Raden Arief Setyawan
Departemen Teknik Elektro, Universitas Brawijaya

Published : 102 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi Load Balancing dengan Metode Source Hash Scheduling pada Protocol SSL Setyawan, Raden Arief
Jurnal EECCIS Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.463 KB)

Abstract

The Course programming period give the highest load for academic server (SIAM) of UB. More than 65000 student will access the system concurrently. There for, the load balancing mechanism is required to improve system capacity and prevent the access failure SIAM using SSL mechanism to provide protection for academik data transaction. SSL do the handshaking process to maintain the connectivity of the web browser. In addition, the client and the server will establish a session recording mechanism to keep the identity of a connection to prevent repeat login. This study tried to implement a source-hash scheduling mechanism on the load balancing system. This mechanism subjected to prevent the termination of a session connection which has been formed. The results shows that the source hash scheduling has increased the capacity of the system to handle as many as 9.02594 million requests from 65 087 different IP within 1 day. And provide total data throughput of 169 537 010 395 Bytes (169 GB) in a single day getIndex Terms—Load Balancing, Source Hash Scheduling
Analisis Performansi Raspberry-Pi/Aptus Box Sebagai Portable Server MOOCS Basuki, Achmad; Akbar, Sabriansyah Rizkika; Setyawan, Raden Arief
Jurnal EECCIS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.558 KB)

Abstract

Dewasa ini pemanfaatan e-learning sebagai sarana pembelajaran telah sangat massif. Berkembangnya internet memberikan berbagai alternatif sarana pembelajaran bagi setiap orang. Namun sayangnya kemudahan ini tidak dapat dinikmati oleh masyarakat di area terpencil yang tidak memiliki akses internet. Salah satu cara agar masyarakat tersebut tetap dapat menikmati pembelajaran melalui e-learning adalah menggunakan portable server. Penelitian ini mencoba menganalisa penggunaan Raspberry Pi, sebuah minicomputer, sebagai portable server untuk e-learning.
MONITORING KUALITAS KOLAM BUDIDAYA IKAN MELALUI PERANGKAT MOBILE Insanutama, Adam; Setyawan, Raden Arief; Nurussa'adah, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak – Salah satu teknologi yang sedang berkembang sangat pesat saat ini adalah wi-fi, Atau alat komunikasi nirkabel yang bias digunakan untuk keperluan banyak hal dalam mempermudah pekerjaan manusia. Salah satu masalah yang masih menimpa masyarakat Indonesia adalah masih kurangnya pemahaman pada sektor jaringan nirkabel tersebut, masyarakat Indonesia hanya mengetahui bahwa wi-fi hanya bisa digunakan untuk menjelajah internet untuk keperluan sosial, tanpa mengetahui bahwa banyak sekali kegunaan jaringan nirkabel tersebut. Maka dari itu penulis merancang dan mengimplementasikan sebuah alat yang berguna untuk masyarakat yang bergelut dalam usaha budidaya ikan. Alat yang berfungsi menampilkan kualitas suatu air dari budidaya kolam ikan dengan jaringan komunikasi wireless atau nirkabel. Pembuatan alat ini terdiri dari bagian-bagian utama berupa microcontroller, Sensor suhu (DS18B20), Sensor pH (SEN-0169), Sensor kekeruhan air (SEN-0189), dan Nrf 24l01. Sensor suhu, pH, dan kekeruhan air akan membaca data dari air kolam budidaya ikan tersebut yang langsung diproses di microcontroller tanpa menggunakan rangakaian tambahan, setelah microcontroller selesai diprogramkan, serial monitor menampilkan hasil dari pembacaan sensor pada kualitas air kolam tersebut dan juga pada saat itu nrf transmitter mengirimkan hasil dari data yang telah didapatkan menuju nrf receiver, dan hasil yang diterima nrf receiver ditampilkan pada LCD sehingga pemilik dapat mudah memonitornya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa agar tetap hidup air dari budidaya ikan tersebut harus berada pada suhu normal, pH netral, dan air yang jernih, karena dari hasil pengujian selama 4x/hari dalam 4 hari sensor suhu rata-rata membaca data pada 25OC, sensor pH membaca data rata-rata pada pH 8, dan sensor kekeruhan membaca data rata-rata 829 pembacaan analog yang berarti air tersebut jernih. Pada proses pengiriman untuk pengujian jarak pengiriman dan penerimaan didapatkan pengiriman berhasil 100% pada jarak 25 m untuk indoor dan 60 m untuk outdoor. Kata kunci: wireless, microcontroller, sensor suhu, sensor pH, sensor kekeruhan air, nrf24l01, pengiriman data
