Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Optimalisasi Usaha Agroindustri Tahu di Kota Pekanbaru Sarifudin, Akhmad; Bakce, Djaimi; Maharani, Evy
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 1, No 1 (2014): Wisuda Februari Tahun 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  The purpose of this study to analyze the right combination of products for tofu agroindustry businesses in order to achieve optimal conditions and analyze the allocation of resources owned by tofu agro-businesses to achieve optimal conditions. The data used in this study are primary and secondary data. This research method using a sensus method. The analytical method used are the optimization analysis and sensitivity analysis using the model of Linear Programming. These results indicate that in order to achieve optimal conditions, tofu agroindustry businesses in Pekanbaru City must produce the large tofu and the little tofu as much 339,242.1 units and 0 unit. From that total production is obtained profit per month of IDR 77,971,390. Resources that become active resource that is tofu acid resource, while other resources are passive or excess resources.   Keywords: Tofu, Combination of Products, Resources
PERANAN SEKTOR PETERNAKAN DAN PERIKANAN TERHADAP PEREKONOMIAN PROVINSI RIAU: ANALISIS STRUKTUR INPUT-OUTPUT Inna Hidayah; Syaiful Hadi; Djaimi Bakce
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 2, No 1 (2015): Wisuda February 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The livestock and fishery sector are very important in the economy Riau Province as industrial raw material providers, employers, providers of food and source of income. This study aims to analyze the role of livestock and fishery sectors to the economy of Riau Province through input-output structure of the review. The data used is data input-output Riau Province 2012 with 18 x 18 sector classification sourced from the Bappeda of Riau Province. The Analytical method used is descriptive analysis method. The analysis showed: first,thelivestock and fishery sector contributed to the economy of high enough Riau Province. Livestock and fishery sectors contributes high arethe marine fish and other marine product sector, ground fish and other ground fish sector, livestock and other livestocks. Second,forming component output of livestock and fishery sector is driven by consumption, followed by intermediate output and export. Third, in term of input, component input of livestock and fishery sector is driven by producer surplus, followed by intermediate input and wage-salary. To encourage economic growth in the livestock and fishery sector and increase consumption and investment directly or indirectly.Effort to improve the investment indirectly trough the accumulation from accumulation of capital from producer surplus Keywords:   the role of livestock and fishery, input-output table, consumption, producer surplus. 
Regression Model in Transitional Geological Environment For Calculation Farming and Production of Oil Palm Dominant Factor in Indragiri Hilir Riau Province Heriyanto, Heriyanto; Karya, Detri; Choanji, Tiggi; Asrol, Asrol; Bakce, Djaimi; Elinur, Elinur
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol 4 No 1 (2019): JGEET Vol 04 No 01 : March (2019)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.71 KB) | DOI: 10.25299/jgeet.2019.4.1.2600

Abstract

Palm oil commodity is plantation sub-sector commodity which can increase the income of farmers and communities, providers of raw material processing industries that create added value. Cultivated by smallholders self consists of land area, peatlands tidal, coastal peatlands and coastal lands. Differences typology of this land will contribute to the different productions. Generally, this study aimed to analyze the factors of production and farming oil palm, according to the typology of land Specifically aimed to analyze the production and cultivation of oil palm as well as the dominant factor affecting the production Kalapa smallholders' according to the typology of the land and to formulate policy implications of oil palm development patterns of the people in Indragiri Hilir in Riau province. To answer this research analyzed with descriptive statistics and build a multiple regression model with dummy variables Ordinary Least Square method (OLS). Memperlihatan research results that palm oil production and farming on land typology highest compared with tidal peat, peat coast, and coastal lands. Oil palm farming income on a non-pattern land typology best compared with other lands (peat tides, coastal peatlands, and coastal land). The dominant factor affecting the production of palm oil in Indragiri Hilir is the amount of fertilizer, labor, plant age, herbicides, and soil typology dummy land. Policy Implications development of oil palm plantation in Indragiri Hilir in order to increase production, productivity and farm income oil palm can be through the construction of roads production, provision of means of production and palm oil processing industry to shorten the distance and shorten the time of transport that TBS of oil palm plantations to the factory. Furthermore, the use of fertilizers, labor and land typology is very responsive to TBS production. Therefore, in the farming of oil palm cultivation should follow the recommended technical.
Analisis Efisiensi Produksi Usahatani Kelapa di Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir Aumora, Nova Sri; Bakce, Djaimi; Dewi, Novia
SOROT Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.037 KB) | DOI: 10.31258/sorot.11.1.47-59

