Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

BACK ANALYSIS FENOMENA LIKUIFAKSI AKIBAT GEMPA PADANG 2009 MENGGUNAKAN METODE SEMI EMPIRIC Rini Kusumawardani; Untoro Nugroho; Nurani Nanda Isnaeni
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.32 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi mengalami kebencanaan terbesar di dunia selain Jepang. Salah satu daerah di Indonesia yang sering mengalami kejadian gempa adalah Padang, Sumatera Barat. Kejadian Gempa Padang 2009, merupakan gempa kekuatan besar dengan skala magnitude 7,6. Peristiwa gempa ini, meluluhlantakkan kota Padang dengan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luar biasa dan korban jiwa yang tidak sedikit. Akibat gempa yang tersebut, diperoleh data di lapangan bahwa beberapa lokasi berpotensi mengalami likuifaksi. Bencana likuifaksi merupakan peristiwa  yang  belum  popular  di  Indonesia,  tetapi  kejadiannya  merupakan salah satu penyebab kerugian material dan  nyawa yang tidak sedikit. Lokasi penelitian  dilaksanakan  di  wilayah  Padang  dengan  mengambil  peristiwa Gempa Padang 2009 sebagai pemicunya. Berdasarkan dari penyelidikan tanah di lapangan, hasil analisa dengan menggunakan metode semi empiric menunjukkan bahwa daerah GOR Agus Salim, Lapai dan Pantai Padang memiliki potensi likuifaksi dengan nilai SF = 0.5 hingga 0.7. Percepatan tanah maksimal (amax) akibat gempa sebesar 46,85% g. Nilai CRR di daerah GOR Agus Salim berkisar antara 0,095-0,088. Nilai CRR di daerah Lapai berkisar antara  0,096-0,214  dan  di  daerah  Pantai  Padang berkisar  antara  0,126  – 0,213. Sedangkan nilai CSR di daerah Lapai dan GOR Agus Salim berkisar 0,340-0,560 dan 0,341-0,546. Nilai CSR untuk lokasi Pantai Padang berkisar antara  0,271-0,533.  Pada  daerah  penelitian  di  kota  Padang  menunjukkan bahwa di semua kedalaman tanah terindikasi mengalami likuifaksi. Keywords: gempa, likuifaksi, CRR, CSR
PENGARUH DRAINASE HORIZONTAL PADA STABILITAS LERENG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Upomo, Togani Cahyadi; Kusumawardani, Rini; Nugroho, Untoro
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.659 KB)

Abstract

The horizontal drains have been commonly used for slope stabilization. The effects of the horizontal drain analyzed by finite element method and the slope stability is evaluated by the global safety factor using simplified bishop method. The conclusions are obtained : firstly, the horizontal drains can more effective for lower the water table and increase the safety factor; second, the length of horizontal drains influence of the safety factor. The longer of horizontal drain can increase the safety factor. Keywords: safety factor, horizontal drain, slope stability
ANALISIS KENAIKAN TEKANAN AIR PORI CLEAN SAND MENGGUNAKAN METODE CYCLIC SHEAR-STRAIN CONTROLLED Kusumawardani, Rini; ., Lashari; Nugroho, Untoro; Cahyo A, Hanggoro Tri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6896

Abstract

Liquefaction phenomenon could be analysed using strain-controlled loading method where informations about sands pore water pressure build-up were presented. Maintaining small deformation values whenever the soil was subjected to cyclic loading, this non-destructive method presents clearly the information about the increasing sands pore water pressure. It is concluded that liquefaction occurs whenever the pore water pressure reaches the same value with the soil effective stress (σ3’). Strain-controlled loading method introduces a fundamental parameter for undrained cyclic loading tests on fully saturated sands: shear strain treshhold (γt). This parameter divides the pore water pressure into two distinct zones, namely the constant pore water pressure and the increasing one. When cyclic shear strain amplitude (γ) is set up lesser than γt then pore water pressure stays constant. Contrastly, a larger set up of γ than γt results the increasing pore water pressure. Laboratory test on clean sand using relative density (Dr) 25%, 60 % and 80%, with effective pressure σ3’ = 100 kPa and frequency (f) applied 0.05 Hz and 0.1 Hz,  shows that γt = 1,5. 