cover
Contact Name
Andi Taslim Saputra
Contact Email
a.taslim.saputra@unm.ac.id
Phone
+6285251604817
Journal Mail Official
jurnalsureq@unm.ac.id
Editorial Address
Jl Malengkeri Raya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain
ISSN : -     EISSN : 28301927     DOI : https://doi.org/10.26858/
Sureq Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain mencakup berbagai konsep, ide, praktik, fenomena, dan analisis yang berkaitan dengan topik pengabdian kepada masyarakat yang berbasiskan seni dan desain. Sureq Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain dimaksudkan untuk menyebarkan informasi tentang seni dan desain yang bersumbangsih terhadap masyarakat; oleh karena itu, kita dapat memperoleh banyak hal yang berkaitan dengan implementasi layanan pengabdian terhadap masyarakat serta memajukan teori dan praktik yang terkait dengan segala bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang Seni dan Desain atau bahkan penemuan pendekatan interdisipliner berkenaan dengan teori dan praktek dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, termasuk di dalamnya yaitu menyoroti upaya inovatif; memeriksa secara kritis masalah, trend, tantangan, dan peluang yang muncul; dan pelaporan tentang studi dampak di bidang seni, penjangkauan, keterlibatan, penyuluhan, penelitian seni berbasis pengabdian kepada masyarakat, pelatihan partisipatif berbasis pengabdian kepada masyarakat, pengabdian tindakan dan pengabdian masyarakat.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun" : 8 Documents clear
Pelatihan Sablon Pada Ruang Kreatif Bambu Najiva di Kelurahan Parangbanoa Kabupaten Gowa M. Muhlis Lugis; Muhammad Muhaemin
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.827 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i1.33451

Abstract

Ruang kreatif Bambu Najiva merupakan wadah kegitan produktif yang terletak  di Kelurahan Parangbanoa Kabupaten Gowa. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Bambu Najiva dinilai masih kurang dalam memberikan kemampuan bagi pemuda atau masyarakat  agar dapat mengembangkan potensi keterampilan (skill) sebagai salah satu modal untuk meningkatkan ekonomi  masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pelatihan sablon kepada pemuda atau masyarakat sebagai modal dalam membuka peluang bisnis serta dapat mengembankan suatu produk yang kreatif. Metode Pelaksanaan kegiatan pelatihan sablon akan diawali denga memberikan pengetahuan serta mendemostrasikan tentang cara dan proses menyablon kemudian  memberikan pengetahuan terkait startegi dalam memulai bisnis sablon. Peserta pelatihan juga akan mempraktekkan secara langsung proses dan cara menyablon pada media kaos. Pada pelatihan ini peserta memahami cara menyablon dan strategi dalam memulai bisnis sablon sehingga termotivasi untuk membuka lapangan kerja secara mandiri dalam bisnis percetakan.
Pelatihan Teater Rakyat Koa-Koayang pada Remaja Non-Produktif Komunitas Budaya Sossorang di Tinambung Sulawesi Barat Asia Ramli; Rahma M; Khaeruddin Khaeruddin; Andi Taslim Saputra
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.66 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i1.33473

Abstract

Pertumbuhan penduduk semakin cepat dan tinggi sampai hari ini, hal itu dapat dilihat dari angka kelahiran yang mencapai angka tinggi. Kondisi ini menyebabkan terjadinya beragam permasalahan di masyarakat. Hal itu terjadi dikarenakan subyek (orang) tidak diimbangi oleh berkembangnya jumlah lowongan pekerjaan. Kejadian itu tentunya mempengaruhi bertambahnya angka pengangguran atau dapat dikatakan tidak produktif, termasuk para remaja di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Remaja ini kemudian digolongkan sebagai masyarakat yang non-produktif. Dalam kondisi ini membuat para remaja ini melakukan perilaku permasalahan sosial. Salah satu cara untuk meredam permasalahan sosial di Kecamatan ini adalah dengan memberikan pelatihan teater pada remaja non-produktif Komunitas Budaya Sossorang di Tinambung Sulawesi Barat sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dasar-dasar teater meliputi olah tubuh, olah rasa dan olah vokal serta dasar-dasar pemeranan sehingga peserta dapat mementaskan Teater Rakyat Koa-koayang secara sederhana. Pelatihan ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, alat untuk refleksi, mengubah dan mengajarkan sesuatu yang bernilai bagi para remaja non-produktif dengan menggunakan model pelatihan Teater Rakyat Koa-koayang. Pelaksanaan pelatihan dengan model pendampingan kepada peserta atau mitra agar pelatihan lebih aktif, kreatif dan menyenangkan. 
PKM Pelatihan Tari Kreasi Sulawesi Selatan Pada Sanggar Seni Latimojong Kabupaten Gowa Johar Linda
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.759 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i1.33610