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi produksi usahatani kelapa. Pada penelitian digunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA), yang merupakan metode non parametrik berbasis pada Linear Programming. Hasil survei menunjukkan bahwa usahatani kelapa di Kecamatan Pulau Burung belum menggunakan teknik budidaya sesuai standar. Sebagian besar usahatani kelapa tidak menggunakan pupuk dan pestisida. Begitu juga dengan aktivitas pemeliharaan tanaman relatif tidak dilakukan dengan baik, seperti pembersihan lahan dan pembumbunan. Aktivitas usahatani yang aktif dilakukan hanyalah pemanenan dan penanganan pasca panen. Berdasarkan analisis efisiensi produksi dapat disimpulkan bahwa: Pertama, sebagian besar usahatani kelapa tidak efisien secara teknis, ditunjukkan oleh penggunaan tenaga kerja yang sudah melebihi dari kapasitas yang seharusnya. Kedua, sebagian besar usahatani kelapa juga tidak efisien secara alokatif, ditunjukkan oleh harga input yang dibayar petani lebih besar dari harga output yang mereka terima. Ketiga, sebagian besar usahatani kelapa yang tidak efisien secara teknis dan alokatif, mengindikasikan sebagian besar usahatani kelapa tidak efisien secara ekonomi. Untuk mewujudkan usahatani kelapa yang efisien secara ekonomi, maka perlu intervensi pemerintah untuk memotivasi petani agar melakukan usahatani kelapa sesuai dengan rekomendasi teknik budidaya kelapa. Disamping itu perlu upaya pengendalian harga input dan peningkatan harga output. Mengingat struktur pasar yang bersifat monopsoni mengakibatkan harga kelapa yang diterima petani lebih rendah dari yang seharusnya.
Analisis Pengambilan Keputusan Ekonomi Rumah Tangga Petani Kelapa di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir Adevia, Juli; Bakce, Djaimi; Hadi, Syaiful
SOROT Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.461 KB) | DOI: 10.31258/sorot.12.1.11-24

Abstract

Usahatani kelapa merupakan matapencaharian utama rumahtangga di Kecamatan Pulau Burung. Permasalahan yang dihadapi rumahtangga petani kelapa adalah harga kelapa yang relatif murah, intrusi air laut, tanaman tua dan rusak dan pasar yang bersifat monopsoni. Mengacu pada permasalahan tersebut, maka studi ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumahtangga dari aspek produksi, curahan waktu kerja, pendapatan dan pengeluaran. Pendekatan ekonometrika persamaan simultan dengan metode Two Stage Least Squares digunakan untuk menjawab tujuan penelitian tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa: Pertama, jumlah produksi tidak responsif dipengaruhi oleh jumlah tanaman kelapa produktif. Kedua, alokasi waktu kerja pada usahatani kelapa dipengaruhi secara positif dan responsif oleh angkatan kerja rumahtangga. Penggunaan tenaga kerja upahan dipengaruhi secara positif dan responsif oleh pendapatan usahatani kelapa. Alokasi waktu kerja non usahatani kelapa dipengaruhi secara positif dan responsif oleh pendapatan non usahatani kelapa. Ketiga, pendapatan non usahatani kelapa dipengaruhi secara positif dan responsif oleh alokasi waktu kerja non usahatani kelapa. Keempat, pengeluaran rumahtangga petani kelapa dipengaruhi secara positif dan responsif oleh pendapatan total rumahtangga, sebaliknya negatif dan responsif oleh tabungan rumahtangga. Investasi pendidikan dipengaruhi oleh pendapatan total rumahtangga dan konsumsi pangan. Kelima, dalam rangka meningkatkan produksi kelapa diperlukan intervensi pemerintah untuk meremajakan tanaman kelapa yang tua dan rusak, memperbaiki tanggul untuk mencegah intrusi air laut dan pemberantasan hama dan penyakit. Selain itu diperlukan upaya yang dapat mendorong rumahtangga petani kelapa untuk mengalokasikan waktu kerja yang lebih banyak pada usahatani kelapa miliknya.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Ekonomi Rumahtangga Petani Padi Sawah di Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar Panjaitan, Sri Rumondang Oktavia; Bakce, Djaimi; Kurnia, Deby
SOROT Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.959 KB) | DOI: 10.31258/sorot.13.2.85-92