REKAYASA ALAT UNTUK MENGETAHUI KEMATANGAN BUAH MELON DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR SUARA V2 DAN ATMEGA 328 Farizqi, Yayang; Setyawan, Raden Arief; Maulana, Eka
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi sangatlah pesat, termasuk teknologi akustik yang sangat bermanfaat di bidang pertanian yaitu untuk mendeteksi kematangan buah seperti buah melon, karena buah ini sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Pengukuran tingkat kematangan buah melon ini menggunakan sensor suara yang dikendalikan oleh mikrokontroller ATmega 32 dengan tampilan LCD. Pengukuran ini dilakukan dengan mengukur besaran diameter buah melon, nilai amplitudo dan kecepatan rambat gelombang suara yang melewati daging buah melon. Pendeteksian ini menghasilkan tingkat amplitude dan kecepatan perambatan suara yang berbeda beda tergantung dari tingkat kematangan buah melon. Buah melon termasuk kategori matang apabila besarnya presentasi amplitudo yang ditransmisikan 22% sampai 66%, setengah matang 63% sampai 75% dan Mentah 89% dan besarnya kecepatan gelombang suara pada buah melon kecil dibandingkan dengan buah melon setengah matang ataupun mentah yaitu 556m/s sampai 1111 m/s. melon setengah matang 1000m/s sampai 1020m/s dan melon mentah 1209 m/s sampai 7500m/s. Kata kunci Sensor Suara, Atmega 328 ,LCD , Melon ABSTRACT Technological developments are very rapid, including acoustic technology is very useful in agriculture that is to detect fruit maturity like melon fruit, because this fruit is very popular by the people of Indonesia. Measuring the maturity level of melon fruit uses a sound sensor controlled by ATmega 32 microcontroller with LCD display. This measurement is done by measuring the diameter of the melon fruit, the amplitude value and the velocity of the sound wave passing through the melon fruit flesh This detection results in different levels of amplitude and speed of sound propagation different depending on the maturity level of the melon fruit. Melon fruit belongs to the mature category when the amplitude of the transmitted amplitudes presentation is 22% to 66%, half-baked 63% to 75% and 89% crude and the velocity of the sound waves on the small melon fruit compared to the raw or mature melon fruit is 556m / s until 1111 m / s. melon half cooked 1000m / s up to 1020m / s and raw melon 1209 m / s up to 7500m / s Keywords – Sensor Suara, Atmega 328 ,LCD , Melon
Implementasi Low Pass Filter Digital IIR (Infinite-Impulse Response) Butterworth pada FPGA Aulia, Fikri; Rif'an, Mochammad; Setyawan, Raden Arief
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.258 KB)

Abstract

FPGA merupakan IC yang dapat diatur isirangkaian di dalamnya. Kelebihan ini membuatFPGA mempermudah kita dalam merancang filterdigital. Setiap kali kita ingin merancang filter baru,kita bisa melakukanya tanpa harus merubah ataumengganti papan rangkaian. Metode untukmerancang filter IIR yang biasa dipakai adalahmetode transformasi analog-to-digital. Kekuranganmetode tersebut adalah tidak mampu mengendalikantanggapan fasa. AC’97 Audio Codec digunakansebagai ADC/DAC. Sistem memiliki LUT untukmenyimpan nilai konstanta koefisien cut-off filter darifrekuensi 10.000Hz hingga 20.000Hz.Prosentase slice dan LUT yang dipakai untukimplementasi hanya 3%. FPGA lebih banyak menggunakankomponen pengali dan penjumlah. Hasil pengujianspektrum menunjukan bahwa sinyal keluaran mengalamipenurunan jauh sebelum frekuensi cut-off. Pengujian filterpada domain waktu menunjukan sistem mampu memfiltersinyal dengan frekuensi cut-off berbeda-beda, namun sinyalkeluaran memiliki fasa tidak sama.Kata kunci—FPGA, Filter IIR, AC’97 Audio Codec
RANCANG BANGUN PERANGKAT KERAS PADA ALAT BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY DENGAN TEKNIK HIDROPONIK INDOOR Yusuf, n/a; Setyawan, Raden Arief; Asmungi, Gaguk
