Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

AKTIVITAS FISIK BERKORELASI POSITIF DENGAN PERKIRAAN USIA HIDUP PADA ANGGOTA SANGGAR SENAM AEROBIK DI SURABAYA Kunjung Ashadi,
Arena Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Arena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AKTIVITAS FISIK BERKORELASI POSITIF DENGAN PERKIRAAN USIA HIDUP PADA ANGGOTA SANGGAR SENAM AEROBIK DI SURABAYA   Kunjung Ashadi ABSTRACT Healthy lifestyle has proved giving positive impact for individual alive age. Continuous real practice of healthy lifestyle could increase alive age estimation. A part of healthy lifestyle is sport/physical activity routinely. Based on foreword research result is known that aerobic gymnastics members in Surabaya not yet practicing healthy lifestyle optimally. Pay attention to individual phisical activities/routine level of aerobic gymnastics exercise and linked to healthy lifestyle, so this research is done with hypothesis that (1) there is positive correlation between physical activities and alive age estimation member of aerobic gymnastics studios in Surabaya and (2) there is weak power of correlation between physical activities and alive age estimation member of aerobic gymnastics studios in Surabaya. This research is done at aerobic gymnastics studios in Surabaya with total sample as big as 120 aerobic gymnastics members. Research plan used is observasional with approach cross sectional, data collecting tool is closed inquiry to counts alive age estimation. Data of alive age estimation is analyzed by using Spearman test. Based on research data is known that aerobic gymnastics member has low enough risk of coroner heart sickness, good aspect of healthy lifestyle, medical, security, personality, and psychology, and also moderate aspect of special screening for woman. Based on test result are known significant correlation         (p < 0,05) and weak power of correlation (r = 0,290) between physical activities and alive age estimation member of aerobic gymnastics studios in Surabaya. Conclution of this research result are (1) there is positive correlation between physical activities and alive age estimation member of aerobic gymnastics studios in Surabaya and (2) there is weak power of correlation between physical activities and alive age estimation member of aerobic gymnastics studios in Surabaya. Result of this research is supposed use as basic of next advance research to count alive age estimation in other sex, various sport branch and region in Indonesia. Keywords: lifestyle, alive age, phisical activities, aerobic gymnastics.
Cidera Olahraga dalam Kaitannya dengan Spesifikasi Sepatu Olahraga Kunjung Ashadi, ; Abdul Hafidz,
Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sport dispute caused by many factors. One of them is sport equipment. Shoes as an item of sport equipment has contribution to prevent sport injuries or maybe, in bad effect, shoes exactly causes the happening of sport injuries. Unique and various characteristics of each sport branch are main factors to determine of design / making sport shoes.  That’s why each sport shoes uses various compotition materials, appropriate with each sport branch demand, to increase performance and absolutely minimize risk of sport dispute.
PEMBUDAYAAN OLAHRAGA MASYARAKAT SEBAGAI PERINTIS OLAHRAGA PRESTASI Sapto Wibowo, ; Kunjung Ashadi,
Ordik Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga adalah bagian penting dari aspek kehidupan pribadi, berbangsa dan bernegara. Untuk tujuan pribadi, melalui olahraga dapat diperoleh kebugaran jasmani. Untuk tujuan berbangsa, melalui olahraga dapat dicapai kebanggaan negara dengan prestasi puncak di ajang olahraga internasional. Prestasi olahraga tidak dapat tercapai tanpa adanya atlet-atlet yang handal. Untuk dapat menjadikan seseorang menjadi atlet yang hebat, maka perlu dilaksanakan tahapan-tahapan yang saling berkaitan dan saling mendukung. Pada tahapan yang paling dasar adalah menjadikan olahraga sebagai gaya hidup dan  budaya yang dicintai oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dalam melaksanakan tahapan ini terdapat kendala-kendala nyata yang harus diselesaikan sehingga program pembudayaan olahraga di masyarakat bukan menjadi angan–angan belaka
KAJIAN EFEKTIVITAS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI COUNTRY CLUB GOLF GRAHA FAMILI SURABAYA Gemilang, Dedi Surya; ASHADI, KUNJUNG
Arena Vol 6, No 2 (2014): Vol. 6, No. 2, Juli 2014
Publisher : Arena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effectiveness is the extent to which organizations carry out the entire task or achieve substantially all of the target. The effectiveness of the theory viewed from 1) the purpose of the company, 2) achievement run basic tasks are reflected in the General Standard of Operations and Procedures. The purpose of this research is to find out how the effectiveness of human resource management at the Country Club Golf Graha Famili seen from two aspects. It can be concluded that, the level of effectiveness in the Country Club Golf Graha Famili very good. Goals and Objectives achieved the desired company can be seen from the assessment of the suitability of a member who expresses the percentage up to 81%. It can be realized because of absence of control by managers based checklist that exist in every part. And provide reward and punishment in accordance with company regulations.
