cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
pppmsyedza@gmail.com
Phone
+6282384992512
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes SYEDZA Saintika Padang Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
jurnal abdimas saintika
ISSN : 2746797X     EISSN : 27154424     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Abdimas Saintika adalah jurnal scientific yang ditulis dalam bahasa Indonesia diterbitkan setiap Januari dan Agustus, proses submission manuscript dibuka setiap tahun. Submission manuscript dilakukan dengan metode Double Blind Peer Review dan Editorial Review sebelum diterima dan di publikasi. Jurnal Abdimas Saintika hanya menerima manuscript dalam bidang: Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB, Kebidanan Komunitas dan Reproduksi) Keperawatan (Keperawatan Anak, Medical Bedah, Jiwa, Gerontik, Komunitas, Gawatdarurat, Maternitas dan Manajemen) Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kesehatan Reproduksi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Publik) Biomedik (Farmako Kinetik dan Farmako Dinamik) Teknologi Laboratorium Medik Managemen Informasi Kesehatan
Articles 181 Documents
PENYULUHAN FISIOTERAPI DADA TERHADAP PEMELIHARAAN FUNGSI OTOT PERNAFASAN PADA PASIEN GANGGUAN SISTEM PERNAFASAN DI RUANG PARU RSUD M.ZAIN PAINAN Rhona Sandra; Honesty Diana Morika; Siska Sakti Anggraini; Harinal Afriesta
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1094

Abstract

Gangguan pada sistem respirasi seperti Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK), Pneumonia Tuberculosis (TB) merupakan kasus yang banyak di jumpai pada pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit dengan angka 87%. Pada kebanyakan pasien yang mengalami gangguan sistem respirasi  pernafasan seperti PPOK, TB dan Pneumoni sering terjadi peningkatan produksi sekret, sputum atau lendir yang mengental, sehingga diperlukan upaya untuk pengeluaran sekret salah satu tindakan yang dapat diberikan adalah teknik fisoterapi dada. Fisioterapi dada merupakan satu cara pengobatan untuk mengembalikan fungsi organ pernafasan dengan cara postural drainage, perkusi dan vibrasi dada (Potter&Perry,2009). Dengan pemberian fisioterapi dada pada pasien yang mengalami retensi sekret dan gangguan oksigenasi respon yang diharapkan penumpukan sekret dapat dicegah, drainase trakheobronkhial dapat ditingkatkan dan ventilasi dapat diperbaiki (Asih&Effendy,2004). Kegiatan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga untuk pengeluaran dan mengurangi produksi sekret pada pasien gangguan respirasi di Ruang Paru RSUD M.Zain Painan.   Metode yang digunakan ceramah dan demonstrasi. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta sangat aktif mendengarkan dan melakukan fisioterapi dalam membantu pengeluaran sekret yang menghalangi jalan nafas.
PENYULUHAN DAN EDUKASI TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI Arniat Christiani Telaumbanua; Yanti Rahayu
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1069

