Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PELATIHAN PENGELASAN APLIKATIF BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN “DARUL ULUM” MAGETAN Alfi Tranggono Agus Salim; Fredy Susanto; Indarto Yuwono; Wahyu Pribadi; Sulfan Bagus Setyawan; Khairul Anam Basyar; Jovial Auliya Furqan; Muhammad Abdul Aziz; Ubaeydilah ma’ruf
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 3 No 2 (2019): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.328 KB) | DOI: 10.37859/jpumri.v3i2.1500

Abstract

Teknologi pengelasan merupakan teknologi terapan, yang mana teknologi ini dapat diterapkan dan diaplikasikan dalam produk, baik produk dalam skala besar maupun skala kecil. Penerapan teknologi pengelasan dapat dilakukan didunia pendidikan maupun masyarakat, didunia pendidikan dapat dilakukan dengan pendidikan formal sedangkan dimasyarakat dapat dilakukan dengan pelatihan. Pelatihan pengelasan dimasyarakat kami lakukan dengan program pengabdian yaitu pengabdian pelatihan pengelasan aplikatif bagi santri Pondok Pesantren. Pendidikan agama disebuah pesantren mengarah ke pembentukan afektif dan sikap, yang akan menimbulkan penambahan jumlah SDM kurang terampil. Melihat kondisi seperti diatas maka salah satu langkah yang perlu diambil adalah dengan memberikan pelatihan pengelasan bagi santri Pondok Pesantren. Pelatihan ini menerapkan teknologi pengelasan hingga menghasilkan produk. Pelatihan dimulai dari pengenalan, teknik pengelasan hingga aplikasi pengelasan untuk membuat produk, produk yang dihasilkan berupa meja belajar lipat yang digunakan untuk santri Pondok Pesantren. Pelatihan ini telah memberikan dampak positif bagi santri Pondok Pesantren, yang mana sebelumnya belum begitu dapat memahami teknologi pengelasan, pelatihan ini bisa menguasai keterampilan pengelasan. Dengan penguasaan keterampilan pengelasan maka masyarakat alumni pondok pesantren juga memiliki keterampilan dan bisa mengembangkan wirausaha.
KARAKTERISTIK TERMOELEKTRIK TEC BERVARIASI TIPE SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK DC Alfi Tranggono Agus Salim; Yuli Prasetyo; Bachtera Indarto; Sulistyono Sulistyono; Muhammad Aji Pangestu; Muhammad Ruston Habibi; Muhammad Nur Cahyanto; Hilman Naufal Rafi
Jurnal Energi dan Teknologi Manufaktur Vol 2 No 01 (2019)
Publisher : Polinema Press, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jetm.v2i01.27

Abstract

Thermoelctric Cooler (TEC) merupakan sebuah komponen pendingin solid-state elektrik yang bekerja sebagai “Pemompa Panas” dalam melakukan proses pendinginan Thermoelctric Cooler (TEC) memanfaatkan efek peltier yaitu apabila arus listrik searah yang melalui sambungan dua bahan termoelektrik menghasilkan perbedaan temperatur diujung sambungan. Penggunaan elemen termoelektrik sebagai pembangkit listrik dengan merubah energi panas menjadi energi listrik merupakan konsep efek seeback yang diaplikasikan pada Thermoelctric Generator (TEG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan tipe Thermoelctric Cooler (TEC) sebagai Generator pembangkit listrik menggunakan efek seebeck. Pengujian dilakukan dengan cara eksperimental dengan memanaskan dan mendinginkan pada setiap sisi elemen termoelektrik tipe Thermoelctric Cooler (TEC). Tipe TEC yang digunakan antara lain C dilakukan untuk memperoleh nilai tegangan dan arus listrik dengan variasi pembebanan resistor sehingga dapat dihitung daya listriknya. Temperatur diatur pada perbedaan 100oC. Dari pembebanan resistor paling rendah 1 KΩ dihasilkan daya tertinggi pada tipe TEC 1-12710, dengan daya yang dihasilkan sebesar 265 X 10-5 watt. Dengan nilai tegangan listrik dan arus listrik tertinggi yang dihasilkan pada tipe TEC 1-12710 sebesar 1,83 V dan 1,59 mA. Dapat disimpulkan bahwa tipe TEC 1-12710 dapat menghasilkan daya listrik paling besar jika dibandingkan dengan tipe Thermoelctric Cooler (TEC) lain yang diujikan
Modifikasi Alternator dan Sistem Kelistrikan Untuk Peningkatan Daya Listrik Sepeda Motor 125 cc Alfi Tranggono Agus Salim; Eko Darmawan; Yoga Ahdiat Fakhrudi; Izhary Siregar; Balkhaya Balkhaya; Muhammad Anhar Pulungan; Sufiyanto Sufiyanto; Thenny Daus Salamoni
Jurnal Energi dan Teknologi Manufaktur Vol 2 No 02 (2019)
Publisher : Polinema Press, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jetm.v2i02.46

