Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SDN Patrang 01 Jember pada Masa Pembelajaran Daring Rizka Damaiyanti; Hari Satrijono; Fajar Surya Hutama; Yuni Fitriyah Ningsih; Ridho Alfarisi
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.508 KB)

Abstract

Membaca permulaan merupakan aspek penting yang perlu dikuasai oleh siswa. Kemampuan membaca yang baik, maka mempermudah siswa dalam memperoleh informasi yang tertuang dalam bentuk tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan membaca permulaan siswa dan faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca pada masa pembelajaran daring. Melalui penelitian, diketahui kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDN Patrang 01 pada masa pembelajaran daring termasuk dalam kategori cukup. Kemampuan membaca permulaan dari 28 siswa hanya 2 yang termasuk dalam kategori sangat baik, 5 siswa dengan masuk pada kategori baik, 13 siswa masuk pada kategori cukup, dan 8 siswa masuk pada kategori kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca permulaan siswa adalah faktor lingkungan, faktor psikologis, dan faktor intelektual.
Pendampingan Pengolahan “Bolen Durian Lumer” Sebagai Produk Unggulan Desa Pakis Dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Ridho Alfarisi; Robiatul Adawiyah; Mutiara Bilqis; Lusiana Ulfa Hardinawati
Warta Pengabdian Vol 14 No 2 (2020): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v14i2.14259

Abstract

Pertumbuhan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh dinamika dan perkembangan perekonomian daerah, sedangkan perekonomian daerah pada umumnya ditopang oleh kegiatan ekonomi bersakala kecil dan menengah. Desa Pakis merupakan daerah pegunungan yang terletak di lereng Gunung Argopuro yang identik dengan daerah pertanian dan perkebunan sehingga terdapat banyak bahan lokal meliputi buah-buahan, sayur, padi, jagung, kopi dan sebagainya. Terdapat beberapa masalah di desa pakis berdasarkan data dari desa binaan Universitas Jember bahwa desa pakis mempunyai masalah dalam pemasaran buah lokal contohnya durian. Kegiatan Pelatihan tentang proses pengolahan aneka produk salah satunya bolen durian lumer dan pembekalan bagaimana cara memasarkan aneka produk olahan yang telah siap untuk dipasarkan. Kegiatan Pendampingan, setiap anggota PKK akan membentuk kelompok yang terdiri dari 5 orang untuk proses pengolahan aneka produk olahan . Kegiatan Pembimbingan, anggota PKK akan dibekali bagaimana mengemas aneka produk olahan yang menarik dan cara memasarkan hasil produknya . Hasil dari pengabdian ini, pertama anggota PKK dapat mendesain produk unggulan desa dan dapat memasarkannya.
Peningkatan Kompetensi TIK Pendidik dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Mobile-learning Berbasis Android Melalui Learning Cycle (3E) bagi Pendidik MAN 3 Jember Arika Indah Kristiana; Niswatul Imsiyah; Ridho Alfarisi; Titin Kartini
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 4: November (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i4.101

Abstract

Abstrak: Terdapat media digital portable yang sedang ramai digunakan di abad 21 meliputi smartphone, iphone, atau PC Tablet. Media portable memiliki kelebihan dalam penggunaan yang mudah dan harga yang terjangkau, merupakan salah satu faktor pendorong yang semakin pesatnya kesempatan penggunaan atau penerapan mobile learning sebagai alat kebiasaan baru dalam belajar, yang mendorong kebiasaan pembelajaran berbasis jarak jauh. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pendampingan dan pelatihan tentang mobile-learning berbasis android sebagai media pembelajaran kepada pendidik sekolah mitra yaitu MAN 3 Jember. Pendampingan ini dilakukan dengan memodifikasi model pembelajaran Learning Cycle (3E) yang terdiri dari 3 tahapan yaitu Exploration, Explaination dan Elaboration. Melalui kegiatan yang dilakukan pada pengabdian ini, pendidik mitra mampu untuk mengembangkan media dan memanfaatkan mobile learning sebagai media pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu, serta meningkatkan kompetensi TIK pendidik mitra.Abstract: The use of portable media such as smartphones, iPhones, PC Tablets to access online learning systems is currently in full use. The very high level of development of portable media, relatively easy use, and affordable device prices, compared to personal computers, are driving factors that are increasingly expanding the use or application of mobile learning as a new trend in learning, which forms a learning paradigm that can be done anywhere and whenever. The purpose of this activity is to provide assistance and training on Android-based mobile learning as a learning medium for partner school educators, namely MAN 3 Jember. This mentoring is done by modifying the Learning Cycle (3E) learning model which consists of 3 stages, namely Exploration, Explaination, and Elaboration. Through the activities carried out in this service, partner educators will be able to develop media and utilize mobile learning as a learning medium in the subjects they are taught, as well as improve the ICT competence of partner educators. 
Analisis Literasi Matematis Berdasarkan Kemampuan Matematika Siswa Kelas VI SDN 2 Kedunggebang Banyuwangi Ganistya Mareta Putti; Titik Sugiarti; Ridho Alfarisi
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17958.832 KB)

