cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 323 Documents
Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Biogas terhadap Emisi Gas Buang Mesin Generator Set Rendhi Prastya; Bambang Susilo; Musthofa Lutfi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.782 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh penggunaan biogas terhadap emisi gas buang yang dihasilkan oleh mesin generator set dan untuk operasional genset berbahan bakar bensin menjadi berbahan bakar biogas perlu dilakukan modifikasi pada bagian karburator. Pemasukan biogas palingmudah dan efektif adalah dimasukkan ke dalam intake manifold. Zat-zat yang merugikan dalam gas buang adalah karbon dioksida, oksigen dan karbon monoksida. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Orsat Apparatus pada pembebanan 0/tanpa beban, 300, 540, 840, 1140 Watt. Dari hasil pengujian menunjukkan semakin besar pembebanan pemakaian bahan bakar semakin naik, kadar emisi gas buang karbon dioksida mengalami kenaikan, kadar emisi gas buang oksigen mengalami penurunan, dan kadar emisi gas buang karbon monoksida juga mengalami penurunan. Kadar CO2 tertinggi yang dihasilkan mesin genset ketika menggunakan bensin sebesar 2,54%, sedangkan ketika menggunakan biogas sebesar 2,40%. Kadar O2 tertinggi ketika menggunakan bensin sebesar 18,66%,sedangkan menggunakan biogas sebesar 15,60% dan kadar CO yang dihasilkan oleh bensin sebesar 5,06% sedangkan biogas hanya sebesar 0,20%. Kata kunci: Emisi gas buang, biogas, genset
Analisa Tingkat Bahaya Erosi pada DAS Bondoyudo Lumajang dengan Menggunakan Metode Musle (In Press, JKPTB Vol 1 No 2) Findiana, Melisa Dwi Desi; Suharto, Bambang; Wirosoedarmo, Ruslan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.608 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju erosi pada DAS Bondoyudo Lumajang akibat penggunaan lahan dalam kondisi saat ini dan mengetahui penyebaran lahan kritis yang diakibatkan penggunaan lahan yang ada. USLE telah digunakan untuk memprediksi tingkat erosi tanah. Persamaan A=R.K.L.S.C.P, menampilkan lima faktor yang dianggap memainkan peranan penting untuk terjadinya erosi. Dalam MUSLE, faktor energi curah hujan diganti dengan limpasan. Hal ini meningkatkan prediksi hasil sedimen, karena merupakan fungsi dari kondisi kelembaban serta energi curah hujan. Penerapan MUSLE pada DAS membutuhkan pengolahan data yang canggih sesuai prosedur dan pengetahuan tentang teknologi GIS. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa nilai Laju Erosi pada DAS Bondoyudo didominasi oleh erosi 0 – 15 ton/ha/tahun, yaitu tingkat bahaya erosi yang diijinkan. Indeks Erosivitas Hujan menggunakan ArcView mendapatkan (R) pada Stasiun Hujan Gucialit (9,315), Stasiun Hujan Senduro (1,914), Stasiun Hujan Sukodono (11,351) dengan Metode Thiessen. Penghitungan Erodibilitas Tanah (K) menunjukkan nilai 0,186 – 0,198 merupakan nilai terluas. Kata Kunci : erosi, konservasi, USLE, MUSLE, SIG, DEM, ArcView
Evaluasi Tingkat Pencemaran Air Pembuangan Limbah Cair Pabrik Kertas pada Jarak 0 m sampai dengan 1500 m (Studi Kasus di Sungai Klinter Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk) Dwi Fajar Wicaksono; Bambang Rahadi Widiatmono; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.982 KB)