Abstract

The alternator on the motor is one component of the vehicle that can be used to improve its utilization. Modifications to the alternator on the vehicle are made to increase electric power. The working principle of an electric generator is in accordance with the law of faraday if a conductor is rotated in a magnetic field until it crosses the magnetic force line (GGM), it will cause an electric force line (GGL) in volts at the end of the conductor. In the alternator to be used, the lighting coil resistance is 0.24 - 0.36 Ω and the charging is 12.3 - 13.3 V at 1500 rpm. The research conducted was an experiment by comparing the alternator output voltage before it was modified with the alternator output that had been modified. Modification of the alternator is done by the method of load variation and replacement of the diameter of the coil along with the number of turns on the alternator. Measurement of alternator before and after modification shows results that are directly proportional to the output of the alternator at 1,000 rpm - 8,000 rpm. The results of three tests can be concluded that the modification of the alternator has increased from 6.42 A for the standard alternator to 13.7 A for the modification alternator.
Terapan IPTEK pada Pengolahan dan Peningkatan Produktifitas Lahan di Masyarakat Pacitan untuk Budidaya Lebah Klanceng Rakhmad Gusta Putra; Alfi Tranggono Agus Salim; Achmad Aminudin; Nanang Romandoni; Rahayu Mekar Bisono; Cynthia Cahya Aditama; Diah Febriana; Ceryana Nia Rahmawati; Shinta Fajar Sari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.416 KB)

Abstract

Desa Banjarsari terletak di Kabupaten Pacitan yang berada di daerah pinggiran hutan dengan vegetasi tanaman bunga, buah dan kayu yang berlimpah. Namun, sebagian besar masih berupa lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini terjadi disebabkan oleh keterbatasan keterampilan dan informasi potensi dan pasar. Maka dari itu perlu diadakannya pelatihan keterampilan yang dikemudian hari dapat dikembangkan untuk berwirausaha dan mampu digunakan untuk bersaing di era globalisasi, contohnya pelatihan pada bidang budidaya lebah klanceng. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat budidaya lebah klanceng adalah teori dan praktek. Pada metode teori pelatihan budidaya lebah klaceng dilaksanakan secara daring melalui webinar sehingga memudahkan peserta untuk memahami proses pembelajaran budidaya yang benar dan edukasi yang terarah seperti: pengertian lebah klanceng dan jenis-jenisnya, strata lebah, sarang lebah, siklus dan reproduksi, habitat lebah klanceng, budidaya lebah klanceng, pemeliharaan, dan pemanenan. Pada metode praktik peserta mampu melakukan simulasi dan menerapkan apa yang telah dipelajari dalam teori sehingga dapat menghasilkan produk dari budidaya lebah klanceng yang nantinya dapat menambah passive income bagi masyarakat Desa Banjarsari.
PELATIHAN PENGELASAN BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN TAFIDZUL QUR’AN “HASAN MUNADI” BADEGAN PONOROGO Alfi Tranggono Agus Salim; Agus Choirul Arifin; Yoga Akhdiat Fakhrudin; Mitha Anandya Qathrunnada; Muhammad Narrokhim Amrullah; Kanjeng Sunan Lawu
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v4i2.1599

