soap, palm oil, rural communities
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan E-scaffolding pada Materi Laju Reaksi terhadap Pemahaman Konsep Siswa dengan Motivasi Berprestasi Berbeda Vrisca Bella Cylindrica; I Wayan Dasna; Sumari Sumari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 7: JULI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i7.14934

Abstract

Abstract: The aims of this study to examine effect of the learning cycle 5E model assisted by e-scaffolding on the conceptual in learning the reaction rate of students with different achievement motivations. The application of the learning model learning cycle 5E assisted by e-scaffolding is used to teach students to be able to obtain, construct and develop information from the engagement phase to the phase elaboration with the help of articles and learning videos featuring macroscopic, sigmoidoscopic, and symbolic visualizations. The study used a quasi-experimental pretest post-test control group design. The research sample was taken by using cluster random sampling technique. Data analysis using method Two Way Anova and t-test gain score. The results showed there are differences in understanding of the concepts significant and there are differences in the level of understanding of the concepts students with different achievement motivation that learned using the model Learning Cycle 5E-assisted e-scaffolding and learning model Learning Cycle 5E at the material's reaction rate. However, in this study, there was no interaction between student achievement motivation with the learning model toward students' concept understanding indicate that the learning model can be applied to various conditions of achievement motivation.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan e-scaffolding pada materi laju reaksi terhadap pemahaman konsep siswa dengan motivasi berprestasi berbeda. Penerapan model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan e-scaffolding digunakan untuk membelajarkan siswa agar dapat memperoleh, mengonstruk dan mengembangkan informasi dari fase engagement hingga fase elaboration dengan bantuan artikel dan video pembelajaran yang menampilkan visualisasi makroskopik, submikorskopik, dan simbolik. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental pretest posttest control group design. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Analisis data menggunakan metode Two Way Anova dan t-test gain score. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan serta ada perbedaan tingkat pemahaman konsep dengan berbagai tingkat motivasi berprestasi yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan e-scaffolding dan model pembelajaran Learning Cycle 5E pada materi laju reaksi. Pada penelitian ini tidak ditemukan adanya interaksi antara motivasi berprestasi siswa dengan model pembelajaran terhadap pemahaman konsep siswa pada materi laju reaksi yang mengindikasikan bahwa model pembelajaran tersebut dapat diterapkan pada berbagai kondisi motivasi berprestasi.
Analisis Model Mental Peserta Didik SMA dalam Memahami Konsep Laju Reaksi Priska Yohanita Sodanango; Munzil Munzil; Sumari Sumari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 10: OKTOBER 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i10.15048

Abstract

Abstract: Reaction rate is concept that involves abstract concepts, chemical phenomena, mathematical operations, and practical activities. The characteristics of it require students to have the ability to think scientifically, understand chemical representations, and have good mathematical and practical skills. Based on several research studies, most of the students missed these four abilities, so the concept of reaction rate is considered difficult and affects students' mental models. It is necessary to analyse students' mental models to see the description of students' mental models in understanding chemical concepts. The purpose of this research was to specify the kind and relationships of student’s mental models in understanding the concept of reaction rate.Abstract: Teori laju reaksi melibatkan konsep abstrak, fenomena kimia, operasi matematik, dan praktikum. Karakteristik konsep mengharuskan peserta didik untuk memiliki penguasaan bernalar ilmiah, memahami representasi kimia, keterampilan aritmetika dan praktikum secara benar. Beberapa studi penelitian mencatat, keempat kemampuan ini belum dikuasai oleh peserta didik, sehingga konsep laju reaksi dianggap sukar dan mempengaruhi model mental peserta didik. Perlu dilakukan analisis model mental peserta didik untuk melihat gambaran model mental peserta didik dalam menguasai konsep kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ragam dan hubungan model mental peserta didik dalam memahami konsep laju reaksi.
Dampak Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning Terhadap Pengetahuan Metakognitif Siswa Pada Topik Kesetimbangan Kelarutan Wiwin Dwi Nurpitasari; Effendy Effendy; Sumari Sumari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 10: OKTOBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i10.14066

Abstract

Abstract: The aim of this study is to investigate the difference of XI grade science students’ metacognitive knowledge as the impact of POGIL and verification learning on solubility equilibrium topic. The study used quasy experiment design. Analysis is done using Mann-Whitney U test at 5% significance. The result showed that there is difference on students’ metacognitive knowledge who are taught by POGIL and verification learning. The students who are taught by POGIL have higer metacognitive knowledge than that of are taught by verification learning.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan metakognitif siswa kelas XI IPA sebagai dampak dari pembelajaran POGIL dan verifikasi pada topik kesetimbangan kelarutan. Desain penelitian yang digunakan adalalah quasy experiment. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan metakognitif antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran POGIL dan verifikasi. Siswa yang dibelajarkan dengan POGIL memiliki pengetahuan metakognitif lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran verifikasi.
Pengembangan Media Pelajaran Kelas Flipped Berbasis Animasi untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Kimia Margaret Pandaleke; Munzil Munzil; Sumari Sumari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 3: MARET 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i3.13293

Abstract

Abstact: The purpose of this study was to produce instructional media with classroom flipped learning approach and to find out the effectiveness of instructional media developed towards conceptual understanding. The product of the development research is instructional media with classroom flipped learning approach on thermochemistry and coligative properties in the form of an application program  executable files (* .exe).  This media has content validation score 74 which achieve a good kriteria. There is a significant difference in conceptual understansing between flipped classroom and traditional classroom with a significance value of the Mann Whitney test is 0.00. The average value conceptual understanding  of flipped classroom and traditional classroom for are 73 and 62 respectively.Abstrak: Tujuan penelitian adalah menghasilkan media pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran flipped classroom dan mengetahui efektivitas dari media pembelajaran yang dikembangkan terhadap pemahaman konsep. Produk dari penelitian pengembangan ini adalah media pembelajaran flipped classroom pada materi termokimia dan sifat koligatif larutan dalam bentuk program aplikasi berupa file executable (*.exe). Media ini memiliki validasi konten dengan skor 74  yang masuk pada kriteria layak. Terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara flipped classroom dan kelas tradisional dengan nilai uji signifikasi uji Mann Whitney 0,00. Nilai rata-rata emahaman konsep flipped classroom dan kelas tradisional berturut-turut untuk p adalah 73 dan 62.