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC WAVE SQUAT DAN 5-5-5 SQUAT JUMP TERHADAP POWER PADA PEMAIN BOLAVOLI CLUB SAHABAT SUMENEP Kurniyawan, Hery; ASHADI, KUNJUNG
Arena Vol 6, No 1 (2014): Vol. 6, No. 1, Januari 2014
Publisher : Arena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertical jump atau tinggi loncatan merupakan salah satu kondisi fisik yang sangat diperlukan dalam segala cabang olahraga, seperti halnya bolavoli. Pembentukan kondisi fisik yang bagus dapat dihasilkan dengan menerapkan program latihan yang intensif dan sesuai dengan kebutuhan, bentuk latihannya adalah Plyometric Wave squat dan 5-5-5 squat jump. Latihan tersebut berguna dalam mengembangkan tenaga explosive pangkal paha dan kaki. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah : (1) Adakah pengaruh latihan Plyometric Wave squat terhadap power otot tungkai?; (2) Adakah pengaruh latihan 5-5-5 squat jump terhadap power otot tungkai?; dan (3) Pelatihan manakah yang signifikan memberikan peningkatan power. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan pemberian pretest dan posttest. Subyek dalam penelitian ini adalah pemain bolavoli putra Club Sahabat Sumenep . Sedangkan pembagian sampel menggunakan teknik Ordinal Pairing dan ditetapkan sebanyak 12 orang yang dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok 1 diberikan latihan Wave squat, dan kelompok 2 diberikan latihan 5-5-5 squat jump. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t berpasangan (paired t-tes) menunjukkan bahwa: (a) nilai sig untuk metode latihan Wave squat sebesar 0,001 lebih kecil dari pada α=0,05. Dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan pada metode latihan Wave squat untuk pretest dan posttest terhadap power pada pemain bolavoli Club Sahabat Sumenep ; (b) Metode latihan 5-5-5 squat jump diperoleh nilai sig sebesar 0,029 lebih kecil dari pada α=0,05. Dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan pada metode latihan 5-5-5 squat jump untuk pretest dan posttest terhadap power pada pemain bolavoli putra Club Sahabat Sumenep ; (c) nilai sig untuk kedua metode latihan sebesar 0,892 lebih besar dari α=0,05. Dengan kata lain tidak ada perbedaan antara kedua metode latihan dalam peningkatan power pada pemain bolavoli Club Sahabat Sumenep. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Ada pengaruh metode latihan Wave squat terhadap power pada pemain bolavoli putra Club Sahabat Sumenep (sig = 0,001 < α=0,05) ; (2) Ada pengaruh metode latihan 5-5-5 squat jump terhadap power pada pemain bolavoli putra Club Sahabat Sumenep (sig = 0,029 < α=0,05) ; (3) Tidak ada perbedaan antara kedua metode latihan terhadap peningkatan power pada pemain bolavoli putra Club Sahabat Sumenep (sig = 0,892 > α=0,05). Kata kunci: Latihan, Plyometric Wave squat, 5-5-5 squat jump, Tinggi Loncatan.