Abstract

Sungai Klinter sebagai salah satu ekosistem perairan yang mudah mendapat pengaruh dari sekitarnya baik secara alami maupun oleh berbagai kegiatan manusia ini, mendapat masukan limbah dari industri kertas yang mana dapat menyebabkan pencemaran dengan merubah dan menurunkan kualitas air sungai sehingga mengurangi daya gunanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sejauh mana kandungan yang terdapat di Sungai Klinter pada jarak 0 m sampai dengan 1500 m dari lokasi pembuangan limbah cair pabrik kertas dan pengaruhnya terhadap kualitas perairan pada jarak tersebut. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air Sungai Klinter berdasarkan uji parameter pencemaran air dari titik pengambilan sampel 1 sampai titik pengambilan sampel 4 cenderung mengalami peningkatan, hal tersebut dapat dilihat dari nilai Indeks Pencemaran yang semakin turun (3,46-1,89) dan masuk kategori tercemar ringan untuk baku mutu air sungai Kelas IV. Kata Kunci: Kualitas air, sungai klinter, indeks pencemaran
Analisis Efektivitas Mesin Penggiling Tebu dengan Penerapan Total Productive Maintenance (In Press, JKPTB Vol 1 No 2) Agus Jiwantoro; Bambang Dwi Argo; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.91 KB)

Abstract

Tujuan TPM adalah untuk mengetahui six big losses yang terdapat pada mesin produksi. Overall equipment effectiveness (OEE) digunakan sebagai alat ukur dalam penerapan total productive maintenance (TPM) di PG. Jatitujuh. Analisa mesin penggiling tebu ini diukur melalui availability, performance efficiency dan rate of quality product serta menentukan komponen-komponen kritis mesin penggiling tebu. Pengukuran efektivitas mesin penggiling tebu I-IV dilakukan mulai tanggal 16 Mei -22 Agustus 2011. Data kerusakan komponen peralatan mesin penggiling I-IV yang diambil yaitu; ampas plate, metal roll gilingan, rantai feeding roll, roll gilingan (roll pengisi/feeding roll, roll depan, roll atas/top roll dan roll belakang (bagasse roll), skraper, dan alat kelengkapan gilingan (hidraulik gilingan, intermediate carrier (IMC), reducer dan turbin (elektromotor penggerak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan komponen mesin penggiling I paling besar. Faktor yang mempengaruhi efektivitas mesin penggiling yaitu breakdown (kerusakan peralatan) dan setup (penyetelan peralatan), hal ini mengakibatkan kinerja mesin turun, tingkat menganggur mesin tinggi serta produktivitas rendah. Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin penggiling tebu PG. Jatitujuh mulai tanggal 16 Mei – 22 Agustus 2011 telah memenuhi standart dengan nilai rata-rata 92,36%, dimana nilai availability 93,8%, performance efficiency 99,09% dan rate of quality product 99,34%. Kata Kunci: TPM , OEE, Six Big Losses
Evaluasi Pencemaran Air Akibat Dampak Pembuangan Limbah Cair Pabrik Kertas terhadap Kualitas Air di Sungai Klinter Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk (In Press JKPTB Vol 1 No 2) Imam Gazali; Bambang Rahadi; Ruslan Wirosoedarmo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.842 KB)

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup akan terus muncul secara serius di berbagai pelosok bumi sepanjang penduduk bumi tidak segera memikirkan dan mengusahakan keselamatan dan keseimbangan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pencemaran limbah pabrik kertas di sungai klinter yang ada di Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli - Agustus dengan Pengujian di Laboratorium IIP jurusan MSP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang. Penelitian yang telah dilaksanakan mengenai analisa kualitas perairan sungai Klinter menunjukkan pada stasiun 3 yaitu stasiun yang menjadi titik setelah mendapatkan masukan limbah untuk hasil perhitungan nilai kadar pH, TSS, DO, dan COD diketahui sebesar 6,96, 30,3 mg/l, 0,6 mg/l, dan 84 mg/l masih tergolong layak untuk baku mutu sungai kelas 4 menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup kabupaten Nganjuk, sedangkan untuk nilai BOD diketahui sebesar 40,7 mg/l tergolong tidak layak karena melebihi baku mutu air sungai kelas 4 menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup kabupaten Nganjuk. Hasil Perhitungan Indeks Pencemaran (IP) menunjukkan bahwa pada stasiun 1 dengan nilai 0,3 tergolong sungai dalam kondisi. Sedangkan pada stasiun 3 IP tercatat sebesar 2,7 yang tergolong kondisi sungai yang tercemar ringan.Kata Kunci: Indeks Pencemaran Air, Sungai Klinter, Kualitas Air.
Pengembangan Pakan Ternak Ruminansia Alternatif (Bahan Dasar Daun Kelapa Sawit, Palem dan Kelapa) (In Press, JKPTB Vol 1 No 2) Mohammad Alfian Lazuardi; Sumardi Hadi Sumarlan; Mochammad Bagus Hermanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.988 KB)