Abstract

Abstrak, Kegiatan pelatihan Tari Kreasi Sul-Sel pada Sanggar Seni Latimojong Kabupaten Gowa bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang tari kreasi yang ada di Sulawesi Selatan kepada anggota Sanggar Seni. Pembelajaran tari kreasi tersebut, diharapkan dapat memberikan hasil, bukan saja pada gerak tari kreasi, akan tetapi tentang nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam tari kreasi tersebut. Selain itu diharapkan anggota sanggar menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan gerak yang telah diberikan sebagai gerak dasar. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah pada teori dan metode demonstrasi pada materi praktik. Sementara langkah-langkah yang ditempuh meliputi: 1. Tahap persiapan kegiatan, meliputi, a) observasi lokasi, b) mengurus surat izin, dan c. Menentukan jadwal pelaksanaan. 2. Pelaksanaan kegiatan, meliputi; a) memberikan materi teori, pengantar dasar-dasar tari kreasi Sul Sel, b) praktik tari kreasi dan c) evaluasi. Target luaran adalah peserta pelatihan dapat memperagakan gerakan tari kreasi Sul-Sel yang diajarkan oleh instruktur dan mengembangkan atau mengkreasikan gerak serta menemukan gerakan-gerakan baru yang lebih kreatif, sehingga dapat memperagakan tari lebih kreatif lagi, dengan menggunakan iringan musik serta komposisi (pola lantai). KATA KUNCI: Tari, Kreasi, Nilai, dan Bentuk Abstract, The Sul-Sel Creative Dance training activity at the Latimojong Art Studio, Gowa Regency aims to increase knowledge about creative dances in South Sulawesi to members of the Art Studio. It is hoped that this creative dance learning can provide results, not only on the creation of dance movements, but also on the philosophical values contained in these creative dances. In addition, it is hoped that the studio members will be more creative in developing the movements that have been given as basic movements. This training uses the lecture method on theory and demonstration method on practical material. Meanwhile, the steps taken include: 1. The activity preparation stage includes, a) site observation, b) administering permits, and c. Determining the implementation schedule. 2. Implementation of activities, including; a) provide theoretical material, introduction to the basics of Sul Sel creation dance, b) creative dance practice and c) evaluation. The output target is that the trainees can demonstrate the dance movements created by South Sulawesi which are taught by the instructors and develop or create movements and find new, more creative movements, so that they can demonstrate more creative dances, using musical accompaniment and composition (floor patterns). .  KEYWORDS: Dance, Creation, Values, and Form
Mengenal Batik Nambo Melalui Proses Membatik bagi Warga Kecamatan Nambo Luwuk Banggai Sulawesi Tengah Hasnawati Hasnawati; Aulia Evawani Nurdin; Muh Saleh Husain
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.148 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i1.33519

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) inibertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang batik motif Nambo melalui proses pembuatan karya batik tulis bagi warga Kecamatan Nambo Kabupaten Luwuk Banggai Sulawesi Tengah. Beberapa alasan pentingnya Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan karena Luwuk Banggai termasuk wilyah yang kaya baik dari segi kekayaan alam maupun yang lainnya. Daerah tersebut mempunyai kegiatan  kebudayaan dan  dapat dijadikan sebagai motif batik yang dapat menjadi ciri khas motif batik di daerah tersebut. Selain itu, pemerintah daerah Luwuk Banggai sangat mengharapkan adanya kegiatan yang dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakatnya agar dapat meningkatkan tumbuh kembangnya perekonomian masyarakat Luwuk Banggai khususnya di Kecamatan Nambo. Dengan demikian, bersama-sama dengan mitra membentuk kerjasama agar terlaksana kegiatan ini sesuai dengan harapan pemerintah daerah.  Adapun keterampilan yang diberikan kepada mitra adalah keterampilan membatik dengan teknik batik tulis dan teknik ikat celup. Beberapa langkah yang diberikan adalah dengan mengembangkan desain yang diambil dari ciri khas Luwuk Banggai.  Desain yang dikembangkan adalah Burung Maleo sebagai inspirasi dalam pembuatan motif batik. Selanjutnya, memindahkan desain ke selembaran kain, memberi malam atau lilin pada kain, melakukan proses pewarnaan dengan teknik colet dan teknik celup, kemudian melorod atau membersihkan lilin pada kain dengan cara direbus, proses yang terakhir adalah proses finising. Selain batik tulis, mitra juga diberikan keterampilan membuat batik dengan teknik ikat celup, yaitu kain diikat dengan tali atau karet kemudian dicelup ke dalam zat pewarna. Zat pewarna yang digunakan dalam kegiatan ini adalah naptol dan remasol. Setelah kegiatan ini berakhir, maka seluruh karya yang dihasilkan oleh peserta pelatihan dipamerkan pada kegiatan pertunjukan seni di Kantor Dinas Pariwista Kabupaten Luwuk Banggai. 
Branding Produk Umkm Daster Sambung Sawitri melalui Media Digital Agus Fatuh Widodo; Danissa Dyah Oktaviani; Fadlilah Hanifah; Dhea Fildza Hadhira; Alifatul Izzah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.73 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i1.33452