Perbandingan dua jenis olahraga pada pagi dan malam hari terhadap kualitas tidur Andriana, Laily Mita; Ashadi, Kunjung
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 5 No 1 (2019): in Collaboration with APOPI
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.668 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v5i1.12800

Abstract

Basically, humans are through two phases in their lives, namely the ergotropic phase in which humans were active in the morning and the trophotropic phase in which humans do recovery at night. This study aimed to compare the two types of exercise carried out in the morning and at night to the quality of sleep. The research method used was quantitative descriptive approach with a treatment of one shot case study design by using 40 male students as subjects divided into four groups. To find out the difference in the quality of sleep during morning and night sessions, this study used t-test samples independent test. Based on the results of this study, it was shown that sleep quality of the group carrying out moderate-intensity continuous cycling activities in the morning and night sessions had P> 0.05 and the sleep quality of the group carrying out High Intensity Interval Training (HIIT) cycling in the morning and night session had a value of P <0.05. The conclusion of this study was that there was no significant difference in sleep quality between the groups carrying out moderate cycling activities in the morning and night session had a value of P <0.05. The conclusion of this study was that there was no significant difference in sleep quality between the groups carrying out moderate cycling activities in the morning and night, but there were significant differences in the quality of sleep between the groups carrying out HIIT cycling activities in the morning and night.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OVERTRAINING PADA ATLET DAN PELATIH KLUB ATLETIK PETROGRES KABUPATEN GRESIK PRATIWI, NANDA; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overtraining adalah proses latihan yang terlalu berlebihan sehingga atlet mengalami kelelahan yang ditandai dengan beberapa gejala-gejala psikologi dan fisiologi, sehingga menurunnya kemampuan tubuh ditengah-tengah program latihan akibat beban yang terlalu berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan overtraining kepada atlet dan pelatih klub atletik Petrogres Kabupaten Gresik tentang pengertian, mekanisme, tanda-tanda, dampak, penyebab, dan cara mengatasi overtraining. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan soal pilihan ganda sebanyak 20 dan beberapa pertanyaan wawancara untuk penunjang kebenaran dari hasil data tersebut. Sasaran penelitian menggunakan atlet dan pelatih dengan total 26 orang, dari 18 atlet dan 8 pelatih. Dari hasil yang diperoleh maka kesimpulan dari rata-rata nilai pengetahuan atlet sebesar 54,6 dengan presentase 72% termasuk dalam kategori ?cukup?. Sedangkan untuk pelatih adalah 71,3 dengan presentase 50% termasuk dalam kategori ?baik?. Dilihat dari skor jawaban atlet menurut komponen soal yang benar adalah 58% dan yang salah 42%, untuk pelatih dengan jawaban benar yaitu 63% dan 37% dengan jawaban salah. Dari hasil tingkat pengetahuan atlet dan pelatih sebagian besar telah memahami overtraining dengan baik dilihat dari kategori ?baik? untuk pelatih dan ?cukup? untuk atlet. Kata Kunci: Pengetahuan, overtraining, atlet, pelatih, atletik.
PEMAHAMAN PELATIH SEKOLAH SEPAKBOLA SE KOTA MADIUN TENTANG PHYSIOLOGICAL ROCOVERY DIAS ABDILLAH, GHUFRON; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Recovery adalah waktu yang digunakan untuk mengembalikan kondisi tubuh untuk siap melakukan aktivitas berikutnya. Recovery dibagi menjadi dua, yaitu physiological recovery dan psychological recovery. Physiological recovery adalah kembalinya kondisi tubuh untuk siap melanjutkan aktivitas berikutnya melalui aspek fisik, sedangkan psychological recovery adalah kembalinya kondisi tubuh untuk siap melanjutkan aktivitas berikutnya melalui aspek mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif menggunakan 10 soal pilihan ganda yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery dan wawancara lisan terstruktur berjumlah 8 pertanyaan yang digunakan untuk membantu memperjelas data yang diperoleh dari sampel dalam menerapkan strategi physiological recovery. Sasaran penelitian ini menggunakan 7 pelatih. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery adalah sebesar 75,71. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery adalah baik. KATA KUNCI : Recovery, Sepakbola, Pelatih Abstrack Recovery is the time used to restore the condition of the body to be ready to do the next activity. Recovery is divided into two, namely physiological recovery and psychological recovery. Physiological recovery is the return of body condition to be ready to continue the next activity through the physical aspect, while psychological recovery is the return of body condition to be ready to continue the next activity through mental aspects. The purpose of this study was to find out the average value of the knowledge of football coaches throughout Madiun City about physiological recovery. The method in this study is quantitative descriptive using 10 multiple choice questions used to find out how much the average value of knowledge of coaches of football schools throughout Madiun City about physiological recovery and structured oral interviews amounted to 8 questions used to help clarify the data obtained from the sample in implement physiological recovery strategy. The target of this research is 7 coaches. Based on the results of this study it is known that the average value of the knowledge of football coaches throughout Madiun City about physiological recovery is 75.71. From the results of this study can be concluded that the average coach football school throughout Madiun about physiological recovery is good. KEY WORD : Recovery, Football, Coach