10-2  %. Whilst other test using Dr = 60% and f = 0.1 Hz confirms that γt = 1,5. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) and γt = 5. 10-2  % (σ3’ = 200kPa). Last test using Dr = 60% and f = 0.05 Hz reveals γt = 1,2. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) and γt = 2. 10-2  % (σ3’ = 200kPa).Fenomena likuifaksi dapat dianalisis menggunakan metode strain-controlled loading method. Metode ini merupakan metode non destruktif pada benda uji yang dapat menyajikan seluruh informasi kenaikan tekanan air pori secara lengkap. Metode ini dilakukan dengan cara mempertahankan nilai small deformation ketika diterapkan pembebanan secara siklis. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa likuifaksi terjadi ketika tekanan air pori mencapai nilai sebanding tekanan efektif tanah (σ3’). Metode ini menghasilkan parameter cyclic shear strain treshhold (γt). Parameter ini membagi grafik tekanan air pori menjadi dua zona yaitu zona konstan dan zona kenaikan tekanan air pori. Ketika amplitudo cyclic shear strain (γε) lebih rendah dari γt maka tidak akan ditemui kenaikan tekanan air pori. Tetapi sebaliknya jika γε > γt maka akan muncul kenaikan tekanan air pori. Berdasarkan hasil pengujian pada pasir murni dengan kepadatan relatif (Dr) sebesar 25%, 60% dan 80% dengan penerapan tekanan kekang sel σ3’ = 100 kPa dan frekuensi pembebanan (f) = 0.05 Hz dan 0,1 Hz tampak bahwa nilai γt sebesar 1,5. 10-2  %. Uji lain dengan menggunakan kondisi batas Dr = 60% dan f = 0.1 Hz menghasilkan nilai γt sebesar 1,5. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) dan γt = 5. 10-2  % (σ3’ = 200kPa). Serta pengujian dengan kondisi batas Dr = 60% dan f = 0.05 Hz menunjukan hasil  γt sebesar 1,2. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) dan γt = 2. 10-2  % (σ3’ = 200kPa).
PROSEDUR ANALISIS LIQUEFACTION DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEMI EMPIRIS Kusumawardani, Rini
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquefaction is defined as a phase of soil transition; a form of transformation from solid to liquefied state in such condition of poor drainage during a cyclic loading. This transformation is triggered by the pore water pressure accumulation, which then decreases the effective stress of soil and thus reaches a ruptured condition. The escalating pore water pressure in an undrained loading circumstance is the main factor of all phenomena of liquefaction. The previous studies considered only the sand or deposits of sand that are possible to give the affect of liquefaction. But the earthquake in Mexico (1985) revealed that the deposits of clay could also instigate liquefaction. It stimulates researchers to observe comprehensively the characteristics of clay latent as a set of liquefaction.Liquefaction didefinisikan sebagai perubahan fase tanah dari fase padat menjadi fase cair diakibatkan karena kondisi drainasi yang tidak bagus ketika diberikan beban siklik. Perubahan ini dipicu adanya peningkatan tekanan air pori sehingga mengakibatan terjadinya penurunan tekanan efektif tanah dan  akhirnya mencapai kondisi keruntuha tanah. Peningkatan tekanan air pori dalam keadaan tidak terdrainasi adalah penyebab utama terjadinya  fenomena liquefaction. Penyelidikan-penyelidikan sebelumnya hanya menyatakan bahwa fenomena liquefaction hanya terjadi pada tanah pasir atau deposit tanah. Tetapi gempa bumi di Mexico (1985) menunjukkan bahwa deposit tanah lempung  juga bias menjadi pemicu liquefaction. Hal tersebutlah yang menjadi pemicu para peniliti untuk menganalisis secara menyeluruh tentang liquefaction yang bias dipicu oleh keberadaan tanah lempung pada suatu lapisan tanah