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHidroponik merupakan metode pertanian yang memperhatikan waktu penyinaran tanaman dan pemberian jumlah nutrisi sesuai dengan kebutuhan tanamannya. Namun, pertanian dengan metode hidroponik di dalam ruangan tidak mendapatkan sinar matahari secara langsung, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, tanaman juga membutuhkan jumlah nutrisi yang tepat agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Penulis merancang sebuah alat yang dapat memberikan pencahayaan dan jumlah nutrisi berdasarkan parameter yang diukur dengan sensor. Dalam pemberian pencahayaan, digunakan RTC sebagai parameter waktu yang menentukan nyala atau matinya grow light, sehingga pencahayaan tanaman dapat terjadwal. Sedangkan, dalam pemberian nutrisi dilakukan pengukuran nilai pH air, total padatan terlarut dalam air, potensial redoks air, ketinggian air, dan suhu air menggunakan sensor. Hasil pengukuran tersebut akan menjadi dasar dalam menyalakan atau mematikan pompa air dan solenoid valve. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini dapat bekerja sesuai rancangan perangkat keras. Dibuktikan dengan data pengujian karakteristik maupun pembacaan sensor yang bekerja dengan baik. Selain itu, aktuator yang digunakan juga dapat bekerja berdasarkan perintah dari mikroprosesor ATmega328 melalui rangkaian driver yang terdiri dari rangkaian transistor BC547 dan relay 5 volt.Kata kunci: nutrisi, pencahayaan, rangkaian elektrik, pakcoy, hidroponik indoorABSTRACTHydroponics is an agricultural method that pays attention to the time of irradiating plants and providing the number of nutrients according to the needs of the plant. However, indoor hydroponic farming does not get direct sunlight, so it can affect plant growth and development. In addition, plants also need the right amount of nutrients in order to grow and develop optimally. The author designed a system that can provide lighting and the number of nutrients based on the parameters measured by sensors. In providing lighting, RTC is used as a time parameter that determines whether the grow light turns on or off, so that plant lighting can be scheduled. Meanwhile, in providing nutrition, measurement of the pH value of water, total dissolved solids in water, water redox potential, water level, and water temperature is carried out using sensors. The measurement results will be the basis for turning on or off the water pump and solenoid valve. The test results show that this system can work according to the hardware design. It is proven by characteristic test data and sensor readings that work well. Moreover, the actuator used can also work on orders from the ATmega328 microprocessor through a driver circuit consisting of a BC547 transistor circuit and a 5-volt relay.Keywords: nutrition, lighting, electric circuit, pak choy, indoor hydroponics
Matching algorithm performance analysis for autocalibration method of stereo vision Raden Arief Setyawan; Rudy Soenoko; Moch Agus Choiron; Panca Mudjirahardjo
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 18, No 2: April 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v18i2.14842

Abstract

Stereo vision is one of the interesting research topics in the computer vision field. Two cameras are used to generate a disparity map, resulting in the depth estimation. Camera calibration is the most important step in stereo vision. The calibration step is used to generate an intrinsic parameter of each camera to get a better disparity map. In general, the calibration process is done manually by using a chessboard pattern, but this process is an exhausting task. Self-calibration is an important ability required to overcome this problem. Self-calibration required a robust and good matching algorithm to find the key feature between images as reference. The purpose of this paper is to analyze the performance of three matching algorithms for the autocalibration process. The matching algorithms used in this research are SIFT, SURF, and ORB. The result shows that SIFT performs better than other methods.