Abstract

Perkembangan luas kebun kelapa sawit di Indonesia dewasa ini cukup pesat, seiring dengan tingginya permintaan dunia akan minyak sawit (CPO). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2006), Indonesia menghasilkan minyak sawit (CPO) 18,80 juta ton. Dari angka tersebut perkiraan limbah pabrik sawit yang dihasilkan dalam setahun berupa, tandan buah kosong 540 juta ton, serat perasan buah 11,20 juta ton, lumpur sawit atau solid decanter 7,60 juta ton (= 2 juta ton bahan kering), solid membran 40 juta ton ( 4 juta ton bahan kering), bungkil inti sawit 8,60 juta. ton dan. cangkang 7,60 juta ton. Jumlah ini akan terus meningkat dengan bertambahnya jumlah produksi minyak sawit. Pemanfaatan limbah pabrik sawit sebagai pakan ternak saat ini telah mulai dilakukan oleh petani di Provinsi Bengkulu seperti di areal perkebunan PT. Agricinal Kabupaten Bengkulu Utara. Ternak sapi yang dipelihara di setiap afdeling umumnya diberi pakan yang terdiri dari pelepah sawit, dan lumpur sawit. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mempelajari proses pengolahan daun kelapa sawit, kelapa dan palem sebagai alternatif pakan ternak, mempelajari respon ternak terhadap pakan kelapa sawit, palem dan kelapa, mempelajari pertambahan bobot ternak, umur simpan dan rendemen pakan ternak daun kelapa sawit, palem dan kelapa. Hasil penelitian, respon pakan dari bahan baku daun kelapa sawit lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan respon bahan baku pakan daun palem dan daun kelapa. Respon untuk daun kelapa sawit,palem dengan komposisi 75% lebih banyak daripada 70% dan untuk daun kelapa kebalikannya. Nilai pertambahan bobot ternak pakan rerata kelapa sawit dengan komposisi 75% dan 70% lebih tinggi dibandingkan dengan pakan kelapa dan palem yaitu sebesar 2,09 kg/minggu/ekor. Untuk nilai pertambahan bobot ternak daun palem dan daun kelapa rata-rata 1,70 kg/minggu/ekor, namun pada palem komposisi 75 % nilainya hampir sama dengan pakan daun kelapa sawit yaitu sebesar 2,08 kg/minggu/ekor Umur simpan sebelum diayak 18-31 hari, setelah diayak 8-21 hari. Rendemen daun kelapa sawit 23-36%,daun palem 4-22%, dan daun kelapa 11-60%. Kata kunci : Pakan ternak, Daun kelapa sawit,Daun palem, Daun kelapa
Penurunan Kandungan Logam Pb Dan Cr Leachate Melalui Fitoremediasi Bambu Air (Equisetum hyemale) dan Zeolit (In Press, JKPTB Vol 1 No 2) Kurniati, Evi; Anam MS, Mohammad Misbhahul; Suharto, Bambang
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.758 KB)

