p-Index From 2019 - 2024
4.848
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Model Pembelajaran Whole Languege Untuk Menumbuh Kembangkan Kemampuan Berbahasa Tulis Siswa Sekolah Dasar Halimah, Lely; Syahrudin, Didin; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2799

Abstract

AbstractSome mistake are finding in teaching and learning language at the schools until today. This condition happened because there is some mistake in teaching and learning language at the schools. Because of that, the process of teaching and learning literature at schools must be change by using the effective models of teaching and learning language which can improve student literacy. One of the models for teaching and learning literacy is Whole Language Model. The problems of this research are (1) what is real condition of learning and teaching language process in the schools? (2) how to development whole language models which can improve student’s literacy? (3) are there influence in using whole language model toward student’s literacy improvement? .Method of this research is research and development. The subject of this research is student in Primary School Laboratory UPI Cibiru Campus. Measurement utilizes test and observation. The statistic analysis technique is using to analysis the date. Result of this research concludes that (1) teacher needs the good model of learning and teaching language to improving student’s literacy in the school; (2) whole language model can implementating by three step that is introduction step, process step, and closing step; (3) implementation of whole language model of teaching and learning language can improving student’s literacy in the primary school.Key Word: Whole Language, Elementary Student, Literacy
Penerapan Model Bengkel Sastra Untuk Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa Menulis Dan Mengapresiasi Sastra Rohayati, Etty; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2761

Abstract

Abstrak Some mistake are finding in teaching and learning literature at the schools until today. This condition happened because there is some mistake in teaching and learning literature at the university. Because of that, the process of teaching and learning literature at university must be change by using the effective models of teaching and leaning which can improve student ability in appreciation and writing poetry. One of the models for teaching and learning appreciation and writing poetry at the students university is bengkel sastra model. The problems of this research are (1) how to using bengkel sastra model in teaching and learning process of appreciation and writing poetry?; and (2) how can bengkel sastra model improve student ability in appreciation and writing poetry? The aims of this research are to know (1) the using of bengkel sastra model in teaching and learning process of appreciation and writing poetry; and (2) student ability in appreciation and writing poetry by using bengkel sastra model. Method of this research is classroom action research. The subject of this research is student in Indonesia Language concentration at PGSD Department, UPI Cibiru Campus. Measurement utilizes test and observation. The trigonometry analysis technique is using to analysis the date. Result of this research concludes that (1) bengkel sastra model can improve student ability in appreciation poetry and (2) bengkel sastra model can improve student ability in writing poetry. Thus, bengkel sastra model can using to improving student ability in appreciation poetry by using reader responds approach. Bengkel sastra model can using to improving student ability in writing poetry especially in diction, imagination, sense, and rime, but cannot optimal functions to improve student ability in choosing theme, making message, tone, and felling.Key Word: bengkel sastra model, writing, appreciation poetry
Pengembangan Model Bahan Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Model Pembelajaran Yang Berorientasi Pada Pendidikan Karakter Ernalis, -; Syahruddin, Didin; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i1.2832

Abstract

Masalah penelitian yang menjadi prioritas dalam penelitian ini adalah lemahnya karakter siswa dan masih rendahnya prestasi belajar bahasa Indonesia siswa sekolah dasar khususnya dalam pembelajaran menyimak dan membaca. Salah satu penyebab muncul kondisi ini adalah bahwa pembelajaran menyimak dan membaca masih berlangsung secara monoton dan membosankan. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa guru masih sangat terpaku pada buku teks yang ada di sekolah. Di sisi lain, kondisi buku teks yang ada belum disusun berdasarkan model pembelajaran dan juga belum dikembangkan dengan berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Sejalan dengan masalah tersebut dilakukanlah penelitian untuk mengembangkan model bahan ajar bahasa Indonesia berbasis model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa menyimak dan membaca sekaligus untuk mengembangkan karakter siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data dapat dikemukakan hasil penelitian yakni (1) bentuk model bahan ajar bahasa Indonesia berbasis model pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki lima keunikan jika dibanding dengan bahan ajar yang ada dan digunakan di sekolah saat ini; (2) model bahan ajar berbasis model pembelajaran yang dikembangkan telah terbukti secara efektif meningkatkan kemampuan menyimak dan membaca para siswa; dan (3) model bahan ajar berbasis model pembelajaran yang dikembangkan telah terbukti secara efektif mengembangkan karakter siswa selama proses pembelajaran menyimak dan membaca.KATA KUNCI: Model Bahan Ajar, Model Pembelajaran, Kemampuan Menyimak, Kemampuan Membaca, dan Pendidikan Karakter
Pembelajaran Menulis Dalam Gamitan Pendidikan Karakter Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2823

