Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KEWARGANEGARAAN (Studi Deskriptif Analitik Pada Masyarakat Talang Mamak Kec. Rakit Kulim, Kab. Indragiri Hulu Provinsi Riau) Ade, Verawati; Affandi, Idrus
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v25i1.3671

Abstract

This research is motivated impact of globalization so that the degradation of culture and local wisdom, lack of awareness in the preservation of the culture and values of local wisdom study aims to describe the cultural part of civic skills, behaviors that reflect civic skills, citizenship skills development, constraints and efforts in conservation. So it needs to assess the values of local wisdom as civic skills in Talang Mamak tribe culture. A qualitative approach with descriptive analytic method. The findings of this study were 1) Talang Mamak tribe has a culture of mutual trust are values, attitudes ability to work together, trust, responsibility, solidarity, consensus, unity, and mutual cooperation. 2) Talang Mamak have local knowledge as a guide to behaving that reflects the behavior of citizenship skills are value patriotism, the value of equality, caring, responsibility, independence and the value of educational value. 3) the development of citizenship skills is done by carrying out traditional ceremonies, instilling the values of culture and local wisdom, and follow the cultural events organized by the government and society. 4) constraints contained in the preservation of culture and values of local wisdom that economic factors, educational factors, factors of confidence, and transportation factors.Keywords: cultural Talang Mamak Ethnicity, local wisdom, civic skills.
PENGARUH CALON ARTIS LEGISLATIF TERHADAP PERILAKU PEMILIH MASYARAKAT DI KOTA BANDUNG Edah Jubaedah; Idrus Affandi; Leni Anggraeni
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3419

Abstract

Aktivitas warga negara tidak terlepas dari politik, pengamalan hak dan kewajiban, serta partisipasi publik. Salahsatu bentuk aktivitas yaitu pemilihan umum 2019 terkhusus di pemilihan umum legislative di kota Bandung, munculnya keterlibatan artis pada dunia politik baik sebagai artis endorsement maupun sebagai artis politik tentunya akan menghasilkan perilaku politik dan perilaku pemilih yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan terdapat pengaruh calon legislative artis terhadap perilaku pemilih masyarakat di kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan pengaruh calon legislatif artis terhadap perilaku pemilih masyarakat kota Bandung memiliki pengaruh yang kuat. Terbukti dari hasil analisis data yang menunjukkan hasil hubungan korelasi sebesar 0,6222 serta menunjukkan H0 di tolak H1 sehingga menunjukan ada hubungan antara calon legislatif artis terhadap perilaku pemilih masyarakat di kota Bandung, sesuai dengan hipotesis yang dibuat oleh peneliti.
Gerakan Muhammadiyah dari Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Sadikin, Sadikin; Affandi, Idrus
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini memfokuskan kajiannya pada masalah pemikiran intelektual Muhammadiyah dari perspektif keilmuan pendidikan kewarganegara. Permasalahan yang dijawab dalam artikel ini mencakup kontribusi pemikiran politik intelektual Muhammadiyah dalam penguatan kewarganegaraan demokrasi dari perspektif pendidikan kewarganegaraan. Dengan demikian, untuk menjawab persoalan tersebut, artikel ini menggunakan rancangan penelitian etnografi. Dengan menggunakan rancangan kualitatif ini, para peneliti dapat mengidentifikasi sekelompok orang; mempelajari mereka di rumah atau ditempat kerjannya; dan mengembangkan gambaran umum tentang kelompok itu. Mencatat bagaimana mereka berprilaku, berpikir dan berbicara. Dalam kerangka epistemik, kajian artikel ini mempertimbangkan beberapa perspektif teoritis terhadap persolan kewarganegaraan, seperti pembelaan terhadap kaum dhu’afa dan mustadh’afin. Orientasi dakwah Muhammadiyah bersifat transformatif dalam memperkuat kewarganegaraan demokrasi di Indonesia yang meliputi masyarakat marjinal baik diperkotaan maupun di pedesaan. Hal tersebut merupakan manifesto dari Teologi Al Ma’un, sebagai logosentrisme Muhammadiyah dalam menegakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar kepada umat islam, bangsa dan negara.
Wacana Pembukaan Jurusan Ilmu Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan Affandi, Idrus
Jurnal Civicus Vol 1, No 1 (2001): JURNAL CIVICUS, JUNI 2001
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v1i1.25935

Abstract

Wacana Pembukaan Jurusan Ilmu Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
COMMUNITY CIVIC EDUCATION IN THE INDONESIAN BORDER AREAS (STUDY IN THE CENTRAL SEBATIK DISTRICT, NORTH KALIMANTAN PROVINCE) Wahyudi Wahyudi; Idrus Affandi; Cecep Darmawan; Syarifudin Tippe; Poppy Setiawati Nurisnaeny; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jp.v6i3.797