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keputusan ekonomi rumahtangga petani padi sawah terkait dengan produksi, alokasi waktu kerja, pendapatan, dan pengeluaran. Pendekatan ekonometrika model persamaan simultan dengan metode Two-Stage Least Square (2SLS) digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Faktor- faktor yang mempengaruhi produksi, alokasi waktu kerja, pendapatan, dan pengeluaran yaitu upah, harga input, harga output, umur, pendidikan, pengalaman kerja, angkatan kerja keluarga, jumlah anggota keluarga, dan jumlah anak sekolah. Data yang digunakan adalah data cross section tahun 2016 yang diperoleh dari wawancara langsung dengan 45 petani padi sawah di Kecamatan Bangkinang. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan Peubah total tenaga kerja dalam usaha responsif mempengaruhi produksi. Alokasi waktu kerja dipengaruhi secara responsif oleh pendapatan dalam usahatani padi sawah. Sementara itu, tidak ada peubah yang responsif mempengaruhi pendapatan luar usahatani padi sawah. Pengeluaran rumahatangga dipengaruhi secara responsif oleh pendapatan total rumahtangga, tabungan, total curahan kerja rumahtangga, dan konsumsi total rumahtangga.This research aims to analyse factors affecting the economic household decision of paddy farmers, associated with production, allocation of working time, income and expenditure. An econometric model of simultaneous equations approach to the Two-Stage Least Square method (2SLS) was used to answer the research objectives. The factors that influence the production, allocation of work time, income, and expenses are wages, input prices, output prices, age, education, work experience, family labour force, the number of family members, and the number of school children. The data used was the 2016 cross-section data obtained by interviewed 45 paddy farmers in Bangkinang Sub-district. The main findings of this research showed variable of the used labour was responsive respect to production. Allocation of working time was responsive respected by the income of paddy farming. In the other hand, there was no variable that responsive respect to income for non-paddy agriculture. Expenditures of the household were responsively respected by total income, saving, the total of working time allocation and total consumption.
Analisis Pengambilan Keputusan Ekonomi Rumahtangga Petani Kelapa di Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir Jelita, Nur; Hadi, Syaiful; Bakce, Djaimi
SOROT Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.81 KB) | DOI: 10.31258/sorot.11.1.15-28

Abstract

Rumahtangga petani kelapa di Kecamatan Enok dihadapkan pada masalah intrusi air laut, modal yang terbatas, serangan hama dan penyakit, dan struktur pasar yang cenderung monopsoni. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumahtangga petani kelapa dari aspek produksi, alokasi waktu kerja, pendapatan dan pengeluaran. Untuk menjawab tujuan tersebut digunakan pendekatan ekonometrika model persamaan simultan metode Two Stage least Squre (2SLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada satupun determinan faktor yang responsif mempengaruhi produksi kelapa. Walaupun tidak responsif, jumlah batang kelapa produktif merupakan determinan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap produksi kelapa. Curahan kerja dalam usahatani kelapa dan penggunaan tenaga kerja luar keluarga dipengaruhi secara positif dan responsif oleh pendapatan dalam usahatani kelapa. Curahan kerja luar usahatani kelapa dipengaruhi secara positif namun tidak responsif terhadap pendapatan luar usahatani kelapa, begitu juga sebaliknya. Pengeluaran rumahtangga (pangan dan non pangan) dipengaruhi secara positif dan responsif oleh pendapatan total rumahtangga. Investasi usaha hanya responsif terhadap pendapatan dalam usaha. Kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk pengembangan kebun kelapa antara lain peremajaan kelapa, perbaikan tanggul untuk mencegah intrusi air laut, dan pemberantasan hama dan penyakit. Selain itu, perlu upaya untuk memotivasi rumahtangga petani agar mengalokasikan waktu kerja lebih banyak pada usahatani kelapa.
Analisis Faktor-faktor Dominan yang Mempengaruhi Keputusan Ekonomi Rumahtangga Petani Padi Sawah di Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak Zara, Talitha Dwi; Bakce, Djaimi; Maharani, Evy
SOROT Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.036 KB) | DOI: 10.31258/sorot.13.1.1-13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor dominan yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumahtangga petani padi sawah di Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak. Untuk menjawab hal ini maka digunakan pendekatan ekonometrika, yakni membangun model persamaan simultan dengan pendugaan parameter menggunakan metode Two Stage Least Square. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada blok produksi faktor yang dominan adalah luas panen padi sawah, total tenaga kerja dalam usahatani, dan biaya sarana produksi. Pada blok alokasi waktu kerja dalam usahatani padi, faktor yang dominan adalah pendapatan rumahtangga petani dalam usaha. Tenaga kerja luar petani dipengaruhi oleh produksi, umur petani, pendidikan petani, dan pengalaman kerja petani. Selanjutnya alokasi waktu kerja luar usaha dipengaruhi oleh pendapatan petani diluar usahatani dan alokasi waktu kerja petani diluar usahatani. Pada blok pendapatan didalam usaha dan diluar usaha dipengaruhi oleh besar kecilnya alokasi waktu kerja. Selanjutnya pengeluaran yang terdiri dari konsumsi pangan, konsumsi non pangan, investasi pendidikan, investasi usaha, pengeluaran rekreasi, dan tabungan faktor dominan yang responsif mempengaruhinya adalah pendapatan total rumahtangga petani.This study aimed to analyze the dominant factors that respect to economic decisions of paddy farmer households in Subdistrict of Sabak Auh, The District of Siak. The econometric model of simultaneous equations approach to the Two-Stage Least Square method (2SLS) was used to answer the study goals. The main findings of this study showed that the harvested area of paddy, the total allocation of work time in rice farming and costs of production facilities are the dominant factors of production. The block allocation of work time in rice farming respects to dominant factors by income in rice farming, and allocation working time of non-rice farming. In another hand, the using of labor from outside the households’ respects to dominant factor by production. Meanwhile, allocation working time of non-rice farming, with respect to dominant factors by the income of non-rice farming, farmer work experience, and age of the farmer. At income in rice farming and non-rice farming with respect to the allocation of work time proportion. At expenditure block that consisted of food consumption, non-food consumption, farming investment, education investment, and saving, respect to total household income.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Ekonomi Rumahtangga Petani Padi Sawah di Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar Swares, Natalia Veronica; Bakce, Djaimi
SOROT Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.743 KB) | DOI: 10.31258/sorot.12.2.71-82