Abstract

AbstrakPembelajaranmenulisharuslahditafsirkansebagaisebuahprosesyang ditujukanuntukmengembangkanserangkaianaktivitassiswadalamrangka menghasilkansebuahtulisandibawahbimbingan,arahan,danmotivasiguru. Sejalandengandefinisiini,pembelajaranmenulisseyogyanyadikembangkan melaluibeberapatahapanprosesmenulissehinggasiswabenar-benarmampu menulissesuaidengantahapanprosesyangjelas.Disisilain,gurujugaharus membekalisiswadenganberbagaistrategimenulispadasetiaptahapanaktivitas menulisyangdilakukansiswa.Melaluikolaborasiperangurudansiswaini, pembelajaranmenulisdiyakiniakanmencapaihasilyangmemuaskan.Tanpa perankolaborasiini,kemampuansiswadalammenulistidakakanberkembang dantetapakanrendah. Dalamprosesnya,pembelajaranmenulishendaknyadiarahkanpada upayamembinakemampuansiswauntukmenulisberbagaigenretulisanuntuk berbagaitujuan,berbagaisasaranbaca,danberbagaikontekssosialbudaya. Sejalandengantuntutanini,pembelajaranmenulisselayaknyadikemasmelalui penciptaansejumlahaktivitas-aktivitasaktifkreatifyangharusdilakukansiswa selamapembelajaran.Aktivitasaktifkreatifinijugajanganhanyayangbersifat mereproduksitulisanmelainkanharuslebihterarahpadaprosesproduksitulisan yangaslidanmemilikidayakreativitasyangtinggi.KataKunci:PembelajaranMenulis,PendidikanKarakter,KemampuanMenulisAbstrakPembelajaran menulis haruslah ditafsirkan sebagai sebuah proses yangditujukan untuk mengembangkan serangkaian aktivitas siswa dalam rangkamenghasilkan sebuah tulisan di bawah bimbingan, arahan, dan motivasi guru.Sejalan dengan definisi ini, pembelajaran menulis seyogyanya dikembangkanmelalui beberapa tahapan proses menulis sehingga siswa benar-benar mampumenulis sesuai dengan tahapan proses yang jelas. Di sisi lain, guru juga harusmembekali siswa  dengan berbagai strategi menulis pada setiap tahapan aktivitasmenulis yang dilakukan siswa. Melalui kolaborasi peran guru dan siswa ini,pembelajaran menulis diyakini akan mencapai hasil yang memuaskan. Tanpaperan kolaborasi ini, kemampuan siswa dalam menulis tidak akan berkembangdan tetap akan rendah.Dalam prosesnya, pembelajaran menulis hendaknya diarahkan padaupaya membina kemampuan siswa untuk menulis berbagai genre tulisan untukberbagai tujuan, berbagai sasaran baca, dan berbagai konteks sosial budaya.Sejalan dengan tuntutan ini, pembelajaran menulis selayaknya dikemas melaluipenciptaan sejumlah aktivitas-aktivitas aktif kreatif yang harus dilakukan siswaselama pembelajaran. Aktivitas aktif kreatif ini juga jangan hanya yang bersifatmereproduksi tulisan melainkan harus lebih terarah pada proses produksi tulisan
Model Pembelajaran Terbimbimbing dalam Menulis Makalah Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 1: Januari 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i1.2719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan pembelajaran terbimbing dalam menulis makalah serta dampaknya bagi kemampuan mahasiswa menulis makalah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik tes, wawancara, dan observasi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tes, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi PGSD UPI Kampus Cibiru. Data penelitian diolah dan dianalisis melalui tahapan (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data, dan (3) interpretasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pembelajaran terbimbing dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis makalah; dan (2) melalui pembelajaran terbimbing kemampuan mahasiswa dalam menulis makalah dapat meningkat.
Penilaian Otentik Sebagai Sarana Utama Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2810