Abstract

Jumlah sampah di TPA yang sangat besar akan menyebabkan proses dekomposisi alamiah berlangsung secara besar-besaran pula. Proses dekomposisi tersebut akan mengubah sampah menjadi pupuk organik yang jika ada masukan air dari luar, akan melarutkan logam-logam yang kemudian menjadi hasil samping yaitu leachate. Masuknya zat-zat kimia yang terkandung dalam leachate ke dalam ekosistem perairan juga dapat mempengaruhi biota yang ada. Oleh karenanya perlu pengolahan limbah tersebut seblum di lepas ke lingkungan. Pengolahan limbah leachate dengan menggunakan prinsip fitoremediasi melalui tanaman Bambu Air (Equisetum hyemale), dengan media tanam zeolit menjadi pilihan dalam upaya pengolahan limbah cair Sistem fitoremidiasi diambil dengan berbagai pertimbangan yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi inovasi baru dalam proses pengolahan limbah leachate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan sistem fitoremediasi menggunakan tanaman bambu air (Equisetum hyemale) dan media tanam zeolit dengan sistem batch dan sistem kontinyu dalam menurunkan kandungan logam berat Pb dan Cr leachate. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei sampai bulan Juli 2011 di Green House Laboratorium Teknik Sumber Daya Alam dan Lingkungan (TSAL) Jurusan Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Pengamatan yang dilakukan meliputi suhu dan kelembaban lingkungan, pH larutan dan suhu perlakuan. Penurunan kandungan Logam Pb dan Cr pada leachate. Sistem batch dan sistem kontinyu secara keseluruhan, rerata pH leachate yang diujikan selama perlakuan ini berkisar sekitar 7,466. pH leachate yang diujikan tidak kurang dari 7,200 dan tidak lebih dari 7,810. Rerata suhu leachate dari minggu pertama sampai minggu ketiga sebesar 22,283 0C. perlakuan terbaik ada pada perlakuan K2S1 (60 Tanaman sistem batch) dengan penurunan kandungan logam Pb sebesar 82,2% pada minggu terakhir pengamatan. Sedangkan penurunan logam Cr sebesar 61,2% pada perlakuan K2S2 (60 Tanaman sistem Kontinyu).Kata Kunci : Leachate, Bambu air (Equisetum hyemale), fitoremediasi, zeolit.
Analisa Kualitas Perairan Sungai Klinter Nganjuk Berdasarkan Indeks Diversitas Dan Saprobik Plankton Ahmat Farichi; Bambang Suharto; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.612 KB)

Abstract

Penelitian tentang “Analisa Kualitas Perairan Sungai Klinter Nganjuk Berdasarkan Indeks Diversitas dan Saprobik Plankton” telah dilaksanakan pada bulan juli sampai agustus 2012, bertujuan menilai kualitas perairan sungai berdasarkan indikator biologi. Sampel diambil dari 3 stasiun pengamatan dan pada setiap stasiun pengamatan dilakukan tiga kali ulangan.Titik pengambilan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling. Sampel diambil dengan menggunakan plankton net. Identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Hidrobiologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang. Hasil penelitian didapatkan nilai seluruh parameter fisik - kimia yang diteliti seperti suhu, DO, TSS, pH, fosfat, dan nitrat masih tergolong layak karena masih memenuhi baku mutu air golongan IV menurut PP. RI. No. 82 tahun 2001 dan beban pencemaran masih di bawah kapasitas asimilasi. Dari penelitian juga didapatkan 3 divisi plankton yang terdiri dari divisi Chlorophyta sebanyak 6 jenis, Chrysophyta sebanyak 9 jenis, dan Cyanophyta sebanyak 3jenis. Nilai kelimpahan tertinggi didapat pada stasiun 2 yakni sebesar 2261857.5 ind/l, sedangkan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun 3 yakni sebesar 815239.1 ind/l. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan saprobitas tertinggi terdapat pada stasiun 1 yakni sebesar 1.44, 0.50, dan 0.57. sedangkan keanekaragaman dan keseragaman terendah terdapat pada stasiun 2 yakni 0.2, 0.08, dan -2.91. Secara garis besar, kualitas perairan sungai Klinter berdasarkan indeks keanekaragaman dan saprobitas termasuk dalam katagori tercemar ringan sampai sangat berat. Uji stasistik korelasi pearson menunjukkan kecepatan arus, suhu, nitrat, fosfat, TSS berkorelasi negatif dengan keanekaragaman, sedangkan debit, kecerahan, kedalaman, pH, DO berkorelasi positif. Fosfat, dan kecepatan arus berpengaruh nyata terhadap keanekaragaman, sedangkan debit, suhu, nitrat, TSS, kecerahan, kedalaman, pH, DO berpengaruh tidak nyata terhadap keanekaragaman.Kata Kunci: Plankton, Indeks Diversitas, Indeks Saprobik, Kualitas Air.
Studi Pengaruh Penambahan Air dan Suhu Pemanasan terhadap Viskositas Petis Ikan (Inpress, JKPTB Vol 1 No 2) Rohani Haryati Fitriyah; Bambang Susilo; Nur Komar
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.424 KB)