IMPLEMENTASI COMPUTER VISION MENGGUNAKAN KAMERA UNTUK MENDETEKSI GARIS PADA AUTONOMOUS CAR Bertoni Ramadhan Putra; Waru Djuriatno; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak–Kemajuan teknologi di dunia industri saat ini sangat berkembang pesat, begitu juga teknologi kontrolotomatis. Penggunaan mesin-mesin di industri yang dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan manusiamembutuhkan pengontrolan yang autonomous sehingga dapat mendapatkan tingkat keefisienan dan keakuratanyang tinggi. Autonomous juga telah merambah ke dunia otomotif seperti autonomous car yang akhir-akhir initelah banyak berkembang terutama di bagian Computer Vision. Karena itu dalam makalah ini akan menganalisabagaimana sebuah autonomous car akan bisa mendeteksi marka jalan menggunakan metode thresholding warnakombinasi dari HSL, Sobel X dan LAB. Algoritma dari pendeteksian jalan akan menggunakan library OpenCVdan akan disimulasikan menggunakan software PyCharm. Input yang akan diproses berupa video cuplikan jalantol dengan posisi kamera berada di tengah mobil. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan algoritmapendeteksian jalan ini didapat nilai estimasi frame per detik yang dapat diproses oleh algoritma adalah 2,9 fpsdengan waktu eksekusi tiap frame yang diproses rata-rata 360 ms untuk input beresolusi 720p. Dari hasil pengujianresolusi, resolusi input yang digunakan akan berbanding terbalik dengan fps serta waktu eksekusi yang didapat.Namun untuk pengujian hasil output, resolusi yang lebih rendah akan membuat nilai output menjadi tidak jelasdan tidak stabil sehingga pengujian dengan resolusi tinggi akan memiliki hasil yang lebih baik. Presentase keberhasilan deteksi objek berupa garis pada 3 kondisi jalan yang berbeda dengan menggunakan algoritma sistemini adalah 76,26%.Kata Kunci–Computer Vision, autonomous car, HSL, Sobel X, LAB, OpenCVAbstract -Technological advances in today's industrial world are growing rapidly, as is automatic controltechnology. The use of machines in industry that are used to help human work requires autonomous control sothat they can get a high level of efficiency and accuracy. Autonomous has also penetrated into the automotiveworld, such as the autonomous car which has recently developed a lot, especially in the Computer Vision.Therefore, in this paper, we will analyze how an autonomous car will be able to detect road lanes using thecombination color thresholding method of HSL, Sobel X and LAB. The lane detection algorithm will use theOpenCV library and will be simulated using PyCharm software. The input to be processed is a video of the tollroad with the camera position in the middle of the car. Based on the test results using this lane detection algorithm,the estimated value of frames per second that can be processed by the algorithm is 2.9 fps with the execution timeof each frame processed an average of 360 ms for 720p resolution input. From the results of the resolution test,the input resolution used will be inversely proportional to the fps and the execution time obtained. However, fortesting the output results, a lower resolution will make the output value unclear and unstable so that a test with ahigher resolution will have better results. The percentage of success in detecting objects in the form of lines on 3different road conditions using this algorithm is76.26%.Keyword- Computer Vision, baby cradle, KRPAI, RGB, HSV, OpenCV
PENGARUH BEAMFORMING TERHADAP INTERFERENSI ANTAR ACCESS POINT PADA IEEE 802.11N Reza Anhario; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wi-Fi merupakan teknologi jaringan nirkabel yang menggunakan sinyal radio. Wi-Fi didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. IEEE 802.11 seperti IEEE 802.11n bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Masalah pada frekuensi 2,4 GHz yaitu interferensi. Salah satunya adalah interferensi antar access point atau Co-Channel Interference (CCI). Interferensi menyebabkan kinerja access point dapat terganggu dan kurang optimalnya pertukaran data pada jaringan wireless tersebut. Penggunaan beamforming dapat meminimalisir terjadinya interferensi. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian secara eksperimen tentang pengaruh beamforming terhadap interferensi antar access point IEEE 802.11n dengan variasi penambahan jarak. Parameter kinerja yang diamati adalah throughput, jitter, dan packet loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan beamforming dapat meningkatkan performansi aceess point IEEE 802.11n. Hal ini dibuktikan pada saat terjadi interferensi antar access point yang berjarak 10 meter, nilai parameter QoS (Quality of Service) dengan beamforming lebih baik dibandingkan access point tanpa beamforming. Nilai throughput access point beamforming dan tanpa beamforming berturut-turut yaitu 55071,8 kbps dan 43187,2 kbps, nilai jitter sebesar 0,7732 ms dan 1,3962 ms dan nilai packet loss sebesar 0,007% dan 1,871%. Kata Kunci : Beamforming, Co-Channel Interference, IEEE 802.11n, QoS. ABSTRACT Wi-Fi is a network wireless technology using radio signal. Wi-Fi is based on IEEE 802.11 standards. The IEEE 802.11 such as IEEE 802.11n operates in 2,4 GHz band. The problem in 2,4 GHz band is interference. There is Co-Channel Interference (CCI), which is interference cross-IEEE 802.11 Interference causes the performance of access points can be disrupted and less optimal in exchange of data on the wireless network. The use of beamforming can minimize the occurrence of interference This study is to experiment on the influence of beamforming  on interference between access point IEEE 802.11n with variation of addition of distance. Performance parameters observed were throughput, jitter, and packet loss. The results showed that the use of beamforming can improve the performance of IEEE 802.11n aceess point. It can be proven at the time when interference between access points that are 10 meters away, the value of QoS (Quality of Service) parameters with beamforming better than the access point without beamforming. The value of throughput of access point beamforming and without beamforming are 55071,8 kbps and 43187,2 kbps, jitter value 0,7732 ms and 1,3962 ms respectively and packet loss value is 0,007% and 1,871%. Keywords : Beamforming, Co-Channel Interference, IEEE 802.11n, QoS.