Abstract

Perkembangan teknologi dapat menyelesaikan persoalan ruang dan waktu. Pandemi covid 19 yang melanda dunia sejak Desember 2019 menimbulkan dampak ke berbagai sektor kehidupan. Salah satunya memunculkan masalah perekonomian. Adanya peraturan pembatasan sosial berskala besar membuat banyak pedagang yang tidak bisa menjual dagangannya. Banyak penjual menghentikan sementara pekerjaannya dan tidak sedikit pula yang akhirnya gulung tikar karena tidak bisa bertahan. Pengusaha UMKM Daster Sambung Sawitri merupakan salah satu pedagang yang dapat bertahan dengan segala keterbasan yang ada. Berdasarkan hal tersebut, UMKM ini dipilih untuk dilakukan pendampingan. Strategi yang digunakan untuk pengembangan UMKM ini adalah dengan Branding Produk. Metode yang digunakan sebagai aplikasi rencana branding dilakukan dengan cara observasi, identifikasi masalah, dan analisis pemecahan masalah. Setelah menemukan inti permasalahan dan solusi terbaik maka pelaksanaan pendamipingan dilakukan dengan serangkaian kegiatan, yaitu pembuatan nama dan logo produk baru, pembuatan foto iklan produk, pembuatan video iklan iklan produk, pembuatan tagwear, pembuatan nota custom, dan pembuatan banner. Strategi tersebut dilakukan dengan melihat sejarah perkembangan UMKM dengan harapan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sehingga dapat menaikkan mutu kehidupan usaha yang ditekuni.
Pelatihan Gendang Bugis (Gendrang) pada Komunitas Peduli Pendidikan Kabupaten Soppeng Rachmat Rachmat; Andi Ihsan
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.203 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i1.33399

Abstract

AbstrakKomunitas Peduli Pendidikan Kabupaten Soppeng adalah suatu komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan. Komunitas ini merupakan wadah bagi para relawan untuk berkumpul dan memberikan sumbangsi ilmu pengetahuan dalam pelbagai bidang, salah satunya adalah seni budaya. Peserta pembelajar pada komunitas ini adalah pelajar dari berbagai tingkatan sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai pada sekolah menengah pertama. Program ini bertujuan untuk memberi pelatihan dalam bentuk pengetahuan baik secara teori maupun secara praktek kepada generasi muda khususnya peserta pembelajar pada komunitas ini, agar mereka mengenal musik tradisional gendang Bugis bukan hanya pada memainkan alat musik tersebut, akan tetapi memberi pengetahuan bagaimana belajar membaca notasi musik dengan menggunakan media alat musik gendang tersebut. Notasi yang dimaksud adalah notasi balok yang merupakan satu-satunya bahasa resmi untuk pencatatan musik diseluruh dunia. Keywords: Pelatihan, Gendang Bugis, Komunitas
Pelatihan Penelusuran Referensi Menggunakan Zotero Bagi Dosen dan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar Pangeran Paita Yunus; Sofyan Salam; Muh Saleh Husain
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.331 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i1.33449