Abstract

Pondok Pesantren merupakan sentral pendidikan tradisional yang merupakan sebuah lembaga di bidang pendidikan dengan basic agama sebagai kurikulum utama. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an “Hasan Munadi” yang berlokasi di desa Karangan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Tingkat kemampuan berwirausaha terkait dibidang pengelasan masih rendah, karena tidak adanya materi tersebut, Oleh karena itu dilaksanakan pelatihan pengelasan di pondok pesantren yang juga mengarah ke hardskill pengelasan, dan yang dikemudian hari akan dikembangkan ke pendirian unit usaha termasuk sebuah bengkel pengelasan. Penyelenggaraan kegiatan program pelatihan wirausaha Pengelasan ini dilaksanakan dengan beberapa parameter yang dapat dicapai luaran dari kegiatan ini adalah produk berupa kemampuan teknik las dasar yang diperoleh santri dan diharapkan terbentuk wirausaha bengkel pengelasan yang akan bermanfaat bagi lingkungan Pondok Pesantren Tafidzul Qur’an “Hasan Munadi” Karangan Badegan Ponorogo. Tahapan pelaksanaan terdiri dari teori pengelasan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta praktek dan pendampingan pengelasan dasar dan lanjut yang menghasilkan produk berupa tangga lipat. Dan semua materi pengabdian pengelasan mengadopsi materi dari pengajaran praktek pengelasan di politeknik negeri madiun. Hasil dari pengabdian (pelatihan) Pengelasan ini peserta memiliki pengetahuan dalam hal pengelasan, dan dapat menerapkan proses peneglasan dengan mengutamakan K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja
Implementasi Iptek di Sektor Bisnis Rintisan (Start-Up) secara Daring pada Komuditas Madu Lebah Kelanceng di Wilayah Pacitan Indarto Yuwomo; Alfi Tranggono Agus Salim; Nanang Romandoni; Rakhmad Gusta Putra; Wida Yuliar Rezika; Guntur Ardanibudiman Putra; Octaviana Gunawati; Sri Wahyuni; Putri Aprilia Sari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.366 KB)

Abstract

Pengembangan usaha madu klanceng dari lebah trigona sapiens merupakan peluang bagi masyarakat khususnya di pedesaan yang memiliki potensi sumber daya kakayaan hayati. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Karang Taruna RT 01 RW 02, Dusun Padangan, Desa Banjarsari, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Maret sampai Oktober 2021. Tujuannya adalah untuk membantu pengembangan usaha dan pemasaran madu klanceng. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan dua metode, yakni metode teori pelatihan bisnis rintisan (Start-Up) melalui webinar bersama dengan narasumber pengusaha madu kelanceng dan praktek proses pelatihan bisnis rintisan (Start-Up) dalam memasarkan produk madu di sosial media dan market place. Teknik pengemasan pada saat pelatihan telah diaplikasikan dengan memakai botol yang lebih higienis dan menarik. Selain itu Tim PKM juga memberikan penyuluhan dan fasilitasi dalam distribusi dan penjualan. Dengan kegiatan PKM ini diharapkan karang taruna semakin mampu dalam mengelola usahanya sehingga memiliki produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan.
PKM Penerapan IPTEK dalam Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Alfi Tranggono Agus Salim; Nanang Romandoni; Rakhmad Gusta Putra; Achmad Arif Alfin; Jovial Auliya Furqan; Khairul Anam Basyar; Muhammad Rusthon Habibi; Hilman Naufal Rafi; Guntur Ardanibudiman Putra
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah yang selalu ada hampir di setiap daerah termasuk pada lingkup Desa Banjarejo, Kec. Ngadiluwih, Kab. Kediri. Salah satu permasalahan pada lingkungan ini yaitu penanganan dan pengolahan sampah yang belum berjalan baik, sehingga menyebabkan penumpukan sampah. Dalam satu hari Desa Banjarejo menghasilkan sampah yang berkisar antara 150 m3 sampai 160 m3, dengan estimasi sampah organik berkisar 75 m3 hingga 80 m3. Nantinya sampah diolah agar masalah sampah ini tidak semakin membesar, terutama sampah organik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk, baik itu pupuk cair maupun pupuk padat. Alat bantu berupa mesin pencacah dan mesin pengayak diperlukan untuk mengolah sampah dalam jumlah besar supaya proses memperhalus sampah lebih efisien. Setelah sampah halus dilanjutkan menuju tahap pembuatan pupuk organik, untuk pupuk cair akan menggunakan alat bantu berupa drum decomposer. Untuk proses pengaplikasian digunakan metode pelatihan yang diadopsi dari penerapan IPTEK pada perkuliahan praktek di Politeknik Negeri Madiun, sehingga dihasilkan luaran masyarakat yang mampu mengolah sampah organik menjadi pupuk organik padat dan cair serta dapat menggunakan alat pencacah dan pengayak guna meningkatkan kualitas produksi pupuk.
Pengaruh Variasi Radius Sudu Turbin Angin Darrieus Tipe Sudu-J Sulistyono Sulistyono; Elka Faizal; Alfi Tranggono Agus Salim
Jurnal Energi dan Teknologi Manufaktur Vol 3 No 02 (2020)
Publisher : Polinema Press, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jetm.v3i02.65