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah baik sitolik maupun diastolic. Hipertensi di kenal dengan the heterogeneous group of disease dan the killer diasease. Hipertensi merupakan factor risiko yang menyebabkan kematian dini, serta terjadinya gagal jantung dan penyakit gangguan otak. Data WHO tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menyandang hipertensi, yang berarti 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah ini akan terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi,  menurut perkiraan ada 10,44 juta orang akan meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya di setiap tahun. Factor usia, sosial dan ekonomi dapat terserang hitertensi. Dengan bertambahnya usia, risiko hipertensi menjadi lebih besar, ini disebabkan adanya perubahan strukur pada pembuluh darah besar sehingga lumen menjadi sempit dan dinding pembuluh darah menjadi lebih kaku dan tekanan darah sistolik meningkat. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan penyuluhan dan mengedukasi masyarakat tentang penyakit hipertensi. Metode yang dilakukan dengan mengunjungi serta memberikan edukasi di sertai diskusi kepada masyarakat dan melakukan pemeriksaan tekanan darah. Pengabdian masyarat ini dilakukan pada tanggal 9, 10 13 dan 23 Januari 2021di kecamatan bungus teluk kabung. Dengan memberi penyuluhan tentang penyakit hipertensi , memberi brosur untuk mengedukasi masyarakat serta melakukan pemeriksaan tensi.  Kata Kunci: edukasi, penyuluhan , hipertensi  ABSTRACTHypertension is increasing and diastolic blood pressure both sitolik.Hypertension in know the heterogeneous group of disease and the killer diasease.Hypertension is a risk of causing, early death and the occurrence of heart failure. brain disorders and diseasesThe who data years 2015 1,13 demonstrated about billion people around the world bears, hypertension which means 1 3 people around the world from an undiagnosed. hypertensionThis number will continue to increase annually, it is estimated that in 2025 1,5 there will be billion people affected, hypertension and according to estimates there are million who will 10,44 died of hypertension and komplikasinya. in every yearOf, age social and economic hitertensi. can developWith age, the risk of hypertension is greater, is due to the change strukur on the veins of the large lumen become narrower in the walls of veins and become more rigid and. increase systolic blood pressure. The purpose of this community devotion to provide counseling and educate people about disease hypertension .A method that done by visiting and give education in sertai discussion to the people and to check blood pressure .Devotion masyarat is done on june 9 , 10 and 13 in 23 january 2021di bungus kabung bay .To provide information about diseases hypertension , give brochures to educate the people and have a tension .  Keywords: education , counseling , hypertension
SOSIALISASI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI POSYANDU TERINTEGRASI (SIPTER) DI WILAYAH PUSKESMAS LUBUK BUAYA KOTA PADANG Ilma Nuria Sulrieni; Sundari Pramulichati; Putri Melisa
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1133

Abstract

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita. Pelaksanaan posyandu dilakukan oleh kader kesehatan yang sifat ketenagaannya sukarela yang dipilih oleh dari masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat. Kegiatan Posyandu selama ini di dua posyandu wilayah kerja puskesmas Lubuk Buaya kota Padang berjalan lancar, karena adanya buku Sistem Informasi Posyandu (SIP) sebagai pedoman pelaksanaan, yaitu format baku sesuai dengan program kesehatan). Salah satu intervensi yang dapat dilakukan yaitu penyuluhan pengoptimalan data dan informasi hasil kegiatan posyandu perlu dikembangan suatu Sistem Informasi Posyandu yang terintegrasi melalui jaringan internet, didukung oleh peran serta masyarakat yang tinggi. Kegiatan diawali dengan pemberian pre test untuk melihat tingkat pengetahuan kader tentang Sistem Informasi Posyandu, kemudian pemberian edukasi Sistem Informasi Posyandu. Pelaksanaan penyuluhan kesehatan dilaksanakan dengan memberikan edukasi terkait Sistem Informasi Posyandu kemudian Sosialisasi aplikasi berbasis web sehingga mudah di akses oleh kader posyandu, petugas kesehatan dan pokja posyandu , dan diakhiri dengan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuannya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan tentang masalah pengelolaan data dan informasi  sistem informasi terintegrasi pelayanan pada posyandu digunakan di posyandu puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang adalah 11,36 dengan standar deviasi 4,69. pengetahuan minimal dan maksimal sebelum setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi adalah diantara 7-14. Hasil bivaiat Setelah diberikan penyuluhan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang masalah pengelolaan data dan informasi  sistem informasi terintegrasi pelayanan pada posyandu digunakan di posyandu ke pada kader adalah 12,44. p value 0,001 yang berarti ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan. Dapat disimpulkan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi yang telah dilakukan pada lansia terbukti dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang tentang masalah pengembangan pengelolaan data dan informasi  sistem informasi terintegrasi pelayanan pada posyandu digunakan di posyandu puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Disarankan pengelolaan data dan informasi  sistem informasi terintegrasi pelayanan pada posyandu digunakan di posyandu puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang dengan metode ceramah dan demonstras ini bisa berkelanjutan dilakukan oleh tenaga kesehatan dipuskesmas khususnya yang mengurusi masalah pokja posyandu di posyandu puskesmas.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN YANG TANGGAP MENGHADAPI VIRUS CORONA (COVID-19) Emy Sutiyarsih; Eli Lea Widhia Purwandhani
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.988