Abstract

People who live in Indonesia's border area have conflict potential due to its condition that lagging in development, low level of welfare and human resources, and the access that is far from the central government. Therefore, this study outlines and develops the concept of civic education that aims to create ‘smart’ and ‘good’ citizens to create peace. Communities are based on local wisdom that is distinctive in society, especially communities who live in border areas. This study presents qualitative data from field research in the Indonesia-Malaysia border in Central Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan Province, which has polarization between different ethnic groups, religions, and citizenship. The results show that people who live in villages with different ethnicities, religions, and nationalities were able to live side by side peacefully. Those ethnic groups and religions are Bugis, Muslim, Timorese, Catholic, and Malaysian Bajau,  which originated from religious values and tribal values that were believed can be developed in the Community Civic Education and has the potential to present defense resources at the border area.
Analisis Deskriptif Nilai Human Security Siswa Sekolah Dasar Husna Farhana; Idrus Affandi; Nana Supriatna; Siti Nurbayani
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1588

Abstract

Banyak ancaman yang mengancam kelangsungan hidup dan martabat manusia serta memperkuat upaya untuk menghadapi ancaman, salah satunya adalah dengan menanamkan nilai Human Security sedini mungkin, ada 3 Asas utama yang diharapkan dalam penanaman Nilai Human Security yaitu  Freedom from fear, Freedom from want, dan Freedom to live in dignity,Tujuan setelah dilakukan penelitian ini, adalah Untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan siswa dalam penanaman karakter Human Security di lingkungan sekolah dasar, tempat penelitian adalah Sekolah Dasar yang berasrama di daerah tangerang. metode yang digunakan adalah Kualitatif ekploratif yang datanya dikumpulkan dengan cara wawancara nonformal dengan Siswa sekolah dan para guru, penyebaran angket. dari hasil penelitian menjelaskan bahwa penanaman human security  di sekolah SD Ummu Habibah masih terbatas pada penerapan kurikulum sekolah dan kegiatan nonkurikuler saja, pengintegrasian Human Security pada Pembelajaran di kelas hanya ditemukan dasar -dasar pengenalan human security belum semua kegiatan mendorong nilai penanaman karakter Human Security, keterlaksanaan program Adiwiyata dan ESD  juga belum  maksimal perlu adanya pendukung sekolah yaitu lembaga lain dalam mengarahkan kegiatan tersebut sehingga kegiatan ini mencapai tujuan yang di harapkan dan dapat dikembangkan menjadi program dalam mendorong terciptanya keamanan manusia, serta terimplikasi pada kegiatan siswa dilingkungan sekolah Maupun lingkungan luar sekolah. dst
Memaknai Nilai Kesenian Kuda Renggong dalam Upaya Melestarikan Budaya Daerah di Kabupten Sumedang Pratiwi Wulan Gustianingrum; Idrus Affandi
Journal of Urban Society's Arts Vol 3, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v3i1.1474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaknai nilai kesenian Kuda Renggong dalam upaya melestarikan budaya daerah di Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian Kuda Renggong antara lain: spiritual/religius, interaksi antar makhluk Tuhan, teatrikal, estetika, kerja sama, kekompakan dan ketertiban, kerja keras dan ketekunan, dan sosial. Kesenian ini secara tidak langsung membentuk karakter manusia/masyarakat menjadi lebih baik. Hal ini ditunjukkan lewat tindakan kerja bersama, saling menghargai satu dan yang lain, kebersamaan, ketekunan, ketertiban, dan semangat religius yang tinggi sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pelestarian kesenian ini didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, seniman, dan masyarakat. Interpreting the Art Value of Kuda Renggong in Preserving the Local Culture in Kabupten Sumedang. The research aims to interpret the art value of Kuda Renggong in preserving the the local culture in Sumedang. The research uses qualitative approach with a case study as the research method. The subject of research covers the Local Government of Sumedang, PASKURES and society. The data collection techniques use the observation, interviews, and documentation. Kuda Renggong contains some values such as: spiritual/ religious values, the value of the interaction among the God’s creatures, theatrical value, universal value, aesthetic value, cooperative value, cohesiveness and order value, hard work and perseverance value, and social value. Kuda Renggong indirectly forms human or social character better. It can be shown through out the team-work action, mutual appreciation,to getherness, perseverance, discipline, and high religious spirit as the expression to thank to God the almighty. The preservation of Kuda Renggong is supported by the government of Sumedang Regency, artists, and the society.
Online civic engagement: Fostering citizen engagement through social media Budi Mulyono; Idrus Affandi; Karim Suryadi; Cecep Darmawan
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v19i1.49723