FUNNY HAND PUPPET STORY TELLING SEBAGAI METODE PENGENALAN BENCANA LONGSOR Kusumawardani, Rini; Andiyarto, Hanggoro Tri Cahyo; Fansuri, Muhammad Hamzah; Anggraini, Kurnia Dwi; Mindiastiwi, Tigo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, as a tropical region, shows high potential for rainfall. At highlands, enormous rainfall triggers both soil and coastal erosion. Landslides are frequently occured in Semarang in which some of whose areas are indicated as highlands with unstable soil. This study was carried out in DeliksariSukerejo, Gunungpati sub-district of Semarang. Various effort have been done to prevent the disaster such as socialization of preventing landslide given by government, private institutions, colleges, and non-governmental organizations. However, most of those method only involve for the adults, involving of the children in effort to understandthe disaster mitigation concept are less. One of the effort used was FHP (Funny Hand Puppet) Story Telling. This method tried to draw children’s attention by handy-puppets shows, so the the purpose which is hoped could be well-transferred. As many as 24 children attended this shows. From the pre-test, it was gained 84.3% of those who did not know simple ways to avert the landslide. After the socialization had been given, post-test results showed 94.8% of the children significantly understood the danger of landslide. From the results depicted the increasing of landslide awareness as 10.5%. All respondent were children between 4-13 years old.This method provided broader education about landslide happening in their surroundings.  Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi curah hujan yang tinggi. Pada daerah perbukitan, curah hujan yang tinggi merupakan faktor pemicu terjadinya longsoran baik pada tanah maupun batuan. Bencana longsor juga sering terjadi di kota Semarang yang sebagian wilayahnya perbukitan dengan kondisi tanah yang tidak stabil. Dilaksanakan penelitian yaitu di kawasan Dukuh Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati Semarang. Berbagai upaya telah dilakukan dalam pencegahan bencana tersebut, misalnya sosialisasi pencegahan bencana longsor yang dilakukan oleh pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan LSM. Kebanyakan upaya tersebut hanya melibatkan orang dewasa, sehingga anak-anak belum memiliki pemahaman sejak dini mengenai lingkungan tempat tinggal mereka yang rawan longsor. Salah satu metode yang digunakan adalah FHP (Funny Hand Puppet) Story Telling. Metode ini mencoba menarik perhatian anak-anak dengan menggunakan boneka tangan yang ditujukan kepada anak-anak sehingga pesan yang dibawa dapat tersampaikan dengan baik. Sebanyak 24 anak-anak yang mengikuti metode ini didapatkan dari hasil pre test 84,3% belum mengetahui cara sederhana menangani bencana longsor. Hasil dari post testmenunjukkan bahwa 94,8% anak-anak menjadi lebih paham. Dengan hasil tersebut anak-anak mengalami peningkatan sebesar 10,5%. Melalui metode ini, sesungguhnya anak-anak mendapatkan pendidikan yang jauh lebih luas tentang bencana longsor yang benar-benar terjadi di tempat mereka tinggal. 