Abstract

Utilization of alternative energy, therefore this wind turbine is used as an alternative energy power plant. So this experimental study is used to determine how much influence on the performance of the Darrieus type J-blade vertical shaft wind turbine by varying the blade radius. The method used is a true experimental research method. The independent variables in this study are variations in wind speed of 3, 4, 5, 6, and 7 m / s. The dependent variable in this research is shaft power and efficiency. Then the controlled variables in this study were the number of blades 3 and the front radius of the blade: 5, 10, and 15 mm. The test results and data processing shows that the blade radius of the Darrieus J-blade type of wind turbine affects the performance of the Darrieus J-blade type wind turbine. In testing the highest value was achieved at a blade radius of 15 mm with a wind speed of 7 m / s, namely the shaft power value of 0.323 Watt and the efficiency value of 4.673%.
Analisa Perbandingan Kerugian Aliran (Losses) pada Pipa Jenis HDPE dan Galvanis (Studi Eksperimen) Izhary Siregar; Alfi Tranggono Agus Salim
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 6 No. 2 (2021): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan pinsip-prinsip mekanika fluida saluran tertutup dapat dijumpai pada jaringan pipa air minum pada perumahan, jaringan pipa industri, maupun bidang keteknikan lainnya. Namun dalam penggunaannya selalu terjadi kerugian energi pengaliran. Dengan mengetahui kerugian energi pada suatu sistem instalasi pipa, akan sangat menentukan tingkat efisiensi penggunaan energi itu sendiri. Penelitian ini akan mengkaji head losses atau kerugian energi pengaliran yang terjadi pada sebuah instalasi perpipaan dengan menggunakan pipa jenis HDPE (fleksibel) dan pipa Galvanis atau pipa besi. Penelitian ini dilakukan dengan sistem instalasi perpipaan yang dibuat sepanjang 7 meter tanpa ada beda ketinggian (elevasi) dan jalur belokan yang sama. Data hasil eksperimen memperlihatkan bahwa total kerugian aliran (minor dan mayor losses) pada pipa HDPE sebesar 1,22 m dan pada pipa Galvanis sebesar 1,95 m. Sementara itu, untuk perubahan tekanan aliran yang terjadi akibat belokan yaitu sebesar 101310,72 Pa pada pipa HDPE dan 101319,42 Pa untuk pipa Galvanis. Kata kunci— Saluran tertutup, ; Pipa HDPE dan Galvanis ; Kerugian Aliran
Karakteristik Sambungan Pengelasan SMAW 3G Plate Variasi Arus Listrik Material ST36 Disabella Dayera; Alfi Tranggono Agus Salim; M. Hadi Cahyono