Abstract

Publikasi karya ilmiah dalam bentuk artikel sangat penting bagi dosen dan  merupakan salah satu sarana yang sangat berjasa dalam penyebarluasan ilmu, teknologi dan seni. Publikasi yang baik harus memenuhi tiga hal yaitu originalitas (orinality), kebaruan (novelty) dan dampak (contribution). Di era internet, sumber literatur ilmiah dapat diperoleh dengan mudah. Banyak basis data (database) ilmiah berbasis situs web yang dapat diakses. Namun, untuk menemukan literatur ilmiah yang tepat, serta menghemat waktu dan sumber daya, diperlukan pengetahuan dan kemampuan terkait dengan teknik penelusuran informasi ilmiah melalui internet. Oleh karena itu, diperlukan adanya kegiatan pelatihan untuk memperkenalkan konsep penelusuran referensi menggunakan zotero bagi dosen maupun mahasiswa di lingkungan Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar, khususnya bagi dosen dan mahasiswa Program studi Magister Pendidikan Seni Rupa. Pelatihan ini diikuti 25 orang peserta. Metode yang digunaan adalah ceramah, demonstrasi, dan praktek/penugasan. Selama pelatihan berlangsung, nampak begitu besar motivasi dan animo peserta, dan ada beberapa peserta yang mengajukan untuk diaktifkannya kegiatan seperti ini, minimal  sekali dalam setahun. Keberhasilan pelaksanaan pelatihan aplikasi zotero ini terlihat pada: kesungguhan peserta pembimbingan dalam mengikuti penyajian materi, keberhasilan peserta dalam mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik, kehadiran peserta mengikuti pelatihan ini mencapai 100 %, dan keberhasilan pelatihan ini tercermin dari hasil evaluasi yang berpredikat baik.
Tari Tradisional Sulawesi Selatan untuk Menumbuhkan Kecintaan Budaya Lokal pada Anak di Desa Wisata Rammang-Rammang Syakhruni Syakhruni; Jalil Jalil; Prusdianto Prusdianto; Selfiana Saenal
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.403 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i1.33398

Abstract

Salah satu bentuk kekayaan dalam kemajemukan yang Indonesia miliki adalah ragam kesenian. Tari merupakan salah satu unsur dalam kesenian. Setiap daerah di Indonesia memiliki seni tari yang berbeda-beda. Kesenian pada setiap suku bangsa menunjukkan adanya ikatan lokal yang khas, seperti gerakan dalam seni tari menunjukkan bahwa kelokalan mereka tereksplor menjadi unsur gerak gemulai dalam sebuah tarian. Tidak terkecuali di Sulawesi Selatan yang mayoritas Suku Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar juga memiliki kesenian tari. Akan tetapi generasi muda pada saat ini sudah mulai kurang meminati kesenian tradisional seperti tari karena dianggap tidak relevan lagi dengan perkembangan jaman. Padahal banyak pesan-pesan moral dan adiluhur yang tersimpan dari makna gerak pada sebuah tari. Implikasi dari kecintaan budaya lokal pada usia anak adalah meningkatnya kesadaran dan identitas budaya lokal pemuda dalam mempertahankan keberadaan dan kelangsungan seni tradisional, melakukan berbagai macam perubahan tanpa menyalahi kaidah-kaidah orisinalitas bu daya lokal, dan melakukan upaya menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya lokal. Atas dasar permasalahan tersebut maka dibuatlah sebuah program kegiatan masyarakat “Tari Tradisional Sulawesi Selatan untuk Menumbuhkan Kecintaan Budaya Lokal pada Anak” dengan tujuan menjadikan pelatihan sebagai media untuk menumbuhkan rasa cinta budaya lokal sebagai bentuk pelestarian tari tradisional.Kata kunci : Tari Tradisional, Sulawesi Selatan, Budaya Lokal, Anak ABSTRACTOne form of wealth in the diversity that Indonesia has is a variety of arts. Dance is one of the elements in art. Each region in Indonesia has a different dance art. Art in each ethnic group shows a distinctive locale, such as movement in dance, showing that their locality is explored as an element of graceful movement in a dance. Not in South Sulawesi where the majority of the Bugis, Makassar, Toraja and Mandar tribes also have art. However, the younger generation at this time has begun to be less interested in traditional arts such as dance because they are considered irrelevant to the times. Whereas many moral and noble messages are stored from the meaning of motion in a dance. The implication of the love of local culture at a child's age is awareness and identity of local culture in maintaining the existence and traditional arts, making various kinds of changes without violating the exploration of cultural originality, and making efforts to fight foreign cultures that are not in accordance with local culture. On the basis of these problems, a community activity program "South Sulawesi Traditional Dance to Foster Love of Local Culture in Children" was created with the aim of making training as a medium to foster a sense of love for local culture as a form of preserving traditional dance.Keywords: Traditional Dance, South Sulawesi, Local Culture, Children

Page 1 of 1 | Total Record : 8