Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

MODEL KOMUNIKASI PARIWISATA YANG BERBASISKAN KEARIFAN LOKAL Aat Ruchiat Nugraha; Susie Perbawasari; Feliza Zubair
Jurnal The Messenger Vol 9, No 2 (2017): July-December
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v9i2.468

Abstract

Cultural values will strengthen the attractions of a place. Viewed from the potential side, cultural values will provide benefits on social, ecological, and economic aspects. This research uses explorative method with data collection technique through in-depth interview, observation, and literature study. The results of research indicate that the elements of culture will strengthen the tourism sector if communicated well and sustainably among stakeholders in an effort to develop the object of tourism through local branding. The conclusion of this research resulted that the existence of culture applied through the display of arts and local wisdom that utilizes the beauty of natural panorama can strengthen and increase the popularity of a tourist attraction if it has established good communication between the government, capital owners, community and other interest groups.
Komunikasi dalam Transformasi Budaya Perusahaan Setianti, Yanti; Perbawasari, Susie
Jurnal Penelitian Komunikasi Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Komunikasi Vol. 16 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.805 KB)

Abstract

PT Dahana (Persero) yang semula merupakan perusahaan monopoli mengalami perubahan menjadi perusahaan yang memiliki pesaing tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari perusahaan asing, untuk itu diperlukan upaya transformasi budaya perusahaan supaya perilaku karyawannya dapat menyesuaikan dengan visi perusahaan yakni menjadi pemain global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman karyawan mengenai nilai budaya lama dan pemahaman karyawan mengenai nilai budaya baru perusahaan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan paradigma konstruktivisme, dan jenis studi adalah studi kasus. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa karyawan memahami nilai budaya lama perusahaan sebagai budaya kekeluargaan, kepemimpinan, santai, birokrasi, kurang kompetitif, kurang client oriented, tidak berbasis kompetensi. Karyawan memahami budaya baru perusahaan sebagai budaya yang memiliki nilai disiplin, adanya reward dan punishment, efisien, berdasarkan kompetensi, mengutamakan pendidikan tetapi kurang adanya keteladanan.
PELATIHAN MARKETING PUBLIC RELATIONS BAGI STAKEHOLDERS PARIWISATA DI OBJEK WISATA STONE GARDEN BANDUNG BARAT Susie Perbawasari; Yanti Setianti; Aat Ruchiat Nugraha; Dian Wardiana Sjuchro; Ayu Indra Wardhani
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 3 No 1 (2019): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.27 KB) | DOI: 10.37859/jpumri.v3i1.1144

Abstract

The trend of Muslim tourism continues to increase along with the awareness of Muslims to apply the Muslim lifestyle. The Muslim lifestyle affected the demands of halal tourism packages — one of the attractions that are trying to hold a halal tour package, namely Stone Garden. Several obstacles are found related to the realization of Stone Garden into halal tourist destinations, namely the limited human resources, infrastructure, facilities, and coaching patterns from the manager. To foster human resources in the activities of tourism services and tourism promotion needs to be improved through the implementation of Marketing Public Relations training for tourism destination managers in facing the challenges of the increasingly globalized tourism market. The training held at the Stone Garden Tourism Awareness Group secretariat with participants from tourism agents, tourist managers, and tour guides. The training methods used are discussion, lecture, and case simulation. The results of the training showed that the knowledge and communication skills of Marketing Public Relations communication among the actors, managers, and tour guides in the Stone Garden area experienced a considerable increase which was shown by participants understanding the importance of communication in community-based tourism management. Keywords: Marketing Public Relations, Training, Tourism, Stakeholders, Halal Tourism
CYBERBRANDING SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN BRAND AWARENESS SHOPEE INDONESIA: Chindy Ayu Anggraini, Susie Perbawasari, Heru Ryanto Budiana Chindy Ayu Anggraini; Susie Perbawasari; Heru Ryanto Budiana
Commed : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 2 No. 2 (2018): Commed : Jurnal Komunikasi dan Media
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.52 KB) | DOI: 10.33884/commed.v2i2.471

Abstract

In business competition as a newly established marketplace company within 2 years, Shopee needs to create a strategy to be able to compete with its competitors and can build awareness in the minds of its users, need good communication and also differentiate between Shopee with its users, in this case Shopee choose to do activities cyberbranding. This research aims to know the activities of Cyberbranding by Shopee Indonesia in building brand awareness through the delivery of information, creating interactivity, and making a difference. The research method used is descriptive method. To collect the data, researchers conducted in-depth interviews, observations, and document studies. The results of this research are explain how Shopee's activities in providing information, Shopee convey information one of them through social media, various information is quite well delivered Shopee and adjusted to the needs of current Shopee users. In building interactivity, Shopee still uses social media as a direct communication medium between Shopee and its users, the various quiz contents of Shopee are able to build Shopee engagement with users, and in making a difference Shopee makes a free Postage program as a Shopee flagship program to attract users. Advice given by researchers in building brand awarenss is better if Shopee optimize the use of SEO (Search Engine Organization) in order to improve the position Shopee in search engines.
Persepsi Mahasiswa tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations Perbawasari, Susie; Damayanti, Trie
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.088 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6032