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pemberdayaan Kader Kesehatan Yang Tanggap Menghadapi Virus Corona (Covid-19)” diawali dengan pengkajian awal terhadap perkembangan angka kejadian Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Malang. Memasuki pekan pertama di bulan September 2020, jumlah kasus covid-19 di Kabupaten Malang terpantau masih terus mengalami peningkatan.Bedasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, penambahan tersebut karena ada transmisi dari kerabat dekat atau keluarga pasien positif Covid-19 (Data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, 2020). Di Dusun Wonosari belum ada kejadian warga yang menderita Corona Covid-19, tetapi saat ini kegiatan yang mengumpulkan warga sudah dilakukan. Untuk itu diperlukan sekelompok warga masyarakat yang bisa mengingatkan pentingnya protokol kesehatan. Kami memilih Kader kesehatan untuk diberi pelatihan agar dapat menjadi Kader Kesehatan yang tanggap menghadapi virus Corona (Covid-19), karena Kader kesehatan adalah perpanjangan tangan dari tenaga kesehatan yang ada di masyarakat. Kegiatan Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan media Poster, setelah kegiatan pelatihan poster-poster bisa dipasang di tempat yang sering dilaksanakan pertemuan warga. Metoda yang digunakan Pre-test post-test, ceramah tanya jawab, demonstrasi dan redemonstrasi oleh para kader. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan pelatihan adalah hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader dalam melakukan pencegahan penyebaran virus corona (covid-19). Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan para kader kesehatan dan menyebarluaskan informasi tentang pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) sehingga dapat meningkatkan kepatuhan dan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan penyebaran virus corona. Kata Kunci: Kader kesehatan, tanggap, corona  ABSTRACT The initial assessment of the development of corona virus (COVID-19) incidence in Malang regency became the beginning of the implementation of the Community Partnership Program "Empowerment of Health Cadres Who Respond to Coronavirus (COVID-19)". The number of covid-19 cases in Malang is observed to continue to increase entering the first week in September 2020. Based on data from the Malang District Health Office, the addition is due to transmission from close relatives or families of patients positive COVID-19. Wonosari hamlet itself has not had any incidents of residents suffering from COVID-19, but currently activities that are of the nature of collecting citizens have been actively carried out. It is important to have a group of citizens who will do controlling the implementation of health protocols in their area. We chose health cadres to be trained to become health cadres who are responsive to the Corona virus (COVID-19). Health cadres are representative of health workers in the community. Training activities had implemented using poster media. Posters used in training activities had been installed in places that are often used for citizen activities. Methods used Pre-test post-test, discussion, demonstrations and re-demonstrations by cadres. Post test results showed knowledge and ability of health cadres in preventing the spread of coronavirus (COVID-19) has increased. This training activity is expected to increase the knowledge of health cadres and disseminate information about the prevention of the spread of Corona virus (COVID-19) so as to increase compliance and public awareness in preventing the spread of coronavirus. Keywords: Health Cadre, Responsiveness, COVID-19
EDUKASI PEMBERIAN IMUNISASI MR (MEASLES RUBELLA) PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK USIA BALITA Melia Pebrina; Fenny Fernando; Annisa Novita Sary
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1048