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumahtangga petani padi sawah dari aspek produksi, alokasi waktu kerja, pendapatan, dan pengeluaran rumahtangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonometrik dengan metode Two Stages Least Square (2SLS). Temuan utama dari penelitian ini adalah: Pertama, faktor-faktor dominan yang mempengaruhi produksi adalah luas panen padi sawah dan total alokasi waktu kerja dalam usahatani padi sawah. Kedua, faktor-faktor dominan yang mempengaruhi alokasi waktu kerja adalah pendapatan dalam usahatani padi sawah, angkatan kerja rumahtangga, pengalaman kerja, dan pendapatan rumahtangga luar usahatani padi sawah. Ketiga, faktor-faktor dominan yang mempengaruhi pendapatan luar usahatani padi sawah adalah alokasi waktu kerja di luar usahatani padi sawah, alokasi waktu kerja dalam usahatani padi sawah, dan umur petani. Terakhir, faktor-faktor dominan yang mempengaruhi pengeluaran rumahtangga adalah pendapatan total rumahtangga, jumlah anggota rumahtangga, jumlah anak sekolah, investasi pendidikan, pengeluaran konsumsi pangan, luas panen padi sawah, pengeluaran kesehatan, dan tabungan.
ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI USAHATANI KELAPA DI KECAMATAN KERITANG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Pasaribu, Agustina; Bakce, Djaimi; Dewi, Novia
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keritang subdistrict has a wide enough area of coconut farming, but it’s production is susceptible to fluctuations that tends to decrease and it’s productivity is low. This coconut farming still not use the right cultivation techniques. This can be seen from the behavior of farmers. Most of them do not use fertilizer, pesticides, and the farmer did not make the plants maintenance with good. This study aims to determine the efficiency of production activity of coconut farming  in Keritang subdistrict, Indragiri Hilir Municipality. Methods of analysis is Data Envelopment Analysis (DEA), it is non parametrik methods based on linear programming. Based on the results of the efficiency of production showed that most of the coconut farming is inefficient technically, namely the use of labour has been more than capacity should be. Most coconut’s farmers also inefficient in allocation, because the price of inputs that paid by farmers greater than the output that they have received. If this coconut farming is inefficient in technical and it’s allocation, then the coconut farming also inefficient in the economy. According to these findings in economic, then (1) need any help from the government and the participation of farmers to bring out coconut farming  being appropriate with the right technique of coconut culvitation (2) efforts of the government is needed to control the input price and increase the output price (3) government intervention in terms to eliminate practice of monopsonic.     Key words : Coconut Farming, The efficiency of productions