Abstract

The Industrial Revolution 4.0, which makes the internet its backbone, has accelerated the process due to the Covid-19 pandemic which forced citizens to shift all their activities to the digital world, including the involvement of citizens in responding to public discourse. Citizens' public discourses that previously took place in real public spaces have now shifted to digital spaces, one of which is social media. To bridge these changes, a conceptualization of civic engagement is needed through a digital platform. The online citizen involvement was later referred to as online civic engagement, namely civic engagement activities specifically carried out by digital citizens involving several types of digital media, one of which is social media. This literature study provides a clearer picture of the forms of community interaction through social media that go beyond what is known as “slacktivism”. When many democracies are faced with the problem of decreasing citizen participation in politics, social media comes with a new form of civic interaction with what is meant by online civic engagement.
KERANGKA KULTURAL PEMIKIRAN POLITIK DALAM LONTARA` BUGIS TERHADAP PENGUATAN BUDAYA KEWARGANEGARAAN Fitriah Artina; Idrus Affandi; Muhammad Amin
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v16i1.20068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran politik lokal yang termuat dalam Lontara` bugis serta relevansinya dengan budaya kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data primer dalam penelitian ini ialah Lontara` yakni manuskrip warisan peninggalan pengetahuan orang bugis yang dituangkan dalam bentuk tulisan, diantaranya: Latoa, Lontarak Attoriolonna to-Bone, Lontara` No. 130 tentang Rapang, Lontara` Tellumpoccoe, Lontara` Koleksi YKSST Ujung Pandang (Makassar), data sekunder dalam penelitian ini ialah semua sumber kepustakaan yang memiliki relevansi dengan fokus penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan dokumentar, dan kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif naratif, dan eksplorasi analisis wacana kritis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemikiran politik yang tertuang dalam Lontara` bugis bersifat moralistik-religius-demokratis, serta adanya komitmen penyelenggaraan kehidupan bernegara untuk kepentingan rakyat, memuat prinsip rule of law, partisipasi demokratis masyarakat, adanya jaminan hak-hak asasi manusia menurut paham kemanusiaan, serta perwujudan keadilan sosial, dampak dan relevansinya tehadap penguatan budaya kewarganegaraan bersifat integralistik secara struktural terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai rujukan etika politik dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara.
KEARIFAN LOKAL AWIK-AWIK DESA SESAOT DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Mohammad Liwa Irrubai; Idrus Affandi; Nana Supriatna
istinbath Vol 16 No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.938 KB) | DOI: 10.20414/ijhi.v16i2.8

Abstract

Artikel ini berisikan laporan penelitian tentang Kearifan Lokal Awik-Awik Desa Sesaot Dalam Perspektif Hukum Islam serta bagaimana sejarah lahir, isi/materi, pelaksanaan dan tinjauan hukum Islam pada kearifan lokal awik-awik desa sesaot. Penelitian inimerupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian etnografi yang dilakukan di Masyarakat Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menujukkan bahwa awik-awik lahir berdasarkan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan diiringi dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Atas dasar ini pada tahun 1986 Gubernur NTB mengeluarkan surat keputusan No. 140 tahun 1986 tentang pemanfaatan tanaman kopi dalam areal hutan di wilayah Provinsi Daerah Tingkat I NTB, isi/materi awik-awik terdiri dari anjuran, larangan dan sanksi, pada tahap pelaksanaan melibatkan seluruh anggota masyarakat dan Awik-awik Desa Sesaot dapat dianalisis sebagai adat/’Urf yang tidak bertentangan dengan syara’, maka boleh diamalkan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup manusia. Abstract This article contains research reports on Local Awareness of Sesaot Village in the Perspective of Islamic Law and how history is born, the content / material, implementation and review of Islamic law on local wisdom awik-awik sesaot village. This research is qualitative descriptive research with ethnographic research approach done in Sesaot Village Community, Narmada Sub District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. The results showed that awik-awik was born based on the importance of preserving the forest and accompanied by improving the welfare of people around the forest. On this basis in 1986 the Governor of NTB issued a decision letter No. 140 of 1986 on the use of coffee crops within the forest area in the NTB Provincial Level Region, the content / matter of awik-awik consists of recommendations, prohibitions and sanctions, at the implementation stage involving all members of the community and Awik-Awik Sesaot Village can be analyzed as custom / 'Urf that is not contrary to the syara', it can be practiced to maintain and preserve the human environment.