ANALISIS KENAIKAN TEKANAN AIR PORI CLEAN SAND MENGGUNAKAN METODE CYCLIC SHEAR-STRAIN CONTROLLED Kusumawardani, Rini; ., Lashari; Nugroho, Untoro; Cahyo A, Hanggoro Tri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquefaction phenomenon could be analysed using strain-controlled loading method where informations about sands pore water pressure build-up were presented. Maintaining small deformation values whenever the soil was subjected to cyclic loading, this non-destructive method presents clearly the information about the increasing sands pore water pressure. It is concluded that liquefaction occurs whenever the pore water pressure reaches the same value with the soil effective stress (σ3’). Strain-controlled loading method introduces a fundamental parameter for undrained cyclic loading tests on fully saturated sands: shear strain treshhold (γt). This parameter divides the pore water pressure into two distinct zones, namely the constant pore water pressure and the increasing one. When cyclic shear strain amplitude (γ) is set up lesser than γt then pore water pressure stays constant. Contrastly, a larger set up of γ than γt results the increasing pore water pressure. Laboratory test on clean sand using relative density (Dr) 25%, 60 % and 80%, with effective pressure σ3’ = 100 kPa and frequency (f) applied 0.05 Hz and 0.1 Hz,  shows that γt = 1,5. 10-2  %. Whilst other test using Dr = 60% and f = 0.1 Hz confirms that γt = 1,5. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) and γt = 5. 10-2  % (σ3’ = 200kPa). Last test using Dr = 60% and f = 0.05 Hz reveals γt = 1,2. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) and γt = 2. 10-2  % (σ3’ = 200kPa).Fenomena likuifaksi dapat dianalisis menggunakan metode strain-controlled loading method. Metode ini merupakan metode non destruktif pada benda uji yang dapat menyajikan seluruh informasi kenaikan tekanan air pori secara lengkap. Metode ini dilakukan dengan cara mempertahankan nilai small deformation ketika diterapkan pembebanan secara siklis. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa likuifaksi terjadi ketika tekanan air pori mencapai nilai sebanding tekanan efektif tanah (σ3’). Metode ini menghasilkan parameter cyclic shear strain treshhold (γt). Parameter ini membagi grafik tekanan air pori menjadi dua zona yaitu zona konstan dan zona kenaikan tekanan air pori. Ketika amplitudo cyclic shear strain (γε) lebih rendah dari γt maka tidak akan ditemui kenaikan tekanan air pori. Tetapi sebaliknya jika γε > γt maka akan muncul kenaikan tekanan air pori. Berdasarkan hasil pengujian pada pasir murni dengan kepadatan relatif (Dr) sebesar 25%, 60% dan 80% dengan penerapan tekanan kekang sel σ3’ = 100 kPa dan frekuensi pembebanan (f) = 0.05 Hz dan 0,1 Hz tampak bahwa nilai γt sebesar 1,5. 10-2  %. Uji lain dengan menggunakan kondisi batas Dr = 60% dan f = 0.1 Hz menghasilkan nilai γt sebesar 1,5. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) dan γt = 5. 10-2  % (σ3’ = 200kPa). Serta pengujian dengan kondisi batas Dr = 60% dan f = 0.05 Hz menunjukan hasil  γt sebesar 1,2. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) dan γt = 2. 10-2  % (σ3’ = 200kPa).
PEMILIHAN DISTRIBUSI PROBABILITAS PADA ANALISA HUJAN DENGAN METODE GOODNESS OF FIT TEST Upomo, Togani Cahyadi; Kusumawardani, Rini
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rainfall event is a stochastic process, so to explain and analyze this processes the probability theory and frequency analysisare used. There are four types of probability distributions.They are normal, log normal, log Pearson III and Gumbel. To find the best probabilities distribution, it will used goodness of fit test. The tests consist of chi-square and smirnov-kolmogorov. Results of the chi-square test for normal distribution, log normal and log Pearson III was 0.200, while for the Gumbel distribution was 2.333. Results of Smirnov Kolmogorov test for normal distribution D = 0.1554, log-normal distribution D = 0.1103, log Pearson III distribution D = 0.1177 and Gumbel distribution D = 0.095. All of the distribution can be accepted with a confidence level of 95%, but the best distribution is log normal distribution. Kejadian hujan merupakan proses stokastik, sehingga untuk keperluan analisa dan menjelaskan proses stokastik tersebut digunakan teori probabilitas dan analisa frekuensi. Terdapat empat jenis distribusi probabilitas yaitu distribusi normal, log normal, log pearson III dan gumbel. Untuk mencari distribusi probabilitas terbaik maka akan digunakan pengujian metode goodness of fit test. Pengujian tersebut meliputi uji chi-kuadrat dan uji smirnov kolmogorov. Hasil pengujian chi kuadrat untuk distribusi normal, log normal dan log pearson III adalah 0.200, sedangkan untuk distribusi gumbel 2.333. Hasil pengujian smirnov kolmogorov untuk distribusi normal dengan nilai D = 0.1554, distribusi log normal dengan nilai D = 0.1103, distribusi log pearson III dengan nilai D = 0.1177 dan distribusi gumbel dengan nilai D = 0.095. Seluruh distribusi dapat diterima dengan tingkat kepercayaan 95%, tetapi distribusi terbaik adalah distribusi log normal.
