Syaiful Bahri
Fakultas Teknik Universitas Riau Kampus Bina Widya Panam KM 12.5 Pekanbaru

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PRESTASI KOAGULAN CAIR BERBASIS LEMPUNG ALAM CENGAR DALAM PENGOLAHAN AIR GAMBUT Muhdarina Muhdarina; Nurhayati Nurhayati; Syaiful Bahri; T. Ariful Amri; Amilia Linggawati; Yulianti Yulianti
Akta Kimia Indonesia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5436.113 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v3i1.3094

Abstract

Lempung alam Cengar telah digunakan sebagai bahan baku penyediaan koagulan cair untuk pengolahan air gambut. Koagulan cair disediakan melalui tahap kalsinasi dan pelindian dengan asam sulfat. Lempung alam dikalsinasi pada 500oC selama 3 jam, sedangkan kondisi pelindian dipilih dengan kadar 0,2; 0,4 dan 0,6 mol asam sulfat, temperatur 30, 60 dan 100oC dan waktu pelindian 60, 120 dan 180 menit. Kandungan kation Al3+ dan Fe3+ di dalam koagulan ditentukan dengan metoda spektroskopi serapan atom. Kadar kation Al3+ maksimum 29,368 mg/L dijumpai pada kondisi pelindian 100oC, 3 jam dan konsentrasi 0,6 mol, sedangkan kation Fe3+ diperoleh sebanyak 34,993 mg/L dengan pelindian 0,6 mol asam, 30oC dan 1 jam. Koagulan cair berbasis lempung Cengar mengandung kation Al3+ dan Fe3+ yang jumlahnya sangat dipengaruhi oleh kondisi pelindian. Dipilih tiga jenis koagulan cair dengan kadar Al > Fe, Al ≈ Fe dan Al < Fe untuk mengkoagulasi air gambut. Parameter air gambut yang diamati di antaranya warna, kekeruhan, Chemical Oxygen Demand (COD), Total Dissolved Solid (TDS) dan Total Suspended Solid (TSS). Aplikasi koagulasi air gambut menggunakan koagulan cair sintesis menunjukkan prestasi yang memuaskan pada nisbah koagulan cair-air gambut 1:10 (v/v). Koagulan cair tipe Al < Fe menunjukkan kinerja yang paling baik di antara ketiga koagulan uji. Koagulan ini mampu menghilangkan warna air gambut sebanyak 85%, TDS 89%, COD dan kekeruhan masing-masing adalah 67%
FAKTOR DETERMINAN INTENSI PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Aria Gusti; Bernard Isyandi; Syaiful Bahri; Dedi Afandi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v9i2.138

Abstract

Penelitian ini meneliti intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan pada siswa sekolah dasar menggunakan kerangka Teori Perilaku Berencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar di Kota Padang, Sumatera Barat. Data yang dikumpulkan untuk penelitian ini dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa  pengetahuan tentang  pengelolaan  sampah  berkelanjutan memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Sikap terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan,  norma subjektif  dan perceived behavioral control (PBC)  juga  memiliki  hubungan yang signifikan dengan intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan. Studi ini telah membantu dalam memahami kekuatan relatif dari faktor determinan intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan. Kekuatan hubungan yang paling besar adalah antara PBC dengan intensi, diikuti oleh hubungan antara norma subjektif dengan intensi, dan yang paling lemah adalah hubungan antara sikap dengan intensi. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pihak sekolah serta bagi para pembuat kebijakan.
Penyiapan Arang Aktif Pelepah Kelapa Sawit sebagai Adsorben Asam Lemak Bebas dari CPO (Crude Palm Oil) Muhdarina Muhdarina; Nurhayati Nurhayati; Mhd. Reza Pahlepi; Zetria Pujiana; Syaiful Bahri
al-Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 7, No 1 (2020): al-Kimiya
Publisher : Jurusan Kimia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v7i1.6497

Abstract

Limbah pelepah sawit (LPS) dihasilkan secara periodik dari perkebunan kelapa sawit. Keberadaan LPS ini berpeluang digunakan sebagai bahan baku adsorben. LPS telah diubah menjadi arang aktif pelepah sawit (APS) melalui langkah karbonisasi pada temperatur 600oC selama waktu bervariasi (30, 60, dan 120 menit). APS yang diperoleh dilakukan analisis kadar air, abu dan zat menguap. APS juga dikarakterisasi dengan FTIR untuk menentukan gugus fungsi, keasaman permukaan dengan tirasi Bhoem serta SEM untuk mendeteksi morfologi permukaan. Kemampuan APS untuk menjerap asam lemak bebas (ALB) dari CPO dipelajari pada waktu adsorpsi dan dosis adsorben yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua APS memiliki kadar air, abu dan zat menguap yang sangat rendah, sehingga memenuhi SNI 06-3730-1995. Gugus fungsi yang dimiliki APS di antaranya C-O, O-H, C-O-C, C=O, C-C (aromatik) dan C-H. APS mengandung 14 mmolg-1 total asam dengan mayoritas asam fenolat sebanyak 12,3 mmolg-1, sisanya sebagai asam karboksilat dan laktonat. Morfologi permukaan arang aktif membentuk rongga-rongga dengan ukuran yang semakin besar dan tersusun rapat seiring dengan lamanya waktu karbonisasi. Hasil uji adsorpsi ALB yang paling baik ditunjukkan oleh APS60 yang mampu menjerap hingga 77,8% ALB pada waktu adsorpsi 60 menit dan 1 g  dosis adsorben. Dengan demikian, LPS layak dikembangkan menjadi arang aktif dan digunakan sebagai adsorben untuk mengurangi kadar asam lemak bebas dalam CPO.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Intensi Perilaku Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Padang Aria Gusti; B Isyandi; Syaiful Bahri; Dedi Afandi
Dinamika Lingkungan Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.522 KB) | DOI: 10.31258/dli.2.2.p.100-107

Abstract

This studi examined the behavioral intention of sustainable waste management inelementary school student using the framework of Theory of Planned Behavior. The objectiveof this study was to know the relationship of knowledge, attitude, and the behavioral intentionof sustainable waste management. Population and sample in this study were elementaryschool students in the Padang City, West Sumatra. The data collected for this study wereanalyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results of this study stated that theknowledge about sustainable waste management has a significant relationship with attitudestowards sustainable waste management. Knowledge and attitudes towards sustainable wastemanagement had a significant association with the behavioral intention of sustainable wastemanagement. These findings have important implications for the school as well as for policymakers.