Abstract

Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengenceran dan suhu pemanasan terhadap viskositas petis ikan. Viskositas petis ikan akan diturunkan hingga mendekati parameter acuan berupa viskositas saus Indofood. Petis ikan ditambahkan air sebanyak 20,30,40, dan 50 % dari 100 ml bahan kemudian dipanaskan pada suhu 60 ºC,70 ºC, dan 80 ºC. Perlakuan tersebut mampu menurunkan viskositas petis ikan dari 729430 cp menjadi 1303 cp. Nilai ini (1303 cp) merupakan viskositas yang paling mendekati parameter acuan untuk pengemasan petis ke dalam botol.
ANALISIS KINERJA PITA TANAM ORGANIK SEBAGAI MEDIA PERKECAMBAHAN BENIH PADI (Oryza Sativa L.) SISTEM TABELA DENGAN DESAIN TERTUTUP DAN TERBUKA nurwahyuningsih, Nurwahyuningsih; Lutfi, Musthofa; Nugroho, Wahyunanto Agung; Djojowasito, Gunomo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.059 KB)

Abstract

Padi merupakan komoditas tanaman pangan yang penting di Indonesia. Penduduk Indonesia menjadikan beras sebagai bahan makanan pokok. Sembilan puluh lima persen penduduk Indonesia mengonsumsi bahan makanan ini. Kandungan gizi dari beras tersebut menjadikan komoditas padi sangat penting untuk kebutuhan pangan sehingga menjadi perhatian di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan beras. Proses penanaman padi tabela dilakukan untuk mengatasi kelemahan yang terjadi pada cara tanam transplanting. Namun dalam prakteknya teknologi di atas masih ditemui banyak hambatan, seperti memerlukan jumlah air dan tenaga yang besar. Permasalahan ini menjadi semakin besar seiring dengan kelangkaan dan mahalnya tenaga kerja serta air. Untuk mengatasi masalah tersebut penelitian dan aktivitas pengembangan budidaya tanaman padi diarahkan pada pemanfaatan teknologi baru yaitu sistem tabur benih langsung atau tabela dengan menggunakan pita tanam organik. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Desain PTO (D) dipergunakan sebagai faktor pertama yang terdiri dari 2 (dua) macam yaitu, D1: desain terbuka dan D2: desain tertutup. Sedang selang pemberian air (S) ditempatkan sebagai faktor kedua yang terdiri dari 5 (lima) taraf, masing-masing adalah S1: 1 hari, S2: 2 hari, S3: 3 hari, S4: 4 hari dan S5: 5 hari setelah penaburan benih. Pemberian air dilakukan dengan tanpa genangan. Percobaan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga terdapat 30 unit perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, baik desain pita tanam organik maupun selang waktu pemberian air memberikan pengaruh nyata terhadap efisiensi penggunaan air. Namun pada perkecambahan, tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman serta akar selang waktu pemberian air tidak memberikan pengaruh nyata. hasil laju pertumbuhan tanaman paling tinggi pada perlakuan desain tebuka dan selang waktu pemberian air 2 hari sebesar 1.39 cm/hari dengan tinggi tanaman paling tinggi sebesar 38.66 cm, nilai berat basah dan berat kering akar paling tinggi masing-masing sebesar 3.27 gram dan 0.83 gram Kata Kunci: Pita Tanam Organik, Pelepah Pisang, Eceng Gondok, Clotalaria juncea. 

Page 1 of 33 | Total Record : 323