Abstract

Literasi matematis adalah kapasistas atau potensi siswa secara individual untuk dapat merumuskan, menerapkan konsep serta menginterpretasikan ilmu matematika dalam konteks tertentu. Penelitian ini mengambil jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan untuk menganalisis kemampuan literasi matematis siswa kelas VI SDN 2 Kedunggebang dengan dasar kemampuan matematika yang diklasifikasikan menjadi tiga level yakni level rendah, level sedang, level tinggi. Didapatkan 7 siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah, 16 siswa yang memiliki kemampuan sedang dan 5 siswa yang memiliki kemampuan tinggi Didapatkan hasil yakni literasi matematis siswa merupakan representasi dari kemampuan matematika siswa, ditunjukkan oleh kemampuan menyelesaikan literasinya dari soal literasi yang diberikan. Pada kemampuan rendah siswa mampu menyelesaikan dengan runtut dan tepat literasi matematika hanya 1 soal dari 4 soal yang diberikan, sedangkan kemampuan matematika sedang mampu menyelesaikan dengan runtut dan tepat literasi matematika pada 2 soal dari 4 soal yang diberikan, dan kemampuan matematika tinggi mampu menyelesaikan literasi matematika dengan runtut dan tepat pada 3 soal dari 4 soal yang diberikan.
Analisis Literasi Matematika Ditinjau dari Kecerdasan Matematis-Logis Siswa Annisa Fasya Purwanti; Mutrofin Mutrofin; Ridho Alfarisi
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.234 KB)

Abstract

Literasi matematika penting dan dibutuhkan dalam kehidupan siswa, akan tetapi hal tersebut belum sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh PISA untuk mengetahui kemampuan literasi matematika siswa. Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan literasi matematika ditinjau dari kecerdasan matematis-logis siswa tingkat tinggi dan rendah. Selanjutnya, untuk mengetahui literasi matematika ditinjau dari kecerdasan matematis-logis pada tingkat tinggi dan rendah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualititatif. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar dengan subjek sebanyak 26 siswa pada kelas V. Empat siswa diantaranya dipilih secara acak untuk mewakili siswa dengan kecerdasan matematis-logis tinggi dan rendah untuk diwawancarai. Data yang didapat, yaitu melalui angket, tes dan wawancara. Analisis hasil data yang didapat menggunakan uji t-test dan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Analisis data dengan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Reduksi data akan dianalisis menggunakan indikator literasi matematika yang diadopsi dari PISA 2012, yaitu merumuskan masalah, menerapkan konsep dan menafsirkan hasil penyelesaian. Hasil penelitian melalui uji t-test dibuktikan terdapat perbedaan yang signifikan, yaitu sig. (2-tailed) 0,002 < 0,05. Analisis melalui indikator literasi matematika siswa dengan kecerdasan matematis-logis tinggi dapat memenuhi 2 indikator literasi matematika. Siswa dengan kecerdasan matematis-logis rendah belum dapat memenuhi indikator literasi matematika. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat perbedaan secara yang signifikan dan kemampuan literasi matematika yang dimiliki oleh siswa dengan kecerdasan matematis-logis tinggi dapat memenuhi 2 indikator literasi matematika, sedangkan siswa dengan kecerdasan matematis-logis rendah belum mampu untuk memenuhi indikator literasi matematika.
Keefektifan Pembelajaran Daring untuk Pembelajaran Volume Bangun Ruang Kubus dan Balok Moh. Alif Dio Utomo; Mutrofin Mutrofin; Ridho Alfarisi
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.867 KB)