Abstract

Penelitian berjudul Persepsi Mahasiswa Tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations ini bertujuan untuk mengetahui (a) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memaknai posisi strategis Profesi PR dalam organisasinya, (b) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki untuk diterapkan pada Profesi PR, (c) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dengan perspektif teoretis konstruksi sosial atas realitas.Nara sumber diambil dari mahasiswa Jurusan Humas semester III, V, dan VII sebanyak enam orang. Penentuan sampel dilakukan secara purposif. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa (1) mahasiswa memaknai posisi strategis PR dilihat dari kedekatannya dengan pengambil kebijakan seperti realitas yang memang beredar di masyarakat bahwa semakin dekat seseorang dengan pimpinan akan semakin strategis posisi tersebut; (2) mahasiswa memandang dan memaknai  Ilmu Kehumasan yang dimiliki sesuai dengan materi perkuliahan yang pernah didapat dan realitas yang berkembang di masyarakat tentang profesi ke-PRan. Ilmu Kehumasan lebih dilihat dari materi yang membutuhkan skill dan materi yang aplikatif; (3) mahasiswa memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki pada hal yang berkaitan dengan materi perkuliahan ditambah dengan bahasa asing, dan komputer seperti halnya realitas yang memandang kemampuan komputer dan penguasaan bahasa asing menjadi hal yang membuat orang dipandang lebih kompeten dibandingkan yang lain. Kesimpulan didapat bahwa pandangan mahasiswa terhadap posisi strategis Ilmu Kehumasan yang akan diterapkan, sampai dengan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO sangat dipengaruhi oleh realitas dan pengetahuan sebelumnya pada pemahaman tentang strategi, pemaknaan pada Ilmu Kehumasan juga dipengaruhi pada pengalaman mereka pada Ilmu Kehumasan dan pengetahuan yang berkembang sebelum mereka menjadi mahasiswa. Saran yang bisa diberikan terutama dalam hal pemberian pemaknaan tentang Public Relations, sebaiknya diperkaya juga tentang PR pemerintah karena terbukti minim sekali pemahaman mahasiswa pada PR di pemerintahan.
Pola Komunikasi Kesehatan dalam Pelayanan dan Pemberian Informasi mengenai Penyakit TBC pada Puskesmas di Kabupaten Bogor Nugraha, Aat Ruchiat; Perbawasari, Susie; Komariah, Kokom; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.896 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6042

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena merupakan salah satu penyakit infeksi pembunuh utama yang menyerang golongan usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak serta golongan sosial ekonomi lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses pelayanan kesehatan Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 2) Model pemberian informasi yang dilakukan oleh Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 3) pelayanan pemberian informasi kaitannya dengan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan bahwa proses pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Citeureup dalam pengendalian penyakit TBC mengikuti standar pelayanan puskesmas yang sudah baku. Dengan mengusung motto Pelayanan Prima, Responsif, Efektif, Strategis, Tangguh, Asih, Senyum, Sapa, Salam dan Inovatif). Model pelayanan dalm pemberian informasi dilakukan secara anterpersona yang dialogis, transaksional, sesuai model sirkuler Schramm. Pelayanan pemberian informasi secara linier dapat meningkatkan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor.
MEMBANGUN BRAND WARUNK UPNORMAL SEBAGAI WARUNG INDOMIE KEKINIAN PERBAWASARI, SUSIE; DIDA, SUSANNE
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.143 KB)

Abstract

Bisnis kuliner merupakan bisnis yang sedang berkembang di Indonesia saat ini.Munculnya berbagai makanan yang unik, adanya wisata kuliner, dan tren kuliner sebagai gaya hidup masyarakat, menjadi bukti bahwa bisnis ini berkembang dengan sangat pesat. Dalam menghadapi persaingan pasar, pelaku bisnis kuliner membutuhkan inovasi dan kreativitas agar bisnis restoran berjalan sukses.Bisnis mie instan merupakan konsep usaha sederhana namun bisa dilakukan berbagai inovasi dan kreativitas melalui berbagai rasa maupun topping.Warunk Upnormal adalah sebuah tempat makan di Kota Bandung yang saat ini menjadi tren anak muda Bandung untuk nongkrong menghabiskan waktu bersama teman sambil bersantap menu-menu yang spesial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi Warunk Upnormal diantara warung indomie tradisional lain, untuk mengetahuiimageWarunk Upnormal sebagai warung indomie kekinian. dan untuk mengetahuidesain interior Warunk Upnormal sebagai warung indomie kekinian. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi kepustakaan.Penelitian ini menunjukan bahwa Warunk Upnormalmempunyai ciri khas tersendiri di benak masyarakat. Posisi Warunk Upnormal diantara warung indomie tradisional lain yaitusebagai pelopor warung indomie di atas rata-rata. Warunk Upnormal dalam membentuk image sebagai warung indomie kekiniansebagaitempat nongkrong anak muda. Desain interior Warunk Upnormal menunjukkan identitas sebagai warunk indomie kekinianmelalui tulisan, hiasan, dekorasi dan penamaan menu yang unik. Kata Kunci: warung, nongkrong, kekinian, brand, image
PATTERNS OF COMMUNICATION OF SUNDA-MINANG INTERETHNIC FAMILIES IN BANDUNG, INDONESIA Sjoraida, Diah Fatma; Novianti, Evi; Perbawasari, Susie
JISPO : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 1 (2016): JISPO 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v6i1.1746