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 7 No. 1 (2022): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi las merupakan sebuah teknologi penyambungan yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan baja dan konstruksi mesin saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik sambungan pengelasan kampuh X pada material ST36 dengan metode SMAW berposisi 3G Plate dengan variasi arus listrik las dan elektroda E6013 dari hasil uji tarik (Tensile) dan bending. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Dalam penelitian ini spesimen yang digunakan yaitu kampuh X, dengan metode SMAW, elektroda E6013 dengan diameter 2,6 mm, variasi arus pengelasan yaitu 80A, 90A dan 100A. Hasil pengujian diperoleh bahwa karakteristik sambungan pengelasan kampuh X pada material ST36 untuk rata-rata nilai peak load tegangan tarik kampuh X pada baja ST 36, hasil sambungan Las dengan variasi arus berturut-turut yaitu sebesar 68.260 KN/mm2, 65.602 KN/mm2, dan 68.657 KN/mm2. Rata-rata nilai modulasi tegangan tarik kampuh X pada baja ST 36 hasil sambungan Las dengan variasi arus berturut-turut yaitu sebesar 5,259 KN/mm2, 4,820 KN/mm2, dan 4,416 KN/mm2 selanjutnya terjadi pertambahan panjang sampel maksimum yaitu 19 mm kemudian sampel hasil plating patah serta spesimen yang memiliki muatan maksimum adalah spesimen dengan muatan arus 100 Amper dengan nilai muatan 24.276 kN sedangkan untuk nilai tegangan bendingnya memiliki beban puncak yaitu 17.227 MPa
Co-Authors Achmad Aminudin Achmad Arif Alfin Agus Choirul Arifin Amalia Herlina Amelia Rahmatika Bachtera Indarto Bachtera Indarto Bachtera Indarto, Bachtera Balkhaya, Balkhaya Ceryana Nia Rahmawati Cynthia Cahya Aditama Deby Griselda Lutfia Atallah Diah Febriana Disabella Dayera Dony Saputra Eko Darmawan Elka Faizal Firdausa Retnaning Restu Fredy Susanto Guntur Ardanibudiman Putra Halimatus Sa’diyah Hilman Naufal Rafi Hilman Saraviyan Iskawanto Ilmi Rizki Imaduddin Imerlipta Sekar Artianingrum Ina Syarifah Indarto Yuwomo Indarto Yuwono Indarto Yuwono Izhary Siregar Izhary Siregar Jovial Auliya Furqan Jovial Auliya Furqan Kanjeng Sunan Lawu Khairul Anam Basyar Khairul Anam Basyar Khandia Nabil Khoyyiroh Luthfi Hakim M. Hadi Cahyono M. Zaki Imamul Murtadlo Mitha Anandya Qathrunnada Mizanul Asrori Moch.Isro’Oktaviyanto Mochammad Ilman Nafi’ Mohammad Erik Echsony Muhammad Abdul Aziz Muhammad Aji Pangestu Muhammad Anhar Pulungan Muhammad Hasan Basri Muhammad Narrokhim Amrullah Muhammad Nur Cahyanto Muhammad Rusthon Habibi Muhammad Ruston Habibi Muhammad Taali Muhammad Zainal Mahfud Nanang Romandoni Nurudin Nurudin Octaviana Gunawati Putri Aprilia Sari Rachel Yogi Iswari Rafli Maulana Rahardian Titus Nudiansyah Rahardian Titus Nurdiansyah Rahayu Mekar Bisono Rakhmad Gusta Putra Ratriana Lia Monalisa Riza Achmad Fauzi Romal Hadi Setyawan Romal Hadi Setyawan Sabdono Abdi Sucipto Sefi Novendra Patrialova Sefi Novendra Patrialova Shabrina Aisyah Putri Shinta Fajar Sari Sri Wahyuni Sufiyanto Sufiyanto Sulfan Bagus Setyawan Sulistyono Sulistyono Suparman Suparman Thenny Daus Salamoni Ubaeydilah ma’ruf Umar Muchtar Utomo, Agung Prasetyo Wahyu Eko Prasetyo Wahyu Pribadi Wida Yuliar Rezika Yoga Ahdiat Fakhrudi Yoga Akhdiat Fakhrudin Yuli Prasetyo