Abstract

Campak dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella.Vaksin MR (Measles Rubella) memberikan manfaat seperti dapat melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat komplikasi pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan, dan penyakit jantung bawaan. Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020. Berdasarkan hasil surveilans dan cakupan imunisasi, maka imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella/CRS maka perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin MR ke dalam imunisasi rutin. Program Pengabdian Masyarakat ini melalui penerapan Ipteks bagi masyarakat bertujuan mengenalkan dan tercapainya cakupan imunisasi measles rubella. Kegiatan pengabmas dilaksanakan hari Rabu  tanggal 18 Februari 2021 pukul 10.00 Wib, tempat pelaksanaan di Puskesmas Nanggalo Padang. Peserta yang hadir jumlah 15 orang ibu-ibu yang mempunyai anak usia balita. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut terjadinya peningkatan pengetahuan ibu yang mempunyai anak usia balita tentang pemberian imunisasi MR. Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan edukasi tentang pemberian imunisasi MR.  Kata Kunci: Imunisasi MR (Measles Rubella)  ABSTRACT Measles and Rubella are infectious diseases that are transmitted through the respiratory tract caused by the measles and rubella viruses. The MR (Measles Rubella) vaccine provides benefits such as protecting children from disability and death due to complications of pneumonia, diarrhea, brain damage, deafness, blindness and heart disease. built-in. Indonesia has committed to achieve elimination of measles and control of rubella / Congenital Rubella Syndrome (CRS) by 2020. Based on the results of surveillance and immunization coverage, routine measles immunization alone is not sufficient to achieve the target of measles elimination. Meanwhile, for the acceleration of rubella / CRS control, it is necessary to carry out an additional immunization campaign before the introduction of the MR vaccine into routine immunization. This Community Service Program through the application of science and technology for the community aims to introduce and achieve measles rubella immunization coverage. Community service activities will be carried out on Wednesday, February 18, 2021 at 10.00 WIB, the place of implementation is at the Nanggalo Padang Health Center. Participants who attended were 15 mothers who have children under five. Based on the results of these activities there is an increase in the knowledge of mothers who have children aged under five about giving MR immunization. It is hoped that health workers will increase education about MR immunization. Keywords: immunization MR (Measles Rubella)Campak dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella.Vaksin MR (Measles Rubella) memberikan manfaat seperti dapat melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat komplikasi pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan, dan penyakit jantung bawaan. Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020. Berdasarkan hasil surveilans dan cakupan imunisasi, maka imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella/CRS maka perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin MR ke dalam imunisasi rutin. Program Pengabdian Masyarakat ini melalui penerapan Ipteks bagi masyarakat bertujuan mengenalkan dan tercapainya cakupan imunisasi measles rubella. Kegiatan pengabmas dilaksanakan hari Rabu  tanggal 18 Februari 2021 pukul 10.00 Wib, tempat pelaksanaan di Puskesmas Nanggalo Padang. Peserta yang hadir jumlah 15 orang ibu-ibu yang mempunyai anak usia balita. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut terjadinya peningkatan pengetahuan ibu yang mempunyai anak usia balita tentang pemberian imunisasi MR. Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan edukasi tentang pemberian imunisasi MR.  Kata Kunci: Imunisasi MR (Measles Rubella)  ABSTRACT Measles and Rubella are infectious diseases that are transmitted through the respiratory tract caused by the measles and rubella viruses. The MR (Measles Rubella) vaccine provides benefits such as protecting children from disability and death due to complications of pneumonia, diarrhea, brain damage, deafness, blindness and heart disease. built-in. Indonesia has committed to achieve elimination of measles and control of rubella / Congenital Rubella Syndrome (CRS) by 2020. Based on the results of surveillance and immunization coverage, routine measles immunization alone is not sufficient to achieve the target of measles elimination. Meanwhile, for the acceleration of rubella / CRS control, it is necessary to carry out an additional immunization campaign before the introduction of the MR vaccine into routine immunization. This Community Service Program through the application of science and technology for the community aims to introduce and achieve measles rubella immunization coverage. Community service activities will be carried out on Wednesday, February 18, 2021 at 10.00 WIB, the place of implementation is at the Nanggalo Padang Health Center. Participants who attended were 15 mothers who have children under five. Based on the results of these activities there is an increase in the knowledge of mothers who have children aged under five about giving MR immunization. It is hoped that health workers will increase education about MR immunization. Keywords: immunization MR (Measles Rubella)
SOSIALISASI PERILAKU HIDUP SEHAT MASA PANDEMI COVID-19 PADA REMAJA silvie permata sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1038