PERBANDINGAN ANALISA PERHITUNGAN BETON STRUKTURAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG F UNIVERSITAS PEKALONGAN Pangestuti, Endah Kanti; Kusumawardani, Rini Kusumawardani; Priaji, Aprindra; Nikmah, Dewi Lailatul
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The construction of Building F Universitas Pekalongan consists of 8 levels. It used Contruction and Planning regulation of SK SNI T-15-1991-03 especially about structural concrete works. This Building F construction will be reviewed its construction planning using SNI 03-2847-2013 (Requirements Procedures of Structural Concrete for Building), SNI 1726-2012 (Procedures of Earthquake Resistance Planning for Building). The review will focus on upper structure including columns, beams, plates and ladder. Modeling analysis for upper structure uses software SAP 2000 v.17.  This construction used dead loads, live loads and seismic loads. The objective of this SNI review is comparing the formulation procedures of concrete structures and understanding the review procedures of SNI. The results showed that in the upper structure calculation was increasing in 1,43% of beams and columns dimensions. The analysis using SAP2000 v.17 showed bigger dimensions which means that the Building F structural elements were save  with seismic loading (based on analysis). Proyek Pembangunan Gedung F Universitas Pekalongan ini terdiri dari 8 lantai. Pada perencanaannya menggunakan pedoman pelaksanaan pekerjaannya dengan SK SNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pada pekerjaan beton struktur, sedangkan dalam hal ini akan diperbaharui dengan meninjau ulang perencanaan pembangunannya dengan mengacu pada SNI 03-2847-2013 (Tata Cara Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung), SNI 1726-2012 (Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung). Proyek Pembangunan Gedung F Universitas Pekalongan ini akan meninjau ulang pada struktur atas. Struktur atas meliputi kolom, balok, pelat, dan tangga. Analisis permodelan struktur atas dengan menggunakan software SAP 2000 v.17. Beban yang digunakan untuk Proyek Pembangunan Gedung F Universitas Pekalongan pada elemen strukturnya yaitu beban mati, beban hidup dan beban gempa. Tujuan dari perbandingan SNI ini adalah membandingkan tata cara perhitungan struktur beton, mengetahui tata cara yang di perbaharui pada SNI. Pada perhitungan struktur atas terjadi kenaikan terhadap dimesi balok dan kolom yaitu sebesar 1,43 %. Perhitungan analisis dengan menggunakan program SAP2000 v.17 dan  menghasilkan dimensi yang lebih besarmenunjukkan bahwa elemen struktur Gedung F Universitas Pekalongan ini aman secara analisis dengan pembebanan gempa.