Abstract

Masa pandemi Covid-19 ini bisa dikatakan sebagai sebuah peluang dalam dunia pendidikan, baik pemanfaatan teknologi seiring dengan industri 4.0, maupun orangtua sebagai mentor. Harapannya, pasca pandemi Covid-19, guru dan peserta didik menjadi terbiasa dengan sistem saat ini sebagai budaya pembelajaran dalam pendidikan. Penelitaian ini bertujuan untuk membandingkan keefektifan pembelajaran daring melalui Whatsapp dan Zoom Meeting dalam pembelajaran matematika di kelas V SDN Sebaung 1 Kabupaten Probolinggo, serta untuk membandingkan hasil pembelajaran antara laki laki dan perempuan dengan metode daring melalui Whatsapp dan Zoom meeting. Respnden penelitian ini adalah siswa kelas VA dan VB SDN Sebaung 1 Probolinggo dengan jumlah 32 siswa. Metode pengumpulan data melalui pretest dan posttest. Hasil penelitian pretest dan postest menggunakan statitik deskriptif untuk platform Zoom lebih besar dari whatsapp dengan selisih rata rata sebesar 5,31 dan perbedaan hasil belajar berdasarkan gender lebih besar laki laki dari perempuan dengan selisih rata rata sebesar 3,43.
Korelasi antara Gaya Belajar dengan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas IV SDN Dabasah 3 Bondowoso Gita Indah Pratiwi; Nuriman Nuriman; Ridho Alfarisi
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.691 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan kemampuan berpikir kritis siswa SDN Dabasah 3 Bondowoso. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan tes. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Dabasah 3 Bondowoso yang berjumlah 80. Uji hipotetsis dilakukan dengan analisis korelasi rank spearman dan regresi linear sederhana dengan taraf signifikansi 0.05. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual dengan kemampuan berpikir kritis. Kedua, terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar auditorial dengan kemampuan berpikir kritis. Ketiga, terdapat hubungan antara gaya belajar kinestetik dengan kemampuan berpikir kritis. Keempat, terdapat hubungan antara gaya belajar visual, auditorial, kinestetik dengan kemampuan berpikir kritis. Hasil uji signifikansi dan koefisien korelasi masing-masing gaya belajar sebagai berikut. Hubungan gaya belajar visual dengan kemampuan berpikir kritis dengan signifikansi 0.000 memiliki koefisien korelasi sebesar 0.719. Hubungan gaya belajar auditorial dengan kemampuan berpikir kritis dengan signifikansi 0.000 memiliki koefisien korelasi sebesar 0.672. Hubungan gaya belajar kinestetik dengan kemampuan berpikir kritis dengan signifikansi 0.000 memiliki koefisien korelasi sebesar 0.686. Hubungan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik secara bersama-sama (simultan) dengan kemampuan berpikir kritis dengan signifikansi 0.000 memiliki koefisien korelasi sebesar 0.695.
Pengembangan Media Audio Visual Materi Makna Garuda Pancasila untuk Siswa Sekolah Dasar Yuni Fitriyah Ningsih; Safira Wahyu Isnaini; Satrijono Hari; Ridho Alfarisi
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.561 KB)

Abstract

Media audio visual merupakan media yang menampilkan gabungan suara dan gambar yang melibatkan indera pendengaran dan penglihatan siswa saat pembelajaran. Tujuan penelitian ini.untuk mengetahui validitas dan.efektivitas dari media audio visual materi makna lambang negara. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembanganxdengan model.ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation,.Evaluation). Penelitian dilaksanakanxdi kelas III SDN Antirogo 01 Jemberxdengan subjek 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan.wawancara, angket, tes hasilnbelajar dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui lembar validasi, tes hasilxbelajar siswa, dan angket respon siswa..Analisis data hasil penelitian memperoleh skor validasi produk 90,83, tes hasil belajar siswa memperoleh persentase 82,14%, dan angket respon siswa memperoleh persentase 78,57%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut kesimpulannya yaitu media audio visual valid dan efektif untuk.digunakan dalam pembelajaran.
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Matematika Asik (MASIK) Berbasis Augmented Reality pada Materi Volume Bangun Ruang Fatima tuzzahro; M Sulthon Masyhud; Ridho Alfarisi
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1421.974 KB)