Abstract

Dalam rangka penanganan cepat covid-19 diperlukan pemahaman masyarakat terutama pada anak dan remaja dalam meningkatkan kesadaran untuk mencegah dan melawan virus covid-19 dalam bentuk Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat, Gerakan Menggunakan Masker (GEMAS), serta Penggunaan Antiseptik dan Desinfektan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program khusus dari pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan serta untuk mencegah virus corona masuk dalam tubuh. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam perilaku hidup sehat, penggunaan masker, penggunaan Antiseptik dan Desinfektan serta peningkatan kesehatan remaja. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan sosialisasi atau ceramah yang didukung interaksi kesehatan. Minat remaja untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, gerakan menggunakan masker, serta Penggunaan Antiseptik dan Desinfektan dalam kehidupan sehari-hari sangat besar, sehingga penyuluhan tersebut mudah diterima dan dapat menciptakan sikap yang positif terhadap kesadaran dari diri sendiri untuk menjaga kebersihan diri dan sekitar.
KEPATUHAN PENGUNJUNG PUSKESMAS TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN 3 M ( MEMAKAI MASKER, MENCUCI TANGAN, MENJAGA JARAK DAN MENGHINDARI KERUMUNAN) Harmawati Harmawati; Etri Yanti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1106

Abstract

Penyebaran virus corona atau Covid 19 di Indonesia harus ditekan semaksimal mungkin,. Salah satu  cara utama adalah dengan menerapkan perilaku hidup disiplin. maka selalu # ingat pesan ibu dengan melakukan langkah 3 M sebagai upaya mencegahan dan memutuskan rantai penularan Covid 19. Membiasakan dan mewajibkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan merupakan salah satu kunci agar virus covid 19 dapat ditekan penyebarannya. Namun diperlukan perilaku disiplin dari diri sendiri, juga sangat perlu untuk dilakukan secara kolektif dengan penuh kesadaran. Menerapkan 3 M demi keselamatan bersama. yaitu 1. Memakai masker 2. Mencuci tangan 3 Menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan 3 M masih belum memuaskan gravik masih mengalami fluktuasi ada kenaikan serta ada penurunan saat liburan. Penambahan kasus yang cukup besar menambah lajunya penularan Covid 19 masih terus meningkat. Kesadaran dan disiplin akan protokol kesehatan akan berdampak penurunan angka penularan Covid 19 dengan memakai masker secara benar, mencuci tangan secara teratur dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan. Tujuan dalam kegiatan ini adalah untu meningkatkan pengetahuan pengunjung terutama pasien dan keluarga tentang kepatuhan pengunjung Puskesmas terhadap protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan ). Metode yang digunakan adalah ceramah, simulasi, diskusi dan kuesioner dengan jumlah 20 orang pasien dan keluarga pengunjung Puskesmas Belimbing Kuranji Padang. Kegiatan menghasilkan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga pengunjung Puskesmas dalam upaya peningkatan kepatuhan terhadap protokol kesehatan 3 M. Diharapkan dapat meningkatan pengetahuan dan dapat menerapkan protokol kesehatan 3 M
PEMANFAATAN ALOE VERA SEBAGAI BAHAN SABUN BATANG ALAMI Rahmi Novita Yusuf; Dewi Fransica; Niken Niken
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1093

Abstract

Banyaknya tanaman aloe vera yang ada di sekeliling permukiman penduduk. Namun belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Sejauh ini baru hanya sebagai bunga hiasan di dalam pot saja. Padahal aleo vera memiliki banyak manfaat, karena mengandung berbagai zat alami yang baik bagi kesehatan. Jd dalam pengabdian ini solusi yang ditawarkan adalah bagaiman kita bisa memanfaatkan aloe vera dengan baik, bukan saja sebagai hiasan didepan rumah tetapi juga bisa dibuat yang lainnya. Salah satunya adalah sebagai bahan dasar sabun batang alami.
PEMBERIAN INTERVENSI GIZI SPESIFIK UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK TERHADAP ORANG TUA Velga Yazia; Hidayatul Hasni; Nurleny Nurleny; Mira Andika; Cindi Arista
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1076