Abstract

ABSTRAK Upaya untuk meningkatkan kinerja pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan. Salah satu upaya ini adalah dengan mengembangkan satu program pendidikan yang dikenal dengan istilah pendidikan budaya dan karakter bangsa.Pendidikan karakter bertujuan agar siswa mampu menjadi orang yang berkarakter mulia. Usaha pengembangan karakter ini harus dilakukan secara bekesinambungan dalam proses pembelajaran. Secara praktisnya, pembentukan dan pengembangna karakter ini bersifat integratif dengan aktivitas belajar yang dilakukan siswa. Oleh sebab itu, untuk mampu mengukur perkembangan karakter siswa diperlukan sebuah alat yang secara otomatis mampu mengukur aktivitas dan sekaligus menunjukkan karakter siswa. Alat itu adalah penilaian otentik.Penilaian otentik merupakan sebuah bentuk penilaian yang mengukur kinerja nyata yang dimiliki siswa. Kinerja yang dimaksud adalah aktivitas dan hasil aktivitas yang diperoleh siswa selama proses pembelajaran. Berdasarkan pemahaman ini penilaian otentik pada prinsipnya mengukur aktivitas yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Penilaian Otentik, Penilaian Karakter
Teater Antara Kreative, Dinamika Kelompok, Kematangan Psikologis, Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i1.2758

Abstract

ABSTRAKTeater dapat dipandang dalam berbagai dimensi. Dimensi pertama adalah bahwa teater merupakan wujud kreativitas para pelakunya. Dalam pembentukan proses kreatif tersebut teater mencerminkan dinamika kelompok para pelakunya. Lebih jauh teater dapat pula dikatakan sebagai wadah pengembangan kematangan psikologis. Sejalan dengan hal di atas, teater merupakan materi pembelajaran di sekolah karena dinggap memilki banyak muatan posotif di dalamnya. Teater dalam pembelajaran membuat sebuah kontribusi yang penting terhadap perkembangan anak. Teater menyangkut bahasa, persepsi, perkembangan konsep, pengetahuan estetik dan pada akhirnya keseluruhan barisan pengalaman itu sendiri. Teater lebih jauh merupakan seni bahasa dan kemampuan berkomunikasi yang dapat digabungkan dalam beberapa cara yang menyenangkan dan untuk tujuan yang bervariasi dimulai dari mempertinggi perkembangan bahasa dan kosa kata sampai kepada kemampuan pemahaman menggunakannya dan membaca kritis.Kata Kunci : Teater, Kreativitas. Dinamika Kelompok, Psikologis, dan Pembelajaran
Optimalisasi Penerapan Model Pembelajaran Reading Aloud With Comprehension (RAC) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar Ernalis, -; Syahrudin, D; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2783