Abstract

Pembelajaran matematika merupakan kegiatan belajar dan mengajar yang memecahakan masalah persoalan matematika dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika pada anak SD membutuhkan media untuk menyampaikan informasi dengan mudah, menyenangkan, dan inovatif salah satunya yaitu media komik. Media Komik diharapkan dapat meningkatkan belajar, keaktifan, motivasi belajar, dan keefektifan belajar adalah komik. Karena komik MASIK memadukan antara konsep bermain serta belajar volume bangun ruang. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan dan mengetahui keefektifan relatif media komik MASIK berbasis Augmented Reality. Desain penelitian menggunakan model penelitian pengembangan Borg and Gall terdiri dari 10 tahap yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draf produk awal, uji lapangan awal, revisi hasil uji coba, uji lapangan produk utama, revisi produk, uji lapangan skala luas, revisi produk final, dan Deseminasi. Penelitian pengembangan komik MASIK hanya menggunakan 9 tahap dari 10 tahap dikarenakan yang berhak menyebarkan media adalah dinas bersangkutan. Penelitian ini bertempat di MI Unggulan Nuris pada kelas 5, dengan menggunakan 2 kelas yaitu 5A dan 5B. Hasil 2 validator memiliki rerata validitas produk sebesar 92,405 dengan kategori sangat layak dan valid digunkan media tersebut. Hasil dari uji Independent Sample T-test nya menunjukan sig.2 Tailed< 0,05 yaitu ada perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil angket keterbacaan media, kepraktisan media, dan respon siswa secara berurutan adalah 98,833%, 96,288%, dan 92,963% berkategori sangat layak. Hasil dari keefektifan relatif sebesar 18,522% berkategori sangat rendah,sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan keefektifan dari kelompok eksperimen dan kontrol. Kesimpulannya keefektifan relatif berkategori sangat rendah dalam hal ini media bukan satu-satunya faktor dari hasil belajar. Hasil belajar dipengaruhi banyak faktor antara lain kecerdasan IQ siswa, minat siswa, lingkungan sekolah, perekonomian keluarga,dan faktor lainnya.
Analisis Pengaruh Evaluasi Pembelajaran Secara Virtual Menggunakan Quizzes Terhadap Hasil Belajar Siswa Robiatul Adawiyah; Ridho Alfarisi; Rafiantika Megahnia Prihandini
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Department of Education Faculty of Teacher and Training Education University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah pola pembelajaran secara masif. Proses pembelajaran yang mestinya dilaksanakan secara tatap muka sekarang berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh atau daring. Penggunaan teknologi dalam pembelajaraan menjadi bagian penting yang harus dikembangkan oleh guru untuk menghadapi generasi Z. Kecanggihan teknologi yang ada saat ini seharusnya menjadi senjata dan media bagi pendidik dalam menyiapkan generasi masa depan sehingga bisa melahirkan anak-anak yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai moral yang luhur di masyarakat. Permasalahn pokok saat ini yang nyata terjadi di lapangan, khususnya di sekolah yang terletak di desa Pakis, Panti, Kabupaten Jember, masih banyak guru-guru yang minim pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, khususnya dalam hal melaksanakan evaluasi pembelajaran secara online. Evaluasi merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Dengan sistem evaluasi yang baik maka kualitas pembelajaran diharapkan akan meningkat. Pembelajaran secara daring yang ada di Kecamatan Panti hanya dikemas secara konvensional, dimana guru hanya memberi tugas via aplikasi whatssapp. Evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendampingan, sosialisasi dan inovasi baru dalam pelakasanaan evaluasi pembelajaran agar tujuan pembelajaran bisa dievaluasi dengan baik, serta meningkatkan performa sekolah dalam memberikan layanan yang terbaik kepada siswa.