Abstract

Tingginya kejadian stunting (balita pendek) di Indonesia (37,2%) merupakan permasalaha gizi yang berdampak serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ada bukti jelas bahwa individu yang stunting memiliki tingkat kematian lebih tinggi dari berbagai penyebab dan terjadinya peningkatan penyakit. Stunting akan mempengaruhi kinerja pekerjaan fisik dan fungsi mental dan intelektual akan terganggu. Di Indonesia, diperkirakan 7,8 juta anak mengalami stunting, data ini berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh UNICEF dan memposisikan Indonesia masuk ke dalam 5 besar negara dengan jumlah anak yang mengalami stunting tinggi. Hasil Riskesdas 2010, secara nasional prevalensi kependekan pada anak umur 2-5 tahun di Indonesia adalah 35,6 % yang terdiri dari 15,1 % sangat pendek dan 20 % pendek. Secara umum gizi buruk disebabkan karena asupan makanan yang tidak mencukupi dan penyakit infeksi. Terdapat dua kelompok utama zat gizi yaitu zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi makro merupakan zat gizi yang menyediakan energi bagi tubuh dan diperlukan dalam pertumbuhan, termasuk di dalamnya adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan zat gizi mikro merupakan zat gizi yang diperlukan untuk menjalankan fungsi tubuh lainnya, misalnya dalam memproduksi sel darah merah, tubuh memerlukan zat besi. Termasuk di dalamnya adalah vitamin dan mineral. Kegiatan dari pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai stunting. Metode yang digunakan dengan ceramah dan demonstrasi secara daring . Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta sangat aktif mendengarkan materi yang disampaikan.
Pemberian Edukasi Tentang Hipertensi Dengan Media WhatsApp Blast Di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang Annisa Novita Sary
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1049

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Berdasarkan data Puskesmas Dadok Tunggul Hitam terdapat kasus dengan diagnosa hipertensi sebanyak 5.587 jiwa (2018) meningkat menjadi 6.367 jiwa (2019). Salah satu intervensi yang dapat dilakukan yaitu pemberian edukasi tentang hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam pada bulan September 2020. Kegiatan diawali dengan pemberian pre test untuk melihat tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi, kemudian pemberian edukasi kesehatan tentang penyakit hipertensi. Pelaksanaan penyuluhan kesehatan dilaksanakan dengan memberikan edukasi terkait hipertensi kepada masyarakat melalui media Whatsapp Blast, dan diakhiri dengan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuannya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat terhadap pasien yang terdiagnosis penyakit hipertensi dari 15 orang pasien terdapat 5 orang (33%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang hipertensi sebelum diberikan penyuluhan. Setelah diberikan penyuluhan secara daring melalui media Whatsapp Blast  dari 15 orang pasien terdapat 12 orang (80%) memiliki pengetahuan yang baik tentang hipertensi dan upaya pencegahannya. Dapat disimpulkan adanya pengingkatan pengetahuan tentang upaya pencegahan hipertensi setelah diberikan edukasi dengan media Whatsapp Blast. Disarankan agar pemberian edukasi dengan media Whatsapp Blast dapat dilakukan bagi petugas kesehatan dalam memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang pencegahan penyakit hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi; media whatsapp blast; edukasi  ABSTRACT                                                                                          Hypertension is a non-communicable disease which is one of the main causes of death in the world. Based on data from the Public Health Center Dadok Tunggul Hitam, there were cases of hypertension from 5,587 people (2018), increase to 6,367 people (2019). The intervention from this case by providing education about hypertension. The activity was carried out at the Public Health Center Dadok Tunggul Hitam in September 2020. The activity started by giving a pre test about hypertension, then providing health education about hypertension. The health education is delivered through the Whatsapp Blast media, and ends with a post test. The results of the activities for patients diagnosed with hypertension, from 15 patients there were 5 patients (33%) who had a good level of knowledge before given education. After given education through Whatsapp Blast media, there were 12 patients (80%) who had good knowledge about hypertension and its prevention efforts. It can be concluded that there is an increase in knowledge about hypertension and prevention after given education through Whatsapp Blast media. It is suggested that education using Whatsapp Blast media can be carried out for health workers in providing health promotion to the public regarding the prevention of hypertension.Keywords: Hypertension; whatsapp blast media; education 

Page 1 of 19 | Total Record : 181