PROFIL HIDRASI ATLET PENCAK SILAT PUSLATCAB KABUPATEN BANGKALAN PADA SESI LATIHAN RADITIYA MAHAYUNI, APRILIA; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hidrasi adalah kecukupan cairan dalam tubuh manusia untuk menunjang berjalannya metabolisme. Hidrasi komponen penting bagi seorang atlet, yang dimana atlet lebih banyak melakukan aktifitas fisik daripada yang bukan atlet.Dampaknya hidrasi bisa menyebabkak atlet cepat kelelahan pada saat latihan, kehilangan konsentrasi bahkan bisa menyebabkan cidera. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rata-rata nilai hidrasi atlet sebelum latihan, mengetahui rata-rata nilai hidrasi sesudah latihan dan mengetahui perbedaan rata-rata nilai hidrasi atlet sebelum dan sesudah latihan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif.Sasaran penelitian ini menggunakan 14 atlet kategori remaja.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian soal piihan ganda sebagai penunjang kebenaran data dan mengetahui rata-rata pengetahuan atlet, kemudian cek urine untuk mengetahui hasil hidrasi atlet. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan atlet Pencak Silat tentang hidrasi adalah 65,00 yang termasuk dalam kategori baik, dengan rincian kategori baik sebesar 57% atau 8 atlet, kategori cukup sebesar 36% atau 5 atlet dan kategori kurang sebesar 7% atau 1 atlet. Hasil cek urine sebelum latihan rata-rata nilainya sebesar 3,43 yang termasuk dalam kategori terhidrasi sedangkan sesudah latihan rata-rata nilainya sebesar 3,93 yang termasuk dalam kategori dehidrasi. Hasil nilai uji mann whitney Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,063 hidrasi sebelum dan sesudah latihan, karena nilai tersebut lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai hidrasi sebelum dan sesudah latihan. Kata kunci : Hidrasi, Pencak Silat, Atlet ABSTRACT Hydration is the adequacy of the fluids in the human body in order to support the operation of metabolism. Hydration important components for an athlete, that is where athletes are doing more physical activity than not athletes. Its effects can be menyebabkak hydration athletes quickly exhausted at the time of exercise, the loss of concentration can even cause injuries. The purpose of this research is to know the average athlete hydration before exercise, knowing the average value of hydration after exercise and knowing the difference of the average value of the hydration of athletes before and after exercise. In this study using a descriptive quantitative research methods. Objectives this study using 14 athletes category teens. Data collection was done by charging problem piihan double as supporting the truth of the data and to know the average athletes knowledge, then check the urine to find out the results of the hydration of athletes. Based on the results of the study showed that the average knowledge about Pencak Silat athletes hydration is 65.00 which is included in both categories, with details of both categories of 57% or 8 athletes, a category simply amounted to 36% or 5 athletes and categories less of 7% or 1 athlete. Results of urine checks before practice average value of 3.43 is included in the category of hydrated after exercise while the average value of 3.93 is included in category dehydration. The results of the mann whitney test Asymp value. SIG (2-tailed) of 0.063 hydration before and after exercise, because such values over 0.05 then it can be concluded that there is no significant difference value of hydration before and after exercise. Key words: hydration, Pencak Silat, Athlete
PERBANDINGAN DENYUT NADI, STATUS HIDRASI DAN JUMLAH KALORI DALAM AKTIVITAS SUBMAKSIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MUSIK DAN TANPA MUSIK PADA MAHASISWA FIO UNESA THAURICHIA WAHYU LESTARI, YANI; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas Olahraga adalah aktivias yang dilakukan secara terencana, terstruktur, sistemastis serta dilakukan secara berkelanjutan. Seseorang yang melakukan olahraga harus memperhatikan bebrapa faktor diantaranya intensitas latihan yang dilakukan, frekuensi latihan, durasi, serta tipe latihan yang digunakan. Pada penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui perbandingan denyut nadi, status hidrasi, dan jumlah kalori dalam aktivitas submaksimal dengan menggunakan musik dan tanpa musik.Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan subjek penelithan sebanyak sepuluh mahasiswa yang dipilih secara proposive sampling. Data yang dicari pada penelitian ini adalah denyut nadi, status hidrasi, dan jumlah kalori. Teknik analisis data yang digunakan adalah mean, standar deviasi, uji normalitas, uji homogenitas, paired t-test, independent samples t-test.Hasil penelitian ini adalah bahwa tidak tedapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan musik dan tanpa musik terhadap denyut nadi latihan dan denyut nadi pemulihan ( p &gt; 0,05). Tredapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan musik dan anpa musik terhadap status hidrasi ( p &gt; 0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompo yang menggunakan musik dan tanpa musik terhadap jumlah kalori yang dikeluarkan (p &gt; 0,05).