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG-RAKIT PADA DAERAH RAWAN GEMPA MENGGUNAKAN METODE POULUS DAN PROGRAM NUMERIS PLAXIS Kusumawardani, Rini; Apriyatno, Henry; Rachmawati, Rizky Julia; Anggraini, Ririn
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Yogyakarta are situated in the zone with high  potential of seismicity. Based on Indonesia map seismicity area, it categorized in a seismic zone 4.  The secondary effect of this earthquake  phenomena is a soll settlement due to of decreasng of void volume of soil mass. Based on these issues, the foundation system of building is the primary factor which must be considered. This paper revealed the comparation of foundation behavior due to static by using Poulos Method and PLAXS 2D. Pile-raft designed by Poulos method was chosen as a subject of research. Analysis of liquefaction potential, soil settlement, carrying capacity, and the safety factor was analyzed by using CYCLIC 1D, 2D PLAXIS and Methods Poulus. For analysis by the Poulus method reached a soil settelement 4.3 cm and a safety factor 10.76. While by using PLAXIS 2D obtained 0.30 cm and 2,088 for soil settlement and safety factor respectively. Furthermore, a seismic motion of 9.2 scale of Richter mgnitude are injected into analysis resistance of foundation. Abstrak: Kota Yogyakarta merupakan wilayah yang memiliki potesi sesismik yang tinggi berdasarkan peta potensi gempa Indonesia. Dalam peta tersebut dikatakan bahawa Kota Yogyakarta terletak pada zona seismik 4. Bahaya sekunder yang terjadi akbat peristiwa gempa adalah adanya penurunan tanah. Berdasarkan permasalahan ini,  pemilihansistem fondasi pada pada suatu bangunan adalah hal yang terpenting. Pada artikel ini dijelaskan mengenai perbandingan mengenai perilaku fondasi akibat beban statik meggunakan metode Poulos dan Plaxis 2D. Fondasi tiang rakit dianalisa dengan meggunakan metode Poulos dan Plaxis 2D. Analisis megenai potensi likuifaksi, penurunan tanah, daya dukung fondasi dan faktor kemanan struktur dianalisis menggunakan CYCLIC 1D, Plaxis 2D dan Metode Poulus. Untuk analisis menggunakan metode Poulos pada fondasi rakit-tiang diperoleh nilai penurunan 4,3 cm dan faktor keamanan 10,76.  Untuk analisis menggunakan Plaxis 2D diperoleh penurunan sebesar 0,30 dan angka keamanan pondasi tiang-rakit sebesar 2,088. Selain itu juga dilakukan analisis mengenai ketahanan fondasi ketika menerima beban gempa dengan skala magnitude 9.2 Richter.
Analisa Distribusi Curah Hujan di Area Merapi Menggunakan Metode Aritmatika Dan Poligon -, Lashari -; Kusumawardani, Rini -; Prakasa, Ferdian -
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i1.9497

Abstract

Watershed (DAS) at the peak of Merapi is very interesting to examine in case of  the relation with debris flow due to vomit material from Mount Merapi. In this article reveals the pattern of rainfall distribution, the difference in precipitation every month, rainfall for the period of 5 years, 10 years, 25 years, and 50 years in the area of Merapi and its effect on the behavior of a watershed in the Merapi area. In this study, the rainfall data validity test was conducted by RAPS (rescaled Adjusted Partial Sums). Analysis of the region rain is calculated using arithmetic method or average Algebra and Thiessen Polygon. While Gumbel Distribution, Normal Distribution, Log-Normal Distribution and Distribution Log-Pearson III was used to analyze the pattern of rainfall distribution. Furthermore, to determine the appropriate distribution patterns were analyzed using the chi-squared test and test-Kolmogorof Smirnov. Calculate the intensity of rainfall at a specific time duration using the formula Mononobe. Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di puncak merapi sangat menarik untuk diteliti mengenai keterkaitannya dengan fenomena debris flow material akibat muntahan dari gunung Merapi. Pada artikel ini mengungkapkan mengenai pola distribusi curah hujan, perbedaan curah hujan setiap bulan, curah hujan untuk periode ulang 5 tahunan, 10 tahunan, 25 tahunan, dan 50 tahunan di Area Merapi dan pengaruhya terhadap perilaku DAS di area Merapi. Dalam penelitian ini uji kevalidan data hujan dilakukan dengan metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums). Analisis hujan wilayah dihitung menggunakan Metode Aritmatika atau Rata-rata Aljabar dan Poligon Thiessen. Sedangkan Distribusi Gumbel, Distribusi Normal, Distribusi Log-Normal, dan Distribusi Log-Pearson III digunakan untuk menganalisis pola distribusi curah hujan. Selanjutnya untuk mengetahui pola distribusi yang sesuai dianalisa menggunakan Uji Chi Kuadrat dan Uji Smirnov-Kolmogorof. Menghitung intensitas hujan pada durasi waktu tertentu menggunakan rumus Mononobe.