WIRELESS SENSOR NETWORK UNTUK MENUNJANG IMPLEMENTASI PERTANIAN PRESISI MENGGUNAKAN MODUL KOMUNIKASI nRF24L01+ Raisul Falah; Raden Arief Setyawan; Zainul Abidin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 7 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPertanian presisi didefinisikan sebagai strategi menyeluruh dan ramah lingkungan dimana para petani dapat memvariasikan penggunaan input dan metode budidaya untuk menyesuaikan dengan kondisi tanah dan tanaman yang bervariasi pada lahan pertanian. Salah satu alat untuk membantu dalam implementasi pertanian presisi adalah penggunaan Wireless Sensor Network (WSN). WSN terdiri dari banyak perangkat jaringan yang dapat saling berkomunikasi. Berbagai parameter daripertanian presisi dapat dikumpulkan oleh perangkat jaringan pada WSN yang disebarkan di berbagai tempat. Pada penelitian ini, dirancang perangkat jaringan yang dikomunikasikan dengan sistem WSN. Masing-masing perangkat jaringan terdiri dari komponen sensor, komunikasi, komputer, dan catudaya. Terdapat dua buah jenis perangkat jaringan yaitu sensor node dan sink node. Sensor node berfungsi untuk mengukur parameter yang ingin diuji dan sink node berfungsi untuk menyimpan datahasil pengukuran secara lokal. Hasil pengukuran sensor node dikirimkan menuju sink node dandisimpan pada berkas CSV dan database lokal. Parameter yang diukur oleh setiap sensor node adalah kelembapan tanah, suhu dan kelembapan udara, dan tegangan catu daya. Komunikasi padasistem WSN menggunakan modul transceiver nRF24L01+ dengan topologi jaringan mesh. Pada hasil pengujian dapat dilihat setiap sensor node dapat membaca parameter yang diujikan dan telah berhasil mengirimkan data pembacaan menuju ke sink node setiap 1 menit sekali. Penggunaan topologi mesh pada nRF24L01+ dapat membuat rute transfer data secara otomatis. Nilai round triptime (RTT) setiap sensor node bergantung pada jarak dari setiap node. Dimana ketika semakin jauh jarak antar node maka RTT juga akan semakin besar, karena node harus melakukan multihop ketikamengirim pesan. Pengiriman data dari sensor node telah berhasil diterima sink node dan data yangditerima telah mampu disimpan pada berkas CSV dan database tanpa kehilangan data. Penggunaan daya dari semua sensor node ketika keadaan kirim data berkisar antara 84 mW sampai 90 mW. Sedangkan ketika keadaan tidur, daya dari sensor node 1 dan 2 berkisar di 21-22 mW dan padasensor node 3 dan 4 berkisar di 30 mW.Kata Kunci: pertanian presisi, wireless sensor network, nRF24L01+ABSTRACTPrecision agriculture is defined as a comprehensive and environmentally friendly strategy inwhich farmers can vary the use of inputs and cultivation methods to suit the varying soil and cropconditions of the farm. One of the tools to assist in the implementation of precision agriculture is theuse of Wireless Sensor Network (WSN). WSN consists of many network devices that cancommunicate with each other. Various parameters of precision farming can be collected by networkdevices on WSN which are deployed in various places. In this research, a network device thatcommunicates with the WSN system is designed. Each network device consists of sensors,communications, computers, and power supply components. There are two types of network devices,namely sensor nodes and sink nodes. The sensor node serves to measure the parameters to betested and the sink node serves to store measurement data locally. The sensor node measurement results are sent to the sink node and stored in a CSV file and local database. The parameters measured by each sensor node are soil moisture, air temperature and humidity, and power supplyvoltage. Communication on the WSN system uses the