Abstract

Masalah penelitian ini dibatasi pada masalah utama yang muncul dalam pembelajaran membaca permulaan di sekolah dasar. Masalah tersebut adalah kurang terbinanya keterampilan membaca permulaan para siswa. Faktor utama yang menyebabkan hal tersebut adalah belum diterapkannya model pembelajaran membaca permulaan yang tepat bagi siswa. Sejalan dengan masalah ini tujuan penelitian yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui, menjelaskan, dan memaparkan (1) perbedaan kemampuan membaca permulaan antara siswa SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model RAC dan yang tidak menggunakan model RAC dan (2) faktor-faktor utama yang mendukung kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian campuran tipe eksplanatori. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa sekolah dasar di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dan Kecamatan Ujungberung Kota Bandung. Data Penelitian akan dikumpulkan dengan menggunakan instrumen (1) kuesioner (2) wawancara, (3) penilaian hasil belajar, (4) penilaian proses/keterampilan, (5) catatan lapangan, dan (6) dokumentasi. Data hasil penelitian akan diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data kualitatif dan teknik pengolahan data kuantitatif dengan uji statistika. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara siswa SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model RAC dan yang tidak menggunakan model RAC dan (2) faktor-faktor utama yang mendukung kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar adalah faktor intensitas membaca, strategi pembelajaran membaca, dan pengayaan bahan bacaan.
PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA Abidin, Yunus
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.74-81

Abstract

Proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan, harus dilakukan dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi yang dimiliki mahasiswa sehingga mahasiswa memperoleh bekal guna menghadapi kehidupan di masyarakat. Hakikat pengajaran sastra ialah memperkenalkan kepada mahasiswa nilai-nilai yang dikandung karya sastra dan mengajak mahasiswa ikut menghayati pengalaman-pengalaman yang disajikan. Terkait dengan permasalahan tersebut, proses perkuliahan sastra selayaknya menerapkan model baru yang menekankan aspek berolah sastra bagi mahasiswa. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan pengajar dan mahasiswa dengan karya sastra adalah model pembelajaran bengkel sastra.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, khususnya studi kasus. Salah satu model studi kasus dibidang pendidikan yang secara praktis dapat diterapkan dalam proses pembelajaran adalah model penelitian tindakan kelas. Sejalan dengan uraian tersebut, penelitian ini akan mencoba menerapkan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra. Oleh sebab itu, penelitian ini pada dasarnya akan mencoba menguji hipotesis tindakan bahwa “penerapan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra akan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya sastra”Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa model bengkel sastra dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis sastra. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya kemampuan siswa menulis puisi, prosa, dan naskah drama. Oleh sebab itu, hipotesis tindakan dalam penelitian ini terbukti yakni bahwa penerapan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya sastra.
MODEL PEDAGOGIK MULTILITERASI DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR ABAD KE-21 Nuryani, Pupun; Abidin, Yunus; Herlambang, Yusuf Tri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i2.18821

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan dan keterampilan berpikir insan-insan pendidikan Indonesia abad ke-21, khususnya ketermapilan berpikir berpikir kritis dan problem solving. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu faktor utama ialah, pembelajaran yang belum diorientasikan pada pengembangan keterampilan berpikir abad ke-21 dan masih hanya berfokus pada pencapaian pengetahuan secara parsial-tekstual dan bukan pada pemahaman secara integratif-kontekstual terhadap pengetahuan yang dipelajari. Sejalan dengan hal tersebut, diperlukan upaya meningkatkan keterampilan berpikir insan-insan pendidikan Indonesia. Upaya tersebut harus diawali dengan merekayasa model pendidikan yang tepat guna dan tepat sasaran, salah satunya ialah Pedagogik Multiliterasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian campuran tipe eksploratori. Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar di seluruh wilayah Indonesia yang akan dipilih secara purposif. Data Penelitian akan dikumpulkan dengan menggunakan multiinstrumen Data hasil penelitian akan diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data kualitatif dan teknik pengolahan data kuantitatif dengan uji statistika. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa implementasi model pedagogik multiliterasi telah terbukti lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan problem solving siswa jika dibandingkan dengan model terlangsung yang biasanya digunakan di sekolah. Hal ini menandakan bahwa model pedagogik multiliterasi lebih mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan problem solving siswa pada jenjang sekolah dasar secara efektif pada berbagai bidang kajian yang diajarkan dibandingkan dengan model terlangsung yang biasanya digunakan di sekolah dasar.