Abstract

This writing examines inter-ethnic families, from a viewpoint of their communication patterns. The samples in this research are inter-cultural married couples, i.e. Sundanese and Minangkabau background. By descriptive-qualitative method, especially by technique of in-depth interviews, the data from the field shows that inter-ethnic families have a well adaptive attitude. It could be seen from their patterns of communication wether in their communication to their own couples, to their own children, and to their ethnic organizations. It is obvious that there is a meeting between Sundanese and Minangkabau cultures, i.e. each proposes lofty values. Such values are showed in a form of mutual understanding, diversity awareness and acculturated roles and learning. Pattern of communication is an important thing in performing an interethnic family life, for it could resolute the conflict between ethnics and as an openness so that could find the best solution in every problem of life.
Pengembangan Komunikasi Pariwisata Halal di Kabupaten Garut Jawa Barat Perbawasari, Susie; Sjuhro, Dian Wardiana; Setianti, Yanti; Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Khusus) - Acceptance
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.293 KB)

Abstract

Berdasarkan fenomena yang terjadi di sekitar destinasi wisata di Kabupaten Garut, kesiapterapan model komunikasi pariwisata yang belum terbentuk akibat potensi sumber daya manusia yang masih minim menjadi kendala untuk merealisasikan program pariwisata halal. Padahal syarat utama dalam pengembangan layanan wisata halal selain objek wisatanya yang bagus yaitu adanya daya dukung dari sumber daya manusia yang berkualitas dalam melayani para wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemerintahan Kabupaten Garut untuk pengembangan komunikasi pariwisata halal. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan sifat data kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa pemerintahan Kabupaten Garut dalam mengadopsi pariwisata halal sudah mengacu pada buku pedoman pengembangan pariwisata halal yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementaerian Pariwisata tahun 2017, tetapi masyarakat Garut masih memegang teguh dan mengutamakan adat istiadat leluhur yaitu adat istiadat Sunda sehingga wacana pariwisata halal di Kabupaten Garut masih belum berkembang dengan baik, walaupun mayoritas penduduknya memang beragama Islam. Sebaiknya pemerintahan Kabupaten Garut segera bisa mewujudkan pariwisata halal sesuai dengan harapan dari Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata yang menyatakan bahwa perkembangan pariwisata halal (ramah muslim) saat ini telah memasuki fase global mainstream market bukan lagi niche market, yang artinya kebutuhan akan destinasi pariwisata yang ramah wisatawan muslim menjadi suatu keniscayaan.
MANAJEMEN AKTIVITAS MEDIA SOSIAL AKUN INSTAGRAM @INDONESIABAIK.ID [Manajemen Aktivitas Media Sosial Akun Instagram @indonesiabaik.id] Rizky Pratama Hajati; Susie Perbawasari; Hanny Hafiar
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.283 KB) | DOI: 10.20527/mc.v3i2.5445

Abstract

ABSTRACT                 Indonesiabaik.id is a site managed by Ministry of Communication and Informatics and create a team named indonesiabaik.id. The IndonesiaBaik.id team focuses on news which can target the age of 20-34 years. In conducting its activities IndonesiaBaik.id team uses several social media one of them Instagram. However, his lack of engagement becomes an obstacle in managing Instagram social media. This study aims to find out how the management of social media Instagram @ indonesiabaik.id through the stage of disseminate (share), optimize (optimize), manage (manage), and engage (engage). This research uses desscriptive method. Technique of collecting data of in-depth interview, observation and literature study. In this study it was concluded that in the management of Instagram @ indonesiabaik.id account at the share stage ran to Inpres no. 9 of 2015 Ministry of Communications in absorbing public aspirations. But @ indonesiabaik.id not yet optimal in building public trust. At the optimization stage of monitoring conducted to find out what is in the public by talking about @ indonesiabaik.id done by manual that is mention check and hashtag. In the manage phase, indonesiabaik.id has done some things such as doing monitoring media, responding to quick comments and interacting in the real time. But in this stage @ indonesiabaik.id not using social media tools mention The last stage is engage, in this stage @ indoneisbaik.id not have influencer, then indonesiabaik.id also to reach its audiences using quiz. Grabbed his audience too admin Instagram account actively reply to his own comments to make his comments active. Keywords:  Social media, Instagram, Government, team @indonesiabaik.