nRF24L01+ transceiver module with a meshnetwork topology. In the test results, it can be seen that each sensor node can read the tested parameters and has also succeeded in sending reading data to the sink node every 1 minute. Theuse of the mesh topology on the nRF24L01+ can route data transfer automatically. The value of theround trip time (RTT) of each sensor node depends on the distance from each node. Where thefarther the distance between the nodes, the greater the RTT, because the nodes must performmultihop when sending messages. The data transmission from the sensor node has been successfully received by the sink node and the received data has been able to be stored in the CSVfile and database without losing data. The power consumption of all sensor nodes when sending data 2is in the range from 84 mW to 90 mW. Meanwhile, when in sleep state, the power from sensor nodes1 and 2 is around 21-22 mW and at sensor nodes 3 and 4 it is around 30 mW.Keywords: Precision agriculture, wireless sensor network, nRF24L01+
Co-Authors Abdullah Rasyid Achmad Basuki Ade Vali Sofyan Adharul Muttaqin Admaja Dwi Herlambang Agus Satrio Ahmad Sulkhan Taufik Akbar, Sabriansyah Rizkika Akmal Hibban Syah Alam Algy Prastya Derosa Ali Mustofa Andreas Horaciyo Simanjuntak Angger Abdul Razak Asmungi, Gaguk Asrori Arsyad Aulia, Fikri Bayu Aditya Herlambang Bertoni Ramadhan Putra Bima Aditia M. S. Brian Reza Kawalta Tarigan S. Danial Risaf Ashari David Stefano Dewi Nur Ayuningtya Dian Falah J. Ebim Iskandar Muda Edinar Valiant Hawali Eka Maulana Eldoni Tuah Rito Purba Endy Hendrawan Erfan Achmad Dahlan Erni Yudaningtyas Fajar Mit Cahyana Farizqi, Yayang Firhan Bagus Adji Fredy Christiawan Fuad Sultan Muhammad Gagas Wijaksana Nugraha Gaguk Asmungi Giffary Risa Nugraha Gilang Luih Pinandita Hadi Suyono Hafidin Bangun Widyanto Hani Khulud Hani Khulud Harits Al Furqon Akbar Herdinto Praja Mukti I B Giri Kusuma I Putu Putra Darmawan Ibrahim Hasan Insanutama, Adam Issa Arwani Itsna Az Zahra Itsna Az Zahra James Christianto Jam’iyatul Hidayah Jason Danny Setiawan Jibril Asida Angkara Kenny Aldebaran Roberts Lukman Gumelar M. Rendra Perdana Kusuma Djaka Maulana, Eka Milendy Arifputra Pamungkas Moch Agus Choiron Mochammad Agus Choiron Moh Fahri Ferdiansyah Moh. Wildan Ali Fikri Moh. Yusuf Firmansyah Mohammad Alif Robby Gani Mohammad Ghadafi Muhamad Ilham Muhammad Aswin Muhammad Aswin Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim, ST., MT., Ph.D Muhammad Fauzan Edy Purnomo Muhammad Julius St. Muhammad Khairy Mahdi Muhammad Naufal Muhammad Rahma Arif Muhammad Wisem Royyan Muslichin Muslichin Muslichin, n/a Mutia Prameswari n/a Angellica n/a Nurussa'adah n/a Nurussa'adah n/a Nurussa’adah n/a Soeprapto Nano Bagus Septyanto Nisa Intan Kumalasari Nurussa'adah, n/a Onny Setyawati Panca Mudji Rahardjo Panca Mudjirahardjo Panca Mudjirahardjo Ponco Siwindarto Prasetyo Rizky Arfan Sodiq Pretty Lumbantobing Rachmadwipa Novandri Rahmadwati, n/a Raisul Falah Reynald Darmawan Reza Anhario Rhezananta Arya H. Ricky Insyani Santosa P. P. Rif'an, Mochammad Rizki Firmansyah Rizki Jumadil Putra Rizki Wahyu Nugroho Rizky Adi Sanjaya Royyannuur Kurniawan Endrayanto Rudy Soenoko Rudy Sunoko Ruri Ridha Rajwari Saif Masharil Huda Samuel Aji Sena Satrio Agung Wicaksono Sepvicho Prima Putra P. Sigit Kusmaryanto Sigit Kusmaryanto Sigit Kusmaryanto Sofyan Andika Yusuf Taqiy Asyam Listyawan Thufeil Claudy Rahman Tommy Eka Putra Bimantara Vika Mubarokah Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Wiam Mardliy Syahrir Yana Wahyuana Yudika Putra Perdana Pangaribuan Yusuf Kurniawan Yusuf Rangga Pratomo Yusuf, n/a Zainul Abidin Zainul Abidin Zainuri, Akhmad Zamrut Hirsa Mohammad